• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL | | Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Pemkab Malang Profile 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROFIL | | Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Pemkab Malang Profile 2016"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

(1)

BUKU SAKU

PROFIL KESEHATAN

(2)

Bab 1. Gambaran Umum

Bab 2. Visi, Misi, Tujuan dan Kebijakan

Bab 3. Situasi Sumber Daya Kesehatan

Bab 4. Situasi Derajat Kesehatan

Bab 5. Situasi Upaya Kesehatan

Bab 6. Situasi Cakupan SPM

(3)

GAMBARAN

UMUM DINAS

KESEHATAN

(4)

Tugas pokok Dinas Kesehatan

Kabupaten Malang

berdasar Peraturan Bupati Nomor : 6 Tahun 2008, tentang

Organisasi Perangkat Daerah, dengan struktur :

1. Kepala Dinas Kesehatan

2. Sekretaris

a. Ka Sub Bag Umum dan Kepegawaian

b. Ka Sub Bag Keuangan

c. Ka Sub Bag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan

3. Kepala Bidang Pelayanan dan Peningkatan Kesehatan

Masyarakat

(5)

4.

Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit

a. Kasi Surveilans & Pencegahan Penyakit Menular

b. Kasi Pemberantas Peny Menular sumber Binatang.

c. Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Langsung

5. Kabid Pemberdayaan Kes. dan Sanitasi Lingkungan

a. Kepala Seksi Promosi Kesehatan

b. Kepala Seksi Sanitasi Lingkungan

c. Kepala Seksi Pemberdayaan Kesehatan

6. Kabid Pengelolaan dan Pengawasan Farmasi, Makmin

dan Alat Kesehatan.

a. Kasi Pengelolaan Obat dan Pengawasan Farmasi

b. Kasi Alkes, Perbekalan Kes. RT dan Kosmetika.

c. Kasi Pengawasan Keamanan Makanan dan Minuman.

7. Unit Pelaksana Teknis Dinas

(6)

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINKES KAB. MALANG

PERBUP MALANG NOMOR 6 TAHUN 2008

KEPALA DINAS SEKRETARIS SUBAG KEUANGAN SUBAG PERENCANAAN DAN EVAPOR SUBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN

BIDANG PELAYANAN DAN PENINGKATAN KESEHATAN

MASYARAKAT

SEKSI PELAYANAN KESEHATAN & RUJUKAN

SEKSI KESEHATAN KELUARGA

SEKSI GIZI MASYARAKAT

SEKSI SURVEILANS DAN PENCEGAHAN PENYAKIT SEKSI PEMBERANTASAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG SEKSI PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR LANGSUNG

BIDANG PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN FARMASI,

MAKMIN DAN ALKES BIDANG PEMBERDAYAAN KESEHATAN DAN SANITASI LINGKUNGAN SEKSI PROMOSI KESEHATAN SEKSI PENGELOLAAN OBAT DAN PENGAWASAN FARMASI SEKSI SANITASI LINGKUNGAN

SEKSI ALAT KESEHATAN, PERBEKALAN KESEHATAN

(7)

q

Luas wilayah

: 3.238,27 km2

q

Letak Geografis

: 112°17’ 10.90” - 122° 57’ 00” BT

7°44’ 55.11” - 8°26’ 35.45” LS

q

Ketinggian

: 250-500 m diatas permukaan air laut

(daerah perlembahan/dataran rendah) dan daerah dataran tinggi

pada ketinggian antara 500-3.600 meter

q

Batas wilayah :

Sebelah Barat

: Kab. Blitar dan Kab. Kediri

Sebelah Utara

: Kab. Jombang, Mojokerto, dan Pasuruan

Sebelah Timur

: Kab Probolinggo dan Kab. Lumajang

Sebelah Selatan

: Samudera Indonesia

Bagian tengah

: Kota Malang dan Kota Batu.

(8)

q

Jumlah Kecamatan

:

33 Kec

q

Jumlah Desa

:

378 Desa

q

Jumlah Kelurahan

:

12 Kel

q

Rukun Warga

: 3.125 RW

(9)

Jumlah penduduk Kabupaten Malang

(menurut Proyeksi dari BPS)

Tahun 2015

:

2.544.315

jiwa

• Laki-laki

: 1.278.511 jiwa

• Perempuan

: 1.265.804 jiwa

Tahun 2016

:

2.560.675

jiwa

• Laki-laki

: 1.286.867 jiwa

• Perempuan

: 1.273.808 jiwa

(10)

VISI, MISI,

(11)

VISI :

“ TERWUJUDNYA MASYARAKAT KABUPATEN MALANG SEHAT YANG

BERKEADILAN DAN MANDIRI “

MISI :

1. Meningkatkan kualitas manajemen dan Sumber Daya

Kesehatan yang merata dan berkeadilan di masyarakat

Kabupaten Malang

2. Meningkatkan keterjangkauan akses pelayanan kesehatan di

Kabupaten Malang yang berkualitas dan berkeadilan

3. Meningkatkan kemandirian masyarakat Kabupaten Malang

dibidang Kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat, swasta

dan kerjasama lintas sektor.

