• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP NAFKAH DALAM HUKUM ISLAM (Conjugal lYeed Concept in Islamic Law)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KONSEP NAFKAH DALAM HUKUM ISLAM (Conjugal lYeed Concept in Islamic Law)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

ilUN

(2)

D a f t a r l s i

Pen

KANUN

JI]RNAL ILMU HUKT]M

N o m o r 6 6 T a h u n X V I I Agustus 2015 Prof. Dr. Adwani, S.H.rM.Hum.

Keberadaan Afta Bagi Perkembangan Hukum Nasional Indonesia...

Dr. MahfudrS.H.'M.H

Identifikasi Jenis Konflik Bersenjata Suriah Menurut Ketentu an Hukum Humaniter Intern asion aI...

Ria Fitri, S.H.,M.Hum.

Potensi Konflik Pemerintah Aceh Dan Pusat Dalam Bidang Pertanahan...

NIuazzinrS.H.rM.Hunr.

Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Dalam Kegiatan Redd+

Nursiti, S.H.,M.Hum., Fakhrullah, S.H.

Disparitas Penjatuhan Pidana Kurungan Pengganti Piclana Denda Dalam Putusan Kasus Narkotika (Suatu Penelitian di

Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Aceh) Indra Kesuma Hadi, S.H.rM.H.

N'Iekanisme Pengalihan Piutang dalam Perjanji an Fuctoring Nurhafifah, S.H.,M.Hum., Rahmiati

Pertirnbangan Hakim Dalam Penjatuhan Pidana Terkait hal Yang Vlemberatkan Dan Meringankan Putusan (Suatu Penelitian di wilayah HukumPengadilan Negeri Banda Aceh) Ramziati, Prof.Madya Dr.Hasani Mohd.Ali

Isu Tanggung Jalvab Pelestarian Sumber Daya Air Pasca

Pembatalan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber

D a y a A i r . . . . . . o . o . . . .

Syanrsul Bahri, S.Hi.,M.A.

Konsep Nafkah Dalam Hukum Islam ...,,...

S a n u s i , S . H . N { . L I S . , L L . N ' L

Penclekatan Sistenr ferhacl:rp [Iukunr Publik D a l i r m K o n t r a k P e n a n i l n r a n \ l o c l a l ln t c r n a s i o n a l

201

2t5

228

2 5 5

2 8 1

-305

320

3.13

362

3n3

yanl rese sebe yang prakl

Nasio Menu Pemer Hak l Penjal Narko dan Fa Kesum Mernbt Hukun Jawab Tahun Nafkah Hukum

: Jurnal.

kaitaru peneliti

,Jttrnul Kuntut ivo. 66 lidisi ,l,gttstu.s 2()15

(3)

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m l s l a m

KONSEP NAFKAH DALAM HUKUM ISLAM (Conjugal lYeed Concept in Islamic Law)

Oleh: Syamsul Bahri*

ABSTRACT

Keywords: Conjugal J,{eeds, Islamic Lar+,

Conjugal need is not only a gfi that is proviclecl bv a husband to his wtfe, but also an obligation of the father to his child and the responsibility of an owner to sontething such as cats, dogs ond others. The need liabilities hove been niled in Islamic texts of Koran and al-Hadith, v'hich there are in the Chaptcr of Ath-Thalaq paragraph (6), Al- Bacloruh: 233, and ntore. fhe nced mcons an obligcrtion thot must be done by theJbrnt o.f'expenditures related to the basic needs of both the husband against the v,'iJb and .father o.f the child or his -famil1t. Due to its importance of it in the studi: of Is!an""ic !cl^.',

et,en o wife v,ho has been dithalaq by her husbottd still hos the right to earn a living .for thentselves and their children. In additiort, although a living is cut obligcttion to be

met but concerns tlte let,el of'lit,ing, it shottld be.first to.find the limits of its prot,icler.

ABSTRAK

Kata kunci: Nafkah dan Hukum Islam

Nafkah tidak hanya suatu pernberian yang diberikan seorang suarni kepacla istrinya, namun juga merupakar-r kewajiban antara bapak clengan anaknya dan juga n-rerniliki tanggung jawab antara seorang pemilik dengan sesuatu yang dirnilikinya seperti dalam hal mernelihara kucing, anjing dan lainnya. Ker,vajiban nafkah tersebut telah tercantum clalarn sumber hukum lslarn al Quran dan al hadits, diantaranya terdapat dalarr-r Surat Ath-Thalaq ayat (6), Al-Baqarah ayat: 233, dan lainnya. Nafkah berarli sebuah kewajiban yang mesti dilkasanakan berupa pernberian belanja terkait dengan kebutuhan pokok baik suami terhadap istri clan bapak kepada anak ataupun keluarganya. Begitu pentingnya nafkah dalarn kajian hukum Islam, bahkan seorang istri yang sudah dithalaq oleh suaminya masih berhak memperoleh nafkah untuk dirinya beserta anaknya. Disarnping itu, rneskipun natkah merupakan suatu kewajiban untuk dipenuhi nantun lnenyangkut kadar nafkahnya, harus terlebih dahulu rnelihat batas kemampuan si pemberi nafkah.

P E N D A H U L U A N

A. Pengertian Nalkah dan l)asar Hukunrnva

362 .lru'itul Korutn AIo. 66 Edisi.lgrs/us 2()15

(4)

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m l s l a m

l. Pengertian Nafkah

Nafkah diambil dari kata "dLoj)l "yang artinya mengeluarkan.l Nafkah juga berarti belanja, maksudnya sesuatu yang diberikan oleh seorang suami kepada isteri, seorang bapak kepada anak, dan kerabat dari miliknya sebagai keperluan pokok bagi mereka.2

Dalam buku syari'at Islam, kata nafkah mempunyai makna segalabraya hidup merupakan hak isteri dan anak-anak dalam hal makanan, pakaian dan tempat kediaman serta beberapa kebutuhan pokok lainnya, bahkan sekalipun si isteri itu seorang wanita yang kaya.3

Dari pengertian tersebut di atas dapat disirnpulkan, bahwa kewajiban seseorang untuk mengeluarkan nafkah kepada siapa yang berhak menerimanya, seperti suami berhak untuk mernberi nafkah kepada isterinya, anak-anaknya bahkan nafkah yang utama diberi itu berlujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok kehidupan, yakni makanan, pakaian dan tempat tinggal. Kewajiban memberi nafkah tersebut diberikan menurut kesanggupannya, hal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kernampuan agar selaras clengan keadaan dan standar kehidupan mereka. Begitu pula ter-hadap kaum kerabat yang rniskin, dan anak-anak terlantar.

