DOSEN PEMBIMBING:
Dr. Romelah, M. Ag Dr. Faridi, M.Si
Oleh
HARSONO NIM: 201920290211027
RESPON PESERTA DIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 2 TARANO SUMBAWA
TESIS
PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DIREKTORAT PASCASARJANA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Kata Pengantar ب س م ﷲ ا ل ر ح م ن ا ل ر ح ي م
Segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad Saw, nabi akhir zaman.
Penelitian ini adalah hasil penelitian ilmiah dari penulis dan merupakan persyaratan untuk mendapatkan gelar Magister Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi dunia pendidikan Islam.
Penulis mengucapkanan terima kasih kepada dosen pembimbing dan para dosen yang telah banyak membantu sehingga dapat terselesaikan dengan baik, walaupun disadari masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikan karya ilmiah ini selanjutnya.
Sumbawa, 27 Juni 2022
HARSONO
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
ABSTRAK ... v
A. PENDAHULUAN ... 1
B. PENELITIAN TERDAHULU ... 2
C. KAJIAN PUSTAKA 1. Pendidikan Agama Islam dan Ruang Lingkup ... 4
2. Proses Pelaksanaan Pembelajaran ... 5
3. Respon Peserta Didik Dalam Pembelajaran ... 10
D. TEORI BEHAVIORISTIK ... 11
E. METODE PENELITIAN 1. Pendekatan Penelitian ... 12
2. Jenis Penelitian ... 13
3. Lokasi Penelitian ... 13
4. Subjek Penelitian ... 14
5. Teknik Pengumpulan Data ... 14
6. Teknik Analisa Data ... 15
F. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Penelitian ... 17
2. Pembahasan ... 23
G. PENUTUP 1. Kesimpulan ... 28
2. Saran ... 28 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR ISI
DOKUMENTASI
Respon Peserta Didik Terhadap Pembelajaran Pai di Smp Negeri 2 Tarano-Sumbawa
HARSONO 201920290211027
Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran PAI di SMP Negeri 2 Tarano-Sumbawa untuk menjelaskan tentang bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran dan bagaimana respon peserta didik terhadap proses pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, dan lokasi penelitian di SMP Negeri 2 Tarano sedangkan informannya adalah guru PAI dan peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Teknik analisa data dimulai dari fakta empiris peneliti terjun ke lapangan, mempelajari, menganalisis, menafsirkan dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan Proses pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 2 Tarano belum terlaksanakan secara maksimal, karena masih adanya kegiatan- kegiatan yang belum dilaksanakan oleh guru, disebabkan oleh kurangnya kemampuan guru dalam membuat RPP dan ketidak mampuan guru dalam membuat media dalam pembelajaran yang inovatif karena faktor umur dan kemampuan yang tidak mendukung proses pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan respon peserta didik terhadap pembelajaran yaitu negatif dapat dilihat dari peserta didik sebagian tidak memperhatikan, ribut ketika belajar, berbicara sendiri ketika guru menjelaskan hal ini terjadi disebabkan oleh kurangnya stimulus yang mendorong peserta didik untuk termotivasi dan antusias dalam belajar.
.Kata Kunci : Respon,pelaksanaan pembelajaran, PAI (Pendidikan Agama Islam) ABSTRAK
A. PENDAHULUAN
Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, serta keterampilan peserta didik dalam menjalankan ajaran agamanya. Pendidikan agama Islam yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui semua jalur dan jenjang Pendidikan SD sampai jenjang SMA, mata pelajaran ini secara keseluruhan terhimpun dalam beberapa ruang lingkup materi yakni al Qur’an dan Hadits, Keimanan, Aqidah dan Akhlak, Fiqih/ Ibadah, dan Sejarah (Khairiyah & Zen, 2017).
Dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 19 ayat 1, proses pembelajaran pada satuan pendidikan dilaksanakan secara inspiratif, interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Sesuai dengan peraturan pemerintah tersebut, guru harus mengupayakan peserta didik untuk berpartisipasi didalam Pembelajaran agar peserta didik dapat merespon dengan baik (Kastawaningtyas & Martini, 2017).
Pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan program kurikuler yang merupakan bagian utuh dari sistem pendidikan nasional, karena itu pembelajaran PAI harus diberikan pada semua jalur dan jenjang Pendidikan bagi peserta didik yang beragama Islam.
Agar hal tersebut terjamin maka PAI dirancang, diperkembangkan, diimplementasikan, dan dievaluasi dalam konteks mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Rahim, 2018).
Bertolak pada Peraturan Pemerintah tersebut fakta di lapangan seringkali kontradiktif, pembelajaran PAI di sekolah tidak sesuai dengan yang diharapkan, seperti peserta didik kurang merespon proses pembelajaran yang dilakukan guru karena materi yang disampaikan kurang dipahami oleh peserta didik sehingga muncul respon yang kurang positif dari peserta didik (Yusuf,
2018). Peserta didik juga kurang termotivasi serta kurang tertarik terhadap proses pembelajaran, (Khofidhoh, Hidayati, & Indah, 2012).
Upaya yang dilakukan agar pembelajaran berlangsung dengan baik dan menarik yaitu guru dituntut menggunakan berbagai cara atau metode seperti diskusi, tanya jawab, agar menghasilkan respon-respon yang baik dalam proses pembelajaran. (Arifin, 2020). Untuk menumbuhkan kondisi
B. PENELITIAN TERDAHULU
Topik penelitian ini bukan yang pertama, karena beberapa peneliti terdahulu telah melakukannya, meskipun terdapat perbedaan-perbedaan mendasar dengan penelitian yang peneliti lakukan. Sebagai berikut:
Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Jamaluddin, (2016) menunjukan Respon siswa penerapan metode praktik pada Bab Wudhu pembelajaran yang efektif, setidaknya ada limas variable penentu keberhasilan bagi peserta didik, yaitu: melibatkan peserta didik secara aktif, menarik minat dan perhatian peserta didik, membangkitkan motivasi peserta didik, prinsip individualitas dan peragaan dalam pengajaran, (Hasanah, 2019).
Peserta didik yang termotivasi akan menunjukkan respon berupa minat untuk melaksnakan aktifitas pembelajaran, merasakan keberhasilan diri, memiliki usaha untuk sukses dan mempunyai strategi kognitif yang efektif dalam penyelesaian tugas yang diberikan untuknya (Idris, 2018).
Dari hasil observasi di SMP Negeri 2 Tarano, peserta didik sering bermain di kantin dan di luar sekolah yang seharusnya peserta didik berada di dalam sekolah. Sedangkan berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu peserta didik bahwa peserta didik ada yang tidak mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan, tidak masuk kelas, dan ribut di dalam kelas ketika proses belajar mengajar. Hal tersebut menunjukan adanya respon peserta didik yang kurang baik di dalam pembelajaran PAI .
Berdasarkan hal di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam? (2) Bagaimana respon peserta didik terhadap pelaksanaan
pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Tarano-Sumbawa?
memiliki pengaruh 5% terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dan sekitar 95% masih ada faktor lain yang ikut mempengaruhi motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI (Jamaluddin, 2016)
Kedua, penelitian Pramana (2017) menyatakan bahwa respon memberikan sumbangan terhadap penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning sebesar 71,5%, dan respon terhadap penerapan model
pembelajaran. Sedangkan perbedaannya, penelitian terdahulu lebih terfokus pada efektifitas atau pengaruh salah satu metode, media, modul pembelajaran, dan respon respon terkait kognitif, afektif, serta psikomotorik, sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti respon terkait prilaku peserta didik baik pada perhatian, pengertian, penerimaan, dan proses pelaksanaan pembelajaran.
pembelajaran Think Pair Share sebesar 67,8% (Pramana, 2017)
Ketiga, penelitian Sofia and Wijiastuti (2017) menyimpulkan bahwa respon siswa tunanetra pada praktikum penguasaan konsep volume di SMPLB- A YPAB Gebang Putih surabaya berbeda-beda tergantung faktor yang mempengaruhi stimulus dan respon.respon respon siswa tunanetra dibagi menjadi tiga, yaitu: 1). Respon aspek kognitif; 2). Respon aspek afektif, dan 3). Respon aspek konoaktif / psikomotor (Sofia and Wijiastuti, 2017)
Keempat, penelitian yang dilakukan oleh Ghati (2018) mengatakan bahwa Respon siswa berada dalam tahap multistruktural meskipun respon maksimal berada dalam tahapan relasional. Dengan menggunakan taksonomi ini, akan lebih memudahkan guru dalam menyusun pembelajaran sehingga sesuai dengan tujuan pembelajarannya (Ghati, 2018)
Kelima, penelitian yang dilakukan oleh Ardianti et al. (2019), menunjukan respon siswa terhadap modul ethno-edutainment menunjukkan bahwa 87,5% siswa memberikan respon positif. Guru juga memberikan respon positif terhadap modul ethno-edutainment (Ardianti et al, 2019)
Persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini adalah Sama-sama meneliti tentang respon terhadap komponen
C. KAJIAN TEORI
1. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Ruang Lingkupnya Pendidikan agama Islam (PAI) merupakan program Pendidikan yang sekurang kurangnya diselenggarakan dalam bentuk mata pelajaran berdasarkan PP.No.55/2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan.
