• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Gedung H Kampus Sekaran Gunungpati Semarang - 50229 Telepon: +6224-8508081 Fax. +6224-8508082 Laman: http:// www.unnes.ac.id, email: [email protected]

PEDOMAN PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN ANGGARAN TAHUN ANGGARAN 2022

I. DASAR HUKUM

A. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.05/2013 tentang Bagan Akun Standar

B. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.06/2016 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara

C. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 60/PMK.02/2021 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2022

D. Peraturan Rektor Unnes Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Badan Layanan Umum Universitas Negeri Semarang

II. BELANJA BARANG

A. Honorarium Pengadaan Barang/Jasa

A.1 Honorarium Pejabat Pengadaan Barang/Jasa atau Pejabat Pembelian

Honorarium diberikan kepada seseorang yang diangkat oleh Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagai Pejabat Pengadaan Barang/Jasa atau Pejabat Pembelian yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pengadaan langsung, penunjukan langsung, dan/atau e-purchasing sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

A.2 Honorarium Kelompok Kerja Pemilihan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Honorarium diberikan kepada seseorang yang diangkat oleh PA/KPA menjadi Kelompok Kerja Pemilihan di UKPBJ untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pejabat Pengadaan Barang/Jasa atau anggota UKPBJ yang telah menerima tunjangan fungsional pengelola pengadaan barang/jasa, maka honorarium dapat diberikan kepada anggota Kelompok Kerja UKPBJ setelah mengerjakan 30 (tiga puluh) paket dan diberikan maksimal sebesar Rp44.000.000,00 (empat puluh empat juta rupiah) per orang per tahun.

Lampiran dokumen pendukung usulan pembayaran Honorarium Pejabat Pengadaan Barang/Jasa dan anggota Kelompok Kerja UKPBJ:

1. Daftar Kontrak/Pekerjaan yang disahkan oleh Kepala UKPBJ.

2. Lembar Penetapan penyedia/BAHP

(2)

Pengenaan Akun Honorarium Kelompok Kerja Pemilihan UKPBJ sesuai dengan Akun Pengadaan Barang dan Jasa yang dilaksanakan:

1. Pengadaan Belanja Barang dan Jasa (525112).

2. Pengadaan Belanja Modal Peralatan dan Mesin (537112).

3. Pengadaan Belanja Modal Gedung dan Bangunan (537113).

B. Honorarium Pejabat Fungsional di Bidang Perbendaharaan (525112)

Pejabat pengelola keuangan yang telah diangkat menjadi Pejabat Fungsional di Bidang Perbendaharaan atau pejabat fungsional pengelola pengadaan barang/jasa dapat diberikan honorarium sebesar 40% dari honorarium yang ada di Standar Biaya Masukan sesuai pagu DIPA yang dikelola.

Honorarium Pejabat Fungsional di Bidang Perbendaharaan diantaranya:

1. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan.

2. Honorarium Pengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

3. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi (SAI)

a) Kementerian negara/lembaga tidak diperkenankan memberlakukan satuan biaya Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dalam pengelolaan SAI.

b) SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manjemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). Ketentuan mengenai jumlah Pengelola SAI yang ditetapkan bukan atas dasar Keputusan Menteri paling banyak berjumlah 6 (enam) orang. Untuk Pengelola UAPPA /UAPPB total jumlah pengelola UAPPA dan UAPPB dalam satu Surat Keputusan (SK) paling banyak berjumlah 6 (enam) orang.

C. Honorarium Narasumber Seminar/Rapat/Sosialisasi/Diseminasi/Bimbingan Teknis/Workshop/

Sarasehan/Simposium/ Lokakarya/FGD/Kegiatan Sejenis (525113)

Honorarium yang diberikan kepada Pejabat Negara/Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota Polri/TNI yang memberikan informasi/pengetahuan/kemampuan dalam kegiatan Seminar/Rapat/Sosialisasi/Diseminasi/Bimbingan Teknis/Workshop/Sarasehan/

Simposium/Lokakarya/Focus Group Discussion/Kegiatan sejenis yang dilaksanakan secara langsung (offline) maupun daring (online) melalui aplikasi secara live dan bukan rekaman/hasil tapping baik di dalam negeri maupun di luar negeri, tidak termasuk untuk kegiatan diklat/pelatihan.

