• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOCRPIJM 9142c7b896 BAB XBAB 10 OK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "DOCRPIJM 9142c7b896 BAB XBAB 10 OK"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

(1)

BAB X

ASPEK KELEMBAGAAN

Dalam pembangunan prasarana bidang Cipta Karya, untuk mencapai hasil yang optimal diperlukan kelembagaan yang dapat berfungsi sebagai motor penggerak RPI2-JM Bidang Cipta Karya agar dapat dikelola dengan baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kelembagaan dibagi dalam 3 komponen utama, yaitu organisasi, tata laksana dan sumber daya manusia. Organisasi sebagai wadah untuk melakukan tugas dan fungsi yang ditetapkan kepada lembaga; tata laksana merupakan motor yang menggerakkan organisasi melalui mekanisme kerja yang diciptakan; dan sumber daya manusia sebagai operator dari kedua komponen tersebut. Dengan demikian untuk meningkatkan kinerja suatu lembaga, penataan terhadap ketiga komponen harus dilaksanakan secara bersamaan dan sebagai satu kesatuan.

10.1. Arahan Kebijakan Kelembagaan Bidang Cipta Karya

Beberapa kebijakan berikut merupakan landasan hukum dalam pengembangan dan peningkatan kapasitas kelembagaan bidang Cipta Karya pada pemerintahan kabupaten/kota.

1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

Dalam UU 32/2004 disebutkan bahwa Pemerintah Daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan menjalankan otonomi seluas-luasnya, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah. Untuk membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan otonomi, maka dibentuklah organisasi perangkat daerah yang ditetapkan melalui Pemerintah Daerah.

Dasar utama penyusunan perangkat daerah dalam bentuk suatu organisasi adalah adanya urusan pemerintahan harus dibentuk ke dalam organisasi tersendiri. Besaran organisasi perangkat daerah sekurang-kurangnya mempertimbangkan faktor kemampuan keuangan, kebutuhan daerah, cakupan tugas yang meliputi sasaran tugas yang harus diwujudkan, jenis dan banyaknya tugas, luas wilayah kerja dan kondisi geografis, jumlah dan kepadatan

(2)

2. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan

PP tersebut mencantumkan bahwa bidang pekerjaan umum merupakan bidang wajib yang menjadi urusan pemerintah daerah, dan pemerintah berkewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap pemerintah kabupaten/kota.

PP 38/2007 ini juga memberikan kewenangan yang lebih besar kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melaksanakan pembangunan di Bidang Cipta Karya, yang berbunyi: “(1) Urusan wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) adalah urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota, berkaitan dengan pelayanan dasar. (2) Urusan wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: antara lainnya adalah bidang pekerjaan umum”.

Dari pasal tersebut, ditetapkan bahwa bidang pekerjaan umum merupakan bidang wajib yang menjadi urusan pemerintah daerah, sehingga penyusunan RPI2-JM bidang Cipta Karya sebagai salah satu perangkat pembangunan daerah perlu melibatkan Pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

3. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Daerah Berdasarkan PP 41 tahun 2007, bidang PU meliputi bidang Bina Marga, Pengairan, Cipta Karya dan Penataan Ruang. Bidang PU merupakan perumpunan urusan yang diwadahi dalam bentuk dinas. Dinas ditetapkan terdiri dari 1 sekretariat dan paling banyak 4 bidang, dengan sekretariat terdiri dari 3 sub-bagian dan masing-masing bidang terdiri dari paling

Banyak 3 seksi.

(3)

4. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang RPJMN 2010-2014

Dalam Buku II Bab VIII Perpres ini dijabarkan tentang upaya untuk meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi diperlukan adanya upaya penataan kelembagaan dan ketalalaksanaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, penyempurnaan sistem perencanaan dan penganggaran, serta pengembangan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dan aparaturnya.

Untuk mendukung penataan kelembagaan, secara beriringan telah ditempuh upaya untuk memperkuat aspek ketatalaksanaan dilingkungan instansi pemerintah, seperti perbaikan standar operasi dan prosedur (SOP) dan penerapan e-government di berbagai instansi. Sejalan dengan pengembangan manajemen kinerja dilingkungan instansi pemerintah, seluruh instansi pusat dan daerah diharapkan secara bertahap dalam memperbaiki sistem ketatalaksanaan dengan menyiapkan perangkat SOP, mekanisme kerja yang lebih efisien dan efektif, dan mendukung upaya peningkatan akuntabilitas kinerja.

5. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 Tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025

Tindak lanjut dari Peraturan Presiden ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 30 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengusulan, Penetapan, dan Pembinaan Reformasi Birokrasi pada Pemerintah Daerah. Berdasarkan peraturan menteri ini, reformasi birokrasi pada pemerintah daerah dilaksanakan mulai tahun 2012, dengan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sesuai dengan kemampuan pemerintah daerah. Permen ini memberikan panduan dan kejelasan mengenai mekanisme serta prosedur dalam rangka pengusulan, penetapan, dan pembinaan pelaksanaan reformasi birokrasi pemerintah daerah.

Upaya pembenahan birokrasi di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya telah dimulai sejak tahun 2005. Pembenahan yang dilakukan adalah menyangkut 3 (tiga) pilar birokrasi, yaitu kelembagaan, ketatalaksanaan, dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk mendukung tercapainya good governance, maka perlu dilanjutkan dan disesuaikan dengan program reformasi birokrasi pemerintah, yang terdiri dari sembilan program, yaitu :

(4)

b. Program Penataan Peraturan Perundang-undangan, meliputi: penataan berbagai peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan/diterbitkan oleh K/L dan Pemda;

c. Program Penguatan dan Penataan Organisasi, meliputi: restrukturisasi tugas dan fungsi unit kerja, serta penguatan unit kerja yang menangani organisasi, tata laksana, pelayanan publik, kepagawaian dan diklat;

d. Penataan Tatalaksana, meliputi: penyusunan SOP penyelenggaraan tugas dan fungsi, serta pembangunan dan pengembangan e-government;

e. Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur, meliputi: penataan sistem rekrutmen pegawai, analisis dan evaluasi jabatan, penyusunan standar kompetensi jabatan, asesmen individiu berdasarkan kompetensi;

f. Penguatan Pengawasan, meliputi: penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Peningkatan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP);

g. Penguatan Akuntabilitas, meliputi: penguatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, pengembangan sistem manajemen kinerja organisasi dan penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU);

h. Penguatan Pelayanan Publik, meliputi: penerapan standar pelayanan pada unit kerja masing-masing, penerapan SPM pada Kab/Kota.

(5)

Gambar 10.2. Pola Pikir Penyusunan Reformasi Birokrasi PU 2010-2014 Cipta Karya

6. Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional

Di dalam Inpres ini dinyatakan bahwa pengarusutamaan gender ke dalam seluruh proses pembangunan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan fungsional semua instansi dan lembaga pemerintah di tingkat Pusat dan Daerah. Presiden menginstruksikan

untuk melaksanakan pengarusutamaan gender guna terselenggaranya perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan nasional yang berperspektif gender sesuai dengan bidang tugas dan fungsi, serta kewenangan masingmasing.

(6)

memasukkan prinsip-prinsip PUG, demikian pula di dalam pengelolaan RPI2-JM Bidang Cipta Karya.

7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 Tentang Standar Pelayanan Minimum

Peraturan Menteri PU ini menekankan tentang target pelayanan dasar bidang PU yang menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten/kota. Target pelayanan dasar yang ditetapkan dalam Permen ini yaitu pada Pasal 5 ayat 2, dapat dilihat sebagai bagian dari beban dan tanggungjawab kelembagaan yang menangani bidang ke- PU-an, khususnya untuk sub bidang Cipta Karya yang dituangkan di dalam dokumen RPI2-JM.

