• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembangunan e-learning di STAI Sukabumi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembangunan e-learning di STAI Sukabumi"

Copied!
202
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

F-1

1. DATA PRIBADI

nama : Arie Angga Agustian

jenis kelamin : Laki-laki

tempat, tanggal lahir : Cianjur, 20 Agustus 1990

agama : Islam

kewarganegaraan : Indonesia

status : Belum kawin

anak ke : Empat dari empat bersaudara

alamat : Kp. Sukalarang RT 01 RW 07 Desa Sukalarang

Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi

telepon : +62856 5904 1592

email : [email protected], [email protected]

2. RIWAYAT PENDIDIKAN

1. Sekolah Dasar : SD Negeri Sukalarang 2 1997-2003

2. Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 1 Sukaraja 2003-2006

3. Sekolah Menengah Atas : SMA Negeri 4 Sukabumi 2006-2009

4. Perguruan Tinggi : FTIK Unikom Bandung 2009-2013

Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan

sadar dan tanpa paksaan.

Bandung, Agustus 2013

(6)

SKRIPSI

Diajukan untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

ARIE ANGGA AGUSTIAN

10109019

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

(7)

iii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan

karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PEMBANGUNAN E–LEARNING DI STAI SUKABUMI”. Penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa mendapatkan dukungan, bantuan dan masukan dari

berbagai pihak. Untuk itu, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada:

1. Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.

2. Kedua orang tua serta keluarga yang selalu memberikan doa dan semangat

yang menjadi kekuatan bagi penulis.

3. Bapak Irfan Maliki. S.T., M.T. selaku dosen pembimbing dan penguji dua

yang telah memberikan bimbingan, arahan dan masukan bagi penulis.

4. Ibu Sufa’atin,S.T., M.Kom. selaku dosen reviewer dan penguji satu yang telah memberikan masukan dan saran kepada penulis.

5. Ibu Kania Evita Dewi, S.Pd., M.Si. selaku penguji tiga yang telah

memberikan masukan dan saran kepada penulis.

6. Seluruh dosen pengajar di UNIKOM khususnya pada Program Studi

Teknik Informatika yang telah memberikan ilmu dan pengetahuannya.

7. Bapak Drs. H. Dadang Sahroni M,Pd., yang telah membimbing selama

melakukan penelitian di STAI Sukabumi.

8. Rekan-rekan di kelas IF-1 angkatan 2009 yang telah memberi semangat

dan bantuan dalam melewati masa perkuliahan.

9. Karina Noviyanti yang telah memberi semangat dan motivasi dalam

menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena

itu penulis menerima saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan di masa

mendatang. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat berguna khusunya bagi penulis,

dan umunya untuk seluruh pihak yang membutuhkan.

Bandung, Agustus 2013

(8)

iv

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR SIMBOL ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

I.1 Latar Belakang Masalah ... 1

I.2 Rumusan Masalah ... 2

I.3 Maksud dan Tujuan ... 2

I.4 Batasan Masalah ... 3

I.5 Metodologi Penelitian ... 4

I.6 Sistematika Penulisan ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9

II.1 Tinjauan Umum STAI Sukabumi ... 9

II.1.1 Sejarah STAI Sukabumi ... 9

II.1.2 Visi dan Misi STAI Sukabumi ... 10

II.1.2.1 Misi ... 10

II.1.2.2 Visi ... 10

II.1.3 Struktur Organisasi STAI Sukabumi ... 11

II.1.4 Logo STAI Sukabumi ... 14

II.2 Pengertian Web... 16

(9)

II.4 E-Learning ... 16

II.4.1 Definisi E-Learning ... 17

II.4.2 Kerangka Model E-Learning ... 18

II.4.3 Komponen E-Learning ... 18

II.4.4 Fitur dalam E-Learning ... 19

II.4.5 Fungsi E-Learning ... 19

II.4.6 Kelebihan dan Kekurangan E-Learning ... 20

II.5 Pengertian DFD ... 20

II.6 Pengertian ERD ... 21

II.7 Perangkat Lunak Pendukung ... 22

II.7.1 Pengertian DBMS dan MySQL ... 22

II.7.2 Pengertian PHP ... 22

II.7.3 Pengertian CSS ... 23

II.8 Kuesioner ... 23

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN ... 25

III.1 Analisis Sistem ... 25

III.1.1 Analisis Masalah ... 25

III.1.2 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan ... 25

III.1.3 Aturan Bisnis ... 32

III.1.4 Analisis Pengkodean ... 32

III.1.5 Analisis Metode Pencarian Berdasarkan Isi Berkas ... 33

III.1.5.1 Pembuatan Indeks Berkas ... 34

III.1.5.2 Penggunaan Indeks ... 34

III.1.6 Analisis Kebutuhan Non Fungsional ... 37

III.1.6.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Keras ... 37

III.1.6.2 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak ... 38

(10)

III.1.6.4 Analisis Basis Data ... 40

III.1.7 Analisis Kebutuhan Fungsional ... 42

III.1.7.1 Diagram Konteks ... 42

III.1.7.2 Data Flow Diagram (DFD) ... 43

III.1.7.3 Spesifikasi Proses ... 58

III.1.7.4 Kamus Data ... 91

III.2 Perancangan Sistem ... 98

III.2.1 Perancangan Basis Data... 98

III.2.1.1 Skema Relasi ... 99

III.2.1.2 Perancangan Struktur Tabel... 100

III.2.2 Perancangan Arsitektur Perangkat Lunak ... 109

III.2.2.1 Perancangan Struktur Menu ... 109

III.2.2.2 Perancangan Antarmuka Perangkat Lunak... 112

III.2.2.3 Jaringan Semantik ... 154

III.2.2.4 Perancangan Prosedural ... 156

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ... 163

IV.1 Implementasi ... 163

IV.1.1 Perangkat Keras yang Digunakan ... 163

IV.1.2 Perangkat Lunak yang Digunakan ... 163

IV.1.3 Implementasi Basis Data ... 164

IV.1.4 Implementasi Antarmuka ... 171

IV.2 Pengujian ... 174

IV.2.1 Pengujian Alpha ... 174

IV.2.1.1 Rencana Pengujian Alpha ... 174

IV.2.1.2 Kasus dan Hasil Pengujian ... 175

IV.2.2 Pengujian Beta ... 183

(11)

IV.2.2.2 Kuesioner ... 185

IV.2.3 Kesimpulan Hasil Pengujian ... 188

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 189

V.1 Kesimpulan ... 189

V.2 Saran ... 189

(12)

191 diakses pada : 01 Maret 2013 10:35 WIB.

[2] Maxinus, 2012, Pengertian E-Learning dan Distance Learning

http://mediaedukasi.com/pengertian-e-learning-dan-distance-learning/ diakses pada : 13 Maret 2013 14:10 WIB.

[3] Sommerville, Ian. 2006, Software Engineering (8th Edition). Massahusetts : Addison Wesley.

[4] Prasojo, Lantip Diat, Riyanto. 2011, Teknologi Informasi Pendidikan. Yogyakarta :Gava Media.

[5] Wahono, Romi Satrio, 2003, Pengantar e-Learning dan Pengembangannya, ilmukomputer.com.

[6] Kudwadi, Budi, Dedy Suryadi, 2007, Pengembangan Kerangka Model

E-Learning Dalam Pembelajaran Teknologi Dan Kejuruan, Bandung : FPTK

UPI.

[7] Karakteristik & Komponen Elearning

http://www.m-edukasi.web.id/2012/11/karakteristik-komponen-elearning.html diakses pada : 19 April 20:39 WIB.

[8] Kristanto, Andri. 2008, Perancangan Sistem Informasi dan aplikasinya. Yogyakarta : Gava Media.

[9] Pratama, Adityo. 2013, PengenalanDatabase. ilmukomputer.com.

[10] Pratama, Adityo. 2013, Pengenalan MySQL. ilmukomputer.com

(13)

1

I.1 Latar Belakang Masalah

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sukabumi berdiri pada 6 Juni 1974 di

bawah naungan Yayasan Pembangunan Sukabumi. STAI Sukabumi merupakan

perguruan tinggi tertua di Kota dan Kabupaten Sukabumi. STAI Sukabumi

merupakan pengembangan dari Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam (IAIN)

Sunan Gunung Djati Bandung Cabang Sukabumi yang kemudian ditarik ke

pusatnya di Bandung berdasarkan SK Menteri Agama RI No 15 tahun 1974.