Sebuah keluarga sampai pada taraf atau ting\at tertentu wajib rnemberikan nafkah oleh yang bertanggung jawab terhadap keluarga itu. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikernukakan oleh Imam Hanafi yang bahlva: "Setiap keluarga sampai pada derajat atau tingkat tefientu berhak untuk dinafkahi, seandainya dia rnasih kanak-kanak dan miskin, lemah atau buta dan melarat".4

2. Dasar Hukum Nafkah

Nafkah merupakan kewajiban suami terhaclap isteri (sekalipun si isteri orang yang kaya), orang tua terhadap anak-anak, terhadap orang tuanya sefia terhadap orang-orang yang tidak mampu.

Dalil-dalil yang mewajibkan nafkah sebagai berikut:

*Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

lAliy As'ad, Teriemahcrn Fut-Htil Mu'irt,.lilid 3, Menara Kudus. t.t, hlm. 197.

2Direktorat Jenderal Pcmbinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, J i l i d II , C e t , II , J a k a r t a : 1 9 8 4 1 1 9 8 5 , h l m . 1 8 4 .

rAbdurrahman. Pet'knrinun clulum.Slcli'ut Lslunr, Cet. I. Jakarta: Rineka Cipta, 1 2 1 .

4lbitl.

Ilnt u F iqh.

1 9 9 2 . h l m .

Jurnal Komtn i,tro.66 Edisi .,lgtntus 2Al5 3 6 3

(5)

r

s y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m ls l a m

a. Firman Allah dalam Surat Ath-Thalaq ayat (6)

' 3

" i , I

6 W FnU F d;\ gL ol:':n1c.\;r4 #rj\:;t; €+; C &a; b #r:s _i

t

A r - - ; i - ' . i

\oV (>-;'>t .la;

t , , 2 . i 2 ! , , y . - -

e_f -r*\-

ol:7:h 4\;| 3k;i #;v 4 St-;;jF erts ffi

[1:oIr-:t i-]

Artinya: "Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalak) itu sedang harnil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin ...,, (e.S. Ath-Thalaq: 6)

b. Finnan Allah dalam surat Ath-Thalaq ayat (7)

Iv:;)l-t! L-.] rg' r;'i;,-:_,';'ir;i

Artinya:"Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya.

Dan orang yang clisernpitkan rezkinya henclaklah memberi nafkah clari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkal bebal kepada seseorang rnelainkan (sekedar) apa yang Allah berikal kepadapya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan". (e.S.Ath- T h a l a q : 7 )

c. Firman Allah clalar' Surat Al-Baqarah ayat:233

:+tJA\ c*rS;jub ,i ,jli &:'*Lwli# ji lji .11-jIK g; et;i G-r.j,>,lli1o r :iu,,i riti iu il)b J+ Zyli &; ,ii..- ,'l'3;;.j, ulr .l4S )G I qi4 .jtF ;ia; V f$1; L1 c-3r ril ""s-lr,c

-r- X "er;i"V-.';S;i;,ji Jb'gj; a\> is ,iu;;r:{a "er;

[yrr:>-.Jt ;-sy_f ii 'M:)rgq ai,i li\-A;i: anTiri+;!

Artinya: ...Datt kervajibart ayah memberi makan clan pakaian kepada para ibu delga' cara yang tna'ruf. Seseorang ticlak clibebani tnelainkan menurut kadar kesanggupannya.. (e S. Al-Baqarah ayat: 233)

364 .Jurrtul Kamtn No. 66 Eclisi,,l,qttsttts 2015

(6)

, i - ,ra)

c,i

vl ,gal tuk lah tya

ii

a.

ta l a h

s y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m ls l a m

Selain firman Allah yang menjelaskan tentang wajibnya nafkah terhadap isteri, terdapat juga dalam Sunnah Nabi, yaitu Rasulullah SAW bersabda:

GLv- Y,Jl ,i+Jc fJ r.r! all {*ls=, o+s;,*Jtu.l; alll cL[,j,.;i;l

rsjF "LJl d 411l b;,u

t(n-U

;.l ,bt) Artinya:"Hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dalarn urusan perempuan. Karena

sesungguhnya kamu telah mengarnbil rnereka dengan kalimat Allah, kamu rnenghalalkan kemaluan (kehonnatan) mereka dengan kalirnat Allah. Wajib bagi mereka (isteri-isteri) untuk tidak uremasukkan ke dalarn rumahmu orang yang tidak kamu sukai. Jika n-relanggar yang tersebut pukullah ntereka, tetapijangan sarnpai rnelukai. Mereka berhak mendapatkan bela'ja (nafkah) dari karnu dan pakaian dengan cara yang ma'ruf (H.R. Ib'u Majah)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah sAw bersabda:

d-r o"t' .,t J-- ^\ );

"\' jqd 3,i ti;y{; J- -^ :i;i :tu W ^\ Ge.)

. r l

i &-6i u it ,e .11;:

ri .rJ v'e-;L - - 9q;: Ul 9!o ^ 9 /

J:;) ' - ' ' . i t a < o t - t

.It *5]- .Jtr-e jGU+

'(u^i

Artinya:"Dari 'Aisyah r.a berkata: "Bahwa Hinclun binti "Utbah Isteri Abu Sufyan telah menghaclap kepada Rasulullah sAW dan ia berkata: -.wahai Rasulullah, Sesungguhnya Abu Sufyan itu adalah orang yang kikir, ia ticlak mau memberi belanja yangcukup buat saya dan anak-anak saya, rnelainkan dengan hartanya yang saya ambil tanpa setahu dia, apakah itu closa bagi saya' Maka beliau bersabda: "Atnbillah clari hartanya yang cukup buat karnu dan anak-anakmu dengan cara yang baik.

'u-4v

' l b r u N,Iajah, S u n u n I b n t r L [ t t j u h . J u r z I I . K a i r o :

" l i r i i ' i N ' { ' s l i ' i . S h . . r t t r r , r , r t t . ; r i n t . . r L r z I I . B c i r L r t :

.ltu'nol Kantrn Xlo. 66 Edisi ilgtnhts 2015

W a a r ,, \ l - F I i i r a t s . t . t . h l r n . 102-5.

D a l r . , \ l - K L r t u b I l n r i a l i . h l n r . 6 0 .

3 6 5

-

(7)

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m l s l a m

B. Sebab-sebab Wajibnya Nafkah

Sebab-sebab wajibnya memberikan nafkah dapat digolongkan kepada tiga sebab, yaitu:

1. Sebab rnasih ada hubungan kerabat/keturunan 2. Sebab pemilikan

3. Sebab perkawinan 7

Ad. 1. Sebab hubungan kerabatlketurunan

Dalam Agama Islam, hubungan nasab atau keturunan merupakan vertikal yang dapat menguasai, artinya dengan adanya hubungan nasab seseorang dapat menerima harta seseorang. Karena hubungan keluarga sangatlah dekat maka timbullah hak kewajiban. Seperti halnya dalam kewajiban memberikan nafkah, baik kepada isteri maupuu kepada suami kepada anak atau kedua orang tua.

