• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel. Potensi Areal Budidaya Laut Untuk Komoditas Kerang Mutiara & Abalone, Kerang Darah dan Tiram Serta Teripang Per Kab/kota Se- NTB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tabel. Potensi Areal Budidaya Laut Untuk Komoditas Kerang Mutiara & Abalone, Kerang Darah dan Tiram Serta Teripang Per Kab/kota Se- NTB"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

DATA STATISTIK PERIKANAN BUDIDAYA 1. Sumberdaya Perikanan Budidaya Laut

Potensi sumber daya perikanan budidaya laut diprioritaskan untuk pengembangan komoditas yang memiliki nilai ekonomis, peluang ketersediaan sarana produksi dan diseminasi teknologi, meliputi : kerang mutiara dan abalone, rumput laut, kerang darah dan tiram, ikan kerapu, ikan kakap putih dan teripang.

Potensi areal budidaya laut untuk komoditas kerang mutiara dan abalone seluas 17.606,5 ha, untuk kerang darah dan tiram seluas 1.300,0 ha dan untuk teripang seluas 3.600,0 ha.

Rincian potensi areal budidaya laut untuk komoditas kerang mutiara dan abalone, kerang darah dan tiram serta teripang per kabupaten se–NTB dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel. Potensi Areal Budidaya Laut Untuk Komoditas Kerang Mutiara & Abalone, Kerang Darah dan Tiram Serta Teripang Per Kab/kota Se-NTB NO KABUPATEN POTENSI AREAL ( Ha ) KERANG MUTIARA & ABALONE KERANG DARAH & TIRAM TERIPANG 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Kota Mataram Kota Bima Sumbawa Barat Lombok Utara 5.000,0 705,0 2.355,0 5.500,0 1.926,5 2.120,0 -20,0 35,0 120,0 500,0 350,0 275,0 -10,0 40,0 490,0 2.780,0 250,0 30,0 -Se – NTB 17.606,5 1.300,0 3.600,0

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB

Produksi mutiara pada tahun 2013 tercatat sebesar 20,0 ton produksi Mutiara pada tahun 2009 sampai dengan 2013 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

(2)

Tabel. Jumlah Produksi Mutiara Menurut Kab/Kota Se – Nusa Tenggara Barat Tahun 2009 s/d 2013

No. KABUPATEN / KOTA

JUMLAH PRODUKSI (TON)

2009 2010 2011 2012 2013 1. Lombok Barat 0,4 0,40 0,40 0,15 18,60 2. Lombok Tengah 0,0 0,00 - - -3. Lombok Timur 0,22 0,20 - 0,00 0,00 4. Sumbawa 0,0 0,00 - 0,00 1,44 5. Dompu 0,0 0,00 - 0,00 0,00 6. Bima 0,0 0,00 - 0,00 0,00 7. Mataram 0,0 0,00 - 0,00 0,00 8. Kota Bima 0,0 0,00 - 0,00 0,00 9. Sumbawa Barat 0,12 0,12 0,14 0,2 0,00 10. Lombok Utara 0,03 0,00 - 0,00 0,00 Se - NTB

0,77

0,72

0,54

0,17

20,0

SUMBER : STATISTIK PERIKANAN BUDIDAYA DINAS KELAUTAN & PERIKANAN NTB, 2013

Potensi areal budidaya laut untuk komoditas rumput laut seluas 25.206,00 ha, untuk ikan kerapu dan Lobster seluas 7.466,98,0 ha dan untuk ikan kakap seluas 699,0 ha.