Kepindahan tersebut memberikan inspirasi beberapa dosen AKABRI bagian

Kepolisian dan dosen IAIN cabang Sukabumi untuk mendirikan perguruan tinggi

berbasis agama Islam. Setelah melakukan konsultasi dengan Pemda Kabupaten

dan Kota Sukabumi serta pimpinan DPRD-nya, akhirnya berdirilah STIT

(Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Sukabumi. Berdasarkan SK Menteri Agama No

377 tahun 1995, STIT Sukabumi berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam

(STAI) Sukabumi dengan Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam [1]. STAI

Sukabumi memiliki 16 kelas jauh (cabang) yang tersebar di beberapa wilayah di

Sukabumi. Kelas jauh merupakan kampus STAI Sukabumi yang tidak berada

pada satu wilayah dengan STAI Sukabumi pusat. Setiap kelas jauh memiliki staf

administrasi dan dosen masing-masing.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Drs. H. Dadang Sahroni, M.Pd.

selaku Pembantu Ketua bidang akademik, STAI Sukabumi mengadakan Ujian

Pengendalian Mutu (UPM) untuk setiap mahasiswa sebagai bentuk evaluasi

kualitas pengajaran setiap dosen, baik dosen di pusat maupun di cabang. Agar

hasil dari UPM sesuai dengan harapan, maka dosen STAI Sukabumi kadang

memberikan materi pada setiap kelas jauh, namun hal ini dirasa sulit, sebab lokasi

kelas jauh yang berjauhan dan dilakukan dengan cara konvensional, yaitu tatap

muka antara dosen dengan mahasiswa. Cara konvensional ini pula membuat

pemberian materi dan pengumpulan jawaban tugas sulit dilakukan jika dosen

(14)

pendidikan lain sehingga setelah jadwal mengajar selesai kadang tidak lagi

berada dilingkungan kampus sehingga menyulitkan mahasiswa yang ingin

bertanya dan berdiskusi mengenai materi kuliah pada dosen.

Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dibangun suatu media

pembelajaran untuk melengkapi kegiatan belajar-mengajar di STAI Sukabumi

yang saat ini masih memiliki beberapa kendala. Media pembelajaran yang cocok

untuk dibangun adalah media pembelajaran elektronik (e-learning) yang berbasis

web dan diakses melalui internet sehingga bisa digunakan oleh setiap mahasiswa

di kelas jauh STAI Sukabumi. E-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang

memanfaatkan teknologi komputer serta jaringan komputer berupa internet.

E-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat

masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti perkuliahan di kelas

ketika hal tersebut tidak memungkinkan, seperti ketika dosen berhalangan hadir

[2]. Dari pemaparan yang telah dipaparkan maka dalam penelitian ini dibangun

e-learning di STAI Sukabumi dengan harapan mampu mengatasi kendala yang telah

dikemukakan tersebut.

I.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat dirumuskan satu permasalahan,

yaitu bagaimana membangun e-learning di STAI Sukabumi.

I.3 Maksud dan Tujuan

Berdasarkan permasalahan yang diteliti, maka maksud dari penelitian ini

adalah untuk membangun e-learning di STAI Sukabumi. Sedangkan tujuan yang

akan dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Memudahkan dosen STAI Sukabumi dalam memberikan materi kuliah.

2. Memudahkan proses pengumpulan jawaban tugas saat dosen berhalangan

hadir.

3. Memudahkan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan dosen diluar

(15)

I.4 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam pembangunan e-learning ini adalah sebagai berikut :

1. E-learning ini berbasis web dan diakses melalui internet.

2. E-learning ini sebagai pelengkap dari proses belajar-mengajar yang ada.

3. Data yang dikelola dalam e-learning ini adalah :

1) Data mahasiswa.

2) Data dosen.

3) Data kelas.

4) Konten, seperti materi, soal tugas dan jawaban tugas.

5) Soal ujian.

6) Tugas.

4. Proses yang terdapat dalam e-learning ini adalah :

1) Unggah konten, baik materi, soal tugas ataupun jawaban tugas berupa

berkas Microsoft Word, Microsoft PowerPoint, Microsoft Excel,

berkas PDF, Audio dengan format *.mp3 dan Video dengan format

*.flv dengan ukuran berkas maksimal 10Mb.

2) Klasifikasi kelas.

3) Unduh konten.

4) Pengelolaaan tahun akademik (semester).

5) Membuat ujian. Ujian yang dibuat bisa berupa pilihan ganda ataupun

multiple choice dan terdapat pengaturan waktu ujian. Soal ujian serta

pilihan jawaban bisa berupa teks ataupun gambar. Soal ujian

ditampilkan secara acak begitu juga dengan pilihan jawabannya.

6) Kategori tingkat kesulitan soal, yaitu mudah, sedang dan sulit.

7) Evaluasi ujian dan tugas.

8) Membuat pengumuman, baik berupa informasi atau tugas.

9) Komunikasi antara dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan

mahasiswa berupa forum diskusi.

5. Terdapat pencarian berdasarkan isi berkas. Pencarian berdasarkan isi

(16)

6. Informasi yang dihasilkan oleh e-learning ini adalah data nilai hasil

evaluasi tugas dan ujian serta informasi pengumuman.

7. Metode analisis perangkat lunak yang digunakan adalah metode analisis

terstruktur. Tools yang digunakan adalah flowmap, Entity Relationship

Diagram (ERD) dan Data Flow Diagram (DFD).

8. E-Learning ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan

menggunakan MySQL sebagai Database Management System (DBMS)

dengan tools yang digunakan Macromedia Dreamweaver 8.

9. Sistem operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows 7 dengan web

browser yang digunakan Mozilla Firefox dan Google chrome.

10.Web server yang digunakan adalah XAMPP.

I.5 Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode

analisis deskriptif yang terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut :

1. Tahap pengumpulan data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut :

a. Studi Literatur

Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literature, jurnal, buku

dan bacaan-bacaan yang ada kaitan nya dengan pembangunan e-learning.

b. Observasi

Teknik pengumpulan data dengan mengadakan penelitian dan peninjauan

langsung terhadap permasalahan yang di ambil di STAI Sukabumi.

c.Wawancara

Yaitu melakukan pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab

secara langsung yang ada kaitannya dengan topik yang diambil di STAI

Sukabumi.

d.Kuesioner

Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan daftar pertanyaan

(17)

2. Model pengembangan perangkat lunak.

Model pengembangan perangkat lunak dalam pembuatan e-learning di STAI

Sukabumi menggunakan paradigma perangkat lunak secara waterfall [3]

seperti yang dapat dilihat pada gambar I.1. Paradigma ini meliputi beberapa

proses diantaranya :

a. Requirements analysis and definition

Merupakan tahapan untuk mendefinisikan serta menganalisa kebutuhan

sistem, fungsi yang akan dimiliki sistem, batasan sistem, serta tujuan yang

dimiliki sistem. Dalam tahap ini dilakukan pengumpulan data primer

melalui wawancara dengan Pembantu Ketua bidang akademik serta data

sekunder berupa dokumen-dokumen akademik di STAI Sukabumi yang

berkenaan dengan pembangunan e-learning untuk kemudian dianalisis.

b. System and software design

Tahapan ini membangun arsitektur secara keseluruhan. Desain perangkat

lunak melibatkan identifikasi dan penggambaran abstraksi sistem

perangkat lunak yang mendasar dan hubungannya. Dalam tahap ini

dilakukan perancangan basis data berupa Entity Relationship Diagram

(ERD), aliran data berupa Data Flow Diagram (DFD) dan aplikasi

e-learning serta tampilan aplikasi berdasarkan hasil analisis sebelumnya

terhadap data primer dan data sekunder.

c. Implementation and unit testing

Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai

serangkaian program atau unit program. Pengujian unit melibatkan

verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasinya. Dalam tahap

ini basis data dibangun menggunakan MySQL dan aplikasi e-learning

dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP.

d. Integration and system testing

Unit program atau program individual diintegrasikan dan diuji sebagai

sistem yang lengkap untuk memastikan bahwa persyaratan perangkat

lunak telah terpenuhi. Pengujian aplikasi e-learning ini menggunakan

(18)

e. Operation and maintenance

Pemeliharaan mencakup koreksi dari berbagai kesalahan yang tidak

ditemukan pada tahap-tahap terdahulu, perbaikan atas implementasi unit

sistem dan pengembangan pelayanan sistem ketika ditemukan kebutuhan

baru.

Gambar I.1 Waterfall Model [3]

I.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan tugas akhir ini disusun untuk memberikan gambaran

umum tentang penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan tugas akhir ini

adalah sebagai berikut:

BAB I. PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang latar belakang permasalahan, mencoba untuk

merumuskan inti permasalahan yang terdapat di STAI Sukabumi, menentukan

maksud dan tujuan, yang kemudian diikuti dengan pembatasan masalah, metode

penelitian dan sistematika penulisan.