(12)

ICON :

q

PENUNTASAN PELAYANAN KESEHATAN GRATIS

BAGI MASYARAKAT MISKIN DI PUSKESMAS

q

REVITALISASI PUSKESMAS IDEAL SESUAI LOCAL

SPESIFIC.

q

REVITALISASI PUSKESMAS PEMBANTU

q

REVITALISASI PONDOK BERSALIN DESA

q

REVITALISASI POSYANDU

PARADIGMA :

(13)

NILAI :

“ PENGABDIAN YANG TULUS DAN IKHLAS,

PROFESIONALISME YANG JUJUR, PRO RAKYAT,

BERSIH DAN KEBERSAMAAN DALAM CINTA KASIH”

MOTTO :

“ AMANAHMU, PELAYANANKU ADALAH IBADAHKU”

Mengandung arti menjalankan amanah masyarakat

dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada

masyarakat yang berlandaskan keimanan dan

menjalankan pelayanan sebagai amal ibadah.

(14)

1. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat

2. Meningkatkan kualitas Industri Rumah Tangga Pangan

(IRTP)

3. Meningkatkan Indeks Pembangunan Kesehatan

Masyarakat (IPKM) dengan menurunkan angka kematian

ibu dari 228 menjadi 118 per 100.000 KH dan bayi dari

34 menjadi 24 per 1000 KH

4. Meningkatkan kemampuan Puskesmas dalam tanggap

darurat penanggulangan bencana 100% pada tahun

2015.

5. Menurunkan angka Balita Gizi Kurang dari 0,88%

(15)

6. Meningkatkan ketersediaan obat esensial generik di

sarana pelayanan kesehatan dasar dari 90% menjadi

100% pada tahun 2015.

7. Menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit

menular sesuai dengan target kasus masing-masing.

8. Meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat

miskin (maskin)

9. Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam

mengatasi permasalahan kesehatan di desa

10. Meningkatnya pencegahan penyakit menular akibat

lingkungan

11. Meningkatnya pengawasan obat dan makanan

(16)

1.Peningkatan Jangkauan Pelayanan

Kesehatan yang berkualitas ke

Masyarakat.

2.Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat

dan Swasta

3.Pengembangan Upaya dan Pembiayaan

Kesehatan Khususnya Masyarakat Miskin

4.Peningkatan Pengembangan

(17)

1.Program Upaya Kesehatan Masyarakat

2.Program Obat dan Perbekalan Kesehatan.

3.Program Pelayanan Penduduk Miskin

4.Program Pengawasan Obat dan Makanan

5.Program Promosi Kesehatan dan

Pemberdayaan Masyarakat

6.Program Perbaikan Gizi Masyarakat

7.Program Pengembangan Lingkungan Sehat

8.Program Pencegahan dan Penanggulangan

Penyakit Menular

9.Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

(18)

10.Program Pengadaan, Peningk & Perbaikan Sarana &

Prasarana Puskesmas/Pustu & Jaringannya

11.Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan

Prasarana RS/RSJ/RS Paru-Paru/RS Mata

12.Program Pengawasan & Pengendalian Kesehatan

Makanan

13.Program Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau

14.Program Pengembangan Obat Asli Indonesia

15.Program Administrasi Perkantoran

16.Program peningkatan sarana & prasarana aparatur

17.Program peningkatan kapasitas sumber daya

aparatur

(19)

S I T U A S I

SUMBER DAYA

KESEHATAN

(20)

A. SARANA KESEHATAN

PEMERINTAH :

Rumah Sakit Umum

: 4 buah

• Rumah Sakit Jiwa

: 1 buah

• Puskesmas perawatan

: 39 buah

• Puskesmas pembantu

: 93 buah

• Mobil Puskesmas Keliling

: 93 buah

SWASTA :

Rumah Sakit Umum

: 13 buah

• Rumah Sakit Jiwa

: 2 buah

• Rumah Sakit Bersalin

: 2 buah

• Rumah Sakit Bedah

: 1 buah

• Klinik Rawat Inap

: 12 buah

• Klinik Rawat Jalan

: 44 buah

(21)

A. SARANA KESEHATAN

Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat

(UKBM)

q

Ponkesdes/ Poskesdes

: 390 buah

q

Posyandu

: 2.828 buah

q

POD (Pos Obat Desa)

: 13 buah

q

Poskestren (Pos Kes. Pesantren)

: 227 buah

q

UKK (Upaya Kesehatan Kerja)

: 330 buah

q

SBH (Saka Bhakti Husada)

: 39 kel

(22)

B. TENAGA KESEHATAN

NO JENIS TENAGA RS Dinkes Jumlah

1 DokterSpesialis 291

-291

1 DokterUmum 173 73 246

2 Dokter Gigi 34 50 84

3 Bidan 304 553 857

4 Perawat 1.666 628 2.294

5 Perawat Gigi 14 23 37

6 Farmasi 186 34 220

7 Kesehatan Masyarakat 22 2 24

8 Kesehatan Lingkungan 20 26 46

9 Gizi 67 34 101

10 Keterapian Fisik 29 - 29

11 Keterapian Medis 220 29 249

12 Tenaga Penunjang 1.030 491 1.521

(23)

C. PEMBIAYAAN KESEHATAN

23

NO SUMBER BIAYA

ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN

Rupiah %

1 APBD KABUPATEN 406.980.461.458,86 96,52 A. DINAS KESEHATAN 195.780.695.463,66

B. RSUD KANJURUHAN KEPANJEN 149.351.573.729,20 C. RSUD LAWANG 61.848.192.266,00

2 APBN : 5.343.555.000 1,27

3 HIBAH (APBD KABUPATEN) 9.311.500.000 2,21 TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 421.635.516.458,86 100,0

