• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Model Penelitian & Pengembangan

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau Research and Development yaitu metode penelitian yang digunakan untuk

menghasilkan suatu produk tertentu. Menurut Gay, Mills & Airasian (dalam Emizar, 2012: 263) tujuan utama penelitian dan pengembangan bukan untuk merumuskan atau menguji teori, tetapi untuk pengembangan produk-produk yang efektif untuk digunakan di sekolah-sekolah. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini dikembangkan untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan tertentu.

Produk tersebut kemudian dites lapangan kemudian direvisi sampai tingkat validitas dan reliabilitasnya tercapai. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian bukan untuk menguji teori atau produk yang sudah ada, namun penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk yang sudah ada sehingga menjadi produk yang lebih efektif dan efisien.

Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa instrumen penilaian aspek sikap yang meliputi penilaian KI 1 (sikap spiritual) dan KI 2 (sikap sosial) yang berdasarkan pada kurikulum 2013 dan Permendikbud Republik Indonesia Nomer 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

20

(2)

B. Prosedur Penelitian & Pengembangan

Penelitian dan pengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengembangkan produk yang sebelumnya sudah ada. Rancangan penelitian ini dibuat berdasarkan model penelitian dan pengembangan oleh Richey & Klein.

Berdasarkan kajian tersebut dilakukan studi literatur. Setelah melakukan studi literatur, peneliti membuat rancangan produk yang bersifat menyempurnakan atau mengembangkan produk yang telah ada. Produk yang akan dihasilkan nantinya harus lebih efektif, efisien, dan lebih praktis digunakan dari produk yang sudah ada. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu.

Gambar 3.1 Model Pengembangan Richey & Klein

1) Tahap planning

Menurut Richey & Klein (dalam Sugiyono, 2016: 39), planning adalah kegiatan membuat rancangan atau rencana produk yang di buat. Perencanaan ini dimulai dengan pencarian literatur awal. Tahap awal dengan mencari atau mengumpulkan data yang akan digunakan sebagai latar belakang penelitian dan pengembangan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sesuai dengan hasil Observasi dan Wawancara yang telah dilakukan di Sekolah Dasar Manunggal, memberikan hasil bahwa di Sekolah tersebut belum menemukan instrumen serta metode yang sesuai untuk penilaian sikap siswa. Guru mengaku pelaksanaan penilaian sikap belum maksimal dikarenakan beberapa kendala diantara minimnya panduan yang digunakan dalam penyusunan perangkat pembelajaran dan instrumen penilaian.

Planning Production Evaluation

(3)

2) Tahap production

Menurut Richey & Klein (dalam Sugiyono, 2016: 39), produksi adalah kegiatan membuat produk berdasarkan rancangan sebelumnya.Tahap produksi dalam penelitian dan pengembangan ini diawali dengan penyusunan indikator penelitian. Indikator pencapaian aspek sikap peserta didik yang akan disusun peneliti termuat dalam kurikulum 2013 KI 1 dan KI 2, yaitu sikap menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya, jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri.

3) Tahap Evaluation

Menurut Richey & Klein (dalam Sugiyono, 2016: 39), evaluasi adalah kegiatan menguji, menilai seberapa memenuhinya produk dengan spesifikasi yang telah ditentukan.Tahap evaluasi dalam penelitian ini dilakukan melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas dilakukan oleh dua dosen ahli yang berkompeten dalam bidang evaluasi.

C. Tempat Dan Waktu Penelitihan

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Manunggal tempatnya di desa Manunggal Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang pada tanggal 22 Oktober 2019.Peneliti akan melakukan penelitian di kelas V pada semester ganjil. Peneliti melakukan observasi di sekolah ini karena SDN Manunggal belum menemukan instrument serta metode yang sesuai untuk menilai sikap siswa.