Requirements analysis and

definition

System and software design

Implementation and unit testing

Integration and system testing

(19)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi gambaran umum tentang instansi, berisi penjelasan tentang sejarah

singkat, visi, misi dan struktur organisasi dan berisi teori-teori pendukung yang

digunakan untuk membangun aplikasi e-learning di STAI Sukabumi.

BAB III. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab ini menjelaskan analisis terhadap seluruh spesifikasi sistem yang mencakup

analisis prosedur yang sedang berjalan di STAI Sukabumi, pengkodean,

kebutuhan non fungsional, user dan analisis basis data beserta solusi yang

diberikan. Selain melakukan analisis sistem, pada bab ini juga melakukan

perancangan antar muka atau mendesain sistem secara keseluruhan berdasarkan

hasil analisis tersebut. Tools untuk memodelkan sistem menggunakan Data Flow

Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD).

BAB IV. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Bab ini membahas tentang implementasi dari hasil tahapan analisis dan

perancangan e-learning ke dalam sebuah perangkat lunak. Serta kebutuhan

perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan dalam membangun

e-learning ini. Bab ini juga berisi pengujian terhadap sistem juga dilakukan pada

bab ini untuk melihat apakah e-learning ini sudah sesuai dengan hasil yang

diharapkan.

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini terdiri dari kesimpulan dan saran yang berisikan hal-hal terpenting yang

dibahas dan kemudian dibuat kesimpulan. Bab ini juga berisi saran-saran yang

diberikan dan mungkin dapat menambah pengetahuan untuk pengembangan

(20)
(21)

9

II.1Tinjauan Umum STAI Sukabumi

Berikut adalah gambaran umum mengenai STAI Sukabumi.

II.1.1 Sejarah STAI Sukabumi

Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Sukabumi berdiri pada 6 Juni

1974 di bawah naungan Yayasan Pembangunan Sukabumi. STAI Sukabumi

merupakan perguruan tinggi tertua di Kota dan Kab. Sukabumi. STAI

Sukabumi sebagai lembaga Pendidikan Agama Islam, merupakan pengembangan

dari Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam (IAIN) Sunan Gunung Djati Bandung Cabang Sukabumi yang ditarik ke pusatnya di Bandung berdasarkan SK Menteri

Agama RI No 15 tahun 1974. Kepindahan tersebut memberikan inspirasi beberapa

dosen AKABRI bagian Kepolisian dan dosen IAIN cabang Sukabumi untuk

mendirikan perguruan tinggi berbasis agama Islam. Setelah melakukan konsultasi

dengan Pemda Kabupaten dan Kota Sukabumi serta pimpinan DPRD-nya,

akhirnya berdirilah STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Sukabumi. Eksistensi

STIT tersebut diperkuat dengan status diakui berdasarkan SK Menag RI No. 237

tanggal 26 September 1991 tentang pendirian STIT.

Berdasarkan SK Menteri Agama No 377 tahun 1995, STIT Sukabumi

berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sukabumi dengan Program

Studi S1 Pendidikan Agama Islam dan S1 Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di

bawah naungan Yayasan Pembangunan Sukabumi dengan status “Diakui”. Selain dua program studi di atas, berdasarkan SK Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa

Barat dan Banten No. 054/KOP/II/S/2001, tanggal 20 Juni 2001, maka STAI

Sukabumi membuka Diploma II Pendidikan Guru Pendidikan Agama Islam

(PGPAI), Diploma II Pendidikan Guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah

(PGSD/MI), Diploma II Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Islam/Raudlatul

Athfal (PGTKI/RA), Akta IV dan Diploma II Tadris Pendidikan Guru Bahasa

(22)

Dalam upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi dan meningkatkan

kepercayaan masyarakat terhadap lembaga, maka STAI Sukabumi, pada tahun

2000 memiliki status "Terakreditasi" sesuai dengan SK BAN PT Depdiknas

Nomor 014/BAN-PT/Ak-IV/VII/2000 dan Nomor

033/BAN-PT/AK-VII/S1/XI/2003 pada tahun 2003. Pada tahun 2008, tepatnya tanggal 30 Mei s.d 1

Juni 2008, STAI Sukabumi divisitasi oleh Assesor dari BAN PT Depdiknas

sebagai perpanjangan akreditasi S1 PAI. Pada tanggal 20 Juni 2008, STAI

Sukabumi mendapatkan kepercayaan kembali dengan terakreditasinya prodi S1

PAI dari BAN-PT Depdiknas melalui Surat Keputusan Nomor

011/BAN-PT/Ak-XI S1/VI/2008 dan berlaku sampai dengan 20 Juni 2013.

II.1.2 Visi dan Misi STAI Sukabumi

Berikut adalah visi dan misi STAI Sukabumi.

II.1.2.1 Misi

Menjadi program yang unggul dan berdaya saing dalam Pendidikan Agama Islam

tahun 2018.

II.1.2.2 Visi

Untuk mencapai visi maka diperlukan upaya yang tepat seperti yang tercantum

dalam misi sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan PAI yang berorientasi pada pemberdayaan individu dan

masyarakat.

2. Menghasilkan sarjana yang unggul, kompeten, professional dan memiliki

daya saing yang diwujudkan dalam dimensi keunggulan mahasiswa Prodi

PAI.

3. Menghasilkan sarjana yang mampu berempati dan memberikan solusi pada

masalah dan kebutuhan individu dan masyarakat, berjiwa pemimpin dan

wirausaha.

4. Mendorong penelitian yang berorientasi pada individu dan masyarakat

(23)

5. Menerapkan PAI untuk memberdayakan individu dan masyarakat melalui

teknologi, media dan publikasi ilmiah.

6. Menjalin kerjasama secara berkesinambungan dengan stakeholder.

II.1.3 Struktur Organisasi STAI Sukabumi

Struktur organisasi di STAI Sukabumi dapat dilihat pada gambar II.1.

Gambar II.1 Struktur Organisasi STAI Sukabumi

Deskripsi tugas dari struktur organisasi pada gambar II.1 adalah sebagai berikut:

1. Ketua

Sekolah Tinggi Agama Islam Sukabumi sesuai dengan peraturan dan

peundang-undangan dipimpin oleh Ketua. Ada pun tugas-tugas Ketua

adalah:

a. Memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian

kepada masyarakat

b. Membina tenaga kependidikan, mahasiswa, tenaga administrasi, dan

(24)

c. Memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengelolaan

STAI Sukabumi.

d. Melakukan komunikasi dengan berbagai pihak di dalam rangka

aksesibilitas STAI Sukabumi dan kerjasama antar lembaga

2. Pembantu Ketua Satu

Pembantu Ketua Satu memiliki tugas sebagai berikut:

a. Membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan dan

pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

b. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan akademik

c. Merencanakan dan mengembangkan

1) Kurikulum

2) Proses Belajar mengajar

3) Sistem Evaluasi

4) Administrasi Dosen

5) Penelitian Dosen dan Mahasiswa

6) Budaya Akademik

d. Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan para unsur pimpinan lain

dalam pelaksanaan kegiatan/lintas sektoral

e. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang diberikan oleh Ketua

f. Melaporkan kegiatan kepada ketua

3. Pembantu Ketua Dua

Pembantu Ketua Dua memiliki tugas sebagai berikut:

a. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan:

1) Administrasi

2) Keuangan

3) Sarana dan Prasarana

4) Pengadaan dan Pembinaan SDM

5) Personalia

6) Dosen

b. Melakukan koordinasi dengan unsur pimpinan lain

(25)

d. Melaporkan setiap kegiatan sebagaimana tercantum di atas.