Ahli fiqih tnenetapkan: "Bahwa hubungan kekeluargaan yang menyebabkan nafkah adalah keluarga dekat yang membutuhkan pertolongan".s Maksudnya keluarga yang hubungannya langsung ke atas dan ke bawah, seperti orang tua kepada anak-anaknya, anak kepada orang tuanya bahkan kakek dan sauclarra-saudara yang dekat lainnya apabila mereka tidak mampu untuk sekedar rnencukupi keperluan hidupnya.

Imam Hanafi berpendapat, "Wajib nafkah kepada kaum kerabat oleh kerabat yang lain henclaknya hubungan kekerabatan antara mereka itu nrerupakan hubungan yang menyebabkan keharaman nikah".e

Jadi, suatu keluarga yang hubungan vertikal langsung ke atas dan ke bawah, rnewajibkan seseorang memberi nafkah. Hal ini sesuai dengan pendapat Imam Malik: "Nafkah diberikan oleh ayah kepada anak, kemudian anak kepada ayah dan i b u " . l o

Imam Malik beralasan dengan Firman Allah dalam Surat Al-Isra' ayat (23)

Tlnuon Abu ,A,mar, FuthLil Qurib, Menara Qudus, t.t, hlm.

8tbid.

eMuhanrnrad .larvad Mugluriyah, Fiqh Limu J,kchab, Cet.I Jakarta: Basrie Press. 1994. hlm.

I 5 0 .

h l n r . 7 - 1 .

9 6 .

t"Zakarra Ahrnad Al-Barry. .lhltumul Aulutli Fil Lslum. Clet. I .lakarta: Br-rlan Bintans. 1917.

366 Jurnal Kantm l{o.66 Lcli-si ,4gustus 2015

(8)

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m l s l a m

, . " - ' - i -

't;:1-u$

Jfi }t \:ix 3i-u;:;i';5Ji i'r-+ 'Gtley'r*y.G4gLJrul\jl

\;ilti ixi #r, IYr:"1*)t ,rr*] @ \aJ i't \.ii *:;",'x"

Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerrintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya ... (Q.S.Al-Isra' :23)

Memberikan nafkah kepada karib kerabat merupakan kewajiban bagi seseorang, apabila mereka cukup mampu dan karib kerabatnya itu benar-benar memerlukan pertolongan karena miskin dan seba gainya. Kerabat yang dekat yang lebih berhak disantuni dan dinafkahi dari pada kerabat yang jauh, meskipup kedua- duanya memerlukan bantuan yang sekiranya harta yang dinafkahi itu hanya mencukupi buat salah seorang di antara keduanya.

Berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Isra' ayat (26)

IY1',lr)\ ";,-"] e E+i :*\:;*tVi:; $-;ir,)k,Sfit\ q\;,

Artinya: "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang clekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalarn perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-harnburkan (hartarnu) secara boros". (Al-Isra' : 26)

Dari ayat tersebut di atas dapat diambil kesirnpulan bahwa kewajiban rlemberi nafkah kepada keluarga-keluarga yang dekat sefta kepada orang miskin.

Ad. 2. Sebab Pemilikan

Seseorang wajib memberikan nafkah terhadap yang dimilikinn),o, seperli hamba sahaya dan binatang piaraan, harus diberikan makanan dan minuman yang bisa menopang hidupnya. Bila seorang tidak fflau rnelaksanakannya, rnaka hakim boleh memaksa orang tersebut untuk memberikan nafkah kepada binatalg piaraan dan pelayannya.

Jurnal Kanun lr,/o. 66 Eclisi tlgtnfits 2015 3 6 7

(9)

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m l s l a m

Malik dan Ahmad berpendapat: "Hakim boleh memaksa orang yang mempunyai binatang memberikan nafkah-nafkah binatang-binatang, kalau tidak san ggup menafkahinya, bo I eh dipaksa menjualn y a" .t I

Jadi apabila seseorang rnemiliki binatang piaraan, diwajibkan memberi makan dan menj aganya jangan sampai dibebani lebih dari semestinya. Begitupula kepada hamba sahaya atau pelayan. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

of U L-^ .-o*J t g==, ,ii *i alf 5J,.- f-, l-iC*J ^"It or)\ J- all Jr-t J\s :Jr.l ,i Oi Cp 't(o.u

.rl .bt) t'rre t grrf dp $+t!u t'Jg-i '! ..t;*a\: t :A,*-J!

Artinya: "Dari Abi Zar berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Allah menjadikan saudaramu di bawah kekuasaanmu, maka berikanlah makan kepada mereka (budak-budakmu) apa yang kamu makan, dan beri pakaianlah kepada mereka dari apa yang kamu pakai, dan janganlah kamu mernbebankan mereka rnengerjakan yang berat-berat yang sukar dikerjakan, jika engkau mernbebankan mereka maka bantulah mereka". (H.R Ibnu Majah).

Dari pcnjelasan tersebut di atAS, clapat diketahui bahwa ticlak dibenarkan seseorang rnembebankan tugas-tugas berat yang tidak sanggup dikerjakan terhadap sesuatu yang climilikinya.

Apabila ada orang yang mengurung binatang-binatang tanpa rnemberi makan dan minum, ntaka orang tersebut akan mendapat siksaan dari Allah atas perbuatannya itu, karena hal tersebut merupakan suatu penyiksaan terhadap binatang tersebut.

Oleh karena itu, seseorang yang tidak menjalankan tugas dan kewajiban sebagairnana mestinya, maka hakirn boleh memaksanya untuk memberi nafkah atau menyuruh untuk rnenjualnya atau rnelepaskannya. Bila tetap tidak rlau melakasanakan, hakim boleh berlindak dengan tindakan yang baik.

Ad. 3. Sebab Perkawinan

Perkar,vinan adalah merupakan salah satu kebutuhan naluri manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam melakukan hubungan biologis dan berkelr-rarga. Islam sangat menyukai perkawinan, hal ini terlihat dengan banyak

r r M u h a n r m a d F l a s b i R i n t a n g . t . t h l n r . 2 7 1 .

l r l b u u NIa.jlli. S L n t t n

Aslr-Slridclieqy" Iltlium-Huhm Fiqh I.slunr,

[ b t r t r . \ l u j u l r . O p . C r t . . J u z I I . h l r n . l ] 1 6 .

C e t . I V . J a k a r t a : B r . r l a n

3 6 , 3 Jumol Karturt I'lo. 66 |lclisi Agtntus 2015

(10)

s y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m l s l a m

sekali ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits-hadits Nabi yang menjelaskan tentang anjuran untuk kawin, di antaranya sabda Rasulullah SAW:

7tb-)t q, ! yf,J\;x ti : d-r e^ro alr k )it\ i;aju :ju +:-c a.u\ rr-t )** 6 ^\ )-, ,r

tF,u.i Ir;) Lv*gg ; 7.;ava;;aryaz-, ,eA r;i: , AJ.F1 f\i . (j.#,;ii ,s+

I 3

Artinya: "Dari Abdullah bin Mas'ud Rasulullah SAW bersabda: ..Wahai para pemuda, barang siapa yang telah mampu henclaklah kawin, sebab perkawitran akan lebih tneuundukkan pandangan dan lebih rnenjaga kehonlratan, kalau belurn mampu rnaka berpuasalah, karena puasa akan rnenjacli perisai baginya". (H.R Muslirn).