Catatan:

1. Satuan jam yang digunakan dalam pemberian honorarium narasumber adalah 60 (enam puluh) menit baik dilakukan secara panel maupun individual.

2. Honorarium narasumber dapat diberikan hanya untuk;

a. Narasumber yang berasal dari luar kementerian/lembaga penyelenggara;

b. Narasumber yang berasal dari perguruan tinggi di luar satker penyelenggara;

3. Honorarium narasumber hanya dapat diberikan oleh satker penyelenggara.

4. Untuk kegiatan yang dilaksanakan secara online menyertakan data dukung berupa lampiran record zoom.

(3)

Contoh Kasus:

1. Apabila UNNES berkegiatan dan mengundang narasumber dari kementerian lain, bagaimana sumber pendanaanya untuk pembayaran narasumber? Bolehkah UNNES membayar honorarium narasumber tersebut? Boleh

2. Apabila narasumber berasal dari Pejabat Kemdikbudristek apakah boleh UNNES membayarkan honorarium narasumber tersebut? Tidak Boleh

3. Apabila narasumber berasal dari Universitas Diponegoro, apakah boleh UNNES membayarkan honorarium narasumber tersebut? Boleh

4. Apabila narasumber dari dalam (dari Unnes) apakah boleh diberikan honorarium narasumber? Tidak Boleh

5. Apabila UNNES mengundang narasumber Pejabat Kemdikbudristek (yang juga sebagai dosen di UGM). Bolehkah UNNES membayar honorarium narasumber tersebut? Tidak Boleh, karena yang dilihat adalah jabatan di Kemdikbudristek maka tidak bisa diberikan honorarium narasumber.

6. Apabila UNNES mengundang narasumber dari Dosen UGM untuk memberikan materi terkait keahlian beliau (yang juga sebagai Pejabat Kemdikbudristek). Bolehkah UNNES membayar honorarium narasumber tersebut? Tidak Boleh, karena yang dilihat adalah jabatan di Kemdikbudristek maka tidak bisa diberikan honorarium narasumber.

D. Honorarium Moderator Kegiatan Seminar/Rapat/Sosisalisasi/Diseminasi/Bimtek/Workshop/

Sarasehan/Simposium/Lokakarya/FGD/Kegiatan sejenis (525112)

Honorarium yang diberikan kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota Polri/TNI yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan tugas sebagai moderator pada kegiatan Seminar/Rapat/Sosialisasi/Diseminasi/Bimbingan Teknis/Workshop/Sarasehan/

Simposium/Lokakarya/Focus Group Discussion/Kegiatan Sejenis yang dilaksanakan secara langsung (offline) maupun daring (online) melalui aplikasi secara live dan bukan rekaman/hasil tapping baik di dalam negeri maupun di luar negeri, tidak termasuk untuk kegiatan diklat/pelatihan.

Catatan:

1. Honorarium moderator dapat diberikan hanya untuk:

a. Moderator yang berasal dari luar kementerian/lembaga penyelenggara;

b. Moderator yang berasal dari perguruan tinggi di luar satker penyelenggara;

2. Honorarium moderator hanya dapat diberikan oleh satker penyelenggara.

E. Honorarium Pembawa Acara Kegiatan Seminar/Rapat/Sosisalisasi/Diseminasi/Bimtek/

Workshop/Sarasehan/Simposium/Lokakarya/FGD/Kegiatan sejenis (525112)

Honorarium yang diberikan kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota Polri/TNI yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan tugas memandu acara dalam kegiatan Seminar/Rapat/Sosialisasi/Diseminasi/BimbinganTeknis/Workshop/Sarasehan/

Simposium/Lokakarya/Focus Group Discussion/Kegiatan sejenis yang dihadiri oleh Menteri/Pejabat Setingkat dengan peserta kegiatan minimal 300 (tiga ratus) orang dan sepanjang dihadiri lintas kementerian negara/lembaga lainnya/pihak lain baik dilaksanakan

(4)

secara langsung (offline) maupun daring (online) melalui aplikasi secara live dan bukan rekaman/hasil tapping.

Catatan:

1. Melampirkan data dukung berupa daftar hadir/participant yang menunjukkan asal kementerian negara/lembaga lainnya/pihak lain.