(4)

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah dengan kuesioner atau angket. Menurut Sugiyono (2016 : 216), kuesioner merupakan teknikpengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Menurut Larry Cristensen (dalam Sugiyono, 2016: 216), kuesioner adalah instrumen untuk pengumpulan data, dimana partisipan atau responden mengisi pertanyaan yang diberikan oleh peneliti.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan seperangkat pertanyaan atau pernyataan dengan tujuan mendapat informasi, baik tentang perasaan, pandangan, nilai, sikap maupun data lainnya yang akan dibutuhkan dalam penelitihan. Kuesioner data awal yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data pendapat guru yang berada di Sekolah Dasar Negeri Manunggal tentang system penilaian aspek afektif kurikulum 2013.

Teknik pengumpulan data yang biasa digunakan saat penelitrian yaitu sebagai berikut.

1. Observasi

Menganalisis permasalahan yang ada di lapangan adalah hal pertama yang dilakukan oleh peneliti. Dalam menganalisis sesuatu permasalahan yang ada di lapangan, maka dapat dilakukan observasi untuk menganalisis kebutuhan.

Observasi dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2019 di SDN Manunggal untuk mendapatkan informasi terkait instrument penilaian yang digunakan.

(5)

2. Wawancara

Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara tidak terstruktur. Wawancara juga dilakukan sebelum melaksanakan penelitian yang dilaksanakan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru pada saat memberikan penilaian kepada siswa.

Wawancara ini dilakukan kepada guru kelas V.

Wawancara yang kedua yaitu akan dilakukan setelah melakukan penelitian dan setelah menggunakan penilaian kepada siswa.

3. Angket atau Kuesioner

Angket atau kuesioner adalah daftar pertanyaan yang didalamnya terdapat rangkaian atau kumpulan pertanyaan yang disusun secara sistematis. Angket disusun bertujuan untuk mendapatkan instrumen penialaian ranah afektif berbasis peer assessment dan self assessment dengan kelayakan,memenuhi kriteria, valid, serta reliable yang akan nantinya diimplementasikan secara langsung, sehingga angket tersebut diberikan kepada siswa. Bentuk umum dari angket terdiri dari bagian pendahuluan yang berisi petunjuk pengisian angket, bagian identitas berisikan responden, dan bagian terakhir berisi item angket. Angket ini digunakan untuk memvalidasi item penilaian tersebut. Tahap validasi akan dilakukan kepada siswa. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan izin kelayakan untuk ,memenuhi kriteria, valid, serta reliable yang akan diimplementasikan langsung kepada siswa pada saat penelitian.

(6)

4. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui memberikan bukti berupa gambar, foto, ataupun surat - surat yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data pada dasarnya saling berkaitan satu sama lain seperti halnya observasi yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang ada di lapangan.

E. Instrumen Penelitian

Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitiam pengembangan instrument penilaian aspek sikap yaitu.

1. Spesifikasi Instrumen

Spesifikasi instrument dalam penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan instrument penilaian aspek afektif dalam bidang sikap.

Instrumen penilaian sikap yang akan dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013, yaitu KI 1 (sikap spiritual) dan KI2 (sikap sosial). Setelah ditentukan spesifikasi instrument yang akan dibuat, kegiatan berikutnya adalah pembuatan kisi – kisi instrument penilaian sesuai dengan KI 1 dan KI 2.

2. Skala instrumen

Skala instrumen yang akan digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah Skala Likert. Menurut Masyhud (2016 : 274: 275), Skala Likert banyak digunakan untuk mengukur sikap, opini dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap suatu fenomena sosial, termasuk pendidikan.

