• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM TAKSONOMI TANAH BERBASIS VB.net.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SISTEM TAKSONOMI TANAH BERBASIS VB.net."

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Disusun oleh :

MAS AGUNG DWIMARO

NPM. 0834010060

TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

J AWA TIMUR

(2)

SISTEM TAKSONOMI TANAH BERBASIS VB.NET

Disusun Oleh :

MAS AGUNG DWIMARO

NPM. 0834010060

Telah dipertahankan di hadapan dan diterima oleh Tim Penguji Skripsi Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur Pada Tanggal 15 Januari 2014

Pembimbing : Tim Penguji :

1. 1.

Ir. Purnomo Edi Sasongko, MP I Gede Susrama Mas Diyasa, ST,MT NIP. 19640714 198803 1 001 NPT. 3 7006 06 0 211 1

2. 2.

Rinci Kembang Hapsari, S.Si, M.Kom Wahu SJ Saputra, M.Kom

NPT. 3 7712 08 01681 NPT. 386081002951

3.

Ir. Kartini, S.kom, MT

NIP. 19611110 199103 2 001 Mengetahui,

Dekan Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur

(3)

Ucapan terima kasih ini saya persembahkan sebagai ungkapan rasa syukur dan

rasa terimakasih yang mendalam atas terselesaikannya Laporan Skripsi ini.

Ucapan terima kasih ini saya haturkan kepada :

1. Allah SWT., karena berkat Rahmat dan Hidayah -Nya kami dapat menyusun

dan menyelesaikan Laporan Skripsi ini hingga selesai.

2. Bapak Prof. Dr. Ir.H. Teguh Soedarto, MP selaku Rektor Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

3. Bapak Ir.Sutiyono, MT selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri UPN

“Veteran” Jawa Timur.

4. Bapak Ir.Mutassim Billah,Ms selaku Wakil Dekan Fakultas Teknologi

Industri UPN “Veteran” Jawa Timur.

5. Ibu Dr.Ir.Ni Ketut Sari, MT. selaku Kepala Jurusan Teknik Informatika

Fakultas Teknologi Industri UPN “VETERAN” Jawa Timur.

6. Bapak Ahmad Junaidi S.Kom, M.Kom selaku Sekretaris Program studi

Teknik Informatika UPN “Veteran” Jawa Timur.

7. Ir.Purnomo Edy Sasongko, MP selaku dosen pembimbing utama pada Proyek

Skripsi ini di UPN “Veteran” Jawa Timur yang telah banyak memberikan

petunjuk, masukan, bimbingan, dorongan serta kritik yang bermanfaat sejak

awal hingga terselesainya Skripsi ini.

8. Ibu Rinci Kembang Hapsari, S.Si, M.Kom selaku dosen pembimbing utama

(4)

9. Seluruh anggota keluarga kecil kami, terutama Ibu dan Bapak kami yang tiada

henti – hentinya mencurahkan perhatian, motivasi dan doa – doa tulusnya di

setiap waktu dan setiap saat .

10.DAKMU (Dewan Aksi Kepedulian Mahasiswa UPN ”Veteran” Jatim) dan

seluruh kawan-kawan seperjuangan yang telah turut membimbing mental, dan

jiwa kepedulian kami melalui beragam wacana dan aksi-aksinya hingga kami

memahami tingginya nilai sebuah kesadaran.

11.Seluruh kawan - kawan yang telah turut membantu dalam penyelesaian

Laporan Skripsi ini. Yang telah memberikan dorongan dan doa, yang tak bisa

penulis sebutkan satu persatu. Terima Kasih yang tak terhingga untuk kalian

semua. Semoga Allah SWT yang membalas semua kebaikan dan bantuan

(5)

Puji syukur Alhamdulillaahi rabbil ‘alamin terucap ke hadirat Allah SWT

karena atas segala limpahan Rahmat, petunjuk, waktu, tenaga, dan pikiran yang

dianugrahkan kepada penyusun, pada akhirnya skripsi yang berjudul “ Sistem

Taksonomi Tanah Berbasis VB.net” ini dapat terselesaikan.

Skripsi dengan beban 4 SKS ini disusun guna diajukan sebagai salah satu

syarat untuk menyelesaikan program Strata Satu (S1) pada jurusan Teknik

Informatika, Fakultas Teknologi Industri, UPN ”VETERAN” Jawa Timur.

Dalam proses penyusunan skripsi ini penyusun banyak membutuhkan

waktu untuk mendalami materi dasar sekaligus memahami istilah unsur – unsur

yang terkandung di dalam materi tersebut, sehingga membutuhkan proses yang

begitu panjang untuk menyelesaikannya hingga berbentuk aplikasi sistem yang

siap digunakan. Di dalam sistem yang dikembangkan ini masih banyak celah dan

kekurangan, sehingga penyusun sangat mengharapkan dukungan serta saran –

saran positif dari pembaca demi perkembangan aplikasi sistem ini ke depan.

Surabaya, Januari 2014

(6)

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI

LEMBAR PENGESAHAN DAN PERSETUJUAN SKRIPSI

ABSTRAK... i

KATA PENGANTAR... ii

UCAPAN TERIMA KASIH... iii

DAFTAR ISI... v

DAFTAR GAMBAR... x

DAFTAR TABEL... xiii

DAFTAR PUSTAKA... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Rumusan Masalah... 2

1.3 Batasan Masalah... 3

1.4 Tujuan Penelitian... 3

1.5 Manfaat... 4

1.6 Metodologi Penelitian... 4

1.7 Sistematika Penulisan... 6

BAB II TINJ AUAN PUSTAKA... 8

2.1 Taksonomi Tanah………... 8

(7)

2.1.4 Tata Nama Taksonomi Kategori Tinggi... 21

2.1.4.1 Ordo Tanah... 21

2.1.4.2 Sub Ordo Tanah... 23

2.1.4.3 Great Grup Tanah... 26

2.1.4.4 Klasifikasi Tanah Horison.. 28

2.2 Dasar Teori Sistem Pakar... 30

2.2.1 Kecerdasan Buatan……… 30

2.2.2 Metode Forward Chaining………. 31

2.3 Sistem Pakar…...………... 31

2.3.1 Definisi Sistem Pakar... 31

2.3.2 Konsep Dasar Sistem Pakar... 32

2.3.3 Tujuan Sistem Pakar... 33

2.3.4 Cara Kerja Sistem Pakar... 33

2.3.5 Ciri-ciri Sistem Pakar... 34

2.3.6 Kategori Sistem Pakar... 35

2.4 Visual Basic.Net..……... 35

2.5 My SQL...……… 36

2.5.1 Pengertian My SQL………... 36

2.5.2 Kelebihan-Kelebihan My SQL... 37

(8)

3.2 Perancangan Sistem….……….... 40

3.2.1Diagram Alir………... 40

3.2.2 Perancangan Dependency Diagram…….. 43

3.2.3 Perancangan Rule Base……… 46

3.2.4 Kontek Diagram……….. 48

3.2.5 DFD Level 0……… 51

3.3 Perancangan Database...……... 52

3.3.1 CDM (Conceptual Data Model)………… 53

3.3.2 Physical Data Model………. 54

3.4 Perancangan Program …... 55

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM……… 65

4.1 Spesifikasi Sistem... 65

4.1.1 Perangkat Keras yang Digunakan………. 65

4.1.2 Perangkat Lunak yang Digunakan……… 66

4.2 Implementasi Antar Muka... 67

4.2.1 Tampilan Menu Utama SPHT..……… 67

4.2.2 Tampilan Login Masuk SPHT…...……….. 68

4.2.3 Tampilan Data Desa SPHT……… 68

(9)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………... 72

5.1 Kesimpulan... 72

5.2 Saran... 72

(10)

Pembimbing I : Ir. Purnomo Edy Sasongko, MP

Pembimbing II : Rinci Kembang Hapsari, S.Si, M.Kom

.

ABSTRAK

Taksonomi tanah kategori merupakan sebuah penggolongan identitas jenis tanah yang mencakup beberapa unsur meliputi Epidedon,Edopedon, karakteristik Lain. Dalam proses penggolongan tersebut, perlu dilakukan observasi mendalam guna mendapatkan kandungan unsur – unsur tanah, yang kemudian akan di analisa kembali untuk mendapatkan penamaan dari kategori yang sedang diteliti. Proses tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang dan ketelitian yang tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu adanya sebuah sistem yang dirancang guna mempermudah analisa sekaligus mampu mempercepat proses penggolongan unsur tanah yang sedang di analisis. Dengan Rancangan Pengembangan Aplikasi Sistem Taksonomi Tanah berbasis VB.NET ini, maka proses analisis yang sebelumnya membutuhkan waktu yang panjang serta pendalaman kaidah – kaidah penamaan dari berbagai pedoman dapat dipermudah dengan penggunaan aplikasi ini. Dengan memasukkan data pedoman di dalam database sistem terkomputerisasi, maka para pengguna hanya perlu memasukkan hasil data observasi dan mengikuti langkah – langkah yang disediakan hingga sistem akan memproses data hingga menampilkan hasil penamaan unsur – unsur kategori tersebut.