Berclasarkatl Flaclits tersebut cli atas clapat diketahui bahrva perkar,vina' merupakan suatu ajaran dalam Islam, karena perkawinan itu clapat rnepenteramkan jiwa, menutup patlclatlgatr mata clari segala yang clilarapg Allah cla' u'tuk mendapatkan kasih sayang suami istcri yang clihalalkal oleh Allah SWT. sefta u'tuk n-Iemperkuat ikatan hasih sayang scsal'na mcrcka.

Terladinya perkawinan disebabkan tirnbul rasa kasih sayang, rasa cinta mencintai yarlg akhirnya tirnbul keinginan untuk saling rnemiliki. Maka clala'r hal ini bila acla seorarlg pria clau seorang wanita yang berkeinginan ultuk hiclup bersa'ra, mereka terlebih dahulu harus melakukan aclacl nikah yang merupakan hal terpenti'g dalar-n suatu perkalvinan.

Perkarvinan ttlerupakan salah satu sebab wajibnya nafkah, karepa clengan adanya aqad nikah, seorang isteri menjadi terikat clengan suaminya, nrepgasuh a'ak sefta mengatrtur rlllllah tangga dan lain sebagainya. Maka selnua kebutuha' isteri rnenjadi tanggungan suarrinya. Sabcla Rasulullah SAW:

t t l - 'r+J q

:,L^-Ji f > c iU-l-r}i, d1 *+ .J fl*r \t" +rr\ J,-

3L ^-s al\ .sb_r +JJl +.i t iV f)

l l

l ' t I n r a n r N r l u s l i n r "

I r . \ l - l l a l l c l h I b n u t . t . h l n r . l- 5 0 .

S l r t t l t i h , l 4 u s l i m " . l r - r z . I . O p . C ' i t . . h l n r . 5 4 J .

lra.jar' .\l-Asqala ni. llttltt.glrtrl .\/rrt.tun. Be irut. \ I a k t a b a h A t - ' l ' i i l r a h A l - K u b r a ,

J u r n o l K t r n t r t t t Y o . 6 6 l i c l i s i A , q u s t L r s 2 0 1 5 3 6 e

(11)

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m l s l a m

Artinya: "Dari Jabir r.a dari Nabi SAW dalam hadits haji yang panjang. Beliau bersabda: tentang menyebutkan wanita: "Kalian wajib memberi nafkah kepada mereka dan memberi pakaian dengan cara yang baik" (Dikeluarkan oleh Muslim)

Jadi berdasarkan hadits tersebut di atas, jelaslah bahwa seorang suami berkewajiban memberi nafkah kepada isterinya, memenuhi kebutuhan hidupnya selama ikatan suami isteri (perkawinan) masi berjalan, si isteri tidak nusyuz dan tidak ada sebab lain yang akan menyebabkan terhalangnya nafkah. Begitu pula sebaliknya si isteri wajib mematuhi perintah suaminya dan taat kepada suaminya, karena dengan adanya aqad nikah menimbulkan hak dan kewajiban antara mereka.

Kewajiban memberi nafkah tersebut tidak saja dikhususkan untuk isteri, narrun terhadap orang tuanya juga berhak dinafkahi jika orang tuanya miskin. Bahkan kepada anak-anak yatim dan anak-anak terlantar, seandainya mampu dan memungkinkan.

Sesuai dengan penjelasan tersebut di atas, seorang suami wajib memberi nafkah kepada isterinya yaitu mencukupi hidup berurnah tangga, seperli ternpat tinggal, nafkah sehari-hari dan lain sebagainya.

Kebutuhan rumah tangga yang wajib dipenuhi oleh suami rneliputi:

1. Belanja dan keperluan rumah tangga sehari-hari 2. Belanja pemeliharaan kehidupan anak-anak 3. Belanja sekolah dan pendidikan anak-anak 15

Khusus mengenai belanja pemeliharaan dan pendidikan, diwajibkan bila anak masih kecil, tetapi jika anak sudah baligh dan telah kuasa berusaha dan mempunyai harta, maka bapak tidak wajib memberi nafkah kepada anak itu. Dalam hal ini, apabila anak yang telah dewasa tetapi masih menuntut ilmu, maka kewajiban memberi nafkah terhadap dirinya tidak gugur. Hal ini sesuai dengan pendapat Imam Hanafi:"Anak yang telah dewasa, jika ia masih menuntut ilmu pengetahuan, maka bapak wajib memberi nafkah". Maka seorang suami atau ayah wajib menanggung

r5Soentiyati, Hukunt Pu'ktnt,incrn Lslutn tlan Unduttg-uncltrng Perkcnrincrn (ULl No. I Tcthtrn 1 9 7 4 ) , Y o g y a k a r t a : L i b e r t y , 1 9 8 2 . h l m . 9 0 .

310 Jurnal Kanmt No. 66 Edisi Agtntus 2015

(12)

s y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a r a m H u k u m r s r a m

nafkah isteri dan anak-anaknya, karena ayahmerupakan kepala dalam suatu rumah tangga. Firman Allah swr, dalam surat An-Nisa, ayat (34).

IY t :) .-tJ ir| ffi tfr W uf A;f jl fril W

Artinya: "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartamereka ... .. (e.S An_Nisa' : 34)

Daliltersebutdiatasdapatdisimpulkan,bahwaSeorW&W1.W

u6irai{-<=:{tir=?ant== terfg6G"- wfis@iffiti--It€iiGffaaffi-- - @ieiF'= r{€r€l-ra=- -i

E-d...- dldid. i;{:-'€6-t5:- :----

menanggung seluruh kebutuhan isteri dan anak-anak menurut kesanggupannya, supaya anak-anaknya tidak hidup terlantar yang tidak memeliki tempat tinggal.

C. Macam-Macam Pemberian Nafkah dan Hikmahnya

Nafkah jrrga terbagi kepada beberapa macam yang mengandung hikmahnya masing-masing. Terbaginya nafkah kepada beberapa macam-macam itu tidak terlepas dari sebab-sebab nafkah dan syarat-syarat nafkah itu sendiri.

Adapun sebab-sebab nafkah itu ada yaitu:

1. Adanya hubungan kerabat 2. Pemilikan

3. Perkawinan

Mengenai penjelasan dari ketiga sebab tersebut telah diuraikan pada sub bagian sebelumnya. Sedangkan syarat-syarat nafkah yang mempengaruhi adanya macam- macam nafkah itu secara garis besar, yakni:

1. Orang yang berhak memberikan nafkah itu memang memerlukan pernberian nafkah. Karena tidak mempunyai barang atau harta untuk keperluan hidupnya.

