F-1
1. DATA PRIBADI
nama : Arie Angga Agustian
jenis kelamin : Laki-laki
tempat, tanggal lahir : Cianjur, 20 Agustus 1990
agama : Islam
kewarganegaraan : Indonesia
status : Belum kawin
anak ke : Empat dari empat bersaudara
alamat : Kp. Sukalarang RT 01 RW 07 Desa Sukalarang
Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi
telepon : +62856 5904 1592
email : [email protected], [email protected]
2. RIWAYAT PENDIDIKAN
1. Sekolah Dasar : SD Negeri Sukalarang 2 1997-2003
2. Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 1 Sukaraja 2003-2006
3. Sekolah Menengah Atas : SMA Negeri 4 Sukabumi 2006-2009
4. Perguruan Tinggi : FTIK Unikom Bandung 2009-2013
Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan
sadar dan tanpa paksaan.
Bandung, Agustus 2013
SKRIPSI
Diajukan untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
ARIE ANGGA AGUSTIAN
10109019
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
iii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PEMBANGUNAN E–LEARNING DI STAI SUKABUMI”. Penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa mendapatkan dukungan, bantuan dan masukan dari
berbagai pihak. Untuk itu, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada:
1. Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.
2. Kedua orang tua serta keluarga yang selalu memberikan doa dan semangat
yang menjadi kekuatan bagi penulis.
3. Bapak Irfan Maliki. S.T., M.T. selaku dosen pembimbing dan penguji dua
yang telah memberikan bimbingan, arahan dan masukan bagi penulis.
4. Ibu Sufa’atin,S.T., M.Kom. selaku dosen reviewer dan penguji satu yang telah memberikan masukan dan saran kepada penulis.
5. Ibu Kania Evita Dewi, S.Pd., M.Si. selaku penguji tiga yang telah
memberikan masukan dan saran kepada penulis.
6. Seluruh dosen pengajar di UNIKOM khususnya pada Program Studi
Teknik Informatika yang telah memberikan ilmu dan pengetahuannya.
7. Bapak Drs. H. Dadang Sahroni M,Pd., yang telah membimbing selama
melakukan penelitian di STAI Sukabumi.
8. Rekan-rekan di kelas IF-1 angkatan 2009 yang telah memberi semangat
dan bantuan dalam melewati masa perkuliahan.
9. Karina Noviyanti yang telah memberi semangat dan motivasi dalam
menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu penulis menerima saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan di masa
mendatang. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat berguna khusunya bagi penulis,
dan umunya untuk seluruh pihak yang membutuhkan.
Bandung, Agustus 2013
iv
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR SIMBOL ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xviii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
I.1 Latar Belakang Masalah ... 1
I.2 Rumusan Masalah ... 2
I.3 Maksud dan Tujuan ... 2
I.4 Batasan Masalah ... 3
I.5 Metodologi Penelitian ... 4
I.6 Sistematika Penulisan ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9
II.1 Tinjauan Umum STAI Sukabumi ... 9
II.1.1 Sejarah STAI Sukabumi ... 9
II.1.2 Visi dan Misi STAI Sukabumi ... 10
II.1.2.1 Misi ... 10
II.1.2.2 Visi ... 10
II.1.3 Struktur Organisasi STAI Sukabumi ... 11
II.1.4 Logo STAI Sukabumi ... 14
II.2 Pengertian Web... 16
II.4 E-Learning ... 16
II.4.1 Definisi E-Learning ... 17
II.4.2 Kerangka Model E-Learning ... 18
II.4.3 Komponen E-Learning ... 18
II.4.4 Fitur dalam E-Learning ... 19
II.4.5 Fungsi E-Learning ... 19
II.4.6 Kelebihan dan Kekurangan E-Learning ... 20
II.5 Pengertian DFD ... 20
II.6 Pengertian ERD ... 21
II.7 Perangkat Lunak Pendukung ... 22
II.7.1 Pengertian DBMS dan MySQL ... 22
II.7.2 Pengertian PHP ... 22
II.7.3 Pengertian CSS ... 23
II.8 Kuesioner ... 23
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN ... 25
III.1 Analisis Sistem ... 25
III.1.1 Analisis Masalah ... 25
III.1.2 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan ... 25
III.1.3 Aturan Bisnis ... 32
III.1.4 Analisis Pengkodean ... 32
III.1.5 Analisis Metode Pencarian Berdasarkan Isi Berkas ... 33
III.1.5.1 Pembuatan Indeks Berkas ... 34
III.1.5.2 Penggunaan Indeks ... 34
III.1.6 Analisis Kebutuhan Non Fungsional ... 37
III.1.6.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Keras ... 37
III.1.6.2 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak ... 38
III.1.6.4 Analisis Basis Data ... 40
III.1.7 Analisis Kebutuhan Fungsional ... 42
III.1.7.1 Diagram Konteks ... 42
III.1.7.2 Data Flow Diagram (DFD) ... 43
III.1.7.3 Spesifikasi Proses ... 58
III.1.7.4 Kamus Data ... 91
III.2 Perancangan Sistem ... 98
III.2.1 Perancangan Basis Data... 98
III.2.1.1 Skema Relasi ... 99
III.2.1.2 Perancangan Struktur Tabel... 100
III.2.2 Perancangan Arsitektur Perangkat Lunak ... 109
III.2.2.1 Perancangan Struktur Menu ... 109
III.2.2.2 Perancangan Antarmuka Perangkat Lunak... 112
III.2.2.3 Jaringan Semantik ... 154
III.2.2.4 Perancangan Prosedural ... 156
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ... 163
IV.1 Implementasi ... 163
IV.1.1 Perangkat Keras yang Digunakan ... 163
IV.1.2 Perangkat Lunak yang Digunakan ... 163
IV.1.3 Implementasi Basis Data ... 164
IV.1.4 Implementasi Antarmuka ... 171
IV.2 Pengujian ... 174
IV.2.1 Pengujian Alpha ... 174
IV.2.1.1 Rencana Pengujian Alpha ... 174
IV.2.1.2 Kasus dan Hasil Pengujian ... 175
IV.2.2 Pengujian Beta ... 183
IV.2.2.2 Kuesioner ... 185
IV.2.3 Kesimpulan Hasil Pengujian ... 188
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 189
V.1 Kesimpulan ... 189
V.2 Saran ... 189
191 diakses pada : 01 Maret 2013 10:35 WIB.
[2] Maxinus, 2012, Pengertian E-Learning dan Distance Learning
http://mediaedukasi.com/pengertian-e-learning-dan-distance-learning/ diakses pada : 13 Maret 2013 14:10 WIB.
[3] Sommerville, Ian. 2006, Software Engineering (8th Edition). Massahusetts : Addison Wesley.
[4] Prasojo, Lantip Diat, Riyanto. 2011, Teknologi Informasi Pendidikan. Yogyakarta :Gava Media.
[5] Wahono, Romi Satrio, 2003, Pengantar e-Learning dan Pengembangannya, ilmukomputer.com.
[6] Kudwadi, Budi, Dedy Suryadi, 2007, Pengembangan Kerangka Model
E-Learning Dalam Pembelajaran Teknologi Dan Kejuruan, Bandung : FPTK
UPI.
[7] Karakteristik & Komponen Elearning
http://www.m-edukasi.web.id/2012/11/karakteristik-komponen-elearning.html diakses pada : 19 April 20:39 WIB.
[8] Kristanto, Andri. 2008, Perancangan Sistem Informasi dan aplikasinya. Yogyakarta : Gava Media.
[9] Pratama, Adityo. 2013, PengenalanDatabase. ilmukomputer.com.
[10] Pratama, Adityo. 2013, Pengenalan MySQL. ilmukomputer.com
1
I.1 Latar Belakang Masalah
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sukabumi berdiri pada 6 Juni 1974 di
bawah naungan Yayasan Pembangunan Sukabumi. STAI Sukabumi merupakan
perguruan tinggi tertua di Kota dan Kabupaten Sukabumi. STAI Sukabumi
merupakan pengembangan dari Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam (IAIN)
Sunan Gunung Djati Bandung Cabang Sukabumi yang kemudian ditarik ke
pusatnya di Bandung berdasarkan SK Menteri Agama RI No 15 tahun 1974.