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tanah merupakan salah satu elemen penting dalam dunia

tumbuhan ,baik itu dalam bidang pertanian ataupun perkebunan. Seperti

layaknya tumbuhan, tanah pun memiliki berbagai macam jenis

karakteristik, yang sedikit banyak mampu mempengaruhi perputaran

ekosistemdisekitarnya.Tanah sudah mulai diteliti sekitar tahun 1880 oleh

ilmuwan berkebangsaan Rusia.Ilmuwan tersebut mulai mengklasifikasikan

tanah menjadi beberapa jenis.Sejaktahun 1975 AmerikaSerikat pun turut

mengembangkan Taksonomi Tanah yang merupakan bagian dari

Klasifikasi tanah tersebut.berbagai gagasan tersebut banyak memicu

penelitian- penelitian baru yang nantinya akan berpengaruh besar dalam

kemajuan ilmu pengetahuan dimasa yang akan datang.

Seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

saat ini, ada beberapa pakar di bidang Teknologi Informasi yang mencoba

untuk turut serta dalam mengembangankan ilmu Taksonomi Tanah melalui

perancangan beragamaplikasi Taksonomi Tanah.Karena dirasa penting

untuk mempermudah proses penelitian, mempersingkat waktu, dan

(12)

telah ada sebelumnya masih menggunakan bahasa-bahasa yang sukar di

mengerti oleh kalayak umum, dan hanya terfokus pada peneliti dan pakar

tertentu, serta belum ada pihak yang mencoba mengembangkan aplikasi ini

dengan media desktop sesuai dengan yang kami gagas saatini. Aplikasi

Sistem in itidak hanya membantu para peneliti tetapi juga para pegiat ilmu

pertanahan, untuk mengetahui klasifikasi tanah (epipedon, endopedon,

resim suhu tanah, karakterisktik lain, ordo, sub ordo, great group, sub

group, family) sebuah strukturt anah.

Mengacu pada beberapa hal yang telah dijelaskan di atas maka

kami berinisiatif untuk merancang sebuah sistem aplikasi Taksonomi tanah

yang tidak hanya digunakan oleh parapenelitidan akademisi saja, tetapi

juga para pegiat ilmu pertanahan di lapangan yang seringkali didominasi

oleh para petani, dengan menggunakan tata bahasa penciritanah yang

meliputi, (epipedon, endopedon, resim suhu tanah, karakterisktik lain, ordo,

sub ordo, great group, sub group, family)sebuah struktur tanah yang mudah

dimengerti, dipahami dan di aplikasikan di lapangan dengan akurasi penciri

yang mendekati.

1.2 RumusanMasalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah, yaitu :

a. Bagaimana pola rancang bangun aplikasi system Taksonomi Tanah

(13)

b. Bagaimana menggabungkan rancangan sistem aplikasi Sistem

Taksonomi Tanah Epipedon, Endopedon, Karakteristik Lain suatu

tanah kedalam aplikasi sistem Taksonomi tanah berbasis VB. NET? .

1.3 Batasan Masalah

Adapun batasan masakah dalam skripsi ini :

a. Sistem aplikasi nantinya hanya sebatas media desktop untuk

membantu memberikan masukan tentang pengklasifikasian suatu

Tanah meliputi klasifikasi Epipedon, Endopedon, Karakteristik Lain

pada bidang pertanian.

b. Sistem aplikasi tidak mencakup semua jenis tanah hanya mewakili

beberapa jenis tanah saja.

1.4 Tujuan Penelitian

Ada pun maksud dan tujuan dalam pembuatan aplikasi system Taksonomi

tanah berbasis VB.NETadalah :

a. Merancang dan membangun sistem aplikasi untuk menentukan jenis

Taksonomi suatu tanah dengan prosentase paling mendekati.

b. Menghasilkan sebuah aplikasi pada media desktop mengenai

Taksonomi Tanah yaitu mulai dari klasifikasi Epipedon, Endopedon,

(14)

identifikasi jenis, karakteristik dan pengklasifikasian jenis tanah, yang

seringkali mampu dilakukan oleh para peneliti dan pakar tanah saja..

1.5 Manfaat

Manfaat dari penulisan tugasakhiriniadalah :

a. Dalam perancangan dan pembuatan system aplikasi ini dapat di

peroleh manfaat berupa kemudahan identifikasi jenistanah melalui

media desktop.

b. Mampu member gambaran pada peneliti lain untuk turut serta

mengembangkan aplikasi system sepertiini,

c. Untuk mempermudah dan mempercepat langkah pengembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi di masa mendatang.

1.6 MetodologiPenelitian

Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Studi Literatur

Dilakukan dengan cara mencari segala macam informasi secara riset

keperpustakaan dan mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan

masalah yang dihadapi.

b. Pengumpulan dan AnalisaData

Dilakukan dengan mengumpulkan segala macam informasi secara riset

(15)

c. Perancangan Sistem

Melakukan analisa awal tentang sistem yang akan dibuat yaitu suatu

pemecahan masalah yang dilakukan melalui sistem terkomputerisasi

dengan cara pembuatan aplikasi.kemudian mengidentifikasi

permasalahan sampai menghasilkan input dan output.

d. Pembuatan program

Melakukan implementasi terhadap sistem berdasarkan hasil dari

perancangan sistem yan sesuai dengan kebutuhan.

e. Uji coba program

Uji coba program dapat dilakukan pada akhir dari tahap-tahap analisa

sistem, desain sistem dan tahap penerapan sistem atau implementasi

sistem. Sasaran dari uji coba program adalah untuk menemukan

kesalahan-kesalahan dari program yang mungkin terjadi sehingga

dapat segera di perbaiki.

f. Pembuatan kesimpulan

Pada tahap ini program telah melakukannya dengan baik, sehingga

program ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

1.7 SistematikPenulisan

(16)

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah,

batasan masalah, tujuan, manfaat, metodologi penelitian dan

sistematika penulisan.

BAB II : TINJ AUAN PUSTAKA

Pada bab ini dijelaskan tentang teori-teori serta

penjelasan-penjelasan yang dibutuhkan dalam pembelajaran pemrogaman

berbasisVB. NET.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini membahas tentang perancanngan kebutuhan sistem ke

dalam bentuk suatu program. Langkah pengujian dilakukan

berulang hingga di capai suatu sistem sesuai dengan kebutuhan

yang diinginkan.

BAB IV : HASIL DAN UJ I COBA

Bab ini berisikan penjelasan tentang hasil rancangan sistem ke

dalam bentuk suatu program. Langkah pengujian dilakukan

berulang hingga di capai suatu sistem sesuai dengan kebutuhan

yang diinginkan.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan yang dapat diambil

(17)

saran-saran yang dapat dipergunakan untuk perbaikan dan

pengembangan lebih lanjut atsa sistem yang telah dibuat.

DAFTAR PUSTAKA

Bab ini akan dipaparkan tentang sumber-sumber literatur yang

digunakan dalam pembuatan laporan ini.

LAMPIRAN

Bab ini berisi tentang keseluruhan konfigurasi pada pembuatan

(18)

2.1 Taksonomi Tanah

Sistem klasifikasi tanah adalah suatu sistem pengaturan beberapa

jenis tanah yang berbeda-beda tapi mempunyai sifat yang serupa kedalam

kelompok-kelompok dan subkelompok-kelompok berdasarkan

pemakaian-pemakaiannya. Sebagian besar sistem klasifikasi tanah yang telah

dikembangkan untuk tujuan rekayasa didasarkan pada sifat-sifat indeks

tanah yang sederhana seperti distribusi ukuran dan plastisitas.

2.1.1 Sejar ahtaksonomi tanah

Taksonomi tanah adalah bagian dari klasifikasi tanah baru yang

dikembangkan oleh Amerika Serikat dengan nama Soil Taxonomy

(USDA, 1975) menggunakan 6kategori yaitu ordo, sub ordo, great group,

sub group, family dan seri. Sistem inimerupakan sistem yang benar- benar

baru baik mengenai cara- cara penamaan (tata nama) maupun definisi

mengenai horizon penciri ataupun sifat penciri lain yang dugunakan untuk

menentukan jenis tanah. Dari kategori tertinggi (ordo) ke kategori terendah

(seri) uraian mengenai sifat - sifat tanah semakin detail (Rayes, 2007).

Sistem Taksonomi Tanah ( Soil Taxonomy, USDA ) merupakan

sistem klasifikasi tanah internasional, diperkenalkan pada tahun 1975 dan

berkembang cepat. Hampir setiap 2 tahun sekali diadakan perbaikan dan

(19)

ini dibangun oleh para pakar tanah dunia, terstruktur baik, bertingkat,

sistematis dan komprehensif. Dasar klasifikasi tanah dengan pendekatan

morfometrik, dimana sifat penciri horison dan sifat tanah lainnya terukur

secara kuantitatif .

Sifat umum dari taksonomi tanah adalah : ( Hardjowigeno, 1993 ).

1. Taksonomi tanah merupakan sistem multikategori.

2. Taksonomi tanah harus memungkinkan modifikasi karena adanya

penemuan - penemuan baru dengan tidak merusak sistemnya

sendiri.