2. Pihak lain yang dimaksud adalah bisa berarti dari masyarakat atau perguruan tinggi lainnya.

F. Honorarium Panitia Kegiatan Seminar/Rapat/Sosialisasi/Diseminasi/Bimbingan Teknis/Workshop/Sarasehan/Simposium/Lokakarya/FGD/Kegiatan Sejenis (525112)

Honorarium yang diberikan kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota Polri/TNI yang diberi tugas oleh pejabat yang berwenang sebagai panitia atas pelaksanaan kegiatan Seminar/Rapat/Sosialisasi/Diseminasi/Bimbingan Teknis/Workshop/Sarasehan/Simposium/

Lokakarya/Focus Group Discussion/Kegiatan Sejenis sepanjang:

1. Peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup kementerian negara/lembaga lainnya/pihak lain serta dilaksanakan secara langsung (offline).

2. Dalam hal memerlukan tambahan panitia yang berasal dari non pegawai Aparatur Sipil Negara harus dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan urgensi, dengan besaran honorarium mengacu pada besaran honorarium untuk anggota panitia.

3. Jumlah panitia yang dapat diberikan honorarium maksimal 10% (sepuluh persen) dari jumlah peserta dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas.

4. Dalam hal jumlah peserta kurang dari 40 (empat puluh) orang, jumlah panitia yang dapat diberikan honorarium paling banyak 4 (empat) orang.

Contoh kasus:

1. Apabila Unnes melaksanakan Seminar/Workshop/Sosialisasi secara offline dan pesertanya melibatkan kementerian/pihak lain apakah boleh diberikan honor kepanitiaan? Boleh 2. Apabila Unnes melaksanakan Seminar/Workshop/Sosialisasi secara online dan pesertanya

melibatkan kementerian/pihak lain apakah boleh diberikan honor kepanitiaan? Tidak Boleh 3. Apabila Unnes melaksanakan Seminar/Workshop/Sosialisasi secara offline dan pesertanya

tidak melibatkan kementerian/pihak lain apakah boleh diberikan honor kepanitiaan? Tidak Boleh

G. Honorarium Narasumber Pakar/Praktisi/Profesional (525113)

Honorarium narasumber pakar/praktisi/professional dapat dibayarkan apabila memenuhi ketentuan:

1. Narasumber pakar/praktisi/professional berasal dari luar lingkup Kementerian Negara/Lembaga penyelenggara yang mempunyai keahlian/profesionalisme dalam ilmu/bidang tertentu dalam kegiatan seminar/rapat/sosialisasi/diseminasi/workshop/

sarasehan/simposium/diklat/lokakarya/Focus Group Discussion/kegiatan sejenis yang diselenggarakan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

2. Dilaksanakan secara langsung (offline) maupun daring (online) melalui aplikasi secara live dan bukan rekaman/hasil tapping.

3. Melampirkan data dukung berupa Curriculum Vitae (CV) dan bukti kepakaran.

(5)

Catatan: Pejabat Negara/Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota Polri/TNI yang mendapatkan tugas sebagai Narasumber menggunakan Satuan Besaran Honorarium Narasumber yang tercantum pada Lampiran I Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2022; No. 11.1

H. Satuan Biaya Tiket Pesawat Perjalanan Dinas Luar Negeri Pergi Pulang/PP (525115)

Satuan biaya tiket pesawat perjalanan dinas luar negeri Pergi Pulang (PP) yang tercantum dalam SBM merupakan:

1. Satuan estimasi biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pergi pulang (PP).

2. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi, tidak termasuk airport tax dan biaya retribusi lainnya.

3. Dalam pelaksanaan anggaran, satuan biaya tiket perjalanan dinas luar negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran).

I. Satuan Biaya Tiket Pesawat Perjalanan Dinas Dalam Negeri Pergi Pulang/PP (525115)

Satuan biaya tiket pesawat perjalanan dinas dalam negeri adalah satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pergi pulang (PP) dari bandara keberangkatan suatu kota ke bandara kota tujuan. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi, tidak termasuk airport tax, bagasi, dan biaya retribusi lainnya. Dalam pelaksanaan anggaran, satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran)

J. Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri (525115)

Satuan biaya taksi perjalanan dinas dalam negeri merupakan satuan biaya satu kali perjalanan taksi:

1. Dari tempat kedudukan menuju bandara/pelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara/pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan dan sebaliknya.