Kepindahan tersebut memberikan inspirasi beberapa dosen AKABRI bagian
Kepolisian dan dosen IAIN cabang Sukabumi untuk mendirikan perguruan tinggi
berbasis agama Islam. Setelah melakukan konsultasi dengan Pemda Kabupaten
dan Kota Sukabumi serta pimpinan DPRD-nya, akhirnya berdirilah STIT
(Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Sukabumi. Berdasarkan SK Menteri Agama No
377 tahun 1995, STIT Sukabumi berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam
(STAI) Sukabumi dengan Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam [1]. STAI
Sukabumi memiliki 16 kelas jauh (cabang) yang tersebar di beberapa wilayah di
Sukabumi. Kelas jauh merupakan kampus STAI Sukabumi yang tidak berada
pada satu wilayah dengan STAI Sukabumi pusat. Setiap kelas jauh memiliki staf
administrasi dan dosen masing-masing.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Drs. H. Dadang Sahroni, M.Pd.
selaku Pembantu Ketua bidang akademik, STAI Sukabumi mengadakan Ujian
Pengendalian Mutu (UPM) untuk setiap mahasiswa sebagai bentuk evaluasi
kualitas pengajaran setiap dosen, baik dosen di pusat maupun di cabang. Agar
hasil dari UPM sesuai dengan harapan, maka dosen STAI Sukabumi kadang
memberikan materi pada setiap kelas jauh, namun hal ini dirasa sulit, sebab lokasi
kelas jauh yang berjauhan dan dilakukan dengan cara konvensional, yaitu tatap
muka antara dosen dengan mahasiswa. Cara konvensional ini pula membuat
pemberian materi dan pengumpulan jawaban tugas sulit dilakukan jika dosen
pendidikan lain sehingga setelah jadwal mengajar selesai kadang tidak lagi
berada dilingkungan kampus sehingga menyulitkan mahasiswa yang ingin
bertanya dan berdiskusi mengenai materi kuliah pada dosen.
Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dibangun suatu media
pembelajaran untuk melengkapi kegiatan belajar-mengajar di STAI Sukabumi
yang saat ini masih memiliki beberapa kendala. Media pembelajaran yang cocok
untuk dibangun adalah media pembelajaran elektronik (e-learning) yang berbasis
web dan diakses melalui internet sehingga bisa digunakan oleh setiap mahasiswa
di kelas jauh STAI Sukabumi. E-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang
memanfaatkan teknologi komputer serta jaringan komputer berupa internet.
E-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat
masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti perkuliahan di kelas
ketika hal tersebut tidak memungkinkan, seperti ketika dosen berhalangan hadir
[2]. Dari pemaparan yang telah dipaparkan maka dalam penelitian ini dibangun
e-learning di STAI Sukabumi dengan harapan mampu mengatasi kendala yang telah
dikemukakan tersebut.
I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat dirumuskan satu permasalahan,
yaitu bagaimana membangun e-learning di STAI Sukabumi.
I.3 Maksud dan Tujuan
Berdasarkan permasalahan yang diteliti, maka maksud dari penelitian ini
adalah untuk membangun e-learning di STAI Sukabumi. Sedangkan tujuan yang
akan dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Memudahkan dosen STAI Sukabumi dalam memberikan materi kuliah.
2. Memudahkan proses pengumpulan jawaban tugas saat dosen berhalangan
hadir.
3. Memudahkan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan dosen diluar
I.4 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam pembangunan e-learning ini adalah sebagai berikut :
1. E-learning ini berbasis web dan diakses melalui internet.
2. E-learning ini sebagai pelengkap dari proses belajar-mengajar yang ada.
3. Data yang dikelola dalam e-learning ini adalah :
1) Data mahasiswa.
2) Data dosen.
3) Data kelas.
4) Konten, seperti materi, soal tugas dan jawaban tugas.
5) Soal ujian.
6) Tugas.
4. Proses yang terdapat dalam e-learning ini adalah :
1) Unggah konten, baik materi, soal tugas ataupun jawaban tugas berupa
berkas Microsoft Word, Microsoft PowerPoint, Microsoft Excel,
berkas PDF, Audio dengan format *.mp3 dan Video dengan format
*.flv dengan ukuran berkas maksimal 10Mb.
2) Klasifikasi kelas.
3) Unduh konten.
4) Pengelolaaan tahun akademik (semester).
5) Membuat ujian. Ujian yang dibuat bisa berupa pilihan ganda ataupun
multiple choice dan terdapat pengaturan waktu ujian. Soal ujian serta
pilihan jawaban bisa berupa teks ataupun gambar. Soal ujian
ditampilkan secara acak begitu juga dengan pilihan jawabannya.
6) Kategori tingkat kesulitan soal, yaitu mudah, sedang dan sulit.
7) Evaluasi ujian dan tugas.
8) Membuat pengumuman, baik berupa informasi atau tugas.
9) Komunikasi antara dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan
mahasiswa berupa forum diskusi.
5. Terdapat pencarian berdasarkan isi berkas. Pencarian berdasarkan isi
6. Informasi yang dihasilkan oleh e-learning ini adalah data nilai hasil
evaluasi tugas dan ujian serta informasi pengumuman.
7. Metode analisis perangkat lunak yang digunakan adalah metode analisis
terstruktur. Tools yang digunakan adalah flowmap, Entity Relationship
Diagram (ERD) dan Data Flow Diagram (DFD).
8. E-Learning ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan
menggunakan MySQL sebagai Database Management System (DBMS)
dengan tools yang digunakan Macromedia Dreamweaver 8.
9. Sistem operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows 7 dengan web
browser yang digunakan Mozilla Firefox dan Google chrome.
10.Web server yang digunakan adalah XAMPP.
I.5 Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode
analisis deskriptif yang terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut :
1. Tahap pengumpulan data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
a. Studi Literatur
Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literature, jurnal, buku
dan bacaan-bacaan yang ada kaitan nya dengan pembangunan e-learning.
b. Observasi
Teknik pengumpulan data dengan mengadakan penelitian dan peninjauan
langsung terhadap permasalahan yang di ambil di STAI Sukabumi.
c.Wawancara
Yaitu melakukan pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab
secara langsung yang ada kaitannya dengan topik yang diambil di STAI
Sukabumi.
d.Kuesioner
Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan daftar pertanyaan
2. Model pengembangan perangkat lunak.
Model pengembangan perangkat lunak dalam pembuatan e-learning di STAI
Sukabumi menggunakan paradigma perangkat lunak secara waterfall [3]
seperti yang dapat dilihat pada gambar I.1. Paradigma ini meliputi beberapa
proses diantaranya :
a. Requirements analysis and definition
Merupakan tahapan untuk mendefinisikan serta menganalisa kebutuhan
sistem, fungsi yang akan dimiliki sistem, batasan sistem, serta tujuan yang
dimiliki sistem. Dalam tahap ini dilakukan pengumpulan data primer
melalui wawancara dengan Pembantu Ketua bidang akademik serta data
sekunder berupa dokumen-dokumen akademik di STAI Sukabumi yang
berkenaan dengan pembangunan e-learning untuk kemudian dianalisis.
b. System and software design
Tahapan ini membangun arsitektur secara keseluruhan. Desain perangkat
lunak melibatkan identifikasi dan penggambaran abstraksi sistem
perangkat lunak yang mendasar dan hubungannya. Dalam tahap ini
dilakukan perancangan basis data berupa Entity Relationship Diagram
(ERD), aliran data berupa Data Flow Diagram (DFD) dan aplikasi
e-learning serta tampilan aplikasi berdasarkan hasil analisis sebelumnya
terhadap data primer dan data sekunder.
c. Implementation and unit testing
Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai
serangkaian program atau unit program. Pengujian unit melibatkan
verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasinya. Dalam tahap
ini basis data dibangun menggunakan MySQL dan aplikasi e-learning
dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP.
d. Integration and system testing
Unit program atau program individual diintegrasikan dan diuji sebagai
sistem yang lengkap untuk memastikan bahwa persyaratan perangkat
lunak telah terpenuhi. Pengujian aplikasi e-learning ini menggunakan
e. Operation and maintenance
Pemeliharaan mencakup koreksi dari berbagai kesalahan yang tidak
ditemukan pada tahap-tahap terdahulu, perbaikan atas implementasi unit
sistem dan pengembangan pelayanan sistem ketika ditemukan kebutuhan
baru.
Gambar I.1 Waterfall Model [3]
I.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan tugas akhir ini disusun untuk memberikan gambaran
umum tentang penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan tugas akhir ini
adalah sebagai berikut:
BAB I. PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang permasalahan, mencoba untuk
merumuskan inti permasalahan yang terdapat di STAI Sukabumi, menentukan
maksud dan tujuan, yang kemudian diikuti dengan pembatasan masalah, metode
penelitian dan sistematika penulisan.