3. Taksonomi tanah harus mampu mengklasifikasikan semua tanah

dalam suatu landscape dimanapun ditemukan.

4. Taksonomi tanah harus dapat digunakan untuk berbagai jenis

survai tanah. Kemampuan penggunaan Taksonomi Tanah untuk

survai tanah harus dibuktikan dari kemampuannya untuk

interpretasi berbagai penggunaan tanah.

Dalam cabang ilmu tanah ( pedologi ), taksonomi tanah dibuat

berdasarkan sejumlah peubah yang mencirikan keadaan suatu jenis tanah.

Karena klasifikasi awal tidak sistematis, pada tahun 1975 tim dari Soil

Survey Staff Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menerbitkan

suatu kesepakatan dalam taksonomi tanah. Sejak saat itu, setiap jenis tanah

paling sedikit memiliki dua nama seperti : Ultisol - Podsolik Merah Kuning

. Meskipun nama baru sudah diberikan, nama lama seringkali masih dipakai

(20)

Taksonomi tanah terdiri dari 6 kategori dengan sifat- sifat faktor pembeda

mulai dari kategori tertinggi ke kategori terendah, sebagai berikut :

1. Ordo

Terdiri dari 12 taksa. Faktor pembeda adalah ada tidaknya horison

penciri serta jenis ( sifat ) dari horison penciri tersebut.

2. Sub Ordo

Tiap-tiap order dibagi dalam sub-order yang masing-masing

mempunyai keseragaman genetik yang lebih besar. Faktor

pembatas terutama adalah faktor-faktor yang besar pengaruhnya

terhadap sifat-sifat genetik tanah. Faktor-faktor tersebut antara lain

adalah ada tidaknya penggenangan, adanya iklim atau vegetasi, tekstur

yang extrem (pasir), kadar allophan atau seskwioksida bebas yang

menentukan arah dan kecepatan (derajat) perkembangan tanah.

3. Great Group

Great group dari tiap-tiap sub order terutama ditentukan oleh

tidaknya horison penciri serta sifat horison penciri tersebut. Bila

dalam satu sub order horison penciri tidakberbeda, maka digunakan

penciri lain. Horison penciri yang diambil adalah yang

menunjukkan perbedaan utama tingkat perkembangan tanah dan yang

berbeda jenisnya. Termasuk horison penciri adalah horison illuviasi

(liat, besi, humus), horison permukaan yang tebal dan berwarna

gelap, lapisan ―panǁ yang mempengaruhi perakaran dan pergerakan

air dalam tanah dan horison anthropic yang terbentuk pada

(21)

digunakan sebagai pembatas bila horison tidak relevant antara lain

adalah : self mulching, warna merah dan coklat tua pada tanah-tanah

dari batuan basa, perbedaan kejenuhan basa yang besar, sifat

pengerasan irreversible, bentuk-bentuk lidah horison eluviasi pada

horison illuviasi dan suhu yang rendah. Tiap-tiap great group

mempunyai horison penciri atau faktor-faktor penentu lain yang jenis

dan sifatnya sama.

4. Sub Group

Jumlah taksa masih terus bertambah yaitu > 1400 taksa. Faktor

pembeda terdiri dari sifat - sifat inti dari great group ( subgroup Typic

), sifat-sifat tanah peralihan ke great group peralihan ke great group

lain, sub ordo atau ordo, sifat -sifat tanah peralihan ke bukan tanah.

5. Family

Jumlah taksa dalam family juga masih terus bertambah yaitu > 8000

taksa. Faktor pembedanya adalah sifat - sifat tanah yang penting untuk

pertanian. Sifat- sifat tanah yang sering digunakan sebagai faktor

pembeda untuk family antara lain adalah : sebaran besar butir, susunan

mineral ( liat ), regim temperatur pada kedalaman 50 cm.

6. Seri

Jumlah seri tanah di Amerika saja lebih besar 19.000. Faktor

pembedanya adalah: jenis dan susunan horison, warna, tekstur,

struktur, konsistensi, reaksi tanah dari masing - masing horison, sifat -

(22)

2.1.2 Klasifikasi Tanah

Klasifikasi tanah ditemukan sekitar tahun 1880 oleh ilmuwan

Rusia yang bernama Dokuchaev.Kemudian dikembangkan oleh peneliti-

peneliti Eropa dan Amerika. Sistem ini didasarkan teori bahwa setiap

tanah mempunyai morfologi yang pasti (bentuk dan struktur) dan

berkaitan dengan kombinasi faktor pembentuk tanah tertentu. Sistem ini

mencapai perkembangan pesat pada tahun 1949 dan dalam penggunaan

utama (terutama di Amerika Serikat) sampai tahun 1960. Pada tahun 1960,

Departemen Pertanian Amerika Serikat menerbitkan Soil Classification, a

Comprehensive System. Sistem klasifikasi ini lebih menekankan pada

morfologi tanah dan memberi sedikit tekanan pada genesis atau faktor -

faktor pembentuk tanah dibandingkan dengan sistem sebelumnya (Foth,

1994).

Klasifikasi tanah adalah pemilahan tanah yang didasarkan pada

sifat- sifattanah yang dimilikinya tanpa menghubungkannya dengan tujuan

penggunaan tanah tersebut. Klasifikasi ini memberikan gambaran dasar

terhadap sifat- sifat fisik, kimia, mineral tanah yang dimiliki masing-

masing kelas yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar untuk

pengelolaan bagi penggunaan tanah (Hardjowigeno, 1986).

Klasifi kasi tanah secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi

dua bagian yaitu klasifikasi secara alami (taksonomi) dan klasifikasi secara

keteknikan atau kegunaan. Klasifikasi alami adalah klasifikasi yang

didasarkan atas sifat fisik tanah yang dimilikinya tanpa menghubungkan

(23)

gambaran besar terhadap sifat fisik, kimia dan minerologi tanah yang

dimiliki masing - masing kelas yang selanjutnya dapat digunakan sebagai

dasar untuk pengelolaan bagi berbagai penggunaan tanah.Sedangkan

klasifikasi teknis adalah klasifikasi tanah yang didasarkan atassifat -

sifat yang mempengaruhi kemampuan tanah untuk penggunaan

-penggunaan tertentu.

Ilmu klasifikasi tanah berkembang cukup pesat mulai dari

klasifikasi sederhana hingga klasifikasi yang menggunakan kaidah ilmu

pengetahuan. Di Indonesia telah digunakan beberapa sistem klasifikasi,

misalnya Sistem Klasifikasi Dudal dan Soepraptohardjo. Pada Kongres ke

- 5 Himpunan Ilmu Tanah

Indonesia ( HITI ) tahun 1989 di Medan disepakati untuk

menggunakan Sistem Klasifikasi Soil Taxonomy secara nasional. Pada

sistem klasifikasi Soil Taxonomy, tanah diklasifikasikan menurut hirarki

ordo, sub ordo, great group, sub group, family dan seri. Ada 12 ordo tanah

di dunia, yaitu (1) Alfisol, (2) Andisol, (3) Aridisol, (4) Entisol, (5)

Gellisol, (6) Histosol, (7) Inceptisol, (8) Mollisol, (9) Oksisol, (10)

Spodosol, (11) Ultisol, (12) Vertisol ( Musa, dkk, 2006 ).

Sistem klasifikasi berdasarkan taksonomi tanah dimulai pada tahun

1951 dan dikembangkan berdasarkan nomor approximation yaitu

pendekatan dan perbaikan, Approximation ke- 7 dipublikasikan pada tahun

1960. Disebut 7 th Aprroximation karena sistem tersebut dibuat dengan

(24)

Ada 6 tingkatan kategori yaitu : (1) Ordo, (2) Sub Ordo, (3) Great

Group, (4) Sub Group, (5) Family, dan (6) Seri ( FitzPatrick, 1983 ).

Tujuan klasifikasi tanah adalah :

- Mengorganisasi (menata) pengetahuan kita tentang tanah.

- Untuk mengetahui hubungan masing - masing individu tanah satu sama

lain.

- Memudahkan mengingat sifat-sifat tanah.

- Mengelompokkan tanah untuk tujuan- tujuan yang lebih yang lebih

praktis dalam hal : menaksir sifat - sifatnya, menentukan lahan -lahan

terbaik, menaksir produktivitasnya, dan menentukan areal-areal untuk

penelitian.

- Mempelajari hubungan - hubungan dan sifat-sifat tanah yang baru.

Di negara-negara yang telah maju pertaniannya, klasifikasi tanah

merupakan bahan penting dalam mempersiapkan rencana pengembangan

pertanian sebagai pedoman penggunaan lahan. Tujuan umum klasifikasi

tanah adalah menyediakan suatu susunan yang teratur (sistematik) bagi

pengetahuan mengenai tanah dan hubungannya dengan tanaman, baik

mengenai produksi maupun perlindungan kesuburan tanah. Tujuan ini

meliputi berbagai segi, antara lain peramalan pertanian di masa yang akan

datang. Pada lahan yang telah rusak akibat proses erosi atau longsor,

klasifikasi tanah disertai dengan petanya digunakan sebagai langkah

pertama dalam usaha perbaikan kesuburan tanah (Darmawijaya, 1997).