Dalam Permen ini juga disebutkan bahwa Gubernur bertanggung jawab dalam koordinasi penyelenggaraan pelayanan dasar bidang PU, sedangkan Bupati/Walikota bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pelayanan dasar bidang PU. Koordinasi dan penyelenggaraan pelayanan dasar Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dilaksanakan oleh instansi yang bertanggung jawab di Bidang PU dan Penataan Ruang baik provinsi maupun kabupaten/kota.

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah

Peraturan menteri ini menjadi landasan petunjuk teknis dalam penataan perangkat daerah. Berdasarkan Permen ini dasar hukum penetapan perangkat daerah adalah Peraturan Daerah (Perda). Penjabaran tupoksi masing-masing SKPD Provinsi ditetapkan

dengan Pergub, dan SKPD Kab/Kota dengan Perbup/Perwali.

9. Permendagri Nomor 57 tahun 2010 tentang Pedoman Standar Pelayanan Perkotaan

Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi pemerintah daerah sebagai dasar untuk memberikan pelayanan perkotaan bagi masyarakat. SPP adalah standar pelayanan minimal kawasan perkotaan, yang sesuai dengan fungsi kawasan perkotaan merupakan tempat permukiman perkotaan, termasuk di dalamnya jenis pelayanan bidang Cipta Karya, seperti perumahan, air minum, drainase, prasarana jalan lingkungan, persampahan, dan air limbah.

(7)

Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi setiap instansi pemerintah dalam menghitung kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerja dalam rangka penyusunan formasi PNS. Dalam perhitungan kebutuhan pegawai, aspek pokok yang harus diperhatikan adalah: beban kerja, standar kemampuan rata-rata, dan waktu kerja. Dalam keputusan ini, Gubernur melakukan pembinaan dan pengendalian pelayanan perkotaan, sedangkan Bupati/Walikota melaksanakan dan memfasilitasi penyediaan pelayanan perkotaan.

Berdasarkan peraturan-peraturan di atas, maka dimungkinkan untuk mengeluarkan peraturan daerah untuk pemantapan dan pengembangan perangkat daerah, khususnya untuk urusan pemerintahan bidang pekerjaan umum dan lebih khusus lagi tentang urusan pemerintahan pada sub bidang Cipta Karya. Dengan adanya suatu kelembagaan yang definitif untuk menangani urusan pemerintah pada bidang Cipta Karya maka diharapkan dapat meningkatkan kinerja pelayanan kelembagaan.

10.2. Kondisi Kelembagaan Pemerintah Kota Gunungsitoli

Dalam rangka menyelenggarakan kegiatan pemerintahan disetiap daerah, maka perlu diatur tentang struktur kelembagaan pemerintahan sesuai dengan ciri khas dan karakteristik masing-masing daerah dengan mempedomani ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin kelancaran kegiatan roda pemerintahan dalam berbagai aspek dan dimensi kehidupan.

Struktur kelembagaan Pemerintah Kota Gunungsitoli diatur melalui ketentuan peraturan perundang-undangan yang meliputi :

1. Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 01 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintah Yang Menjadi Kewenangan Kota Gunungsitoli;

2. Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 02 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Kota Gunungsitoli; 3. Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 03 Tahun 2009 tentang Organisasi dan

Tata Kerja Dinas-Dinas Kota Gunungsitoli;

4. Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 04 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Kota Gunungsitoli;

5. Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 05 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Gunungsitoli;

6. Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 06 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan kelurahan Kota Gunungsitoli;

(8)

Kelembagaan organisasi Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli terdiri dari Sekretaris Daerah dipimpin oleh pejabat setingkat eselon II.a, 3 (tiga) asisten sekretariat daerah dipimpin oleh pejabat setingkat eselon II.b, dan 9 (sembilan) bagian dipimpin oleh pejabat setingkat eselon III.a. Masing-masing bagian terdiri dari 3 (tiga) sub bagian yang dipimpin oleh pejabat setingkat eselon IV.a. Sekretariat DPRD dipimpin terdiri dari sekretaris dewan yang dipimpin oleh pejabat setingkat eselon II.b, dan 3 (tiga) bagian yang pimpin oleh pejabat setingkat eselon III.a. Masing-masing bagian terdiri dari 2 (dua) sub bagian yang dipimpin oleh pejabat setingkat eselon IV.a.

Dinas-dinas daerah dalam ruang lingkup Pemerintahan Kota Gunngsitoli terdiri dari 11 (sebelas) unit kerja yang dipimpin oleh pejabat setingkat eselon II.b. Adapun dinas-dinas daerah dimaksud adalah :

1. Dinas Pendidikan 2. Dinas Kesehatan

3. Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi 4. Dinas Pekerjaan Umum

5. Dinas Tata Ruang, Perumahan Kebersihan 6. Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil

7. Dinas Perindustrian, Perdagang Koperasi, dan Usaha Mikro KecMenengah 8. Dinas Perhubungan, KomunikasInformatika

9. Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga 10. Dinas Pertanian, Kehutanan, Kelautan, dan Perikanan 11. Dinas Pendapatan, PengelolaanKeuangan, dan Aset Daerah

Adapun Lembaga-lembaga Teknis daerah setingkat badan terdiri dari : 1. Lembaga Teknis Daerah Inspektorat Kota Gunungsitoli

2. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 3. Badan Kepegawaian Daerah

4. Badan Pemberdayaan Masyarakat, PP, KB, dan Pemdes 5. Kantor Lingkungan Hidup

6. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik 7. Satuan Polisi Pamong Praja

8. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Gunungsitoli 9. Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Selain instansi daerah diatas, terdapatInstansi vertikal, UPT Propinsi, dan BUMN/BUMD yang berdomisili di Kota Gunungsitoli, yaitu:

(9)

2. Kepolisian RI Resort Nias 3. Kejaksaan Negeri Gunungsitoli 4. Pengadilan Negeri Gunungsitoli 5. Departemen Agama Kabupaten Nias 6. Pengadilan Agama Kabupaten Nias 7. Badan Pusat Statistik Kota Gunungsitoli 8. Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Nias 9. UPT. Cabang Dinas Balai PSDA

10. UPT. Cabang Dinas Tarukim

11. UPT. Cabang Dinas Jalan dan Jembatan 12. UPT. Cabang Dinas Pendapatan (SAMSAT)

13. Kantor Administrasi Pelabuhan Kota Gunungsitoli 14. Badan Meteorologi dan Geofisika

15. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 16. Kantor Pelayanan Pajak

17. Pos KAMLA Gunungsitoli 18. PDAM Tirta Umbu 19. PT. PLN (Persero) 20. PT. TELKOM

21. PT. (Persero) Pos Indonesia 22. BNI’ 46

23. BRI Cabang Gunungsitoli 24. PT. Bank Danamon 25. PT. Bank SUMUT 26. Asuransi Jiwasraya

27. PT. Pelabuhan Indonesia Kota Gunungsitoli 28. PLTD Gunungsitoli

29. RRI Cabang Gunungsitoli 30. Perum Pegadaian

31. Bandara Binaka

10.2.1. Kondisi Kelembagaan Non Pemerintahan Kota Gunungsitoli

(10)

antara Pemerintah Kabupaten Nias dengan PDAM Tirta Nadi Medan. Namun seiring berakhirnya nota kesepakatan kerjasama dimaksud, penanganan kebutuhan air bersih kembali ditangani oleh PDAM Tirta Umbu yang merupakan BUMD milik Permerintah Daerah Kabupaten Nias.

Keberadaan PDAM Tirta Umbu Gunungsitoli pasca berakhirnya nota kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Nias dengan PDAM Tirta Nadi Medan belum optimal sebagaimana penanganan sebelumnya yang dilaksanakan oleh PDAM Tirta Nadi Medan. Ruang lingkup pelayanan PDAM Tirta Umbu sangat terbatas yang meliputi sebagian kecil penduduk kota Gunungsitoli dan sekitarnya. Keterbatasan dana dan sumber daya manusia yang dimiliki, menjadi kendala utama dalam meningkatkan jangkauan pelayananan maupun dalam memelihara infrastruktur strategis peningggalan daripada PDAM Tirta Nadi Medan.