4. Pembantu Ketua Tiga

Pembantu Ketua Tiga merencanakan dan melaksanakan kegiatan:

a. Pembinaan mahasiswa dan pelayanan kesejahteraan mahasiswa

b. Mengembangkan bakat dan minat mahasiswa

c. Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan

d. Penataan Administrasi Mahasiswa

1) NIRM

2) KTM

5. Ketua Prodi

Ketua Prodi memiliki tugas sebagai berikut:

a. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan perkuliahan

b. Memantau dan memeriksa kelengkapan administrasi dosen dalam

melaksanakan tugas mengajar:

1) Acara Perkuliahan

2) Silabus

3) SAP

4) Nilai hasil belajar mahasiswa

c. Melayani konsultasi Prodi PAI

d. Membimbing mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan

e. Mengajukan dan menetapkan pembimbing PPK dan KKN setelah

berkoordinasi dengan Pembnatu Ketua Satu untuk mendapat

persetujuan dari Ketua

f. Memberikan persetujuan judul penelitian Skripsi

g. Menentukan dan menetapkan pembimbing skripsi yang dituangkan

dalam SK setelah berkoordinasi dan mendapat persetujuan Pembentu

Ketua Satu Bidang Akademik

h. Mengajukan dan menetapkan penguji untuk mendapat persetujuan

Ketua, setelah berkoordinasi dengan Pembentu Ketua Satu Bidang

Akademik dalam kegiatan:

(26)

2) Ujian Komprehensip

3) Ujian Skripsi

i. Melakukan evaluasi kinerja dosen

j. Melakukan evaluasi hasil belajar mahasiswa

k. Melaporkan setiap kegiatan kepada Pembentu Ketua Satu Bidang Akademik dan kepada Ketua

6. Sekretaris Prodi

Sekretaris Prodi memiliki tugas sebagai berikut:

a. Memfasilitasi setiap kegiatan Ketua Jurusan PAI

b. Membuat Jadwal Perkuliahan

c. Memberikan layanan akademik yang berkaitan dengan hasil belajar

mahasiswa

d. Mewajibkan kepada setiap Mahasiswa untuk melaksanakan Her

Registrasi dan mengisi KRS

e. Mengadministrasikan nilai hasil belajar mahasiswa

f. Mengisi Kartu Hasil Studi (KHS) setiap semester

II.1.4 Logo STAI Sukabumi

Logo STAI Sukabumi dapat dilihat pada gambar II.2.

Gambar II.2 Logo STAI Sukabumi

(27)

1. Bentuk: Segi lima lambang Rukun Islam. Artinya dalam melaksanakan

visi dan misi STAI Sukabumi berlandaskan kepada ajaran dan nilai Islam

yang terkandung dalam Rukun Islam.

2. Warna: Warna terdiri dari warna dasar Biru, putih, hitam, kuning, dan

hijau.

a. Biru melambangkan kedalaman ilmu, berwibawa, kharismatik dan

professional, artinya ilmu Allah Swt sangat dalam dan luas. Manusia

sebagai mahluk Allah Swt diwajibkan untuk mencari serta memiliki

ilmu dalam melaksanakan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini

didalam rangka mensejahterkan umat manusia. Ilmu yang diperoleh

dan dimiliki oleh Dosen dan Mahasiswa membawa mereka ke tingkat

derajat yang tinggi sebagaimana janji Allah Swt dan menjadikannya

berwibawa dan kharismatik dalam kehidupannya. Profesional, berilmu

amaliah beramal ilmiah.

b. Putih melambangkan suci dan bersih, artinya dalam melaksanakan

tugas-tugas sebagai mahluk dan khalifah di muka bumi ini selalu

berpandangan lurus sebagaimana ditetapkan dalam Alquran dan

As-Sunnah.

c. Hitam melambangkan keagungan, menunjukkan kekuatan dan

ketegasan, artinya keagungan dan kekuatan merupakan milik Allah

SWT yang dijadikan spirit dalam melaksanakan tugas kehidupan

dengan bertindak tegas dalam menegakkan amar maruf dan nahi

munkar.

d. Kuning melambangkan idealisme dan optimisme, artinya semua pihak

yang terlibat dalam proses pendidikan pada STAI Sukabumi

mempunyai cita-cita yang sama dan mempunyai keyakinan untuk

mencapainya.

e. Hijau melambangkan inovatif, dinamis, dan sukses, artinya dalam

melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi selalu disesuaikan

(28)

pembaruan yang disertai semangat kreativitas yang tinggi didalam

rangka mewujudkan Visi Misi STAI Sukabumi yang telah ditetapkan.

3. Gambar: Buku, Padi dan Kapas, Topi Sarjana.

a. Buku melambangkan sumber ilmu dan sumber belajar, artinya sumber

ilmu dan sumber belajar bagi umat Islam adalah Al-Quran dan

As-Sunnah

b. Padi dan Kapas melambangkan kesuburan dan kemakmuran, artinya

kehadiran lembaga Perguruan Tinggi STAI Sukabumi di tengah

masyarakat diharapkan dapat membawa dan mewujudkan masyarakat

yang adil, subur, makmur, dan sejahtera.

c. Topi Sarjana melambangkan keintelektualan seorang sarjana, artinya

seorang sarjana STAI Sukabumi dituntut untuk berpikir rasional dan

memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang.

II.2Pengertian Web

Web merupakan suatu ruang atau media yang dipakai untuk menyampaikan

informasi dalam berbagai macam bentuk informasi. Sebelumnya internet hanya

dapat digunakan untuk aplikasi berbasis teks saja, setelah adanya web maka

internet bisa juga menghasilkan suatu informasi yang tidak hanya berupa teks, tapi

bisa berupa gambar, audio serta video.

II.3Pengertian Internet

Internet merupakan salah satu bentuk dari jaringan komputer. Internet

singkatan dari interconnected networking atau international networking, yaitu

kumpulan dari jaringan komputer besar maupun kecil yang saling berhubungan

dengan menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia [4]. Internet

memungkinkan setiap komputer untuk saling terhubung dan membentuk suatu

jaringan komputer yang besar sebab tidak dibatasi oleh wilayah dan jarak.

II.4E-Learning

(29)

II.4.1 Definisi E-Learning

E-learning merupakan singkatan dari electronic learning yang secara umum

dapat diartikan sebagai proses belajar mengajar yang menggunakan media

elektronik. Namun kata electronic dalam istilah e-learning lebih identik dengan

istilah lain untuk internet seperti halnya kata electronic dalam istilah e-mail,

sehingga dalam Glossary of e-Learning Terms dinyatakan bahwa [5]: “e-learning

adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk

mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer maupun

komputer standalone”.

E-learning juga merupakan salah satu bentuk dari pembelajaran jarak

jauh (Distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer serta jaringan

komputer berupa internet. E-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar

melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi

mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas ketika hal tersebut tidak memungkinkan,

seperti ketika dosen berhalangan hadir. E-Learning sering pula dipahami sebagai

suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan

lokal atau internet [2].

Secara filosofis, e-learning digambarkan oleh Kamarga [4] sebagai berikut:

1. e-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, dan

pelatihan secara on-line.

2. e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai

belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap

buku teks, CD-R, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat

menjawab tantangan perkembangan globalisasi.

3. e-learning tidak menggantikan model mengajar konvensional di dalam

kelas, tetapi memperkuat model tersebut melalui pengayaan konten dan

pengembangan teknologi pendidikan.

4. Kapasitas peserta didik amat bervariasi tergantung pada penyampaiannya.

(30)

belajar, maka akan lebih baik kapasitas peserta didik yang pada gilirannya

akan memberikan hasil yang baik.

II.4.2 Kerangka Model E-Learning

Ada tiga kerangka model e-learning [6] yang bisa dijadikan sebagai acuan dalam

membangun suatu aplikasi e-learning, ketiga model tersebut adalah sebagai

berikut:

1. Web Course

Kerangka model ini menggunakan internet sebagai media untuk melakukan

kegiatan belajar mengajar. Pemberian materi ajar, diskusi serta ujian

sepenuhnya menggunakan fitur internet seperti e-mail, chat rooms, bulletin

board dan online conference. Kerangka model ini tidak memerlukan tatap

muka untuk kegiatan belajar mengajar.

2. Web Centric Course

Kerangka model ini dalam melakukan kegiatan belajar mengajar sebagian

melalui internet dan sebagaian lagi secara tatap muka. Namun persentase

kegiatan belajar mengajar melalui tatap muka lebih sedikit dibanding

melalui internet.

3. Web Enhanced Course atau Web Lite Course

Kerangka model ini menggunakan internet sebagai media penunjang

kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar yang utama adalah

secara tatap muka. Penggunaan internet sebagai media untuk menyediakan

materi pelajaran serta link ke sumber pembelajaran lain yang sesuai.

II.4.3 Komponen E-Learning

Komponen yang membentuk e-learning ada dua, yaitu infrastruktur serta sistem

dan aplikasi e-learning [7], dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Infrastruktur e-learning

Komponen ini terdiri dari komputer, jaringan komputer seperti internet atau

(31)

2. Sistem dan aplikasi e-learning

Komponen ini merupakan sistem perangkat lunak yang membuat proses

belajar-mengajar berjalan secara virtual. Di dalamnya terdapat proses

manajemen kelas, manajemen konten materi, pengadaan ujian serta hal

lainnya yang berhubungan dengan kegiatan belajar-mengajar.

3. Konten e-learning

Komponen ini merupakan konten dan bahan ajar pada e-learning, konten

tersebut bisa berupa berkas teks maupun multimedia.

