5 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu
Menurut penelitian Ariyanti dan Yusuf Fuad yang membahas tentang Optimalisasi Produksi Pada Industri Pembuatan Kemasan Gelas dengsn Metode Goal Programming. Tujuan dari penelitian yaitu utnuk memaksimalkan total nilai penjualan, memaksimalkan volume produksi, dan meminimalkan biaya produksi. Variabel yang digunakan yaitu jam kerja tenaga kerja, bahan baku, jam kerja mesin, dan permintaan. Metode yang digunakan adalah metode Goal Programming dengan software LINDO. Hasil dari penelitian biaya produksi dapat diturunkan menjadi Rp. 34.240.750 sedangkan keuntungan dapat dinaikkan dengan cara mencapai total nilai penjualan produk antara Rp. 59.350.000 sampai Rp. 59.350.220 (Ariyati and Fuad 2014).
Menurut penelitian yang dilakukan oleh I.Indrayanti dan J.Hellyward yang membahas tentang Optimalisasi Produksi dan Maksimalisadi Keuntungan Usaha Ternak Sapi Potong degan Sistem Integrasi Sapi – Sawit di Kabupaten Dharmasraya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keuntungan maksimal dan tingkat produksi peternak sapi potong yang berintegrasi dengan sawit. Variabel yang diuji ada biaya yang dikeluarkan, penerimaan, keuntungan, produksi optimal, dan keuntungan. Metode yang digunakan teknik analisis regresi kuadratik dan regresi linear. Hasil dari penelitian terdahulu ini menunjukkan produktivitas sapi di wilayah penelitian selama 3 tahun pemeliharaan setiap ekor induk sapi melahirkan rata-rata 1,7 ekor anak sapi. Keuntungan yang peternak
peroleh sebesar Rp. 4.154.792,-/ekor induk/3 tahun (Indrayani and Hellyward 2015).
Vishwa Nath Maurya dkk yang membahas tentang Profit Optimizing Using Linear Programming Model: A Case Study Ethiopian Chemical. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi laba pada perusahaan tersebut. Variabel yang diuji yaitu jam waktu mesin dan permintaan. Metode yang digunakan teknik algoritma simpleks dengan menerapkan MS-Excel Solver. Hasil dari penelitian perusahaan memproduksi 2.094 ton aluminium sulphateperday untuk mendapatkan keuntungan optimal sebesar 32.205.951 per tahun. (Maurya et al. 2015)
Elva Rahmat W, Rosihan Asmara, dan Slviana Maulidiah yang membahas tentang Analisis Optimalisasi Produk Pada Produk Olahan Jintan Hitam (Nigella Sativa). Tujuan dari penelitian yaitu untuk menganalisis keuntungan optimal dari produksi produk olahan jintan hitam dan mengidentifikasi system produksinya. Variabel yang diuji adalah Biaya total, keuntungan, dan penerimaan. Metode yang digunakan ialah analisis sensitivitas dan analisis dual. Hasil penelitian adalah olahan jintan hitam harus memproduksi kaplet jintan hitam sebanyak 2857 unit, kaplet ramuan 3 dimensi sebanyak 763 unit, dan ekstrak kental sebanyak 388 unit supaya mencapai produksi optimal. Perusahaan mendapatkan keuntungan optimal sebesar Rp. 24.927.760,- memiliki nilai tambah dengan selisih Rp. 3.176.225,-. (W, Asmara, and Maulidah 2017)
Titilayo Dorcas Ailobhio dkk penelitian yang membahas tentang Optimizing Profit in Lace Baking Industry Lavia with Linear Programming Model. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mencari solusi agar perusahaan mendapatkan keuntungan yang maksimal. Variabel yang diuji adalah biaya produksi, harga jual, keuntungan, dan bahan baku. Menggunakan teknik analisis metode trial and error dan metode simpleks. Hasil dari penelitian ini yaitu perusahaan mendapatkan keuntungan optimal sebesar 558.000 per bulan. (Ailobhio, Sulaiman, and Akeyede 2018)
2.1.1 Persamaan dan Perbedaan
Penelitian yang dilakukan ini mempunyai persamaan dan perbedaan yang ada di penelitian terdahulu perbedaan antara penelitian yang dilakukan peneliti ialah tempat penelitian, dan metode analisis yang digunakan berbeda dengan beberapa penelitian terdahulu. Persamaan antara penelitian yang dilakukan dengan penelitian terdahulu yaitu tujuan penelitian, alat analisis yang digunakan sama dengan beberapa penelitian terdahulu, dan variabel yang diuji memiliki kesamaan dengan beberapa variabel yang diuji oleh peneliti terdahulu. Kebaruan yang ada pada penelitian ini yaitu pada tempat yang digunakan untuk penelitian dan permasalahan yang diteliti.