10.2.2. Kondisi Kelembagaan Pemerintahan Bidang Infrastruktur

Sistem kelembagaan Pemerintah Kota yang berkaitan dan menangani perencanaan dan pengelolaan sektor Pengembangan Penyehatan Lingkungan dan Permukiman, Infrastrutur, Pengembangan Bangunan dan Lingkungan, terdiri dari Bappeda, Setwilda, Dinas-dinas (Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Permukiman dan Kebersihan, Kantor Lingkungan Hidup, dll),Badan Usaha Milik Daerah/BUMD(PDAM),kantor kecamatan, Kantor desa atau kantor kelurahan, LKMD dan PKK.

Secara keseluruhan jumlah Pegawai Pemerintah Kota Gunungsitoli mencapai jumlah 2.896 orang, yang terdiri golongan I sebanyak 22 orang, golongan II sebanyak 943 orang, golongan III sejumlah 1.375 orang dan Golongan IV sejumlah 554 orang dan dapat dilihat dalam Tabel berikut ini.

(11)

Gambar 10.3. Hubungan Kerja Antar SKPD Kota Gunungsitoli

DPRD KEPALA DAERAH

TECHNO STRUCTURE

BAPPEDA

MIDLLE LINE

SEKDA

SUPPORT STAFF

PERSONI L KEUANGAN UMUM

OPERATING CORE

DINAS-DINAS

PELAYANAN

DASAR

SEKTOR UNGGULAN

JABATAN POLI TI S

(12)

Tabel 10.1. Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Kota Gunungsitoli

NO

PERANGKAT

DAERAH

SKPD

JUMLAH JUMLAH

SEKRE

TARIAT

SUB

BAGIAN BIDANG

SUBBI

D

ESELO

N II

ESELON

III

ESELON

IV

Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 8 9

1

Bappeda Kota

(13)
(14)
(15)

a. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Kota Gunungsitoli

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyelenggarakan fungsi :

 Perumusan kebijakan teknis perencanaan pembangunan dan penanaman modal;

 Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan dan penanaman modal;

 Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah dan penanaman modal;

 Pengelolaan urusan ketatausahaan;

 Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

1) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai uraian tugas :

 Membantu Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah dalam penyelenggaraan tugas bidang perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku;

 Membantu Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah merumuskan kebijakan teknis bidang perencanaan pembangunan daerah;

 Membantu Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah merumuskan kebijakan daerah dalam pelaksanaan kewenangan daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

 Mengkoordinasikan tugas dan fungsi pemerintahan kota dalam bidang perencanaan pembangunan daerah;

(16)

 Melaksanakan tugas perumusan kebijakan perencanaan pembangunan daerah, koordinasi penyusunan rencana yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan masing-masing satuan kerja perangkat daerah;

 Koordinasi, fasilitasi dan pelaksanaan pencarian sumber-sumber pembiayaan pembangunan daerah, serta pengalokasian dana untuk pembangunan daerah bersama-sama dengan instansi terkait;

 Mendukung penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) bersama-sama dengan instansi terkait;

 Mendukung penyusunan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P.APBD) bersama-sama dengan instansi terkait;

 Merumuskan kebijakan dalam rangka pelaksanaan SPM tingkat Kabupaten;

 Merumuskan kebijakan dalam rangka pelaksanaan kerjasama pembangunan antar daerah kabupaten, antar daerah bawahan, swasta dan luar negeri;

 Merumuskan kebijakan dan melaksanakan pengelolaan data dan informasi pembangunan daerah;

 Merumuskan kebijakan pengelolaan kawasan dan pengembangan perkotaan/ pedesaan;

 Mengkoordinasikan penyusunan petunjuk pelaksanaan pengembangan pembangunan perwilayahan;

 Merumuskan kebijakan terkait pengembangan wilayah tertinggal, perbatasan, pesisir dan pulau-pulau kecil, kawasan prioritas, kawasan cepat tumbuh dan kawasan andalan;

 Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah;

 Menyampaikan saran dan pendapat kepada atasan terkait bidang tugasnya;

 Melaksanakan tugas lain yang diberikan Walikota Gunungsitoli melalui Sekretaris Daerah Kota.

Untuk melaksanakan tugas, fungsi dan uraian tugas sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dibantu :

 Sekretaris;

(17)

 Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi;

 Bidang Perencanaan Pembangunan Sosial;

 Bidang Pendataan, Statistik, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan.

2) Sekretaris;

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas yang meliputi:

 membantu Kepala Badan menyelenggarakan tugas-tugas koordinasi perencanaan, pembinaan, pengendalian terhadap program, kegiatan, administrasi dan sumber daya di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Untuk melaksanakan tugas, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyelenggarakan fungsi :

 Pengkoordinasian kegiatan di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Gunungsitoli;

 Penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum, perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, perlengkapan dan rumah tangga untuk mendukung kelancaraan pelaksanaan tugas dan fungsi di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Gunungsitoli;

 Penyelenggaraan hubungan kerja di bidang adminstrasi dengan lembaga terkait;

 Menyelenggarakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sesuai bidang tugas dan fungsinya.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut diatas Sekretaris mempunyai uraian tugas :

 Membantu Kepala Badan dalam mengkoordinasikan kegiatan di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Gunungsitoli;

 Membantu Kepala Badan menyelenggarakan pelayanan administrasi, pengelolaan keuangan, serta menyusun program Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;

(18)

 Mengkoordinir pengelolaan dan penataan secara tertib barang inventaris, barang habis pakai, persuratan dan penggandaan, pelayanan angkutan dan ekspedisi, urusan rumah tangga, ruang rapat serta keamanan dan kebersihan kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;

 Mengkoordinir perencanaan, pengelolaan dan pengurusan pertanggungjawaban keuangan Badan sesuai ketentuan yang berlaku;

 Menyelenggarakan koordinasi, pembinaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan Badan;

 Menganalisa permasalahan-permasalahan yang timbul dalam penyelenggaraan tugas-tugas administrasi perkantoran, keuangan, umum dan kepegawaian;

 Mengevaluasi dan membuat laporan berdasarkan ketentuan yang berlaku sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan;

 Menyampaikan saran dan pendapat kepada atasan terkait bidang tugasnya;

 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai tugas dan fungsinya.

Untuk melaksanakan tugas, fungsi dan uraian tugas Sekretaris dibantu :

 Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

 Sub Bagian Keuangan;

 Sub Bagian Program.

Sub Bagian Umum dan Kepegawaianmempunyai uraian tugas :

 Menghimpun dan membuat rencana strategis, program kerja serta kegiatan bidang umum dan kepegawaian di lingkungan Sekretariat Badan;

 Melaksanakan pengelolaan dan penataan secara tertib barang inventaris, barang habis pakai, persuratan dan penggandaan, pelayanan angkutan dan ekspedisi, urusan rumah tangga, ruang rapat serta keamanan, kebersihan dan pertamanan kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;

(19)

 Membimbing dan memberi petunjuk kepada bawahan di lingkungan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian agar dapat melaksanakan tugas sesuai petunjuk dan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas;

 Membagi tugas atau kegiatan kepada bawahan di lingkungan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dengan memberikan arahan baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan permasalahan dan bidang tugasnya masing-masing;

 Memeriksa, mengoreksi dan mengontrol hasil kerja para bawahan di lingkungan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian guna penyempurnaan lebih lanjut;

 Menilai kinerja para bawahan di lingkungan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk dipergunakan sebagai bahan dalam peningkatan karier;

 Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan penyusunan program-program pada Sub Bagian Program sebagai pedoman dan landasan kerja;

 Mencari, mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data dan informasi yang berhubungan dengan penyusunan program-program di lingkungan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

 Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis mengenai penyusunan program-program kerja di lingkungan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian serta program kerja tahunan;

 Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan penyusunan program-program di lingkungan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian serta menyiapkan bahan-bahan dalam rangka pemecahan masalah;