2, Orang yang menerima nafkah itu tidak mempunyai pekerjaan atau tidak rnampu bekerja

Jurnal Kanatn l,{o. 66 Edisi Agusttts 2015 3 7 1

(13)

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m l s l a m

3. Orang yang akan memberikan nafkah itu memang memberikannya (sanggup memberikan nafkah)

4. Seagama, khususnya bagi nafkah Furu' dan 'Ushull6

Dari sebab-sebab dan syarat-syarat nafkah itu, maka nafkah terbagi kepada beberapa macam dan hikmahnya yang antara lain:

a. Memberi nafkah kepada isteri dan hikmahnya

Untuk mendapatkan nafkah harus dipenuhi beberapa syarat, apabila tidak terpenuhi, maka tidak mendapatkan nafkah. Adapun syarat bagi isteri berhak menerima nafkah adalah sebagai berikut:

1. Aqadnya sah

2. Isteri telah menyerahkan dirinya kepada suaminya

3. Isteri itu memungkin bagi suami untuk dapat menikrnati dirinya

4. Isteri tidak berkeberatan untuk pindah tempat apabila suami menghendakinya, kecuali apabila suami bermaksud jahat dengan kepergiannya itu

5. Kedua suami isteri masih mampu melaksanakan kewajiban mereka sebagai suami i s t e r i l T

Abdur Rahman menyebutkan, bahwa syarat-syarat isteri mendapatkan nafkah yaitu sebagai berikut:

l. Ikatan perkawinan itu harus sah 2. Isteri taat dan patuh kepada suami

3. Isteri memberinya dan melayaninya sepanjang waktu yang diperbolehkan 4. Isteri tidak menolak untuk menyertai suami ketika ia berpergian, kecuali si isteri

lnerasa yakin bahwa perjalanan itu tidak aman bagi dirinya dan hartanya 5. Kedua belah pihak dapat saling membantu satu sama lain.ls

Apabila salah satu dari syarat tersebut tidak terpenuhi, maka suami tidak wajib memberikan nafkah kepada isterinya, sehingga suami tidak dapat menikrnati isterinya dan isteri enggan pindah ke tempat yang dikehendaki suami. Dalarn hal

tbEnsiklopedi Islam, Juz. III, Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1994,h\m.24.

r7H.S.A. Al-Flamdani, Risqluh Nikah, (Alih Bahasa: Agus Salim). Jakarta: Pustaka Amani, 1 9 8 9 , h l m . 1 2 5 .

rsAbdr"rr Rahman. Pu'hatvittun tltilurtt Slari 'ut

Isltmt. Op. Cit.. hlnr. 127.

3 1 2 Jurnal Konun tYo. 66 Eclisi Agusttts 2015

(14)

ggup

)ada

Jak rak

s y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m ls l a m

seperti demikian suami tidak dibebani memberi nafkah, demikian pula isteri yang nusyuz kepada suaminya.

Jika seorang isteri masih kecil yaitu clalam keadaan belurn dapat disenggamai tetapi telah berada dalam naungan suami, rnaka dalarn hal ipi para ulama berpendapat:

Asy-Syaf i mengatakan: "Bahwa nafkah isteri yang rnasih kecil tidak wajib diberikan oleh suaminya"te. Pendapat ini disetuji oleh Abu Halifah, Malik da' Ahmad.

Dalarn Qaul Jadid Ash-Syaf i rnenjelaskan pula: "Bahwa suami yang rnasih kecil wajib menafkahkan isterinya yang telah dewasa"2O. Penilapat ini disetujui oleh Abu Hanifah dan Ahrnad bin Hanbal.

Dalarn hal tersebut di atas dimaksuclkan bahwa suami ticlak wajib memberi nafkah kepada isterinya yang rnasih kccil, karena suami tidak clapat menikrnati isterinya dengan sempurna, sehingga isteri ticlak berhak mendapat belanja (nafkah) sebagai imbalartrlya. Kemudian suami yaug rnasih cli bawah umur r,vajib menrberi nafkah kepada isterinya yang dewasa, karena keticlakrnampuan bukanlah dari pihak isteri tctapi dari pihak suarni".

Golongan Hanafiah berpendapat: "Jika isteri yang rnasih kecil di tempat tinggalnya di rumah suaminya, maka isteri berhak mendapatkap pafkah, karena suami telah rela rnenerima kekurangan isterinya itu"2l.

Oleh karetra suatni yang menempat tinggalkan isteri dr rumahnya, walaupun rnasih kecil (clalam keadaan belum dapat clisetubuhi), atas kernalfhatanlya, maka suami berlanggung jawab mernbelanjainya yaitu memberikal nafkah kepaclalya da' kebutuhan hidup lainnya.

Hal ini berdasarkan kaedah umutu: "setiap orang yang menahan hak oralg lai' atas kemanfbatanflyd, maka ia berlanggung jawab membelanjainya''22.

Di sarnping suatni wajib nremberikan nafkah kepada isterinya yang dalarn naungannya, namun ada pula suarni boleh tidak rnemberikan nafkah isterinya, apabila terladi hal sebagai berikut:

beracla kepada

reMulratnnracl

Hasbi Ash-Shiclclieqy. flttl;ttrt-httktutt Ficlh Lslupr. Op. Cit. 5l'r. 269 :" lbitl.

r l s a y y i d

S a b i q . F i t ; i h S r t t t n t t l t . . l L r z . V I I . C ' c t . II I . B a n c i u n s : i\ l - N , l a ' a r - i t . l ( ) l i ( r . lr l r ' . 6 7

) r r t . l r r

- -

i l ) t u . . l l l n t h - ) ,

'a)

r i

Jurnol l(omttt ho. 66 Edisi,,lstrsttrs 2015 -

" l - 1 a

-) / _')

I

(15)

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m ls l a m

Isteri kabur atau pindah dari rumah suaminya ke tempat lain tanpa seizin suaminya atau alasan yang dibenarkan agama. Seperti ke rumah orang tuanya

Isteri berpergian tanpa perkenaan suaminya

Isteri ihram pada waktu ibadah haji tanpa seizin suami, tetapi kalau suami menyert ainya atau isteri berpergian dengan seizinnya, maka nafkah itu tetap wajib diberikan

Isteri menolak melakukan hubungan kelamin dengan suaminya Kalau isteri dipenjara karena melakukan tindak pidana

Kalau suami meninggal sehingga ia menjadi seorang janda, dalam hal ini isteri berhak mewarisi harta peningg alan suaminya, sesuai dengan bagian yang ditetapk an.23

Jadi suami dengan penjelasan tersebut di atas, isteri yang tidak mernatuhi perintah suaminya, menyebabkan seorang isteri tidak berhak menerima nafkah, karena telah menghalangi hak suami untuk menikmati diriny a tanpa alasan yang dibenarkan agama, oleh karena hak nafkah menjadi terhalang terhadap isteri dan suami tidak wajib memberinya.