2. Dalam pelaksanaan anggaran, satuan biaya taksi perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran).

K. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri (525115)

Satuan biaya penginapan perjalanan dinas dalam negeri merupakan satuan biaya menginap dalam rangka pelaksanaan perjalanan dinas dalam negeri. Dalam pelaksanaannya, mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah.

Catatan:

Untuk Perjalanan Dinas Jabatan yang dilakukan oleh Pimpinan Lembaga Negara/Menteri/Pimpinan Lembaga setingkat Menteri kepada ajudan Menteri/Pimpinan Lembaga Setingkat Menteri dapat menginap pada hotel/ penginapan yang sama. Dalam hal biaya penginapan pada hotel/penginapan yang sama tersebut lebih tinggi dari satuan biaya hotel/penginapan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai Standar Biaya, maka ajudan Pimpinan Lembaga Negara/Menteri/Pimpinan Lembaga setingkat Menteri tersebut dapat menggunakan fasilitas kamar dengan biaya terendah pada hotel/ penginapan dimaksud.

(6)

L. Satuan Biaya Sewa Kendaraan Insidentil (525113)

Satuan biaya sewa kendaraan pelaksanaan kegiatan insidentil merupakan satuan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat), roda 6 (enam)/bus sedang, dan roda 6 (enam)/bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil (tidak bersifat terus-menerus). Satuan biaya ini diperuntukan bagi:

1. Pejabat Negara yang melakukan perjalanan dinas dalam negeri di tempat tujuan; atau 2. Pelaksanaan kegiatan yang membutuhkan mobilitas tinggi, berskala besar, dan tidak tersedia

kendaraan dinas serta dilakukan secara selektif dan efisien.

Catatan:

1. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi.

2. Satuan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat) dalam satuan biaya adalah untuk kendaraan yang berkapasitas maksimum 7 (tujuh) seat.

3. Dalam hal diperlukan kendaraan roda 4 (empat) dengan kapasitas melebihi 7 (tujuh) seat dapat diberikan paling tinggi 150% (seratus lima puluh persen) dari satuan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat).

4. Bagi Pimpinan Lembaga Negara/Menteri/ Pimpinan Lembaga setingkat Menteri dalam hal diperlukan kendaraan roda 4 (empat) dengan kelas/satuan biaya lebih tinggi, dapat mengacu ke harga pasar/bersifat at cost.

M. Satuan Biaya Rapat/Pertemuan di Luar Kantor (525115)

Satuan biaya paket kegiatan rapat/pertemuan di luar kantor merupakan satuan biaya kegiatan rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif dan bersifat koordinatif yang sekurang kurangnya melibatkan peserta dari kementerian negara/lembaga lainnya yang terkait pelaksanaan tugas dan fungsi /masyarakat.

Contoh kasus:

1. Apabila Unnes mengadakan kegiatan rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor (Hotel) dalam rangka penyelesaian pekerjaan dan melibatkan peserta dari Direkotrat Jenderal Pendidikan Tinggi apakah boleh ada pembiayaan Paket Rapat, Uang Harian dan Uang Transport? Tidak Boleh

2. Apabila Unnes mengadakan kegiatan rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor (Hotel) dalam rangka penyelesaian pekerjaan melibatkan peserta dari Badan, Biro, Lembaga dan Fakultas di lingkungan Unnes apakah boleh ada pembiayaan Paket Rapat, Uang Harian dan Uang Transport? Tidak Boleh

3. Apabila Unnes mengadakan kegiatan rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor (Hotel) dalam rangka penyelesaian pekerjaan dan melibatkan peserta dari Direkotrat Jenderal Anggaran apakah boleh ada pembiayaan Paket Rapat, Uang Harian dan Uang Transport? Boleh

4. Apabila Unnes mengadakan kegiatan rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor (Hotel) dalam rangka penyelesaian pekerjaan dan melibatkan peserta dari masyarakat apakah boleh ada pembiayaan Paket Rapat, Uang Harian dan Uang Transport? Boleh

(7)

N. Satuan Biaya Konsumsi Rapat/Seminar/Sosialisasi/Bimbingan Teknis/Workshop/FGD dan Kegiatan sejenis (525112)

Satuan biaya konsumsi rapat merupakan satuan biaya pengadaan makan dan kudapan (snack) termasuk minuman untuk rapat/pertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat menteri/eselon I/setara maupun untuk rapat biasa dan dilaksanakan secara langsung (offline) minimal selama 2 (dua) jam.