Requirements analysis and
definition
System and software design
Implementation and unit testing
Integration and system testing
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi gambaran umum tentang instansi, berisi penjelasan tentang sejarah
singkat, visi, misi dan struktur organisasi dan berisi teori-teori pendukung yang
digunakan untuk membangun aplikasi e-learning di STAI Sukabumi.
BAB III. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
Bab ini menjelaskan analisis terhadap seluruh spesifikasi sistem yang mencakup
analisis prosedur yang sedang berjalan di STAI Sukabumi, pengkodean,
kebutuhan non fungsional, user dan analisis basis data beserta solusi yang
diberikan. Selain melakukan analisis sistem, pada bab ini juga melakukan
perancangan antar muka atau mendesain sistem secara keseluruhan berdasarkan
hasil analisis tersebut. Tools untuk memodelkan sistem menggunakan Data Flow
Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD).
BAB IV. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
Bab ini membahas tentang implementasi dari hasil tahapan analisis dan
perancangan e-learning ke dalam sebuah perangkat lunak. Serta kebutuhan
perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan dalam membangun
e-learning ini. Bab ini juga berisi pengujian terhadap sistem juga dilakukan pada
bab ini untuk melihat apakah e-learning ini sudah sesuai dengan hasil yang
diharapkan.
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini terdiri dari kesimpulan dan saran yang berisikan hal-hal terpenting yang
dibahas dan kemudian dibuat kesimpulan. Bab ini juga berisi saran-saran yang
diberikan dan mungkin dapat menambah pengetahuan untuk pengembangan
9
II.1Tinjauan Umum STAI Sukabumi
Berikut adalah gambaran umum mengenai STAI Sukabumi.
II.1.1 Sejarah STAI Sukabumi
Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Sukabumi berdiri pada 6 Juni
1974 di bawah naungan Yayasan Pembangunan Sukabumi. STAI Sukabumi
merupakan perguruan tinggi tertua di Kota dan Kab. Sukabumi. STAI
Sukabumi sebagai lembaga Pendidikan Agama Islam, merupakan pengembangan
dari Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam (IAIN) Sunan Gunung Djati Bandung Cabang Sukabumi yang ditarik ke pusatnya di Bandung berdasarkan SK Menteri
Agama RI No 15 tahun 1974. Kepindahan tersebut memberikan inspirasi beberapa
dosen AKABRI bagian Kepolisian dan dosen IAIN cabang Sukabumi untuk
mendirikan perguruan tinggi berbasis agama Islam. Setelah melakukan konsultasi
dengan Pemda Kabupaten dan Kota Sukabumi serta pimpinan DPRD-nya,
akhirnya berdirilah STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Sukabumi. Eksistensi
STIT tersebut diperkuat dengan status diakui berdasarkan SK Menag RI No. 237
tanggal 26 September 1991 tentang pendirian STIT.
Berdasarkan SK Menteri Agama No 377 tahun 1995, STIT Sukabumi
berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sukabumi dengan Program
Studi S1 Pendidikan Agama Islam dan S1 Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di
bawah naungan Yayasan Pembangunan Sukabumi dengan status “Diakui”. Selain dua program studi di atas, berdasarkan SK Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa
Barat dan Banten No. 054/KOP/II/S/2001, tanggal 20 Juni 2001, maka STAI
Sukabumi membuka Diploma II Pendidikan Guru Pendidikan Agama Islam
(PGPAI), Diploma II Pendidikan Guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
(PGSD/MI), Diploma II Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Islam/Raudlatul
Athfal (PGTKI/RA), Akta IV dan Diploma II Tadris Pendidikan Guru Bahasa
Dalam upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi dan meningkatkan
kepercayaan masyarakat terhadap lembaga, maka STAI Sukabumi, pada tahun
2000 memiliki status "Terakreditasi" sesuai dengan SK BAN PT Depdiknas
Nomor 014/BAN-PT/Ak-IV/VII/2000 dan Nomor
033/BAN-PT/AK-VII/S1/XI/2003 pada tahun 2003. Pada tahun 2008, tepatnya tanggal 30 Mei s.d 1
Juni 2008, STAI Sukabumi divisitasi oleh Assesor dari BAN PT Depdiknas
sebagai perpanjangan akreditasi S1 PAI. Pada tanggal 20 Juni 2008, STAI
Sukabumi mendapatkan kepercayaan kembali dengan terakreditasinya prodi S1
PAI dari BAN-PT Depdiknas melalui Surat Keputusan Nomor
011/BAN-PT/Ak-XI S1/VI/2008 dan berlaku sampai dengan 20 Juni 2013.
II.1.2 Visi dan Misi STAI Sukabumi
Berikut adalah visi dan misi STAI Sukabumi.
II.1.2.1 Misi
Menjadi program yang unggul dan berdaya saing dalam Pendidikan Agama Islam
tahun 2018.
II.1.2.2 Visi
Untuk mencapai visi maka diperlukan upaya yang tepat seperti yang tercantum
dalam misi sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan PAI yang berorientasi pada pemberdayaan individu dan
masyarakat.
2. Menghasilkan sarjana yang unggul, kompeten, professional dan memiliki
daya saing yang diwujudkan dalam dimensi keunggulan mahasiswa Prodi
PAI.
3. Menghasilkan sarjana yang mampu berempati dan memberikan solusi pada
masalah dan kebutuhan individu dan masyarakat, berjiwa pemimpin dan
wirausaha.
4. Mendorong penelitian yang berorientasi pada individu dan masyarakat
5. Menerapkan PAI untuk memberdayakan individu dan masyarakat melalui
teknologi, media dan publikasi ilmiah.
6. Menjalin kerjasama secara berkesinambungan dengan stakeholder.
II.1.3 Struktur Organisasi STAI Sukabumi
Struktur organisasi di STAI Sukabumi dapat dilihat pada gambar II.1.
Gambar II.1 Struktur Organisasi STAI Sukabumi
Deskripsi tugas dari struktur organisasi pada gambar II.1 adalah sebagai berikut:
1. Ketua
Sekolah Tinggi Agama Islam Sukabumi sesuai dengan peraturan dan
peundang-undangan dipimpin oleh Ketua. Ada pun tugas-tugas Ketua
adalah:
a. Memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian
kepada masyarakat
b. Membina tenaga kependidikan, mahasiswa, tenaga administrasi, dan
c. Memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengelolaan
STAI Sukabumi.
d. Melakukan komunikasi dengan berbagai pihak di dalam rangka
aksesibilitas STAI Sukabumi dan kerjasama antar lembaga
2. Pembantu Ketua Satu
Pembantu Ketua Satu memiliki tugas sebagai berikut:
a. Membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan dan
pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
b. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan akademik
c. Merencanakan dan mengembangkan
1) Kurikulum
2) Proses Belajar mengajar
3) Sistem Evaluasi
4) Administrasi Dosen
5) Penelitian Dosen dan Mahasiswa
6) Budaya Akademik
d. Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan para unsur pimpinan lain
dalam pelaksanaan kegiatan/lintas sektoral
e. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang diberikan oleh Ketua
f. Melaporkan kegiatan kepada ketua
3. Pembantu Ketua Dua
Pembantu Ketua Dua memiliki tugas sebagai berikut:
a. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan:
1) Administrasi
2) Keuangan
3) Sarana dan Prasarana
4) Pengadaan dan Pembinaan SDM
5) Personalia
6) Dosen
b. Melakukan koordinasi dengan unsur pimpinan lain
d. Melaporkan setiap kegiatan sebagaimana tercantum di atas.