TOTAL APBD KABUPATEN 3.771.838.873.548,56

% APBD KESEHATAN THD APBD KABUPATEN 10,79

(24)

C. PEMBIAYAAN KESEHATAN

RINCIAN SUMBER BIAYA

NO SUMBER BIAYA

ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN

Rupiah %

1 APBD KABUPATEN 426.793.722.700 97,20 A. DINAS KESEHATAN 174.458.200.482

(25)

C. PEMBIAYAAN KESEHATAN

RINCIAN SUMBER BIAYA

25

NO SUMBER BIAYA

ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN

Rupiah % 2 APBD PROVINSI

1.644.745.000 0,37 3 APBN :

4.581.850.000 1,04 - Dana Tugas Pembantuan (TP)

4.581.850.000 1,04 4 HIBAH (APBD KABUPATEN)

6.074.600.000 1,38 - Bantuan Sosial Biasiswa D III Kebidanan

55.000.000 - Bantuan sosial insentif kader Posyandu

4.269.600.000 - Belanja Hibah kepada Palang Merah Indonesia (PMI)

Kabupaten Malang 1.250.000.000 - Belanja Hibah kepada Komisi Penanggulangan AIDS

(KPA) Kab. Malang 350.000.000 - Belanja Hibah kepada Yayasan Jantung Indonesia

Cabang Malang Raya 150.000.000 TOTAL ANGGARAN KESEHATAN

(26)
(27)

27

UMUR HARAPAN HIDUP DI KAB.MALANG

68.00 68.50 69.00 69.50 70.00 70.50

2010 2011 2012 2013 2014 2015

Jawa Timur 69.60 69.86 70.09 70.19 70.43 70.43

Kab. Malang 68.96 69.23 69.50 69.69 69.96 69.96

(28)

KONDISI AKI DAN AKB

DI KABUPATEN MALANG

Tahun 2015

• Angka kematian Ibu 72,22 per 100.000 kelahiran hidup

à

30 ibu meninggal (2 s.d 3 ibu meninggal tiap bulannya)

• Angka Kematian Bayi : 5,95 / 1000 kelahiran hidup

à

247

bayi meninggal (20-21 bayi meninggal tiap bulannya)

Tahun 2016 (data sampai juni 2016)

• Angka kematian Ibu : 28,18/100.000 kelahiran hidup

à

11

ibu meninggal (1- 2 ibu meninggal tiap bulannya)

(29)

JUMLAH KEMATIAN BAYI DI KAB. MALANG

29

Sumber : Lap. LB3 Puskesmas Tahun 2015

224 219

199 193

264

247

0 50 100 150 200 250 300

(30)

JUMLAH KEMATIAN IBU

DI KAB. MALANG

0 5 10 15 20 25 30 35 40

2011 2012 2013 2014 2015

26

25

39

27

(31)

JUMLAH KEMATIAN ANAK BALITA

DI KAB. MALANG

31

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18

2011 2012 2013 2014 2015

13

4

9

10

(32)

JENIS KORBAN AKIBAT KECELAKAAN

LALU LINTAS DI KAB. MALANG TAHUN 2015

Meninggal 0.38%

Luka Berat 10.55%

(33)

PERKEMBANGAN KECAMATAN BEBAS RAWAN GIZI

DI KAB. MALANG TAHUN 2011 – 2015

33

31

33

33

33 33

30 30.5 31 31.5 32 32.5 33 33.5

(34)

PERKEMBANGAN KASUS GIZI BURUK DAN GIZI KURANG

DI KAB. MALANG TAHUN 2011 – 2015

1.10

0.90 0.92 0.87

0.79 6.50 5.40 4.93 5.52 5.19 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00

2011 2012 2013 2014 2015

(35)

Penemuan Kasus AFP Berdasarkan Jenis Kelamin

35

NO

TAHUN

JENIS KELAMIN

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

1

2011

10

8

2

2012

1

8

3

2013

3

6

4

2014

7

6

(36)

PETA KASUS AFP

(37)

Tahun

Jumlah

Kasus

Jumlah

Kematian

IR

CFR

(%)

ABJ

(%)

2011

200

7

8,12

3.5

87,71

2012

173

7

4.06

6,95

88,74

2013

1.165

14

46.49

1,20

87,20

2014

834

4

33,03

0,48

87,34

2015

1.331

11

52,31

0,75

84,31

PERKEMBANGAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2011 – 2015

Sumber : Bidang P2P Dinkes Malang

(38)

PERBANDINGAN IR DAN CFR DBD

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2015

2010 2011 2012 2013 2014 2015 IR 45.57 54.67 8.12 46.14 33.9 52.31 CFR 1.52 0.88 3.5 4.04 0.5 0.75

0 10 20 30 40 50 60

(39)

Mortalitas DBD

Keterangan : : Terdapat Kematian DBD

PETA CFR DBD tahun 2015

(40)
(41)
(42)
(43)

Case Notification Rate (CNR)

:

Angka yg menunjukkan trend atau kecenderungan meningkat atau

menurunnya penemuan penderita TB pada wilayah tersebut.