Rapat koordinasi tingkat menteri/eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya menteri/eselon I/pejabat yang setara.

Catatan:

1. Konsumsi rapat berupa makan dan snack termasuk minuman, dapat diberikan jika melibatkan unit eselon I lainnya/kementerian negara/lembaga lainnya/instansi pemerintah/pihak lain.

2. Konsumsi rapat berupa snack termasuk minuman, dapat diberikan jika melibatkan satker/eselon II lainnya/setara.

3. Yang dimaksud satker lainnya adalah kantor vertical berdasarkan struktur organisasi.

Berdasarkan hasil konsultasi ke Pusat Layanan Direktorat Jenderal Anggaran, pengadaan snack dan Makan untuk kegiatan Seminar/Sosisalisasi/Bimbingan Teknis/Workshop/FGD dan kegiatan sejenis mengikuti ketentuan pemberian konsumsi rapat, artinya:

1. Apabila kegiatan Seminar/Sosisalisasi/Bimbingan Teknis/Workshop/FGD dan kegiatan sejenis yang pesertanya melibatkan eselon II lainya hanya dapat diberikan snack termasuk minum, tetapi apabila pesertanya melibatkan eselon I lainnya/kementerian negara/lembaga lainnya/instansi pemerintah/pihak lain dapat diberikan Makan dan snack termasuk minum.

2. Di Unnes eselon II adalah Biro Administrasi Perencanaan dan Keuangan, Biro Umum Hukum dan Kepagawaian, Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama.

3. Rapat yang melibatkan eselon II lainnya adalah Rapat yang pesertanya melibatkan antar eselon II, sebagai contoh rapat yang pesertanya melibatkan Biro Administrasi Perencanaan dan Keuangan dan Biro Umum Hukum dan Kepegawaian. Peserta rapat yang terlibat adalah peserta rapat yang berkontribusi terhadap output kegiatan.

4. Pihak lain yang dimaksud adalah bisa saja masyarakat atau perguruan tinggi lainnya.

Contoh kasus kegiatan dilaksanakan secara offline:

1. Unnes mengadakan kegiatan sosialisasi/pelatihan/workshop yang pesertanya pegawai dilingkungan fakultas unnes, yang narasumbernya dari internal UNNES, apakah boleh diberikan konsumsi? Tidak Boleh

2. Unnes mengadakan kegiatan sosialisasi/pelatihan/workshop yang pesertanya pegawai dilingkungan fakultas unnes, yang narasumbernya dari kementerian/pihak lain, apakah boleh diberikan konsumsi? Tidak Boleh

3. Unnes mengadakan kegiatan sosialisasi/pelatihan/workshop yang pesertanya pegawai dilingkungan fakultas unnes dan dari kementerian lain/pihak lain, yang narasumbernya dari

(8)

internal unnes, apakah boleh diberikan konsumsi? Boleh, dapat diberikan Makan dan Snack termasuk minum.

4. Unnes mengadakan kegiatan sosialisasi/pelatihan/workshop yang pesertanya pegawai dilingkungan fakultas unnes dan dari kementerian/pihak lain, yang narasumbernya dari kementerian/pihak lain, apakah boleh diberikan konsumsi? Boleh, dapat diberikan Makan dan Snack termasuk minum.

5. Jika peserta sosialisasi/pelatihan/workshop melibatkan mahasiswa, apakah bisa diberikan Snack dan Makan? Dalam standar Biaya Masukan tertulis penjelasan rapat biasa yang melibatkan masyarakat, apakah mahasiswa bisa dikategorikan “pihak lain”? Tidak Boleh, Mahasiswa tidak masuk kategori pihak lain, karena dianggap masih dalam lingkup Perguruan Tinggi.

6. Unnes mengadakan rapat antar Biro dalam rangka penerimaan mahasiswa baru, pesertanya melibatkan dari Biro Perencanaan dan Keuangan & Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama. Apakah boleh diberikan konsumsi? Boleh, hanya dapat diberikan Snack

O. Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan (525112)

Honorarium yang diberikan kepada seseorang yang berdasarkan Surat Keputusan.