Suatu sistem klasifikasi tanah harus memiliki dasar pemikiran

(25)

• Dasar klasifikasi harus jelas untuk setiap kategori/setiap tingkat.

Misalnya, pembeda yang dipergunakan diuraikan dengan jelas.

• Pembagian akan menjadi lengkap pada setiap tingkat. Misalnya,

semua klas terbagi lagi menjadi subklas-subklas.

• Suatu klas akan selalu dibagi menjadi subklas subklas yang non

-overlapping.

Klasifikasi tanah memiliki berbagai versi. Terdapat kesulitan teknis

dalam melakukan klasifikasi untuk tanah karena banyak hal yang

memengaruhi pembentukan tanah. Dalam melakukan klasifikasi tanah

para ahli pertama kali melakukannya berdasarkan ciri fisika dan kimia,

serta dengan meliha lapisan - lapisan yang membentuk profil

tanah.Selanjutnya, setelah teknologi jauh berkembang para ahli juga

melihat aspek batuan dasar yang membentuk tanah serta proses

pelapukan batuan yang kemudian memberikan ciri-ciri khas tertentu pada

tanah yang terbentuk.

Klasifikasi tanah yang bersistem telah dikembangkan dengan

maksud menempatkan tanah ke dalam berbagai kelas (taxa) sehingga

mudah diingat. Dengan demikian tanah dapat saling dibandingkan dan

pengetahuan serta pengalaman tentang tanah di suatu tempat dapat

diterapkan di tempat lain yang memiliki sifat - sifat lain dan keadaan

lingkungan yang serupa. Hampir tidak mungkin orang mengumpulkan

tanah seperti yang dilakukan oleh pakar Biologi mengumpulkan bahan

(26)

monolit tanah, yaitu irisan tipis profil tanah yang dilekatkan pada

hardboard dan diawetkan dengan plastik.

Sistem klasifikasi tanah yang dikembangkan oleh Amerika Serikat

dengan nama Soil Taxonomy (USDA, 1975) berbeda dengan sistem

yang sudah ada sebelumnya. Sistem klasifikasi Soil Taxonomy (USDA,

1975) ini memiliki keistimewaan terutama dalam hal:

1. Penamaan atau tata nama atau cara penamaan.

2. Definisi horison penciri.

3. Beberapa sifat penciri lainnya.

2.1.3 Karakteristik Taksonomi Tanah

Menurut Taksonomi Tanah 2010 terdapat 8 epipedon penciri yaitu :

Mollik, Antropik, Umbrik, Folistik, Histik, Melanik, Okrik dan Plagen.

a. Epipedon Mollik

Epipedon mollik mempunyai sifat perkembangan struktur tanah cukup

kuat, terletak di atas permukaan, mempunyai value warna ≤ 3.5

(lembab) dan kroma warna ≤ 3.5 (lembab), kejenuhan basa > 50%,

kandunganC-organik > 0.6%, P2 O5 < 250 ppm, dan n- value < 0.7.

b. Epipedon Antropik

Epipedon antropik menunjukkan beberapa tanda- tanda adanya

gangguan manusia, dan memenuhi persyaratan mollik kecuali P2 O5 <

250 ppm.

(27)

Epipedon mollik mempunyai sifat perkembangan struktur tanah cukup

kuat, terletak di atas permukaan, mempunyai value warna ≤ 3.5

(lembab) dan kroma warna ≤ 3.5 (lembab), kejenuhan basa < 50%,

kandungan C-organik > 0.6%, P2 O5 < 250 ppm, dan n- value < 0.7.

d. Epipedon Folistik

Epipedon Folistik didefinisikan sebagai suatu lapisan (terdiri dari satu

horison atau lebih) yang jenuh air selama kurang dari 30 hari

kumulatif dan tahun- tahun normal (dan tidak ada didrainase).

Sebagian besar epipedon folistik tersusun dari bahan tanah organik.

e. Epipedon Histik

Epipedon Histik merupakam suatu lapisan yang dicirikan oleh adanya

saturasi (selama 30 hari atau lebih, secara kumulatif) dan reduksi

selama sebagian waktu dalam sebagian waktu dalam tahun-tahun

normal (dan telah drainase). Sebagian besar epipedon histik tersusun

dari bahan tanah organik.

f. Epipedon Okrik

Epipedon Okrik mempunyai tebal permukaan yang sangat tipis dan

kering, value dan kroma (lembab) ≥ 4. Epipedon okrik juga

mencakup horison - horison bahan organik yang terlampau tipis untuk

memenuhi persyaratan epipedon histik atau folistik.

Pada taksonomi tanah 2010, terdapat 19 horison bawah penciri yaitu :

horison Agrik, Albik, Argilik, Duripan, Fragipan, Glosik, Gipsik, Kalsik,

(28)

a. Horison Agrik

Horison Agrik adalah suatu horison iluvial yang telah terbentuk akibat

pengolahan tanah dan mengandung sejumlah debu, liat, dan humus

yang telah tereluviasi nyata.

b. Horison Albik

Pada umumnya Horison Albik terdapat di bawah horison A,tetapi

mungkin juga berada pada permukaan tanah mineral. Horison ini

merupakan horison eluvial dengan tebal 1.0 cm dan mempunyai 85%

atau lebih bahan-bahan andik.

c. Horison Argilik

Horison Argilik secara normal merupakan suatu horison bawah

permukaan dengan kandungan liat phylosilikat secara jelas lebih

tinggi. Horison tersebut mempunyai sifat adanya gejala eluviasi

liat, KTK tinggi (> 6 cmo/kg).

d. Horison Duripan

Horison Duripan merupakan horison yang memadas paling sedikit

setengahnya dengan perekat SiO 2, dan tidak mudah hancur d engan

air atau HCl.

e. Horison Fragipan

Horison Fragipan mempunyai ketebalan 15 cm atau lebih adanya

tanda- tanda pedogenesis didalam horison serta perkembangan

(29)

f. Horison Glosik

Horison Glosik terbentuk sebagai hasil degradasi suatu horison

argilik,kandik atau natrik dimana liat dan senyawa oksida besi

bebasnya telah dipindahkan.

g. Horison Gipsik

Horison Gipsik adalah suatu horison iluvial yang senyawa

gypsumsekundernya telah terakumulasi dalam jumlah yang nyata,

dimana tebalnya lebih dari 15 cm.

h. Horison Kalsik

Horison Kalsik merupakan horison iluvial mempunyai akumulasi

kalsium karbonat sekunder atau karbonat yang lain dalam jumlah

yang cukup nyata.

i. Horison Kandik

Horison Kandik memiliki sifat adanya gejala iluviasi liat, kandungan

liat tinggi dan KTK rendah (<6 cmol/kg).

j. Horison Kambik

Horison kambik adalah horison yang terbentuk sebagai hasil alterasi

secara fisik, transformasi secara kimia, atau pemindahan bahan, atau

merupakan hasil kombinasi dari dua atau lebih proses-proses tersebut.

k. Horison Natrik

Horison Natrik adalah horison iluvial yang banyak mengandung

natrium, memiliki struktur prismatik atau tiang, lebih 15% KTK

(30)

l. Horison Orstein

Horison Orstein tersusun dari bahan spodik, berada didalam suatu

lapisan yang 50% atau lebih (volumenya) tersementasi dan

memiliki ketebalan 25 cm atau lebih

m. Horison Oksik

Horison Oksik merupakan horison bawah permukaan yang tidak

memiliki sifat -sifat tanah andik dan KTK rendah (< 6 cmol/kg)

n. Horison Petrokalsik

Horison Petrokalsik merupakan suatu horison iluvial dimana kalsium

karbonat sekunder atau senyawa karbonat lainnya telah terakumulasi

mencapai tingkat, seluruh horison tersebut, tersementasi atau

mengeras.

o. Horison Petrogipsik

Horison Petrogipsik merupakan suatu horison iluvial dengan

ketebalan 10cm ataulebih dimana gypsum sekundernya telah

terakumulasi mencapai tingkat,seluruh horison tersebut, tersementasi

atau mengeras.

p. Horison Placik

Horison Placik adalah suatu padas tipis yang berwarna hitam sampai

merah gelap, yang tersementasi oleh senyawa besi serta bahan

organik.

q. Horison Salik

Horison Salik mempunyai ketebalan 15 cm atau lebih dan banyak

(31)

r. Horison Sombrik

Horison Sombrik berwarna gelap, mempunyai sifat-sifat seperti

epipedon umbrik dengan mengandung iluviasi humus yang

berasosiasi dengan Al atau yang terdispersi dengan natrium.

s. Horison Spodik

Horison Spodik adalah suatu lapisan iluvial yang tersusun 85% atau

lebih dari bahan spodik.

2.1.4 Tata Nama Taksonomi Tanah Kategori Tinggi

Horison penciri adalah horison illuviasi (liat, besi, humus), horizon

permukaan yang tebal dan berwarna gelap, lapisan ―pan‖ yang

mempengaruhi perakaran dan pergerakan air dalam tanah dan horison

anthropic yang terbentuk pada tanah-tanah yang digarap.

