• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume13, No. 1February 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume13, No. 1February 2017"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN OLEH PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI UPTD KESEHATAN PUSKESMAS

SUKAMULYA KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2015

Yayu Handayani1,Elis Noviati2,Inna Sayyidatul Husna3

12Dosen Prodi Studi Ners STIKes Muhammadiyah Ciamis. Email:

3Alumnus S1 Studi Ners STIKes Muhammadiyah Ciamis

[email protected] ABSTRACT

Pulmonary tuberculosisis an infectious disease remains a health problem in the community. Numbers of patient with pulmonary tuberculosis at Ciamis in 2013 is 1164 cases, in 2014 is 1388 cases and in 2015 is 1395 cases. UPTD Sukamulya routinely conducts health education with the aim of providing knowledge to the community. Health services at Sukamulya has a good services, but there are some peoples who feeling embrassed to check the disease in the health centre.This research used a descriptive method with the aim to describe an object of research. This research have a samples 30 respondent with instrument using a likert scale in the form of a check list with 16 questions.

Based on the result of questionnaire analysis study from 30 respondents about the factors in the needs of health care utilization by patients with pulmonary tuberculosis has been showed that 4 patients with pulmonary tuberculosis (13,33%) utilize health care services properly, 25 patients with pulmonary tuberculosis (83,33%) is a harness of health care and one person wit sufficient pulmonary tuberculosis patients (3,34%) is underutilization of health services.Utilization of health services by patients with pulmonary tuberculosis at UPTD Puskesmas Sukamuya Ciamis is well done.

Keywords: utilization of health services, tuberculosis, health centers PENDAHULUAN

Tuberkulosis paru

merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan

dalam masyarakat. Penyakit

tuberkulosis paru dimulai dari tuberkulosis, yang berarti suatu penyakit infeksi yang disebabkan bakteri berbentuk batang (basil)

yang dikenal dengan

namaMycobacteriumtuberkulosis. Penularan penyakit ini melalui

perantaraan ludah atau

dahakpenderita yang mengandung basil berkulosis paru (Naga, 2012).

Menurut WHO (2013)

terdapat 8,6 juta kasus

tuberkulosis paru pada tahun 2012 dimana 1,1 juta orang (13%)

diantaranya adalah penderita

tuberkulosis paru dengan HIV positif, sekitar 75% dari penderita tuberkulosis paru tersebut berada

di wilayah Afrika. Menurut

Rikesdas (2013) prevalensi

penduduk Indonesia yang

didiagnosis tuberkulosis paru oleh tenaga kesehatan tahun 2013 adalah 0,4 %. Lima provinsi dengan angka tuberkulosis paru tertinggi adalah Jawa Barat (0,7%), Papua

(0,6%), DKI Jakarta (0,6%),

Gorontalo (0,5%), Banten (0,4%) dan Papua Barat (0,4%). Provinsi

(2)

Jawa Barat memiliki prevalensi

tuberkulosis paru sebanyak

102/100.000 penduduk. Succes

rate (SR) provinsi Jawa Barat

sebesar 92,1% telah melampaui target Renstra tahun 2013 yaitu sebesar 87% (Kemenkes RI, 2015).

Jumlah penderita tuberkulosis

paru di Kabupaten Ciamis pada tahun 2013 sebanyak 1.164 kasus, pada tahun 2014 sebanyak 1.388 kasus dan pada tahun 2015 sebanyak 1.395 kasus (Dinkes Ciamis, 2015).Berdasarkan data yang didapatkan, UPTD Kesehatan Puskesmas Sukamulya merupakan puskesmas yang memiliki jumlah penderita tuberkulosis paru ke 1 dari 5 Puskesmas lainnya di wilayah Kabupaten Ciamis dengan jumlah penderita sebanyak 50

orang (207,38%) dari target

penemuan 24 orang pada tahun

2015. Berdasarkan hasil

wawancara dengan petugas

Puskesmas Sukamulya dari tahun

ke tahun jumlah penderita

tuberkulosis paru cenderung

menurun meskipun tidak

signifikan. Data yang diberikan oleh puskesmas, pada tahun 2013 terjadi 54 kasus, pada tahun 2014 sebanyak 54 kasus dan pada tahun 2015 sebanyak 2015 sebanyak 50 kasus (UPTD Kesehatan Puskesmas Sukamulya, 2015).