Rincian potensi areal budidaya laut untuk komoditas rumput laut, ikan kerapu dan ikan kakap per kabupaten se – Nusa Tenggara Barat dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. Potensi Areal Budidaya Laut Untuk Komoditas Rumput Laut, Ikan Kerapu dan Ikan Kakap Per Kabupaten/Kota Se–Nusa Tenggara Barat

NO KABUPATEN

POTENSI AREAL ( Ha )

RUMPUT LAUT KERAPU/LOBSTER KAKAP

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Kota Mataram Kota Bima Sumbawa Barat Lombok Utara 1.636,0 554,0 2.000,0 16.650,0 1.428,0 2.255,0 -200,0 1.160,0 -850,0 80,0 1.035,08 116,0 60,0 4.718,9 -12,0 595,0 -40,0 55,0 125,0 350,0 62,0 67,0 -Se – NTB 25.206,00 7.466,98 699,0

(3)

Pemanfaatan lahan budidaya laut untuk ikan kerapu tercatat di Kabupaten Lombok Barat seluas 20,50 ha, Lombok Tengah seluas 80,0 ha, Lombok Timur seluas 01,35 ha, Sumbawa seluas 16.650 ha, Dompu seluas 6,0 ha, Kota Bima 12,0 ha dan Bima seluas 21.718,9 ha. Sedangkan pemanfaatan lahan budidaya rumput laut tercatat di Kabupaten Lombok Barat seluas 1.636,0 ha, Lombok Tengah seluas 554,0 ha, Lombok Timur seluas 2000 ha, Sumbawa seluas 16.650 ha, Dompu seluas 1.428,0 ha, Kota Bima seluas 200,0 ha dan Bima seluas 2.225,0 ha dan Kabupaten Sumbawa Barat seluas 1.160,0 ha.

Jumlah produksi rumput laut pada tahun 2012 tercatat sebesar 451.031,1 ton, dengan jumlah produksi tahun 2013 sebesar 620.115,6 ton, Sedangkan Rumah Tangga Perikanan (RTP) 8.912 buah, jumlah produksi tahun 2009 s/d 2013 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel. Produksi Rumput Laut Menurut Kab/Kota Se – Nusa Tenggara Barat Tahun 2009 s/d 2013

No KABUPATEN/ KOTA JUMLAH PRODUKSI (TON)

2009 2010 2011 2012 2013 1. Lobar 21.136,63 22.164,66 50.662,5 57.115,00 71.130,6 2. Loteng 23.579,08 27.000,00 21.602,7 42.498,20 43.566,5 3. Lotim 60.471,00 93.069,00 152.348,0 114.206,20 148.482,0 4. Sumbawa 27.056,30 39.148,00 382.606,0 142.500,00 250.200,0 5. Dompu 1.100,17 270,00 25.323,2 12.842,50 4.521,5 6. Bima 6.215,80 13.032,26 70.403,2 44.415,20 47.068,6 7. Mataram 0,00 0,00 - 0,00 0,00 8 Kota Bima 71,00 53,85 3.920,0 123,85 205,4 9. KSB 7.620,00 10.633,00 62.720,0 37.325,95 54.939,0 10. Lombok Utara 0,90 14,00 - 4,20 2,0 TOTAL NTB 147.250,88

205.384,77 769.585,60

451.031,10 620.115,6 SUMBER : STATISTIK PERIKANAN BUDIDAYA DISLUTKAN NTB, 2013

2. Budidaya Air Payau (Tambak)

Potensi areal budidaya air payau (tambak) mencapai luas 26.287,5 ha dengan tingkat pemanfaatan lahan seluas 5.529,0 (21,03 % dari potensi).

Rincian potensi areal budidaya tambak dan tingkat pemanfaatan lahan per kabupaten se – Nusa Tenggara Barat seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel. Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Areal Budidaya Tambak Per Kab/kota Se– NTB

(4)

NO Kab/Kota POTENSI ( Ha ) PEMANFAATAN Peluang Pemanfaatan Ha % Ha % 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Mataram Kota Bima Sumbawa Barat Lombok Utara 850,0 800,0 3.350,0 10.375,0 4.700,0 5.122,5 0,0 250,0 840,0 302,0 51,0 253,0 1.873,0 1.044,0 1.863,0 0,0 124,0 19,0 35,53 6,38 7,55 18,05 22,21 36,37 0,00 49,60 2,26 548,0 749,0 3.097,0 8.502,0 3.656,0 3.259,5 0,0 126,0 821,0 64,67 93,63 92,45 81,95 77,79 63,63 0,00 50,40 97,74 Se – NTB 26.287,5 5.529,0 21,03 20.758,5 78,97