Faktor-faktor di luar horison penciri yang digunakan sebagai

pembatas bila horison tidak relevant antara lain adalah : self mulching,

warna merah dan coklat tua pada tanah-tanah dari batuan basa, perbedaan

kejenuhan basa yang besar, sifat pengerasan irreversible, bentuk-bentuk

lidah horison eluviasi pada horison illuviasi dan suhu yang rendah.

Tiap-tiap great group mempunyai horison penciri atau faktor-faktor penentu lain

yang jenis dan sifatnya sama.

2.1.4.1 Ordo Tanah

a. Gelisol

(32)

bahan-b. Histosol

Tanah yang tidak mempunyai sifat- sifat tanah andik pada 60% atau

lebih ketebalan diantara permukaan tanah dan kedalaman 60 cm.

c. Spodosol

Tanah lain yang memiliki horison spodik, albik pada 50% atau lebih

dari setiap pedon, dan regim suhu cryik.

d. Andisol

Ordo tanah yang mempunyai sifat- sifat andik pada 60% atau lebih dari

ketebalannya.

e. Oksisol

Tanah lain yang memiliki horison oksik (tanpa horison kandik) yang

mempunyai batas atas didalam 150 cm dari permukaan tanah mineral

dan kandungan liat sebesar 40% atau lebih dalam fraksi tanah.

f. Vertisol

Tanah yang memiliki satu lapisan setebal 35 cm atau lebih, dengan

batas atas didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, yang

memiliki bidang kilir atau ped berbentuk baji dan rata- rata kandungan

liat dalam fraksi tanah halus sebesar 30% atau lebih.

g. Aridisol

Tanah yang mempunyai regim kelembaban tanah aridik dan epipedon

okrik dan antropik atau horison salik dan jenuh air pada satu lapisan

atau lebih di dalam 100 cm dari permukaan tanah selama satu bulan

(33)

h. Ultisol

Tanah lain yang memiliki horison argilik atau kandik, tetapi tanp

fragipan dan kejenuhan basa sebesar kurang dari 35% pada kedalaman

180 cm.

i. Mollisol

Tanah lain yang memiliki epipedon mollik dan kejenuhan basa sebesar

50% atau lebih pada keseluruhan horison.

j. Alfisol

Tanah yang tidak memiliki epipedon plagen dan memiliki horison

argilik, kandik, natrik atau fragipan yang mempunyai lapisan liat tipis

setebal 1 mm atau lebih di beberapa bagian.

k. Inceptisol

Tanah yang mempunyai sifat penciri horison kambik, epipedon plagen,

umbrik, mollik serta regim suhu cryik atau gelic dan tidak terdapat

bahan sulfidik didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral.

l. Entisol

Tanah yang memiliki epipedon okrik, histik atau albik tetapi tidak ada

horison penciri lain.

2.1.4.2 Sub Ordo Tanah

Nama sub - ordo terdiri dari 2 suku kata. Suku kata pertama

menunjukkan sifat dari sub - order sendiri, sedangkan suku kata kedua

menunjukkan nama dari order yang bersangkutan. Sebagai contoh

(34)

tersebutdiberi nama Aquent yang berasal dari suku kata aqu (aqua = air)

dan ent (order Entisol).

Beberapa suku kata yang dipergunakan untuk penamaan sub-order

serta arti masing-masing kata asalnya tercantum pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Tabel nama SubOrdo Tanah

Formative Element Berasal dari kata Arti Maksud

Alb albu, white Terdapat horison albic

And modified from Ando Seperti Ando

Aqu aqua, water Selalu basah

Ar arare, to plow

Horison campuran (mixed

horison)

Arg

dari argillic, horison

argillic, white clay

Ditemukan horison argillic

Dingin

Ferr ferrum, iron Terdapat besi

Fibr fibra, fiber

Sedikit sekali yang

Terdekomosisi

Fluv fluvius, river Dataran banjir

(35)

Hum humus, earth Terdapat bahan organik

Lept leptos, thin Horison tipis

Ochr ochros, pale Terdapat epipedon ochric

Orth orthos, true Yang biasa terdapat

Plagh plaggen, sod Terdapat epipedon plaggen

Psamm psammos, sand Bertesktur pasir

Rend

modified from

Rendzina

Seperti Rendzina

Sapr sapros, rotten Tingkat dekomposisi lanjut

Torr torridus, hot and dry Biasanya kering

Trop tropikos, of the solstice Terus-menerus panas (warn)

Ud udus, humid Terdapat di daerah humid

Umbr umbra, shade Terdapat epipedon umbric

Ust ustus, burn Di daerah beriklim kering

(36)

2.1.4.3 Great Group Tanah

Nama great terdiri dari 3 suku kata atau lebih dan tanpa akhiran

sol. Dua suku kata terakhir merupakan nama sub order, sedang suku kata

yang di depannya menunjukkan faktor yang mencirikan great group

tersebut.Contoh: sub-order Aquent yang terdapat di daerah dingin, maka

nama dalam quat great group adalah Cryquent (kryos = dingin).

Beberapa sukukata yang dipergunakan dalam penaman great group

tertera pada tabel 2.2

Tabel 2.2 Tabel penamaan Great Group

Formative element Berasal dari kata Arti Maksud

Acr Akros,at the end Pelapukan sangat lanjut

Agr Ager, field Terdapat horison agrik

Alb Albus, white Terdapat horison albik

And Modifikasi dari ando Seperti ando

Anthr Anthrospos, man Terdapat epipedon

Aqu Aqua, water Selalu basah

Arg

Argilic horison Argilia,

white clay

Terdapat horison argilic

Terdapat horison argilic

Cacl Calcic,lime Terdapat horison calcic

Camb Cambiare, to excange Terdapat horison cambic

Chrom Chroma, color Dengan chroma tinggi

Cry Kryos. Coldness Cold (dingin)

(37)

Dystr dys Dystropic, infertile Kejenuhan basa rendah

Eutr, eu Eutrophic, fertile Kejenuhan basa tinggi

Ferr Ferrum, iron Terdapat Fe

Frag Fragilis, britlle Terdapat fragipan

Gragloss Compuan of frag an gloss (liat frag and gloss)

Gibbs Modifikasi gibsite Terdapat gibsit

Gloss Glossa tongue Lidah horison elluviasi

Hal Hals, salt Bergaram

Hapl Haplous, simple Minuman horison

Hum Humus, earth Terdapat humus

Hydr Hydor, water Terdapat air

Luo, lu Louo, to was Terdapat illuviasi

Nadur

Terdiri dari na(tr) di

bawah dan dur di atas

Lihat nart dan dur

Nart Natrium, sodium Terdapat horison natric

Ochr Ochros, pale Terdapat epipedon ochric

Pale Paleos, old Perkembangan lanjut

Pell Pellos, dusky Chroma rendah

Plac Plax, flat stone Terdapat plinthite

Quats Quars, quats Kandungan kwarsa tinggi

(38)

2.1.4.4 Klasifikasi Tanah Horison

Nama Horison terdiri dari 2 suku kata. Suku kata pertama

menunjukkan sifat dari sub - horison sendiri, sedangkan suku kata kedua

menunjukkan nama dari order yang bersangkutan. Sebagai contoh

misalnya tanah order Entisol yang mengalami gleisasi berat maka tanah

tersebutdiberi nama Aquent yang berasal dari suku kata aqu (aqua = air)

dan ent (horison Entisol).

Untuk mennentukan horizon tanah digunakann parameter yang di

jelaskan pada tabel dibawah ini :

Sider Sideros, iron Terdapat oksida besibebas

Sombr Sombre, dark Horison berwarna gelap

Spagno Spaghnos, bog Terdapat sphagnum moss

Torr Terrindus hot and dry Biasanya kering

Trop Tropikos, of the solstice Terus menerus panas

Ud Udus, humid Terdapat di daerah humid

Umbr Umbra, shade Terdapat epipedon umbric

Ust Ustus, burnt Iklim kering

Verm Vermes, worm

Banyak cacing/dicampur

aduk oleh binatang

Vitr Vitrum, glass Terdapat glasson salic

(39)

Endopedon Kedalaman

Tabel 2.3 Tabel parameter klasifikasi horizon Endopedon

Epipedon Kedalaman

Tabel 2.4 Tabel parameter klasifikasi horizon Epipedon

2.1.4.5 Karakteristik Lain

Karakteristik lain mempunyai parameter perhitungan suhu dimana aturan

yang digunakan adalah nilai celcius yang di jelaskan pada tabel dibawah ini :

Rezim Kelembaban Tanah Nilai Celcius (°c)

Aquic 1-4 °c

Xeric 5-22 °c

Ustic 23-29 °c

(40)

Rezim Suhu Tanah Nilai Celcius (°c)

Isofigin 5-8 °c

Isotermic 15-21 °c

Isohyperthermic 22-32 °c

Tabel 2.6 Tabel parameter rezim suhu tanah

2.2 Dasar Teori Sistem Pakar

2.2.1 Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan atau yang lebih dikenal dengan AI (Artificial

Inteligence) adalah suatu ilmu yang mempelajari cara membuat komputer

melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh manusia. (Minsky, 1989).