(44)

No Uraian Target Pencapaian (%)

2011 2012 2013 2014 2015 1 Proporsi suspek diperiksa 100% 42,6 46,6 36,15 36,32 37,57

2

Proporsi pend TBC paru BTA +dianta ra suspek yg diperiksa

dahaknya 5-15% 10,8 9,75 10,41 10,20 10,0

3

Proporsi pend TBC paru BTA + diantara seluruh penderita

TBC paru tercatat > 5% 75,6 78,5 67,54 60,04

61,92

4 Case Detection Rate (CDR) > 0% 44,43 43,6 35,83 35,31 36,25 5 Angka konversi (px th. 2013) > 0% 90,49 88,1 87,74 85,02 78,80 6 Angka kesembuhan (th 2013) > 5% 85,02 85,1 83,39 75,52 75,37 7

Angka keberhasilan pengob

(px th. 2013) > 5% 91,01 90,84 91,65 88,74

87,21

8 Angka Drop Out (px th. 2012) < 0% 2,7 2,74 1,65 3,10 5,01 9

Case Notification Rate (CNR)

BTA + 48 46 39 38

38,8

10

Case Notification Rate (CNR)

semua kasus 69,3 67,2 68,6 71,3

75,3

(45)

PERKEMBANGAN KASUS PNEUMONIA

(46)
(47)

Insident Rate Kasus Pneumonia

Di Kab. Malang Tahun 2015

(48)

JUMLAH KASUS HIV/ AIDS

(49)

KASUS HIV/ AIDS BERDASAR JENIS KELAMIN

DI KAB. MALANG TAHUN 1991 – 2015

(50)
(51)

Kematian HIV/AIDS

(52)
(53)

2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 KASUS MALARIA 85 63 52 48 66 77 84 136 46 23

0 20 40 60 80 100 120 140 160

PENEMUAN KASUS MALARIA

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2006-2015

(54)

0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 API 0.022 0.021 0.027 0.062 0.036 0.056 0.018 0.009

ANGKA KESAKITAN MALARIA (API)

(55)

NO

KEGIATAN

2011

2012

2013

2014

2015

1

SD Malaria

7.006

2.782

2.560

859

544

2

Penderita Klinis

7.006

2.782

2.560

859

544

3

Penderita Positif

77

88

134

49

23

4

Spot Check

4

4

4

4

4

5

Larvasidasi

4

4

4

4

4

6

Pembersih lumut

-

4

4

4

4

7

MFS

4

4

4

4

4

HASIL KEGIATAN PROGRAM P2 MALARIA

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2011 – 2015

(56)

PREVALENSI RATE (PR) dan CASE DETECTION RATE (CDR)

(57)

PENDERITA BARU PENYAKIT KUSTA DI KAB

MALANG TAHUN 2011 – 2015

57

URAIAN TARGET PENCAPAIAN (%)

2011 2012 2013 2014 2015

a. Prevalensi per 10.000

pddk < 1 /10.000 0.92 0.29 0.23 0.17 0,17

b. CDR per 100.000

penduduk <5 /100.000 3.14 2.73 2.35 1.62 1,62

c. Proporsi cacat II diantara

penderita baru < 5% 26.0 19.4 16,9 17,0 10,0

d. Proporsi anak < 14 tahun

diantara pend baru < 5% 2.60 1.49 0,00 12,1 5,00

e. Proporsi MB diantara

penderita baru < 50% 96.1 95.5 93,2 95 100,0

f. Proporsi penderita wanita

diantara pend baru 37.7 25.4 22,0 46 42,5

g. RFT

- RFT tipe MB > 90 % 87.8 92,2 -

(58)

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 JUMLAH PENDERITA 3 0 1 3 3 4 3 4

DISTRIBUSI JUMLAH PENDERITA KRONIS

FILARIASIS DI KABUPATEN MALANG

(59)

KASUS DIARE PER BULAN

DI KAB. MALANG TAHUN 2013-2015

(60)
(61)

1.10

0.90 0.92 0.87

0.79 6.50 5.40 4.93 5.52 5.19 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00

2011 2012 2013 2014 2015

Gizi Buruk Gizi Kurang

(62)

31

33

33

33 33

30 30.5 31 31.5 32 32.5 33 33.5

2011 2012 2013 2014 2015

(63)

S I T U A S I

U P A Y A

KESEHATAN

(64)

KUNJUNGAN IBU HAMIL

DI KAB. MALANG TAHUN 2011 - 2015

90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100

2011 2012 2013 2014 2015

99.03 98.16

100 98.72

100

93.68

94.62

95.25

97.07 97.60

(65)

JUMLAH KB BARU dan KB AKTIF MENURUT JENIS

KONTRASEPSI DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2015

65

KB Aktif KB Baru -

20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 140,000 160,000 180,000

IUD MOP/MOW IMPLANT SUNTIK PIL KONDOM

38,571 16,558 48,480 176,599 66,921 5,154 734 435

3,769 5,877

706

(66)
(67)

PERKEMBANGAN CAKUPAN PEMBERIAN TABLET FE

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2011-2015

67

2011 2012 2013 2014 2015

45,451 45,703

45,703

45,1

15

43,292

41,830

42,225

43,049

42,094 42,331

40,068

40,655 41,085

39,495 39,732

(68)

Cakupan Pemberian Kapsul Vitamin A

di Kab. Malang Tahun 2012 - 2015

No

Sasaran

Target

Cakupan (%)

2012

2013

2014

2015

1.

2.

3.

Bayi (6-11 bln)

(69)

KASUS KEJADIAN LUAR BIASA

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2011 - 2015

NO

JENIS KLB

2011

2012

2013

2014

2015

1

2

3

4

5

6

7

8

TN

AFP

Keracunan

a.