4. Pembantu Ketua Tiga
Pembantu Ketua Tiga merencanakan dan melaksanakan kegiatan:
a. Pembinaan mahasiswa dan pelayanan kesejahteraan mahasiswa
b. Mengembangkan bakat dan minat mahasiswa
c. Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan
d. Penataan Administrasi Mahasiswa
1) NIRM
2) KTM
5. Ketua Prodi
Ketua Prodi memiliki tugas sebagai berikut:
a. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan perkuliahan
b. Memantau dan memeriksa kelengkapan administrasi dosen dalam
melaksanakan tugas mengajar:
1) Acara Perkuliahan
2) Silabus
3) SAP
4) Nilai hasil belajar mahasiswa
c. Melayani konsultasi Prodi PAI
d. Membimbing mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan
e. Mengajukan dan menetapkan pembimbing PPK dan KKN setelah
berkoordinasi dengan Pembnatu Ketua Satu untuk mendapat
persetujuan dari Ketua
f. Memberikan persetujuan judul penelitian Skripsi
g. Menentukan dan menetapkan pembimbing skripsi yang dituangkan
dalam SK setelah berkoordinasi dan mendapat persetujuan Pembentu
Ketua Satu Bidang Akademik
h. Mengajukan dan menetapkan penguji untuk mendapat persetujuan
Ketua, setelah berkoordinasi dengan Pembentu Ketua Satu Bidang
Akademik dalam kegiatan:
2) Ujian Komprehensip
3) Ujian Skripsi
i. Melakukan evaluasi kinerja dosen
j. Melakukan evaluasi hasil belajar mahasiswa
k. Melaporkan setiap kegiatan kepada Pembentu Ketua Satu Bidang Akademik dan kepada Ketua
6. Sekretaris Prodi
Sekretaris Prodi memiliki tugas sebagai berikut:
a. Memfasilitasi setiap kegiatan Ketua Jurusan PAI
b. Membuat Jadwal Perkuliahan
c. Memberikan layanan akademik yang berkaitan dengan hasil belajar
mahasiswa
d. Mewajibkan kepada setiap Mahasiswa untuk melaksanakan Her
Registrasi dan mengisi KRS
e. Mengadministrasikan nilai hasil belajar mahasiswa
f. Mengisi Kartu Hasil Studi (KHS) setiap semester
II.1.4 Logo STAI Sukabumi
Logo STAI Sukabumi dapat dilihat pada gambar II.2.
Gambar II.2 Logo STAI Sukabumi
1. Bentuk: Segi lima lambang Rukun Islam. Artinya dalam melaksanakan
visi dan misi STAI Sukabumi berlandaskan kepada ajaran dan nilai Islam
yang terkandung dalam Rukun Islam.
2. Warna: Warna terdiri dari warna dasar Biru, putih, hitam, kuning, dan
hijau.
a. Biru melambangkan kedalaman ilmu, berwibawa, kharismatik dan
professional, artinya ilmu Allah Swt sangat dalam dan luas. Manusia
sebagai mahluk Allah Swt diwajibkan untuk mencari serta memiliki
ilmu dalam melaksanakan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini
didalam rangka mensejahterkan umat manusia. Ilmu yang diperoleh
dan dimiliki oleh Dosen dan Mahasiswa membawa mereka ke tingkat
derajat yang tinggi sebagaimana janji Allah Swt dan menjadikannya
berwibawa dan kharismatik dalam kehidupannya. Profesional, berilmu
amaliah beramal ilmiah.
b. Putih melambangkan suci dan bersih, artinya dalam melaksanakan
tugas-tugas sebagai mahluk dan khalifah di muka bumi ini selalu
berpandangan lurus sebagaimana ditetapkan dalam Alquran dan
As-Sunnah.
c. Hitam melambangkan keagungan, menunjukkan kekuatan dan
ketegasan, artinya keagungan dan kekuatan merupakan milik Allah
SWT yang dijadikan spirit dalam melaksanakan tugas kehidupan
dengan bertindak tegas dalam menegakkan amar maruf dan nahi
munkar.
d. Kuning melambangkan idealisme dan optimisme, artinya semua pihak
yang terlibat dalam proses pendidikan pada STAI Sukabumi
mempunyai cita-cita yang sama dan mempunyai keyakinan untuk
mencapainya.
e. Hijau melambangkan inovatif, dinamis, dan sukses, artinya dalam
melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi selalu disesuaikan
pembaruan yang disertai semangat kreativitas yang tinggi didalam
rangka mewujudkan Visi Misi STAI Sukabumi yang telah ditetapkan.
3. Gambar: Buku, Padi dan Kapas, Topi Sarjana.
a. Buku melambangkan sumber ilmu dan sumber belajar, artinya sumber
ilmu dan sumber belajar bagi umat Islam adalah Al-Quran dan
As-Sunnah
b. Padi dan Kapas melambangkan kesuburan dan kemakmuran, artinya
kehadiran lembaga Perguruan Tinggi STAI Sukabumi di tengah
masyarakat diharapkan dapat membawa dan mewujudkan masyarakat
yang adil, subur, makmur, dan sejahtera.
c. Topi Sarjana melambangkan keintelektualan seorang sarjana, artinya
seorang sarjana STAI Sukabumi dituntut untuk berpikir rasional dan
memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang.
II.2Pengertian Web
Web merupakan suatu ruang atau media yang dipakai untuk menyampaikan
informasi dalam berbagai macam bentuk informasi. Sebelumnya internet hanya
dapat digunakan untuk aplikasi berbasis teks saja, setelah adanya web maka
internet bisa juga menghasilkan suatu informasi yang tidak hanya berupa teks, tapi
bisa berupa gambar, audio serta video.
II.3Pengertian Internet
Internet merupakan salah satu bentuk dari jaringan komputer. Internet
singkatan dari interconnected networking atau international networking, yaitu
kumpulan dari jaringan komputer besar maupun kecil yang saling berhubungan
dengan menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia [4]. Internet
memungkinkan setiap komputer untuk saling terhubung dan membentuk suatu
jaringan komputer yang besar sebab tidak dibatasi oleh wilayah dan jarak.
II.4E-Learning
II.4.1 Definisi E-Learning
E-learning merupakan singkatan dari electronic learning yang secara umum
dapat diartikan sebagai proses belajar mengajar yang menggunakan media
elektronik. Namun kata electronic dalam istilah e-learning lebih identik dengan
istilah lain untuk internet seperti halnya kata electronic dalam istilah e-mail,
sehingga dalam Glossary of e-Learning Terms dinyatakan bahwa [5]: “e-learning
adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk
mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer maupun
komputer standalone”.
E-learning juga merupakan salah satu bentuk dari pembelajaran jarak
jauh (Distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer serta jaringan
komputer berupa internet. E-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar
melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi
mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas ketika hal tersebut tidak memungkinkan,
seperti ketika dosen berhalangan hadir. E-Learning sering pula dipahami sebagai
suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan
lokal atau internet [2].
Secara filosofis, e-learning digambarkan oleh Kamarga [4] sebagai berikut:
1. e-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, dan
pelatihan secara on-line.
2. e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai
belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap
buku teks, CD-R, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat
menjawab tantangan perkembangan globalisasi.
3. e-learning tidak menggantikan model mengajar konvensional di dalam
kelas, tetapi memperkuat model tersebut melalui pengayaan konten dan
pengembangan teknologi pendidikan.
4. Kapasitas peserta didik amat bervariasi tergantung pada penyampaiannya.
belajar, maka akan lebih baik kapasitas peserta didik yang pada gilirannya
akan memberikan hasil yang baik.
II.4.2 Kerangka Model E-Learning
Ada tiga kerangka model e-learning [6] yang bisa dijadikan sebagai acuan dalam
membangun suatu aplikasi e-learning, ketiga model tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Web Course
Kerangka model ini menggunakan internet sebagai media untuk melakukan
kegiatan belajar mengajar. Pemberian materi ajar, diskusi serta ujian
sepenuhnya menggunakan fitur internet seperti e-mail, chat rooms, bulletin
board dan online conference. Kerangka model ini tidak memerlukan tatap
muka untuk kegiatan belajar mengajar.
2. Web Centric Course
Kerangka model ini dalam melakukan kegiatan belajar mengajar sebagian
melalui internet dan sebagaian lagi secara tatap muka. Namun persentase
kegiatan belajar mengajar melalui tatap muka lebih sedikit dibanding
melalui internet.
3. Web Enhanced Course atau Web Lite Course
Kerangka model ini menggunakan internet sebagai media penunjang
kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar yang utama adalah
secara tatap muka. Penggunaan internet sebagai media untuk menyediakan
materi pelajaran serta link ke sumber pembelajaran lain yang sesuai.
II.4.3 Komponen E-Learning
Komponen yang membentuk e-learning ada dua, yaitu infrastruktur serta sistem
dan aplikasi e-learning [7], dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Infrastruktur e-learning
Komponen ini terdiri dari komputer, jaringan komputer seperti internet atau
2. Sistem dan aplikasi e-learning
Komponen ini merupakan sistem perangkat lunak yang membuat proses
belajar-mengajar berjalan secara virtual. Di dalamnya terdapat proses
manajemen kelas, manajemen konten materi, pengadaan ujian serta hal
lainnya yang berhubungan dengan kegiatan belajar-mengajar.