Definisi lain diungkapkan oleh H. A. Simon (1987). Kecerdasan buatan

(Artificial Inteligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan

intruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan

sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.

Rich and Knight (1991) mendefinisikan Kecerdasan buatan sebagai

sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal

yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.

Sementara ensiklopedia Britannica mendefinisikan Kecerdasan

buatan sebagai cabang dari ilmu komputer yang dalam

mempresentasikanpengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk

simbol-simbol dari pada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan

(41)

2.2.2 Metode Forward Chaining

Metode Forward Chaining adalah suatu metode pengambilan

keputusan yang umum digunakan dalam sistem pakar. Proses pencarian

dengan metode Forward Chaining berangkat dari kiri ke kanan, yaitu dari

premis menuju kepada kesimpulan akhir, metode ini sering disebut data

driven yaitu pencarian dikendalikan oleh data yang diberikan.

Aktivitas sistem dilakukan berdasarkan siklus

mengenal-beraksi.Mula-mula, sistem mencari semua aturan yang kondisinya terdapat di

memori kerja, kemudian memilih salah satunya dan menjalankan aksi yang

bersesuaian dengan aturan tersebut. Pemilihan aturan yang akan dijalankan

berdasarkan strategi tetap yang disebut strategi penyelesain konflik. Aksi

tersebut menghasilkan memori kerja baru dan siklus diulangi lagi sampai

tidak ada aturan yang dapat dipicu, atau tujuan yang dikehendaki sudah

terpenuhi.

2.3 Sistem Pakar

2.3.1 Definisi Sistem Pakar (Expert System)

System pakar adalah salah satu cabang AI yang membuat

penggunaan secara luas knowledge yang khusus untuk penyelesaian masalah

tingkat manusia yang pakar. Seorang pakar adalah orang yang mempunyai

knowledge atau kemampuan khusus yang orang lain tidak mengetahui atau

mampu dalam bidang yang dimilikinya. Ketika system pakar dikembangkan

pertama kali pada tahun 70-an system pakar hanya berisi knowledge yang

(42)

system pakar itu. Teknologi sistm pakar ini meliputi bahasa sistem pakar,

program dan perangkat keras yang dirancang untuk membantu

pengembangan dan pembuatan system pakar (Arhami, 2005).

Sistem pakar dapat berarti pula suatu sistem yang bekerja atau

beroperasi seperti otak manusia. System ini dapat mengambil keputusan

layaknya seoang pakar yang mengambil keputusan.sistem ini bekerja dengan

langkah-langkah krja sebagai berikut:

a. Akusisi pengetahuan

b. Mengidentifikasikan object-atribute value

c. Penetapan basis pengetahuan

d. Perancangan basis data

e. Formulasi system pakar

f. Perancangan dan pengembangan perangkat lunak

g. Uji validasi sistem.

2.3.2 Konsep Dasar Sistem Pakar

Adapaun konsep dasar Sistm Pakar adalah sebagai berikut:

a. Keahlian (expertise)

b. Pakar (expert)

c. Pengalihan keahlian (transferring expertise)

d. Infernsi (inferencing)

e. Aturan (rules)

(43)

2.3.3 Tujuan Sistem Pakar

Tujuan utama sistem pakar adalah meniru kemampuan seseoarang

beberapa pakar dalam bidang-bidang pengetahuan tertentu untuk

memecahkan masalah dalam bidangnya. Misalnya sistem pakar dalam

bidang pertanian untuk masalah hama tanaman, dapat meniru kemampuan

seseorang insinyur pertanian untuk menganalisa suatu hama tanaman.

2.3.4 Cara Kerja Sistem Pakar

Pada umumnya cara kerja sistem pakar adalah sebagai berikut:

a. User Interface

User Interface adalah bagian penghubung antara program system pakar

dengan pemakai. Pada bagian ini terjadi dialog antara pemakai dengan

program yang dibuat. Program akan mengajukan pertanyaan berbentuk

“ ya atau tidak “ (yes or no question) atau berbentu menu pilihan dan

juga akan menarik suatu kesimpulan dai hasil jawaban yang diberikan

oleh pemakai atas setiap setiap pertanyaan yang diberikan system pakar.

b. Mesin Inferensi

Mesin inferensi adalah bagian dari system pakar yang mendeduksi fakta

fakta baru dari fakta fakta yang telah ada dengan menggunakan kaidah

kaidah yang ada. Proses deduksi ini menyangkut perjodohan dan

unifikasi, disamping itu mesin inferensi juga mengontrol aliran tahapan

inferensi. Dalam pengontrolan ini mesin inferensi menentukan kaidah

(44)

Mesin inferensi / mengambil fakta yang ada dari basi kaidah atau basis

data statis dan memori yang bekerja/ basis data dinamis kemudian

menggunakan untuk menguji kaidah kaidah selama proses unifikasi.

Kaidah kaidah sukses maka kaidah tersebut ditambahkan ke memori

yang bekerja.

c. Basis pengetahuan

Basis pengetahuan merupakan inti program system pakar dimana

pengetahuan ini merupakan representasi pengetahuan dari sorang pakar.

Basis pengetahuan tersusun atas fakta yang berupa informasi tntang

obyek dan kaidah yang merupakan informasi tentang cara bagaimana

membangkitkan fakta baru dai fakta yang sudah diketahui.

2.3.5 Ciri-cir i Sistem Pakar

Pada umumnya ciri ciri dari system pakar adalah bersifat (Kusrini, 2006):

a. Terbatas pada bidang yang spesifik.

b. Dapat memberikan penalaran untuk memberikan data data yang tidak

lengkap atau pasti.

c. Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikannya dengan cara

yang dapat dipahami.

d. Berdasar pada rule atau kaidah tertentu.

e. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.

f. Outpunya bersifat nasihat atau anjuran.

g. Outputnya tergantung dari dialog dengan user.

(45)

2.3.6 Kategori Sistem Pakar

Secara umum klasifikasi atau kategori system pakar yaitu (kusrini, 2006):

a. Interpretasi, yaitu membuat kesimpulan atau deskripsi dari

sekumpulan data mentah.

b. Pridiksi, yaitumemproyeksikan akibat akibat yang dimungkinkan

dari siyuasi situasi tertentu

2.4 Visual Basic. Net

Microsoft Visual Basic .NET adalah sebuah alat untuk

mengembangkan dan membangun aplikasi yang bergerak di atas sistem

.NET Framework, dengan menggunakan bahasa BASIC. Dengan

menggunakan alat ini, para programmer dapat membangun aplikasi

Windows Forms, Aplikasi web berbasis ASP.NET, dan juga aplikasi

command-line. Alat ini dapat diperoleh secara terpisah dari beberapa

produk lainnya (seperti Microsoft Visual C++, Visual C#, atau Visual J#),

atau juga dapat diperoleh secara terpadu dalam Microsoft Visual Studio

.NET. Bahasa Visual Basic .NET sendiri menganut paradigma bahasa

pemrograman berorientasi objek yang dapat dilihat sebagai evolusi dari

Microsoft Visual Basic versi sebelumnya yang diimplementasikan di atas

.NET Framework. Peluncurannya mengundang kontroversi, mengingat

banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh Microsoft, dan versi baru ini

(46)

2.5 MySQL

MySQL dikembangkan oleh sebuah perusahaan Swedia bernama

MySQLAB, yang kala itu bernama TcX DataKonsult AB, sejak sekitar

1994–1995, meski cikal bakal kodenya bisa disebut sudah ada sejak 1979.

Tujuan mula-mula TcX membuat MySQL pada waktu itu juga memang

untuk mengembangkan aplikasi Website untuk client—TcX adalah

perusahaan pengembang software dan konsultan database. Kala itu

Michael Widenius, atau “Monty”, pengembang satu-satunya di TcX,

memiliki aplikasi UNIREG dan rutin ISAM yang dibuat sendiri dan sedang

mencari antarmuka SQL untuk ditempelkan di atasnya. Mula-mula TcX

memakai mSQL, atau “mini SQL”. Barangkali mSQL adalah satu-satunya

kode databaseopen source yang tersedia dan cukup sederhana saat itu,

meskipun sudah ada Postgres (juga akan dibahas sesaat lagi). Namun

ternyata, menurut Monty, mSQL tidaklah cukup cepat maupun fleksibel.

Versi pertama mSQL bahkan tidak memiliki indeks. Setelah mencoba

menghubungi David Hughes—pembuat mSQL—dan ternyata mengetahui

bahwa David tengah sibuk mengembangkan versi dua, maka keputusan

yang diambil Monty yaitu membuat sendiri mesin SQL yang

antarmukanya mirip dengan mSQL tapi memiliki kemampuan yang lebih

sesuai kebutuhan. Lahirlah MySQL.

2.5.1 Pengertian MYSQL

MySQL adalah sebuah sistem manajemen database yang saling

berhubungan. Sebuah hubungan database dari data yang tersimpan pada

(47)

sangat besar. Hal ini menambah kecepatan dan fleksibilitas. Tabel-tabel

tersebut dihubungkan oleh hubungan yang sudah didefinisikan

mengakibatkan akan memungkinkan untuk mengkombinasikan data dari

beberapa tabel sesuai dengan keperluan.