Oleh karena itu mata pelajaran PAI diberikan pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK, baik yang bersifat kokurikuler maupun ekstrakurikuler.(Kementrian pendidikan 2017). Dengan demikian PAI merupakan mata pelajaran wajib untuk diajarkan pada setiap tingkat dan jenjang mulai dari sekolah dasar sampai menengah.
PAI merupakan proses penyiapan peserta didik untuk menjadi manusia yang memiliki keperibadian islami secara pikiran, tindakan dan keterampilan guna menjadi manusia yang paripurna. Untuk mencapai hal tersebut, maka pembinaan PAI yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik dikembangkan melalui penekanan pada keterpaduan antara tiga lingkungan, yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, sehingga pembinaan yang dilakukan oleh guru meliputi ketiga lingkungan tersebut. (Muhammad 2014).
Pembelajaran PAI yang dilaksanakan di sekolah dapat dipahami sebagai suatu program pendidikan yang menanamkan nilai-nilai Islam melalui proses pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas yang dikemas dalam bentuk mata pelajaran dan diberi nama Pendidikan Agama Islam disingkat PAI (Syahidin, 2009). Hal ini bila dihubungkan dengan pelaksanaan pembelajaran, maka pembelajaran PAI sebagai upaya melakukan proses intraksi dengan peserta didik yang sistematis di dalam proses pelaksanan pembelajaran.
PAI pada sekolah umum memiliki tujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik terhadap ajaran agama Islam agar menjadi muslim yang bertakwa dan taat kepada Allah Swt serta berakhlak mulia dalam kehidupan sehari- hari (Siregar, 2016). Tujuan pembelajaran PAI di SMP adalah: (1)
Mengembangkan akidah melalui belajar, mengajar, dan mengembangkan pengetahuan, pengamalan, pembiasaan, peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. (2) Mewujudkan peserta didik yang rajin dalam beribadah, berakhlak mulia, berpengetahuan, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, santun, disiplin,
peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran; (2) memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari- hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional; (3) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan toleran, dan menciptakan budaya yang Islami dalam komunitas sekolah;
(3) Membentuk peserta didik yang berkarakter melalui pemahaman, pengamalan dan pembiasaan terhadap norma dan aturan yang Islami dalam berhubungannya dengan Allah Swt, diri sendiri, dan sesama, serta lingkungan secara harmonis, dan (4) Mengembangkan nalar dan sikap moral yang relevan dengan nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia ciptaan Allah (Widianti, 2019)
2. Proses Pelaksanaan Pembelajaran
Proses pelaksanaan pembelajaran melalui tiga tahap yaitu sebagai berikut :
a. Kegiatan pendahuluan.
Kegiatan pendahuluan merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dengan komponen-komponen pembelajaran lainnya. Kegiatan pendahuluan pada dasarnya merupakan kegiatan yang harus ditempuh guru dan siswa pada setiap kali pelaksanaan sebuah pembelajaran untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Dalam kegiatan pendahuluan, guru wajib: (1) menyiapkan
guru dalam pelaksanaan pembelajaran melalui Empat komponen, sebagai berikut;
1) Materi
Materi merupakan substansi dalam belajar mengajar yang akan diberikan (Pane and Dasopang 2017). Suharsimi Arikunto melihat materi pelajaran merupakan unsur inti yang ada di dalam kegiatan pembelajaran, materi pelajaran itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh peserta didik (Pane & Dasopang 2017). Uraian ini dapat disimpulkan bahwa materi pembelajaran merupakan bagian terpenting atau isi dari proses belajar mengajar yang hendak diberikan kepada peserta didik untuk mencapai tuajuan pembelajaran.
Ruang Lingkup materi PAI Jenjang SMP/MTs meliputi:
Al-Quran dan Hadis; Keimanan; Akhlak; Fiqh, dan Sejarah Peradaban Islam, (Kementrian pendidikan, 2017)
Karakteristik Materi PAI di SMP disesuaikan dengan KI dan KD Materi PAI pada tingkat SMP dengan kurikulum K-13 sebanyak 13 bab untuk 1 tahun yang harus disajikan kepada peserta didik. Pada semerter pertama ada 6 bab, semester 2 ada 7 dipelajari; (4) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai, dan (5) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus. ( Lampiran permendikbud, 2016)
b. Kegiatan inti.
Kegiatan inti merupakan kegiatan yang akan dilakukan oleh
bab, dan masing-masing bab utama yang dijelaskan dalam sub- bab, (Nuruddaroini, 2019).
Adapun pembahasan materi yang disampaikan pada tanggal 4 februari 2022 dan 11 februari 2022 di kelas IX.1 yaitu Menyayangi binatang dengan syariat penyembelihan dan akikah dan kurban menumbuhkan kepedulian umat.
2) Metode
Metode adalah jalan atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pelajaran kepada peserta didik, Proses belajar mengajar ada metode-metode tertentu yang harus diperhatikan, agar sesuai dengan materi yang akan diajarkan, (Noviana, 2019).
perhatian dan kondisi peserta didik; presentasi materi;
memberikan konklusi; dan melakukan evaluasi.(Tambak, 2014). Dengan memperhatiakan langkah langakah tersebut guru akan dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efesien didalam pembelajaran, karena guru lebih dominan untuk menciptakan suasana belajar.
Metode pembelajaran sangat dibutuhkan dalam pembelajaran di dalam kelas, makin tepat metode yang digunakan akan semakin efektif pula pencapaian tujuan pembelajaran.(Nasution, 2017)
Metode yang digunakan pada saat pembelajaran, yaitu:
a) Metode Ceramah
Metode Ceramah adalah metode yang dilakukan guru dalam menyampaikan bahan pelajaran di dalam kelas secara lisan. Interaksi guru dan peserta didik banyak menggunakan bahasa lisan. (Satriani, 2018). Pendapat lain mengatakan sebuah interaksi antara guru dengan siswa melalui alat komunikasi lisan (Amaliah, Fadhil, & Narulita, 2014). Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode ceramah yaitu guru menyampaikan pelajaran kepada peserta didik secarang langsung melalui lisan.
Untuk melakukan metode ceramah terdapat langka- langkah yang harus diperhatikan oleh guru, yaitu:
menetapkan tujuan pembelajaran dengan metode ceramah;
menyesuaikan ketepatan metode ceramah; mengelola
b) Metode TanyaJawab
Tanya jawab merupakan bentuk interaksi langsung secara lisan antara guru dengan peserta didik, dalam hubungan ini guru dapat mengetahui kesulitan belajar dan mengenal jenis atau sifat kesulitan belajar yang dihadapi mereka melalui tanya jawab, baik secara individu maupun
2018). Metode tanya jawab dalam proses pembelajaran juga cukup efektif untuk diterapkan karna dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (Fathony, 2019). Penggunaan metode tanya jawab dengan baik dan tepat akan dapat merangsang minat dan motivasi siswa dalam belajar (Suwela, 2018)
kelompok, (Lutvaidah, 2016).