 Melakukan koordinasi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang administrasi dan umum;

(20)

Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai uraian tugas :

 Menghimpun dan membuat rencana strategis, program kerja serta kegiatan di lingkungan Sekretariat Badan;

 Merencanakan kegiatan Sub Bagian Keuangan sebagai bahan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

 Memberi petunjuk kepada bawahan di lingkungan Sub Bagian Keuangan agar dapat melaksanakan tugas sesuai petunjuk dan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas;

 Membagi tugas atau kegiatan kepada para bawahan di lingkungan Sub Bagian Keuangan dengan memberikan arahan baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan permasalahan dan bidang tugasnya masing-masing;

 Membimbing para bawahan di lingkungan Sub Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas agar sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku;

 Memeriksa, mengoreksi dan mengontrol hasil kerja para bawahan di lingkungan Sub Bagian Keuangan guna penyempurnaan lebih lanjut;

 Menilai kinerja para bawahan di lingkungan Sub Bagian Keuangan berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk dipergunakan sebagai bahan dalam peningkatan karier;

 Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan penyusunan program-program pada Sub Bagian Keuangan sebagai pedoman dan landasan kerja;

 Menghimpun, membuat dan mengevaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Triwulan, Semester dan Tahunan di lingkungan Sub Bagian Keuangan;

 Menghimpun dan mengadministrasikan laporan pertanggungjawaban keuangan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Sub Bagian Keuangan;

(21)

 Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan kebijakan, pedoman, dan petunjuk teknis mengenai penyusunan program-program kerja di lingkungan Sub Bagian Keuangan serta program kerja tahunan;

 Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan penyusunan program-program di lingkungan Sub Bagian Keuangan serta menyiapkan bahan-bahan dalam rangka pemecahan masalah;

 Melakukan koordinasi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan keuangan dalam lingkup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;

 Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

Kepala Sub Bagian Program mempunyai uraian tugas :

 Menghimpun dan menyusun program dan rencana kerja tahunan di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;

 Melakukan pemantauan, evaluasi dan penilaian atas rencana kerja, kebijakan, program dalam kegiatan lingkup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;

 Menghimpun dan menyusun LAKIP lingkup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;

 Merencanakan kegiatan Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan sebagai bahan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

 Membimbing dan memberi petunjuk kepada bawahan di lingkungan Sub Bagian Program agar dapat melaksanakan tugas sesuai petunjuk dan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektifitas dan efesiensi pelaksanaan tugas;

 Membagi tugas atau kegiatan kepada para bawahan di lingkungan Sub Bagian Program dengan memberikan arahan baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan permasalahan dan tugasnya masing-masing;

 Memeriksa, mengoreksi dan mengontrol hasil kerja para bawahan di lingkungan Sub Bagian Program, guna penyempurnaan lebih lanjut;

(22)

 Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan penyusunan program-program pada Sub Bagian Program sebagai pedoman dan landasan kerja;

 Mencari, mengumpulkan, menghimpun, dan mengolah data dan informasi yang berhubungan dengan penyusunan program-program di lingkungan Sub Bagian Program;

 Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan kebijakan, pedoman, dan petunjuk teknis mengenai penyusunan program-program kerja di lingkungan Sub Bagian Program serta program kerja tahunan;

 Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan penyusunan program-program di lingkungan Sub Bagian Program serta menyiapkan bahan-bahan dalam rangka pemecahan masalah;

 Melakukan koordinasi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan Sub Bagian Program;

 Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

3) Bidang Perencanaan Sarana, Prasarana dan Pengembangan Wilayah

Bidang Perencanaan Sarana, Prasarana dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan daerah di bidang sarana, prasarana dan pengembangan wilayah.

Bidang Perencanaan Sarana, Prasarana dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyelenggarakan fungsi :

 Menyelenggarakan penyusunan perencanaan pembangunan daerah di bidang transportasi, pengairan, irigasi dan sumber daya air, permukiman dan perumahan, energi dan pertambangan, perhubungan, telekomunikasi dan informatika, pertanahan, penataan ruang dan pengembangan wilayah, pendayagunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup;

 Menghimpun dan menganalisa permasalahan yang berhubungan dengan pelaksanaan perencanaan bidang sarana dan prasarana dan pengembangan wilayah;

(23)

dan perumahan, energi dan pertambangan, perhubungan, telekomunikasi dan informatika, pertanahan, penataan ruang dan pengembangan wilayah, pendayagunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup;

 Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan penilaian atas kebijakan, rencana dan program-program pembangunan di bidang transportasi, pengairan, irigasi dan sumber daya air, permukiman dan perumahan, energi dan pertambangan, perhubungan, telekomunikasi dan informatika, pertanahan, penataan ruang dan pengembangan wilayah, pendayagunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup;

 Menyelenggarakan penjalinan kerjasama dengan instansi terkait dalam pelaksanaan penyusunan perencanaan pembangunan di bidang sarana prasarana dan pengembangan wilayah.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi Bidang Perencanaan Sarana Prasarana dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai uraian tugas :

 Menyusun program pembangunan daerah di bidang transportasi, pengairan, irigasi dan sumber daya air, permukiman dan perumahan, energi dan pertambangan, perhubungan, telekomunikasi dan informatika, pertanahan, penataan ruang dan pengembangan wilayah, pendayagunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas operasional;

 Melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah di bidang transportasi, pengairan, irigasi dan sumber daya air, permukiman dan perumahan, energi dan pertambangan, perhubungan, telekomunikasi dan informatika, pertanahan, penataan ruang dan pengembangan wilayah, pendayagunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas operasional;

 Merumuskan kebijakan terkait pengelolaan kawasan dan pengembangan perkotaan/pedesaan, pengembangan wilayah tertinggal, perbatasan, pesisir dan pulau-pulau kecil, kawasan prioritas, kawasan cepat tumbuh dan kawasan andalan;

(24)

 Menyelenggarakan pelaksanaan tugas-tugas Sub Bidang baik lisan maupun tulisan untuk kelancaran pelaksanaan tugas kedinasan;

 Memeriksa dan menyempurnakan konsep surat-surat dinas dari masing-masing Sub Bidang yang ditandatangani Kepala Bappeda untuk disesuaikan dengan materi tugas dan petunjuk atasan;

 Memberikan saran dan masukan kepada Kepala Bappeda dalam rangka efesiensi dan efektifitas tugas unit kerja Bappeda sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan keputusan;

 Menilai prestasi kerja bawahan dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku sebagai bahan dalam pengembangan karir;

 Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

Untuk melaksanakan tugas, fungsi dan uraian tugas sebagaimana dimaksud diatas Bidang Perencanaan Sarana Prasarana dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dibantu :

 Sub Bidang Tata Ruang, Pertanahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup;

 Sub Bidang Jalan, Jembatan, Irigasi dan Perhubungan.

(1) Kepala Sub Bidang Tata Ruang, Pertanahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup mempunyai uraian tugas :

 Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan di bidang Tata Ruang, Pertanahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup;

 Menghimpun dan mengolah data di bidang Pengembangan Wilayah sebagai bahan penyusunan dan arah kebijakan pembangunan Kota Gunungsitoli;

 Merumuskan dan menghimpun data-data, informasi program-program pembangunan sektoral terkait dengan sumber daya alam, lingkungan hidup, penataan ruang wilayah, pengembangan kawasan;

 Menyelenggarakan program pengkoordinasian dan perencanaan pembangunan di bidang lingkungan hidup, tata ruang dan pertanahan dalam arti mempersiapkan dan mengolah bahan penyusunan rencana program pembangunan lingkungan hidup, tata ruang dan pertanahan.

(25)

 Melaksanakan pemantauan, evaluasi dan analisa pelaporan tentang pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah di bidang pengembangan wilayah;

 Memberikan saran dan masukan kepada Kepala Bidang sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan tugas bidang perencanaan pembangunan pemukiman pengembangan wilayah;

 Melaksanakan tugas-tugas lainnya berdasarkan petunjuk atasan untuk kelancaran tugas kedinasan.

