• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IV. HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3. Pengaruh sistem budidaya padi terhadap tinggi tanaman (cm)
Tabel 4. Pengaruh sistem budidaya padi terhadap jumlah batang per 100 m 2
Tabel 5. Pengaruh sistem budidaya padi terhadap  jumlah batang produktif     per 100 m 2
Tabel 6. Pengaruh sistem budidaya padi terhadap panjang malai, jumlah gabah     per malai, jumlah gabah isi, dan jumlah gabah hampa
+3

Referensi

Dokumen terkait

 Dalam pemasaran hasil posisi tawar petani padi cenderung lemah, dikarenakan : (a) umumnya petani menjual padi segera setelah panen dalam bentuk gabah kering panen (GKP),

Hasil uji statistik bobot gabah per malai tanaman padi yang tidak berbeda nyata pada dua teknik pemberian air pada tanaman padi tersebut menunjukkan bahwa bobot gabah per malai

Perlakuan bentuk pupuk organik berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, jumlah anakan padi produktif, panjang malai, berat 1000 gabah, berat kering panen per rumpun,

Hasil gabah kering panen per rumpun merupakan rata-rata hasil gabah kering panen (GKP)dan Gabah Kering Giling (GKG) per rumpun setelah gabah bernas dipisahkan

sawah, namun pada faktor pemberian bakteri pelarut fosfat memberikan pengaruh nyata terhadap bobot netto gabah kering padi sawah.Dapat dilihat bobot netto gabah

Penerimaan usahatani padi anorganik diperoleh dari hasil kali antara jumlah produksi gabah kering panen (GKP) setiap kg yang dihasilkan dengan harga jual yang berlaku

Berdasarkan Ariwibawa (2012), produksi padi gabah kering panen (GKP) di Desa Kerta, Kecamatan Payangan Gianyar Bali yang menerapkan sistem tanam jajar legowo 2:1

Dalam satu diktumnya menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) pada tingkat petani adalah Rp 3 300 per kg. Angka ini mengalami peningkatan Rp