LA Y A N A N K EP EG A W A IA N
PANDUAN
BAGI CPNS PUPR
Panduan layanan kepegawaian ini disusun
khusus bagi CPNS Kementerian PUPR agar mereka dapat mengetahui
hak-hak, kewajiban, serta proses administrasi yang wajib mereka lakukan ketika
sudah diangkat menjadi CPNS (menerima SK CPNS)
maupun setelah diangkat menjadi PNS.
Keterlambatan dalam memproses layanan kepegawaian tertentu bahkan dapat berdampak pada penjatuhan hukuman
disiplin. Sehingga melalui panduan ini, diharapkan para CPNS dapat proaktif
untuk segera memproses keperluan administrasinya di
unit kerjanya masing- masing.
T U JU A N
K EW A JI B A N
B E R D A S A R K A N U N D A N G - U N D A N G R E P U B L I K I N D O N E S I A N O M O R 5 T A H U N 2 0 1 4 T E N T A N G A P A R A T U R S I P I L N E G A R A , C P N S D A N P N S B E R K E W A J I B A N U N T U K :01
Setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan pemerintah yang sah02
Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa03
Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang berwenang04
Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan05
Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuhpengabdian, kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab
06
Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan07
Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapatmengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
08
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia01
Gaji, tunjangan, dan fasilitas02
Cuti03
Jaminan pensiun dan jaminan hari tua04
Perlindungan05
Pengembangan KompetensiH A K -H A K
B E R D A S A R K A N U N D A N G - U N D A N G R E P U B L I K I N D O N E S I A N O M O R 5 T A H U N 2 0 1 4 T E N T A N G A P A R A T U R S I P I L N E G A R A , C P N S D A N P N S B E R H A K A T A S :
Pemrosesan KP4
Permohonan Cuti Alasan Penting
Pemrosesan Kartu Pegawai
Pemrosesan SPPD
Pemrosesan BPJS Kesehatan
Permohonan Cuti Melahirkan
Pemrosesan Kartu Istri/Suami Pelaporan Perkawinan Pertama
DAFTAR ISI
01 07
03 10
02 09
04 11
Pemrosesan Kartu TASPEN Permohonan Izin Cerai
05 12
Pencantuman Gelar
06 Checklist Layanan
14
Prosedur Persyaratan
Apa itu KP4?
menyampaikanCPNS usulan pembuatan
KP4
Pengelola kepegawaian
melakukan verifikasi berkas
usulan
Pengelola kepegawaian Membuat surat
pengantar pembuatan KP4 ke
KPPN
Pengelola kepegawaian menerima hasil
proses KP4 CPNS menerima informasi KP4 yang
telah diproses
KP4 adalah kepanjangan dari Kartu Permohonan Penambahan Penghasilan Pegawai. KP4 dibuat oleh CPNS/PNS yang sudah menikah untuk mendapatkan tunjangan keluarga berupa tunjangan istri/suami dan tunjangan anak. Tunjangan tersebut akan berpengaruh pada jumlah gaji yang diterima pegawai yang
bersangkutan.
KP4 dapat dibuat sewaktu-waktu atau diperbarui apabila ada perubahan jumlah keluarga. KP4 wajib diproses oleh pegawai yang bersangkutan agar pegawai bisa mendapatkan haknya dan database kepegawaian menjadi akurat.
Formulir KP4 yang sudah diisi Fotocopy SK CPNS
Fotocopy Akta Perkawinan
Fotocopy Kartu Keluarga Fotocopy Akta Kelahiran Anak Fotocopy KTP Istri
Fotocopy KTP Suami
memprosesKPPN usulan KP4 MULAI
SELESAI
Pemrosesan KP4
UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
Prosedur
BPJS Kesehatan
Semua penduduk Indonesia wajib menjadi peserta JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, termasuk CPNS/PNS. CPNS termasuk ke dalam kriteria Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN/Pegawai Negeri Sipil) maka CPNS wajib mendaftarkan diri dengan melengkapi dokumen yang sesuai dengan persyaratan untuk menerima Kartu BPJS Kesehatan.