(2) Kepala Sub Bidang Jalan, Jembatan, Irigasi dan Perhubungan mempunyai uraian tugas :

 Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan di bidang Jalan, Jembatan, Irigasi dan Perhubungan;

 Membantu Kepala Bidang dalam menyelenggarakan sebagian tugas pokok di Sub Bidang Jalan, Jembatan, Irigasi dan Perhubungan;

 Mempersiapkan bahan penyusunan rencana dan program pembangunan di bidang Jalan, Jembatan, Irigasi dan Perhubungan;

 Melaksanakan koordinasi kepada instansi yang berkaitan dengan Sub Bidang Jalan, Jembatan, Irigasi dan Perhubungan;

 Menyusun laporan tentang pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah di Sub Bidang Jalan, Jembatan, Irigasi dan Perhubungan;

 Melaksanakan inventarisasi permasalahan di Sub Bidang Jalan, Jembatan, Irigasi dan Perhubungan serta merumuskan langkah-langkah kebijaksanaan pemecahan masalah;

 Memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan sasuai dengan bidang tugasnya;

 Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

4) Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi

Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan di bidang pembangunan ekonomi.

Untuk melaksanakan tugas Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyelenggarakan fungsi :

(26)

anggaran pembangunan, promosi dan pasar, pertanian, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan dan perdagangan;

 Penyiapan perumusan kebijakan perencanaan pembangunan daerah di bidang penanaman modal, koperasi, usaha kecil dan menengah, industri, anggaran pembangunan, promosi dan pasar, pertanian, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan dan perdagangan;

 Menghimpun dan menganalisa permasalahan yang berhubungan dengan pelaksanaan perencanaan pembangunan di bidang perekonomian rakyat;

 Menyelenggarakan penjalinan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan penyusunan perencanaan pembangunan di bidang perekonomian rakyat;

 Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan penilaian atas kebijakan, rencana dan program-program pembangunan di bidang penanaman modal, koperasi, usaha kecil dan menengah, industri, anggaran pembangunan, promosi dan pasar, pertanian, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan dan perdagangan.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai uraian tugas :

 Menyusun program pembangunan di bidang penanaman modal, koperasi, usaha kecil dan menengah, industri, anggaran pembangunan, promosi dan pasar, pertanian, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan dan perdagangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas operasional;

 Melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah di bidang penanaman modal, koperasi, usaha kecil dan menengah, industri, anggaran pembangunan, promosi dan pasar, pertanian, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan dan perdagangan;

 Menganalisa data dari unit kerja terkait dalam lingkup tugas bidang perencanaan pembangunan daerah sebagai olahan masing-masing sub bidang berdasarkan petunjuk Kepala Bappeda;

 Menyelenggarakan pelaksanaan tugas-tugas sub bidang baik lisan atau tulisan untuk kelancaran pelaksanaan tugas kedinasan;

(27)

 Memberikan saran dan masukan kepada atasan dalam rangka efisiensi dan efektifitas tugas unit kerja Bappeda sebagai bahan pertimbangandalam menentukan kebijakan keputusan;

 Menilai prestasi kerja bawahan dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku sebagai bahan dalam pengembangan karier;

 Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

Untuk melaksanakan tugas, fungsi dan uraian tugas sebagaimana dimaksud diatas Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dibantu :

 Sub Bidang Penanaman Modal, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Industri;

 Sub Bidang Anggaran Pembangunan, Promosi dan Pasar.

(1) Kepala Sub Bidang Penanaman Modal, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Industri mempunyai uraian tugas :

 Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan di bidang penanaman modal, koperasi, usaha kecil dan menengah serta industri dan perdagangan;

 Menjalin hubungan kerjasama dengan instansi terkait dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah;

 Mensinkronisasi rencana pembangunan bidang penanaman modal, koperasi, usaha kecil dan menengah dan industri dalam musyawarah perencanaan pembangunan daerah;

 Melakukan pengkajian kebijakan, koordinasi, penyusunan dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah di bidang penanaman modal, koperasi, usaha kecil dan menengah serta industri dan perdagangan;

 Melakukan pemrosesan surat pengajuan Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri;

 Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dalam pengembangan penanaman modal daerah;

 Pelaksanaan sosialisasi atas perjanjian kerjasama luar negeri di bidang penanaman modal kepada aparatur dan dunia usaha;

 Melaksanakan pengelolaan dan pemberdayaan penanaman modal;

(28)

 Melaksanakan kegiatan analisa dan telaahan serta menyiapkan rumusan kebijakan bagi pengembangan penanaman modal;

 Melaksanakan bimbingan, pengawasan dan pengendalian penanaman modal daerah;

 Mempersiapkan bahan-bahan perumusan perencanaan, program dan evaluasi di bidang penanaman modal;

 Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas perencanaan bidang penanaman modal, koperasi, usaha kecil dan menengah serta industri dan perdagangan;

 Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;

 Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

(2) Kepala Sub Bidang Anggaran Pembangunan, Promosi dan Pasar mempunyai uraian tugas :

 Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan bidang anggaran pembangunan, promosi dan pasar, pertanian, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan dan perdagangan;

 Membantu Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi di bidang anggaran pembangunan, promosi dan pasar, pertanian, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan dan perdagangan;

 Melaksanakan pengkajian, kebijakan, koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah, sistem dan prosedur pendanaan pembangunan, pendapatan daerah;

 Melaksanakan pengkajian kebijakan, koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah terkait DAU, DAK, Dana Bagi Hasil, Dana Tugas Pembantuan dan sumber dana lainnya;

 Menjalin hubungan kerjasama dengan instansi terkait dalam menyusun rencana di bidang kebijakan umum anggaran daerah, sistem dan prosedur pendanaan pembangunan, pendapatan daerah;

 Menyusun pedoman dan petunjuk pelaksanaan kegiatan berkaitan dengan kegiatan kerjasama, investasi, dan promosi daerah;

 Menyiapkan bahan kegiatan kerjasama antara instansi di daerah, antara Kabupaten/Kota, Provinsi, Pusat, Luar Negeri dan Dunia Usaha;

(29)

 Mengadakan hubungan setiap kegiatan bersama instansi terkait baik tingkat internasional, regional, lokal, Provinsi, dan antar kabupaten/kota;

 Melakukan perencanaan dan pengembangan sistem informasi perizinan dan penanaman modal;

 Menyiapkan bahan kegiatan promosi penanaman modal di dalam dan luar negeri;

 Penyelenggaraan promosi penanaman modal daerah baik di dalam maupun di luar negeri, seperti seminar, pameran, temu usaha dan lokakarya;

 Pembuatan bahan promosi penanaman modal daerah dalam bentuk media cetak, antara lain daftar peluang usaha dan profil proyek unggulan/prioritas, profil pengusaha daerah yang potensial untuk bermitra, prosedur penanaman modal, dan dalam bentuk media elektronik;

 Kerjasama dengan Provinsi dan pemerintah pusat (BKPM) dalam penyelenggaraan promosi penanaman modal daerah;

 Pelaksanaan forum temu usaha dan penjodohan bagi usaha kecil dan menengah dengan usaha besar dalam rangka kemitraan;

 Pelaksanaan kerjasama luar negeri selama tidak bertentangan dengan kebijakan Pemerintah Pusat;

 Pengiriman misi penanaman modal daerah ke daerah lain dan luar negeri;

 Penerimaan misi penanaman modal dari daerah lain dan dari luar negeri;

 Membangun dan mengembangkan sistem informasi penanaman modal yang terintegrasi dengan sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;

 Melaksanakan dan menyiapkan usulan bidang-bidang usaha yang perlu dipertimbangkan;

 Melaksanakan penelitian dan pengkajian potensi-potensi daerah bagi pengembangan penanaman modal serta menghimpun data dan informasi untuk menetapkan kebijakan dan program kegiatan penanaman modal serta sarana dan prasarana pendukungnya;

 Menyampaikan saran, pendapat dan telaahan kepada pimpinan sesuai tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

 Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya

5) Bidang Perencanaan Pembangunan Sosial

(30)

perencanaan pembangunan sosial di bidang pendidikan, kependudukan, tenaga kerja, pemuda dan olahraga, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, budaya dan pariwisata.