II.4.4 Fitur dalam E-Learning

Fitur yang terdapat dalam e-learning secara garis besar ada tiga, yaitu:

1. Fitur untuk materi pembelajaran, meliputi daftar pelajaran dan kategorinya,

silabus, materi pelajaran (berbasis teks atau multimedia) dan pencarian

materi pelajaran.

2. Fitur untuk diskusi dan komunikasi, meliputi forum diskusi, pengumuman,

profil dan kontak pengajar.

3. Fitur untuk ujian dan tugas, meliputi ujian, tugas, dan penilaian

II.4.5 Fungsi E-Learning

Fungsi e-learning terhadap kegiatan pembelajaran ada tiga [4], yaitu sebagai

suplemen, komplemen atau substitusi dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Suplemen

E-learning berfungsi sebagai seplemen jika peserta didik diberi kebebasan

dalam memilih menggunakan e-learning atau tidak. Dengan kata lain tidak

ada kewajiban menggunakan e-learning, namun peserta didik yang

menggunakannya dapat memiliki nilai tambah berupa tambahan

pengetahuan atau wawasan.

2. Komplemen

E-learning berfungsi sebagai komplemen jika materi yang terdapat dalam

e-learning dibuat sebagai tambahan dari materi yang telah diajarkan di dalam

kelas. Materi tambahan ini membuat peserta didik bisa lebih memahami

(32)

memahami materi saat di dalam kelas bisa mempelajari ulang materi

tersebut.

3. Substitusi

E-learning berfungsi sebagai substitusi jika sepenuhnya menggantikan

kegiatan pembelajaran secara konvensional dan memiliki pengakuan yang

sama dengan pembelajaran secara konvensional.

II.4.6 Kelebihan dan Kekurangan E-Learning

E-learning tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan saat media pembelajaran

ini diterapkan [4]. Kelebihan dari e-learning adalah sebagai berikut:

1. Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam kegiatan belajar.

2. Mengurangi biaya sebab tidak perlu ada biaya untuk perjalanan pelatihan

dan pembangunan kelas.

3. Mudah dicapai selama bisa terhubung dengan internet sebab e-learning bisa

digunakan selama 24 jam.

4. Kemampuan bertanggung jawab, kenaikan kelas, ujian serta penilaian

diikuti secara otomatis sehingga peserta dan pengajar bisa bertanggung

jawab terhadap kewajiban mereka masing-masing.

Sedangkan kekurangannya adalah sebagai berikut:

1. Kurang interaksi antara pengajar dengan peserta.

2. Cenderung mengabaikan aspek akademik dan aspek sosial.

3. Proses belajar mengajar cenderung menjadi pelatihan daripada pendidikan.

4. Bertambahnya peran pengajar yang semula menguasai teknik pembelajaran

konvensional harus menguasai pula teknik pembelajaran menggunakan

media e-learning.

5. Tidak semua tempat tersedia jaringan internet.

II.5Pengertian DFD

DFD singkatan dari Data Flow Diagram yang merupakan suatu model

logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana data berasal,

(33)

interaksi antara data yang tersimpan dan kemana tujuan data yang keluar dari

sistem [8].

Simbol yang digunakan pada DFD sebagai berikut:

1. Entity (Entitas) menggunakan simbol berbentuk persegi panjang. Simbol ini

untuk menggambarkan suatu objek yang dapat berupa orang, organisasi atau

sistem lainnya, yang memberikan masukan serta keluaran pada sistem

sistem.

2. Data Flow (Aliran Data) menggunakan simbol garis berupa anak panah.

Aliran data ini menujukkan arus data yang dapat berupa masukan sistem

atau hasil

3. Proses menggunakan simbol lingkaran. Proses merupakan fungsi yang

mentransformasikan data masukan menjadi data keluaran.

4. Penyimpanan Data menggunakan simbol berupa sepasang garis horizontal.

Penyimpanan data merupakan tempat menyimpan data dalam sistem.

II.6Pengertian ERD

ERD singkatan dari Entity Relationship Diagram yang merupakan notasi

grafis dalam pemodelan data konseptual yang mendeskripsikan hubungan antar

penyimpanan data. ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan

hubungan antardata.

Simbol yang digunakan untuk menggambarkan ERD ada tiga, yaitu:

1. Entity (entitas) menggunakan simbol berbentuk persegi panjang. Simbol ini

untuk menggambarkan suatu objek yang dapat diidentifikasikan di

lingkungan pengguna.

2. Atribut menggunakan simbol berbentuk segiempat dengan sudut yang

melengkung. Simbol ini untuk menggambarkan atribut dari suatu entitas.

Atribut adalah istilah untuk karakter, sifat atau ciri yang dimiliki oleh

entitas.

3. Hubungan (relationship) menggunakan simbol berbentuk intan (diamonds).

(34)

II.7Perangkat Lunak Pendukung

Perangkat lunak yang digunakan dalam pembangunan e-learning ini adalah

MySQL sebagai DBMSnya, PHP untuk bahasa pemrogramannya dan CSS untuk

tampilannya.

II.7.1 Pengertian DBMS dan MySQL

DBMS merupakan sebuah sistem yang memiliki fungsi untuk mengelola

basis data. Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam

komputer secara sistematik sehingga bisa diperoleh informasi dengan mudah dari

basis data tersebut. DBMS memungkinkan pengguna untuk membuat,

memanipulasi, mengolah serta mengontrol basis data secara efisien [9]. DBMS

yang umum digunakan dalam membuat basis data adalah MySQL.

MySQL merupakan sebuah aplikasi dari sistem manajemen basis data SQL

atau dalam bahasa Inggris Database Manajemen System (DBMS). MySQL

didistribusikan secara gratis di bawah lisensi GPL (General Public License) yang

artinya bisa digunakan secara gratis namun tidak bisa dijadikan produk turunan

yang bersifat komersial [10].

MySQL memiliki beberapa kelebihan dibanding DBMS lainnya, kelebihan

tersebut diantaranya adalah [10]:

1. MySQL dapat berjalan stabil diberbagai sistem operasi.

2. MySQL dapat digunakan secara gratis.

3. MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu bersamaan

tanpa menimbulkan masalah.

4. MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnet mask,

nama host dan izin akses user yang mendetail dengan sandi terenkripsi.

5. MySQL mampu menangani basis data dalam jumlah record lebih dari 50

juta dan 60 ribu tabel dan 5 milyar baris.

II.7.2 Pengertian PHP

PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page yang dibuat oleh

Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. PHP merupakan bahasa pemrograman yang

(35)

karena PHP dapat digunakan untuk berinteraksi dengan basis data, folder bahkan

file sehingga website yang dibangun menggunakan PHP mampu menampilkan

konten yang dinamis. [11].

II.7.3 Pengertian CSS

CSS singkatan dari Cascading Style Sheet yang merupakan kode-kode

untuk mengatur tampilan (style) suatu website. CSS digunakan untuk mengatur

style elemen dari suatu website mulai dari style teks sampai dengan style layout

website. Tujuan penggunaan CSS ini adalah agar tercapainya konsistensi style dari

elemen sebuah website.

II.8Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan cara memberikan

daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden yang jumlahnya

banyak sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengumpulan data melalui

wawancara. Terdapat lima buah pilihan jawaban yang disediakan untuk

pertanyaan pada kuesioner, yaitu:

a. Sangat Setuju (SS)

b. Setuju (S)

c. Biasa Saja (BS)

d. Kurang Setuju (KS)

e. Tidak setuju (TS)

Berdasarkan data yang dihasilkan dari kuesioner, dapat dihitung nilainya

berdasarkan persentase masing-masing jawaban dengan menggunakan rumus:

Y = P/Q *100% (II.1)

Keterangan: Y = Nilai persentase

P = Banyaknya jawaban respoden dari tiap soal

Q = Jumlah responden

Sedangkan untuk menarik kesimpulan dari setiap pertanyaan, dilakukan

perhitungan menggunakan skala likert. Skala likert adalah metode perhitungan

yang digunakan untuk keperluan riset atas jawaban setuju atau tidaknya seorang

(36)

jawaban, dengan mengalikan skor dengan jumlah keseluruhan responden, yaitu

skor responden. Skor jawaban untuk responden kuesioner dapat dilihat pada tabel

II.1.

Tabel II.1 Tabel Skor Jawaban Kuesioner

Jawaban Skor

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Biasa Saja 3

Kurang Setuju 2

Tidak Setuju 1

Selanjutnya adalah menghitung interpretasi skor perhitungan dengan rumus

berikut:

Intrepretasi skor perhitungan = total skor / skor maksimum x 100% (II.2)

Dengan berpatokan pada tabel kriteria intrepretasi skor yang dapat dilihat pada

tabel II.2.