Makanan

b. Gas amoniak

Diare

DBD

Difteri

Chikungunya

Bencana Alam

a.

Banjir

b. Tanah longsor

c.

Puting beliung

(70)

JUMLAH KEJADIAN KLB KERACUNAN MAKANAN

DAN MINUMAN DI KAB. MALANG 2011 - 2015

284

294

75

29

210

0 50 100 150 200 250 300 350

2011 2012 2013 2014 2015

(71)

CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2015

71

PBI APBN, 723,509

PBI APBD, -

PPU, 201,714

BPPU/Mandiri, 105,335

(72)

JUMLAH KUNJUNGAN KE PUSKESMAS

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2011-2015

Tahun

Kunjungan Puskesmas

Jumlah

Kunjungan

Jumlah

Penduduk

Tingkat

pemanfaatan

(%o)

2011

1.076.100

2.443.609

44,04

2012

1.279.665

2.487.120

51,45

2013

1.019.744

2.506.102

40,69

2014

923.821

2.524.863

36,59

(73)

TINGKAT PEMANFAATAN RUMAH SAKIT

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2011-2015

(74)

Cakupan Bayi Mendapat ASI Eksklusif

Di Kabupaten Malang tahun 2011-2015

2011 2012 2013 2014 2015

33199

44367

39939

39072

37656

22156

25689 25843

26024 24445

(75)

PERKEMBANGAN JUMLAH RUMAH SEHAT

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2011-2015

75

72.3

70.55 70.01

30.57

55.80

0 10 20 30 40 50 60 70 80

(76)

PEMERIKSAAN AIR BERSIH

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2015

68,867

46,836

2,608 5,046

- -

10,000 20,000 30,000 40,000 50,000 60,000 70,000 80,000

(77)

PEMERIKSAAN RUMAH/ BANGUNAN BEBAS JENTIK

DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2011-2015

77 0 100000 200000 300000 400000 500000 600000 700000 800000

2011 2012 2013 2014 2015

669095 702677 702677

702677 702677 25605 109443 29361 108363 108, 605 22593 97125 25386 94646 91, 565

(78)

JUMLAH SASARAN TAHUN 2016

SASARAN

JUMLAH SASARAN

KETERANGAN

PENDUDUK

2.524.863

BAYI

39.995

ANAK BALITA

162.072

BALITA

202.067

APRAS

84.073

USIA SD (7-12 TAHUN)

230.831

USIA 0-15 TAHUN

596.978

IBU HAMIL

45.115

IBU BERSALIN

43.064

IBU NIFAS

43.064

WUS IMUNISASI

967.967

WUS (15-49 THN)

1.341.667

(79)

CAKUPAN

SPM DAN

INDIKATOR

LAIN

(80)

No SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA CAKUPAN 2015 TARGET 2016

I Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Dasar

1 Cakupan kunjungan Bumil K4 97,60% 94%

2 Cakupan komplikasi kebidanan yg ditangani 98,71% 80%

3 Cakupan pertolongan persalinan oleh nakes yg memiliki kompetensi kebidanan

100% 90%

4 Cakupan pelayanan nifas 100% 90%

5 Cakupan neonatal dg komplikasi yg ditangani 93,90% 80%

6 Cakupan kunjungan bayi 99,22 % 90%

7 Cakupan desa / kelurahan UCI 86,41 % 80%

(81)

No SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA CAKUPAN

2015 TARGET 2016

9 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pd anak usia 6-24 bulan keluarga miskin

23,38 % 25%

10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100 % 100%

11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 100% 95%

12 Cakupan peserta KB aktif 69,74 % 70%

13 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit

a. Cakupan penemuan kasus AFP per 100 ribu anak balita 0,33 > 2

b. Cakupan penemuan penderita Pneumonia balita 32,44 % 80%

c. Cakupan penemuan pasien baru TB BTA positif 9,65% 90%

d. Cakupan penderita DBD yang ditangani 100% 100%

e. Cakupan penemuan penderita diare 98,63% 90%

14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 91,13% 100%

(82)

No SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA CAKUPAN

2015 TARGET 2016 II Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Rujukan

1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

13,11 % 100%

2 Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yg harus diberikan sarana kesehatan di RS Kabupaten

91,30% 100%

III Meningkatnya Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan KLB

1 Cakupan des / kelurahan mengalami KLB yg dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam

100 % 100%

IV Meningkatnya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

(83)

No

SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA

CAKUPAN

2015

TARGET

2016

V

Meningkatnya Pelayanan Pembinaan IRTP

1Penyuluhan Keamanan Pangan pada IRTP

oleh Nakes

100%

80%

VIMeningkatnya pelayanan Penyediaan Obat

dan Perbekalan Kesehatan

1Ketersediaan Obat sesuai kebutuhan

100%

100%

2Penulisan resep obat generik

80%

90%

3Penggunaan obat rasional

65%

70%

(84)

No SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA CAKUPAN 2015 TARGET 2016

VI Meningkatnya Sumber daya Kesehatan

1 Puskesmas Ideal

18

18

2 Polindes menjadi Ponkesdes 390

390

3 Pustu Garda (gawat darurat)

4

10

VII Meningkatnya Manajemen Kesehatan

1 Tersedianya Renstra

100%

100%

2 Tersedianya LKj

100%

100%

3 Tersedianya Profil Kesehatan

100%

100%

(85)

PROGRAM

UNGGULAN

TAHUN 2015

(86)

