• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSEDUR OPERASI STANDAR MANAJEMEN PENGETAHUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROSEDUR OPERASI STANDAR MANAJEMEN PENGETAHUAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PROSEDUR OPERASI STANDAR

MANAJEMEN PENGETAHUAN

(2)

PROSEDUR MANAJEMEN PENGETAHUAN

1.1 Pendahuluan

Untuk mendukung terselenggaranya Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) dilingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat ini sudah terdapat kebijakan penyelengaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi berupa Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2020 tentang Penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik. Manajemen pengetahuan merupakan salah satu indikator pada aspek penerapan manajemen SPBE.

Tujuan manajemen pengetahuan adalah untuk meningkatkan kualitas layanan SPBE dan kualitas pengambilan keputusan organisasi. Manajemen pengetahuan juga bermanfaat untuk keberlanjutan seluruh proses bisnis yang ada di Kementerian PUPR. Agar penyelenggaraan manajemen pengetahuan dapat diselenggarakan secara terpadu dan berkelanjutan, dibutuhkan prosedur-prosedur terkait manajemen pengetahuan berikut:

1. Perencanaan Manajemen Pengetahuan 2. Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan

3. Pemantauan dan Evaluasi Manajemen Pengetahuan 4. Pemeliharaan Manajemen Pengetahuan

Keempat prosedur tersebut mengadopsi siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA) dalam

proses bisnis manajemen pengetahuan SPBE seperti Gambar berikut:

(3)

Rincian prosedur-prosedur tersebut dapat dilihat secara lengkap dalam uraian rincian prosedur. Terkait format penulisan prosedur, mengacu kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan.

1.2 Rincian Prosedur

Berikut ini merupakan rincian prosedur terkait manajemen pengetahuan di lingkungan Kementerian PUPR:

1.

Perencanaan Manajemen Pengetahuan

2.

Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan 3.

Pemantauan & Evaluasi Manajemen Pengetahuan 4.

Pemeliharaan

Manajemen

Pengetahuan

(4)

PROSEDUR TEKNOLOGI INFORMASI Manajemen Pengetahuan

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

2021

(5)

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

NOMOR SOP TGL. PEMBUATAN TGL. REVISI TGL. EFEKTIF

DISAHKAN OLEH

NAMA SOP Perencanaan Manajemen

Pengetahuan

DASAR HUKUM: KUALIFIKASI PELAKSANA

1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

2. Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 182);

3. Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 112);

4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 03/PRT/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 27/PRT/M/2020 Penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

6. Peraturan Menteri Negara PAN dan RB No. 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan SOP

Kualifikasi sebagai perencana kegiatan manajemen pengetahuan

KETERKAITAN: PERALATAN/PERLENGKAPAN:

- TNDE

- Aplikasi kolaborasi

PERINGATAN: PENCATATAN:

Disimpan sebagai data elektronik dan manual

(6)

No Kegiatan

Pelaksana Mutu Baku

Ket.

Unit organisasi, unit kerja, dan unit pelaksana

teknis

Badan Pengembangan

Sumber Daya Manusia Kelengkapan Waktu Output

1.

Membuat perencanaan manajemen

pengetahuan Kementerian PUPR 5 hari Kerangka Acuan

Kerja Rencana Manajemen Pengetahuan

2.

Melakukan koordinasi dengan Unit organisasi, unit kerja, dan unit pelaksana teknis terkait ruang lingkup manajemen pengetahuan

Kerangka Acuan Kerja Rencana Manajemen Pengetahuan

1 hari Hasil Koordinasi Rencana Manajemen Pengetahuan

3. Menetapkan rencana manajemen pengetahuan Kementerian PUPR

Hasil Koordinasi Rencana Manajemen Pengetahuan

1 hari Rencana Manajemen Pengetahuan

(7)

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

NOMOR SOP TGL. PEMBUATAN TGL. REVISI TGL. EFEKTIF

DISAHKAN OLEH

NAMA SOP Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan

DASAR HUKUM: KUALIFIKASI PELAKSANA

1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

2. Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 182);

3. Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 112);

4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 03/PRT/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 27/PRT/M/2020 Penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

