• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2. Landasan Teori

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2. Landasan Teori"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Landasan Teori

2.1 Internet

Menurut O’Brien (2005, p. 704), internet adalah jaringan komputer yang tumbuh cepat dan terdiri dari jutaan jaringan perusahaan, pendidikan, serta pemerintah yang menghubungkan ratusan juta komputer serta pemakainya di lebih dari 200 negara. Dalam kehidupan sehari-hari internet biasanya digunakan untuk: -Email : Meenggunakan email dan pesan instan untuk saling menukar pesan

elektronik dengan rekan, teman dan pemakai Internet lainnya. -Berdiskusi : Berpartisipasi dalam forum diskusi newgroup minat khusus,

atau adakan percakapan teks secara langsung diruang chat situs Web.

-Publikasi : Mengirimkan pendapat, topik, atau karya kreatif Anda ke situs Web atau Weblog untuk dibaca oleh orang lain.

-Beli dan Jual: Anda dapat membeli atau menjual apa saja melalui peritel e- commerce, penjual utama, penyedia jasa dan lelang online.

-Download : Transfer file data, software, laporan, artikel, gambar, music video dan jenis file lainnya ke sistem komputer anda.

-Penggunaan lainnya:

Melakukan telepon jarak jauh, mengadakan konferensi video menggunakan desktop, menggunakan program radio, menonton televisi, bermain video game, mengeksplorasi dunia virtual, dan lain-lain .

Menurut Laudon (2004, p. 18), internet adalah jaringan internasional dari jaringan yang merupakan kumpulan ratusan ribu jaringan swasta dan publik. Melalui pengertian-pengertian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa, internet adalah jaringan komputer yang tumbuh dengan cepat dan berfungsi sebagai penghubung ratusan juta komputer dan penggunanya yang ada di lebih dari 200 negara baik itu yang ada pada jaringan perusahan, pendidikan, serta pemerintah.

2.2 Intranet

Menurut O’Brien (2005, p. 705), intranet adalah jaringan seperti internet di dalam organisasi. Software penjelajah Web memberikan akses mudah ke situs Web Internal yang dibuat oleh berbagai unit bisnis, tim, dan individu, serta sumber daya jaringan dan aplikasi lainnya.

(2)

Menurut Laudon (2004, p. 25), intranet adalah jaringan internal yang berdasarkan teknologi internet dan World Wide Web dan standar. Menurut Turban, Lee, Liang, & Turban (2010, p. 49), intranet adalah jaringan internal perusahaan yang menggunakan teknologi internet, seperti web browser dan internet protokol.

Melalui pengertian-pengertian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa, intranet adalah jaringan yang seperti internet yang ada di suatu organisasi yang bersifat internal dan menggunakan teknologi internet seperti web browser dan internet protocol.

2.3 Ekstranet

Menurut Turban, Lee, Liang, & Turban (2010, p. 49), ekstranet adalah sebuah jaringan yang menggunakan internet untuk menghubungkan beberapa jaringan intranet.dan menurut O’Brien (2005, p. 268), ekstranet adalah hubungan jaringan yang menggunakan teknologi internet untuk saling menghubungkan intranet suatu binis dengan intranet pelanggannya, pemasok dan mitra bisnis lainnya. Sedangkan Menurut Laudon (2004, p. 25), ekstranet merupakan Jaringan intranet yang dapat diakses oleh orang luar.

Berdasarkan pengertian-pengertian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa ekstranet adalah jaringan yang menghubungkan beberapa jaringan intranet dengan menggunakan teknologi internet sehingga jaringan intranet dapat diakses oleh orang luar.

2.4 E-business

Menurut Laudon (2004, p. 25), E-business adalah penggunaan internet dan teknologi digital untuk melaksanakan semua proses bisnis di perusahaan. Termasuk e-commerce serta proses manajemen internal perusahaan dan untuk koordinasi dengan pemasok dan mitra bisnis lainnya. Dan menurut Laudon (2004, p. 118), internet bisnis model terdiri atas beberapa jenis yaitu:

- Click and Mortar: merupakan bisnis model dimana website adalah perluasan dari bisnis model brick and mortar business.

- Pure play : merupakan bisnis model yang murni atau sepenuh bergerak di internet.

- Brick and Mortar: merupakan bisns model yang semuanya bergerak di toko fisik dan biasanya disebut dengan bisnis model tradisional.

(3)

Menurut O’Brien (2005, p. 698), E-business adalah penggunaan teknologi Internet untuk menghubungkan dan memberdayakan proses bisnis, e-commerce, dan komunikasi perusahaan serta kerja sama di dalam perusahaan dan dengan pelanggan, pemasok, dan pemilik kepentingan bisnis lainnya.

Menurut Turban, Lee, Liang, & Turban (2010, p. 47), E-business adalah definisi yang lebih luas dari EC yang meliputi tidak hanya pembelian dan penjualan barang dan jasa, tetapi juga melayani pelanggan, berkolaborasi dengan mitra bisnis, dan melakukan transaksi elektronik dalam sebuah organisasi.

Berdasarkan pada pengertian-pengertian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa, E-business adalah penggunaan teknologi internet dan teknologi digital dalam melaksanakan dan menghubungkan semua proses bisnis tidak hanya pembelian dan penjualan barang dan jasa.

2.5 E-commerce

2.5.1 Pengertian E-commerce

Menurut Greenstein & Vasarhelyi (2004, p. 2), E-commerce adalah penggunaan media telekomunikasi untuk terlibat dalam pertukaran, termasuk membeli dan menjual, produk dan jasa yang membutuhkan transportasi, baik secara fisik maupun digital, dari lokasi ke lokasi

Menurut O’Brien (2005, p. 698), E-commerce adalah Pembelian dan penjualan, pemasaran dan pelayanan serta pengiriman dan pembayaran produk, jasa, dan informasi di internet, intranet, ekstranet, dan jaringan lainnya. Antara perusahaan berjaringan dengan prospek, pelanggan, pemasok dan mitra bisnis lainnya. Mencakup E-commerce bisnis ke pelanggan (business to consumer – B2C), bisnis ke bisnis (business to business – B2B) dan pelanggan ke pelanggan (consumer to consumer – C2C).

Menurut Laudon (2004, p. 23), E-commerce adalah proses pembelian dan penjualan barang dan jasa secara elektronik yang melibatkan transaksi melalui internet, jaringan dan teknologi digital lainnya. Dan menurut Turban, Lee, Liang, & Turban (2010, p. 46), E-commerce adalah proses pembelian, penjualan atau pertukaran produk, jasa atau informasi melalui komputer.

(4)

2.5.2 Tipe-tipe E-commerce

Menurut O’Brien (2005, p. 384), banyak perusahaan kini terlibat dalam atau mensponsori tiga kategori dasar dari aplikasi E-commerce: E-commerce business to consumer, business to business dan consumer to consumer

- E-commere Business to Consumer (B2C).

Dalam bentuk E-commerce semacam ini, perusahaan harus mengembangkan pasar elektronik yang menarik untuk menjual berbagai produk dan jasa ke para pelanggan. Contohnya, banyak perusahaan menawarkan website E-commerce yang menyediakan pajangan virtual dan katalog multimedia, pemrosesan pesan interaktif, sistem pembayaran yang aman dan dukugan pelanggan online.

- E-commerce Business-to-Business (B2B)

Kategori e-commerce ini melibatkan pasar e-business dan hubungan pasar langsung antarperusahaan. Contohnya, banyak peruashaan menawarkan website yang aman berisi katalog e-commerce melalui Internet atau ekstranet untuk para pelanggan dari perusahaan pemasok. Hal lain yang juga sangat penting adalah portal e-commerce B2B yang menyediakan pasar lelang dan jual beli untuk berbagai perusahaan. Perusahaan lain dapat tergantung pada pertukaran data elektronik (Electronic Data Interchange – EDI) melalui internet atau ekstranet untuk pertukaran komputer-komputer atas berbagai dokumen e-commerce dengan para pelanggan besar dari perusahaan dan pemasok.

- E-commerce Consumer-to-Consumer (C2C)

Keberhasilan besar dari lelang online seperti eBay, tempat pelanggan (dan juga perusahaan) dapat membeli serta menjual satu sama lain dalam proses website lelang, menjadikan C2C sebuah strategis bisnis e-commerce yang penting. Jadi, berpartipasi atau mensponsori lelang pelanggan atau perusahaan adalah alternatif e-commerce yang penting untuk B2C, C2B atau B2B.

Dan menurut O’Brien (2005, p. 414), pasar-pasar dari E-commerce terdiri atas beberapa jenis yaitu:

- Satu ke banyak (one to many)

Sisi jual pasar. Menjalankan satu pemasok besar, yang menetapkan penawaran katalog produk dan harga. Contohnya: Cisco.com dan Dell.com

(5)

- Banyak ke satu (many to one)

Sisi beli pasar. Menarik banyak pelangganyang mengerumuni tempat jual beli ini untuk menawar bisnis dari pembeli bisnis dari pembeli besar seperti GE atau AT&T.

- Beberapa ke banyak (some to many)

Pasar distribusi. Menggabungkan para pemasok besar yang menggabungkan katalog produk mereka untuk menarik lebih banyak pembeli. Contohnya: VerticalNet dan Works.com

- Banyak ke beberapa (many to one)

Pasar pengadaan barang. Menggabungkan para pembeli besar yang menggabungkan katalog pembelian mereka untuk menarik lebih banyak pemasok dan lebih banyak persaingan serta harga yang lebih rendah. Contohnya: Convisint dalam industri otomotif dan Pantellos dalam industri ketenagaan.

- Banyak ke Banyak (many to many)

Pasar lelang yang digunakan oleh banyak pembeli dan penjual yang dapat membuat berbagai lelang dari pembeli atau penjual untuk secara dinamis mengoptimalkan harga. Contohnya: eBay dan FreeMarkets.

2.5.3 Faktor keberhasilan E-commerce

Faktor-faktor keberhasilan dalam E-commerce menurut O’Brien (2005, p. 403) : - Pilihan dan nilai

Sebuah bisnis harus menawarkan pilihan yang bagus atas berbagai produk dan jasa yang menarik bagi pelanggan dengan harga bersaing atau mereka akan dengan cepat pergi dari sebuah toko web. Akan tetapi, harga dari perusahaan tidak harus terendah dalam web jika mereka membangun reputasi untuk kualitas tinggi, jaminan kepuasan dan dukungan pelanggan yang bagus untuk pelanggan ketika berbelanja dan setelah terjadi penjualan.

- Kinerja dan Pelayanan

Orang tidak ingin dibuat menunggu ketika mengunjungi atau menjelajahi, memilih, atau membayar dalam sebuah toko web. Website harus didesain secara efisien untuk kemudahan akses, belanja, dan pembelian, dengan kekuatan server dan kapasitas jaringan yang cukup untuk mendukung lalu

(6)

lintas website. Belanja melalui web dan layanan pelanggan juga harus mudah serta membantu, serta cepat. Selain itu produk yang ditawarkan harus tersedia dalam persediaan untuk segera dikirimkan ke pelanggan.

- Tampilan dan Rasa

Situs B2C dapat menawarkan pajangan web, area perbelanjaan, dan katalog produk multimedia yang menarik. Hal ini dapat berkisar dari pengalaman belanja yang menyenangkan melalui audio dan video hingga tampilan dan rasa yang lebih sederhana dan nyaman. Jadi, sebagian besar situs e-commerce ritel, memungkinkan pelanggan menjelajahi berbagai bagian produk, memasukkannya ke dalam cart, serta masuk ke kasir virtual ketika mereka siap untuk membayar pesanan.

- Iklan dan Insentif

Beberapa toko web beriklan dalam media tradisional, tetapi kebanyakan beriklan dalam web dengan spanduk iklan bersasaran dan dipersonalisasi serta promosi dalam halaman web atau e-mail. Kebanyakan website B2C juga menawarkan para pembeli insentif untuk membeli dan mengembalikan. Biasanya hal ini berarti pemberian kupon, diskon, penawaran khusus, serta voucher untuk layanan web lainnya.