Darlaln Islam, suami berker,vajiban menafkahi isteri nlempunyai hikmah yang besar. Ketika menjadi isteri, seorang isteri itu terbelenggu perkawinan yang merupakan hak-hak dari hak-hak suami, sementara itu dilarang bekerja untuk suami.

Maka dari itu segala kebutuhan isteri rnenjadi tanggung ja',vab suarni, seandainya saja keperiuan isteri bukan tanggung jawab suami, niscaya isteri akan mati kelaparal.

Inilah suatu kenyataan yang dialami oleh agama dan akal. Disebutkan dalam kitab Al-Badai": "Kewajiban suami dalam memberi nafkah isteri telah disebutkan dalam al-Qur'an, Sunnah, Ijma' (consensus ulama), dan akal".24

b. Hikrnah nafkah perempuan yang dithalaq

Ketika Allah SWT mewajibkan adanya masa iddah bagi wanita yang sudah cli thalaq, maka ia mewajibkan suami yang menthalaq isterinya itu memberikan nafkah, karena suami yang menjadi penyebab terjadinya thalaq dan masih terikat dengan tali perkawinan hingga masa iddahnya habis.

rrAbdur Rahman. I. Doi.

lAli Ahmad Al-.lurjawi.

h l m . 3 3 - 5 .

P h . D . P c r k a w i n u n d o l u n r s y c r i ' u t I s l u m , O p . C i t . , h l m . 1 2 2 . Ful.suliir clon Hikntuh I-luhm Islant. Sernarang: Asy-Syifa'. lggl.

374 Jurnql Karum No. 66 Eclisi Asusttls 20 t 5

l .

2 . 3 .

4.

5 . 6.

(16)

ninya

rualnl ,arajib

steri /ang

tuhi (ah, ang dan

:ll-lg

lurg n i . tja

l l t .

rb

tl1

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m ls l a m

Terkadang seorang isteri yang sudah dithalaq itu fakir dan tidak ada yang menanggungnya, maka kewajiban si suami yang menthalaqnya itu memberi nafkah selama ffiasa iddah. Begitu besarnya perhatian Allah terhadap rnasalah itu sehingga seorang isteri yang dithalaq itu diperbolehkan berhutang kalau suaminya itu fakir atau melarat.

c. Nafkah anak kepada orang tua

Kewajiban anak untuk memberikan nafkah kepada orang tuanya apabila anak hidup, dalarn keadaan berkecukupan, sementara orang tuanya berada dalam keadaan kesulitan, seperti:

1. Orang tua yang miskin

2. Orang tua yang tidak sehat akalnya 2s

Adapun yallg diambil keclua orarlg tua dari harla anaknya,, praka Hukurn Islarr-r membolehkan mengambilnya sekalipun anak tidak mengizinkannya, ili terlihat dalarn hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabcla:

.- ( . " -.!ti oly *----.5 ;r di \" \^.!i ,l+, a*Is all .ru, *\ Jr_.) JG:.-JG ij b f

f_--* J" f-'

tu(o-U

,1l .\yt) Ur" tr^ ,F Artinya: "Dari 'Aisyah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah SAW :"Bahwasapya

sebaik-baik makanan yang kamu rnakan, ialah makanan yang kamu peroleh dengan terhitung usahamu. Maka rnakanlah makanan yang diusahakal anak-anakmu dengan dan lezat menyenangkan perasaannya''.

Berdasarkan hadits tersebut di atas, orang tua diperbolehkarl lneltgarnbil harta anaknya, tetapi dengan cara yang tidak berlebihan dan juga tidak mernuclharatkan anak, dan akan dijelaskan lebih lanjut pada bab berikutnya, karena masalah ini halya merupakau pembahasan pokok masalah.

d. Orang tua menafkahi anaknya

r 5 l r 4 o h . I { i f a ' i , M o h . - f o h a

P u t r a , 1 9 7 8 . h h n . 3 4 2 . l ( ' l b n u \ l a 1 a h , S t t t t t t r t

Zuhri, Salomo. 'ft't'f cnrultun

I b t t r t , \ 1 u j u h . J w . . I l . O p . C i r .

K l t t t l t t . s u h K i f u . t ' u t t r | . 1 l i h r t r t . - S c n r a r a n g : ( ' \ /

l i l r r r . T ( r 9 .

I

.Iurnol Kanttn lrto. 66 Edisi ,4.grrstus 201 5 3 7 5

(17)

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m l s l a m

Sebagaimana kewajiban bagi anak yang berkecukupan memberi nafkah kepada orang tuanya, maka orang tua yang berkecukupan wajib pula memberi nafkah terhadap anak, apabila dalam keadaan:

l. Belum dewasa (masih kecil) dan fakir 2. Anak yang miskin dan tidak kuat bekerja 3. Anak tidak sehat akalnva2lJ

Dalam hal ini Ahmad bin Hambali berkata: "Apabila anak berada dalam kekuarangan atau tidak mempunyai pekerJaan,, maka nafkah terhadapnya itu tidak gugur dan ayahnya.28

Jadi orang tua wajib memberikan nafkah kepada anaknya, apabila si anak tidak mempunyai harla dan pekerjaan. Hubungan antara anak dan orang tuanya tidaklah terputus, sekalipun ibu bapaknya telah bercerai. Hal ini sesuai dengan bunyi pasal 45 Undang-undang No. I Tahun 1974:

Pasal ( 1) Kedua orang tua wajib rnemelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik- baiknya

Pasal (2) Kewajiban orang tua yang dimaksudkan dalam ayat ( I ) pasal ipi berlaku sampai anak itu kawin atau dapat berdiri sendiri. Kewajiban fflarla berlaku terus meskipun perkawinan antara kedua orang tua putus.

Oleh karena bila terjadi perceraian, yang berhak menafkahi si anak aclalah ayahnya, apabila ayah tidak lnalnpu, maka ibunya yang berhak melafkahi kepada ayahnya. Antara ayah dan ibu harus bermusyawarah clalam rnengurus dan mernelihara si anak, mereka harus mendidik anak-anaknya secara wajar clal baik.

Apabila anak disusui di waktu terjadi percaraian, maka ibunya wajib menyempurnakan susuannya dan ayah wajib memberi makan dan pakaian kepada anaknya, dan si ibu isteri berhak mendapatkan upah atas susuannya.

Dalam hal Syaf i dan Hambali berpendapat: "Wanita yang mengasuh berhak atas upah pengasuhan yang diberikannya, baik ia berstatus ibu seldiri maupun orang lain bagi anak itu".2e

2TMustafa

Diibu Bhigha, Figh Merurtil Mazhab S.y*a.li't, (Alib Bahasa Muhammad Rifa'i clan Ba-uhau'i Mas'udi), Semaratrg: Cahal-a Indah, 1986, hlm. 296.

rsSayyid Sabiq, Fikih Strnntth.Juz VII, Loc. Cit,.

leMuhamntad Jarvad lr4ughni1,ah. Fiqh Limu 1..,[rt:htb,Op. ('it., l-rlnr. 137.