VISI

MISI

STRATEGI/ KEBIJAKAN

PROGRAM DAN

KEGIATAN

PROGRAM UNGGULAN

1. SUTERA EMAS 2. EMAS

3. PUSK. WISATA 4. PUSK. JALAN RAYA 5. PUSK. SIAGA BENCANA 6. PUSK.RAWAT INAP PLUS 7. PUSK. GAWAT DARURAT 8. PUSK. PEDULI REMAJA 9. PUSK.LAYANAN NARKOBA 10. PUSK. LAYANAN HIV/AIDS 11. PUSK. GADAR

12. POLINDES MENJADI PONKESDES

SASARAN

INDIKATOR :

• IMUNISASI BAYI LENGKAP

90% ( Desa UCI)

TIDAK ADA BALITA GIZI

BURUK

• PERTOLONGAN PERSALINAN

90% OLEH NAKES

• SEMUA DESA DESA SIAGA

DAN INDIKATOR SPM

(87)

1. SUTERA EMAS

2. EMAS

3. PUSK. WISATA

4. PUSK. JALAN RAYA

5. PUSK. SIAGA BENCANA

6. PUSK. RAWAT INAP PLUS

7. PUSK. GAWAT DARURAT

8. PUSK. PEDULI REMAJA

9. PUSK. LAYANAN NARKOBA

8. PUSK. LAYANAN HIV/AIDS

9. PUSTU GADAR

10. POLINDES MENJADI

PONKESDES

11. DESA SIAGA SEHAT JIWA

12. HOME CARE “PERMATA”

13. PROGRAM “OSAGI”

14. PROGRAM “STELA”

(88)

SUTERA EMAS

Sutera Emas adalah Sistem penanggulangan

Masalah Kesehatan secara real time dengan

pemanfaatan teknologi informasi, pemberdayaan

masyarakat ( kader kesehatan) dan Bidan Desa

dengan istilah Surveilancs Epidemiologi Terpadu

Puskesmas (SUTERA EMAS).

Sutera Emas sudah diterapkan di Puskesmas

Kepanjen

dan

sudah

dikembangkan

di

38

(89)

Expanding

Maternal

and

Newborn

Survival

(EMAS) adalah Puskesmas diproyeksikan untuk

Penanggulangan Emergensi Kesehatan Ibu dan

Bayi sebagai Pilot Project Nasional yang dibantu

oleh USAIDS. Program ini untuk memperkuat

sistem rujukan yang efisien dan efektif antar

Puskesmas dan Rumah Sakit, diantaranya :

Puskesmas Pakisaji, Gondanglegi, Donomulyo,

Turen, Pagak, Sumbermanjing Kulon, Dampit

dan Puskesmas Ampelgading

(90)

Adalah Puskesmas – Puskesmas yang siap

melayani pasien dari para wisatawan yang

datang di daerah tersebut, pelayanan sesuai

kebutuhan wisatawan, diantaranya :

1. Puskesmas Dau

2. Puskesmas Poncokusumo

3. Puskesmas Sitiarjo

4. Puskesmas Wonosari

(91)

PUSKESMAS JALAN RAYA

Adalah

Puskesmas

yang

secara

geografis

berada di Jalur Jalan Raya Lintas Daerah, yang

memungkinkan

sering

menanggani

kasus

Kecalakaan Jalan raya, diantaranya :

1. Puskesmas Ardimulyo

2. Puskesmas Singgosari

3. Puskesmas Kepanjen

4. Puskesmas Sumberpucung

5. Puskesmas Dau

(92)

Adalah Puskesmas yang memiliki

wilayah kerja / daerah yang rawan

bencana alam,diantaranya :

(93)

Puskesmas Rawat Inap Plus Adalah

Puskesmas yang dilengkapi layanan

dokter spesialis kandungan dan dokter

spesialis

anak,

diantaranya

:

Puskesmas Tumpang

(94)

Adalah

Puskesmas

yang

disiapkan

untuk melayani pasien yang terkena

bencana gunung berapi, diantaranya :

1. Puskesmas Poncokusumo : untuk

Gunung Bromo

(95)

Adalah Puskesmas yang memiliki

keunggulan

dalam

melayani

kesehatan

Reproduksi

remaja,

penaggulangan Narkoba dan HIV/

AIDS : Puskesmas Ardimulyo

(96)

Adalah Puskesmas yang memiliki

kemampuan spesifik menanggani

kasus

pasien

dengan

Korban

Narkoba

bahkan

HIV/

AIDS,

diantaranya

Puskesmas

(97)

Adalah Puskesmas yang memiliki

kemampuan

spesifik

menanggani

kasus

pasien

HIV/

AIDS

dan

Narkoba, diantaranya : Puskesmas

Gondanglegi

dan

Puskesmas

Sumberpucung

(98)

Adalah Program peningkatan kompetensi

Tambahan pada Puskesmas Pembantu

guna

mendekatkan

akses

pelayanan

(99)

Adalah

Peningkatan

Fungsi

Polindes

yang

selama ini khusus pada pelayanan kesehatan ibu

dan anak, kini telah dikembangkan menjadi

Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) yang

perannya

telah

diperluas

dengan

ditambah

kannya satu tenaga Perawat sehingga kasus

kesehatan dasar lainnya dapat ditangani bahkan

fungsi pemberdayaan dan pelayanan kesehatan

masyarakat akan meningkat. Di Kab. Malang ada

(100)