6. Peraturan Menteri Negara PAN dan RB No. 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan SOP

1. Kontributor: pihak internal/eksternal yang berkontribusi dalam menghasilkan produk pengetahuan

2. Validator: subject matter expert (SME) atau pakar yang bertugas mereview draft pengetahuan

3. Pengguna internal: pengguna pengetahuan yang berasal dari internal Kementerian PUPR

4. Masyarakat Umum: pengguna pengetahuan yang berasal dari eksternal Kementerian PUPR atau masyarakat umum

5. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia: pengelola kegiatan manajemen pengetahuan

KETERKAITAN: PERALATAN/PERLENGKAPAN:

Dapat menerima masukan dari Prosedur Pemeliharaan Manajemen Pengetahuan

- SIMANTU - TNDE

- Aplikasi kolaborasi

PERINGATAN: PENCATATAN:

Kegiatan manajemen pengetahuan dikelola melalui aplikasi SIMANTU

(8)

No Kegiatan

Pelaksana Mutu Baku

Ket.

Unit organisasi, unit kerja, dan unit pelaksana teknis

Masyarakat Umum

Badan Pengembangan

Sumber Daya Manusia

Kelengkapan Waktu Output Kontributor Validator Pengguna

Internal

1. Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan sumber informasi.

Rencana Manajemen Pengetahuan

5 hari Daftar sumber informasi

-

2. Mengumpulkan, menyusun, dan memvalidasi sumber informasi berdasarkan kriteria validasi informasi.

Daftar sumber informasi

5 hari Hasil validasi sumber informasi

-

3. Mengolah informasi menjadi draft pengetahuan.

Hasil validasi sumber informasi

5 hari Draft Pengetahu- an

Status:

Draft

4.

Mereview draft pengetahuan:

a) Jika “Disetujui”, dilanjutkan mempublikasikan pengetahuan.

b) Jika “Tidak Disetujui”, lakukan perbaikan.

Draft Pengetahuan

5 hari Hasil Review Pengetahu- an

Status:

In review

5.

Mempublikasikan pengetahuan yang telah direview:

a) Jika pengetahuan dapat diakses oleh masyarakat umum, maka

pengetahuan dipublikasi untuk umum

b) Jika pengetahuan hanya dapat diakses oleh pengguna internal, maka tidak dapat diakses oleh umum

Hasil Review

Pengetahuan 1 hari Pengetahu- an yang telah dipublikasi

Status:

Published

6. Memanfaatkan pengetahuan.

Pengetahuan yang telah dipublikasi

1 tahun - -

disetujui tidak

disetujui

Pemeliha raan

pengguna internal

masyarakat umum

(9)

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

NOMOR SOP TGL. PEMBUATAN TGL. REVISI TGL. EFEKTIF

DISAHKAN OLEH

NAMA SOP Pemantauan dan Evaluasi Manajemen Pengetahuan

DASAR HUKUM: KUALIFIKASI PELAKSANA

1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

2. Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 182);

3. Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 112);

4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 03/PRT/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 27/PRT/M/2020 Penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

6. Peraturan Menteri Negara PAN dan RB No. 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan SOP

1. Kontributor: pihak internal/eksternal yang berkontribusi dalam menghasilkan produk pengetahuan

2. Validator: subject matter expert (SME) atau pakar yang bertugas mereview draft pengetahuan

3. Pengguna internal: pengguna pengetahuan yang berasal dari internal Kementerian PUPR

4. Masyarakat Umum: pengguna pengetahuan yang berasal dari eksternal Kementerian PUPR atau masyarakat umum

5. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia: pengelola kegiatan manajemen pengetahuan

KETERKAITAN: PERALATAN/PERLENGKAPAN:

Dapat memiliki keluaran ke Prosedur Perbaikan Manajemen Pengetahuan

- SIMANTU - TNDE

- Aplikasi kolaborasi

PERINGATAN: PENCATATAN:

Kegiatan manajemen pengetahuan dikelola melalui aplikasi SIMANTU

(10)

No Kegiatan

Pelaksana Mutu Baku Ket.

Badan Pengembangan

Sumber Daya Manusia

Unit organisasi, unit kerja,

dan unit pelaksana teknis Masyaraka

t Umum Kelengkapan Waktu Output Validator Pengguna

Internal

1. Pengguna internal/masyarakat umum memberikan umpan balik pengetahuan

Form umpan balik pengetahuan (SIMANTU)

1 hari Umpan balik pengetahuan -

2. BPSDM menerima umpan balik pengetahuan

• Umpan balik

pengetahuan 5 hari Daftar pengetahuan yang dievaluasi

-

3. BPSDM melakukan koordinasi dengan validator untuk evaluasi proses manajemen pengetahuan

• Daftar pengetahuan yang dievaluasi

1 hari Berita Acara evaluasi manajemen pengetahuan

-

4.

Menetapkan apakah perlu tindakan perbaikan:

a) Jika “Perlu perbaikan”, dilanjutkan prosedur perbaikan pengetahuan.

b) Jika “Tidak perlu perbaikan”, tidak ada tindakan lanjutan.

• Berita Acara evaluasi manajemen pengetahuan

1 hari Tindakan perbaikan -

Pemelihara an Perlu perbaikan Tidak perlu perbaikan

(11)

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

NOMOR SOP TGL. PEMBUATAN TGL. REVISI TGL. EFEKTIF

DISAHKAN OLEH

NAMA SOP Pemeliharaan Manajemen Pengetahuan

DASAR HUKUM: KUALIFIKASI PELAKSANA

1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

2. Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 182);

3. Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 112);

4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 03/PRT/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 27/PRT/M/2020 Penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

6. Peraturan Menteri Negara PAN dan RB No. 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan SOP

1. Kontributor: pihak internal/eksternal yang berkontribusi dalam menghasilkan produk pengetahuan

2. Validator: subject matter expert (SME) atau pakar yang bertugas mereview draft pengetahuan

3. Pengguna internal: pengguna pengetahuan yang berasal dari internal Kementerian PUPR

4. Masyarakat Umum: pengguna pengetahuan yang berasal dari eksternal Kementerian PUPR atau masyarakat umum

5. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia: pengelola kegiatan manajemen pengetahuan

KETERKAITAN: PERALATAN/PERLENGKAPAN:

- Dapat memiliki masukan dari Prosedur Pemantauan dan Evaluasi Manajemen Pengetahuan - Dapat memiliki keluaran ke Prosedur Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan

- SIMANTU - Aplikasi kolaborasi

PERINGATAN: PENCATATAN:

Kegiatan manajemen pengetahuan dikelola melalui aplikasi SIMANTU

(12)

No Kegiatan Pelaksana Mutu Baku Ket.

Kontributor Validator Koordinator Kelengkapan Waktu Output

1. Menerima permintaan pemeliharaan pengetahuan

Tindakan perbaikan

1 hari - -

2. Melakukan validasi sumber informasi

Daftar sumber

informasi 5 hari Hasil validasi sumber informasi

-

3. Membuat draft pengetahuan

Hasil validasi sumber informasi

5 hari Draft

Pengetahuan Status:

Draft

4.

Mereview draft pengetahuan:

a) Jika “Disetujui”, dilanjutkan mempublikasikan perbaikan pengetahuan.

b) Jika “Tidak Disetujui”, lakukan perbaikan.

Draft Pengetahuan

5 hari Hasil Review

Pengetahuan Status:

In review

Pelaksanaan Tidak disetujui

Evaluasi

Disetujui

Referensi

Dokumen terkait

Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah I, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan

Perancangan tata letak tersebut dilakukan menggunakan algoritma Corelap dan metode Graph-Based Construction, dari kedua metode tersebut didapatkan dua rancangan tata

A.16.5 Melakukan tugasnya di wilayah hukum Pengadilan Agama Banggai. A.16.6 Melaksanakan tugas–tugas lain yang diberikan oleh pimpinan pengadilan dan atasan langsungnya.

Menurut Bambang Riyanto (2008:35) mengemukakan mengenai profitabilitas “Merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode waktu tertentu pada

Private XNonota As String Private XTglnota As Date Private XNopsn As String Private XTglpsn As String Public XNmplg As String Dim cmd As OleDbCommand Dim baca As OleDbDataReader

Hasil identifikasi faktor-faktor tampak bahwa faktor kunci yang berperan penting karena pengaruh dan ketergantungan antar faktor cukup tinggi pada sistem penataan ruang dalam

• Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (Banda Aceh – Palembang – Bakauheni) dan 3 Jalan Tol Feeder • Pemantapan Jalan Nasional Jalur Lintas Barat. • Pembangunan dan

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyusun Renstra Kementerian PUPR 2015-2019 sebagai dokumen