2.2 Tinjauan Pustaka 2.2.1 Madu
Madu merupakan cairan alami yang mempunyai rasa manis yang dihasilkan oleh lebah madu dari berbagai sumber nectar bunga yang masih mengandung enzim diatase aktif (Nadhilla 2014). Manfaat dari madu sebagai food suplement dan obat. Madu memiliki berbagai jenis komponen yang sangat bermanfaat bagi kesehatan
manusia. Madu juga dapat sebagai obat untuk luka-luka, merangsang urinasi, dan mempermudah pengeluaran isi perut kandungan nutrisi yang terdapat pada madu yaitu air 17,0%, Glukosa 31,0%, fruktosa 38,5%, Maltosa 7,2%, Karbohidrat 4,2%, sukrosa 1,5%, enzim, vitamin dan mineral 0,5%, energi 294,0 (Tim Pusat Perlebahan APIARI Pramuka, 2003). Menurut Jaya (2017) madu merupakan hasil dari lebah madu yang berupa cairan, madu berasal dari nektar yang terdapat disari bunga tanaman (foral nectar) atau bagian lain dari tanaman atau ekskresi dari serangga yang umumnya mempunyai rasa manis. Lebah madu memiliki beberapa produk lain selain madu yaitu.
a. Propolis ialah campuran lilin dengan bahan resin yang melekat di kulit kayu, bunga dan pucuk. Lebah menggunakan propolis untuk melekatkan sarang agar kuat dan mengkilatkan bagian dalam pada sarang. Propolis juga memiliki manfaat bagi kekebalan tubuh yaitu meningkatkan imunitas tubuh dan memperbaiki kondisi patologis tubuh yang sakit. b. Malam (lilin Lebah, wax) berfungsi sebagai bahan campuran untuk
kosmetik seperti krim, salep, lipstick dll
c. Bee pollen (tepung sari) merupakan serbuk sari bunga yang dikumpulkan oleh lebah madu untuk makanan koloni lebah. Bee pollen ini berfungsi sebagai bahan campuran obat-obatan atau untuk keperlan farmasi yang lain.
d. Royal jelly berfungsi sebagai bahan campuran untuk kosmetik dan losion suplemen makanan atau stamina, dan juga dapat menyembuhkan penyakit.
2.2.2 Manajemen Operasi
Manajemen operasi merupakan manajemen dari suatu organisasi produksi yang mengubah input menjadi output baik berupa barang maupun jasa. Kegiatan operasi atau produksi ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Kegiatan yang ada di suatu perusahaan harus bekerja secara bersamaan satu dengan lainnya. Setiap kegiatan bekerja dengan sendiri-sendiri maka suatu perusahaan tidak akan mencapai suatu tujuan yang diinginkan (Joko, 2004).
Manajemen operasi atau produksi merupakan suatu usaha pengelolaan yang optimal dalam penggunaan sumber daya yang sering disebut faktor-faktor produksi yaitu tenaga kerja, mesin, peralatan, bahan mentah dan lain-lain. Dalam kegiatan operasi atau produksi manajer produksi mengarahkan agar dapat memproduksi dalam kualitas, harga, jumlah dan waktu yang sesuai dengan permintaan konsumen (Handoko, 1990).