3 1 6 ,lurnal Kanun lVo. 66 Eclisi .,lgtstus J0l5

(18)

da fi

E *

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m l s l a m

Dengan demikian jelaslah bahwa, sekalipun terjadi perceraian di antara orang tuanya, nafkah terhadap anak tidak gugur. Si isteri berhak mengasuh dan menyesui anak tersebut, sementara ayahberhak memberikan makanan dan pakaiannya. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat (233)

'U";t\

wrs: ,ru:: ,'i )jji *: reali '& jil;i ;r "+u K e; ,r-t;\ :;-e,i o,,J:r)i.o

"e 'iu;i \ibi 36'ilr:, Jt r-)\)i 8'; )rti,x"r)';'l; ulr'i4, )G.l \itj .it p ;i=; V

-+rt u r*" sy'frte a\+ * ;:.i:i\;4frci,-,;i JDW a\> i,3 )J\,:;j\:it &\j

[Y rr;r;Jl ,r-] €:)'M 3]:; u., ini 3\\-p;\ att""liti.F!

Artinya: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi rnakan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf ..."

(Q.S Al-Baqarah:233\

Berdasarkan dalil tersebut di atas, dapat diketahui bahr,va kewajiban bapak tnemberi nafkah kepada auak-anaknya sekalipun antara bapak dan ibu telah bercerai.

Bila ada sesuatu hal yang menyebabkan si ibu tidak dapat menyesui anaknya, maka dalam agama dibolehkan anak tersebut diserahkan kepada wanita lain untuk menyusui, dan bapaknya berkewajiban memberi upah kepada orang yang nrenyusui anaknya secara rna'ruf.

Demikianlah kewajiban orang tua memberi nafkah kepada anaknya yang berada dalam kekuasaannya. Apabila ayahnya tidak marnpu, maka ibunya yang berkewajiban memberi nafkah kepada anaknya, karena Allah tidak rnembebankan kepada salah satu pihak saja melainkan sama-salna menanggungnya menurut kesanggupan mereka.

e. Hikrnah mernberi nafkah budak

Hikmah pernberian nafkah kepada budak adalah kernbali kepada masalah kasihan terhadap diri budak yang lemah yang tidak mampu apa-apa yang tiacla claya dan kekuatan dan tiada hafia sama sekali. Telah diketahui clalam agama bahwa harnba sahaya aclalah milik tuanya,, kalar:pun tuarr itu tidak rvajib rnemberirrya nafkah.

Jurnal Kanun lr{o. 66 Edisi Agustus 2015 3 1 1

(19)

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m ls l a m

niscaya manusia lemah ini akan kelaparan dan telanjang sepanj ang hari. Hal demikian tidak disetujui oleh akal dan tidak ditetapkan oleh agama.3o

Seorang muslim tidak patut membiarkan hambanya lapar dan telanjang, meminta-minta kepada manusia, sementara dirinya menikmati pengabdian dan hasil kerjanya. Anda tahu manfaat budak itu tergantung tuanya yang memiliknyv, maka tuannya wajib rnemberinya nafkah. Sebagairnana firman Allah:

S"i 6 tVi: ,6.iAi, 6| S"i 6*r \:iir 644V"!j -*\f* t; oxig;iro

- 1 t r - t . I < { i , - ' ,

;Sy.J i;it ljrjr-! )Ug c-.>.I,l u"y , 7 i - , . - , t r i ' i . . r ) i r l t i -

"[yl*b \++! ::u.lr:

[ 1 1 : " L ; J l Artinya: . . . Dan (berbuat baiklah) kepada hamba sahayamu . . .(An-Nisa': 36)

D. Kadar Nafkah

Pengaturan menganai kadar nafkah yang harus dipenuhi oleh seorang suami atau ayah, baik dalam Al-Qur'an maupun clalarn Al-Hadits, tidak pernah disebr,rtkan secara tegas meltgenai kadar atau jurnlah nafkah yang wajib diberikan, begitu jrga kepada anak-anak terlantar. Al-Qur'an dan Al-Hadits hanya rnemberikan gambaran umuffr saja, seperli firman Allah dalarn surat Ath-Thalaq ayat (7):

[v:;>\-1,-tl ,r-] 'j;

Artinya: "Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya.

Dan oraltg yang disernpitkan rezkinya hendaklah mernberi nafkah dari harla yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak rnemikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesuclah kesempitan". (Q.S Ath-Thalaq:

7 ) .

r 0 A l i . \ h n r a c l , \ l - J u r ' y a r i i . F r r l . s a f u h t l t t n I I i l ; n t u h H t l ; t t n t l s l t i n t , O p , C i t . h l r n . 3 4 0 .

f i l I r - l i - l:--.i)?t)

r::'#"i

: 1 5 .lrrnal [iuturn No. 66 EtJi.si Agustus 201 5

(20)

S y a m s u l B a h ri , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m l s l a m

Apabila ketentuan ayat tersebut di atas, jelaslah bahwa nafkah itu diberikan secara patut, maksudnya sekedar mencukupi dan sesuai dengan penghasilan suami, hal ini agar tidak memberatkan suami apalagi memudharatkannya.

Apabila dikaji lebih jauh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ketentuan yang ada dalam Al-Qur'an sangat cocok dan sesuai dengan sifat suami isteri yang saling mencintai dan saling menyayangi, antara satu sama lainnya saling memberi pengertian baik dari segi kelebihan maupun dari segi kekurangan masing-rnasing.

Para ulama telah sepakat mengenai masalah wajibnya nafkah, akan tetapi mengenai kadar atau besarnya nafkah yang harus dikeluarkan, para ulama masih berselisih paham.

Abu Hanifah, Malik dan Ahrnad berpendapat: "Nafkah isteri itu diukur dan dikadarkan dengan keadaan". 3 I

Asy-Syaf i berpendapat: "Nafkah isteri diukur dengan ukuran syara' dan yang di'itibarkan dengan keadaan suami, orang kaya memberikan dua mud sehari, orang yang sedang memberikan satu setengah mud sehari, dan orang papa memberi satu mud sehari".32

Jadi, para fuqaha membatasi kadar nafkah yang wajib diberikan oleh suami kepada isteri dan anaknya demi kemeslahatan bersama, supaya masing-masing suami isteri mengetahui hak dan kewajiban tentang nafkah tersebut.

Jika isteri tinggal serumah dengan suaminya, maka suami yang menanggung dan mengurus segala keperluan isterinya. Kernudian si isteri tidak berhak meminta nafkah dalam jumlah tertentu selama suami rnasih melaksanakan kewajibannya.

Jika seorang suami tidak memberikan nafkah kepada isterinya tanpa alasan- alasan yang jelas, maka isteri berhak rnenuntut jumlah nafkah bagi dirinya. Hakirn boleh tnetnutuskan jumlah nafkah untuk isteri, dan suami wajib mernbayarnya bila tuduhan-tuduhan yang dilontarkan isterinya itu benar.