Untuk melaksanakan tugasnyaBidang Perencanaan Pembangunan Sosial Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyelenggarakan fungsi :

 Penyiapan perumusan kebijakan perencanaan pembangunan daerah di bidang pemerintahan umum dan aparatur pemerintah, kewilayahan pemerintahan, otonomi daerah, penelitian dan pengembangan, pemberdayaan masyarakat dan pelayanan publik;

 Penyusunan program tahunan di bidang sosial yang meliputi pendidikan, kependudukan, tenaga kerja, pemuda dan olahraga, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, budaya dan pariwisata dalam rangka melaksanakan program jangka panjang dan menengah;

 Pengkoordinasian dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah di bidang pemerintahan umum dan aparatur pemerintah, kewilayahan pemerintahan, otonomi daerah, penelitian dan pengembangan, pemberdayaan masyarakat dan pelayanan publik dan bidang sosial yang meliputi pendidikan, kependudukan, tenaga kerja, pemuda dan olahraga, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, budaya dan pariwisata;

 Penyusunan kebijakan teknis, perencanaan, pengkoordinasian dan pemaduan rencana pembangunan di bidang pendidikan, kependudukan, tenaga kerja, pemuda dan olahraga;

 Penyusunan kebijakan teknis, perencanaan, pengkoordinasian dan pemaduan rencana pembangunan di bidang pemerintahan umum dan otonomi daerah, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, budaya dan pariwisata yang disusun oleh perangkat Daerah dan Badan lain serta penginventarisasian masalah dan merumuskan langkah-langkah kebijakan pemecahannya;

 Menghimpun dan menganalisa permasalahan yang berhubungan dengan pelaksanaan pemerintahan umum dan otonomi daerah serta pendanaan pembangunan;

(31)

pemuda dan olahraga, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, budaya dan pariwisata.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud di atas Bidang Perencanaan Pembangunan Sosial Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai uraian tugas :

 Menyusun program pembangunan daerah bidang pemerintahan umum dan aparatur pemerintah, kewilayahan pemerintahan, otonomi daerah, penelitian dan pengembangan, pemberdayaan masyarakat dan pelayanan publik dan di bidang pendidikan, kependudukan, tenaga kerja, pemuda dan olahraga, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, budaya dan pariwisata berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas operasional;

 Melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah di bidang pemerintahan umum dan aparatur pemerintah, kewilayahan pemerintahan, otonomi daerah, penelitian dan pengembangan, pemberdayaan masyarakat dan pelayanan publik, pendidikan, kependudukan, tenaga kerja, pemuda dan olahraga, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, budaya dan pariwisata;

 Menganalisa data dari unit kerja terkait dalam lingkup tugas bidang perencanaan pembangunan daerah sebagai olahan masing-masing sub bidang berdasarkan petunjuk Kepala Bappeda;

 Menyelenggarakan pelaksanaan tugas-tugas sub bidang baik lisan atau tulisan untuk kelancaran pelaksanaan tugas kedinasan;

 Memeriksa dan menyempurnakan konsep surat-surat dinas dari masing-masing sub bidang yang akan ditandatangani Kepala Bappeda untuk disesuaikan dengan materi tugas petunjuk atasan;

 Memberikan saran dan masukan kepada atasan dalam rangka efisiensi dan efektifitas tugas unit kerja Bappeda sebagai bahan pertimbangandalam menentukan kebijakan keputusan;

 Menilai prestasi kerja bawahan dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku sebagai bahan dalam pengembangan karier;

 Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

(32)

 Sub Bidang Pendidikan, Kependudukan, Tenaga Kerja, Pemuda dan Olahraga;

 Sub Bidang Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Budaya dan Pariwisata.

(1) Kepala Sub Bidang Pendidikan, Kependudukan, Tenaga Kerja, Pemuda dan Olahraga mempunyai uraian tugas :

 Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan di bidang pendidikan, kependudukan, tenaga kerja, pemuda dan olahraga;

 Melaksanakan koordinasi penyusunan rencana program pembangunan bidang pendidikan, kependudukan, tenaga kerja, pemuda dan olahraga;

 Menyusun rencana program pembangunan bidang pendidikan, kependudukan, tenaga kerja, pemuda dan olahraga;

 Mengumpulkan dan mengolah data program pembangunan bidang pendidikan, kependudukan, tenaga kerja, pemuda dan olahraga;

 Melakukan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan pembangunan dalam arti mempersiapkan dan mengolah bahan penyusunan rencana program pembangunan bidang pendidikan, kependudukan, tenaga kerja, pemuda dan olahraga;

 Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

(2) Kepala Sub Bidang Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Budaya dan Pariwisata mempunyai uraian tugas :

 Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan di bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, budaya dan pariwisata;

 Melaksanakan koordinasi penyusunan rencana program pembangunan bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, budaya dan pariwisata;

 Menyusun rencana program pembangunan bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, budaya dan pariwisata;

 Mengumpulkan dan mengolah data program pembangunan bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, budaya dan pariwisata;

(33)

 Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

6) Bidang Pendataan, Statistik, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

Bidang Pendataan, Statistik, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam hal mengkoordinasikan penyelenggaraan penyusunan kebijakan teknis perencanaan pembangunan di bidang sarana prasarana dan pengembangan wilayah, ekonomi, sosial, menghimpun data, statistik, melakukan analisa dan penilaian, pemantauan dan menyusun laporan pelaksanaan pembangunan dan dokumentasi.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Pendataan, Statistik, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyelenggarakan fungsi :

 Penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis lingkup pendataan, statistik, monitoring, evaluasi dan pelaporan;

 Penyusunan petunjuk teknis lingkup pendataan, statistik, monitoring, evaluasi dan pelaporan;

 Pelaksanaan dan koordinasi lingkup pendataan, statistik, monitoring, evaluasi dan pelaporan;

Bidang Pendataan, Statistik, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai uraian tugas :

 Menyusun program pembangunan di bidang pendataan, statistik, monitoring, evaluasi dan pelaporan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas operasional;

 Melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah di bidang pendataan, statistik, monitoring, evaluasi dan pelaporan;

 Menganalisa data dari unit kerja terkait dalam lingkup tugas bidang perencanaan pembangunan daerah sebagai olahan masing-masing sub bidang berdasarkan petunjuk Kepala Bappeda;

 Menyelenggarakan pelaksanaan tugas-tugas sub bidang baik lisan atau tulisan untuk kelancaran pelaksanaan tugas kedinasan;

(34)

 Memberikan saran dan masukan kepada atasan dalam rangka efisiensi dan efektifitas tugas unit kerja Bappeda sebagai bahan pertimbangandalam menentukan kebijakan keputusan;

 Menilai prestasi kerja bawahan dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku sebagai bahan dalam pengembangan karier;

 Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

Untuk melaksanakan tugas, fungsi dan uraian tugas sebagaimana dimaksud di atas Bidang Pendataan, Statistik, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dibantu :

 Sub Bidang Pendataan dan Statistik;

 Sub Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan.

(1) Kepala Sub Bidang Pendataan dan Statistik mempunyai uraian tugas :

 Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan di bidang pendataan dan statistik;

 Menghimpun dan membuat rencana strategis, program kerja serta kegiatan bidang pendataan dan statistik;

 Melakukan koordinasi dalam pelaksanaan pendataan;

 Menyelenggarakan program pendataan dan statistik dalam arti mengumpulkan, mempersiapkan dan menganalisa data dasar untuk perencanaan pembangunan, penyelenggaraan kerjasama antar lembaga untuk mengembangkan statistik skala kota, pengembangan jejaring statistik khusus skala kota, pemberian dukungan penyelenggaraan statistik dasar, survei antar sensus skala kota, survei skala nasional, survei sosial dan ekonomi dan mengolah bahan untuk penyusunan laporan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan.