Sumber : STATISTIK PERIKANAN BUDIDAYA DISLUTKAN NTB 2013

Jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) budidaya tambak se – Nusa Tenggara Barat pada tahun 2013 tercatat sebanyak 5.032 buah dengan jumlah produksi budidaya tambak pada tahun 2013 tercatat sebesar 97.839,1 ton dengan nilai produksi sebesar tahun 2013 Rp.4.055.146.450.000,- Sedangkan produksi pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel. Jumlah Produksi Budidaya Tambak Menurut Kab/Kota Se – Nusa Tenggara Barat Tahun 2009 s.d 2013

No. KAB / KOTA

JUMLAH PRODUKSI (TON)

2009 2010 2011 2012 2013 1. Lombok Barat 456,22 0,00 13.883,67 26.486,00 21.583,74 2. Lombok Tengah 55,40 11,50 34,60 26,50 171,86 3. Lombok Timur 1.435,60 0,00 2.581,20 2.848,00 3.900,85 4. Sumbawa 25.167,47 56,30 42.331,30 39.965,65 61.721,97 5. Dompu 163,58 0,00 910,84 683,33 1.287,46 6. Bima 3.823,50 0,00 7.670,80 7.861,10 8.735,46 7. Mataram 0,00 0,00 - 0,00 0,00 8. Kota Bima 320,72 0,00 353.60 359,35 343,74 9. Sumbawa Barat 179,50 0,00 231,70 187,18 94,03 10 Lombok Utara - 0,00 1,00 0,00 0,00 TOTAL Se-NTB

15.694,7

23.072,9

25.818,10

67,80

97.839,1 SUMBER : STATISTIK PERIKANAN BUDIDAYA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN NTB, 2013

(5)

3. Budidaya Air Tawar (Kolam)

Potensi areal budidaya air tawar ( kolam) luas 7.618,8 ha dan tingkat pemanfaatan lahan baru mencapai 2.121,35 ha (27,84 %) dengan rincian per kabupaten se–Nusa Tenggara Barat seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel. Potensi dan Pemanfaatan Areal Budidaya air Tawar (Kolam) Kab/Kota Se– Nusa Tenggara Barat

NO KABUPATEN / KOTA POTENSI

( Ha ) HaPEMANFAATAN% 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Kota Mataram Kota Bima Sumbawa Barat Lombok Utara 800,0 1.701,71 951,7 1.464,0 150,5 46,9 74,0 1.700,0 730,0 -771,00 252,80 805,57 128,80 32,00 11,78 25,40 10,0 84,0 -96,38 14,86 84,65 8,80 21,26 25,12 34,32 0,59 11,51 -Se – NTB 7.618,81 2.121,35 27,84

SUMBER : STATISTIK BUDIDAYA DISLUTKAN NTB 2013

Jumlah RTP budidaya kolam se – NTB pada tahun 2013 tercatat sebanyak 15.238 buah dengan jumlah produksi pada tahun 2013 tercatat sebesar 760,7 ton dengan nilai produksi tahun 2013 sebesar Rp. 365.710.205.000,- Sedangkanproduksi pada tahun 2009 s/d 2013 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel. Produksi Budidaya Ikan di Kolam Menurut Kab/Kota Se – Nusa Tenggara Barat Tahun 2009 s.d Tahun 2013

No. KAB / KOTA

JUMLAH PRODUKSI (TON)

2009 2010 2011 2012 2013 1. Lombok Barat 750,58 576,61 2.030,24 8.252,92 9.258,26 2. Lombok Tengah 584,51 34,30 596,20 350,90 2.184,06 3. Lombok Timur 851,00 1.796,80 1.951,50 3.429,80 4.347,90 4. Sumbawa 341,25 32.902,69 379,71 1.316,20 699,28 5. Dompu 18,98 1.228,07 145,06 492,52 424,76 6. Bima 61,90 3.484,20 126,50 351,75 246,90 7. Mataram 153,96 0,00 174,16 175,83 185,63 8. Kota Bima 36,85 381,43 97,93 169,60 185,66 9. Sumbawa Barat 224,50 202,70 365,17 365,96 210,43 10. Lombok Utara - 2,50 14,71 24,17 17,80 Se - NTB 3.023,53