Metode tanya jawab merupakan proses interaksi antara dua orang peserta didik atau lebih antara peserta didik dengan guru untuk saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan persoalan, dan mengambil keputusan bersama, (Mahdalena, Uliyanti, & Sabri, 2014)
Menurut Sani dalam (Prijanto & Kock, 2021) ada beberapa teknik pertanyaan agar memicu keefektifan dalam melakukan metode tanya jawab, yaitu: (1) Merencanakan pertanyaan spesifik, (2) Menyampaikan pertanyaan menggunakan bahasa sederhana, (3) Mengajukan pertanyaan kepada seluruh siswa sebelum memilih siswa, (4) Menunggu siswa menjawab, (5) Mendengarkan jawaban dengan cermat, (6) Memberikan pertanyaan lanjutan bersifat konflik konseptual, (7) Sedikit berbicara dan banyak bertanya, (8) Menggunakan pertanyaan untuk memicu respons siswa.
Metode tanya jawab memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik, (Rohmawati,
3) Media
Media pembelajaran merupakan alat bantu seorang guru dalam menyuguhkan materi untuk mempercepat pemahaman para peserta didik. (Abdullah, 2016).
Penggunaan media pengajaran dalam proses belajar pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat,
individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi: (1) seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil- hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung, (2) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; (3) melakukan kegiatan
membangkitkan motivasi serta rangsangan kegiatan belajar.
(Karo-Karo & Rohani, 2018).
Media dapat dikatakan sebagai perantara untuk mencapai hasil yang diinginkan. Selain itu, media dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang menjadi perantara atau pengantar dalam menyampaikan materi pelajaran.
Jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah BUKU, buku merupakan media yang sangat mudah untuk didapatkan oleh guru yang sudah disediakan oleh sekolah, sehingga guru dapat menggunakan buku paket sebagai media didalam pembelajaran, Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh, (Muliani, 2020) Mengatakan bahwa media pembelajaran berupa buku komik dengan dikemas menjadi sebuah buku dikatakan layak sebagaimana hasil uji kelayakannya pada validasi media yang dilakukan dalam pembelajaran.
c. Kegiatan Penutup.
Kegiatan menutup pelajaran merupakan suatu perbuatan guru yang perlu direncanakan secara sistematis dan rasional. (Sani, 2016) Untuk kegiatan ini, guru bersama peserta didik baik secara
tanggapan berupa penerimaan, penolakan, atau sikap acuh tak acuh terhadap apa yang disampaikan atau oleh komunikator dalam pesannya.
(Kusuma, 2017). Sedangkan menurut Hamalik (2011) respon merupakan gerakan-gerakan yang terkoordinasi oleh persepsi seseorang terhadap peristiwa- peristiwa luar dalam lingkungan sekitar.
Dapat diartikan bahwa respon ialah prilaku-prilaku yang muncul baik itu prilaku negatif maupun prilaku positif akibat dari adanya peristiwa eksternal yang diterima. Sedangkan dalam pembelajaran respon peserta didik dapat dilihat dari prilaku ketika proses pelaksanaan pembelajaran. Sebagaimana yang dikatakan oleh, (Putri & Noor, 2013) didalam pembelajaran peserta didik biasanya ditandai dengan sikap positif atau sikap negatif. artinya adanya perilaku peserta didik terhadap proses pembelajaran.
Respon positif atau perilaku yang baik yang ditampilkan oleh peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung adalah: (1) perasaan senang terhadap pelajaran; (2) perhatian dalam belajar; 3) ketekunan dalam mengerjakan tugas; (4) keaktifan dalam kegiatan belajar dan, (5) bangga dan puas terhadap materi pelajaran (Astuti &
Sitohang, 2013).
tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok, dan (4) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya, ( Lampiran permendikbud, 2016)
3. Respon Peserta Didik Dalam Pembelajaran
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia respon ialah reaksi atau
Berdasarkan beberapa kriteria diatas apabila peserta didik memiliki kriteria sebagaimana diatas dapat dikatakan peserta didik memilki respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran yang berlangsung.
Adapun ciri- ciri respon positif peserta didik adalah:
1) fokus dalam memperhatikan dan mendengarkan materi yang disajikan dalam pelaksaan pembelajaran, baik melalui tulisan, gambar maupun penjelasan lisan (Rahman, 2014).
2) menyukai dan meminati apabila peserta didik menyukai pembelajaran maka peserta didik tersebut akan aktif dalam belajar 3) Bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas,
1) Peserta didik akan siap memperhatikan, mendengarkan dan berbuat sesuatu yang diperintahkan oleh guru(Handayani, Ghufron, &
Kasiyun, 2020)
Ciri- ciri respon negatif negatif peserta didik adalah:
2) Ribut tidak memperhatikan materi dan mengganggu teman lain yang sedang belajar (Thaeb, 2016).
3) Acuh tak acuh terhadap pembelajaran,
4) peserta didik tidak mengingikuti arahan guru dan tidak mengerjakan tugas;tugas yang telah diberikan, (Handayani, Ghufron, & Kasiyun, 2020)
5) peserta didik malas dalam belajar dan tidak mengerjakan tugas ketika diberikan (Yuberti, 2014).
Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa apabila peserta didik memiliki memiliki kecendurngan respon negatif terhadap pembelajaran akan terlihat prilaku-prilaku yang tidak diharapkan didalam kelas, apabila sebaliknya peserta didik memiliki respon positi maka dapat terlihat prilaku- prilaku yang membuat pembelajaran itu berjalan secara efektif.
D. TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK
Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik sangat dipengaruhi oleh pemahaman guru terhadap aliran atau teori belajar, termasuk teori belajar behavioristik. Secara umum teori behavioristik lebih pada kualitas manusia atau peserta didik dari aspek kinerja atau perilaku yang dapat dilihat secara empirik, atau perilaku secara total.
Teori belajar behavioristik adalah teori yang fokus pada tingkah laku manusia dari intraksi antara stimuslus dan respon (Nahar, 2016). Pendapat lain mengatakan, teori yang menganalisis prilaku hanya yang tampak saja, yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Behaviorisme memandang ketika dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa bakat apapun.
Manusia berkembang berdasarkan pada stimulus yang diterima dari
Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif, kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur statistik atau dengan cara kuantitatif. Bisa juga berupa beberapa data yang dapat diukur melalui data sensus, tetapi analisisnya tetap analisis data kualitatif (Sidiq &
Choiri, 2019). Pendapat lain mengatakan kualitatif merupakan penelitian lingkungan sekitarnya (Hamzah, 2019).
Menurut pandangan behavioristik bahwa belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku yang dapat diamati, yang terjadi melalui stimulus respons yang disertai dengan penguatan menurut prinsip-prinsip mekanik.
Perubahan tingkah laku yang dapat diamati sebagai hasil belajar ini menunjukkan bahwa belajar berkaitan dengan permasalahan gerak fisik.
Dengan pola belajar stimulus respon dan penguatan menunjukkan bahwa teori ini hanya mementingkan belajarnya (Nurjan, 2016). Jadi teori behaviorisme fokus pada perubahan tingkah laku dalam diri peserta didik sebagai akibat dari stimulus yang diberikan setelah pelaksanaan proses pembelajaran.
Berbagai pendapat di atas dapat dianalisis tentang konsep belajar mengikuti teori J. B. Watson, beliau merupakan salah satu tokoh pendiri dari teori behavioristik yang meyakini psikologi tentang perlaku manusia. Belajar menurut J.B. Watson merupakan interaksi antara stimulus dan respon dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati (observable) dan dapat diukur, (Muchith, 2008)
E. METODE PENELITIAN 1. Pendekatan Penelitian
yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau narasi, atau berupa data yang berupa kata-kata bukan angka yang dijumlahkan yang melukiskan variabel-variabel, agar diperoleh data yang lebih valid dan menyeluruh, (Al-Qifari, 2012).
Pendapat lain mengatakan kualitatif diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang nampak atau secara apa adanya, kemudian dikembangkan dengan memberikan penafsiran terhadap fakta yang ditemukan.(Tri Heni, 2010)
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan proses pelaksaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Tarano, guna memberikan penafsiran terhadap bagaimana respon peserta didik serta faktor yang membpengaruhi respon peserta didik terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi satu makna yang dapat dimengerti.