Tabel II.2 Tabel Kriteria Interpretasi Skor

Rentang Kriteria Kesimpulan

0 – 20 % Tidak Setuju

21 – 40 % Kurang Setuju

41 – 60 % Biasa Saja

61 – 80 % Setuju

(37)

25

BAB III

ANALISIS DAN PERANCANGAN

III.1 Analisis Sistem

Analisis sistem dilakukan untuk mendapatkan model, spesifikasi perangkat

lunak, spesifikasi perangkat keras dan pengguna yang dibutuhkan. Pada bagian ini

juga dilakukan analisis sistem yang telah berjalan, dimana hasilnya digunakan

untuk mengindentifikasi masalah dan mengevaluasi permasalahan, diantaranya

kelemahan dan kebutuhan apa saja yang terdapat dalam sistem yang sudah ada di

lingkungan STAI Sukabumi. Hasil proses analisis nantinya akan dijadikan dasar

dalam merancang e-learning yang akan dibangun.

III.1.1 Analisis Masalah

Berdasarkan latar belakang maka muncul beberapa permasalahan yang

menjadikan perlunya dibangun e-learning, permasalahan tersebut ialah:

1. Dosen STAI Sukabumi pusat kesulitan menyampaikan materi kepada

mahasiswa yang berada di kelas jauh.

2. Proses mengumpulkan jawaban tugas sulit dilakukan jika dosen berhalangan

hadir.

3. Mahasiswa kesulitan dalam bertanya serta berdiskusi dengan dosen sebab

setelah dosen selesai mengajar di kelas kadang memiliki jadwal mengajar di

intitusi pendidikan lain sehingga tidak lagi berada di lingkungan kampus.

III.1.2 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan

Sistem pembelajaran di STAI Sukabumi secara garis besar terdiri dari

proses pembelajaran dan evaluasi. Proses pembelajaran terdiri dari ceramah dan

diskusi. Proses pembelajaran berupa ceramah jika materi yang disampaikan

bersifat satu arah. Dosen menjelaskan materi dan mahasiswa mendengarkan serta

mencatat materi. Meskipun bersifat satu arah namun diahir penjelasan materi

mahasiswa bisa bertanya jika ada yang belum dimengerti. Sedangkan diskusi

merupakan proses pembelajaran dua arah antara mahasiswa dengan dosen dan

(38)

mahasiswa diberi tugas berupa makalah taupun tugas lain yang bisa dijadikan

bahan diskusi sehingga hasil pengerjaan tugasnya bisa menjadi materi untuk

mahasiswa lain.

Sedangkan proses evaluasi di STAI Sukabumi terdiri dari dua, yaitu tugas

dan ujian. Ujian terdiri dari tiga jenis, yaitu ujian tengah semester, ujian akhir

semester dan ujian pengendalian mutu. Proses evaluasi hanya berjalan saat dosen

hadir di kelas.

Berikut merupakan penjelasan dari prosedur pemberian materi, pemberian

tugas dan ujian.

1. Prosedur pemberian materi

Prosedur ini merupakan prosedur pemberian materi dari dosen kepada

mahasiswa saat dosen tersebut hadir di kelas. Gambar dari prosedur ini

dapat dilihat pada gambar III.1 dengan deskripsi sebagai berikut:

1) Dosen membuat materi kuliah berdasarkan referensi materi kuliah

yang sesuai

2) Materi kuliah yang telah dibuat dijadikan arsip materi sebagai dasar

untuk membuat tugas dan soal ujian

3) Materi kuliah dijelaskan kepada mahasiswa di dalam kelas

4) Mahasiswa mencatat materi kuliah yang dijelaskan dosen

5) Catatan materi kuliah dijadikan arsip catatan materi agar bisa

(39)

Prosedur pemberian materi

Mahasiswa Dosen

Membuat materi kuliah

Materi kuliah yang sudah dibuat

Materi kuliah yang sudah dibuat

Mencatat materi kuliah

Catatan materi kuliah

A2 A1

Referensi Materi Kuliah

Materi kuliah yang sudah dibuat Materi kuliah

yang sudah dibuat

Gambar III.1 Prosedur Pemberian Materi

Keterangan:

A1: Arsip materi

A2: Arsip catatan materi

2. Prosedur pemberian tugas.

Prosedur ini merupakan prosedur pemberian tugas dari dosen kepada

mahasiswa. Gambar dari prosedur ini dapat dilihat pada gambar III.2 dengan

(40)

a. Dosen membuat soal tugas berdasarkan arsip materi.

b. Dosen menyampaikan tugas pada mahasiswa.

c. Mahasiswa mengerjakan tugas.

d. Mahasiswa mengumpulkan hasil pengerjaan tugas pada dosen.

e. Dosen memeriksa tugas mahasiswa kemudian memberi nilai tugas.

(41)

Prosedur pemberian tugas

Mahasiswa Dosen

A1

Membuat soal tugas

Soal tugas Soal tugas

Mengerjakan tugas

Hasil pengerjaan tugas Hasil pengerjaan

tugas

Memeriksa hasil pengerjaan tugas dan memberi nilai

Hasil pengerjaan tugas yang telah diperiksa dan

dinilai

Rekapitulasi nilai

A3 Nilai Mahasiswa Hasil pengerjaan tugas yang telah dIrekapitulasi

nilainya

Hasil pengerjaan tugas yang telah dIrekapitulasi

nilainya

(42)

Keterangan:

A1: Arsip materi

A3: Buku nilai mahasiswa

3. Prosedur ujian.

Prosedur ini merupakan prosedur yang dilakukan mahasiswa sebagai

evaluasi terhadap pemahamannya berdasarkan materi yang disampaikan

dosen. Gambar dari prosedur ini dapat dilihat pada gambar III.3 dengan

deskripsi sebagai berikut.

a. Dosen membuat soal ujian berdasarkan arsip materi.

b. Mahasiswa membayar biaya ujian.

c. Mahasiswa mendapat kartu ujian sebagai bukti telah membayar

biaya ujian dan syarat mengikuti ujian.

d. Dosen memberikan soal ujian kepada mahasiswa.

e. Dosen memeriksa kartu ujian.

f. Mahasiswa mengerjakan ujian.

g. Jawaban ujian dan soal diberikan pada dosen.

h. Dosen memeriksa jawaban ujian dan memberi nilai.

(43)

Prosedur ujian

Mahasiswa

Dosen Bagian Keuangan

Kartu ujian Kartu bayaran

yang telah diparaf

Jawaban ujian Soal ujian

Jawaban ujian

Memeriksa jawaban ujian dan memberi

nilai A4

Jawaban ujian yang telah dinilai

Nilai Mahasiswa

Kartu bayaran Kartu bayaran

Kartu bayaran yang telah

diparaf

Memproses bayar ujian

Soal ujian

Jawaban ujian yang telah direkapitulasi

Jawaban ujian yang telah direkapitulasi

Nilai ujian dibawah standar

minimal? Ya

(44)

Keterangan:

A1: Arsip materi

A3: Buku nilai mahasiswa

A4: Arsip soal ujian

III.1.3 Aturan Bisnis

Aturan bisnis yang berlaku pada e-learning di STAI Sukabumi sebagai berikut.

1. Mahasiswa mengambil matakuliah sesuai dengan paket yang ditawarkan

pada semester yang diambil.

2. Mahasiswa tidak diperkenankan berpindah-pindah kelas.

3. Ujian dan tugas dikerjakan sesuai waktu yang ditetapkan.

4. Ujian dikerjakan didalam kelas.

5. Tugas perorangan dikumpulkan setiap mahasiswa, sedangkan tugas

kelompok dikumpulkan oleh ketua kelompok.

6. Mahasiswa yang ujiannya gagal diwajibkan mengikuti ujian perbaikan.

III.1.4 Analisis Pengkodean

Tahap ini menjelaskan mengenai pengkodean yang berlaku di STAI

Sukabumi. Pengkodean tersebut terdiri dari Nomor Induk Yayasan (NIY), Nomor

Pokok, Kode Mata Kuliah (Kode MK), dan Kelas.

1. Pengkodean NIY

Pengkodean NIY terdiri dari 5 digit dengan format sebagai berikut:

99999

No. urut pegawai di yayasan.

Contoh: 01789 = pegawai dengan NIY tersebut terdaftar di yayasan sebagai

pegawai dengan nomor urut 1789.

2. Pengkodean Nomor Pokok

Pengkodean nomor pokok terdiri dari 8 digit dengan format sebagai berikut:

9999.9999

No. urut mahasiswa.

(45)

Contoh: 2009.1024 = mahasiswa dengan nomor pokok tersebut merupakan

angkatan tahun 2009 dengan nomor urut 1024.

3. Pengkodean Mata Kuliah

Pengkodean Mata Kuliah terdiri dari 5 digit dengan format sebagai berikut:

MK 999

No. urut matakuliah.