Jawaban pernyataan/ pertanyaan skala likert memliki gradasi jawaban mulai

(7)

dari sangat positif (1) sampai sangat negatif (5). Responden yang diharapkan dalam pengembangan instrumen penilaian sikap ini adalah taraf kesetujuan dan ketidaksetujuan responden, yang akan ditulis dengan pendapat seperti SS

= sangat setuju, S = setuju, TB = tidak berpendapat, TS = tidak setuju, dan STS = sangat tidak setuju. Berdasarkan isinya, instrument dibedakan menjadi dua jenis pernyataan, yaitu pernyataan tentang diri sendiri (self assessment) dan pertanyaan untuk orang lain (peer assessment). Pengolahan data hasil jawaban responden agar dapat dianalisis dengan baik maka harus dikuantifikasikan. Peneliti dalam memberikan skor jawaban antara lain : a. Skor untuk butir pernyataan self assesment

Sangat setuju =1, Setuju = 2, tidak berpendapat = 3, tidak setuju = 4, dan sangat tidak setuju = 5.

b. Skor untuk butir pernyataan peer assesment

Sangat setuju = 2, setuju = 3, tidak berpendapat = 1, tidak setuju = 4, dan sangat tidak setuju = 5.

3. Penskoran Instrumen

Sistem penskoran instrumen bergantung pada skala pengukuran yang dipilih.

Penelitihan dan pengembangan ini menggunakan Skala Likert, ada 5 skala yang dipakai untuk mengukur masing-masing butir pernyataan. Skor tertinggi untuk setiap butir adalah 1, dan skor terendah adalah 5.

4. Telaah Instrumen

Kegiatan yang akan dilakukan dalam telaah instrumen adalah meneliti tentang.

(8)

a. Apakah butir pernyataan sesuai indikator

b. Apakah bahasa yang digunakan sudah komunikatif dan menggunakan tata bahasa yang benar

c. Apakah butir pernyataan tidak bisa

d. Apakah jumlah butir sudah tepat sehingga tidak menjemukan responden dalam menjawab

e. Apakah format instrumen menarik untuk dibaca

Telaah ini dapat dilakukan dengan meminta pendapat tim ahli. Menurut Mutrofin (2017: 7), pendapat ahli diperlukan untuk memastikan apakah draf awal instrumen sudah merupakan jabaran yang logis dari kisi–kisi yang dibuat. Tim profesional atau ahli yang dimaksud seperti dosen pembimbing, dosen bidang studi, dosen metodelogi penelitian, atau dosen dengan kualifikasi penelitian dan evaluasi pendidikan.

5. Menyusun Instrumen

Langkah ini merupakan langkah dimana peneliti akan menyusun instrumen yang akan dikembangkan, Format instrument juga dibuat dengan menarik agar tidak membosankan responden dalam membaca. Nomer urut butir pernyataan juga tidak dibuat urut sesuai dengan indikator yang akan dinilai, hal ini dimaksut untuk mengetahui tingkat konsistensi jawaban responden terhadap jawaban yang mereka pilih.

6. Uji coba Instrumen

Uji coba instrument akan dilakukan pada sekolah dasar yang sudah diltentukan sebelumnya untuk observasi awal. Uji coba instrument bias

(9)

dilakukan sekali atau juga lebih, hal tersebut, bergantung pada penetapan kriteria validitas dan reabilitasnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengukuran atau uji coba ini adalah peneliti harus menjelaskan tentang tujuan pengisian, manfaat pengisisan, dan tata cara pengisisan intrumen. Responden tidak boleh saling bertanya pada responden yang lain agar jawaban sesuai dengan keadaan responden sebenarnya.

7. Analisis Instrumen

Menurut Mutrofin (2017: 97), validitas kontruk dan reliabilitas instrumen skala nonkognitif dapat dilakukan melalui tiga metode, yaitu metode analisis aitem dengan Alpha Cronbach, metode analisis faktor eksploratori, dan metode analisis factor konfirmatori. Penelitian dan pengembangan instrument ini menggunakan metode analisis aitem Alpha Cronbach. Menurut metode Cronbach’s Alpha, ada 2 ketentuan pokok yang dijadikan pedoman untuk menentukan suatu item instrumen valid dan reliable.

a) Suatu aitem dikatakan valid apabila koefisian korelasi pearson, yakni aitem total corealiton > 0,30. Jika kolerasi aitem dengan aitem totalnya kurang dari itu, maka aitem baru dikeluarkan dari analisis.

b) Suatu instrumen dikatakan reliable apabila koefisien Cronbach’s Alpha (KCA) dan standar item Alpa (SIA) yang merupakan rerata inter-item correlation dimana aitem memiliki varians yang sama adalah > 0,60untuk penelitian eksploratoris dan > 0,70 untuk penelitian konfirmatoris.