2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian menggunakan studi kasus, maksudnya penelitian menggunakan cara menyelidik dengan cermat atas suatu peristiwa, aktivitas, program, dan proses terhadap individu atau kelompok.(Surya Dharma, 2008). Pendapat lain mengatakan, kajian tentang pengalaman personal yang unik yang tidak dimiliki oleh orang lain atau sekelompok orang lain, (Tobing et al, 2017)
Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian Studi kasus dalam menyelidiki proses, peistiwa, aktivitas, pelaksaan pembelajaran serta respon peserta didik di SMP Negeri 2 Tarano dalam pelaksanaan pembelajaran.
3. Lokasi Penelitian
Tempat penelitian adalah SMP NEGERI 2 Tarano, Jln. Lintas Tolo oi- matta berada di Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa. Alasan peneliti menentukan tempat ini adalah prilaku peserta didik kurang baik terhadap pembelajaran terlihat dari peserta didik tidak masuk kelas, ribut ketika
proses pelaksanaan pembelajaran, padahal materi PAI sifat wajib untuk dipahami, diketahui dan diamalkan sepanjang kehidupannya.
4. Subjek Penelitian
Subjek pada penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Waka kurikulum, karena Waka Kurikulum adalah sesorang yang menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pembelajaran, sedangkan data yang
pengamatan terhadap obyek yang diteliti atau peristiwa, baik secara langsung maupun tidak langsung.(Asyrofah, 2015)
Peneliti ini melakukan observasi kepada guru PAI dan peserta didik pada saat berlangsungnya pembelajaran dan respon positif dan negatif peserta didik terhadap pelaksanaan pembelajaran.
diperoleh adalah prasarana yang disediakan oleh sekolah untuk kegiatan belajar mengajar yang digunakan di SMP Negeri 2 Tarano; (2) Guru PAI sebagai guru yang berintraksi langsung dengan peserta didik ketika pembelajaran, sedankan data yang diperoleh tentang proses pembelajaran yang dimulai dari membuka, penyajian materi dan penutup, serta respon peserta didik saat berlangsungnya proses pembelajaran. (3) Peserta didik sebagai penerima mata pelajaran PAI saat berlangsungnya pembelajaran, sedangkan data yang diperoleh adalah respon mereka pada berlangsung pembelajaran mata pelajaran PAI yaitu respon negatif dan positif berupa prilaku-prilaku yang muncul pada sa’at proses pembelajaran.
5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui tiga tahap yaitu:
a. Observasi
Observasi didefinisikan sebagai suatu proses melihat, mengamati, dan mencermati serta merekam perilaku secara sistematis untuk suatu tujuan tertentu. Observasi ialah suatu kegiatan mencari data yang dapat digunakan untuk memberikan suatu kesimpulan atau diagnosis (Sidiq & Choiri, 2019). Pendapat lain mengatakan Observasi adalah cara mengumpulkan data melalui
b. Wawancara
Wawancara adalah perbincangan secara langsung dengan objek penelitian dengan maksud tertentu oleh dua pihak, yaitu peneliti sebagai pewawancara (interviewer) yang memberikan pertanyaan dan objek peniliti yang diwawancarai (interviewe) yang memberikan respon jawaban atas pertanyaan yang diberikan.
RPP dan Silabus dalam kegiatan belajar.
6. Teknik analisa data
Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, maka teknik analisa data dilakukan secara induktif, yaitu penelitian tidak dimulai dari deduksi teori tetapi dimulai dari fakta empiris. Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari, menganalisis,
(Amrullah, 2019). Pendapat lain mengatakan wawancara merupakan alat dalam pengumpul informasi melalui sejumlah pertanyaan yang diajukan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. (Fariz, 2012)
Peneliti telah melakukan wawancara dengan WK Kurikulum tentang silabus yang digunakan oleh guru pada saat mengajar di kelas. Wawancara dengan guru PAI dan peserta didik dengan memperoleh data pada membuka pelajaran, penyajian materi, metode dan media yang digunakan, serta menutup pelajaran serta respon peserta didik berupa respon positif dan negatif pada saat berlangsungnya pembelajaran.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah sarana untuk membantu peneliti untuk mengumpulkan data dengan membaca pengumuman, membaca surat- surat dokumen rapat, pernyataan tertulis kebijakan tertentu dan bahan lainnya.(Asyrofah, 2015). Pendapata lain mengatakan dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang, (Nasikhah, 2018)
Peneliti memperoleh data tentang jadwal pelajaran, serta
mengikuti teori Miles dan Huberman, sebagaimana dikutip oleh Sugiyono, bahwa proses pengolahan data melalui tiga tahap, yaitu:
a. Reduksi data adalah proses pemilihan, perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan pemusatan (Rijali, 2018). Dengan demikian, reduksi data merupakan memilih dan memilah data-data penting yang telah dikumpulkan dilapangan sesuai dengan apa yang diinginkan.
b. Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan Tindakan (Rijali, 2018). Dapat disimpulkan bahwa penyajian data merupakan kegiatan menyusun data-data untuk dijadikan satu kesimpulan yang memberikan makna.
c. Verifikasi data atau penarikan kesimpulan merupakan temuan baru yang belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis, atau teori (Salim & Syahrum, 2012).
Kesimpulan dapat diartikan sebagai temuan yang didapatakan di menafsirkan dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di lapangan. Peneliti dihadapkan kepada data yang diperoleh dari lapangan.
Dari data tersebut, peneliti harus menganalisis sehingga menemukan makna yang kemudian makna itulah menjadi hasil penelitian,(Siyoto &
Sodik, 2017)
Langkah-langkah dalam menganalisa data, pengolahan data
lapangan berupa gambaran suatu objek yang diteliti.
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini peneliti akan memaparkan temuan di lapangan pada saat berlangsungnya pembelajaran, tentang proses pelaksanaan pembelajaran PAI di SMP Negeri 2 Tarona Sumbawa dan respon peserta didiknya, sebagai berikut:
“ setiap saya masuk peserta didiknya memang seperi itu walaupun sudah diperintahkan untuk diam selang beberapa menit ribut lagi”.
Hal ini disebabkan oleh ketidak pedulian guru dalam memperhatikan kesiapan peserta didik dalam menerima pembelajaran dan memberikan stimulus stimulus berupa memotivasi peserta didik memotivasi
1. Kegiatan membuka pelajaran
Berdasarkan hasil observasi dalam proses pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan awal atau membuka pelajaran yang dilakukan oleh guru PAI adalah mengucap salam, mengabsen peserta didik, dilanjutkan dengan menyajikan materi pembelajaran. Kegiatan ini tentunya belum sesuai dengan kriteria dalam membuka pelajaran, karena guru PAI belum mengkondisikan dan memotivasi peserta didik, menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan (pre tes) yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi.
Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan peserta didik mengatakan
“guru setiap masuk kelas absen kemudian langsung memberikan materi”.
Membuka pelajaran ini nampaknya belum direspon oleh peserta didik secara positif, sebagaian besar mereka masih merespon negative dengan ditandai masih berbincang-bincang dengan teman sejawatnya. Sebagai contoh ketika guru sedang mengabsen mereka satu persatu, masih ada yang tidak menjawab, sehingga guru memanggil siswa tersebut berulang kali.
Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan guru, mengatakan
2. Kegiatan Inti
Hal-hal yang dilakukan oleh guru PAI dalam melaksanakan pembelajaran sebagai berikut:
1) Penyajian materi pelajaran
Berdasarkan hasil penelitian, pada kegiatan ini guru PAI menyampaikan materi pelajaran berdasarkan apa yang ada di dalam buku paket (Adapun pembahasan materi yang disampaikan pada tanggal 4 februari 2022 dan 11 februari 2022 di kelas IX.1 yaitu Menyayangi binatang dengan syariat penyembelihan dan akikah dan kurban menumbuhkan kepedulian umat), selanjutnya menjelaskan materinya dan terkadang menyelipkan humor atau bercanda agar pembelajaran tidak terlalu monoton, sehingga suasana pembelajaran terasa menyenangkan. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan guru yang mengatakan:
“Materi yang disajikan sesuai dengan bab yang ada di dalam buku paket, dan disajikan secara berurutan dari bab 1 hingga akhir.”