 Memberikan saran dan masukan kepada Kepala Bidang sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan tugas bidang pendataan dan statistik;

 Membimbing dan memberi petunjuk kepada bawahan agar dapat melaksanakan tugas sesuai petunjuk dan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas;

(35)

 Memeriksa, mengoreksi dan mengontrol hasil kerja para bawahan guna penyempurnaan lebih lanjut;

 Melaksanakan tugas-tugas lainnya berdasarkan petunjuk atasan untuk kelancaran tugas kedinasan.

(2) Kepala Sub Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai uraian tugas :

 Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan di bidang monitoring, evaluasi dan pelaporan;

 Menghimpun dan membuat rencana strategis, program kerja serta kegiatan bidang monitoring, evaluasi dan pelaporan;

 Melakukan koordinasi dalam pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan;

 Memberikan saran dan masukan kepada Kepala Bidang sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan tugas bidang monitoring, evaluasi dan pelaporan;

 Membimbing dan memberi petunjuk kepada bawahan agar dapat melaksanakan tugas sesuai petunjuk dan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas;

 Membagi tugas atau kegiatan kepada bawahan dengan memberikan arahan baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan permasalahan dan bidang tugasnya masing-masing;

 Memeriksa, mengoreksi dan mengontrol hasil kerja para bawahan guna penyempurnaan lebih lanjut;

(36)

NO

PERANGKA

T DAERAH

SKPD

JUMLAH

TU

SUB

BAGIA

N

BIDAN

G SEKSI

ESELON

II

ESELON

III

ESELO

N IV

Jumla

h Jumlah Jumlah

Jumla

h Jumlah Jumlah Jumlah

(37)

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA GUNUNGSITOLI

KEPALA DINAS

SEKRETARIAT

S UBBAG PROGRAM, EVALUASI DAN PELAPORAN

SEKSI IRIGASI

SEKSI PERENCANAAN DAN PENGEND ALIAN SU MBER DAYA AI R

BIDANG SUMBER AIR

SUBBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN

SUBBAG KEUANGAN

SEKSI GEDUNG-GEDUNG

SEKSI P EMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN S EKSI DRAINASE DAN AIR BERSIH

BIDANG CIPTA KARYA

S EKSI PENGELOLAAN KONS ERVASI

SUMBER DAYA AIR

SEKS I DATA DAN PERENCANAAN TEKNIK SEKSI DATA DAN P ERENCANAAN TEKN IK

SEKSI JALAN DAN JEMBATAN BIDANG BINA MARGA

SEKSI PEMELIHARAAN SEKSI OPERASIONAL PERALATAN

TAFAOGO ZEBUA

SEKSI PERENCANAAN DAN PENGADAAN

PERALATAN

BIDANG PERALATAN

U P T KELOMPOK JABATAN

(38)

b. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli dibentuk berdasarkan Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 4 Tahun 2009 tanggal 28 September 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Gunungsitoli, merupakan unsur penunjang Pemerintah Kota Gunungsitoli yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah, mempunyai tugas membantu Walikota Gunungsitoli yang mencakup Bidang Sumber Daya Air, Bina Marga, Bidang Cipta Karya dan Peralatan serta Bidang Administrasi

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

1) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli

 Mempunyai tugas Pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum untuk membantu Walikota Gunungsitoli yang mencakup Bidang Sumber Daya Air, Bina Marga, Bidang Cipta Karya dan Peralatan serta bidang Administrasi ke PU-an.

 Untuk melaksanakan Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli meneyelenggarakan fungsi :

 Membantu Walikota Gunungsitoli dibidang ke PU-an.

 Melaksanakan tugas yang diberikan Walikota Gunungsitoli.

 Melaksanakan pendataan Jalan dan Jembatan di wilayah Kota Gunungsitoli.

 Melaksanakan pendataan Sumber Daya Air berupa Pengairan (Irigasi).

 Melaksanakan pendataan sumber-sumber air bersih.

 Melaksanakan pendataan dan pengadaan peralatan.

 Melaksanakan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dibidang ke PU-an.

 Melaksanakan administrasi perkantoran bidang ke PU-an serta Administrasi Keuangan yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli mempunyai uraian tugas :

 Menyelenggarakan pembinaan pegawai dilingkungan Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli.

 Menyelenggarakan arahan dan bimbingan kepada Pejabat Struktural dan Fungsional pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli

 Menyelenggarakan Instruksi pelaksanaan tugas Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli.

(39)

 Melaksanakan program Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli.

 Menjalin kerjasama dengan SKPD lain lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli dan di luar Pemerintah Kota Gunungsitoli.

 Melaksanakan / menghadiri pertemuan / rapat baik ditingkat Pemerintah Kota Gunungsitoli, Propinsi dan Pusat.

 Melayani masyarakat/pengarahan dalam menerbitkan SIUJK atau perpanjangan waktu SIUJK.

 Melaksanakan pemeriksaan terhadap bendahara pengeluaran secara berkala/ pemeriksaan atasan langsung.

 Melayani masyarakat dalam pemakaian peralatan.

Untuk melaksanakan tugas, fungsi dan uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),(2) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli dibantu oleh :

 Sekretaris

 Kepala Bidang Sumber Daya Air

 Kepala Bidang Bina Marga

 Kepala Bidang Cipta Karya

 Kepala Bidang Peralatan.

 Kepala Unit Pelayanan Teknis.

 Kelompok JabatanTenaga Fungsional.

Adapun uraian tugas dan fungsi dari masing-masing pembantu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli adalah :

A. Sekretaris

1. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dibidang Urusan Umum Keuangan dan Program.

2. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli menyelenggarakan fungsi : a. Penyelenggaraan Pembinaan Pegawai pada lingkup Sekretariat

b. Penyelenggaraan arahan dan bimbingan kepada Pejabat Struktural pada lingkup

Sekretariat, Keuangan Umum dan Kepegawaian serta pelayanan Umum. c. Penyelenggaraan instruksi pelaksanaan tugas lingkup sekretariat. d. Penyelenggaraan penyusunan program kegiatan lingkup sekretariat. e. Penyelenggaraan penilaian kepegawaian lingkup sekretariat.

(40)

a. Menyelenggarakan penilaian pegawai lingkup sekretariat.

b. Menyelenggarakan pertemuan dalam rangka pemberian arahan dan bimbingan lingkungan sekretariat Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli.

c. Menyelenggarakan instruksi kepada staf.

d. Menyelenggarakan dan memeriksa kebenaran penyusunan program kegiatan lingkup sekretariat.

e. Menyelenggarakan surat menyurat baik yang masuk maupun yang keluar. f. Menyelenggarakan serta memeriksa keuangan secara berkala.

4. Untuk melaksanakan tugas, fungsi dan uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), (2) dan (3) sekretariat dibantu oleh :

- Kepala Sub bagian Umum dan Kepegawaian - Kepala Sub bagian Keuangan

- Kepala Sub bagian Program,Evaluasi dan Pelaporan Ad 1.Kasubbag Umum dan Kepegawaian

Untuk membantu Sekretaris sebagaimana dimaksud pada pasal 3 ayat (4), Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai uraian tugas :

a. Melaksanakan administrasi surat masuk dan keluar.

b. Melaksanakan koordinasi sesama Kasubbag lingkup sekretariat. c. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Sekretaris.

d. Melaksanakan acara-acara lingkup Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli. e. Melaksanakan acara-acara serah terima jabatan lingkup Dinas Pekerjaan

Umum Kota Gunungsitoli dan pembinaan staf.

f. Melaksanakan Pembinaan dan penilaian terhadap staf. Ad 2. Kasubbag Keuangan

Untuk membantu Sekretaris, Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai uraian tugas :

a. Melaksanakan administrasi keuangan lingkup sekretariat. b. Melaksanakan tugas yang diberikan pimpinan.

c. Melaksanakan penilaian pada staf.

d. Melaksanakan tugas-tugas dibidang keuangan termasuk pembayaran gaji pegawai.

e. Melaksanakan tugas Sekretaris apabila Sekretaris berhalangan. f. Melaksanakan penyiapan SPJ.

g. Melaksanakan pembinaan danPenilaian terhadap Staf.