Menurut Depkes RI (2009) pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara

dan meningkatkan kesehatan,

mencegah dan menyembuhkan

penyakit serta memulihkan

kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat. Sesuai dengan batasan seperti di atas, mudah dipahami bahwa bentuk dan jenis pelayanan kesehatan

yang ditemukan banyak

macamnya.Masalah tuberkulosis

paru di Indonesia sangat besar, karena setiap tahunnya terdapat kasus baru sebanyak 250.000

penderita. Walaupun Indonesia

telah mencapai kemajuan yang

pesat dalam hal peningkatan

penemuan kasus tuberkulosis paru menular sebesar 51,6%, hanya

setengah dari penderita

tuberkulosis paru yang dapat diobati di Puskesmas seluruh Indonesia.Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik melakukan

penelitian dengan tema

“Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Oleh Penderita Tuberkulosis Paru di UPTD Kesehatan Puskesmas

Sukamulya Kabupaten Ciamis

Tahun 2015”.

METODE PENELITIAN

Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif. Tujuan penelitian

menggambarkan pemanfaatan

pelayanan kesehatan oleh

penderita tuberkulosis paru di

UPTD Kesehatan Puskesmas

Sukamulya Kabupaten Ciamis

tahun 2015.Populasi adalah

penderita Tuberkulosis Paru di

wilayah kerja Puskesmas

Sukamulya sebanyak 50 orang

dengan menggunakan teknik

sampling sebanyak 50 responden.

Instrumen terdiri dari

kuesioner berisi 16 pernyataan tentang pemanfaatan pelayanan

kesehatan dalam bentuk

tertutup.menggunakan skala

Likert. Tahap pelaksanaan

penelitian antara lain:

mendapatkan izin untuk penelitian,

menentukan dan membuat

kerjasama dengan petugas

kesehatan ditempat penelitian,

menjelaskan maksud penelitian

(3)

pengumpulan data dan analisa

data menggunakan teknik

komputerisasi. Setelah data dientry dan dianalisis, dilakukan penyajian

hasil pengolahan data dan

diinterpretasikan bentuk laporan,

dilakukan pembahasan dari

temuan-temuan penelitian,

menarik kesimpulan serta

membuat saran atau rekomendasi mengacu hasil penelitian yang telah dilakukan.Metode pengolahan data

yaitu, pemeriksaan data (Editing

data), pemberian kode (Coding),

pemasukan data (Entry data) dan

tabulating. Analisis data

menggunakan analisa univariat yang menghasilkan distribusi dan presentase dari tiap variabel yang

diteliti.Etika penelitian dengan

menggunakan prinsip manfaat,

prinsip menghargai hak asasi

manusia (respect human dignity),

dan prinsip keadilan. HASIL DAN BAHASAN

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19-29 Mei 2016 di wilayah kerja UPTD kesehatan Puskesmas

Sukamulya Kabupaten Ciamis

dengan responden sebanyak 30

penderita tuberkulosis paru

mengenai pemanfaatan pelayanan

kesehatan oleh penderita

tuberkulosis paru di UPTD

Kesehatan Puskesmas Sukamulya Kabupaten Ciamis tahun 2015.

Pengambilan data dilakukan

dengan memberikan lembar

kuesioner yang diisi oleh

responden. Hasil penelitian

disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

a. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

Tabel 1 Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi %

Laki-laki 19 63,3

Perempuan 11 36,7

Total 30 100.0

Tabel 1 menunjukkan dari 30 responden laki-laki sebanyak 19

orang (63,3%) dan perempuan sebanyak 11 orang (36,7%).

b. Karakteristik responden berdasarkan usia

Tabel 2 Distribusi responden berdasarkan usia

Umur Frekuensi % 10-19 2 6,7 20-29 5 16,7 30-39 8 26,6 40-49 7 23,3 50-59 5 16,7 60-69 3 10 Total 30 100.0

(4)

adalaha usia produktif yaitu usia 30-39 tahun sebanyak 8 orang

(26,6%) .

c. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan

Tabel 3 Distribusi responden berdasarkan jenis pekerjaan Tabel 3 menunjukkan dari 30

responden, sebagian besar

pekerjaan responden yaitu sebagai petani dan ibu rumah tangga dengan presentasi yang sama sebanyak 10 orang responden

(33,3%).Dari hasil pengumpulan

data tentang pemanfaatan

pelayanan kesehatan oleh

penderita tuberkulosis paru di

UPTD Kesehatan Puskesmas

Sukamulya Kabupaten Ciamis

adalah sebagai berikut :

Tabel 4 Distribusi Frekuensi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh penderita tuberkulosis paru berdasarkan faktor kebutuhan di UPTD