Lebih lanjut keterangan diatas diperkuat oleh jawaban Wakil ketua bidang Kurikulum dan guru tentang materi yang digunakan WK kurikulum mengatakan
“Guru di SMP Negeri 2 Tarano mengambil materi dari buku paket yang sudah disediakan oleh sekolah.”
Artinya, materi yang disajikan oleh guru sesuai dengan buku paket supaya peserta didik memahami tata cara penyembelihan yang sesuai dengan tuntutan syariat, kemudian ketentuan-ketentuan seorang penyembelih dan lain sebagainya, sedangkan dalam berkurban dan akikah peserta didik dapat mengetahui ketentuan-ketentuan hewan yang digunakan.
Respon peserta didik terlihat negative saat penyajian materi, ditandai dengan sebagian besar masih asik ngobrol dengan temannya dan berjalan menghampiri meja temannya, ada juga informan yang duduk saja. Guru ketika melihat peserta didik berbincang pada saat
menjelaskan materi guru tetap saja melanjutkan materi yang disampaikan tanpa menegur siswa tersebut. Guru tidak membawa suasana menarik perhatian peserta didik. Terlihat juga guru lebih sering menjelaskan materi sambil duduk, hanya berdiri beberapa sa’at saja sehingga untuk menguasai dan kontak mata dengan peserta didik kurang maksimal.
Kemudian setelah pelajaran berakhir peneliti bertanya kenapa peserta didik itu tidak ditegur untuk menarik perhatiannya, guru mengatakan
“Mau seratus kali juga saya tegur tetap akan kembali tidak memperhatikan seperti itu ya biarkan saja ”
Dapat dikatakan bahwa ketidak mampuan guru dalam mengambil perhatian peserta didik agar respon peserta didik menjadi lebih baik.
Jika guru sudah merasa bosan dan tidak diperhatikan lagi oleh peserta didik dan menganggap biasa saja, jika seperti ini maka respon yang terlihat tersebut tidak akan ada perubahan ke arah yang lebih baik.
Ketika peneliti bertanya peserta didik kenapa tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru, peserta didik hanya mengatakan
“tidak ada”
Kemudian peserta didik lain mengatakan
“sudah ada di buku tinggal dibaca”
Dengan keadaan seperti ini artinya peserta didik acuh tak acuh dan merasa bosan dengan penjelasan yang ada dibuku paket.
2) Metode
Metode yang digunakan oleh guru ketika menyajikan materi berdasarkan hasil observasi menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, metode ceramah digunakan untuk menjelaskan materi yang ada di dalam buku paket kemudian metode tanya jawab di lakukan ketika ditengan tengah penjelasan materi yang terdapat dalam buku paket.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PAI Metode apa yang
digunakan ketika menyampaikan materi di dalam kelas kemudian guru mengatakan
“Ketika menjelaskan materi di dalam kelas menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.”
Kemudian peneliti menanyakan kenapa hanya menggunakan 2 metode tersebut guru mengatakan:
peserta didik diberi pertanyaan tetapi tidak bisa menjawab, secara acak artinya peserta didik ditunjuk satu persatu untuk menjawab.
Setelah menjelaskan materi, dilanjutkan dengan memberi pertanyaan kepada beberapa peserta didik terkait dengan materi pertanyaan tersebut melalui pertanyaan langsung dengan peserta didik. Peserta didik yang diberikan pertanyaan ada 2 peserta didik dengan menanyakan secara
“Karena kondisi peserta didik dan hanya dengan metode itu yang mudah dan memungkinkan untuk digunakan.”
Penggunaan 2 metode dalam pembelajaran PAI diperkuat dengan hasil l wawancara dengan peserta didik, bahwa :
“Rata-rata ketika guru menyampaikan materi PAI menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.”
Hasil 2 wawancara kepada peserta didik mengatakan metode yang di gunakan guru peserta didik mengatakan
“Guru menyampaikan materi dengan cara menjelaskan materi yang ada di dalam buku paket yang telah dibagikan kepada peserta didik kemudian sesekali menanyakan kepada peserta didik terkait materi yang sedang dijelaskan tersebut”
Hasil 3 wawancara kepada peserta didik mengatakan
“Guru menerangkan materi peserta didik mendengarkan yang sedang dijelaskan oleh guru.”
Kemudian peneliti bertanya kepada 3 informan dengan pertanyaan bagaiamana kesan yang anda rasakan oleh peserta didik dengan metode yang digunakan oleh guru tersebut, peserta didik, mengatakan
“peserta didik menjawab bagus pak mudah untuk dipahami.”
Respon informan terhadap kegiatan ini sangat pasif, maksudnya respon mereka cenderung negative, hal ini ditandai dengan masing-masing
langsung, sedangkan isi pertanyaannya sebutkan ketentuan-ketentuan kambing/domba yang di jadikan untuk akikah dan ketentuan hewan kurban namun peserta didik tidak ada yang bisa menyawab hanya diam kemudian guru menjawab sendiri pertanyaan tersebut.
3) Media pembelajaran
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti media yang digunaka oleh guru ketika mengajar adalah buku paket. Kegiatan yang terjadi guru hanya menjelaskan berdasarkan buku paket tersebut.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru apa media yang digunakan ketika mengajar guru mengatakan
“Media yang digunakan adalah buku paket”.
Kemudian lebih lanjut peneliti menanyakan kenapa media yang digunakan buku paket, guru mengatakan
“Media yang bisa dan yang mudah saya dapatkan hanya buku paket disamping itu juga saya kurang tahu cara mengoperasikan leptop dan media elektonik seperti anak-anak zaman sekarang.”
Jadi media yang tersedia untuk guru hanya buku paket disebabkan ketidak mampuan menjari inovasi dan krestivitas dalam mencari media yang digunakan sa’at mengajar. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara dengan peserta didik mengatakan
“Guru menyampaikan materi menggunakan buku paket yang telah tersedia.”
Lebih lanjut peneliti bertanya kepada peserta didik lain baimana tanggapan mu guru menggunakan buku sebagai media yang digunakan sa’at mengajar, peserta didik mengatakan
“bagus sih daripada tidak ada sama sekali tapi malas juga yang itu itu saja bukunya banyak yang sobek tidak diganti-ganti”
Artinya dengan media yang digunakan oleh guru terlalu monoton setiap kali pertemuan hanya menggunakan buku paket peserta didik merasa malas dan bosan sehingga mengakibatkan menurunnya respon peserta didik.
c. Kegiatan akhir atau penutup
Kegiatan akhir atau penutup yang dilakukan oleh guru adalah membuat kesimpulan pada materi yang sudah disajikan, dilanjutkan oleh guru dengan memberikan tugas (post tes) kemudian tugas-tugan tersebut di
kerjakan oleh peserta didik, hal ini bertujuan untuk melihat sejauh mana mereka dapat menerima pelajaran yang telah diberikan. Hal ini diperkuat dengan jawaban informan, bahwa
“Setalah materi disajikan, guru biasanya memberikan tugas kemudian dikumpulkan dikerjakan terkadang di kerjakan dirumah kemudian dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.”
Hal ini juga diperkuat oleh wawancara dengan guru apa saja yang dilakukan pada kegiatan penutup guru, mengatakan
“Setiap akhir pertemuan guru tetap memberikan tugas di akhir pertemuan dan peserta didik semuanya mengumpulkan tugas tersebut.” Lebih lanjut guru mengatakan, bahwa
“Tugas diakhir pertemuan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana materi tersebut dipahami oleh peserta didik.”
Dalam kegiatan ini guru tidak melakukan seperti umpan balik kepada peserta didik dan menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran berikutnya dikarenakan guru tidak mampu melakukan barbagai kegiatan didalam pembelajaran hal ini diperkuat oleh pernyataan guru kerika diwawancara, mengatakan
“Saya ini sudah umur hanya mampu memberikan materi saja so’al yang lain lain saya sudah tidak kuat”
Dalam kegiatan ini peserta didik merespon dengan baik dimana semua peserta didik mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan oleh guru, hal ini diperkuat dengan jawaban guru, mengatakan
“semua peserta didik mengumpulkan tugas-tugas yang sudah diberikanbaik itu dikerjakan dirumah atau disekolah”
Jika dilihat pada kegiatan ini guru belum sempurna melakukan kegiatan penutup akan tetapi siswa merespon dengan baik pada kegiatan ini.