CPNS yang sudah memiliki Kartu BPJS Kesehatan selain PPU PN, wajib registrasi ulang untuk mengikuti jenis kepesertaan PPU PN.
Fotocopy SK CPNS
Fotocopy Kartu Keluarga Fotocopy Slip Gaji (legalisir) Fotocopy KTP
Fotocopy Buku Nikah
Fotocopy Akta Kelahiran Anak Kartu BPJS Kesehatan lama (jika sudah pernah menjadi peserta BPJS non PPU PN)
Yang Harus Saya Siapkan
Pengelola kepegawaian
melakukan verifikasi berkas
usulan
Pengelola kepegawaian Membuat surat
pengantar pembuatan Kartu
BPJS
BPJS Kesehatan memproses usulan
Kartu BPJS
Pengelola kepegawaian menerima hasil
proses Kartu BPJS CPNS menerima informasi Kartu BPJS yang telah
diproses
MULAI
SELESAI
mengumpulkanCPNS persyaratan yang
diminta ke pengelola kepegawaian
Pemrosesan BPJS Kesehatan
UU No. 24 Tahun 2011 Tentang BPJS
Prosedur
Kartu Pegawai
Kartu Pegawai (Karpeg) adalah kartu identitas yang diberikan kepada mereka yang telah berstatus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik itu pegawai pusat maupun pegawai daerah. Karpeg berlaku selama pegawai yang bersangkutan berstatus sebagai PNS. Kartu pegawai bermanfaat sebagai
identitas pegawai, asuransi sosial, dan kelengkapan administrasi kepegawaian.
Kartu ini akan selalu digunakan untuk melakukan layanan kepegawaian seperti kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, dan pensiun.
Fotocopy SK CPNS (2 lembar) Fotocopy SK PNS (2 lembar) Fotocopy SPMT (2 lembar)
Pengelola kepegawaian
melakukan verifikasi berkas
usulan
Pengelola kepegawaian Membuat surat
pengantar pembuatan Kartu
Pegawai
memprosesBKN usulan Kartu
Pegawai
Pengelola kepegawaian menerima hasil
proses Kartu Pegawai CPNS menerima
informasi Kartu Pegawai yang telah diproses
MULAI
SELESAI
mengumpulkanCPNS persyaratan yang diminta ke pengelola
kepegawaian
Yang Harus Saya Siapkan
Foto berwarna ukuran 3 x 4 (2 lembar)
Pemrosesan Kartu Pegawai
Keputusan Kepala BAKN No.
066/KEP/1974 Tentang Kartu Pegawai Negeri Sipil
Prosedur
Karis atau Karsu
Kartu Isteri atau Kartu Suami (KARIS/KARSU) adalah kartu identitas isteri atau suami pegawai negeri sipil dalam arti pemegangnya adalah isteri atau suami yang sah. Apabila isteri atau suami bercerai, maka kartu tersebut tidak berlaku lagi. Manfaat KARIS/KARSU adalah apabila PNS yang bersangkutan pensiun, maka yang berhak mengambil pensiun adalah isteri atau suaminya yang sah (yang tertera pada KARIS/KARSU).
Pengelola kepegawaian
melakukan verifikasi berkas
usulan
Pengelola kepegawaian Membuat surat
pengantar pembuatan Kartu
Istri/Suami
memprosesBKN usulan Kartu
Istri/Suami
Pengelola kepegawaian menerima hasil
proses Kartu Istri/Suami CPNS menerima
informasi Kartu Istri/Suami yang
telah diproses
MULAI
SELESAI
CPNS mengumpulkan persyaratan yang diminta ke pengelola
kepegawian
Yang Harus Saya Siapkan
Surat pengantar pembuatan KARIS/KARSU dari instansi Fotocopy SK CPNS (2 lembar) Fotocopy SK PNS (2 lembar) Foto berwarna 2 x 3 (3 lembar)
Laporan Perkawinan Pertama (LPP)/Laporan Perkawinan Janda/Duda (LPJD)
Mengisi Format LPP dan data keluarga (2 rangkap)
Fotocopy Akta Nikah legalisir dan atau Akta Cerai/Akta Kematian untuk LPJD
Pemrosesan Kartu Istri/Suami
Keputusan Kepala BAKN Nomor 1158a/KEP/1983 Tentang Kartu Isteri/Suami Pegawai Negeri Sipil
Prosedur Persyaratan
TASPEN
TASPEN merupakan singkatan dari Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri.