MySQL adalah ‘Open Source Software’. ‘Open Source’ maksudnya

program tersebut memungkinkan untuk dipakai dan dimodifikasi oleh

siapa saja. Semua orang bisa men-downloadMySQL dari Internet dan

memakainya tanpa membayar sepeser pun. Seseorang dapat mempelajari

‘Source Code‘ dan dapat mengubahnya sesuai dengan kebutuhan mereka.

MySQL menggunakan GPL (General Public License).

2.5.2 Kelebihan – kelebihan MySQL

Selain karena Open Source Program, MySQL juga memiliki

kelebihan-kelebihan yang tak kalah bagusnya dengan Database Server

lainnya, seperti SQLserver, Sybase bahkan Oracle. Kelebihan-kelebihan

itu antara lain :

1. Dapat bekerja di beberapa platform yang berbeda, seperti Linux,

Windows, MacOSdll.

2. Dapat dikoneksikan pada bahasa C, C++, Java, Perl, PHP dan Python.

3. Memiliki lebih banyak type data seperti : signed/unsigned integer

yang memiliki panjang data sebesar 1,2,3,4 dan 8 byte,

FLOAT,DOUBLE, CHAR, VARCHAR, TEXT, BLOB, DATE, TIME,

DATETIME, TIMESTAMP, YEAR, SET dan tipe ENUM.

(48)

),COUNT(DISTINCT), AVG ( ), STD ( ), SUM ( ), MAX ( ) AND MIN

( ) ).

5. Mendukung terhadap LEFT OUTHER JOIN dengan ANSI SQL dan

sintak ODBC.

6. Mendukung ODBCfor Windows 95 (dengan source program). Semua

fungsi ODBC 2.5 dan sebagainya. Sebagai contoh kita dapat

menggunakan Access untuk connect ke MySQLserver.

7. Menggunakn GNU automake, autoconf, dan LIBTOOL untuk

portabilitas.

8. Kita dapat menggabungkan beberapa tabel dari database yang

berbeda dalam query yang sama.

9. Ditulis dengan menggunakan bahasa C dan C++. Diuji oleh compiler

yang sangat jauh berbeda.

2.5.3 Konektivitas Visual Basic. Net dengan My SQL

Pembahasan mengenai MySQL secara khusus tidak akan dilakukan.

Sebab pada penulisan ini, penulis ingin memfokuskan penggunaan MySQL

melalui PHP. Dan untuk menjalankan perintah -perintah MySQL dari

dalam script PHP dibutuhkan fungsi koneksi tersendiri. Yaitu :

1. MySQL_connect (namaserver,username,password) perintah ini

digunakan untuk melakukan koneksi ke database server. Fungsi ini

menghasilkan suatu pengenal link (link identifier) yang digunakan

untuk perintah berikutnya.

2. MySQL_select_db printah ini digunakan untuk memilih database apa

(49)

BAB III

ANALISA DAN PERANCANGAN

3.1 Ana lisa Sistem

Setelah data terkumpul maka data tersebut belum berarti karena belum dapat disimpulkan dan data tersebut masih perlu diolah sehingga data tersebut dapat bermakna, sehingga hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan. Dari hasil analisa dibawah akan mengghailkan klasifikasi taksonomi tanah horizon (epipedon, endopedon, dan karakteristik lain).

3.1.1 Pener apa nMetode For war d Chaining

Program sistem pakar merupakan program dengan basis pengetahuan yang dinamis. Dengan kata lain, pengetahuan yang ada pada program ini harus dapat ditambah atau dapat diedit tanpa harus mengubah isi dari program secara keseluruhan. Dengan demikian, diperlukan pengetahuan yang diakuisisi menjadi basis pengetahuan dengan klasifikasi tanah.

(50)

tercapainya tujuan akhir yaitu ditemukannya nama dari tiga kategori tinggi yang cocok untuk sebuah tanah yang dikonsultasikan. Cara pelacakan diawali dengan pengkodean dari kombinasi fakta-fakta penciri yang dimasukkan. Proses pencocokan kode masukan terhadap kaidah yang juga sudah dikodekan terus berlangsung sampai pada akhirnya ada kesesuaian kombinasi masukan dengan kombinasi kode suatu kaidah. Bilatercapai kesesuaian maka kaidah tersebut akan memanggil kesimpulan berkode tertentu, untuk menyelesaikan tanggapan terhadap fakta penciri yang di masukkan. Masukan tanggapan itulah yang merupakan output dari sistem.

3.2 Perancangan Sistem

Sistem ini secara umum berfungi untuk analisa klasifikasi taksonomi horizon tanah sehingga pakar tanah denga mudah melakukan klasifikasi taksonomi tanah. Sistem ini akan diamati menggunakan aplikasi desktop yang kemudian akan disimpan dalam data base (servr), dianalisa dan dirancang serangkain aksi sebagai solusi atas permasalahan yang terjaddi pada system, yang akan menjadi informasi bagi peneliti, pakar tanah.

3.2.1 Diagr am Alir

(51)

Gambar 3.1 diagr am alir aplikasi klasifikasi taksonomi tanah

Flowchart sistem merupakan cara menampilkan pola aliran suatu sistem dan bagaimana sebuah keputusan dibuat untuk mengontrol suatu tindakan dalam sistem tersebut. Beberapa simbol digunakan untuk mewakili tindakan tersebut. Mereka terhubung bersama-sama untuk menunjukkan apa yang terjadi pada data dan kemana arah sebuah sistem.

(52)

Berikut adalah sysflow dari Sistem Klasifikasi Horison, dimana sysflow tersebut menjelaskan alur sistem pada dimensi Waktu. Pada deskripsi kebutuhan sistem akan dijelaskan tentang masukan dan keluaran sistem yang ada serta pembagian pengguna dari sistem, termasuk akses – akses yang diperlukan oleh masing - masing level pengguna.

(53)

Dalam pembuatan suatu sistem terlebih dahulu dilakukan suatu perancangan tentang sistem yang akan dibuat. Hal ini dilakukan sebagai pedoman didalam pembuatan sistem yang sebenarnya nantinya. Pada proses analisa horizon tanah diperlukaan empat parameter yang berfungsi untuk menentukan nama klasifikasi horison. Parameter yang dipergunakan meliputi kedalaman (cm), C organic (%), P tersedia (ppm), total liat (%). Pola rumusan yang dipergunakan dalam system klasifikasi horison bermula ketika inputan data kandungan tanah memenuhi beberapa unsure penamaan horison, maka sistem akan memprosentasekan kandungan unsure sesuai dengan parameter yang dipergunakan hingga menghasilkan nama klasifikasi horison yang paling dominan. 3.2.2 Perancangan Dependency Diagram

(54)

(55)
(56)

3.2.3 Per ancangan Rule Base ( Aturan gae mlakkune IF ELSE ng koding)

Pada pengembangan rule base telah direpresentasikan dalam bentuk block diagram yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk list aturan (rule), yaitu struktur sistem pakar. Rule pada dasarnya terdiri dari dua bagian pokok yaitu : bagian premis IF (premis atau kondisi) dan bagian then (konklusi atau kesimpulan).

Pemilihan representasi pengetahuan dengan rule base didasarkan alasan sebagai berikut: a.Pengembangan sistem pakar menggunakan rule base.

b.Rule base dapat dengan mudah dilakukan perubahan seperti penambahan, penghapusan, dan perubahan rule.

Rule Rezim Kelembaba b Tanah

Rule 1: IF ><Nilai Celcius = 1 – 4 °C Then ><adalah = AQUIC. Rule 2: IF ><Nilai Celcius = 5 – 22 °C Then ><adalah = XERIC. Rule 3: IF ><Nilai Celcius = 23 – 29 °C Then ><adalah = USTIC. Rule Rezim Suhu Tana h

(57)

Rule 2: IF ><Nilai Celcius = 15 - 21 °C. Then >< adalah= ISOTERMIC. Rule 3: IF >< Nila i Celcius = 22 - 32 °C.

Then ><adalah = ISOHYPERTERMIC. Rule Endopedon

Rule 1: IF ><Kedalama n = 40 – 47 cm. And ><C-or ganik = 1 -8 %. And ><P-ter sedia = 10 -47 % And ><Total Liat = 10 – 30 %. Then ><adalah = Agik.

Rule 2: IF ><Kedalama n = 50 -100 cm. And ><C-or ganik = 1 - 5%. And ><P-ter sedia = 10 -40 % And ><Total Liat = 15 - 40 %. Then ><adalah = Argilik.

Rule 3: IF ><Kedalama n = 20 -50 cm. And ><C-or ganik = 1- 6 %. And ><P-ter sedia = 8 -100 % And ><Total Liat = 15 -30 %. Then ><adalah = Cambik. Rule Epipedon

(58)

And ><C-or ganik = 0 - 7 %. And ><P-ter sedia = 200 - 300 % And ><Total Liat = 12 - 25 %. Then ><adalah = Antropic.