Ketentuan pembentukan tim yang dapat diberikan honorarium setelah memenuhi seluruh ketentuan sebagai berikut:

a. mempunyai keluaran (output) jelas dan terukur;

b. bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I/kementerian negara/lembaga/ instansi pemerintah lainnya;

c. bersifat temporer, pelaksanaannya perlu diprioritaskan;

d. khusus untuk pejabat negara/pegawai Aparatur Sipil Negara diberikan sepanjang merupakan tugas tambahan di samping tugas pokoknya sehari-hari; dan dilakukan secara selektif, efektif, dan efisien.

Pengaturan batasan jumlah honorarium tim pelaksana kegiatan dan sekretariat tim pelaksana kegiatan yang dapat diberikan bagi Pejabat Negara, Pejabat Eselon I, Pejabat Eselon II, Pejabat Eselon III, Pejabat Eselon IV, pelaksana, dan pejabat fungsional pada tim dimaksud dalam satu tahun adalah:

a. Tim yang keanggotaannya berasal dari lintas eselon I dalam 1 (satu) kementerian negara/lembaga, jumlah orang dalam tim tersebut dibatasi maksimal sebanyak 25 (dua puluh lima) orang.

b. Tim yang keanggotaannya berasal dari lintas kementerian negara/lembaga dapat lebih dari 25 (dua puluh lima) orang dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara yaitu akuntabilitas, efektif, efisien dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

(9)

III. BELANJA BARANG PERSEDIAAN BARANG KONSUMSI (525121)

Barang persediaan merupakan aset yang berupa barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam rangka kegiatan operasional pemerintah. Suatu barang dapat digolongkan sebagai barang persediaan apabila:

1. Barang tersebut dipakai tidak secara sekaligus, atau tidak habis dalam sekali pakai atau ada yang untuk disimpan.

2. Perencanaan pengadaan barang tersebut bersifat kontinu atau berkelanjutan, tidak hanya untuk satu kali kegiatan saja.

3. Barang tersebut disimpan dalam gudang atau tempat penyimpanan yang dipersamakan.

Catatan:

1. Pada saat usulan Barang Persediaan, pastikan dalam RAB tidak ada belanja barang habis pakai untuk kegiatan. Contoh barang habis pakai untuk kegiatan antara lain belanja MMT, spanduk, ATK Seminar KIT, dll yang dipakai untuk satu kali kegiatan.

2. Pengadaan bahan laboratorium yang tidak termasuk dalam kriteria belanja modal merupakan belanja barang persediaan.

3. Usulan Pembayaran Belanja Persediaan menggunakan Mekanisme SPP LS.

IV. BELANJA PEMELIHARAAN (525114)

Merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Yang termasuk dalam kategori belanja pemeliharaan apabila kegiatan belanja yang dilaksanakan tanpa mengubah, menambah atau mengurangi bentuk ataupun kontruksi asal dari sebuah aset, sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan, baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan.

Contoh: pengecatan, perbaikan alat tanpa menambah umur, renovasi gedung tanpa mengubah/menambah bentuk gedung.

Kegiatan pemeliharaan yang masuk ke akun modal, antara lain:

1. Pemeliharan Alat yang menambah umur manfaat dan memenuhi nilai minimum kapitalisasi.

2. Pemeliharaan Gedung yang mengubah/menambah bentuk gedung dan memenuhi nilai minimum kapitalisasi.

Catatan: Dalam pengajuan dokumen Belanja Pemeliharan untuk mencantumkan Nomor Inventaris Barang.

V. BELANJA MODAL

Belanja Modal merupakan pengeluaran anggaran dalam rangka memperoleh atau menambah aset tetap dan/atau lainnya yang memberi manfaat ekonomis lebih dari satu periode akuntansi (duabelas bulan) serta melebihi batasan nilai minimum kapitalisasi aset tetap atau aset lainnya yang ditetapkan pemerintah. Aset tetap tersebut digunakan untuk operasional kegiatan suatu satuan kerja atau dipergunakan oleh masyarakat umum/publik serta akan tercatat di dalam neraca satker K/L.

(10)

Terkait dengan pembedaan belanja barang dan belanja modal, alur berpikir berikut dapat dijadikan pedoman umum:

A. Belanja Modal Peralatan dan Mesin (537112)

Merupakan akun belanja untuk mencatat pelaksanaan anggaran pengadaan peralatan dan mesin yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan antara lain biaya pembelian, biaya pengangkutan, biaya instalasi, serta biaya langsung lainnya untuk memperoleh dan mempersiapkan sampai peralatan dan mesin tersebut siap digunakan.