40.609,30

5.881,18

5.881,18

17.760,7 SUMBER : STATISTIK PERIKANAN BUDIDAYA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN NTB, 2013

(6)

4. Budidaya Ikan di Sawah (Mina Padi)

Potensi areal budidaya ikan di sawah (minapadi) mencapai luas 10.353,3 ha dan tingkat pemanfaatan lahan baru mencapai 1.303,05 ha (14,91 % dari potensi) dengan rincian per kabupaten/Kota se–Nusa Tenggara Barat dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel. Potensi dan Pemanfaatan Areal Budidaya Ikan di Sawah (Minapadi) Per Kab/Kota se – Nusa Tenggara Barat

NO KABUPATEN /KOTA POTENSI

( Ha ) PEMANFAATAN Ha % 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Kota Mataram Kota Bima Sumbawa Barat Lombok Utara 1.191,70 2.250,00 3.138,00 398,00 221,00 270,60 115,00 2.649,00 120,00 -460,00 474,30 366,25 -2,50 -38,60 21,08 11,67 0,00 0,00 0,00 2,17 0,00 -Se – NTB 10.353,3 1.303,05 12,58

SUMBER : STATISTIK PERIKANAN BUDIDAYA DISLUTKAN NTB 2012

Jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) budidaya ikan di sawah (minapadi) se – Nusa Tenggara Barat pada tahun 2013 tercatat sebanyak 1.726 buah dengan produksi pada tahun 2013 tercatat sebesar 936,1 Ton dengan nilai produksi sebesar Rp.119.619.342.000,- Sedangkan jumlah produksi pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 dapat dilihat pada table di bawah ini:

Tabel. Produksi Budidaya Ikan di Sawah (Minapadi) Menurut Kabupaten/Kota Se-Nusa Tenggara Barat Tahun 2009 s.d 2013

No KABUPATEN /KOTA

JUMLAH PRODUKSI (TON)

2009 2010 2011 2012 2013 1. Lombok Barat 60,50 100,69 129,14 487,30 729,28 2. Lombok Tengah 58,80 109,70 79,30 65,70 40,03 3. Lombok Timur 3,60 2,10 5,70 114,30 130,30 4. Sumbawa 0,00 2,26 4,10 4,71 0,00 5. Dompu 0,00 0,00 - 0,00 0,00 6. Bima 0,00 0,00 - 0,00 0,00 7. Mataram 16,21 32,51 23,35 31,41 36,52 8. Kota Bima 0,00 0,00 - 0,00 0,00 9. Sumbawa Barat 0,00 58,50 - 0,00 0,00 10. Lombok Utara - 0,00 - 0,00 0,00 Se - NTB 139,11

305,76

242,14 703,42 936,1

(7)

5. Budidaya Ikan di Perairan Umum (Karamba)

Potensi areal budidaya ikan di perairan umum (karamba) seluas 7.842,19 ha dan tingkat pemanfaatan lahan baru mencapai 2.204,23 ha (28,10%) dengan rincian per kabupaten/kota se – NTB dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel. Potensi Areal dan Pemanfaatan Areal Budidaya Ikan di Perairan Umum (Karamba) per Kabupaten/Kota Se-Nusa Tenggara Barat

NO KABUPATEN / KOTA POTENSI

( Ha ) PEMANFAATAN Ha % 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Kota Mataram Kota Bima Sumbawa Barat Lombok Utara 5,00 2.977,87 1.235,70 2.880,00 188,00 552,12 3,50 301,00 25,00 -2,70 2,20 0,08 0,10 -0,05 2,70 -4,00 -54,00 0,07 0,01 0,003 0,00 0,01 77,14 0,00 16,00 -Se – NTB 8.168,19 11,83 0,14

SUMBER STATISTIK PERIKANAN BUDIDAYA DISLUTKAN NTB 2012

Jumlah produksi budidaya ikan di perairan umum (karamba) pada tahun 2013 tercatat sebesar 1.567,4 Ton dengan nilai rumah tangga perikanan (rtp) 141 buah dengan nilai produksi tahun 2013 Rp. 35.565.390.000,- Sedangkan jumlah produksi pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 dapat dilihat pada tabel dibawah ini