Menurut Yamit (2003) , manajemen operasi merupakan proses pengolahan input menjadi output yang menghasilkan barang atau jasa dengan cara terarah dan sistematis. Karakteristik dari manajemen operasi ini yaitu memiliki tujuan untuk menghasil barang atau jasa, memiliki kegiatan misalnya proses pengolahan, dan mempunyai mekanisme untuk mengendalikan pengoperasian. Manajemen operasi dilihat dari 3 aspek yaitu manajemen operasi dilihat dari segi fungsi, segi profesi, dan segi pengambilan keputusan.
a. Manajemen operasi dilihat dari segi fungsi
Dilihat dari segi fungsi manajemen dengan fungsi operasinya, fungsi manajemen operasi yaitu pemasaran, akuntansi, keuangan, personalia, dan
distribusi. Pemasaran merupakan suatu hal yang penting di perusahaan yang memiliki hubungan langsung dengan lingkungan ekonomi. Akuntansi memiliki fungsi memberikan informasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Keuangan berungsi untuk mengatur atau mengendalikan dana operasi agar berjalan secara optimal.
b. Manajemen operasi dilihat dari segi profesi
Dilihat dari segi profesi, manajemen operasi ini menawarkan berbagai pekerjaan misalnya direktur pabrik, direktur operasi, manajer operasi, dll. Terbukanya berbagai pekerjaan mendorong untuk terbentuknya suatu tim manajemen operasi yang akan bermanfaat untuk pengembangan.
c. Manajemen operasi dilihat dari segi pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan merupakan dasar utama semua aktivitas manajemen, seperti menentukan kapasitas produk, menentukan pasar yang dituju dan sebagainya. Pengambilan keputusan ini berdasarkan situasi dan kondisi serta tersedianya informasi yang lengkap. Terdapat empat tahapan hal dalam pengambilan keputusan yaitu mengidentifikasi masalah, memformulasikan masalah, menganalisis dari berbagai alternatif, dan memutuskan alternated untuk diterapkan.
2.2.3 Keuntungan Produksi Optimal
Setiap perusahaan mempunyai tujuan utama yaitu memperoleh keuntungan yang optimal dari kegiatan usaha dalam skala kecil maupun skala besar (Fardiana 2012). Memperoleh keuntungan juga dapat memperluas usahanya. Mendapatkan keuntungan merupakan salah satu petunjuk tentang kualitas manajemen pada
perusahaan tersebut dan dapat menjadi alat ukur yang baik untuk mengukur prestasi pimpinan atau manajer (Rawis, Panelewen, and Mirah 2016). Optimalisasi produksi merupakan suatu cara mengoptimalkan produksi ini menggunakan fungsi tujuan untuk memaksimalkan keuntungan dengan ketersediaan input sebagai fungsi kendala (W, Asmara, and Maulidah 2017). Dengan optimasi diharapkan hasil produksi akan optimal dan tidak terjadinya kekurangan maupun kelebihan produksi sehingga perusahaan mendapatkan keuntungan yang optimal.
