37
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Paradigma Penelitian
Paradigma dari penelitian ini adalah mencari hubungan antara media sosial dengan kesadaran merek aplikasi Logbook, sehingga bisa diketahui apakah kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang signifikan atau sebaliknya. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpuan data menggunakan kuesioner.
3.2 Pendekatan Penelitian
Penelitian ini melakukan metodologi kuantitatif, seringkali metode kuantitatif dianggap sebagai metode tradisional karena sudah mentradisi metode ini digunakan dalam sebagian besar penelitian, metode ini juga dikenal sebagai metode yang positivis karena berlandaskan pada filsafat positivis. Disebut juga sebagai metode ilmiah karena memenuhi kaidah-kaidah yang empiris, obyektif, terukur rasional dan sistematis sehingga menjadikan validasi metode ini semakin kuat. Metode ini juga bersifat discovery karena bisa dikembangka, dengan berbagai ilmu dan iptek baru, yang paling mendasar dari metode kuantitatif adalah data-data yang diolah berupa angka dan mengunakan statistik sebagai wadah untuk menganalisis data. (Sugiyono, 2013 : 7)
Danim dalam (Ardianto, 2011 : 47-18 ) menyatakan penelitian kuantitatif memiliki 12 karateristik yaitu:
1. Ilmu-ilmu keras
2. Fokus ‘ringkas’ dan sempit 3. Reduksionistik
4. Objektif
5. Penalaran logis dan deduktif
6. Basis pengetahuan: hubungan sebab-akibat 7. Menguji teori
8. Kontrol atas variabel 9. Instrumen
10. Elemen dasar analisis ; angka 11. Analisis statistik atas data 12. Generalisasi
Kesimpulan dari teori diatas adalah metode yang akan digunakan adalah metode kuantitatif, yaitu merupakan metode yang digunakan untuk mengukur atau mendapatkan suatu keabsahan data dengan dasar keingintahuan untuk menguji suatu hal.
Teknik pengumpulan data akan dilakukan dengan menggunakan kuesioner, yaitu memberikan seperangkat pertanyaan kepada responden sesuai dengan variabel yang sudah ditentukan, kuesioner yang diberikan kepada responden bisa berupa pertanyaan/pernyataan yang terbuka atau tertutup sesuai dengan kebutuhan data yang perlu dimiliki (Sugiyono, 2013;142). Kuesioner yang akan diberikan kepada responden adalah pertanyaan/pernyataan tertutup.
3.3 Jenis Penelitian
Menentukan jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berlandaskan tujuan dan tingkat kealamiahan suatu obyek yang diteliti. Berdasarkan tujuan, metode penelitian dapat dibagi menjadi penelitian dasar, penelitian terapan dan penelitian pengembangan selanjutnya merujuk pada tingkat kealamiahan, metode penelitian dapat dikelompokkan menjadi metode penelitian, survey dan naturalistik.
Metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya (Sugiyono, 2013: 4-6)
Dalam melakukan penelitian terhadap hubungan antara media sosial dengan kesadaran merek aplikasi Logbook maka jenis penelitian yang akan dipakai adalah metode survey karena dalam metode ini dituntut untuk mendapatkan data dari tempat yang alami (bukan dari tempat buatan).
3.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah metode survei dan instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner. Berlandaskan teori umum yang sudah ada sebelumnya metode survey terbagi menjadi dua yaitu dekskriptif dan eksplanatif.
Penelitian ini akan menggunakan adalah metode eksplanatif atau korelasional untuk menguji kebenaran antara variabel yang di hipotesiskan karena akan ada hipotesis yang diuji kebenarannya. Menurut Faisal (2001:21-22) hipotesis itu menggambarkan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya sehingga bisa diketahui apakah suatu variabel berpengaruh atau tidak dengan variabel lainnya atau apakah suatu variabel lain berasosiasi atau tidak dengan variabel lainnya. Metode ini juga bertujuan untuk meneliti sudah sejauh mana variasi dengan suatu faktor berhubungan dengan korelasi lain, apabila hanya dua variabel yang dihubungkan maka disebut korelasi sederhana akan tetapi apabila lebih dari 2 variabel maka disebut korelasi ganda (Ardianto, 2011: 50)
Pengaplikasian metode korelasional di dalam penelitian ini adalah menjelaskan hubungan antara media sosial dengan kesadaran merek aplikasi Logbook pada Komunitas Backpacker Indonesia wilayah Jabodetabek
3.5 Variabel Penelitian
3.5.1 Pengertian Variabel Penelitian
Variabel penelitian merupakan segala sesuatu berupa apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, diukur dan bisa mendapatkan informasi dari variabel itu sehingga bisa diperoleh data yang diharapkan dan bisa membuat kesimpulan dari penelitian tersebut (Sugiyono, 2013: 38)
Teori lain menyatakan bahwa variabel merupakan bagian emporis dari sebuah konsep atau konstruk, fungsi dari variabel adalah sebagai penghubung antara dunia teoritis dengan dunia empiris (Kriyantoro, 2012: 20)
Kesimpulan dari teori-teori diatas adalah variabel merupakan suatu hal yang akan menjadi acuan dalam melakukan penelitian dan bertujuan untuk diteliti atau diukur dan muncul melalui rumusan masalah.