Kesehatan Puskesmas Sukamulya Kabupaten Ciamis No Pemanfaatan Pelayanan Frekuensi % Kesehatan 1 Baik 4 13,3 2 Cukup 25 83,3 3 Kurang 1 3,4 Total 30 100 Tabel 4 menunjukkan

pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan faktor kebutuhan dari 30 responden yang

melakukan pemanfaatan

pelayanan kesehatan dengan kategori tertinggi yaitu kategori cukup sebanyak 25 orang (83,3%). Tabel 5 Distribusi Frekuensi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh penderita tuberkulosis paru berdasarkan faktor keramahan pelayanan

di UPTD Kesehatan Puskesmas Sukamulya Kabupaten Ciamis No Pemanfaatan Pelayanan Frekuensi % Kesehatan 1 Baik 30 100 2 Cukup - - 3 Kurang - - Total 30 100 Tabel 5 menunjukkan

pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan faktor keramahan pelayanan oleh 30 responden

yang melakukan pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan dengan kategori baik sebanyak 30 orang (100%)

Wiraswasta 3 10

Karyawan 1 3,4

Buruh 4 13,3

Ibu Rumah Tangga 10 33,3

Pelajar 2 6,7

(5)

Tabel 6 Distribusi Frekuensi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh penderita tuberkulosis paru berdasarkan faktor kenyamanan pelayanan

di UPTD Kesehatan Puskesmas Sukamulya Kabupaten Ciamis No Pemanfaatan Pelayanan Frekuensi % Kesehatan 1 Baik 30 100 2 Cukup - - 3 Kurang - - Total 30 100 Tabel 6 menunjukkan pemanfaatan pelayanan

kesehatan berdasarkan faktor keramahan pelayanan oleh 30

responden yang melakukan

pemanfaatan pelayanan

kesehatan berdasarkan dengan kategori baik sebanyak 30 orang (100%).

Tabel 7 Distribusi Frekuensi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh penderita tuberkulosis paru di UPTD Kesehatan Puskesmas Sukamulya

Kabupaten Ciamis No Pemanfaatan Pelayanan Frekuensi % Kesehatan 1 Baik 27 90 2 Cukup 3 10 3 Kurang - - Total 30 100 Tabel 7menunjukkan

pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh 30 responden yang melakukan pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan kategori baik sebanyak 27 orang (90%) dan pemanfaatan

pelayanan kesehatan dengan

kategori cukup sebanyak 3 orang (10%).

Berdasarkan hasil analisis kuesioner penelitian terhadap 30

responden tentang faktor

kebutuhan dalam pemanfaatan

pelayanan kesehatan oleh

penderita tuberkulosis paru

menunjukkan bahwa 4 orang

penderita tuberkulosis paru

(13,33%) memafaatkan pelayanan kesehatan dengan baik, 25 orang

penderita tuberkulosis paru

(83,33%) memanfaatkan pelayanan

kesehatan dengan cukup dan 1 orang penderita tuberkulosis paru

(3,34%) kurang memanfaatkan

pelayanan kesehatan.

Hasil penelitian tersebut

menunjukkan bahwa sebagian

besar responden memanfaatkan

pelayanan kesehatan dengan

cukup, pemanfaatan yang baik tersebut meliputi pemeriksaaan diri ke tempat pelayanan kesehatan ketika responden dalam kondisi sakit serta menggunakan fasilitas laboratorium sebagai pemeriksaan

penunjang apabila diperlukan.

Berdasarkan hasil wawancara

dengan responden didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden jarang memanfaatkan kartu BPJS kesehatan bahkan ada beberapa responden yang mengatakan bahwa

(6)

mereka belum mempunyai kartu BPJS kesehatan.

Hasil penelitian

menunjukkan bahwa pemanfaatan

pelayanan kesehatan oleh

penderita tuberkulosis paru di

UPTD Kesehatan Puskesmas

Sukamulya Kabupaten Ciamis yang paling tertinggi yaitu pemanfaatan

pelayanan kesehatan dengan

kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa penderita tuberkulosis paru

sudah cukup baik dalam

memanfaatkan pelayanan

kesehatan yang artinya penderita

tuberkulosis paru sudah

mengetahui dan memahami

pentingnya memanfaatkan

pelayanan kesehatan dengan

tujuan meningkatkan derajat

kesehatan masyarakat. SIMPULAN

Berdasarkan faktor

keramahan pelayanan,

kenyamanan pelayanan dalam

pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh penderita tuberkulosis paru di

UPTD Kesehatan Puskesmas

Sukamulya Kabupaten Ciamis

hasilnya dalam kategori baik,

sedangkan berdasarkan faktor

kebutuhan dalam kategori cukup. Metode dan variabel yang berbeda

dapat diteliti lebih lanjut

diantaranya faktor yang

mempengaruhi pemanfaatan

pelayanan kesehatan oleh

penderita tuberkulosis paru

sehingga bisa didapatkan hasil penelitian yang lebih relevan.

DAFTAR PUSTAKA

Amin, & Bahar. (2011). Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid II (4 ed.). Jakarta: FKUI.