TABEL. PRODUKSI BUDIDAYA IKAN DI PERAIRAN UMUM (KARAMBA) MENURUT KAB/ KOTA SE – NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2009 S.D TAHUN 2013

N

O KABUPATEN / KOTA 2009 2010JUMLAH PRODUKSI (TON)2011 2012 2013 1. Lombok Barat 133,55 805,49 711,09 5.200,68 0,00 2. Lombok Tengah 145,70 699,00 297,50 2.334,87 1.509,26 3. Lombok Timur 1,40 1.263,80 43,80 350,05 0,00 4. Sumbawa 39,97 372,14 2,64 21,37 0,00 5. Dompu 3,66 78,74 4,50 36,56 0,00 6. Bima 0,00 35,40 - 0,00 3,00 7. Kota Mataram 26,22 159,17 37,29 288,62 0,00 8. Kota Bima 0,00 51,87 - 0,00 0,00 9. Sumbawa Barat 68,00 293,60 61,90 498,99 0,00 10 . Lombok Utara 0,00 2,27 0,75 6,06 0,00 Se – NTB 418,50 3.761,48 1.159,47 8.737,20 1.512,26 SUMBER : STATISTIK PERIKANAN BUDIDAYA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN NTB, 2013

(8)

Jumlah Rumah Tangga Perikanan se – Nusa Tenggara Barat pada tahun 2013 tercatat sebanyak 26.169 buah

.

Secara rinci Rumah Tangga Perikanan dapat dilihat pada tabel

TABEL. JUMLAH RUMAH TANGGA PERIKANAN BUDIDAYA MENURUT JENIS BUDIDAYA DAN KABUPATEN / KOTA SE-NTB TAHUN 2013

N

o Kabupaten / Kota Budidaya

Laut KJALaut

Rumput Laut

Cottoni Tambak Kolam

Karam ba KJATawar Jaring Tanca p Tawar Mina Padi Jumlah 1 Lobar 3 55 1.515 620 4.250 749 - - 177 5.854 2 Loteng - 498 399 380 3.537 126 115 36 850 5.506 3 Lotim - 444 1.200 67 3.515 86 6 - 643 4.761 4 Sumbawa - 67 2.254 980 790 - - - 35 1.872 5 Dompu - - 605 937 651 55 - - - 1.643 6 Bima - 28 2.007 1.716 620 - 8 - - 2.372 7 Mataram - - - - 592 521 - - 21 1.134 8 Kota Bima - 16 45 198 186 10 - - - 410 9 KSB 887 3 887 134 758 - 12 - - 1.794 1 0 KLU 390 94 - - 339 - - - - 823 Jumlah 1.280 1.205 8.912 5.032 15.238 1.547 141 36 1.726 26.169

Referensi

Dokumen terkait

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan seorang pegawai pada kenyataannya akan berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerjanya, (2) kapasitas (capacity),

[r]

Untuk mengetahui variabel yang memberikan nilai peningkatan daya dukung tanah pasir yang lebih dominan dari variabel rasio panjang pondasi (L/B) dan variabel rasio

Animasi adalah sebuah seni membuat dan mengerakkan sebuah obyek, baik berbentuk 2 dimensi, 3 dimensi,maupun stop motion yang kemudian dibuat menggunakan berbagai cara,

Secara teoritis, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi atau masukan bagi perkembangan ilmu teknologi mengenai penggunaan sistem yang telah

Kaya naman naging mabisa at mahalagang ritwal ito para na rin sa mga dayuhan gaya ng mga Kastila nang dumating sila dito sa Filipinas noong siglo 16.. Marami sa kanilang mga

Berkas- berkas cahaya yang tiba di layar akan mengalami interferensi konstruktif dan destruktif juga sehingga akan dihasilkan pola gelap terang tetapi dalam bentuk

Salah satu konsekuensi disahkannya Undang- Undang Desa adalah penarikan tanah plungguh atau bengkok yang selama ini menjadi sumber pendapatan perangkat desa. Hasil