Kode jenis matakuliah.

MK merupakan kependekan dari matakuliah.

Kode jenis matakuliah 1 untuk jenis matakuliah pengembangan kompetensi

inti, kode jenis matakuliah 2 untuk jenis matakuliah kompetensi penunjang

dan kode jenis matakuliah 3 untuk jenis matakuliah pengembangan

kompetensi lainnya.

Contoh: MK 101 = matakuliah dengan kode tersebut termasuk pada jenis

matakuliah pengembangan kompetensi inti dengan nomor urut matakuliah

01.

4. Pengkodean Kelas

Pengkodean kelas terdiri dari 2 digit dengan format sebagai berikut:

L L

No. urut kelas (dalam huruf).

Semester.

Contoh: V A = Kelas pada semester 5 dengan nomor urut kelas pertama (A).

III.1.5 Analisis Metode Pencarian Berdasarkan Isi Berkas

Pencarian berdasarkan isi berkas membuat proses pencarian materi kuliah

memberi hasil yang optimal sebab pencarian tidak hanya berdasarkan pada nama

berkas materi akan tetapi isi berkas materinya juga. Berkas materi yang didukung

untuk pencarian ini adalah berkas dengan format *.docx, *.xlsx dan *.pptx, teks

yang terdapat dalam berkas tersebut akan diproses untuk disimpan kedalam basis

data menjadi indeks berkas.

Pencarian berdasarkan isi berkasini merupakan fungsi pendukung dari fitur

(46)

mahasiswa untuk mencari materi kuliah yang telah diunggah oleh dosen, sehingga

pencarian berdasarkan isi berkas hanya berlaku untuk konten berupa materi kuliah

yang telah diunggah oleh dosen.

III.1.5.1 Pembuatan Indeks Berkas

Berkas materi yang diunggah oleh dosen akan dibaca isinya menggunakan

fungsi yang terdapat pada PHP untuk kemudian dimasukkan ke dalam tabel

indeks. Isi berkas materi yang dibaca hanya berupa teks saja. Teks dari berkas

materi tersebut akan disimpan kedalam basis data.

III.1.5.2 Penggunaan Indeks

Indeks dari berkas materi tersebut digunakan untuk mengoptimalkan hasil

pencarian. Sistem akan mencari indeks yang memiliki kata kunci yang

dimasukkan oleh pengguna. Hasil pencarian pada indeks tersebut akan diurutkan

berdasarkan jumlah kata kunci yang ditemukan, mulai dari yang paling besar

sampai paling sedikit. Ada dua macam teknik yang bisa dilakukan untuk

pencarian ini, yaitu pencarian dari sisi PHP dan pencarian dari sisi MySQL

dengan penjelasan sebagai berikut:

1) Pencarian dari sisi PHP

Proses pencarian ini dalam PHP menggunakan fungsi substr_count().

Fungsi ini akan menghitung berapa kali kata kunci pencarian ditemukan

dalam teks yang telah dideklarasikan sebelumnya, baik ke dalam suatu

variable ataupun langsung dideklarasikan di dalam fungsi ini. Penggunaan

fungsi ini sebagai berikut:

substr_count(teks_atau_variabel, kata_kunci);

Contoh:

(47)

Maka kode PHP-nya:

substr_count(“fakultas teknik dan ilmu komputer, universitas komputer indonesia.”,”komputer”);

Fungsi tersebut akan menghasilkan nilai angka 2, sebab “komputer” ditemukan dua kali dalam teks tersebut, yaitu pada kata ke-5 dan ke-7.

2) Pencarian dari sisi MySQL

Dalam MySQL tidak ada fungsi khusus untuk proses melakukan

tersebut. Namun beberapa fungsi lain bisa dimanfaatkan untuk proses

pencarian tersebut. Fungsi tersebut adalah length() dan replace() serta

menggunakan operator pengurangan dan pembagian.

Fungsi length() merupakan fungsi untuk menghitung jumlah karakter

dalam suatu teks. Penggunaan fungsi ini sebagai berikut:

length(teks_atau_kolom_dalam_tabel)

Contoh:

Select length(“UNIKOM”)

Perintah SQL tersebut akan menghasilkan angka 6.

Fungsi replace() merupakan fungsi untuk mengganti karakter dalam

suatu teks dengan karakter yang ditentukan. Penggunaan fungsi ini sebagai

berikut:

replace(teks_atau_kolom_dalam_tabel, karakter_yang_diganti,

karakter_pengganti)

Contoh:

Select replace(“teknik komputer”, ”komputer”, ”informatika”)

(48)

Kedua fungsi tersebut jika digabungkan dengan operator pengurangan

dan pembagian maka dapat digunakan untuk menghitung jumlah kata kunci

pencarian yang terdapat dalam suatu teks, dengan alur proses sebagai berikut:

1) Hitung jumlah karakter dari teks awal.

2) Hapus karakter di dalam teks yang sama dengan kata kunci pencarian,

dengan cara ganti karakter di dalam teks dengan karakter kosong.

3) Hitung kembali jumlah karakter di dalam teks setelah dihapus.

4) Kurangkan jumlah karakter dari teks awal dengan jumlah karakter dari

teks setelah dihapus. Hasil pengurangan ini kemudian dibagi dengan

jumlah karakter dari kata kunci pencarian. Hasil dari perhitungan ini

merupakan jumlah ditemukannya kata kunci pencarian didalam teks.

Contoh perintah SQL dari proses ini sebagai berikut:

Mencari kata “komputer” dalam teks “fakultas teknik dan ilmu komputer, universitas komputer indonesia.”

Maka perintah SQL-nya:

Select (length(“fakultas teknik dan ilmu komputer, universitas komputer indonesia.”) –length(replace(“fakultas teknik dan ilmu komputer, universitas komputer indonesia.”, “komputer”, “”))) / length(“komputer”)

Jumlah karakter dari teks awal adalah 66 karakter, jumlah karakter

dalam teks setelah dihapus adalah 50 karakter dan jumlah karakter dari kata

kunci adalah 8 karakter. Jika perintah SQL tersebut diubah kedalam bentuk

matematis sebagai berikut:

(66 – 50) / 8 = 2.

Sehingga dapat diketahui bahwa “komputer” ditemukan 2 kali dalam kalimat “fakultas teknik dan ilmu komputer, universitas komputer indonesia.”.

Kedua macam teknik pencarian tersebut memiliki fungsi yang sama,

namun teknik pencarian dari sisi PHP hanya menghasilkan angka saja, sehingga

(49)

berdasarkan jumlah ditemukannya kata kunci didalam indeks. Perlu

menambahkan beberapa proses lagi supaya bisa menampilkan nama berkas serta

mengurutkannya.

Berbeda dengan pencarian dari sisi MySQL, pencarian ini cukup

menambahkan beberapa perintah SQL pada perintah SQL yang telah dijelaskan

sebelumnya, maka akan menampilkan nama berkas hasil pencarian yang telah

diurutkan berdasarkan jumlah kata kunci pencarian yang terdapat di dalam indeks.

Jadi, pencarian dari sisi MySQL yang dirasa efektif untuk proses pencarian di

e-learning ini.

III.1.6 Analisis Kebutuhan Non Fungsional

Tahap ini merupakan analisis terhadap kebutuhan non fungsional dari

e-learning. Tahap ini terdiri dari analisis kebutuhan perangkat keras, analisis

kebutuhan perangkat lunak, analisis pengguna, dan analisis basis data.

III.1.6.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Keras

Perangkat keras dengan spesifikasi yang sesuai sangat dibutuhkan untuk

implementasi e-learning ini. Tahap ini berguna untuk mengetahui apakah

perangkat keras yang terdapat di STAI Sukabumi sudah sesuai atau belum dengan

kebutuhan perangkat keras dari e-learning ini. Berdasarkan hasil observasi secara

umum perangkat keras yang terdapat di STAI Sukabumi dapat dilihat pada tabel

III.1.

Tabel III.1 Analisis perangkat keras di STAI Sukabumi

No Perangkat Keras Spesifikasi

1 Prosessor Prosessor Dual Core 2,1 Ghz.

2 Monitor Resolusi minimal 1024 x 600.

3 VGA VGA minimal 512 MB.

4 Harddisk Harddisk minimal 250 GB.

5 RAM RAM minimal 1 GB.

6 Koneksi Koneksi internet 64 Kbps.

Sedangkan spesifikasi minimal yang dibutuhkan oleh e-learning ini dapat

(50)

Tabel III.2 Analisis kebutuhan perangkat keras di STAI Sukabumi

No Perangkat Keras Spesifikasi

1 Prosessor Prosessor Pentium 4 dengan kecepatan minimal 2 Ghz.

2 Monitor Monitor dengan resolusi minimal 800 x 600.

3 VGA VGA minimal 32MB.

4 Harddisk Hardisk minimal 40 GB.

5 RAM RAM minimal 512 MB.

6 Koneksi Koneksi internet minimal 64 Kbps.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat keras yang ada di

STAI Sukabumi sudah sesuai dengan kebutuhan untuk implementasi e-learning

ini.