(10)

Menurut Mutrofin (2017: 98), analisis aitem dengan Cronbach’s Alpha pada prinsipnya hanya menguji validitas konstruk dengan cara mengetahui apakah aitem tertentu telah “valid” berada dalam keseluruhan intrumen. Akan tetapi, pada hakikatnya SIA adalah reablitas Spearman-Brown, dan koefisien Alpha adalah formula hasil hitung konsep reabilitas konsistensi internal yang setara dengan K-R 20, K-R 21 dan metode slit half.

Berdasarkan pemahaman ini para mahasiswa tingkat sarjana (S1) diperbolehkan menganalisis instrumennya hanya sampai pada langkah ini dan boleh berkesimpulan bahwa sudah layak digunakan untuk pengumpulan penelitian.

F. Teknik Analisis Data

1. Analisis Kelayakan Produk Pengembangan

Uji kelayakan produk adalah hasil dari analisis yang dapat dilihat apakah produk sudah layak digunakan atau direvisi terlebih dahulu. Setelah itu menguji tingkat kevalidan dan kelayakan produk untuk dapat diimplementasikan pada penilaian kedisiplinan dalam proses pembelajaran.

a) Data Kualitatif

Langkah-langkah teknik analisis data menurut Sugiyono (2015:336) adalah:

1) Pengumpulan data

Pengumpulan data dilakukan peneliti saat melakukan implementasi disekolah

(11)

2) Reduksi data

Reduksi data merupakan pengelompokan dan memilah data serta memfokuskan data yang penting melalui instrumen wawancara dan saran dari angket.

3) Penyajian data

Data yang disajikan dengan bentuk uraian atu deskriptif secara singkat dan jelas mengenai penggunaan instrumen penilaian b) Data Kualitatif

Menurut Sugiyono (2015:23) data kualitatif merupakan data yang berbentuk dalam angka, atau data kuantitatifi yang diangkakan . Jadi kuantitatif merupakan data yang dapat dianalisis dengan cara atau teknik statistik. Data tersebut berupa skor atau angka dan biasanya diperoleh dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa rentang skor atau pertanyaan yang berbobot.

c) Analisis skor

Analisi skor dapat dilakukan dengan prosedur membagi skor yang diperoleh dengan skor maksimal kemudian dikalikan 100%. Sehingga dapat dinyatakan dalam rumus.

Keterangan:

P = presentase tingkat kelayakan

∑x = jumlah skor yang diperoleh

∑xi = jumlah skor maksimal

(12)

Tabel 3.1 Kualifikasi Tingkat Kelayakan berdasarkan presentase

Hasil Tingkat Validitas

0,801 – 1,00 0,601 – 0,800 0,401 – 0,600 0,201 – 0,400 0,00 – 0,200

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Sumber : Arikunto (dalam Akbar, 2017:101)

Berdasarkan tabel diatas, penilaian dikatakan valid jika memenihi syarat pencapaian mulai dari 60-100% dari seluruh unsur yanig terdapat dalam angket penilaian validator. Penilaian harus memenuh kriteria valid. Jika kriteria tidak valid maka dilakukan revisi mencapai kriteria valid.

Selanjutnya untuk menghitung skor rata-rata hasil pengukuran kedisiplinan siswa dengan menggunakan rumus .