TASPEN ditunjuk oleh pemerintah untuk mengelola dana pensiun para PNS. Taspen juga merupakan asuransi sosial. Produknya antara lain adalah Tabungan Hari Tua (THT), Dana Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).
Fotocopy SK CPNS Fotocopy SK PNS
Fotocopy Slip gaji (legalisir)
Fotocopy formulir KP4
Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT)
Pengelola kepegawaian
melakukan verifikasi berkas
usulan
Pengelola kepegawaian Membuat surat
pengantar pembuatan Kartu
TASPEN
Pengelola kepegawaian menerima hasil
proses Kartu TASPEN
PT. TASPEN memproses usulan
Kartu TASPEN
CPNS menerima informasi Kartu TASPEN yang telah
diproses
MULAI
SELESAI
mengumpulkanCPNS persyaratan yang diminta ke pengelola
kepegawaian
Permohonan Kartu TASPEN
UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
Prosedur Persyaratan
Pemrosesan SPPD
SPPD adalah singkatan dari Surat Perintah Perjalanan Dinas. Fungsi dari SPPD adalah sebagai kelengkapan administrasi bahwa seseorang yang ditugaskan telah melaksanakan perjalanan dinas. SPPD perlu mendapatkan pengesahan di tempat tujuan kunjungan kerja berupa tanda tangan pejabat dari kantor atau lembaga yang dikunjungi beserta stempel atau cap di lembaran belakang SPPD, sebagai bukti bahwa bersangkutan telah sampai pada tujuan perjalanan.
Surat Tugas dari atasan
Lembar SPPD yang sudah diparaf Laporan Kegiatan
Tiket pergi pulang, bukti
pembayaran hotel, struk bensin dan struk tol, dan bukti-bukti perjalanan dinas lainnya
Satuan kerja memeriksa
berkas perjalanan
dinas
MULAI
Atasan langsung memberi disposisi/Surat
Tugas kepada CPNS
menyiapkanCPNS lembar SPPD,
undangan, Surat Tugas,
dll
melakukanCPNS tugas/
perjalanan dinas
CPNS melapor pada atasan
langsung setelah melaksanakan
tugas
BERKAS TIDAK LENGKAP
BERKAS LENGKAP
Satuan kerja memproses
berkas perjalanan
dinas menerimaCPNS
hak atas perjalanan dinas/SPPD
SELESAI
Permenkeu No 45/PMK.02/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri & Pegawai Tidak Tetap
Persyaratan
Dasar Hukum
Ketentuan Pencantuman
Penulisan Gelar
Pencantuman gelar hanya dapat dilaksanakan bagi PNS yang memiliki ijazah yang lebih tinggi dan telah berada di Pangkat atau Golongan Ruang yang sesuai atau lebih tinggi dari tingkat pendidikan yang akan dicantumkan. Proses pengusulan ini hanya berlaku bagi pegawai yang sudah diangkat sebagai PNS tetapi ijazah yang digunakan bukan ijazah terakhir kali yang mereka dapatkan atau pada saat PNS yang bersangkutan sedang melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi agar linier dengan jabatan yang dia duduki.