2. Pembahasan
a. Proses Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Berdasarkan hasil penelitian di atas peneliti akan membahas proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Tarano yang dimulai dari kegiatan membukaan pelajaran, kegiatan inti, dan diakhiri dengan kegiatan menutup pelajaran.
1) Kegiatan membukaan pelajaran
Dalam kegiatan pembukaan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa guru belum melakukan secara menyeluruh kegiatan pembukaan sedangkan membuka pelajaran adalah keterampilan dasar dalam mengajar yang perlu dikuasai oleh guru untuk membantu mengefektifkan pembelajaran dengan menyiapkan mental dan membimbing peserta didik memiliki ringkasan tentang materi yang dipelajari, (Khakiim, Degeng, &
Widiati 2021). Agar peserta didik siap untuk menerima pembelajaran, memotivasi peserta didik agar peserta didik aktif di dalam proses pembelajaran agar siswa siap dalam menerima pelajaran dan antusias dalam belajar. Sebagaimana yang dikatakan oleh (Idzhar, 2016) mengatakan dalam proses pembelajaran, motivasi aspek terpenting untuk membangun atau mengarahkan segala kemampuannya untuk belajar. Artinya respon peserta didik akan lebih baik apabila ada kecendrungan atau keinginan untuk belajar itu besar maka respon yang muncul akan lebih baik. Dalam hal ini guru belum melakukan memotivasi peserta didik agar memancing semangat dalam belajar.
2) Kegiatan inti
Kegiatan inti adalah kegiatan yang akan dilaksanakan oleh guru dalam proses pembelajaran dengan beberapa komponen yaitu:
a) Materi
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti pada kegiatan ini guru hanya memberikan materi dengan mengikuti buku yang ada tidak menciapkan RPP hanya mengikuti alur buku yang telah disediakan, dikarenakan guru tidak bisa mengoperasikan komputer untuk membuat RPP, guru hanya menyediakan materi lewat media yang disediakan oleh sekolah
dalam mengatasi hambatan tersebut. Artinya guru tidak memiliki RPP yang telah di buat sebelumnya sebagai panduan di dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran itu bisa fokus pada tujuan pembelajaran sesuai dengan KI dan KD.
Dalam hal ini guru tidak membuat RPP agar pembelaran itu dapat terprogram dan sistematis.
pertemuan sehingga peserta didik merasa tidak aktif hanya mendengarkan guru di dalam kelas dan bosan dengan metode tersebut. Hal ini senada dengan penelitian (Prasetyanto et al., 2017) kesulitan dalam pembelajaran terutama disebabkan metode pembelajaran yang terlalu monoton dalam pembelajaran akan membuat peserta didik jenuh sehingga materi yang
Materi pembelajaran yang diberikan adalah menyayangi binatang dengan syariat penyembelihan guru menjelaskan ketentuan sebagai orang yang penyembelih, ketentuan-ketentuan hewan yang disembelih, kemudian ketentuan alat yang digunakan untuk menyembelih, kemudian tata cara penyembelihan merupakan hal yanh perlu diketahui oleh peserta didik demikian pula pada materi Akikah dan Qurban menumbuhkan kepedulian umat mulai dari hukum akikah dan qurban, ketentuan hewan yang diakikah dan di qurbankan, kemudian pembegian danging akikah dan qurban. Sebagaimana Pane dan Dasopang mengatakan bahwa materi merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar yang hendak diberikan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi merupakan substansi dalam belajar mengajar yang akan diberikan, (Pane and Dasopang 2017).
b) Metode
Berdasarkan hasil penelitian di atas bahwa metode yang lakukan belum sepenuhnya efektif. Dalam hal ini guru menggunakan metode ceramah secara monoton setiap kali
disampaikan akhirnya peserta didik merespon apapun dari materi disampaikan.
Apalagi cara guru ketika menjelaskan menggunakan metode ini pasif hanya menjelaskannya sambil duduk meja guru, hal ini mengakibatkan pembelajaran tersebut semakin sulit. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh, (Satriani,
Dengan demikian masalah-masalah didalam kelas peserta didik yang merespon pembelajaran dengan prilaku negatif tidak terselesaikan dengan tidak terpenuhinya media yang dapat meningkatkan kefektifan dalam pembelajaran. Seperti yang dikatakan oleh, (Tafonao, 2018) bahwa media dapat menjadi 2016) kegiatan pembelajaran menjadi suatu hal yang sulit.Ini terlihat dari banyaknya pendidik baik guru maupun dosen yang menggunakan metode pembelajaran yang monoton (hanya satu metode saja seperti metode ceramah).
c) Media
Berdasarkan hasil penelitian di atas media yang digunakan Guru di SMP Negeri 2 Tarano adalah buku paket yang telah disediakan oleh sekolah, artinya guru menggunakan media terlalu monoton dalam pembelajaran yang seharusnya guru dituntut untuk menciptakan kreativitas-kreativitas yang efektif dalam media pembelajaran sehingga prilaku atau respon negatif peserta didik tidak terjadi dalam proses pembelajaran.
Hal ini disebabkan oleh ketidak mampuan guru dalam menguasai media elektronik yang lebih efektif dan efesien.
Sanada dengan penelitian yang dilakukan oleh (Alwi, mengatakan Problematika yang dihadapi guru pengembangan media yaitu masih kurangnya alat-alat
2017) dalam media pembelajaran yang ada disekolah dan kemampuan guru dalam menggunakan alat-alat media pembelajaran masih kurang.
dalam melakukan tersebut dikarenakan guru tidak mampu karena faktor usia dan lain sebagainya.
Hal ini belum sesuai sebagaimana yang telah disusun oleh permendikbud yaitu guru bersama melakukan refleksi untuk mengevaluasi: (1) seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil- hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung; (2) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; (3) melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok, dan (4) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya, (Lampiran permendikbud, 2016)
b. Respon peserta didik terhadap pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa respon peserta didik terhadap pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 2 Tarano dapat dikatakan negatif ditandai dengan peserta didik tidak terlalu metode dalam mengatasi berbagai persoalan dalam mengajar dan memberikan berbagai informasi kepada peserata didik.
3) Penutup
Berdasarkan hasil penelitian di atas pada kegiatan ini guru di SMP Negeri 2 Tarano belum memenuhi seluruh komponen memberi penguatan belum dilakukan hal ini karena ketidak mampuan guru
aktif dalam proses pembelajaran, peserta didik tidak memperhatikan ketika guru menjelaskan materi yang disampaikan, hal ini disebabkan oleh kurangnya guru dalam stimulus untuk meningkatkan semangat belajar peserta didik melalui: motivasi peserta didik menggunakan metode yang efektif dalam pembelajaran begitu juga media yang digunakan terlalu monoton sehingga membuat peserta didik tidak
merespon dengan baik terhadap pembelajarannya. Teori belajar behavioristik adalah teori yang fokus pada tingkah laku manusia dari intraksi antara stimuslus dan respon (Nahar, 2016). Jadi respon adalah hasil dari stimulus yang ada disekitar, bisa berupa cara guru menyampaikan pelajaran melalui strategi, media, metode dan materi yang berikan oleh guru sehingga terdapat respon dari dari peserta didik.
terlaksanakan secara maksimal, karena masih adanya kegiatan- kegiatan yang belum dilaksanakan oleh guru, disebabkan oleh kurangnya kemampuan guru dalam membuat RPP dan ketidak mampuan guru dalam membuat media dalam pembelajaran yang inovatif karena faktor umur dan kemampuan yang tidak mendukung proses pelaksanaan pembelajaran.
Stimulus dan respon yang digunakan dalam pembelajaran guna untuk memunculkan minat belajar peserta didik, dengan menggunakan stimulus media pembelajaran (Sudarti, 2019)
Nahar, 2016 yang mengatakan dengan memberikan rangsangan, siswa akan bereaksi dan menanggapi rangsangan tersebut. Oleh sebab itu, belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons.