3.5.2 Jenis-Jenis Variabel
Variabel mempunyai 2 sisi yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel independen merupakan variabel yang menyebabkan pengaruh terhadap variabel lainnya dan variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya (Kriyantoro, 2012: 20). Variabel dalam penelitian ini adalah:
1. Variabel Pengaruh atau Bebas (Independen), merupakan variabel yang mempengaruhi variabel lainnya, yaitu:
X = Media Sosial
Yang menjadi variabel independen disini adalah variabel media sosial dan mempunyai 4 dimensi di dalamnya yaitu quality, interactions and feedback, puechase intent dan Awareness
2. Variabel Tergantung atau Tidak Bebas (Dependen), merupakan variabel yang akan dipengaruhi oleh variabel pengaruh atau bebas, yaitu:
Y = Kesadaran Merek
Yang menjadi variabel dependen disini adalah variabel kesadaran merek dimana mempunyai 4 dimensi didalamnya yaitu puncak pikiran, pengingatan kembali terhadap merek, pengenalan merek dan tidak menyadari keberadaan merek.
3.6 Populasi dan Sampel 3.6.1 Pengertian Populasi
Populasi mempunyai pengertian yang berbeda di dalam metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif populasi diasumsikan sebagai wilayah generalisasi dimana terdapat suatu karakter dan kualitas tertentu yang sudah ditetapkan oleh peneliti sehingga dapat menarik hasil dan kesimpulannya (Sugiyono, 2013: 215).
Teori lain juga menyatakan populasi adalah suatu objek yang akan diamati, objek ini bisa berupa apa saja bisa orang, benda ataupun peristiwa. Penentuan dari suatu populasi berdasarkan topik dan tujuan survey, maksudnya adalah populasi merupakan suatu hal yang akan diamati atau
diteliti dengan intensif agar bisa mendapatkan hasil yang sesuai. (Ardianto, 2011: 171)
Berdasarkan teori diatas, populasi yang digunakan untuk mendukung pengumpulan data adalah anggota komunitas Backpacker Indonesia wilayah Jabodetabek sebanyak 734 anggota dan penentuan sampel akan ditentukan menggunakan rumus slovin.
3.6.2 Pengertian Sampel
Sampel adalah jumlah dari sebagian populasi yang dianggap memiliki karakter yang sesuai dengan kriteria peneliti, pengambilan sampel dari populasi harus representatif agar tidak berujung pada kesimpulan yang salah (Sugiyono, 2013: 81)
Sugiyono menyatakan salah satu teknik untuk menetukan jumlah sampel dari suatu populasi adalah dengan menggunakan rumus slovin sebagai berikut:
n : Jumlah sampel N : Jumlah populasi
e : Batas toleransi kesalahan
(Sugiyono,2012:164)
Dalam penggunaan rumus ini harus ditentukan batas toleransi kesalahan. Penentuan batas toleransi dinyatakan dalam bentuk persentase, semakin kecil persentase kesalahannya maka semakin akurat sampel tersebut bisa menggambarkan populasinya. Umar dalam Sugiyono (2012:164) menyatakan bahwa batas kesalahan yang
ditolerir bagi setiap populasi yang tidak sama adalah 1%, 2%, 3%. 4%, 5%. Atau 10%.
Batas toleransi kesalalahan yang digunakan untuk populasi komunitas Backpacker Indonesia wilayah Jabodetabek adalah 10%
Berlandaskan rumus diatas, maka dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut:
n = 734 1 + 734. (0.1)2 = 734 1 + 734. (0.01) = 734 8,34 = 88
Berdasarkan hasil dari perhitungan diatas maka akan diambil sampel sebanyak 88 anggota Komunitas Backpacker Indonesia wilayah Jabodetabek
3.7 Teknik Pengumpulan Data, Jenis dan Sumber 3.7.1 Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah teknik untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penelitian tersebut. Untuk mendapatkan data-data dan informasi yang dibutuhkan maka akan dilakukan teknik pengumpulan data dengan:
1. Pengumpulan Data Primer
Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada peneliti (Sugiyono, 2013: 137), data primer dari penelitian ini adalah kuesioner. Pengumpulan data
kuesioner dilakukan untuk mencari informasi atau jawaban yang lengkap dari responden tanpa merasa khawatir apabila jawaban yang diberikan oleh responden ternyata tidak sesuai atau melenceng dari pertanyaan karena pertanyaan yang diberikan merupakan angket tertutup sehingga kerahasiaan jawaban respoden terjamin keamanannya (Kriyantoro, 2012: 97).
Kuesioner akan dibagikan kepada sampel yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu anggota Komunitas Backpacker Indonesia Wilayah Jabodetabek. Alasan Pengumpulan data primer dikumpulkan melalui teknik kuesioner karena melalui kuesioner peengumpulan data bisa dilakukan dengan angket tertutup, sehingga responden hanya bisa memberikan jawaban yang sudah disediakan oleh pengumpul data.
2. Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder merupakan data pendukung yang didapat dari dokumen seperti buku, jurnal dan website.
3.7.2 Sumber Data
Sumber data yang dibutuhkan untuk melengkapi informasi adalah dari populasi yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu anggota Komunitas Backpacker Indonesia wilayah Jabodetabek.
3.8 Metode Pengumpulan Data 3.8.1 Kuesioner
Metode pengumpulan data ini menggunakan kuesioner dengan teknik angket tertutup, sumber dari pengumpulan data ini adalah anggota komunitas Backpacker Indonesia wilayah Jabodetabek yang berjumlah sebanyak 734 orang dan sampel yang diambil sebesar 88 orang menggunakan rumus slovin.
3.8.2 Tabulasi Data Angket
Skala likert digunakan untuk mengukur sikap seseorang mengenai suatu objek, dalam metode ini objek sikap sudah ditentukan secara spesifik dan sistematik oleh periset (Kriyantono, 2012: 138). Dalam metode skala likert segala bentuk pertanyaan akan dihubungkan dengan jawaban seperti berikut:
a. Sangat Setuju (SS) b. Setuju (S)
c. Ragu-ragu (RR) d. Tidak Setuju (TS) e. Sangat Tidak Setuju
Semua jawaban koresponden akan diberikan atau mengacu kepada tingkatan skala likert, dalam metode ini responden hanya perlu menjawab seberapa besar pengaruh media sosial yang dilancarkan aplikasi logbook dan seberapa besar kesadaran merek yang mereka rasakan terhadap aplikasi logbook.
Tabel 3.1 Penilaian Skala Likert Keterangan penilaian
Sangat Tidak Setuju 1
Tidak Setuju 2
Ragu-ragu 3
Setuju 4
Sangat Setuju 5
Sumber: Sugiyono (2013: 94) 3.9 Teknik Analisis Data
3.9.1 Analisis Kuantitatif
Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat. Analisis bivariat digunakan untuk bisa melihat hubungan 2 variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat dimana terdapat beberapa kemungkinan dalam hubungan
antarvariabel, oleh karena itu analisis bivariat akan digunakan untuk hubunngan anatar variabel media sosial dengan variabel kesadaran merek (Kriyantoro, 2012: 168).
Berikut adalah beberapa kemungkinan dari hubungan antarvariabel berdasarkan analisis bivariat:
a. Simetris
Mempunyai hubungan tetapi keduanya tidak saling mempengaruhi, misalkan perubahan suatu variabel tidak terjadi karena variabel lainnya.
b. Dua variabel mempunyai hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi.
c. Asimetris
Sebuah variabel mengalami perubahan karena dipengaruhi oleh variabel lain.
Kesimpulan dari teori diatas adalah analisis bivariat digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel yaitu variabel independen selaku media sosial dan variabel dependen selaku kesadaran merek, analisis ini digunaka untuk mengukur apakah ada hubungan signifikan antara media sosial dengan kesadaran merek aplikasi logbook.
3.9.2 Uji Realibilitas
Realibilitas adalah memiliki arti dapat dipercaya dengan kata lain suatu alat ukur memiliki realibilitas bila hasil pengukurannya relatif konsisten walaupun digunakan berulang kali dan digunakan oleb beberapa peneliti lainnya (Kriyantono, 2012: 143-144).
Dalam pelaksanaan menuju validasi suatu data, uji realibiltas perlu dilakukan. Oleh karena itu pengukuran kuesioner perlu dilakukan, pengukuran kuesioner ini akan dilakukan dengan cara one shot. Yaitu pengukuran hanya akan dilakukan sekali kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan, untuk mengukur realibiltas ini akan digunakan uji statistik Cronbach Alpha. Nunnally menyatakan dalam uji statistik ini suatu konstruk atau variabel
dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70 (Ghozali, 2013: 48). Prosedur SPSS 21 akan digunakan dalam menguji reabilitas ini.
3.9.3 Uji Validitas
Validalitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur itu mengukur sesuatu, dalam penggolongannya validitas terbagi menjadi beberapa jenis yaitu validitas konstruk, validitas isi, validitas eksternal, validitas prediktif, validitas budaya dan validitas rupa (Ardianto, 2010: 188).
Uji validitas digunakan untuk mengukur apakah suatu pertanyaan atau kuesioner valid atau sah karena suatu kuesioner dikatakan mempunyai nilai yang valid apabila kuesioner tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang hendak diukur oleh kuesioner tersebut sehingga bisa mendapatkan data yang valid pada akhir penelitian (Eriyanto, 2013: 259)
Pengujian validitas akan dilakukan dengan menggunakan nilai corrected item-total correlation, dengan menggunakan landasan pengujian apabila nilai yang dihasilkan lebih besar dari nilai r-tabel maka butir pertanyaan dalam kuesioner tersebut valid (Henry, 2009:161). Kuesioner akan disebarkan kepada 30 responden (α: 0,05; n= 30) kemudian digunakan r-tabel sebagai tolak ukur validitas dan diperoleh hasil sebesar 0,361.
Pengambilan keputusan uji validitas adalah sebagai berikut:
a. Apabila r bernilai positif dan bernilai lebih dari 0,361 (> 0,361) maka pertanyaan tersebut valid
b. Apabila r bernilai negatif dan bernilai kurang dari 0,361 (< 0,361) maka pertanyaan tersebut tidak valid
3.9.4 Uji Normalitas
Uji statistik Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk mengetahui apakah sebaran suatu data terdistribusi secara normal atau tidak, kesimpulannya adalah apakah data yang didapat dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Tolak ukur normalitas suatu data mengacu pada nilai signifikan diatas 0,05 (> 0,05) (Ghozali, 2013: 32)
Untuk mendeteksi normalitas data perlu dilakukan pengujian data dengan menentukan hipotesis pengujian terlebih dahulu yaitu:
H0: Data terdistribusi secara normal Ha: Data tidak terdistribusi secara normal
3.9.5 Analisis Korelasi
3.9.5.1 Analisis Hubungan
Analisis hubungan merupakan suatu uji statistik indiferensial untuk melihat derajat hubungan antara dua variabel atau lebih sehingga bisa dilihat apakah hubungan antara variabel tersebut positif atau negatif. Kekuatan hubungan antara variabel yang menunjukkan derajat hubungan disebut dengan koefisien asosiasi atau korelasi (Kriyantono,2012:172-173
Suatu uji hubungan akan selalu menghasilkan data berupa angka yang dikenal dengan koefesien korelasi antar variabel. Angka korelasi akan selalu menunjukkan 2 hal yaitu arah hubungan dan kekuatan hubungan. Pertama, yang dimaksud dengan arah hubungan adalah, setiap hubungan antara variabel akan mempunyai nilai positif ataupun negatif, suatu hubungan antar variabel dikatakan positif apabila penambahan nilai suatu variabel diikuti oleh penambahan nilai variabel lainnya atau penurunan suatu nilai variabel diikuti oleh penurunan nilai variabel lainnya. Kedua, Kekuatan hubungan antar variabel, nilai kuat atau lemahnya suatu variabel dinyatakan dalam koefesien korelasi, koefesien korelasi positif terbesar adalah 1 dan koefesien korelasi negatif terbesar adalah -1 sedangkan koefesien korelasi terkecil adalah 0 (Eriyanto,2011: 351)
Uji korelasi yang digunakan adalah uji korelasi Pearson yang digunakan untuk menguji 2 variabel indenpen dan dependen yang mempunyai ukuran skala interval atau rasio, variabel yang digunakan adalah variabel media sosial selaku variabel independen dan variabel kesadaran merek selaku variabel dependen. Uji korelasi ini digunakan untuk menguji pernyataan seberapa signifikan hubungan antara media sosial dengan kesadaran merek aplikasi Logbook. Setelah dilakukan pengujian maka bisa diketahui tingkatan hubungan antara variabel media sosial dengan variabel kesadaran merek dengan mengacu kepada skala koefesien korelasi dibawah ini.