Rule 2: IF ><Kedalama n = 20 - 50 cm. And ><C-or ganik = 0 – 8 %. And ><P-ter sedia = 0 – 83 % And ><Total Liat = 15 - 25 %. Then ><adalah = Histc.

Rule 3: IF ><Kedalama n = 0 - 30 cm. And ><C-or ganik = 0 - 6 %. And ><P-ter sedia = 0 - 26 % And ><Total Liat = 11 - 17 %. Then ><adalah = Mollic.

3.2.4 Konteks Diagr am

(59)

1) Admin

Admin bertugas untuk mengelola data dan pengaturan sistem. Pengolahan data dapat berupa penambahan data, pengubahan data, serta penghapusan data. Admin dapat pula melihat hasil analisa klasifikasi tanah yang merupakan output dari sistem. 2) User

Disini user hanya dapat melakukan konsultasi dengan cara memasukkan data ciri dari tiap klasifikasi tanah epipedon, endopedon, karakteristik lain dan setelah itu dapat melihat hasil dari tiap jenis klasifikasi tanah epipedon, endopedon, karakteristik lain.

Gambar 3.5 Konteks Diagram

(60)

Gambar 3.6 DFD level 0

data login admin data login user

(61)

3.2.5 DFD Level 0Klasifikasitanah 1) Login Admin

Proses login admin digunakan untuk membandingkan user name dan password yang admin inputkan dengan user name dan password yang tersimpan di Data User.

2) Input Data Lokasi

Proses ini digunakan untuk menyimpan inputan data lokasi yang dilakukan oleh admin, ke dalam Data Lokasi

3) Input Profil dan Horison

Proses ini digunakan untuk menyimpan inputan data profil dan horison yang dilakukan oleh admin, ke dalam Data Profil dan Horison. Proses ini membutuhkan Data Lokasi, sebagai acuan tempat dimana lokasi tanah akan dianalisa klasifikasinya.

4) Analisa Klasifikasi Tanah

Proses ini digunakan untuk melakukan analisa klasifikasi tanah berdasarkan Data Profil dan Horison serta Data Klasifikasi Tanah yang telah tersimpan. Proses ini akan mengahasilkan output berupa Hasil Analisa Klasifikasi Tanah untuk dapat dilihat atau diakses oleh admin dan user.

5) Input Data Klasifikasi Tanah

Proses ini digunakan untuk menyimpan inputan data klasifikasi tanah yang dilakukan oleh admin ke dalam Data Klasifikasi Tanah.

6) Input Horison

(62)

7) Analisa Klasifikasi Tanah

Poses ini digunnakan untuk melakukan analisa klasifikasi tanah berdasarkan Dta Horison serta Data KlassifikasiTanah yang telah tersipan.

8) Input data Resim Suhu Tanah

Proses ini digunakan untuk menyimpan inputan data kelembaban tanah. 9) Input Data Kelembaban Tanah

Proses ini digunakan untuk menyimpan inpiutan data kelembaban tanah. 10)Proses Keterangan Tambahan

Proses ini digunakan untuk mendapatkan tambahan keterangan tambahan berupa resim suhu tanh dan kelemmbaban tanah berdasarkan Data Horison serta data resim suhu tanah dan data lembaban tanah.

11)Laporan Klasifikasi Tanah

Proses ini digunakan untuk mendapatkan laporan analisa klasifikasi tanah berdasarkam data analisa klasifikasi tanah serta data hasil keterangan tambahan.

3.3 Perancangan Database

(63)

3.3.1 CDM (Conseptual Data Model)

CDM singkatan dari Conseptual Data Model. CDM dipakai untuk menggambarkan secara detail struktur basis data dalam bentuk logik. Struktur ini independen terhadap semua software maupun struktur data storage tertentu yang digunakan dalam aplikasi ini. CDM terdiri dari objek yang tidak diimplementasikan secara langsung kedalam basis data yang sesungguhnya.

PDM kependekan dari Physical Data Model. PDM merupakan gambaran secara detail basis data dalam bentuk fisik. Penggambaran rancangan PDM memperlihatkan struktur penyimpanan data yang benar pada basis data yang digunakan sesungguhnya. Berikut Adalah Conceptual Data Model dari sistem ini:

M em i l i ki Hori son

Anal i sa Kl asi fi kasi T anah M e m punyai Kl asi fi kasi

Anal i sa Resi m Suhu T anah

Anal i sa Kej e nuhan Basah User Identi fi e r_1 <pi >

Kl asi fi kasi T anah i d_kl asi fi kasi _tanah

nam a_kl asi fi kasi _tanah kedal am an_m i n Identi fi er_1 <p i >

Profi l

ni l ai _resi m _suhu_tanah ni l ai _kej enuhan_basah

(64)

Pada CDM dijelaskan ada beberapa tabel yang berisi entitas pendukung terbentuknya sebuah database dimana entitas itu terdiri dari tabel Admin, tabel Kategori tinggi,dan tabel User. Tabel- tabel itu berisi entitas yang mendukung sehingga data dapat tersimpan di database.Setalah CDM ini terbentuk maka selanjutnya data tersebut di generate ke PDM untuk selanjutnya akanmenjadi database sistem ini.

3.3.2 Physica l Data Model

(65)

Gambar 3.8 Physical Data Model

3.4 Per ancangan Pr ogr am

Setelah melakukan rekayasa pengetahuan, perancangan data,maka selanjutnya akan dilakukan perancangan aplikasi dimana aplikasi sistem klasifikasi tanah ini sebenarnya merupakan program dengan serangkaian menu pilihan. Menu pilihan terdiri dari menu beranda, menu data, menu profil tanah, menu tentang kami dan beberapa sub menu pilihan. Adapun cara kerja aplikasi sistem klasifikasi tanah ini adalah sebagai berikut: a. Pengguna diminta untuk melakukan login sebagai admin atau user dengan

memasukkan nama dan password sesuai status pengguna. User

Resi m Kel embaban T anah id_kelembaban Anal isa Kl asi fikasi T anah

(66)

b. Apabila pengguna merupakan seorang admin maka dapat mengelola keseluruhan menu dalam aplikasi yang dijalankan.

c. Apabila pengguna merupakan seorang user, maka hanya dapat melihat kumpulan output analisa klasifikasi tanah yang pernah dilakukan, dan melihat profil perancangan aplikasi.

d. Seorang admin dapat melakukan proses input, update dan delete sistem sesuai perkembangan data yang diperoleh dari lapangan.Lalu menganalisa sesuai dengan kadar permeabilitas yang telah ditentukan sebagai penciri paling dominan di tiap unsure jenis tanah.

Dalam perancangan sebuah aplikasi diperlukan konsep mengenai tampilan, yang didalamnya terdapat berbagai macam menu yang diperlukan sebagai media untuk menjalankan program. Dibawah ini merupakan rancangan form tampilan utama yang diharapkan dapat terealisasi dalam aplikasi yang kami kerjakan.

1. Form Menu Uta ma

Di bawah ini merupakan penjelasan mengenai isi dari form tersebut:

a. Beranda, pada menu ini berisi sub menu login, log out, dan keluar. Fungsi sub menu log out digunakan untuk keluar dan melakukan login ulang tanpa menutup aplikasi, sedangkan sub menu keluar digunakan untuk menutup aplikasi sekaligus keluar dari sistem.

Gambar

Tabel 2.1 Tabel nama SubOrdo Tanah
Tabel 2.2 Tabel penamaan Great Group
Tabel 2.3 Tabel parameter klasifikasi horizon Endopedon
Tabel 2.6 Tabel parameter rezim suhu tanah
+7

Referensi

Dokumen terkait

- Tidak termasuk Aquic Humudept, karena tidak memiliki deplesi redoks berkroma 2 atau kurang pada satu horison atau lebih di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral serta

Proses maintenance data sub unsur kredit poin ini digunakan untuk melakukan manipulasi terhadap data sub unsur kredit poin yang tersimpan dalam database.. Seperti yang

Dari hasil pengujian ini didapatkan bahwa data-data yang dibutuhkan untuk melakukan proses klaim telah tersimpan dengan baik yang meliputi data mengenai nama kapal, jenis

Sistem yang dirancang dapat digunakan untuk mengelola data master, mengelola data tanah, melakukan transaksi tanah, melakukan pencarian pada data tanah, dan menghasilkan

Administrator melakukan proses input data Kurikulum, SAP, dan Silabus yang nantinya akan tersimpan ke dalam tabel Kurikulum. i.) Proses 8 (Data Kurikulum, SAP, dan SIlabus)..

Adapun struktur data dari da pengukuran tanah yaitu NIB, kod tanah, dan riwayat tanah yang aka form ini terdapat proses tambah d simpan data, batal dan juga hapus

Sistem klasifikasi tanah ini memiliki keistimewaan terutama dalam hal penamaan atau tata nama, definisi-definisi horison penciri, dan beberapa sifat penciri lain

Penelitian tahap kedua merupakan proses pembuatan sistem akuisisi data kadar nitrogen tanah yang terdiri dari sensor infra merah dan peraga/perekam berdasarkan