Seseorang dianggap telah belajar jika dapat menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,
Respon peserta didik dikatakan positif terhadap pelaksanaan pembelajaran apabila perilaku yang ditampilkan oleh peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung adalah: (1) perasaan senang terhadap pelajaran; (2) perhatian dalam belajar; 3) ketekunan dalam mengerjakan tugas; (4) keaktifan dalam kegiatan belajar dan, (5) bangga dan puas terhadap materi pelajaran (Astuti & Sitohang, 2013).
F. PENUTUP A. Kesimpulan
Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Proses pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 2 Tarano belum
Berdasarkan penelitian ini, peneliti memberikan masukan sebagai berikut:
1. Kepada guru PAI di SMP Negeri 2 Tarano-Sumbawa, sebaiknya ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran memberikan motivasi kepada pesereta didik, sehingga mereka aktif mengikuti pembelajaran dan ada perubahan perilaku kearah yang lebih baik
2. Kepada peserta didik agar diharapkandapat lebih mampu lagi dalam meningkatkan motivasi dalam belajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
C. Proporsisi
Ketidak mampuan guru dalam menguasai komponen belajar maka akan menimbulkan respon negatif dari peserta didik, respon peserta didik akan positif ditentukan oleh apa yang dilakukan guru dalam proses belajar sebagai stimulus untuk meningkatkan keinginan peserta didik dalam belajar sehingga menghasilkan respon yang positif dari peserta didik.
D. Implikasi Teori
Penelitian ini juga menguatkan penelitian (Fatimah, 2014) mengatakan ketika pembelajaran dimulai peserta didik sering menunjukkan prilaku 2. Respon peserta didik terhadap pembelajaran yaitu negatif dapat
dilihat dari peserta didik sebagian tidak memperhatikan, ribut ketika belajar, berbicara sendiri ketika guru menjelaskan hal ini terjadi disebabkan oleh kurangnya stimulus yang mendorong peserta didik untuk termotivasi dan antusias dalam belajar.
B. Saran
negatif berarti siswa kurang bisa atau belum siap untuk menerima dan merespon pembelajaran yang dilakukan oleh guru.
Penelitian ini menguatkan teori behavioristik bahwa perilaku peserta didik kearah negatif disebabkan oleh tidak termotivasinya peserta didik dalam belajar, seperti kekurangan stimulus yang diberikan oleh guru (Majid & Suyadi, 2020)
G. DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Ramli. 2016. “Pembelajaran Dalam Perspektif Kreativitas Guru Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran.” Lantanida 4(1): 35–49.
Ahsan, Muhammad, And Sumiyati. 2018. Pendidikan Agana Islam Dan Budi Pekerti. 2nd Ed. Ed. Reksiana. Jakarta: Pusat Kurikulum Dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Al-Qifari, Abu Dzar. 2012. 53 Tesis “Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Kebiasaan Salat Berjamaah Siswa Smk Negeri 1 Kabupaten Bantaeng.”
Alwi, Said. 2017. “Problematika Guru Dalam Pengembangan Media Pembelajaran.” Itqan: Jurnal Ilmu-Ilu Kependidikan 8(2): 145–67.
Http://Ejurnal.Iainlhokseumawe.Ac.Id/Index.Php/Itqan/Article/Downloa d/107/65/.
Amaliah, Raden Rizky, Abdul Fadhil, And Sari Narulita. 2014. “Penerapan Metode Ceramah Dan Diskusi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pai Di Sma Negeri 44 Jakarta.” Jurnal Studi Al-Qur’an 10(1): 12–26.
Amrullah, Abdul Azis. 2019. “Konsep Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Kurikulum 2013 Di Sma Islam Al Azhar 9 Yogyakarta.”
Skripsi :Publikasi.
Ardianti, Sekar Dwi, Savitri Wanabuliandari, Savitri Wanabuliandario, And Siti Alimah. 2019. “Respon Siswa Dan Guru Terhadap Modul Ethno- Edutainment Di Sekolah Islam Terpadu.” Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam 14(1): 1–24.
Arifin, Haris Nursyah. 2020. “Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Dalam Jaringan Masa Pandemi Chovid-19 Di Madrasah Aliyah Al-Amin Tabanan.” Widya Balina 53(9): 1689–99.
Astuti, Retno, And Risma Sitohang. 2013. “Penerapan Numbered Heads Together Meningkatkan Minat Belajar Ips Di Kelas V Sd Negeri 101896 Tanjung Morawa T.A. 2012/2013.” Jurnal Kewarganegaraan 21(2): 12–
21. Http://Digilib.Unimed.Ac.Id.
Asyrofah, Lilik. 2015. “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Implementasinya Dalam Membentuk Karakter Anak Di Sd Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta.” Skripsi.
Bavel, Jay J.Van Et Al. 2020. “Using Social And Behavioural Science To Support Covid-19 Pandemic Response.” Nature Human Behaviour 4(5):
460–71.
Dharma, Surya. 2008. Pendekatan, Jenis, Dan Metode Penelitian Pendidikan.
Jakarta.
Fariz, Miftah. 2012. “Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 3 Tanjung Sari Medan.” Medan.
Fathony. 2019. “Pengaruh Metode Tanya Jawab Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Smk Negeri 1 Peranap Kabupaten Indragiri Hulu.” Jambura Economic Education Journal 1(2): 88–98.
Fatimah, Kadir. 2014. “Keterampilan Mengelola Kelas Dan Implementasinya Dalam Proses Pembelajaran.” Jurnal Al-Ta’dib 7(2): 16–36.
Ghati, Ellen Wanodya. 2018. “Karakteristik Respon Siswa Sekolah Dasar Dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berdasarkan Taksonomi Solo.” Pedagogik: Jurnal Pendidikan 05(02): 209–16.
Https://Www.Ejournal.Unuja.Ac.Id/Index.Php/Pedagogik/Article/View/3 86.
Hamzah, Amir. 2019. Teori-Teori Kepribadian. 1st Ed. Ed. Amina Divina.
Kepanjen, Malang: Literasi Nusantara.
Hasanah, Siti Uswatun. 2019. “Studi Komparasi Penerapan Metode Active Learning Model Reading Aloud Dan Metode Konvensional Model Ceramah Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Dan Pengaruhnya Terhadap Respon Siswa Pahonjean Majenang Kelas V Mi Ma’arif 01.” Jurnal Tawadhu 3(1): 804–22.
Idris, Muh. 2018. “Konsep Motivasi Dalam Pendidikan Agama Islam.”
Ta’dibi : Jurnal Prodi Manajemen Pendidikan Islam Vi(September 2017): 21–41.
Idzhar, Ahmad. 2016. “Peranan Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.” Jurnal Office 2(2): 117–34.
Karo-Karo, Isran Rasyid, And Rohani. 2018. “Manfaat Media Dalam Pembelajaran.” Jurnal:Axiom 7(2): 91–96.
Kastawaningtyas, Ageng, And Martini. 2017. “Respon Siswa Terhadap Model Experiential Learning Pada Materi Pencemaran Lingkungan Dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains.” E Journal Pensa 5(3):
283–87.
Kementrian Pendidikan, Kementrian Kebudayaan. 2017. Model Silabus Mata Pelajaran Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (Smp/Mts).
Khairiyah, Nelty, And Endi Suhendi Zen. 2017. Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti.
Khakiim, Uluul, I Nyoman Sudana Degeng, And Utami Widiati. 2021.
“Pelaksanaan Membuka Dan Menutup Pelajaran Oleh Guru Kelas 1 Sekolah Dasar Semasa Pandemi Covid-19: Indonesia.” Jurnal Pendidikan 1(9): 16–22. Http://Ejournal.Stit-
Alkifayahriau.Ac.Id/Index.Php/Almafahim/Article/View/18.
Khofidhoh, Fifi Nur, Siti Nurul Hidayati, And Novita Kartika Indah. 2012.
“Respon Siswa Terhadap Media Permainan Kapafet Topik Gerak Tumbuhan Sebagai Pengatan Dalam Pembelajaran Fifi Nur Khofidhoh Siti Nurul Hidayati Novita Kartika Indah.” Header Halaman Genap:
Nama Jurnal 1(1): 1–5.