3. Konten e-learning
Komponen ini merupakan konten dan bahan ajar pada e-learning, konten
tersebut bisa berupa berkas teks maupun multimedia.
II.4.4 Fitur dalam E-Learning
Fitur yang terdapat dalam e-learning secara garis besar ada tiga, yaitu:
1. Fitur untuk materi pembelajaran, meliputi daftar pelajaran dan kategorinya,
silabus, materi pelajaran (berbasis teks atau multimedia) dan pencarian
materi pelajaran.
2. Fitur untuk diskusi dan komunikasi, meliputi forum diskusi, pengumuman,
profil dan kontak pengajar.
3. Fitur untuk ujian dan tugas, meliputi ujian, tugas, dan penilaian
II.4.5 Fungsi E-Learning
Fungsi e-learning terhadap kegiatan pembelajaran ada tiga [4], yaitu sebagai
suplemen, komplemen atau substitusi dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Suplemen
E-learning berfungsi sebagai seplemen jika peserta didik diberi kebebasan
dalam memilih menggunakan e-learning atau tidak. Dengan kata lain tidak
ada kewajiban menggunakan e-learning, namun peserta didik yang
menggunakannya dapat memiliki nilai tambah berupa tambahan
pengetahuan atau wawasan.
2. Komplemen
E-learning berfungsi sebagai komplemen jika materi yang terdapat dalam
e-learning dibuat sebagai tambahan dari materi yang telah diajarkan di dalam
kelas. Materi tambahan ini membuat peserta didik bisa lebih memahami
memahami materi saat di dalam kelas bisa mempelajari ulang materi
tersebut.
3. Substitusi
E-learning berfungsi sebagai substitusi jika sepenuhnya menggantikan
kegiatan pembelajaran secara konvensional dan memiliki pengakuan yang
sama dengan pembelajaran secara konvensional.
II.4.6 Kelebihan dan Kekurangan E-Learning
E-learning tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan saat media pembelajaran
ini diterapkan [4]. Kelebihan dari e-learning adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam kegiatan belajar.
2. Mengurangi biaya sebab tidak perlu ada biaya untuk perjalanan pelatihan
dan pembangunan kelas.
3. Mudah dicapai selama bisa terhubung dengan internet sebab e-learning bisa
digunakan selama 24 jam.
4. Kemampuan bertanggung jawab, kenaikan kelas, ujian serta penilaian
diikuti secara otomatis sehingga peserta dan pengajar bisa bertanggung
jawab terhadap kewajiban mereka masing-masing.
Sedangkan kekurangannya adalah sebagai berikut:
1. Kurang interaksi antara pengajar dengan peserta.
2. Cenderung mengabaikan aspek akademik dan aspek sosial.
3. Proses belajar mengajar cenderung menjadi pelatihan daripada pendidikan.
4. Bertambahnya peran pengajar yang semula menguasai teknik pembelajaran
konvensional harus menguasai pula teknik pembelajaran menggunakan
media e-learning.
5. Tidak semua tempat tersedia jaringan internet.
II.5Pengertian DFD
DFD singkatan dari Data Flow Diagram yang merupakan suatu model
logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana data berasal,
interaksi antara data yang tersimpan dan kemana tujuan data yang keluar dari
sistem [8].
Simbol yang digunakan pada DFD sebagai berikut:
1. Entity (Entitas) menggunakan simbol berbentuk persegi panjang. Simbol ini
untuk menggambarkan suatu objek yang dapat berupa orang, organisasi atau
sistem lainnya, yang memberikan masukan serta keluaran pada sistem
sistem.
2. Data Flow (Aliran Data) menggunakan simbol garis berupa anak panah.
Aliran data ini menujukkan arus data yang dapat berupa masukan sistem
atau hasil
3. Proses menggunakan simbol lingkaran. Proses merupakan fungsi yang
mentransformasikan data masukan menjadi data keluaran.
4. Penyimpanan Data menggunakan simbol berupa sepasang garis horizontal.
Penyimpanan data merupakan tempat menyimpan data dalam sistem.
II.6Pengertian ERD
ERD singkatan dari Entity Relationship Diagram yang merupakan notasi
grafis dalam pemodelan data konseptual yang mendeskripsikan hubungan antar
penyimpanan data. ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan
hubungan antardata.
Simbol yang digunakan untuk menggambarkan ERD ada tiga, yaitu:
1. Entity (entitas) menggunakan simbol berbentuk persegi panjang. Simbol ini
untuk menggambarkan suatu objek yang dapat diidentifikasikan di
lingkungan pengguna.
2. Atribut menggunakan simbol berbentuk segiempat dengan sudut yang
melengkung. Simbol ini untuk menggambarkan atribut dari suatu entitas.
Atribut adalah istilah untuk karakter, sifat atau ciri yang dimiliki oleh
entitas.
3. Hubungan (relationship) menggunakan simbol berbentuk intan (diamonds).
II.7Perangkat Lunak Pendukung
Perangkat lunak yang digunakan dalam pembangunan e-learning ini adalah
MySQL sebagai DBMSnya, PHP untuk bahasa pemrogramannya dan CSS untuk
tampilannya.
II.7.1 Pengertian DBMS dan MySQL
DBMS merupakan sebuah sistem yang memiliki fungsi untuk mengelola
basis data. Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam
komputer secara sistematik sehingga bisa diperoleh informasi dengan mudah dari
basis data tersebut. DBMS memungkinkan pengguna untuk membuat,
memanipulasi, mengolah serta mengontrol basis data secara efisien [9]. DBMS
yang umum digunakan dalam membuat basis data adalah MySQL.
MySQL merupakan sebuah aplikasi dari sistem manajemen basis data SQL
atau dalam bahasa Inggris Database Manajemen System (DBMS). MySQL
didistribusikan secara gratis di bawah lisensi GPL (General Public License) yang
artinya bisa digunakan secara gratis namun tidak bisa dijadikan produk turunan
yang bersifat komersial [10].
MySQL memiliki beberapa kelebihan dibanding DBMS lainnya, kelebihan
tersebut diantaranya adalah [10]:
1. MySQL dapat berjalan stabil diberbagai sistem operasi.
2. MySQL dapat digunakan secara gratis.
3. MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu bersamaan
tanpa menimbulkan masalah.
4. MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnet mask,
nama host dan izin akses user yang mendetail dengan sandi terenkripsi.
5. MySQL mampu menangani basis data dalam jumlah record lebih dari 50
juta dan 60 ribu tabel dan 5 milyar baris.
II.7.2 Pengertian PHP
PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page yang dibuat oleh
Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. PHP merupakan bahasa pemrograman yang
karena PHP dapat digunakan untuk berinteraksi dengan basis data, folder bahkan
file sehingga website yang dibangun menggunakan PHP mampu menampilkan
konten yang dinamis. [11].
II.7.3 Pengertian CSS
CSS singkatan dari Cascading Style Sheet yang merupakan kode-kode
untuk mengatur tampilan (style) suatu website. CSS digunakan untuk mengatur
style elemen dari suatu website mulai dari style teks sampai dengan style layout
website. Tujuan penggunaan CSS ini adalah agar tercapainya konsistensi style dari
elemen sebuah website.
II.8Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan cara memberikan
daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden yang jumlahnya
banyak sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengumpulan data melalui
wawancara. Terdapat lima buah pilihan jawaban yang disediakan untuk
pertanyaan pada kuesioner, yaitu:
a. Sangat Setuju (SS)
b. Setuju (S)
c. Biasa Saja (BS)
d. Kurang Setuju (KS)
e. Tidak setuju (TS)
Berdasarkan data yang dihasilkan dari kuesioner, dapat dihitung nilainya
berdasarkan persentase masing-masing jawaban dengan menggunakan rumus:
Y = P/Q *100% (II.1)
Keterangan: Y = Nilai persentase
P = Banyaknya jawaban respoden dari tiap soal
Q = Jumlah responden
Sedangkan untuk menarik kesimpulan dari setiap pertanyaan, dilakukan
perhitungan menggunakan skala likert. Skala likert adalah metode perhitungan
yang digunakan untuk keperluan riset atas jawaban setuju atau tidaknya seorang
jawaban, dengan mengalikan skor dengan jumlah keseluruhan responden, yaitu
skor responden. Skor jawaban untuk responden kuesioner dapat dilihat pada tabel
II.1.