Oleh karena itu, kadar nafkah yang paling baik diberikan oleh suami kepada isteri sebagairnana yang dijelaskan dalam Al-Qur'an, yaitu harus melihat kedudukan sosial dan tingkat kemampuan suami isteri. Jadi tidak berlebih-lebihan sehingga

3rMuharnmacl flasbi Ash-Shiddieqy, Hukttnt-Huktmr Ficlh Islcmr, Op.Cit." hlnr.268.

l r r r - l l ) r ( l r.

Junnl Kanun l,{o. 66 Edisi A.qusttts 2015 379

f

(21)

s y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m ls l a m

memberatkan suami dan juga tidak telalu sedikit, akan tetapi sesuai dengan kemampuan suami.

Begitu juga dengan nafkah terhadap anak terlantar. Para ulama juga telah sepakat mengenai wajibnya nafkah terhadap anak terlantar, namun mengenai banyaknya (kadar) nafkah yang harus diberikan kepada mereka tidak dijelaskan secara tegas, baik dalam al-Qur'an dan al-Hadits.

Dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits banyak ayat wajibnya zakat, karena zakat merupakan salah satu usaha dalam membantu fakir rniskin dan anak-anak yatirn terlantar, tetapi besar kecilnya yang harus diberikan kepada mereka tidak ditentukan.

Pemberian tersebut hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sesuai dengan kesanggupan setiap muslim.

Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa kadar nafkah tidaklah rnutlak ditentukan jurnlah besarnya tetapi rnerupakan hal yang relatif. Maka dengan seseorang tidak boleh semena-mena menuntut besarnya natkah, karena nafkah itu diberikan menurut kesanggupan seseorang.

E. PENUTUP

Pemberian nafkah merupakan sebuah kewajiban clan tanggung jawab yang tidak boleh dilanggar dan harus dipenuhi oleh suami bagi istrinya clan oralg tua terhadap anaknya. Kewajiban nafkah ini diatur dalam hukurn Islam sebagairnana yang tennuat dalam surat al Baqarah:233 dan juga al Hadits. Ada tiga sebab dala'r hal menafkahi, yaitu karena kekerabatan/keturunan, kepernilkan dan perkawina'.

Adapun pemcnuhan nafkah yang rnenjadi belanja tersebut adalah berupa kebutuhan pokok, seperti makau, ternpat tinggal, pendidikan dan lainnya. Menyangkut kadar ataupun ukuran nafkah yang harus dipenuhi oleh orarlg rua ataupun suami ticlak ada yang pasti, karena hal tersebut harus dilihat dari kernampuan si pemberi nafkah.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman I. Doi. Ph. D. Perkcm'inan clalam Syari'ctt Islant Cet, I, Jakaita:

Rirreka Cipta, 1992.

3 8 0 .Iurnnl Kurtiut i\ro. 66 Edisi Agt.sttts l0l5

(22)

kat tirn an.

uai

:an ak ut lgan

rlah ,'nai kan

rg

l a

(t D

rl

t

S y a m s u l B a h r i , K o n s e p N a f k a h D a l a m H u k u m ls l a m

Al-Hafidh Ibnu hajar Al-Asqalani, Bulughul Marant, Beirut: Maktabah At- Tijarah Al-Kubra, t,t.

Ali Ahmad Al-Jurjawi, Falsafoh dan Hilvnah Huktmt Islam, Sernarang: Asy- S y i f a ' , 1 9 9 2 .

Aliy As'ad, Terjemahan Fat-Hul Mu'in, Jllid 3, Menara Kudus, t.t.

Direktorat Jenderal Pernbinaan Kelemba gaanAgama Islam Departernen Agama, Ilmtt Fiqh, Jilid II, Cet, II, Jakarla 198411985.

Ensiklopedi Islant, Juz.lll, Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1994.

H.S.A. Al-Harndani,, Risalah Nikah, (Alih Bahasa: Agus Salim), Jakarla:

Pustaka Arnani. 1989.

ibnu Majah, Sunan Ibrut Majah, JuzII, Kairo: Waar Al-Hiirats, t.t.

Irrram Muslirn. Shahilt Muslint. Juz II. Beirut: Daar Al-Kutub Ihniah.

Imron Abu Arnar, Fathul Qarib, Menara Qudus, t.t.

Moh. Rifa'i, Moh. Zuhn, Salomo, Terjernahon Semarang: CV. Toha Putra, 1978.

Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Huhtnt-IIukunt Bulan Bintang, t.t.

Khulasah Kifayatul Aklryar,

f iqh Islam, Cet. IV, Jakarla:

Muhammad Jawad Mughniyah, Fiqh Lima Mazhab, Cet. I Jakarta: Basrie Press, 1994.

Mustafa Diibu Bhigha, Figh Menunft Mazhab Syc(i 'i, (Alib Bahasa Muhamnrad Rifa'i dan Baghawi Mas'udi), Semarang: Cahaya Indah, 1986.

Sayyid Sabiq, Fikih Stmnah, Juz. VII, Cet. III, Bandung: Al-Ma'arif, 1986.

Soerniyatr, IIukun Perkav'inan Islant dan Unclctng-tntclctng Perkcnv'inttn (LlU ltto.

I Talttut 1974), Yogyakarla: Liberly, 1982.

Jurnal Kanun l,to. 66 Eclisi Agtstls 2015

i s r

Referensi

Dokumen terkait

Pemilihan penggunaan kompos kotoran sapi dan paitan dalam usaha mencari alternatif penyedia unsur hara makro yang dibutuhkan dalam budidaya tanaman cabai keriting

Hasil studi Framingham menunjukkan bahwa penderita dengan tekanan diastolik di atas 95 mmHg mempunyai risiko dua kali lebih besar untuk terjadinya infark otak

Aromaterapi lavender memiliki bau yang khas dan lembut sehingga dapat membuat seseorang menjadi relaks atau santai, disamping itu lavender juga dapat mengurangi

Pada tabel tertera bahwa Kawasan Konservasi terluas yang terdapat di Provinsi Kepulauan Riau berlokasi di Kabupaten Bintan dengan luas 1212214,75 Ha. Terdapat empat

Besarnya pengaruh terhadap rasio lancar perusahaan perdagangan besar barang produksi yang terdaftar di BEI dapat dijelaskan rasio per- putaran piutang usaha dan periode penagihan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1). Hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada remaja di Surakarta, 2). Sumbangan efektif kontrol diri

Dalam kaitannya untuk mendorong pengaruh kepedulian terhadap NEP dan kesadaran, bukti hubungan positif antara kegiatan petualangan outdoor dan pemahaman NEP bagi siswa mengikuti

Total Mikroba yang Dapat Dikurangi pada Tahap Pemberian Air Jeruk Nipis, Perendaman. Jeruk Nipis dan Perendaman Larutan Asam Jawa Olahan Lawu Bale Formula A, B, dan