Berstatus PNS
Akreditasi Prodi min. B
Jurusan/Prodi bukan merupakan kelas jarak jauh atau kelas Sabtu- Minggu
PNS pada Balai atau Satker yang ditugaskan di luar wilayah kerjanya melampirkan surat keterangan penugasan agar tidak dikategorikan sebagai kelas jarak jauh
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 13/PRT/M/2014 tentang Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum
Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2013 tentang Pemberian Tugas Belajar dan Ijin Belajar
Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 595/D5.1/2007 Tentang Larangan Kelas Jauh dan Sabtu-Minggu
Surat usulan dari sekretaris unit organisasi Fotocopy SK Pangkat Terakhir (legalisir)
Fotocopy ijazah dan transkrip nilai yang ditandatangani oleh dekan/rektor (legalisir)
Fotocopy SK Tugas Belajar (legalisir)
Bagi lulusan universitas luar negeri, fotocopy SK Penyetaraan Dikti (legalisir) Fotocopy Akreditasi Program Studi BAN PT pada saat PNS lulus kuliah
Pencantuman Gelar
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.
13/PRT/M/2014 tentang Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum
Prosedur
Unit kerja atau unit organisasi melakukan verifikasi
usulan
MULAI
SELESAI mengumpulkanPNS
persyaratan yang diminta ke
pengelola kepegawaian di
unit kerja/unit organisasi
TIDAK LOLOS VERIFIKASI
LOLOS VERIFIKASI
menerbitkanBKN surat keterangan pencantuman
gelar menyampaikanBKO
usulan pencantuman gelar ke BKN
melakukanBKN verifikasi
usulan
TIDAK LOLOS
VERIFIKASI TIDAK LOLOS
VERIFIKASI LOLOS VERIFIKASI
LOLOS VERIFIKASI
BKO menerima surat keterangan
pencantuman gelar dari BKN menyampaikan kedan
unor/unit kerja Unor/unit kerja
menerima surat keterangan pencantuman gelar dari BKO menyampaikan kedan
PNS PNS menerima
surat keterangan pencantuman
gelar dan melakukann updating data ke
E-HRM
Pencantuman Gelar
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.
13/PRT/M/2014 tentang Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum
Prosedur
Permohonan Cuti Karena Alasan Penting
Persyaratan: Formulir Permintaan dan Pemberian Cuti, fotocopy Surat Pendaftaran Perkawinan dari KUA/fotocopy Akta Nikah (cuti nikah), surat
keterangan kematian dari RT/RW/Rumah Sakit (cuti karena keluarga meninggal dunia), surat keterangan kesehatan dari dokter/nakes (cuti karena keluarga sakit) CPNS berhak atas cuti karena alasan penting, apabila:
a. ibu, bapak, isteri atau suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit keras atau meninggal dunia
b. salah seorang anggota keluarga yang dimaksud pada huruf a meninggal dunia, dan menurut peraturan perundang-undangan PNS yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang meninggal dunia
c. melangsungkan perkawinan
MULAI CPNS melakukan permohonan
cuti
CPNS mengisi permohonan pada formulir
cuti
Atasan langsung memverifikasi
usulan cuti
TIDAK SETUJU SETUJU
Atasan langsung menyampaikan
permohonan cuti CPNS ke atasan dari
atasan langsung SETUJU
TIDAK SETUJU menerimaCPNS
formulir cuti
SELESAI
Permohonan Cuti
Karena Alasan Penting
Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil
Pengelola Kepegawaian menyampaikan
ke CPNS
Prosedur
Permohonan Cuti Melahirkan
Persyaratan: Formulir Permintaan dan Pemberian Cuti & Surat Keterangan Dokter yang menyatakan HPL
Cuti melahirkan bagi CPNS diberikan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dengan memperhatikan kewajiban CPNS untuk mengikuti masa percobaan selama satu tahun dan surat keterangan dari dokter/rumah sakit. Untuk
menggunakan hak atas cuti melahirkan, CPNS yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti.
MULAI CPNS
melakukan permohonan
cuti
CPNS mengisi permohonan pada formulir
cuti
Atasan langsung memverifikasi
usulan cuti
TIDAK SETUJU SETUJU
SETUJU
TIDAK SETUJU menerimaCPNS
formulir cuti
SELESAI
Permohonan Cuti Melahirkan
Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil
Atasan langsung menyampaikan
permohonan cuti ke bagian TU dan atasan dari atasan
langsung
Prosedur
Dasar Hukum Persyaratan
Pelaporan Perkawinan
Pegawai Negeri Sipil yang telah melangsungkan pernikahan pertama wajib mengirimkan laporan perkawinan secara tertulis kepada Pejabat melalui saluran hierarki dalam waktu selambat-lambatnya satu tahun setelah perkawinan tersebut berlangsung.