- Perhatian Personal

Mempersonalisasikan pengalaman belanja anda mendorong anda untuk membeli dan melakukan kunjungan ulang. Jadi, software e-commerce dapat secara otomatis mencatat rincian dari kunjungan Anda dan membangun profil pemakai serta pembeli lainnya. Banyak website mereka dan mengisi profil hobi. Selanjutnya, kapan saja anda kembali, anda disambut dengan nama atau dengan halaman web personal, disapa dengan tawaran spesial, dan dibimbing ke berbagai bagian situs yang paling menarik bagi anda. Kemampuan pemasaran langsung dan pembangun hubungan ini adalah salah satu kelebihan utama dari pratik ritel web yang dipersonalisasi.

- Hubungan dengan Komunitas

Memberi para pelanggan online yang memiliki minat khusus suatu perasaan memiliki atas sekelompok individu yang hampir sama, membantu membangun loyalitas serta nilai pelanggan. Jadi, hubungan situs web dan daya tarik program pemasaran membangun serta mempromosikan komunitas

(7)

virtual antara pelanggan, pemasok, perwakilan perusahaan, dan lain-lain melalui berbagai alat kerja sama berbasis web.

- Keamanan dan keandalan

Sebagai pelanggan dari sebuah toko web yang berhasil, anda harus merasa yakin bahwa kartu kredit, informasi personal, dan rincian transaksi anda aman dari penggunaan yang tidak sah. Anda juga harus merasa bahwa anda berhubungan dengan perusahaan yang dapat dipercaya, yang produk-produknya serta informasi situs web lainnya dapat anda percaya seperti dengan yang diiklankan. Pemenuhan pesanan dan pengiriman yang dilakukan sesuai seperti permintaan anda, dalam jangka waktu yang dijanjikan, dan dengan dukungan pelanggan yang bagus, adalah berbagai ukuran lainnya dari keandalan peritel elektronik.

2.6 World Wide Web

Menurut O’Brien (2005, p. 718), World Wide Web adalah jaringan multimedia situs Internet global untuk informasi, pendidikan, hiburan, e-business dan e-commerce.

Menurut Laudon (2004, p. 19) , website adalah semua halaman web (World Wide Web) di seluruh dunia yang dikelola oleh sebuah organisasi atau individu. Dan pengertian sendiri World wide web menurut (Laudon, 2004, p. 19) adalah sebuah sistem dengan standar yang diterima secara universal untuk menyimpan, mengambil, memformat, dan menampilkan informasi dalam lingkungan jaringan.

Berdasarkan pengertian-pengertian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa World Wide Web adalah jaringan multimedia situs Internet global yang berfungsi untuk menyimpan, mengambil, memformat dan menampilkan informasi.

2.7 Website quality

Dalam penelitian Leonidio (2010) disebutkan bahwa website quality terdiri atas beberapa dimensi yaitu:

- Usability

Dimensi Usability berhubungan dengan bagaimana proses interaksi antara manusia dengan komputer dan bagaimana pelanggan memahami dan berinteraksi dengan website serta kualitas yang berkaitan dengan desain dan kegunaan. Contohnya seperti penampilan dan kemudahan dalam penggunaan.

(8)

- Quality of Information

Dimensi quality of information berkaitan dengan kualitas konten atau isi dari website seperti informasi yang berguna untuk pengguna, informasi yang tepat, pengguna dengan mudah dapat mengerti isi informasi website, serta menggunakan format yang tepat.

- Quality of interaction with the service

Merupakan mutu dari interaksi pelayanan yang dialami oleh pengguna ketika mereka menyelidiki kedalam website lebih dalam, yang terwujud dengan kepercayaan dan empati, sebagai contoh isu dari keamanan transaksi dan informasi, pengantaran produk, personalisasi dan komunikasi dengan pemilik website.