Tabel 3.2 Skala Koefesien Korelasi Koefesien Korelasi Tingkat Hubungan 0.00 0.199 Sangat Rendah 0.20 0.339 Rendah 0.40 0.559 Sedang 0.60 0.799 Kuat 0.80 0.999 Sangat Kuat 1.00 Sempurna Sumber: Eriyanto (2011:351) 3.10 Uji Hipotesis
Hipotesis merupakan pendapat yang masih kurang jelas kebenarannya, maksudnya adalah hipotesis adalah pernyataan sementara dan masih harus diuji terlebih dahulu karena bersifat sementara atau tentatif, maksudnya adalah ketika menentukan suatu hipotesis tidak disarankan untuk memprediksikan hasil dari hipotesis tersebut sebelum dilakukan pengujian secara sah dan terukur dengan pasti. (Ardianto, 2012: 27).
Pengujian hipotesis yang dilakukan adalah uji 2 pihak (two tail test) dan menggunakan hipotesis asosiatif (Sugiyono, 2013: 163)
H0: Tidak ada hubungan signifikan antara media sosial dengan kesadaran merek aplikasi logbook pada komunitas Backpacker Indonesia
Ha: Adanya hubungan signifikan antara media sosial dengan kesadaran merek aplikasi logbook pada komunitas Backpacker Indonesia
Untuk menguji signifikansi hubungan antar variabel sehingga bisa mengetahui hasil uji dari (H0) dan (Ha) perlu dilakukan uji dengan rumus
korelasi product moment pearson dengan derajat kebebasan yang sudah ditentukan sebelumnya dan tingkat signifikansi (α) sebesar 0.05 dan dilakukan tes pada 2 sisi. Kriteria pengujian uji signifikansi adalah:
a. Jika | thitung | ≥ ttabel {α/2 ; (n-2)} ; maka dapat diambil
kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima sehingga akan tercapai suatu pernyataan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara media sosial dan kesadaran merek aplikasi Logbook.
b. Jika ttabel {α/2 ; (n-2)} < thitung < ttabel {α/2 ; (n-2)} ; maka dapat diambil kesimpulan bahwa H0 tidak ditolak sehingga akan tercapai suatu pernyataan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara media sosial dengan kesadaran merek aplikasi Logbook.
Rumus yang digunakan untuk uji signifikansi dengan korelasi product moment adalah sebagai berikut:
Gambar 3.1 Rumus Product Moment Sumber: Sugiyono, 2012: 184
3.11 Operasionalisasi Konsep Variabel X (Media Sosial)
Tabel 3.3 Variabel Media Sosial
Variabel Konsep Variabel Dimensi Indikator Skala
Media Sosial Media Sosial Enngagement Framework. Perencanaan promosi yang dilakukan oleh media sosial sehingga suatu audiens akan mendapatkan pesan mengenai produk tersebut. (Powell, Groves, Dimos, 2011:85) Quality Seberapa berkualitas isi konten yang di tuliskan di media sosial aplikasi Logbook Travel Likert Purchase Intent Media sosial mempengaruhi audiens untuk mengunduh aplikasi Logbook Travel Likert Interactions and Feedback Keaktifan admin media sosial Logbook Travel untuk berinteraksi dengan para user
Likert
Awareness Kesadaran aplikasi
Logbook yang dihasilkan media sosial Facebook dan Twitter
Likert
Sumber: Powell, Groves, Dimos (2011:85) Variabel Y (Kesadaran merek)
Tabel 3.4 Variabel Kesadaran merek Variabel Konsep
Variabel
Dimensi Indikator Skala
Kesadaran merek Kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu (Aaker, 1996: 90) 1. Puncak pikiran (Top of Mind) Merek yang disebut adalah merek yang paling diingat dari sekian banyak merek Likert 2. Pengingatan kembali (Brand Recall) Bisa mengenali merek dengan disebutkan beberapa merek tertentu Likert 3. Pengenalan Merek (Brand Recognition) Merek dikenal setelah diberi bantuan atribut merek (logo, gambar dan slogan) Likert 4. Tidak menyadari merek (Unware of Brand) Tidak mengenali merek sama sekali Likert