PNS yang tidak memberitahukan perkawinan pertama dalam jangka waktu satu tahun setelah perkawinan dapat dijatuhi salah satu hukuman disiplin tingkat berat.
Formulir Laporan Perkawinan Pertama
Fotocopy Akta Nikah
Pas foto Suami/Istri ukuran 3 x 4 warna
Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Jo PP Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil
Pengelola kepegawaian
melakukan verifikasi
usulan
MULAI
SELESAI CPNS
melakukan permohonan
Laporan Perkawinan
Pertama
BKO menerima usulan Laporan Perkawinan
Pertama Pengelola
kepegawaian memproses usulan Laporan
Perkawinan Pertama
Permohonan Laporan Perkawinan Pertama diterima
dan CPNS melakukann updating data ke E-
HRM
Pelaporan Perkawinan Pertama
Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Jo PP Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS
Persyaratan
Izin Cerai
salah satu pihak berbuat zina
salah satu pihak menjadi pemabuk, pemadat, atau penjudi yang sulit disembuhkan
salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama dua tahun berturut-turut tanpa alasan yang sah
salah satu pihak mendapat hukuman penjara lima tahun atau hukuman yang lebih berat secara terus menerus setelah perkawinan berlangsung
antara suami atau isteri terus menerus terjadi perselisihan dan tidak ada harapan untuk hidup rukun lagi dalam rumah tangga
bertentangan dengan hukum agama yang dianut oleh Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan
tidak ada alasan yang sah
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku alasan yang dikemukakan bertentangan dengan akal sehat
PNS dan CPNS yang akan melakukan perceraian baik sebagai Penggugat maupun Tergugat, wajib memperoleh izin atau surat keterangan terlebih dahulu dari Pejabat.
PNS dan CPNS hanya dapat melakukan perceraian apabila ada alasan-alasan yang sah yaitu, salah satu atau lebih alasan sebagai berikut:
Permintaan atas izin perceraian dapat ditolak dengan alasan-alasan sebagai berikut:
Pegawai Negeri Sipil dan CPNS dapat dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat apabila PNS dan CPNS bercerai tanpa izin atau surat keterangan dari Pejabat dan atau tidak melaporkan perceraian dalam jangka waktu selambat-lambatnya satu bulan setelah perceraian.
Surat Pengantar/Usul dari unit kerja Surat Permohonan Izin/Gugat Cerai dari ybs./pasangannya (Asli)
SK Tim BAP
Berita Acara Pemeriksaan (Asli) Laporan Hasil Pemeriksaan Fotocopy Akta Nikah
Surat Panggilan dari unit kerja terkait sebagai bukti pembinaan terhadap ybs.
Salah satu bukti alasan sah untuk melakukan perceraian (cth: hasil visum, surat pernyataan dari saksi, dll.)
Surat Pernyataan dari kedua belah pihak*
Surat Bukti dari saksi*
*bila diperlukan/bila ada Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983
Jo PP Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil
Prosedur
MULAI
mengumpulkanCPNS usulan permohonan izin
perceraian ke pengelola kepegawaian di
unor/balai
Unor/balai melakukan pemanggilan untuk mediasi
BERKAS BELUM LENGKAP
Unor/balai menyampaikan
BAP ke BKO membuatBKO
nota dinas hasil pemeriksaan Sekjen
menyampaikan nota dinas ke
menteri
Menteri menerbitkan SK Izin Cerai
Unor/balai menerima SK Izin Cerai dan menyampaikan
ke CPNS yang bersangkutan
CPNS menerima SK
Izin Cerai
SELESAI
Pengelola kepegawaian
unor/balai memeriksa berkas usulan
BERKAS
LENGKAP Atasan
langsung melakukan
mediasi pertama
Atasan langsung melakukan
mediasi kedua
Permohonan Izin Cerai
Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Jo PP Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil