• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT BHINNEKA MENTARIDIMENSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PT BHINNEKA MENTARIDIMENSI"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

PT BHINNEKA MENTARIDIMENSI

LAPORAN KEUANGAN/

FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2018 DAN 2017/

FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2018 AND 2017 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/

AND INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT

(2)

SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

DIRECTOR’S STATEMENT LETTER INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT LAPORAN KEUANGAN - Pada tanggal

31 Desember 2018 dan 2017 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut

FINANCIAL STATEMENTS - As of December 31, 2018 and 2017 and for the years then ended

Laporan Posisi Keuangan 1 Statement of Financial Position

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan

Komprehensif Lain 2

Statement of Profit or Loss and Other Comprehensive Income

Laporan Perubahan Ekuitas 3 Statement of Changes in Equity

Laporan Arus Kas 4 Statement of Cash Flows

Catatan atas Laporan Keuangan 5 Notes to Financial Statements

(3)
(4)
(5)
(6)

Rp '000 Rp '000

ASET ASSETS

ASET LANCAR CURRENT ASSETS

Kas dan setara kas 5 190.024.633 424.952.870 Cash and cash equivalents Piutang usaha - bersih 6 235.910.666 120.690.667 Account receivables - net Piutang lain-lain 7,30 6.898.021 10.857.858 Other receivables

Persediaan 8 134.591.581 91.854.195 Inventories

Pajak dibayar di muka 9 388.515.937 270.029.403 Prepaid Taxes Biaya dibayar di muka 10 5.066.051 5.119.233 Prepaid expenses

Uang muka 11 10.839.327 4.147.830 Advances

Aset lancar lainnya 14 62.112.966 90.086.133 Other current assets Jumlah aset lancar 1.033.959.182 1.017.738.189 Total current assets

ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS

Aset tetap - bersih 12 56.866.358 51.321.847 Premises and equipment - net Aset takberwujud - bersih 13 45.111.965 21.770.280 Intangible assets - net Aset pajak tangguhan 29 3.494.587 3.238.184 Deferred tax assets Aset tidak lancar lainnya 14 1.100.000 1.181.226 Other non-current assets Jumlah aset tidak lancar 106.572.910 77.511.537 Total non-current assets

JUMLAH ASET 1.140.532.092 1.095.249.726 TOTAL ASSETS

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY

LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES

Utang bank jangka pendek 15 279.823.164 171.627.339 Short-term bank loans Utang dari lembaga keuangan 16 29.340.348 18.113.000 Loan from financial institution

Utang usaha 17 418.252.237 652.801.007 Account payables

Utang lain-lain 5.785 49.570 Other payables Uang muka pelanggan 18 10.435.304 22.295.959 Advances from customers

Utang pajak 19 163.281.567 22.003.054 Taxes payable

Biaya yang masih harus dibayar 20 19.299.075 12.213.262 Accrued expenses

Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo Current maturity

dalam satu tahun of long term liabilities

Utang bank 15 7.851.399 7.709.095 Bank loans

Utang pembelian kendaraan 21 - 52.710 Purchase of vehicles

Jumlah liabilitas jangka pendek 928.288.879 906.864.996 Total current liabilities

LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES

Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi Long term liabilities net of current

bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun maturities

Utang bank 15 19.682.238 22.012.153 Bank loans

Utang dari lembaga keuangan 16 1.092.084 - Loan from financial institution

Liabilitas imbalan pasca kerja 22 19.328.590 18.103.153 Post employee benefit liabilities Jumlah liabilitas jangka panjang 40.102.912 40.115.306 Total non-current liabilities JUMLAH LIABILITAS 968.391.791 946.980.302 TOTAL LIABILITIES

EKUITAS EQUITY

Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Capital stock - Rp 100 par value per share at

pada 31 Desember 2018 dan Rp 10.000 December 31, 2018 and Rp 10,000 par value

per saham pada 31 Desember 2017 per share at December 31, 2017

Modal dasar - 4.757.528.880 saham pada Authorized - 4,757,528,880 shares at

31 Desember 2018 dan 538.182 saham December 31, 2018 and 538,182 shares

pada 31 Desember 2017 at December 31, 2017

Modal ditempatkan dan disetor - 1.189.382.220 Subscribed and paid up - 1,189,382,220 shares

saham pada 31 Desember 2018 dan 538.182 at December 31, 2018 and 538,182 shares

saham pada 31 Desember 2017 23 118.938.222 5.381.820 at December 31, 2017

Tambahan modal disetor 23 - 56.318.180 Additional paid-in capital

Penghasilan komprehensif lain 26.406.229 22.784.632 Other comprehensive income Saldo laba ditahan 26.795.850 63.784.792 Retained earnings JUMLAH EKUITAS 172.140.301 148.269.424 TOTAL EQUITY

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.140.532.092 1.095.249.726 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. which are an integral part of the financial statements.

(7)

Catatan/

Notes 2018 2017

Rp '000 Rp '000

PENDAPATAN 24 2.840.223.437 2.178.431.087 REVENUE

BEBAN POKOK PENDAPATAN 25 (2.595.371.321) (1.991.567.973) COST OF REVENUE

LABA KOTOR 244.852.116 186.863.114 GROSS PROFIT

Beban umum dan administrasi 26 (142.234.588) (120.458.434) General and administrative expenses

Beban penjualan 27 (29.203.610) (25.545.275) Sales Expenses

Pendapatan lainnya 28 22.026.098 25.132.042 Other income

Beban lainnya 28 (60.474.196) (36.215.030) Other expenses

Laba sebelum pajak penghasilan 34.965.820 29.776.417 Profit before income tax

BEBAN PAJAK PENGHASILAN 29 INCOME TAX EXPENSES

Beban pajak kini 9.820.340 9.206.546 Current tax expense

Manfaat pajak tangguhan (1.463.602) (710.345) Deferred tax benefit

Laba tahun berjalan 26.609.082 21.280.216 Profit for the year

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME

Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi Items that will not be reclassified

ke laba rugi: 22 subsequently to profit or loss:

Pengukuran kembali atas kewajiban Remeasurement of defined benefit

imbalan pasti 3.033.007 401.544 obligation

Gain on revaluation of premises and Keuntungan revaluasi aset tetap 1.795.789 4.349.619 equipment

Income tax relating to items that will

Pajak penghasilan terkait pos yang tidak not be reclassified subsequently to

akan direklasifikasi ke laba rugi (1.207.199) (1.187.791) profit or loss

Jumlah penghasilan komprehensif lain Total other comprehensive income for

tahun berjalan setelah pajak 3.621.597 3.563.372 the year net of tax

Jumlah penghasilan komprehensif 30.230.679 24.843.588 Total comprehensive income

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. which are an integral part of the financial statements.

(8)

Keuntungan Surplus revaluasi

Tambahan (kerugian) aset tetap/

modal disetor/ aktuarial/ Gain on

Catatan/ Modal saham/ Additional Actuarial revaluation Saldo Laba/ Jumlah Ekuitas/

Notes Capital Stock paid-in capital gain (loss) of premises Retained Earnings Total Equity

Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000 Rp '000

Saldo per 1 Januari 2017 5.381.820 56.318.180 (2.613.182) 21.834.442 42.504.576 123.425.836 Balance as of January 1, 2017

Laba bersih tahun berjalan - - - - 21.280.216 21.280.216 Net income for the year

Pendapatan komprehensif lainnya -

setelah pajak - - 301.158 3.262.214 - 3.563.372 Other comprehensive income - net of tax

Saldo per 31 Desember 2017 5.381.820 56.318.180 (2.312.024) 25.096.656 63.784.792 148.269.424 Balance as of December 31, 2017

Konversi tambahan modal disetor untuk Conversion of additional paid-in-capital

modal disetor 23 56.318.180 (56.318.180) - - - - for paid-in-capital

Konversi laba ditahan untuk modal disetor 23 57.238.222 - - - (63.598.024) (6.359.802) Conversion of retained earnings for paid-in-capital

Laba bersih tahun berjalan - - - - 26.609.082 26.609.082 Net income for the year

Pendapatan komprehensif lainnya -

setelah pajak - - 2.274.755 1.346.842 - 3.621.597 Other comprehensive income - net of tax

Saldo per 31 Desember 2018 118.938.222 - (37.269) 26.443.498 26.795.850 172.140.301 Balance as of December 31, 2018

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. which are an integral part of the financial statements.

Other comprehensive income

(9)

Rp '000 Rp '000

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES

Penerimaan kas dari pelanggan 2.516.448.269 1.964.230.921 Cash received from customer Pembayaran kepada pemasok dan karyawan (2.895.146.571) (1.743.077.474) Payments to supplier and employees Kas dihasilkan dari operasi (378.698.302) 221.153.447 Cash generated from operating Pembayaran beban bunga (49.109.960) (31.432.165) Payments for interest expenses

Penerimaan restitusi pajak dan pembayaran Receipt from tax return and payments

pajak penghasilan 109.335.222 102.676.298 for income taxes

Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) Net cash provided by (used in) operating

aktivitas operasi (318.473.040) 292.397.580 activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES

Perolehan aset tetap (8.752.217) (4.360.932) Acquisitions of equipment and facilities Perolehan aset takberwujud (26.539.802) (18.130.846) Acquisition of intangible assets

Hasil Penjualan Aset Tetap 561.886 - Proceeds from disposal of property, plant and equipment Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (34.730.133) (22.491.778) Net cash used in investing activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES

Penerimaan utang bank jangka pendek 146.081.594 2.517.148.720 Short term receipts for bank loan Pembayaran utang bank jangka pendek (37.885.769) (2.530.044.449) Short term payments for bank loan Penerimaan utang bank jangka panjang 83.523 29.390.400 Long term receipts for bank loan Pembayaran utang bank jangka panjang (2.271.134) (5.129.636) Long term payments for bank loan

Pembayaran utang pembelian aset tetap (52.710) (159.071) Payments for purchase of fixed assets liabilities Penerimaan utang dari pihak ketiga 104.000.000 - Receipts for loan from third parties

Pembayaran utang dari pihak ketiga (104.000.000) - Payments for loan from third parties Penerimaan pinjaman pihak berelasi 21.871.105 22.250.000 Loan receipts from related parties Pembayaran pinjaman pihak berelasi (21.871.105) (22.250.000) Payments for loan from related parties Penerimaan utang lembaga keuangan 88.486.059 37.716.000 Loan receipts from financial institution Pembayaran utang lembaga keuangan (76.166.627) (19.603.000) Loan payments to financial institution Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 118.274.936 29.318.964 Net cash provided by financing activities

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND

SETARA KAS (234.928.237) 299.224.766 CASH EQUIVALENT

NET INCREASE IN CASH AND CASH

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 424.952.870 125.727.650 EQUIVALENT

Efek dari perubahan kurs - 454 Effect of foreign exchange rate changes

CASH AND CASH EQUIVALENT KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 190.024.633 424.952.870 AT THE BEGINNING OF THE YEAR

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan which are an integral part of the financial statements.

- 4 -

(10)

PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED 1. PENDIRIAN DAN INFORMASI UMUM 1. ESTABLISHMENT AND GENERAL INFORMATION

PT Bhinneka Mentaridimensi Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Notaris R.N. Sinulingga, S.H., No. 170 tanggal 9 Februari 1993 dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-9698.HT.01.01.TH.93 tanggal 25 September 1993.

PT Bhinneka Mentaridimensi Tbk (“the Company”) was established in Jakarta based on Notarial Deed of R.N. Sinulingga, S.H., No. 170, dated February 9, 1993 and approved by Ministry of Law of The Republic of Indonesia in Decision Letter No. C2-9698.HT.01.01.TH.93 dated September 25, 1993.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta no. 77 tanggal 15 Oktober 2018 dari notaris Jose Dima Satria, SH, M.Kn, di antaranya mengenai perubahan status Perusahaan dari perseroan terbuka menjadi perseroan tertutup, perubahan tersebut terkait pembatalan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), serta pemberhentian dan pengangkatan direksi dan komisaris Perusahaan. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-0022141.AH.01.02 Tahun 2018 pada tanggal 18 Oktober 2018.

The Company’s Articles of Association have been amended several times, most recently with Notarial Deed of Jose Dima Satria, SH, M.Kn no. 77 dated October 15, 2018, amongst other, regarding the changes in Company’s status from public company to private company, due to cancellation of the Initial Public Offering (IPO), also the discharge and appointment of directors and commissioners of the Company. The amendment has been approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through its letter No. AHU- 0022141.AH.01.02 Year 2018 on October 18, 2018.

Perusahaan mulai beroperasi pada bulan Februari 1993. Pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017, Perusahaan memiliki 7 gerai ritel yang berada di wilayah Jakarta dan 1 gerai ritel di Surabaya.

The Company started its commercial operations in February 1993. As of December 31, 2018 and 2017, the Company has 7 retail outlets which located in Jakarta area and 1 retail outlet in Surabaya.

Perusahaan berkantor pusat di Jl. Gunung Sahari No. 73C No. 5-6, Kel. Gunung Sahari Selatan, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat 10610.

The Company is located at Jl. Gunung Sahari No. 73C No. 5-6 Kel. Gunung Sahari Selatan, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat 10610.

Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan adalah 787 dan 763 karyawan, masing-masing selama tahun 2018 dan 2017.

The Company had average number of employees of 787 and 763 in 2018 and 2017, respectively.

Pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2018 and 2017, the members of the Company’s Board of Commisioners and Directors are as follows:

31 Desember/December 31 , 2018 31 Desember/December 31 , 2017

Dew an Kom isaris Board of Com m isioners

Komisaris Utama Nicholas Tio Nicholas Tio President Commissioner

Komisaris Andi Surja Boediman Leo Antonius Commissioners

- Edw ard Ismaw an Chamdani

Dew an Direksi Board of Directors

Direktur Utama Hendrik Tio Hendrik Tio President Director

Direktur Heriyadi Janw ar Heriyadi Janw ar Directors

Cendyarani Van Schoote Christian Pierre B

(11)

2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (“PSAK”) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”)

2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (“PSAK”) AND INTERPRETATIONS OF PSAK (“ISAK”)

a. Amandemen/penyesuaian dan interpretasi standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan, sejumlah amandemen dan interpretasi PSAK yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2018.

a. Amendments/improvements and Interpretations to standards effective in the current year

In the current year, the Company has applied, a number of amendments, and an interpretation to PSAK issued by the Financial Accounting Standard Board of the Indonesian Institute of Accountants that are relevant to its operations and effective for accounting period beginning on or after January 1, 2018.

Amandemen PSAK 2 Laporan Arus Kas tentang Prakarsa Pengungkapan

Amendments to PSAK 2 Statement of Cash Flow about Disclosure Initiative

Perusahaan menerapkan amandemen ini untuk pertama kalinya dalam tahun berjalan.

Amandemen ini mensyaratkan entitas untuk

menyediakan pengungkapan yang

memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan, termasuk perubahan yang timbul dari arus kas maupun perubahan nonkas.

The Company has applied these amendments for the first time in the current year. The amendments require an entity to provide disclosures that enable users of financial statements to evaluate changes in liabilities arising from financing activities, including both changes arising from cash flow and noncash changes.

Liabilitas perusahaan yang timbul akibat aktivitas pendanaan terdiri dari utang bank (Catatan 15), Liabilitas dari lembaga keuangan (Catatan 16).

Utang pembelian kendaraan (Catatan 21).

Rekonsiliasi antara saldo awal dan akhir item-item ini diungkapkan dalam Catatan 35. Sesuai dengan ketentuan transisi dari amendemen, Perusahaan tidak mengungkapkan informasi komparatif untuk periode sebelumnya. Selain pengungkapan tambahan dalam Catatan 35, penerapan amendemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan Perusahaan.

The Company’s liabilities arising from financing activities of bank loans (Note 15), liabilities from financial institutions (Note 16). Loan for purchase vehicles (Note 21). A reconciliation between the opening and closing balances of these items is provided in Note 35. Consistent with the transition provisions of the amendments, the Company has not disclosed comparative information for the prior period. Apart from the additional disclosure in Note 35, the application of these amendments has had no impact on the Company financial statements.

Penerapan amandemen dan interpretasi standar berikut tidak memiliki pengaruh signifikan atas pengungkapan atau jumlah yang dicatat di dalam laporan keuangan pada tahun berjalan dan tahun sebelumnya tetapi dapat mempengaruhi transaksi di masa depan:

The application of the following amendments and intepretation to standards have not resulted to material impact to disclosures or on the amounts recognized in the current and prior year financial statements but may affect future transactions:

 Amandemen PSAK 13 Properti Investasi tentang Pengalihan Properti Investasi

 Amendments to PSAK 13 Transfers of Investment Property

 PSAK 15 Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

 PSAK 15 Investment in Associates and Joint Venture

 Amandemen PSAK 46 Pajak Penghasilan tentang Pengakuan Aset Pajak Tangguhan untuk Rugi yang Belum Direalisasi

 Amendments to PSAK 46 Recognition of Deferred Tax Assets for Unrealised Losess

 Amandemen PSAK 53 Pembayaran Berbasis Saham tentang Klasifikasi dan Pengukuran Transaksi Pembayaran Berbasis Saham

 Amendments to PSAK 53 Classification and Measurement of Share-based Payments Transactions

 PSAK 67 (Penyesuaian) Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain

 PSAK 67 (Improvement) Disclosures of Interest in Other Entities

(12)

b. Standar dan amandemen standar telah diterbitkan tapi belum diterapkan

b. Standards and amendments to standards issued not yet adopted

Standar baru, amandemen standar dan interpretasi terhadap standar efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2019, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:

New standards, amendments to standards and interpretation to standards effective for periods beginning on or after January 1, 2019, with early application permitted are:

 PSAK 22 (penyesuaian), Kombinasi Bisnis  PSAK 22 (improvement), Business Combination

 PSAK 24 (amendemen), Imbalan Kerja tentang Amendemen, Kurtailmen, atau Penyelesaian Program

 PSAK 24 (amendment), Plan Amendment, Curtailment or Settlement

 PSAK 26 (penyesuaian), Biaya Pinjaman  PSAK 26 (improvement), Borrowing Cost

 PSAK 46 (penyesuaian), Pajak Penghasilan  PSAK 46 (improvement), Income Tax

 PSAK 66 (penyesuaian), Pengaturan Bersama

 PSAK 66 (improvement), Joint Arrangement

 ISAK 33, Transaksi Valuta Asing dan Imbalan di muka

 ISAK 33, Foreign Currency Transactions and Advance Consideration

 ISAK 34, Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan

 ISAK 34, Uncertainty Over Income Tax Treatments

Standar dan amandemen standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2020, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:

Standards and amendments to standards effective for periods beginning on or after January 1, 2020, with early application permitted are:

 PSAK 15 (amandemen), Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

 PSAK 15 (amendment), Investments in Associates and Joint Ventures: Long Term Interest in Associate and Joint Ventures

 PSAK 62 (amandemen), Kontrak Asuransi- Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan PSAK 62: Kontrak Asuransi

 PSAK 62 (amendment), Insurance Contract:

Applying PSAK 71: Financial Instruments with PSAK 62: Insurance Contracts

 PSAK 71, Instrumen Keuangan  PSAK 71, Financial Instruments

 PSAK 71 (amandemen), Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif

 PSAK 71 (amendment), Financial Instruments: Prepayment Features with Negative Compensation

 PSAK 72, Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

 PSAK 72, Revenue from Contracts with Customers

 PSAK 73, Sewa  PSAK 73, Leases

Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, dampak dari penerapan standar dan interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen.

As of the issuance date of the financial statements, the effects of adopting these standards, amendments and interpretation on the financial statements is not known nor reasonably estimable by management.

(13)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance Laporan keuangan Perusahaan disusun sesuai

dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

The financial statements of the Company have been prepared in accordance with the Indonesian Financial Accounting Standards.

b. Dasar Penyusunan b. Basis of Preparation Dasar penyusunan laporan keuangan

Perusahaan, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Laporan keuangan disusun berdasarkan biaya historis, kecuali instrumen keuangan tertentu yang diukur pada nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan, yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di bawah ini.

The Company’s financial statements, except for the statement of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting. The presentation currency used in the preparation of the financial statements is the Indonesian Rupiah which is the functional currency of the Company. The measurement basis is the historical cost, except for certain financial instruments measured at fair value at each reporting date, which is explained in the accounting policies below.

Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai wajar dari imbalan yang diberikan dalam pertukaran barang dan jasa. Nilai wajar akan dijelaskan lebih lanjut pada Catatan 3i.

Historical cost is generally based on the fair value of the consideration given in exchange for goods and services. Fair value is further discussed in Note 3i.

Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The statement of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities.

c. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing c. Foreign Currency Transactions and Balance Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam

mata uang Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Transaksi-transaksi selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada setiap akhir periode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos non moneter diukur dalam biaya historis dalam valuta asing yang tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs atas pos moneter diakui dalam laba rugi pada periode saat terjadinya.

The books of accounts of the Company are maintained in Indonesian Rupiah which is the functional currency of the Company.

Transactions during the period involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made.

At the end of each reporting period, monetary items denominated in foreign currencies are retranslated at the rates prevailing at that date.

Non-monetary items carried at fair value that are denominated in foreign currencies are retranslated at the rates prevailing at the date when the fair value was determined. Non- monetary items that are measured in terms of historical cost in a foreign currency are not retranslated. Exchange differences on monetary items are recognized in profit or loss in the period in which they arise.

d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi d. Transactions with Related Parties Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas

yang terkait dengan Perusahaan:

A related party is a person or entity that is related to the Company:

a) Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Perusahaan jika orang tersebut:

a) A person or a close member of that person's family is related to the Company if that person:

i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan;

i. has control or joint control over the Company;

ii. memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau

ii. has significant influence over the Company; or

(14)

iii. merupakan personil manajemen kunci Perusahaan atau entitas induk dari Perusahaan.

iii. is a member of the key management personnel of the Company or of a parent of the Company.

b) Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut:

b) An entity is related to the Company if any of the following conditions applies:

i. Entitas dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).

i. The entity and the Company are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others).

ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).

ii. One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a group of which the other entity is a member).

iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.

iii. Both entity are joint ventures of the same third party.

iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.

iv. One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.

v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan atau entitas yang terkait dengan Perusahaan.

v. The entity is a post-employment defined benefit plan for the benefit of employees of either the Company or an entity related to the Company.

vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).

vi. The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in a).

vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf a) i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

vii. A person identified in a) i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).

viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.

viii. The entity, or any member of a group of which it is a part, provides key management personnel services to the reporting entity or to the parent of the reporting entity.

e. Aset Keuangan e. Financial Assets

Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar.

All financial assets are recognized and derecognized on trade date where the purchase or sale of a financial asset is under a contract whose terms require delivery of the financial asset within the time frame established by the market concerned, and are initially measured at fair value plus transaction costs, except for those financial assets classified as at fair value through profit or loss, which are initially measured at fair value.

Aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.

The Company’s financial assets are classified as loans and receivables.

(15)

Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables Kas dan setara kas, piutang usaha, uang muka,

piutang lain-lain dan aset lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai “pinjaman yang diberikan dan piutang”.

Pada saat pengakuan awal, semua yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang usaha diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Bunga diakui dengan suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunganya tidak material.

Cash and cash equivalents, account receivable, advances, other receivables and other assets that have fixed or determinable payments that are not quoted in an active market are classified as “loans and receivables”. All items classified as loans and receivables except for account receivables are initially measured at fair value plus transaction cost that are directly attributable to acquisition of financial asset and subsequently measured at amortized cost using the effective interest method less impairment losses. Interest income is recognized by applying the effective interest rate method, except for short term receivables when the recognition of interest would be immaterial.

Metode suku bunga efektif Effective interest method

Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.

The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial instrument and allocating interest income over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or where appropriate, a shorter period to the net carrying amount on initial recognition.

Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk aset keuangan pinjaman yang diberikan dan piutang.

Income is recognized on an effective interest basis for financial assets loans and receivables.

Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator

penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan (peristiwa merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Financial assets are assessed for indicators of impairment at each statements of financial position date. A financial asset or a group of financial assets is deemed to be impaired and impairment losses incurred if, and only if, there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that has occurred after the initial recognition of the financial asset (loss event), and that loss event has an impact on the estimated future cash flows of the financial assets that can be reliably estimated.

Bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:

Objective evidence of impairment could include:

 kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau

 significant financial difficulty of the issuer or counterparty; or

(16)

 pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau

 default or delinquency in interest or principal payments; or

 terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan.

 it becomes probable that the borrower will enter bankruptcy or financial re- organisation.

Jika Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, maka Perusahaan memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif.

However, if the Company determines that no objective evidence of impairment exists for an individual assessed financial asset, the Company includes the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment.

Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan.

For financial assets carried at amortized cost, the amount of the impairment is the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows, discounted at the financial asset’s original effective interest rate.

Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan, jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat imbal hasil yang berlaku di pasar untuk aset keuangan yang serupa. Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dibalik pada periode berikutnya.

For financial asset carried at cost, the amount of the impairment loss is measured as the difference between the asset’s carrying amount and the present value of the estimated future cash flows discounted at the current market rate of return for a similar financial asset. Such impairment loss will not be reversed in subsequent periods.

Jumlah tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang jumlah tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan. Perubahan jumlah tercatat akun cadangan piutang diakui dalam laba rugi.

The carrying amount of the financial asset is reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables, where the carrying amount is reduced through the use of an allowance account. When a receivable is considered uncollectible, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognized in profit or loss.

Penghentian pengakuan aset keuangan Derecognition of financial assets Perusahaan menghentikan pengakuan aset

keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.

The Company derecognizes a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or when it transfers the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity. If the Company neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership and continues to control the transferred asset, the Company recognizes its retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay. If the Company retains substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Company continues to recognize the financial asset and also recognizes a collateralized borrowing for the proceeds received.

(17)

Pada penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat aset dan jumlah pembayaran dan piutang yang diterima dan keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas diakui dalam laba rugi.

On derecognition of financial asset in its entirety, the difference between the asset’s carrying amount and the sum of the consideration received and receivable and the cumulative gain or loss that had been recognized in other comprehensive income and accumulated in equity is recognized in profit or loss.

Pada saat penghentian pengakuan aset keuangan terhadap satu bagian saja (misalnya ketika Perusahaan masih memiliki hak untuk membeli kembali bagian aset yang ditransfer), Perusahaan mengalokasikan jumlah tercatat sebelumnya dari aset keuangan tersebut pada bagian yang tetap diakui berdasarkan keterlibatan berkelanjutan dan bagian yang tidak lagi diakui berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua bagian tersebut pada tanggal transfer. Selisih antara jumlah tercatat yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui dan jumlah dari pembayaran yang diterima untuk bagian yang tidak lagi diakui dan setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui tersebut yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain diakui pada laba rugi. Keuntungan dan kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dialokasikan pada bagian yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan pengakuannya, berdasarkan nilai wajar relatif kedua bagian tersebut.

On derecognition of financial asset other than its entirety (e.g., when the Company retains an option to repurchase part of a transferred asset), the Company allocates the previous carrying amount of the financial asset between the part it continues to recognize under continuing involvement and the part it no longer recognizes on the basis of the relative fair values of those parts on the date of the transfer. The difference between the carrying amount allocated to the part that is no longer recognized and the sum of the consideration received for the part no longer recognized and any cumulative gain or loss allocated to it that had been recognized in other comprehensive income is recognized in profit or loss. A cumulative gain or loss that had been recognized in other comprehensive income is allocated between the part that continues to be recognized and the part that is no longer recognized on the basis of the relative fair values of those parts.

f. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas f. Financial Liabilities and Equity Instruments

Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas Classification as debt or equity Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang

diterbitkan oleh Perusahaan diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.

Financial liabilities and equity instruments issued by the Company are classified according to the substance of the contractual arrangements entered into and the definitions of a financial liability and an equity instrument.

Instrumen ekuitas Equity instruments

Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.

Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung.

An equity instrument is any contract that evidences a residual interest in the assets of the Company after deducting all of its liabilities.

Equity instruments are recorded at the proceeds received, net of direct issue costs.

Liabilitas keuangan Financial liabilities

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.

Financial liabilities are classified as “at amortized cost”.

Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi

Financial liabilities at amortized costs

Utang usaha, biaya masih harus dibayar, utang bank, utang dari lembaga keuangan dan liabilitas lain-lain pada awalnya diakui pada nilai wajarnya dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan penerbitan liabilitas keuangan tersebut dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi kecuali untuk liabilitas jangka pendek dimana pengakuan bunganya tidak material. Beban bunga diakui berdasarkan metode suku bunga efektif.

Account payables, accrued expenses, bank loan, loan from financial institution and other payables are initially measured at fair value less transaction costs that are directly attributable to the issuance of financial liabilities, and subsequently measured at amortized cost, except for short term payables when the recognition of interest would be immaterial.

Interest expense is recognized on an effective interest rate.

(18)

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Derecognition of financial liabilities Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas

keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.

The Company derecognizes financial liabilities when, and only when, the Company’s obligations are discharged, cancelled or expired.

Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.

The difference between the carrying amount of the financial liability derecognized and the consideration paid and payable is recognized in profit or loss.

g. Saling Hapus Antara Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

g. Netting of Financial Assets and Financial Liabilities

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan keuangan, jika dan hanya jika, Perusahaan:

Financial assets and liabilities are offset and the net amount is presented in the financial statements, when and only when, the Company:

 saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan

 currently has a legally enforceable right to offset against the recognized amount; and

 berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.

 intends to settle on a net basis or to realize its asset and settle its liability simultaneously.

h. Reklasifikasi Instrumen Keuangan h. Reclassification of Financial Instrument Reklasifikasi Aset Keuangan Reclassification of Financial Assets Perusahaan tidak diperkenankan untuk

melakukan reklasifikasi aset keuangan ke kelompok aset keuangan FVTPL. Perusahaan hanya dapat melakukan reklasifikasi aset keuangan ke kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang jika aset keuangan tersebut memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang dan Perusahaan memiliki intensi dan kemampuan memiliki aset keuangan untuk masa mendatang yang dapat diperkirakan atau hingga jatuh tempo dari kelompok aset keuangan FVTPL atau dari kelompok tersedia untuk dijual. Aset keuangan tersebut direklasifikasi pada nilai wajar pada tanggal reklasifikasi yang menjadi biaya perolehan diamortisasi yang baru. Setiap keuntungan dan kerugian yang sudah diakui dalam laba rugi tidak boleh dibalik. Setiap keuntungan dan kerugian yang sudah diakui dalam penghasilan komprehensif lain diamortisasi ke laba rugi selama sisa umur aset keuangan (jika aset keuangan memiliki jatuh tempo tetap) atau tetap diakui dalam penghasilan komprehensif lain sampai aset keuangan tersebut dilepas atau dijual (jika aset keuangan tidak memiliki jatuh tempo tetap).

The Company shall not reclassify any financial assets into the FVTPL after initial recognition.

The Company only reclassifies financial assets into loans and receivables if the financial assets meet the definition of loans and receivables and the Company has the intention and ability to hold the financial assets for the foreseeable future or until maturity, from financial assets measured at FVTPL or from available for sale. The financial assets are reclassified at fair value, on the date of reclassification which become its new amortized cost. Any gains or losses already recognized in profit or loss are not reversed. Any gains or losses that have been recognized in other comprehensive income are amortized through profit or loss over the remaining life of the financial assets (for financial assets that have fixed maturities) or continue to be recognized in other comprehensive income until the financial assets are sold or otherwise disposed (for financial assets that do not have fixed maturities).

Reklasifikasi Liabilitas Keuangan Reclassification of Financial Liabilities Perusahaan tidak diperkenankan untuk

mereklasifikasi liabilitas keuangan dari atau ke kelompok liabilitas keuangan FVTPL.

The Company is not allowed to reclassify any financial liability from or to a group of financial liability measured at FVTPL.

(19)

i. Nilai Wajar i. Fair Value Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk

menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran tanpa memperhatikan apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. Dalam mengukur nilai wajar atas suatu aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran, Perusahaan memperhitungkan karakteristik suatu aset atau liabilitas jika pelaku pasar akan memperhitungkan karakteristik tersebut ketika menentukan harga aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran.

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date, regardless of whether that price is directly observable or estimated using another valuation technique. In estimating the fair value of an asset or a liability, the Company takes into account the characteristics the asset or a liability if market participants would take those characteristics into account when pricing the asset or liability at the measurement date.

Dalam rangka meningkatkan konsistensi dan perbandingan dalam pengukuran nilai wajar dan pengungkapan terkait dalam dan antar entitas pelapor, Perusahaan melakukan pengukuran nilai wajar atas instrumen keuangan yang dimiliki dengan hirarki berikut:

In order to increase consistency and comparability in fair value measurements and related disclosures within and between reporting entities, the Company measures the fair value of the financial instruments held based on the following hierarchy that categorized into three levels the inputs to valuation techniques:

 Tingkat 1 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.