Adalah merupakan satu bentuk pengembangan

dari pencanangan Desa Siaga yang bertujuan

agar masyarakat ikut berperan serta dalam

mendeteksi pasien gangguan jiwa yang belum

terdeteksi, dan membantu pemulihan pasien yang

telah dirawat di rumah sakit, serta siaga terhadap

munculnya

masalah

kesehatan

jiwa

di

masyarakat

(101)

Adalah

Puskesmas

memberikan

layanan

home

care

dengan

Perasaan tulus ikhlas, Energik dalam menjalankan tugas, Ramah,

manajemen terpadu, Adil, Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan

Aman sentosa. Kegiatan dilaksanakan dengan mendatangi rumah

pasien paska rawat di Puskesmas untuk memberikan konseling,

informasi, dan edukasi pada pasien dan keluarga bagaimana

merawat dan menjaga supaya penyakitnya tidak kambuh lagi.

Keluarga juga dinilai tingkat kemandirian dalam bidang kesehatan.

Selain itu juga melakukan observasi ke 5 Kepala Keluarga di sekitar

rumah pasien tentang sanitasi lingkungan, perilaku hidup bersih dan

sehat, dan penemuan keluarga rawan baru.

Program inovasi ini dikembangkan

di Puskesmas Turen Kec. Turen

(102)

Omah sadar gizi (OSAGI) adalah suatu

kegiatan yang berbasis

pada pemberdayaan masyarakat

yang menggunakan beberapa

metode yang sesuai untuk

meningkatkan kepedulian masyarakat

tentang bagaimana mengurangi prevalensi terjadinya Gizi buruk

dengan Pola Kerjasama Dengan Obyek Sasaran Mitra yaitu

masyarakat desa khususnya ibu dari balita yang mengalami Gizi

kurang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan

pendekatan kaji tindak. Metode tersebut terdiri dari: Penyuluhan,

demo masak, pendampingan , praktek mandiri.

(103)

Program

Stela (Smart Initiative Palliatife & Nutrition

Class)

adalah

sebuah

program

inovasi

yang

dilaksanakan

dalam

kelas

posyandu

dengan

mengintegrasikan metoda paliatif dan kelas gizi sebagai

upaya

meningkatkan

literasi

gizi

kesehatan

serta

meningkatkan peran partisipasi ibu balita dalam kegiatan

posyandu dan mengurangi angka prevalensi gizi kurang

melalui inisiasi pendekatan terpadu berbasis swadaya

masyarakat. Program ini berbasis Informasi Digital

dengan menggunakan Android OS

Program inovasi ini dikembangkan

di Desa Wirotaman

(104)

PRESTASI &

KERJASAMA

(105)

105 NO Uraian Kegiatan Nama Penghargaan Tingkat Keterangan

1

Program Penyediaan Air Minum Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS II) Tahun 2015 Oleh Dinas Kesehatan Prov Jawa Timur

Penyediaan Air Minum

Berbasis Masyarakt Provinsi Juaran II

2

Lomba Jumantik Anak Sekolah SDN Karangkates 2 Tingkt Provinsi Jawa Timur Tahun 2015

Pemantau Jentik Anak

Sekolah Provinsi Juaran II

3

Lomba Pelaksanaan Desa Siaga Aktif Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2015

Desa Siaga Aktif

Provinsi

Juara Harapan I

4

Lomba LCC Tingkat SMP Pada Jambore Kader 2015 Tingkat Prov. Jawa Timur Jambore Kader Provinsi Juara Harapan I 5

Juara Harapan III KRR Tingkat SMP Pada Jambore Kader Tahun 2015 Tingkat Provinsi Jawa Timur Tingkat Prov. Jawa Timur

KRR Tingkat SLTP

Provinsi

(106)

NO Uraian Kegiatan Nama Penghargaan Tingkat Keterangan

6

Nominasi 5 Besar Nutrisionis Teladan (Puskesmas

Poncokusumo) Tingkat Prov.i Jawa Timur

Nutrisionis

Provinsi

Nominasi

7 Perawat CMHN Tahun 2015

Tingkat Nasional Perawat CMHN Nasional TK. Nasional

8 Piagam Bencana Gunung Kelud Tingkat Provinsi

Kesiap siagaan penanggulangan bencana

Provinsi TK Provinsi

9 Sertifikat Eliminasi Malaria

Tingkat Nasional Eliminasi Malaria Nasional TK. Nasional

10

Harapan II Lomba Jumantik Desa Turen Tingkat Prov. Jawa Timur

(107)

107

NO Kerjasama Antar Daerah Realisasi dan Jangka Waktu

1 Kerja sama Dinas Kesehatan Kab. Malang dengan Dinas Kesehatan Kab. Pasuruan , Tentang KerjPerjanjian Kerjasama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan

dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tentang Kerjasama di Bidang Kesehatan di Wilayah Perbatasan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang Nomor:

440/23/424.052/2011

Nomor: 440/109/421.103/2011a Sama Bidang Kesehatan Di

Wilayah Perbatasan Kab. Pasuruan dan Kab. Malang.