Kusuma, Apriadi Marki. 2017. “Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Materi Pencemaran Lingkungan Di Kelas X
Nasikhah, Muhimmatun. 2018. 10 Skripsi :Publikasi “Respon Mahasiswa Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Uin Walisongo Semarang Terhadap Tayangan Dakwahtainment ‘Mari Kita Sahur’ Trans Tv.”
Http://Dx.Doi.Org/10.1053/J.Gastro.2014.05.023%0ahttps://Doi.Org/10.
1016/J.Gie.2018.04.013%0ahttp://Www.Ncbi.Nlm.Nih.Gov/Pubmed/294 51164%0ahttp://Www.Pubmedcentral.Nih.Gov/Articlerender.Fcgi?Artid
=Pmc5838726%250ahttp://Dx.Doi.Org/10.1016/J.Gie.2013.07.022.
Nasution, Mardiah Kalsum. 2017. “Penggunaan Metode Pembelajaran Dalam Sma.” Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Untan 6(10): 211–336.
Lutvaidah, Ukti. 2016. “Keefektifan Strategi Pembelajaran Antara Metode Tutor Sebaya Dengan Metode Tanya Jawab Dalam Pengajaran Remidial Materi Fungsi Limit.” Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan Mipa 6(3): 266–
75.
Mahdalena, Sri, Endang Uliyanti, And Tahmid Sabri. 2014. “Penggunaan Metode Tanya Jawab Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pkn Di Kelas V.” Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran
Khatulistiwa 3(3): 1–14.
Http://Jurnal.Untan.Ac.Id/Index.Php/Jpdpb/Article/View/4919/5011.
Majid, Muhammad Fadhil Alghi Fari, And Suyadi. 2020. “Penerapan Teori Belajar Behavioristik Dalam Pembelajaran Pai.” Konseling: Jurnal Ilmiah Bimbingan Dan Konseling 1(3): 95–103.
Muchith, Saekhan. 2008. Pembelajaran Kontekstual. 1st Ed. Ed. Machruc.
Semarang: Rasail Media Group, 2008.
Muhammad, H. Afif. 2014. “Pendidikan Agama Islam Dalam Membangun Etika Sosial (Telaah Pemikiran A. Qodri A. Azizy).” Jurnal Jpa 15(1): 1–
25.
Muliani, Fitri. 2020. “Pembangan Media Pembelajaran Berupa Buku Komik Pada Materi Sejarah Di Sekolah Dasar ( Studi Kasus : Sd Negeri 148 Pekanbaru ).” Jurnal Edukasi Dan Teknologi Pembelajaran 1(1): 40–52.
Nahar, Novi Irwan. 2016. “Penerapan Teori Belajar Behavioristik Dalam Proses Pembelajaran.” Nusantara Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 1: 64–
74.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa.” Studia Didaktika: Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan 11(1): 9–16.
Noviana, Nina. 2019. “Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Analisis Di Pondok Pesantren Darul A’mal Mulyojati 16b Metro Barat Kota Metro).” Skripsi :Publikasi 53(9): 1689–99.
Nurjan, Syarifan. 2016. Psikologi Belajar. Buatbuku.Com.
Nuruddaroini, Muh. Haris Zubaidillah Dan M. Ahim Sulthan. 2019. “Analisis Karakteristik Materi Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Jenjang Sd,Smp Dan Sma.” Addabana 2(1): 5.
Pane, Apriada, And Muhammad Darwis Dasopang. 2017. “Belajar Dan Pembelajaran.” Fitrah 03(2): 333–52.
Pramana, Atan. 2017. “Respon Belajar Penerapan Model Contextual Teaching And Learning Dibandingkan Dengan Think Pair Share Pada Siswa.” Jurnal Darussalam; Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam Viii(2): 296–315.
Prasetyanto, Panji Kusuma, Rita Sulistyawati, Fadilah Adim, And Bima Rafly Fachrezzi. 2017. “Inovasi Media Pembelajaran Antimonoton Berbasis Visual Learning Style Dengan Ecobra ( Ed Ucational Comic Book With Brain Card ).” Prosiding Seminar Nasional &Temu Ilmiah Jaringan Peneliti Iai Darussalam Blokagung Banyuwang: 175–83.
Http://Ejournal.Iaida.Ac.Id/Index.Php/Proceeding/Article/View/147.
Prijanto, Jossapat Hendra, And Firelia De Kock. 2021. “Peran Guru Dalam Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Dengan Menerapkan Metode Tanya Jawab Pada Pembelajaran Online.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 11(3): 238–51.
Putri, Citra Kunia, And Trisna Insan Noor. 2013. “‘Respon Mahasiswa Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Uin Suska Riau Terhadap Tayangan Acara Yks Di Trans Tv.’” Analisis Pendapatan Dan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani 53(9): 1689–99.
Rahim, Ratna. 2018. “Urgensi Pembinaan Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi Umum (Ptu).” Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan 1(1): 17–26.
Rahman, Ulfiani. 2014. Memahami Psikologi Dalam Pendidikan (Teori Dan Aplikasi). Makasar.
Rijali, Ahmad. 2018. “Analisis Data Kualitatif.” Jurnal Alhadharah 17(33):
81–95.
Rohmawati, Siti. 2018. “Penerapan Metode Tanya Jawab Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Smp.” Jurnal Pendidikan: Riset & Konseptual 2(1): 64.
Http://Journal.Unublitar.Ac.Id/Pendidikan/Index.Php/Riset_Konseptual.
Salim, And Syahrum. 2012. “Metodologi Penelitian Kualitatif.” : 1200.
Sani, Martina. 2016. “Kegiatan Menutup Pelajaran.” Journal Of Accounting And Business Education 1(3).
Satriani. 2016. “Inovasi Pendidikan: Metode Pembelajaran Monoton Ke Pembelajaran Variatif (Metode Ceramah Plus).” Iqro’ 10(1): 47–54.
———. 2018. “Inovasi Pendidikan: Metode Pembelajaran Monoton Ke Pembelajaran Variatif (Metode Ceramah Plus).” Journal Of Chemical Information And Modeling 5(9): 47–54.
Sidiq, Umar, And Moh. Miftachul Choiri. 2019. Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan. Ponorogo.
Siregar, Muhammad Ali Mektisen. 2016. “Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam Dan Pembinaan Akhlak Pada Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Hijrah 2 Kec. Percut Sei Tuandeli Serdang ( Tinjauan Dari Segi Metode Dan Evaluasi Pembelajaran Dan Pembinaan Akhlak).”
Siyoto, Sandu, And M. Ali Sodik. 2017. Dasar Metodologi Penelitian. 1st Ed. Ed. Ayup. Yogyakarta: Literasi Media Pablising.
Https://Ejournal.Poltektegal.Ac.Id/Index.Php/Siklus/Article/View/298%0 ahttp://Repositorio.Unan.Edu.Ni/2986/1/5624.Pdf%0ahttp://Dx.Doi.Org/
10.1016/J.Jana.2015.10.005%0ahttp://Www.Biomedcentral.Com/1471- 2458/12/58%0ahttp://Ovidsp.Ovid.Com/Ovidweb.Cgi?T=Js&P.
Sofia, Siti Aisah Maya, And Asri Wijiastuti. 2017. “Respon Siswa Tunanetra Pada Praktikum Penguasaan Konsep Volume.” Jurnal Pendidikan Khusus: 25–37.
Sudarti, Dwi Okti. 2019. “Kajian Teori Behavioristik Stimulus Dan Respon Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa.” Tarbawi: Jurnal Pendidikan
Islam 16(2): 55–72.
Https://Ejournal.Unisnu.Ac.Id/Jpit/Article/View/1173.
Suwela, I Gusti Made. 2018. “Efektivitas Penerapan Metode Tanya Jawab Dengan Variasi Media Pembelajaran Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Pkn Khusus Dalam Materi Ideologi Pancasila.” Journal Of Education Action Research 2(4): 409–14.
Tafonao, Talizaro. 2018. “Peranan Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Minat Belajar Mahasiswa.” Jurnal Komunikasi Pendidikan 2(2): 103–14.
Tambak, Syahraini. 2014. “Metode Ceramah: Konsep Dan Aplikasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.” Jurnal Tarbiyah 21(2): 375–
401.
Thaeb, Razali M. 2016. “Menumbuhkan Sikap Siswa Dalam Pencapaian Hasil Belajar.” Lantanida Journal 4(1): 50–59.