Tabel II.1 Tabel Skor Jawaban Kuesioner
Jawaban Skor
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Biasa Saja 3
Kurang Setuju 2
Tidak Setuju 1
Selanjutnya adalah menghitung interpretasi skor perhitungan dengan rumus
berikut:
Intrepretasi skor perhitungan = total skor / skor maksimum x 100% (II.2)
Dengan berpatokan pada tabel kriteria intrepretasi skor yang dapat dilihat pada
tabel II.2.
Tabel II.2 Tabel Kriteria Interpretasi Skor
Rentang Kriteria Kesimpulan
0 – 20 % Tidak Setuju
21 – 40 % Kurang Setuju
41 – 60 % Biasa Saja
61 – 80 % Setuju
25
BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN
III.1 Analisis Sistem
Analisis sistem dilakukan untuk mendapatkan model, spesifikasi perangkat
lunak, spesifikasi perangkat keras dan pengguna yang dibutuhkan. Pada bagian ini
juga dilakukan analisis sistem yang telah berjalan, dimana hasilnya digunakan
untuk mengindentifikasi masalah dan mengevaluasi permasalahan, diantaranya
kelemahan dan kebutuhan apa saja yang terdapat dalam sistem yang sudah ada di
lingkungan STAI Sukabumi. Hasil proses analisis nantinya akan dijadikan dasar
dalam merancang e-learning yang akan dibangun.
III.1.1 Analisis Masalah
Berdasarkan latar belakang maka muncul beberapa permasalahan yang
menjadikan perlunya dibangun e-learning, permasalahan tersebut ialah:
1. Dosen STAI Sukabumi pusat kesulitan menyampaikan materi kepada
mahasiswa yang berada di kelas jauh.
2. Proses mengumpulkan jawaban tugas sulit dilakukan jika dosen berhalangan
hadir.
3. Mahasiswa kesulitan dalam bertanya serta berdiskusi dengan dosen sebab
setelah dosen selesai mengajar di kelas kadang memiliki jadwal mengajar di
intitusi pendidikan lain sehingga tidak lagi berada di lingkungan kampus.
III.1.2 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan
Sistem pembelajaran di STAI Sukabumi secara garis besar terdiri dari
proses pembelajaran dan evaluasi. Proses pembelajaran terdiri dari ceramah dan
diskusi. Proses pembelajaran berupa ceramah jika materi yang disampaikan
bersifat satu arah. Dosen menjelaskan materi dan mahasiswa mendengarkan serta
mencatat materi. Meskipun bersifat satu arah namun diahir penjelasan materi
mahasiswa bisa bertanya jika ada yang belum dimengerti. Sedangkan diskusi
merupakan proses pembelajaran dua arah antara mahasiswa dengan dosen dan
mahasiswa diberi tugas berupa makalah taupun tugas lain yang bisa dijadikan
bahan diskusi sehingga hasil pengerjaan tugasnya bisa menjadi materi untuk
mahasiswa lain.
Sedangkan proses evaluasi di STAI Sukabumi terdiri dari dua, yaitu tugas
dan ujian. Ujian terdiri dari tiga jenis, yaitu ujian tengah semester, ujian akhir
semester dan ujian pengendalian mutu. Proses evaluasi hanya berjalan saat dosen
hadir di kelas.
Berikut merupakan penjelasan dari prosedur pemberian materi, pemberian
tugas dan ujian.
1. Prosedur pemberian materi
Prosedur ini merupakan prosedur pemberian materi dari dosen kepada
mahasiswa saat dosen tersebut hadir di kelas. Gambar dari prosedur ini
dapat dilihat pada gambar III.1 dengan deskripsi sebagai berikut:
1) Dosen membuat materi kuliah berdasarkan referensi materi kuliah
yang sesuai
2) Materi kuliah yang telah dibuat dijadikan arsip materi sebagai dasar
untuk membuat tugas dan soal ujian
3) Materi kuliah dijelaskan kepada mahasiswa di dalam kelas
4) Mahasiswa mencatat materi kuliah yang dijelaskan dosen
5) Catatan materi kuliah dijadikan arsip catatan materi agar bisa
Prosedur pemberian materi
Mahasiswa Dosen
Membuat materi kuliah
Materi kuliah yang sudah dibuat
Materi kuliah yang sudah dibuat
Mencatat materi kuliah
Catatan materi kuliah
A2 A1
Referensi Materi Kuliah
Materi kuliah yang sudah dibuat Materi kuliah
yang sudah dibuat
Gambar III.1 Prosedur Pemberian Materi
Keterangan:
A1: Arsip materi
A2: Arsip catatan materi
2. Prosedur pemberian tugas.
Prosedur ini merupakan prosedur pemberian tugas dari dosen kepada
mahasiswa. Gambar dari prosedur ini dapat dilihat pada gambar III.2 dengan
a. Dosen membuat soal tugas berdasarkan arsip materi.
b. Dosen menyampaikan tugas pada mahasiswa.
c. Mahasiswa mengerjakan tugas.
d. Mahasiswa mengumpulkan hasil pengerjaan tugas pada dosen.
e. Dosen memeriksa tugas mahasiswa kemudian memberi nilai tugas.
Prosedur pemberian tugas
Mahasiswa Dosen
A1
Membuat soal tugas
Soal tugas Soal tugas
Mengerjakan tugas
Hasil pengerjaan tugas Hasil pengerjaan
tugas
Memeriksa hasil pengerjaan tugas dan memberi nilai
Hasil pengerjaan tugas yang telah diperiksa dan
dinilai
Rekapitulasi nilai
A3 Nilai Mahasiswa Hasil pengerjaan tugas yang telah dIrekapitulasi
nilainya
Hasil pengerjaan tugas yang telah dIrekapitulasi
nilainya
Keterangan:
A1: Arsip materi
A3: Buku nilai mahasiswa
3. Prosedur ujian.
Prosedur ini merupakan prosedur yang dilakukan mahasiswa sebagai
evaluasi terhadap pemahamannya berdasarkan materi yang disampaikan
dosen. Gambar dari prosedur ini dapat dilihat pada gambar III.3 dengan
deskripsi sebagai berikut.
a. Dosen membuat soal ujian berdasarkan arsip materi.
b. Mahasiswa membayar biaya ujian.
c. Mahasiswa mendapat kartu ujian sebagai bukti telah membayar
biaya ujian dan syarat mengikuti ujian.
d. Dosen memberikan soal ujian kepada mahasiswa.
e. Dosen memeriksa kartu ujian.
f. Mahasiswa mengerjakan ujian.
g. Jawaban ujian dan soal diberikan pada dosen.
h. Dosen memeriksa jawaban ujian dan memberi nilai.
Prosedur ujian
Mahasiswa
Dosen Bagian Keuangan
Kartu ujian Kartu bayaran
yang telah diparaf
Jawaban ujian Soal ujian
Jawaban ujian
Memeriksa jawaban ujian dan memberi
nilai A4
Jawaban ujian yang telah dinilai
Nilai Mahasiswa
Kartu bayaran Kartu bayaran
Kartu bayaran yang telah
diparaf
Memproses bayar ujian
Soal ujian
Jawaban ujian yang telah direkapitulasi
Jawaban ujian yang telah direkapitulasi
Nilai ujian dibawah standar
minimal? Ya
Keterangan:
A1: Arsip materi
A3: Buku nilai mahasiswa
A4: Arsip soal ujian
III.1.3 Aturan Bisnis
Aturan bisnis yang berlaku pada e-learning di STAI Sukabumi sebagai berikut.
1. Mahasiswa mengambil matakuliah sesuai dengan paket yang ditawarkan
pada semester yang diambil.
2. Mahasiswa tidak diperkenankan berpindah-pindah kelas.
3. Ujian dan tugas dikerjakan sesuai waktu yang ditetapkan.
4. Ujian dikerjakan didalam kelas.
5. Tugas perorangan dikumpulkan setiap mahasiswa, sedangkan tugas
kelompok dikumpulkan oleh ketua kelompok.
6. Mahasiswa yang ujiannya gagal diwajibkan mengikuti ujian perbaikan.
III.1.4 Analisis Pengkodean
Tahap ini menjelaskan mengenai pengkodean yang berlaku di STAI
Sukabumi. Pengkodean tersebut terdiri dari Nomor Induk Yayasan (NIY), Nomor
Pokok, Kode Mata Kuliah (Kode MK), dan Kelas.