Arikunto, S. (2011). Manajemen

Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Asri, A., Ngatimin, H. R., & Thaha,

R. M. (2012, Januari 6). Prilaku Penderita TB Paru

Dalam Pemanfaatan

Pelayanan Kesehatan Pada Komunitas Adat Kajang Di Kabupaten Bulukumba.

Azwar, A. (2012). Sikap Manusia

dan Pengukurannya (2 ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dinkes Kab Ciamis. (2015). Profil

Kesehatan Kabupaten Ciamis. DinasKesehatan Kabupaten Ciamis. Horsburgh, C.R., (2013). Epidemiology of Tuberculosis. Availablefrom: www.uptodate.com [Accesed 8 Maret 2016]. Kartasasmita, C. (2012). Epidemiologi Tuberkulosis. Jakarta: Sari Pediatri.

Kemenkes RI. (2011). Sistem

Jaminan Kesehatan Nasional. ___________ (2012). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis (4 ed.). Departemen Kesehatan Republik Indonesia. ___________ (2013). Kurikulum dan

Modul Pengembangan Desa Siaga.

___________ (2013). Pelayanan

Dasar Kesehatan .

___________ (2013). Pelayanan

Kesehatan Masyarakat.

___________ (2013). UU Kesehatan

RI No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Kusuma, R. (2011). Pelayanan

Masyarakat. Jakarta: EGC.

Naga, S. S. (2012). Buku Panduan

Lengkap Ilmu Penyakit Dalam.

Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan

Masyarakat Ilmu Dan Seni. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.

____________ (2010). Metodologi

(7)

Yogyakarta: PT. Rineka Cipta.

____________ (2011). Pengantar

Pendidikan Kesehatan Dan Ilmu Prilaku.

Yogyakarta: PT. Rineka

Cipta.

Pare, A. L., Amiruddin, R., & Leida, I. (2012). Hubungan Antara Pekerjaan, PMO, Pelayanan

Kesehatan, Dukungan

Keluarga Dan Diskriminasi Dengan Perilaku Berobat Pasien TB Paru.

PDPI. (2011). Tuberkulosis. Jakarta:

Perhimpunan Dokter Paru

Indonesia.

Price, S., & Standrige, M. (2011). Patofisioligi Konsep Klinis Proses-ProsesPenyakit. Jakarta: EGC..

Puskesmas Sukamulya. (2015).

Profil Puskesmas Sukamulya.

Putra, A. (2011). Kejadian

Tuberkulosis Pada Anggota

Keluarga Yang

TinggalSerumah Dengan Penderita Tuberkulosis BTA Positif.

Ridintika, I., & Rachmani, E.

(2009). Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Rawat Jalan Oleh Masyarakat di Wlayah Kerja Puskesmas Unggaran

Kabupaten Semarang. Jurnal Visikes , 8. Senewe, F. P. (2007). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis

Paru Di Puskesmas Depok.

Setiadi. (2013). Konsep dan

Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: GrahaIlmu.

World Health Organization (WHO). (2012) Global Tuberculosis Report. Available

from: (www.who.int)

[Accesed 27 Februari 2016 Yuliah. (2010). Hubungan Faktor

Pendidikan, Kebutuhan

dan Sikap Petugas

Kesehatan dengan

Pemanfaatan Pelayanan

Kesehatan oleh Masyarakat

di Kota Medan. Jurnal

Gambar

Tabel 1 Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin
Tabel 7 Distribusi Frekuensi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh  penderita tuberkulosis paru di UPTD Kesehatan Puskesmas Sukamulya

Referensi

Dokumen terkait

Seandainya pemilihan langsung Walikota Kota Tangerang Selatan dilaksanakan pada hari ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih atau dianggap paling pantas menjadi Walikota di antara

Menurut Schniewind dan Cahn (1989), balok laminasi untuk tujuan struktural adalah suatu teknik pembuatan produk yang berbasis tekanan, terdiri dari kumpulan

memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada pertumbuhan tinggi maupun diameter anakan Pasak Bumi dari 2 populasi, Samboja dan TNK.. Faktor populasi memberikan

Pernyataan tersebut didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bagga and Kulkarni (2000) di India yang menyatakan anak dengan usia menarche lebih awal

Berbelaskasih terhadap diri sendiri dapat juga berarti, bahwa Anda kadang- kadang mau menjadi sesama buat orang lain yang Anda jumpai dalam hidupmu, tetapi tidak sanggup

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam Tugas Akhir ini adalah dapat merencanakan dan menentukan tebal perkerasan serta alternatif perbaikan tanah dasar guna mencegah

• Target 0% Kawasan Kumuh pada 2019 • 121 Kawasan SK Kumuh di Kota Bandung • 15 Kawasan prioritas penataan (RP2KPKP) • Mengidentifikasi skema-skema pembiayaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) perkembangan pengangguran terbuka, investasi, upah, pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Provinsi Jambi; (2) pengaruh