Selain itu juga ada instrument-instrumen penelitian dalam website quality yang mengacu pada tabel dibawah ini:

Quality Description

Usability

I find the site easy to learn to operate My interaction with the site is clear and understandable

I find the site easy to navigate I find the site easy to use

The site has an attractive appearance The design is appropriate to the type of site The site conveys a sense of competency The site creates a positive experience for me Information

quality

Provides accurate information Provides believable information Provides timely information Provides relevant information

Provides easy to understand information Provides information at the right level of detail Presents the information in an appropriate format Interaction

quality

Has a good reputation

(9)

My personal information feels secure Creates a sense of personalization Conveys a sense of community

Makes it easy to communicate with the organization I feel confident that goods/services will be delivered as promised

Sumber : (Webqual, 2013) 2.8 Perceived Risk

Djojosoedarso (2003, p. 2) mendefinisikan risk sebagai suatu ketidak pastian atau kemungkinan terjadinya sesuatu yang menyebabkan kerugian atau adanya penyimpangan dari hasil yang sebenarnya dengan hasil yang diharapkan oleh kita. Dan Trieschamann, Hoyt, & Sommer (2005, p. 3) mendefinisikan risk sebagai suatu keadaan ketidak pastian yang kemungkinan menyebabkan kerugian. Sedangkan Dorfman (2005, p. 7) mendefinisikan risk sebagai adanya variasi dari hasil yang mungkin terjadi.

Berdasarkan pengertian atas maka dapat disimpulkan, risk merupakan suatu keadaan ketidak pastian atau adanya kemungkinan terjadi sesuatu yang menyebabkan kerugian dan penyimpangan dari hasil yang kita harapkan.

Dalam penelitian Sukma (2012) dikatakan bahwa dalam transaksi online setidaknya ada tiga macam resiko yang mungkin terjadi yaitu resiko produk, resiko transaksi, dan resiko psikologis.

- Resiko Produk

Risiko produk merupakan resiko mengacu pada ketidakpastian bahwa produk yang dibeli akan sesuai dengan yang diharapkan oleh pelanggan.

- Resiko transaksi

Resiko transaksi adalah resiko yang berkaitan dengan ketidak-pastian yang akan berakibat merugikan konsumen dalam proses transaksi, dan

- Resiko psikologis

Resiko psikologis merupakan resiko yang berupa ketakutan-ketakutan, yang mungkin terjadi selama pembelian atau setelah pembelian.

(10)

2.9 Online Trust

Sukma (2012) mendefinisikan trust atau kepercayaan sebagai kemauan pelanggan untuk bergantung pada penjual yang dapat dipercaya. Dan dalam sebuah bisnis atau transaksi secara online, kepercayaan dapat muncul ketika pihak yang terlibat mendapatkan kepastian dari pihak lainnya dan bisa memberikan kewajiban. Ada 3 faktor yang dapat membentuk kepercayaan seseorang terhadap yang lain yaitu ability, benevolence dan integrity.

Sedangkan Ie & Denny (2013) mendefinisikan Online Trust sebagai kepercayaan pihak tertentu terhadap yang lain dalam melakukan hubungan transaksi berdasarkan suatu keyakinan bahwa orang yang dipercayainya tersebut akan memenuhi segala kewajibannya secara baik sesuai yang diharapkan. Ada 3 faktor yang membentuk kepercayaan seseorang terhadap yang lain yaitu :

- Ability

Ability mengacu pada kemampuan kompetensi dan karakteristik penjual/organisasi dalam mempengaruhi dan mengotorisasi wilayah yang spesifik. Dalam hal ini berkaitan dengan bagaimana penjual mampu menyediakan, melayani, sampai mengamankan transaksi dari gangguan pihak lain. Artinya bahwa konsumen memperoleh jaminan kepuasan dan keamanan dari penjual dalam melakukan transaksi.

- Benevolence

Benevolence merupakan kemauan penjual dalam memberikan kepuasan yang saling menguntungkan antara dirinya dengan konsumen. Profit yang diperoleh penjual dapat dimaksimumkan, tetapi kepuasan konsumen juga tinggi. Penjual bukan semata-mata mengejar profit maksimum semata, melainkan juga memiliki perhatian yang besar dalam mewujudkan kepuasan kosumen.

- Integrity

Integritas berkaitan dengan bagaimana perilaku atau kebiasaan penjual dalam menjalankan bisnisnya. Informasi yang diberikan kepada konsumen apakah benar sesuai dengan fakta atau tidak. Kualitas produk yang dijual apakah dapat dipercaya atau tidak. Integrity dapat dilihat dari sudut kewajaran, pemenuhan, kesetiaan, keterus-terangan, keterkaitan.