1. Pengkodean NIY
Pengkodean NIY terdiri dari 5 digit dengan format sebagai berikut:
99999
No. urut pegawai di yayasan.
Contoh: 01789 = pegawai dengan NIY tersebut terdaftar di yayasan sebagai
pegawai dengan nomor urut 1789.
2. Pengkodean Nomor Pokok
Pengkodean nomor pokok terdiri dari 8 digit dengan format sebagai berikut:
9999.9999
No. urut mahasiswa.
Contoh: 2009.1024 = mahasiswa dengan nomor pokok tersebut merupakan
angkatan tahun 2009 dengan nomor urut 1024.
3. Pengkodean Mata Kuliah
Pengkodean Mata Kuliah terdiri dari 5 digit dengan format sebagai berikut:
MK 999
No. urut matakuliah.
Kode jenis matakuliah.
MK merupakan kependekan dari matakuliah.
Kode jenis matakuliah 1 untuk jenis matakuliah pengembangan kompetensi
inti, kode jenis matakuliah 2 untuk jenis matakuliah kompetensi penunjang
dan kode jenis matakuliah 3 untuk jenis matakuliah pengembangan
kompetensi lainnya.
Contoh: MK 101 = matakuliah dengan kode tersebut termasuk pada jenis
matakuliah pengembangan kompetensi inti dengan nomor urut matakuliah
01.
4. Pengkodean Kelas
Pengkodean kelas terdiri dari 2 digit dengan format sebagai berikut:
L L
No. urut kelas (dalam huruf).
Semester.
Contoh: V A = Kelas pada semester 5 dengan nomor urut kelas pertama (A).
III.1.5 Analisis Metode Pencarian Berdasarkan Isi Berkas
Pencarian berdasarkan isi berkas membuat proses pencarian materi kuliah
memberi hasil yang optimal sebab pencarian tidak hanya berdasarkan pada nama
berkas materi akan tetapi isi berkas materinya juga. Berkas materi yang didukung
untuk pencarian ini adalah berkas dengan format *.docx, *.xlsx dan *.pptx, teks
yang terdapat dalam berkas tersebut akan diproses untuk disimpan kedalam basis
data menjadi indeks berkas.
Pencarian berdasarkan isi berkasini merupakan fungsi pendukung dari fitur
mahasiswa untuk mencari materi kuliah yang telah diunggah oleh dosen, sehingga
pencarian berdasarkan isi berkas hanya berlaku untuk konten berupa materi kuliah
yang telah diunggah oleh dosen.
III.1.5.1 Pembuatan Indeks Berkas
Berkas materi yang diunggah oleh dosen akan dibaca isinya menggunakan
fungsi yang terdapat pada PHP untuk kemudian dimasukkan ke dalam tabel
indeks. Isi berkas materi yang dibaca hanya berupa teks saja. Teks dari berkas
materi tersebut akan disimpan kedalam basis data.
III.1.5.2 Penggunaan Indeks
Indeks dari berkas materi tersebut digunakan untuk mengoptimalkan hasil
pencarian. Sistem akan mencari indeks yang memiliki kata kunci yang
dimasukkan oleh pengguna. Hasil pencarian pada indeks tersebut akan diurutkan
berdasarkan jumlah kata kunci yang ditemukan, mulai dari yang paling besar
sampai paling sedikit. Ada dua macam teknik yang bisa dilakukan untuk
pencarian ini, yaitu pencarian dari sisi PHP dan pencarian dari sisi MySQL
dengan penjelasan sebagai berikut:
1) Pencarian dari sisi PHP
Proses pencarian ini dalam PHP menggunakan fungsi substr_count().
Fungsi ini akan menghitung berapa kali kata kunci pencarian ditemukan
dalam teks yang telah dideklarasikan sebelumnya, baik ke dalam suatu
variable ataupun langsung dideklarasikan di dalam fungsi ini. Penggunaan
fungsi ini sebagai berikut:
substr_count(teks_atau_variabel, kata_kunci);
Contoh:
Maka kode PHP-nya:
substr_count(“fakultas teknik dan ilmu komputer, universitas komputer indonesia.”,”komputer”);
Fungsi tersebut akan menghasilkan nilai angka 2, sebab “komputer” ditemukan dua kali dalam teks tersebut, yaitu pada kata ke-5 dan ke-7.
2) Pencarian dari sisi MySQL
Dalam MySQL tidak ada fungsi khusus untuk proses melakukan
tersebut. Namun beberapa fungsi lain bisa dimanfaatkan untuk proses
pencarian tersebut. Fungsi tersebut adalah length() dan replace() serta
menggunakan operator pengurangan dan pembagian.
Fungsi length() merupakan fungsi untuk menghitung jumlah karakter
dalam suatu teks. Penggunaan fungsi ini sebagai berikut:
length(teks_atau_kolom_dalam_tabel)
Contoh:
Select length(“UNIKOM”)
Perintah SQL tersebut akan menghasilkan angka 6.
Fungsi replace() merupakan fungsi untuk mengganti karakter dalam
suatu teks dengan karakter yang ditentukan. Penggunaan fungsi ini sebagai
berikut:
replace(teks_atau_kolom_dalam_tabel, karakter_yang_diganti,
karakter_pengganti)
Contoh:
Select replace(“teknik komputer”, ”komputer”, ”informatika”)
Kedua fungsi tersebut jika digabungkan dengan operator pengurangan
dan pembagian maka dapat digunakan untuk menghitung jumlah kata kunci
pencarian yang terdapat dalam suatu teks, dengan alur proses sebagai berikut:
1) Hitung jumlah karakter dari teks awal.
2) Hapus karakter di dalam teks yang sama dengan kata kunci pencarian,
dengan cara ganti karakter di dalam teks dengan karakter kosong.
3) Hitung kembali jumlah karakter di dalam teks setelah dihapus.
4) Kurangkan jumlah karakter dari teks awal dengan jumlah karakter dari
teks setelah dihapus. Hasil pengurangan ini kemudian dibagi dengan
jumlah karakter dari kata kunci pencarian. Hasil dari perhitungan ini
merupakan jumlah ditemukannya kata kunci pencarian didalam teks.
Contoh perintah SQL dari proses ini sebagai berikut:
Mencari kata “komputer” dalam teks “fakultas teknik dan ilmu komputer, universitas komputer indonesia.”
Maka perintah SQL-nya:
Select (length(“fakultas teknik dan ilmu komputer, universitas komputer indonesia.”) –length(replace(“fakultas teknik dan ilmu komputer, universitas komputer indonesia.”, “komputer”, “”))) / length(“komputer”)
Jumlah karakter dari teks awal adalah 66 karakter, jumlah karakter
dalam teks setelah dihapus adalah 50 karakter dan jumlah karakter dari kata
kunci adalah 8 karakter. Jika perintah SQL tersebut diubah kedalam bentuk
matematis sebagai berikut:
(66 – 50) / 8 = 2.
Sehingga dapat diketahui bahwa “komputer” ditemukan 2 kali dalam kalimat “fakultas teknik dan ilmu komputer, universitas komputer indonesia.”.
Kedua macam teknik pencarian tersebut memiliki fungsi yang sama,
namun teknik pencarian dari sisi PHP hanya menghasilkan angka saja, sehingga
berdasarkan jumlah ditemukannya kata kunci didalam indeks. Perlu
menambahkan beberapa proses lagi supaya bisa menampilkan nama berkas serta
mengurutkannya.
Berbeda dengan pencarian dari sisi MySQL, pencarian ini cukup
menambahkan beberapa perintah SQL pada perintah SQL yang telah dijelaskan
sebelumnya, maka akan menampilkan nama berkas hasil pencarian yang telah
diurutkan berdasarkan jumlah kata kunci pencarian yang terdapat di dalam indeks.
Jadi, pencarian dari sisi MySQL yang dirasa efektif untuk proses pencarian di
e-learning ini.
III.1.6 Analisis Kebutuhan Non Fungsional
Tahap ini merupakan analisis terhadap kebutuhan non fungsional dari
e-learning. Tahap ini terdiri dari analisis kebutuhan perangkat keras, analisis
kebutuhan perangkat lunak, analisis pengguna, dan analisis basis data.