 Level 1 fair value measurements are those derived from quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities.

 Tingkat 2 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga).

 Level 2 fair value measurements are those derived from inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the assets or liability, either directly (i.e.

as prices) or indirectly (i.e. deviation from prices).

 Tingkat 3 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi).

 Level 3 fair value measurements are those derived from valuation techniques that include inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (unobservable inputs).

Dalam hal tidak terdapat pasar aktif untuk suatu aset atau liabilitas keuangan, maka Perusahaan menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian yang sesuai. Teknik penilaian meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak yang berkeinginan dan memahami, dan bilamana tersedia, penggunaan analisa arus kas yang didiskonto dan penggunaan nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama.

In the event that there is no active market for a financial asset or financial liability, the Company determines fair value using appropriate valuation techniques. Valuation techniques include the use of current market transactions conducted by parties who are knowledgeable and are willing to perform an arm’s length transaction, the use of discounted cash flow analysis and use of the current fair value of another instrument which is substantially the same.

j. Kas dan Setara Kas j. Cash and Cash Equivalent Kas dan setara kas diklasifikasi dalam kelompok

pinjaman yang diberikan dan piutang.

Cash and equivalents are classified as loans and receivables.

Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

For cash flow presentation purposes, cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks and all unrestricted investments with maturities of three months or less from the date of placement.

(20)

k. Piutang Usaha k. Account Receivables Piutang dinyatakan sebesar jumlah nominalnya

dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang yang dimiliki.

Accounts receivable are presented net of allowance for doubtful account.

l. Persediaan l. Inventories

Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Metode pencatatan yang digunakan Perusahaan adalah metode rata-rata. Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual dari persediaan dikurangi seluruh estimasi biaya yang diperlukan untuk penjualan.

Inventories are stated at cost. Recording method that used by the Company is average method.

Net realizable value represents the estimated selling price for inventories less all costs necessary to make the sale.

m. Biaya Dibayar Dimuka m. Prepaid Expenses Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama

manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method.

n. Aset Tetap n. Premises and Equipment

Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.

Premises and equipment held for use in the production or supply of goods or services, or for administrative purposes, are stated at cost, less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses.

Pada bulan Desember 2015, Perusahaan mengubah kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi dalam pengukuran tanah dan bangunan, dan perubahan ini diterapkan secara prospektif. Tanah dan bangunan dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi kecuali tanah tidak disusutkan. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal laporan posisi keuangan.

In December 2015, the Company has changed its accounting policy for measuring its land and buildings from cost model to revaluation model, and applied it prospectively. Land and buildings are stated at their revalued amounts, being the fair value at the date of revaluation, less any subsequent accumulated depreciation and subsequent accumulated impairment losses except land is not depreciated. Revaluation is made with sufficient regulation to ensure that the carrying amount does not differ materialy from that which would be determined using fair value of the reporting date.

Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan diakui pada penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi, kecuali sebelumnya penurunan revaluasi atas aset yang sama pernah diakui dalam laba rugi, dalam hal ini kenaikan revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laba rugi. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan dibebankan dalam laba rugi apabila penurunan tersebut melebihi saldo surplus revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada.

Any revaluation increase arising on the revaluation of land and buildings is recognized in other comprehensive income and accumulated in equity under the heading of revaluation surplus, except to the extent that if reverses a revaluation decrease, for the same asset which was previously recognized in profit or loss, in which case the increase is credited to profit or loss to the extent of the decrease previously charged. A decrease in carrying amount arising on the revaluation of land and buildings is charged to profit or loss to the extent that it exceeds the balance, if any, held in the properties revaluation reserve of such assets.

Gambar

Tabel  berikut  menyajikan  eksposur  maksimum  Perusahaan  terhadap  risiko  kredit  untuk  instrumen  keuangan  pada  laporan  posisi  keuangan tanpa memperhitungkan perlindungan  kredit lainnya:

Referensi

Dokumen terkait

Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah kecuali dinyatakan lain, disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep nilai perolehan, kecuali untuk persediaan yang

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan, kecuali PJBV, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan, kecuali GTPIN, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat

Pembukuan Perusahaan dan entitas anak, kecuali PJBV, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi- transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat

Laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan arus masuk dan arus keluar dari kas (uang dan rekening giro). Arus kas dapat bersumber dari operasi, investasi

Pembukuan Grup diselenggarakan dalam mata uang Rupiah, kecuali Intiland International Pte. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan

Pembukuan Grup diselenggarakan dalam mata uang Rupiah, kecuali Intiland International Pte. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan

Menurut pendapat kami, kecuali tidak disajikannya laporan arus kas yang mengakibatkan tidak lengkapnya penyajian seperti diuraikan dalam paragraf di atas, laporan keuangan yang