Dalam PMK 181 /PMK.06/2016 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara, mengatur Kapitalisasi BMN untuk aset tetap. Ketentuan kapitalisasi aset tetap pada belanja modal peralatan dan mesin antara lain:

1. Kapitalisasi BMN merupakan batasan nilai minimum per satuan BMN untuk dapat disajikan sebagai aset tetap.

2. Nilai satuan minimum kapitalisasi BMN sama dengan atau lebih dari Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) untuk peralatan dan mesin atau aset tetap renovasi peralatan dan mesin.

Belanja yang memenuhi nilai kapitalis (sama dengan atau lebih dari Rp 1.000.000) tetapi tidak dapat dicatat ke akun Modal Peralatan dan Mesin, karena merupakan Belanja Barang Persediaan apabila:

1. Masa manfaat barang kurang dari 1 (satu) tahun. Contoh: hardisk, dogel wifi.

(Untuk mengukur umur manfaat dari suatu barang dapat berkoordinasi dengan Bidang BMN) 2. Ketika dioperasionalkan barang tidak bisa berdiri sendiri. Contoh: kabel UTP, komponen-

komponen komputer.

Catatan:

1. Mekanisme usulan pembayaran: SPP Modal Peralatan dan Mesin diusulkan tersendiri (tidak gabung dengan belanja barang).

2. Dokumen RAB mendapat persetujuan dari Sub Koordinator Bidang BMN (dilengkapi tanda tangan dari Sub Koordinator Bidang BMN).

(11)

B. Belanja Modal Gedung dan Bangunan (537113)

Merupakan akun belanja untuk mencatat perolehan gedung dan bangunan secara kontraktual sampai dengan gedung dan bangunan siap digunakan meliputi biaya pembelian atau biaya kontruksi, termasuk biaya pengurusan IMB, notaris dan pajak (kontraktual).

Dalam PMK 181 /PMK.06/2016 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara, mengatur kapitalisasi BMN untuk aset tetap. Ketentuan kapitalisasi aset tetap pada belanja modal gedung dan bangunan antara lain:

1. Kapitalisasi BMN merupakan batasan nilai minimum per satuan BMN untuk dapat disajikan sebagai aset tetap.

2. Nilai satuan minimum kapitalisasi BMN sama dengan atau lebih dari Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) untuk gedung dan bangunan atau aset tetap renovasi gedung dan bangunan.

3. Nilai sama dengan atau lebih dari Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) yang dimaksud untuk penambahan modal 1 (satu) gedung.

4. Dalam dokumen pengajuan Belanja Penambahan Modal untuk mencantumkan Nomor Kartu Inventaris Barang (KIB).

Catatan:

1. Mekanisme usulan pembayaran: SPP Modal Gedung dan Bangunan diusulkan tersendiri (tidak gabung dengan belanja barang).

2. Dokumen RAB mendapat persetujuan dari Sub Koordinator Bidang BMN (dilengkapi tanda tangan dari Sub Koordinator Bidang BMN).

Semarang, 26 Januari 2022

Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan

Junjung Sugiyat, S.IP NIP. 196506171988121001

Referensi

Dokumen terkait

eorang eorang pasien pasien dengan keluhan demam mungkin dapat dihubungkan segera dengan suatu sebab dengan keluhan demam mungkin dapat dihubungkan segera dengan suatu sebab

Adapun hasil penelitian yang diperoleh dari pengaruh penggunaan pendekatan Jelajah Alam Sekitar terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi keanekaragaman hayati

Service Quality Performance (Servperf) Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) Pada Program Studi Administrasi Bisnis Terapan (STr) Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri

bahwa dalam rangka mengembangkan prestasi peserta didik di bidang sains, riset, teknologi dan inovasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Sekretariat

Kemudian pada 2008, India dan Myanmar setuju untuk menandatangani perjanjian yang juga termasuk peningkatan kapasitas pelabuhan Sittwe, pengerukan sungai Kaladan

Monitoring yang dilakukan berdasarkan hasil yang ditunjukkan oleh alat ukur. Pada metode ini perawatan dilakukan dengan cara memasangkan alat ukur pada peralatan atau

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA.. FAKULTAS KEGURUAN DAN

Mampu menjelaskan pendekatan kajian pemilihan bahasa 6..