Terealisasinya dengan penanganan terhadap Kejadian Kuar Biasa, penanganan bencana, pengendalian penyakit menular tertentu, pelayanan dan rujukan dalam program

Jamkesmas, Jamkesda dan Jampersal ditingkat kabupaten, pengawasan peredaran obat

tradisional dan pangan industry rumah tangga, perijinan, pembinaan dan pengawasan praktek pada tenaga kesehatan dan pengobatan

tradisional dan program KIBBLA (Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan Anak

Jangka Waktu: 5 (lima) tahun

(108)

NO Kerjasama Daerah Dengan Pihak Ketiga Realisasi dan Jangka Waktu

1 Perjanjian Kerja Sama antara JOHNS HOPKINS PROGRAM FOR I

INTERNATIONAL EDUCATION IN GYNECOLOGY AND OBSTETRICS

(JHPIEGO) dengan Pemerintah Kabupaten Malang tentang Pelaksanaan Program Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

(Expanding maternal and Neonatal Survival-Emas) Nomor : 196/JHPIEGO/IX/2012

Nomor : 193/18/421.022/2012

Peningkatan Kualitas Pelayanan Klinis. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil capaian klinis yang dilakukan setiap bulan dengan pengumpulan data dari 8 Puskesmas dan 4 RumahSakit Vanguard.

Sistem Rujukan menjadi salah satu perubahan dari fasilitas maupun nakes yang mempunyai dampak cukup kuat dalam penanganan

emergensi pada ibu bersalin dan bayi baru lahir. Sisi Pemberdayaan Masyarakat hal ini terbukti dari upaya-upaya yang telah dilakukan Forum Masyarakat (FMM) bersama dengan Motivator Kesehatan Ibu dan Anak (MKIA).

(109)

109

NO Kerjasama Daerah Dengan Pihak Ketiga Realisasi dan Jangka Waktu

2 Rencana Kegiatan Tahun (RKT)

Tahun Anggaran 2014 antara Pemerintah Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dengan Save The Children International tentang Kerjasama Peningkatan Gizi Ibu, Bayi dan Balita dibawah Dua Tahun

(BADUTA) di Kab Malang, Prov. Jawa Timur Nomor : 193/12/421.022/2014

Nomor : 100/RKT/SNV/II/2014

Terealisasinya Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak untuk Nakes di Wilayah

Puskesmas Tumpang, Dampit dan Pamotan Terealisasinya Pelatihan Konselor Menyusui Terealisasinya Penerapan 10 Langkah menuju keberhasilan menyusui di Wilayah Puskesmas Tumpang, Dampit dan Pamotan

Jangka Waktu: 1 (satu) tahun

(110)

NO Kerjasama Instansi Vertikal Daerah

Realisasi dan Jangka Waktu

1

Perjanjian Kerja Sama antara

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan

Pemerintah Kabupaten Malang

tentang Peningkatan Program Pusat

Kesehatan Masyarakat

No : 120.1/17/012/2015

Nomor : 119/23/421.022/2015

Terealisasinya pembiayaan honor Perawat

di 390 Ponkesdes dan Dokter di

Puskesmas Rawat Inap standart dan plus

Jangka Waktu : 12 bulan

2

Perjanjian Kerja Sama Pemerintah

Prov. Jatim dengan Pemerintah Kab

Malang tentang Pembiayaan Program

Jaminan Kesehatan Daerah

Nomor : 120.1/64/012/2015

Terealisasinya jaminan peserta pemegang

kartu JAMKESDA melalui pembiayaan

klaim ke Rumah Sakit

Jangka Waktu : 12 bulan

(111)

PENUTUP

Dengan telah disajikan Buku Saku Profil Kesehatan Kabupaten

Malang Tahun 2016 (data tahun 2015), diharapkan dapat memberikan

gambaran tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Indikator

dalam

Millenium

Development

Goals

(MDGs)

serta

Derajat

Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Malang secara menyeluruh dan

memadai

untuk

memenuhi

kebutuhan

informasi

penting

bagi

pengambilan keputusan pada semua jenjang organisasi kesehatan

mulai Kabupaten sampai ke Pusat.

Semoga

Buku

Saku

dapat

bermanfaat

dalam

rangka

perencanaan dan pengendalian program-program kesehatan pada

masa-masa mendatang.

Dalam penyusunan Buku Saku Profil Kesehatan ini tentunya

masih banyak kekurangan dan kelemahan ibarat “

Tiada Gading

yang Tak Retak

“, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun

sangat diharapkan.

PENUTUP

(112)

BUKU SAKU

PROFIL KESEHATAN

Referensi

Dokumen terkait

Perbandingan antara cakupan program yang dicapai di provinsi Bali berdasarkan laporan program dengan target Standar Pelayanan Minimal (SPM), target MDG’s tahun 2015, Rencana

Adalah Peningkatan Fungsi Polindes yang selama ini khusus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, kini telah dikembangkan menjadi Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes)

Secara internal Profil Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2009 pada dasarnya dapat memberikan sebagian gambaran dari pembangunan kesehatan Kebupaten Polewali

Pencapaian kinerja Kesehatan Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 sesuai dengan Target SPM (Standar Pelayanan Minimal) salah satu indikator derajat kesehatan adalah

Review terhadap Rancangan Awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Malang Tahun 2013, merupakan gambaran rencana program dan kegiatan Dinas Peternakan dan

Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues Tahun 2016 disusun dengan tujuan untuk memberikan gambaran secara umum tentang kondisi derajat kesehatan, cakupan upaya

Indikator dan data yang tercantum dalam Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Utara Tahun 2015 merupakan indikator yang dimuat dalam dokumen Indikator Indonesia Sehat 2015 dan

Indikator yang disajikan dalam buku profil kesehatan adalah data indikator kesehatan yang meliputi : (1) indikator derajat kesehatan yang terdiri dari mortalitas,