(11)

Dan pada penelitian Hwang & Lee (2012) juga menunjukkan bahwa Online Trust terdapat beberapa dimensi yaitu:

- Integrity adalah keyakinan bahwa perusahaan dapat dipercaya mematuhi aturan yang berlaku perilaku, seperti kejujuran dan tetap menjanjikan.

- Ability adalah keyakinan dalam keterampilan dan kompetensi perushaaan. - Benevolence adalah keyakinan dimana mempercayai perusahaan akan

memberikan keuntungan yang baik bagi konsumen.

Melalui penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Online Trust adalah kemauan pelanggan untuk melakukan hubungan transaksi dan percaya bahwa orang yang dipercayainya akan memenuhi segala kewajibannya dengan baik dan sesuai yang diharapakan. Dan untuk membentuk suatu Trust atau kepercayaan ada 3 faktor yaitu ability, benevolence dan integrity.

2.10 Online Purchase Intention

Ling , Daud , Piew, Keoy, & Hassan (2011) mendefinisikan online purchase Intention sebagai suatu keadaan dimana konsumen bersedia dan bermaksud untuk melakukan transaksi online. Dan menurut Suhari (2011) Niat beli adalah rencana untuk membeli barang atau jasa di waktu kedepan. Dimensi niat beli pada toko yang berbasis web terdiri dari atas 3 yaitu niat beli ke depan melalui Website tersebut, merekomendasikan kepada orang lain tentang pembelian melalui Website tersebut, serta dalam waktu dekat melakukan pembelian.

Dari penjelasan Online Purchase Intention diatas maka dapat disimpulkan bahwa, Online Purchase Intention adalah suatu keadaan dimana konsumen bersedia dan memiliki rencana untuk untuk melakukan transaksi secara online.

(12)

2.11 Kerangka Penelitian

2.12 Hipotesis

- Hubungan Website Quality dengan Online Trust

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis Ie & Denny (2013) menunjukkan bahwa Website berpengaruh terhadap Trust dalam e-bisnis dengan hasil tingkat signifikansi sebesar 0,037 yang lebih kecil dari alpha yaitu sebesar 0,05 yang berarti adanya pengaruh Website terhadap Online Trust dalam e-bisnis dengan tingkat keyakinan 95%.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pengunjung website akan merasa senang ketika mendapatkan informasi produk melalui jaringan yang mudah diakses dengan menggunakan internet dan juga konsumen merasa keamanan dan kepastian pada transaksi sangat penting dalam Website online. Dan hasil pengujian hipotesis tersebut juga didukung oleh penelitian Quresh, et al. (2009) yang menunjukkan adanya hubungan antara website quality dengan Online Trust.

Ha1= Website Quality (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Online Trust (Y). Website Quality (X1) Online Purchase Intention (Z) Perceived Risk (X2)

Gambar 2. 1 Kerangka Penelitian Online Trust

(13)

- Hubungan Perceived Risk dengan Online Trust

Berdasarkan hasil penelitian Ling , Daud , Piew, Keoy, & Hassan (2011) menunjukkan bahwa ada hubungan dari Perceived Risk dengan Online Trust yaitu dengan meminimalkan resiko-resiko yang dirasakan akan meningkatkan atau memperkuat kepercayaan online dan pada akhirnya akan meningkatkan niat pembelian online.

Ha2: Perceived Risk (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap online Trust (Y)

Ha3: Website quality (X1) dan Perceived Risk (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Online Trust (Y).

- Hubungan Perceived Risk dengan Purchase Intention

Berdasarkan dari hasil penelitian Cheng, Tsai, Cheng, & Chen (2012) menunjukkan ada hubungan antara Perceived Risk dengann purchase Intention dengan hasil ß=-0.19,p<0.001. Dan pada penelitian dijelakan bahwa dengan meminimalkan resiko yang ada akan meningkatkan tingkat niat pembelian. Dan penelitian tersebut didukung penelitian Ling , Daud , Piew, Keoy, & Hassan (2011) yang juga menemukan bahwa adanya hubungan antara Perceived Risk dengan purchase Intention.

Ha4: Perceived Risk (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap online purchase Intention (Z).