(41)

Untuk membantu Sekretaris, Kepala Sub Bagian Program, evaluasi dan Pelaporan mempunyai uraian tugas :

a. Melaksanakan dan menata administrasi pelaporan setiap minggu atau setiap bulan.

b. Melaksanakan tugas penyusunan program yang dibutuhkan dilingkup sekretariat.

c. Melaksanakan pembinaan dan penilaian staf.

d. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan Sekretaris.

e. Melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan/pekerjaan yang sudah dilaksanakan.

f. Membuat laporan Tahunan kegiatan dinas pekerjaan umum kota gunungsitoli.

g. Membuat/menyiapkan PPAS dinas PU Kota Gunungsitoli. h. Membuat/menyiapkan RKA dinas PU Kota Gunungsitoli. i. Membuat/menyiapkan DPA dinas PU Kota Gunungsitoli.

j. Melaksanakan Evaluasi/monitoring program dinas PU Kota Gunungsitoli. k. Membuat/menyiapkan LAKIP Dinas PU Kota Gunungsitoli.

B. Kepala Bidang Sumber Daya Air

Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli mempunyai tugas mendata, meneruskan dan melaksanakan pekerjaan Irigasi, Pengelolaan Konservasi Sumber Daya Air dan Merencanakan Pengendalian Sumber Daya Air.

Untuk melaksanakan tugas dimaksud, Kepala Bidang Sumber Daya Air menyelenggarakan fungsi :

a. Melaksanakan pendataan irigasi baik yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan. b. Menginventarisir sumber daya air sebagai bahan perencanaan dan pelaksanaan. c. Menjabarkan tugas-tugas Kepala Seksi Bidang Sumber Daya Air.

d. Mewakili Kepala Dinas apabila berhalangan.

e. Mengelola urusan ketatausahaan di Bidang Sumber Daya Air. f. Melaksanakan Pembinaan dan Penilaian Staf.

g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut Kepala Bidang Sumber Daya Air dibantu oleh :

- Kepala Seksi Irigasi

- Kepala Seksi Pengelolaan Konservasi Sumber Daya Air

(42)

Ad 1. Kepala Seksi Irigasi

Untuk membantu Kepala Bidang Sumber Daya Air, Kepala Seksi Irigasi mempunyai tugas :

a. Melaksanakan pendataan irigasi yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan. b. Memprogramkan irigasi yang akan dibangun.

c. Memprogramkan pemeliharaan irigasi yang sudah dibangun. d. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan Kepala Bidang.

e. Mengonsep surat-surat yang berhubungan dengan Bidang Irigasi. f. Mewakili Kepala Bidang apabila berhalangan.

g. Melaksanakan Pembinaan dan Penilaian Staf.

Ad 2. Kepala Seksi Pengelolaan Konservasi Sumber Daya Air.

Untuk membantu Kepala Bidang Sumber Daya Air, Kepala Seksi Pengelolaan Konservasi Sumber Daya Air mempunyai tugas :

a. Melaksanakan pendataan pengelolaan konservasi sumber daya air. b. Mengusulkan pembangunan pengelolaan konservasi sumber daya air. c. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan Kepala Bidang

d. Mengonsep surat-surat yang berhubungan dengan Bidang Pengelolaan Konservasi Sumber Daya Air.

e. Mewakili Kepala Bidang apabila berhalangan.

f. Melaksanakan Pembinaan dan Penilaian terhadapStaf.

Ad 3. Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Sumber Daya Air.

Untuk membantu Kepala Bidang Sumber Daya Air, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Sumber Daya Air mempunyai tugas-tugas :

a. Melaksanakan pendataan sumber-sumber daya air.

b. Mengusulkan / Melaksanakan perencanaan pembangunan sumber-sumber daya air termasuk pengendalian sungai-sungai.

c. Melaksanakan pemeliharaan sumber-sumber daya air yang sudah ada. d. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan Kepala Bidang.

e. Mengonsep surat-surat yang berhubungan dengan perencanaan dan pengendalian sumber air

f. Mewakili Kepala Bidang apabila berhalangan.

g. Melaksanakan Pembinaan dan Penilaian terhadap Staf.

(43)

Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli mempunyai tugas mendata, merumuskan dan melaksanakan pekerjaan pendataan dan perencanaan terkait Jalan dan Jembatan serta pemeliharaan Jalan dan Jembatan.

Untuk melaksanakan tugas ini, Kepala Bidang Bina Marga menyelenggarakan fungsi : 1. Melakukan pendataan jalan dan jembatan baik yang sudah, sedang dan akan

dibangun.

2. Merumuskan kebijakan teknis Bidang Bina Marga.

3. Mengusulkan pembangunan jalan dan jembatan serta bangunan pendukung lainnya.

4. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan Kepala Dinas. 5. Melakukan penilaian bagi staf Bidang Bina Marga.

6. Mewakili Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Gunungsitoli apabila berhalangan. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya Kepala Bidang Bina Marga dibantu oleh : - Kepala Seksi Data dan Perencanaan Teknis

- Kepala Seksi Jalan dan Jembatan

- Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

Ad 1. Kepala Seksi Perencanaan Teknik.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, Kepala Seksi Data dan Perencanaan teknik mempunyai tugas :

a. Melaksanakan pendataan Jalan dan Jembatan.

b. Melaksanakan tugas perencanaan teknik baik baru maupun rehabilitas Jalan dan Jembatan.

c. Mengonsep / membuat surat-surat yang berhubungan dengan tugasnya. d. Mewakili Kepala Bidang apabila berhalangan.

e. Melakukan pembinaan dan penilaian staf f. Melaksanakan tugas yang diberikan pimpinan. g. Bekerjasama dengan sesama Kasi.

Ad 2. Kepala Seksi Jalan dan Jembatan.

Untuk membantu Kepala Bidang Bina Marga, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan mempunyai tugas:

a. Meneruskan kebijakan teknis Kepala Bidang.

b. Merencanakan dan mengusulkan pembangunan baru baik jalan dan jembatan maupun rehabilitasi dan peningkatan jalan dan jembatan.

Gambar

Gambar 10.1. Keorganisasian Pemerintah Kabupaten/Kota
Gambar 10.2. Pola Pikir Penyusunan Reformasi Birokrasi PU
Gambar 10.3. Hubungan Kerja Antar SKPD Kota Gunungsitoli
Tabel 10.1. Struktur Organisasi  Badan Perencanaan Pembangunan  Kota Gunungsitoli
+6

Referensi

Dokumen terkait

Pemeriksaan medis dinilai dengan skor yang dihitung dari jayvaban contoh atas 12 pertanyaan mengenai tinggi badan, berat badan, pemeriksaan perut, pemeriksaan

Berdasarkan hasil observasi beberapa sekolah di Jepang, Lewis (dalam Sudrajat, 2008) menyimpulkan tentang ciri-ciri pokok dari Lesson Study sebagai berikut: (1)

Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, Peraturan Presiden Nomor 101 Tahun 2013 tentang T\rnjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Perpustakaan Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh jam kerja dan jaminan keamanan kerja terhadap stres kerja karyawan pada PT Kuala Jaya Samudera Kuala

Penelitian ini memfokuskan pada dua variabel internal di dalam organisasi yang diduga kuat mempengaruhi kinerja organisasi Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh

Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia yang teregistrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik ( LPSE ) dan memenuhi persyaratan Badan Usaha yang

Potensi rekonfigurasi ditentukan dengan melihat profil tegangan dan susut daya pada masing8 masing penyulang serta konfigurasi penyulang terdekat di sekitar penyulang