X rata-rata = ∑x/n Keterangan :

X rata-rata : skor rata-rata

∑x : total skor

n : jumlah responden

Menurut Sukarjo (2008: 83) untuk mengkonversi skor rata-rata hasil pengukuran siswa maka dibawah ini adalah kategori penilaian ideal siswa menjadi nilai kualitatif dengan ketentuan sebagai berikut:

Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Ideal siswa

No. Rumus Kriteria

1 X>(Mi+1.8Sbi) Sangat baik

2 (Mi+(0,6 Sbi)<X≤(Mi+(1,8 Sbi) Baik

3 (Mi-(0,6 Sbi)<X ≤(Mi + (0,6 Sbi) Cukup

4 A-(1,8 Sbi)<X ≤(Mi-(0,6 Sbi) Kurang

5 X ≤(Mi-1,8 Sbi) Sangat Kurang

Sumber: Sukarjo (2008: 83)

(13)

Keterangan :

X =Skor rata-rata Mi = Rata-rata ideal

Sbi = Simpangan baku ideal

Mi =1/2 x(skor tertinggs + skor terendah) Sbi = 1/6 x (Skor tertinggi - skor terendah) 2. Validitas

Menurut Sugiyono (2017:125) menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Jumlah anggota sampel yang digunakan minimal sekitar 30 responden. Untuk menganalisa data yang diperoleh melalui angket, peneliti menggunakan teknik analisis statistik, yaitu teknik analisis korelasi product moment. Menurut Subarsimi secara spesifk uji validitas dilakukan dengan rumus :

Keterangan :

rxy = kooefisien korelasi product moment N = Jumlah responden

∑X = Skor untuk item butir

∑Y = Skor total

(14)

3. Reliabilitas

Menrurut Sugiyono (2012 : 177), Uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Reliabilitas adalah suatu instrumen cukup dapat dipercaya untukdigunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah cukup baik. Apabila data yang diperolch memang benar-benar sesuai dengankenyataan, maka biarpun data diambil pada waktu yang berbeda dan berkcali-kali maka hasilnya akan tetap sama.

Menurut sugiyono (2011: 121), hasil penelitian yang variable, bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Pada program SPSS, metode ini dilakukan dengan metode Cronbach Alpha , dimana kuisioner dikatan reliable jika nilai Cronbach alpha lebih besar dari 0.06. adapun rumus Cronbach Alhpa. Sebagai berikut :

Keterangan :

= reabilitas intrumen

n = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal = jumlah varians butir

= varians total

Gambar

Gambar 3.1 Model Pengembangan Richey &amp; Klein
Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Ideal siswa

Referensi

Dokumen terkait

• APA yang dimaksud Perencanaan Strategis (Strategic Planning) • Tipe Perencanaan Strategis.. • Membuat Rencana (Planning to Plan) • Membuat Rencana (Planning to Plan) •

Menurut Sugiyono (2016) wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang

Perbaian Rencana Perencanaan Tindakan / Observasi Perbaikan Rencana Tindakan / Observasi Perencanaan Refleks Refleks dan seterusnya.. terjadi dan haris secara kolaboratif

Sugiyono menjelaskan metode penelitian naturalistik, digunakan untuk meneliti pada tempat yang alamiah, dan penelitian tidak membuat perlakuan, karena peneliti dapat

Sedangkan variabel independen menurut Sugiyono (2017:39) mengatakan bahwaSvariabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi atau variabel yangDmenjadi sebab

Menurut Sugiyono (2016: 156) teknik yang digunakan untuk uji normalitas data yaitu dengan uji Kolmogorov-smirnov dengan rumus sebagai berikut:.. Uji normalitas juga

Rancangan penelitian merupakan rencana menyeluruh dari penelitian mencakup hal-hal yang akan dilakukan peneliti dari membuat hipotesis dan implikasi secara

Perencanaan siklus I: kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2012 dimulai pukul 08.30-09.30 WIB, peneliti bersama guru dan asissten kelas menyiapkan media berupa