- Hubungan Website Quality dengan Purchase Intention

Berdasarkan hasil penelitian Quresh (2009) menunjukkan bahwa adanya hubungan website quality dengan purchase Intention dengan hasil 0,286. Dimana dengan ada dengan adanya website quality yang bagus maka akan meningkatkan Online Trust dan pada akhirnya akan meningkatkan Online Purchase Intention.

Ha5: Website quality (X1) memiliki pengaruh yang signifikan online purchase Intention (Z).

(14)

- Hubungan Online Trust dengan Purchase Intention

Berdasarkan pada penelitian Broutsou & Fitsilis (2012) menunjukkan adanya hubungan Online Trust dengan Online Purchase Intention. Dan pada penelitian tersebut dikatakan bahwa Online Trust adalah sangat penting dan telah disebut kunci untuk e-commerce dan karena itu membangun kepercayaan bahkan lebih penting.

Dan hasil pengujian hipotesis tersebut juga didukung oleh penelitian Ling , Daud , Piew, Keoy, & Hassan(2011) dan penelitian Ling, Chai, & Piew(2010) yang juga menunjukkan adanya hubungan antara Online Trust dengan Online Purchase Intention.

Ha7: Online Trust (Y) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap online purchase Intention (Z).

Ha8: Website quality (X1) dan Perceived Risk (X2) serta Online Trust (Y) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap online purchase Intention (Z).

(15)

2

0

2.13 Penelitian terdahulu

Peneliti Variabel Metodologi Penelitian Unit analisis

Website Quality Perceived Risk Online Trust Online Purchase Intention Jenis Penelitian Metode

Broutsou & Fitslis

(2012) √√√√ √√√√

Kuantitatif Regresi Pengguna facebook

yang ada di pages group

Ling , Daud , Piew, Keoy, & Hassan

(2011) √√√√ √√√√ √√√√ Kuantitatif Structural Equation (SEM) Mahasiswa IT Universitas Kuala lumpur yang terlibat dengan transaksi online

Ling, Chai, & Piew (2010) √√√√ √√√√ Kuantitatif Multi Regresion Analisis Mahasiswa Universitas Malaysia yang lahir tahun 1986 dan 1990 yang pernah melakukan transaksi online

(16)

Cheng, Tsai, Cheng, & Chen (2012) √√√√ √√√√ √√√√ Kuantitatif Structural Equation (SEM) Pengguna Online group buying di Taiwan Ie & Denny (2013) √√√√ √√√√ Kuantitatif Multi Regresion and multi Correlation

Pengguna situs web e- bisnis di Indonesia yang telah melakukan transak- si paling sedikit 1 (satu) kali

Quresh, et al. (2009) √√√√ √√√√ √√√√ Kuantitatif Structural Equation (SEM) Mahasiswa pada universitas di new zeland dan Ireland.

Gambar

Gambar 2. 1 Kerangka Penelitian Online Trust

Referensi

Dokumen terkait

Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi penjualan bertanggung jawab untuk menerima order dari pembeli, mengedit order dari pelanggan untuk menambahkan informasi

1. Optimis, mereka yakin apa yang dilakukan akan berhasil. Rasa optimis ini penting untuk dimiliki karena akan meningkatkan semangat untuk memberikan yang terbaik.

Web memberikan kemudahan bagi CRM untuk account management, customer service , dan alat-alat bantu lainnya untuk membantu pelanggan merasa senang dengan layanan

Referensi lain menjelaskan bahwa kartu kredit merupakan kartu plastik yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga pembiayaan lainnya yang diberikan kepada nasabah

Pada awalnya PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page tools, yang berguna untuk memonitor pengunjung suatu web. PHP mula-mula dikembangkan oleh Rasmus

Lalu jika pelayanan yang diberikan kepada pelanggan tidak memenuhi harapan pelanggan, maka pelanggan akan merasa tidak puas terhadap kualitas dari pelayanan yang

Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima surat order pembeli, mengedit order dari pelanggan untuk menambahkan informasi yang

Artinya adalah seseorang pelanggan yang melakukan transaksi secara online, akan menentukan loyalitas nya terhadap suatu website, apabila website online tersebut