III.1.6.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Keras
Perangkat keras dengan spesifikasi yang sesuai sangat dibutuhkan untuk
implementasi e-learning ini. Tahap ini berguna untuk mengetahui apakah
perangkat keras yang terdapat di STAI Sukabumi sudah sesuai atau belum dengan
kebutuhan perangkat keras dari e-learning ini. Berdasarkan hasil observasi secara
umum perangkat keras yang terdapat di STAI Sukabumi dapat dilihat pada tabel
III.1.
Tabel III.1 Analisis perangkat keras di STAI Sukabumi
No Perangkat Keras Spesifikasi
1 Prosessor Prosessor Dual Core 2,1 Ghz.
2 Monitor Resolusi minimal 1024 x 600.
3 VGA VGA minimal 512 MB.
4 Harddisk Harddisk minimal 250 GB.
5 RAM RAM minimal 1 GB.
6 Koneksi Koneksi internet 64 Kbps.
Sedangkan spesifikasi minimal yang dibutuhkan oleh e-learning ini dapat
Tabel III.2 Analisis kebutuhan perangkat keras di STAI Sukabumi
No Perangkat Keras Spesifikasi
1 Prosessor Prosessor Pentium 4 dengan kecepatan minimal 2 Ghz.
2 Monitor Monitor dengan resolusi minimal 800 x 600.
3 VGA VGA minimal 32MB.
4 Harddisk Hardisk minimal 40 GB.
5 RAM RAM minimal 512 MB.
6 Koneksi Koneksi internet minimal 64 Kbps.
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat keras yang ada di
STAI Sukabumi sudah sesuai dengan kebutuhan untuk implementasi e-learning
ini.
III.1.6.2 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang umumnya digunakan di STAI Sukabumi adalah sebagai
berikut:
1. Sistem operasi menggunakan Windows 7.
2. Web browser menggunakan Mozilla Firefox dan Google Chrome.
3. Aplikasi pengolahan dokumen menggunakan Microsoft Office 2007.
Perangkat lunak yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1. Sistem operasi Windows XP.
2. Web browser menggunakan Mozilla Firefox dan Google Chrome.
3. Aplikasi pengolahan dokumen menggunakan Microsoft Office 2007.
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat lunak yang
digunakan di STAI Sukabumi sudah sesuai dengan kebutuhan.
III.1.6.3 Analisis Pengguna
Tahap ini merupakan deskripsi dari pengguna yang nantinya akan
menggunakan e-learning setelah selesai dibangun. Pengguna e-learning dibagi
menjadi 3 yaitu admin, dosen dan mahasiswa. Deskripsi dari masing-masing
pengguna dapat dilihat pada tabel III.3.
Tabel III.3 Analisis Pengguna
Pengguna Hak Akses Pendidikan Keterampilan
bidang akademik)
ajaran, dosen,
mahasiswa, matakuliah, kelas, admin,
memperbaharui profil
menggunakan aplikasi berbasis web
Dosen Mengelola materi, tugas,
ujian, mengisi nilai tugas, membuat
pengumuman, berdiskusi melalui forum,
memperbaharui profil
Lulusan S1 dan S2
Mampu menggunakan Microsoft Office dan aplikasi berbasis web
Mahasiswa Mengunduh materi,
mengunggah tugas, mengerjakan ujian, melihat hasil ujian, melihat pengumuman, berdiskusi melalui forum, memperbaharui profil
Lulusan SMA / sederajat
Mampu menggunakan Microsoft Office dan aplikasi berbasis web
Sedangkan kebutuhan pengguna untuk e-learning ini dapat dilihat pada tabel III.4.
Tabel III.4 Analisis Kebutuhan Pengguna
Pengguna Hak Akses Pendidikan Keterampilan
Admin Mengelola data tahun
ajaran, dosen,
mahasiswa, matakuliah, kelas, admin,
memperbaharui profil
Minimal S1 Mampu
menggunakan aplikasi berbasis web
Dosen Mengelola materi, tugas,
ujian, mengisi nilai tugas, membuat
pengumuman, berdiskusi melalui forum,
memperbaharui profil
Minimal S1 Mampu
menggunakan Microsoft Office dan aplikasi berbasis web
Mahasiswa Mengunduh materi,
mengunggah tugas, mengerjakan ujian, melihat hasil ujian, melihat pengumuman, berdiskusi melalui forum, memperbaharui profil
Lulusan SMA / sederajat
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengguna e-learning di STAI
Sukabumi sudah sesuai dengan kebutuhan.
III.1.6.4 Analisis Basis Data
Tahap ini merupakan proses analisis terhadap sekumpulan data yang akan
diolah e-learning yang disajikan dalam bentuk ERD. ERD dibuat untuk
menggambarkan hubungan (relasi) antara data satu dengan data lainnya. ERD
Mahasiswa
Jawaban_Tugas 1 memiliki 1
Komentar memiliki
N 1 memiliki
memiliki
memiliki N N memiliki 1 1
memiliki N N memiliki 1 1
Kamus data dari ERD pada gambar III.4 dapat dilihat pada tabel III.5 berikut.
Tabel III.5 Kamus Data ERD E-Learning STAI Sukabumi
No Entitas Atribut
1 Admin id_admin, nama_admin, foto, no_kontak, email,
username, password
2 Dosen NIY, nama_dosen, foto, no_kontak, email,
password, tgl_login, jam_login
3 Mahasiswa nomor_pokok, nama_mhs, foto, no_kontak, email,
password tgl_login, jam_login
4 Matakuliah id_matkul, nama_matkul, semester
5 Tahun_Ajaran id_tahun, tahun_ajaran, semester, aktif
6 Kelas id_kelas, semester, nama_kelas
7 Aktivitas id_aktivitas, tgl_aktivitas, jam, aktivitas
8 Forum id_topik, tanggal, jam, topik
9 Komentar id_komentar, tanggal, jam, komentar
10 Pengumuman id_pengumuman, tgl_pengumuman, pengumuman
11 Konten_Materi id_konten, judul_materi, deskripsi, nama_file, tanggal_unggah
12 Indeks_Konten id_indeks, isi_konten
13 Tugas id_tugas, tgl_unggah, judul_tugas, nama_file,
isi_tugas, tgl_akhir, jam_akhir
14 Jawaban_Tugas id_jawaban, judul_jawaban, nama_file, isi_jawaban 15 Anggota_Kelompok id_anggota
16 Ujian id_ujian, nama_ujian, tgl_ujian, jam_mulai,
jam_selesai, mudah, sedang, sulit 17 Soal_Ujian id_soal, soal, gambar_soal, level, skor
18 Pilihan_Ujian id_pilihan, pilihan_jawaban, gambar_pilihan,
jawaban
19 Nilai id_nilai, nilai
III.1.7 Analisis Kebutuhan Fungsional
Analisis kebutuhan fungsional meliputi diagram konteks, data flow diagram dan
spesifikasi proses.
III.1.7.1 Diagram Konteks
Diagram konteks merupakan diagram yang menggambarkan interaksi
sistem dengan lingkungan serta fungsi dari sistem tersebut. Diagram konteks dari
Data Login Admin Data Lupa Password
Data Dosen Data Mahasiswa Data Matakuliah Data Tahun Ajaran
Data Kelas Data Mengajar
Data Admin Data Profil Info Login Dosen
Info Lupa Password Info Konten_Materi
Info Tugas Info Ujian Info Nilai Info Pengumuman
Info Forum Info Komentar
Info Profil Data Login Dosen
Data Lupa Password Data Konten_Materi
Data Tugas Data Ujian Data Nilai Data Pengumuman
Data Forum Data Komentar
Data Profil
Data Login Mahasiswa Data Lupa Password Data Konten Materi
Data Tugas Data Jawaban Tugas
Data Ujian Data Nilai Data Forum Data Komentar
Data Profil
E-Learning STAI Sukabumi Dosen
Info Login Admin Info Lupa Password
Info Dosen Info Mahasiswa Info Matakuliah Info Tahun Ajaran
Info Kelas Info Mengajar
Info Admin Info Profil
Admin
Info Login Mahasiswa Info Lupa Password Info Konten Materi
Info Tugas Info Jawaban Tugas
Info Ujian
Email Data Lupa Password
Dosen.xls
Gambar III.5 Diagram konteks e-learning STAI Sukabumi
III.1.7.2 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) merupakan diagram yang menggambarkan
data masukan, proses yang terjadi dan data keluaran dari sebuah sistem. Proses
yang dapat dilakukan oleh sistem dibedakan berdasarkan hak akses pengguna.