Keuntungan pada perusahaan merupakan suatu hal yang penting agar perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang. Keuntungan dapat menunjukkan bahwa suatu perusahaan tersebut memiliki prospek yang baik di masa akan datang. Oleh karena itu, perusahaan berusaha untuk meningkatkan keuntungannya, karena semakit tinggi tingkat keuntungan suatu perusahaan maka kelangsungan usahanya akan terjamin (Hermuningsih, 2012). 2.2.4 Linear Programming
Perusahaan memiliki tujuan untuk mendapatkan penerimaan yang maksimum dengan jumlah biaya yang minimum. Mencapai tujuan yang optimal dengan keadaan sumber yang terbatas linear programming merupakan analisis untuk memecahkan permasalahan tersebut sebagai alternatif untuk pengambilan keputusan dan tindakan (Suprapto, 2005). Menurut (Susanto and Adianto 2005) linear programming sejak dikembangkan oleh George Danizig tahun 1947, Pemrograman linear digunakan sebagai pemecah masalah optimasi dalam sektor industri dan jasa. Model linear programming ini disusun berdasarkan dua komponen utama yaitu fungsi objektif dan fungsi kendala. Fungsi objektif ini
berhubungan dengan suatu tujuan yang akan dicapai sedangkan fungsi kendala ini akan memaksimumkan untuk menyatakan keuntungan dan diminimumkan apabila menyatakan biaya produksi yang dikeluarkan. Menurut Muslikh (2006) Linear programming adalah sebuah metode programa yang variabelnya disusun dengan persamaan linear. Linier programming merupakan salah satu teknik dari riset operasi untuk memecahkan persoalan optimasi (maksimasi atau minimasi) dengan menggunakan persamaan dan pertidaksamaan linier dalam rangka untuk mencari pemecahan yang optimum dengan memperhatikan kendala-kendala yang ada. Menurut Ardi (2007) Linear Programming juga merupakan metode atau teknis matematis yang digunakan seorang manajer untuk membantu dalam pengambilan suatu keputusan. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan maksimisasi atau minimisasi. Maksimisasi ini dapat berupa keuntungan yang maksimal atau memaksimumkan efektivitas promosi dan minimisasi dapat berupa meminimumkan biaya. Dalam linear programming ini pembuatan model memerlukan 3 komponen dasar yang penting yaitu:
1. Variabel keputusan yaitu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai tujuan.
2. Fungsi tujuan yaitu suatu fungsi atau persamaan yang menghubungkan variabel dan membentuk kesatuan tentang apa yang akan dicapai. 3. Fungsi kendala yaitu sekumpulan persamaan atau pertidaksamaan yang
2.2.5 Metode Simpleks
Suatu masalah dalam linear programming jika hanya mengandung 2 variabel keputusan saja maka dapat diselesaikan menggunakan metode grafik. Jika melibatkan variabel-variabel keputusan lebih dari 2 maka tidak bisa menggunakan metode grafik. Variabel keputusan lebih dari 2 maka menggunakan model linear programming dengan metode simpleks (Handoko, 1990). Metode simpleks digunakan untuk mengetahui jumlah produk optimal dan keuntunan optimal dapat menggunakan metode simpleks. Metode ini merupakan salah satu bagian dalam operasional riset. Riset operasi merupakan cara utnuk menentukan suatu keputusan yang optimum dalam (Fardiana 2012).
Menurut Surachman (2015) metode simpleks ialah metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah progam linier dalam bentuk iterasi, yaitu dengan proses perhitungan yang sama dan diulang terus-menerus sampai memperoleh hasil yang optimum. Syarat bentuk standar model program linier yaitu:
a. Semua fungsi kendala merupakan persamaan dengan ruas kanan positif b. Variabel keputusan harus non-negatif
2.3 Kerangka Pemikiran
Diagram 2.1. Kerangka Pemikiran
Perkembangan industri saat ini berkembang sangat pesat, dimana macam dan jumlah produk yang diproduksi bervariasi. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil produksi yang tetap terjaga kualitasnya dibutuhkan berbagai cara agar kualitas tetap terjaga dengan baik agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Perlu adanya perencanaan jumlah produksi yang efektif dana efisien untuk mewujudkan hal tersebut. Beberapa faktor kendalanya yaitu terdapat dalam menyediakan bahan baku dan jam tenaga kerja. Penyelesaian dalam masalah ini perusahaan mempunyai penentuan jumlah produk yang optimal kemudian dapat mengetahui keuntungan maksimal yang di dapat perusaha.
Bahan Baku (X1)
Jam Tenaga Kerja (X2)
Penentuan Jumlah Produk yang Optimal
Keuntungan Maksimal (Z)
2.4 Hipotesis
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas terdapat hipotesis yaitu :
1. Usaha madu di PT Kembang Joyo Sriwijaya mencapai jumlah produksi yang optimal.
2. PT. Kembang Joyo Sriwijaya memperoleh keuntungan yang maksimal.
3. Perkembangan produksi dan keuntungan optimal PT. Kembang Joyo Sriwijaya mengalami naik turun.