III.1.6.2 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang umumnya digunakan di STAI Sukabumi adalah sebagai

berikut:

1. Sistem operasi menggunakan Windows 7.

2. Web browser menggunakan Mozilla Firefox dan Google Chrome.

3. Aplikasi pengolahan dokumen menggunakan Microsoft Office 2007.

Perangkat lunak yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

1. Sistem operasi Windows XP.

2. Web browser menggunakan Mozilla Firefox dan Google Chrome.

3. Aplikasi pengolahan dokumen menggunakan Microsoft Office 2007.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat lunak yang

digunakan di STAI Sukabumi sudah sesuai dengan kebutuhan.

III.1.6.3 Analisis Pengguna

Tahap ini merupakan deskripsi dari pengguna yang nantinya akan

menggunakan e-learning setelah selesai dibangun. Pengguna e-learning dibagi

menjadi 3 yaitu admin, dosen dan mahasiswa. Deskripsi dari masing-masing

pengguna dapat dilihat pada tabel III.3.

Tabel III.3 Analisis Pengguna

Pengguna Hak Akses Pendidikan Keterampilan

(51)

bidang akademik)

ajaran, dosen,

mahasiswa, matakuliah, kelas, admin,

memperbaharui profil

menggunakan aplikasi berbasis web

Dosen Mengelola materi, tugas,

ujian, mengisi nilai tugas, membuat

pengumuman, berdiskusi melalui forum,

memperbaharui profil

Lulusan S1 dan S2

Mampu menggunakan Microsoft Office dan aplikasi berbasis web

Mahasiswa Mengunduh materi,

mengunggah tugas, mengerjakan ujian, melihat hasil ujian, melihat pengumuman, berdiskusi melalui forum, memperbaharui profil

Lulusan SMA / sederajat

Mampu menggunakan Microsoft Office dan aplikasi berbasis web

Sedangkan kebutuhan pengguna untuk e-learning ini dapat dilihat pada tabel III.4.

Tabel III.4 Analisis Kebutuhan Pengguna

Pengguna Hak Akses Pendidikan Keterampilan

Admin Mengelola data tahun

ajaran, dosen,

mahasiswa, matakuliah, kelas, admin,

memperbaharui profil

Minimal S1 Mampu

menggunakan aplikasi berbasis web

Dosen Mengelola materi, tugas,

ujian, mengisi nilai tugas, membuat

pengumuman, berdiskusi melalui forum,

memperbaharui profil

Minimal S1 Mampu

menggunakan Microsoft Office dan aplikasi berbasis web

Mahasiswa Mengunduh materi,

mengunggah tugas, mengerjakan ujian, melihat hasil ujian, melihat pengumuman, berdiskusi melalui forum, memperbaharui profil

Lulusan SMA / sederajat

(52)

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengguna e-learning di STAI

Sukabumi sudah sesuai dengan kebutuhan.

III.1.6.4 Analisis Basis Data

Tahap ini merupakan proses analisis terhadap sekumpulan data yang akan

diolah e-learning yang disajikan dalam bentuk ERD. ERD dibuat untuk

menggambarkan hubungan (relasi) antara data satu dengan data lainnya. ERD

(53)

Mahasiswa

Jawaban_Tugas 1 memiliki 1

Komentar memiliki

N 1 memiliki

memiliki

memiliki N N memiliki 1 1

memiliki N N memiliki 1 1

(54)

Kamus data dari ERD pada gambar III.4 dapat dilihat pada tabel III.5 berikut.

Tabel III.5 Kamus Data ERD E-Learning STAI Sukabumi

No Entitas Atribut

1 Admin id_admin, nama_admin, foto, no_kontak, email,

username, password

2 Dosen NIY, nama_dosen, foto, no_kontak, email,

password, tgl_login, jam_login

3 Mahasiswa nomor_pokok, nama_mhs, foto, no_kontak, email,

password tgl_login, jam_login

4 Matakuliah id_matkul, nama_matkul, semester

5 Tahun_Ajaran id_tahun, tahun_ajaran, semester, aktif

6 Kelas id_kelas, semester, nama_kelas

7 Aktivitas id_aktivitas, tgl_aktivitas, jam, aktivitas

8 Forum id_topik, tanggal, jam, topik

9 Komentar id_komentar, tanggal, jam, komentar

10 Pengumuman id_pengumuman, tgl_pengumuman, pengumuman

11 Konten_Materi id_konten, judul_materi, deskripsi, nama_file, tanggal_unggah

12 Indeks_Konten id_indeks, isi_konten

13 Tugas id_tugas, tgl_unggah, judul_tugas, nama_file,

isi_tugas, tgl_akhir, jam_akhir

14 Jawaban_Tugas id_jawaban, judul_jawaban, nama_file, isi_jawaban 15 Anggota_Kelompok id_anggota

16 Ujian id_ujian, nama_ujian, tgl_ujian, jam_mulai,

jam_selesai, mudah, sedang, sulit 17 Soal_Ujian id_soal, soal, gambar_soal, level, skor

18 Pilihan_Ujian id_pilihan, pilihan_jawaban, gambar_pilihan,

jawaban

19 Nilai id_nilai, nilai

III.1.7 Analisis Kebutuhan Fungsional

Analisis kebutuhan fungsional meliputi diagram konteks, data flow diagram dan

spesifikasi proses.

III.1.7.1 Diagram Konteks

Diagram konteks merupakan diagram yang menggambarkan interaksi

sistem dengan lingkungan serta fungsi dari sistem tersebut. Diagram konteks dari

(55)

Data Login Admin Data Lupa Password

Data Dosen Data Mahasiswa Data Matakuliah Data Tahun Ajaran

Data Kelas Data Mengajar

Data Admin Data Profil Info Login Dosen

Info Lupa Password Info Konten_Materi

Info Tugas Info Ujian Info Nilai Info Pengumuman

Info Forum Info Komentar

Info Profil Data Login Dosen

Data Lupa Password Data Konten_Materi

Data Tugas Data Ujian Data Nilai Data Pengumuman

Data Forum Data Komentar

Data Profil

Data Login Mahasiswa Data Lupa Password Data Konten Materi

Data Tugas Data Jawaban Tugas

Data Ujian Data Nilai Data Forum Data Komentar

Data Profil

E-Learning STAI Sukabumi Dosen

Info Login Admin Info Lupa Password

Info Dosen Info Mahasiswa Info Matakuliah Info Tahun Ajaran

Info Kelas Info Mengajar

Info Admin Info Profil

Admin

Info Login Mahasiswa Info Lupa Password Info Konten Materi

Info Tugas Info Jawaban Tugas

Info Ujian

Email Data Lupa Password

Dosen.xls

Gambar III.5 Diagram konteks e-learning STAI Sukabumi

III.1.7.2 Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) merupakan diagram yang menggambarkan

data masukan, proses yang terjadi dan data keluaran dari sebuah sistem. Proses

yang dapat dilakukan oleh sistem dibedakan berdasarkan hak akses pengguna.

Gambar

Gambar III.1 Prosedur Pemberian Materi
Gambar III.2 Prosedur Pemberian Tugas
Gambar III.3 Prosedur Ujian
Tabel III.4 Analisis Kebutuhan Pengguna
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berikut dapat dilihat pengujian dari pengolahan data provinsi pada tabel 4.32. dibawah

Berikut dapat dilihat pengujian dari data detail nama barang pada tabel 4.54.

Pengujian untuk pengolahan peramalan dengan data salah yang dilakukan kepala bagian produksi dapat terlihat pada Tabel 4.46. Tabel 4.46 Pengujian Peramalan Oleh Kepala

Untuk Penjelasan lebih lanjut tentang skenario pengujian edit data jenis. barang dapat dilihat pada tabel

Pengujian penambahan data jenis soal dilakukan oleh admin seperti terlihat pada tabel 4.40, sedangkan untuk pengujian data jenis soal yang salah dapat dilihat pada

Pengujian tambah vendor pengiriman dilakukan dengan memasukan data untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Pengujian tambah vendor pengiriman dilihat pada

Pengujian untuk data benar login yang dilakukan oleh Bagian Logistik, hasilnya dapat dilihat pada Tabel

Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan Mengisi data provinsi dengan benar.. Tabel 4.39 Pengujian Form