• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA 2021"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

1

MAKALAH

PENDIDIKAN AGAMA

“Tauhid Sebagai Inti Ajaran Islam dan Pandangan Hidup Muslim”

Oleh:

Kelompok : 2

Anggota Kelompok : 1. Ricky Ferdiansyah ( 2101025273)

2. Sifa Damayanti Tinambunan (2101025191) 3. Zulfa Della Affifah (2101025109)

Dosen Pengampu : Amirullah, S.Pd.I., M.A.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

2021

(2)

2 KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Tauhid Sebagai Inti Ajaran Islam dan Pandangan Hidup Muslim.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan segala kekurangan dalam makalah ini kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Tauhid Sebagai Inti Ajaran Islam dan Pandangan Hidup Muslim dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Jakarta, 01 Oktober 2021 Penulis

(3)

3 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ... 3

PEMBAHASAN ... 4

A. Sistematika Ajaran Islam ... 4

B. Inti Akidah Islam... 7

C. Tauhid Sebagai Pandangan-Hidup dan Asas Peradaban ... 10

D. Fungsi Manusia dalam Paradigma Tauhid ... 12

a. Pengertian Tauhid ... 12

b. Tauhid sebagai pembentuk kepribadian ... 13

KESIMPULAN ... 15

SARAN ... 15

MASUKAN ... 15

DAFTAR PUSTAKA ... 16

(4)

4 BAB

PEMBAHASAN

A. Sistematika Ajaran Islam

Islam pada hakikatnya adalah aturan atau undang-undang Allah yang terdapat dalam kitab Allah dan sunnah rasulnya yang meliputi perintah dan larangan-larangan serta petunjuk-petunjuk supaya menjadi pedoman hidup dan kehidupan umat manusia guna kebahagiaannya di dunia dan akhirat.

Dengan demikian, maka secara umum aturan itu meliputi tiga hal pokok yaitu aqidah, syariah dan akhlak. Bahkan sebagian ahli mencoba membaginya ke dalam dua hal yaitu aqidah dan syariah dengan memasukkan akhlak ke dalam bidang syariah. Walaupun demikian, kita perlu juga lebih mendalam memahami ketiga bagian tersebut yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ketiga pokok ajaran Islam yang sudah disebutkan di atas.1

1. Aqidah

Aqidah adalah sistem keyakinan yang mendasari seluruh aktivitas muslim.

Ajaran Islam berisikan tentang apa saja yang mesti dipercayai, diyakini, dan diimani oleh setiap muslim. Karena agama Islam bersumber kepada kepercayaan dan keimanan kepada Allah swt, maka aqidah merupakan sistem kepercayaaan yang mengikat manusia kepada Islam.

Seorang manusia disebut muslim jika dengan penuh kesadaran dan ketulusan bersedia terikat dengan sistem kepercayaan Islam. Karena itu, aqidah merupakan ikatan dan simpul dasar dalam Islam yang pertama dan utama. Aqidah dibangun atas 6 dasar keimanan yang lazim disebut Rukun Iman. Rukun iman meliputi: iman kepada Allah swt, para malaikat, kitab – kitab, para Rasul, hari akhir, dan Qodlo dan Qodar.

1http://www.mearindo.com/2021/06/sistematika-sumber-dasar-dan-pokok-ajaran-islam.html (diakses 01 Oktober 2021)

(5)

5 Allah berfirman dalam QS.An-Nisa‟, ayat 136 yang artinya “ Wahai orang yang beriman, tetaplah beriman kepaada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang diturunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, Rasul-Nya, hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh- jauhnya”.

Berdasarkan 6 fondasi tersebut, maka keterikatan setiap muslim yang semestinya ada pada jiwa setiap muslim adalah: Meyakini bahwa Islam adalah agama yang terakhir, mengandung syariat yang menyempurnakan syariat-syariat yang diturunkan Allah sebelumnya. Meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar di sisi Allah. Islam datang dengan membawa kebenarana yang bersifat absolute guna menjadi pedoman hidup dan kehidupan manusia selaras dengan fitrahnya. Meyakini bahwa Islam adalah agama yang universal serta berlaku untuk semua manusioa dalam segala lapisan masyarakat dan sesuai dengasn tuntutan budaya manusia.2

2. Syari’ah

Komponen Islam yang kedua adalah syari‟ah yang berisi peraturan dan perundang- undangan yang mengatur aktifitas yang seharusnya dikerjakan manusia. Syari‟at adalah sistem nilai yang merupakan inti ajaran Islam.

Syari‟ah aatau sistem nilai Islam yang diciptakan oleh Allah sendiri.

Dalam kaitan ini, Allah disebut Syaari atau pencipta hukum.

Sistem nilai Islam secara umum meliputi 2 bidang: Syari‟at yang mengatur hubungan manusia secara vertikal dengan Allah (ibadah mahdah / khusus).

Disebut ibadah mahdah karena sifatnya yang khas dan sudah ditentukan secara pasti oleh Allah dan dicontohkan secara rinci oleh Allah. Dalam konteks ini, syari‟at berisikan ketentuan tentang tata cara peribadatan manusia kepada Allah, seperti kewajiban shalat, puasa, zakat, haji.

2 Djoko Santosa, Modul Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional Sekolah Tinggi Pertahanan Nasional, 2019) hlm. 24.

(6)

6 Syari‟at yang mengatur hubungan manusia secara horizontal dengan sesama dan makhluk lainnya (mu’amalah).

Mu‟amalah meliputi ketentuan perundang- undangan yang mengatur segala aktivitas hidup manusia dalam pergaulan dengan sesamanya dan alam sekitarnya. Adanya sistem mu‟amalah ini membuktikan bahwa Islam tidak meninggalkan urusan dunia, bahkan tidak pula melakukan pemisahan terhadap persoalan dunia maupuu akhirat. Bagi Islam, ibadah yang diwajibkan Allah atas hambanya bukan sekedar bersifat formal belaka, melainkan disuruhnya agar semua aktivitas hidup dijalankan manusia hendaknya bernilai ibadah. Ajaran ini sesuai dengan ajaran Islam tentang tujuan diciptakannya manusia supaya beribadah.

Allah berfirman dalam QS. Az-Zarariyat, ayat 56 “Dan tiadalah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali supaya beribadah kepada- Ku”.

Hubungan horizontal ini disebut pula dengan ibadah gairu mahdah / umum karena sifatnya umum, di mana Allah atau Rasul-Nya tidak memerinci macam dan jenis perilakunya, tetapi hanya memberikan prinsip dasarnya saja.

3. Akhlaq

Akhlaq merupakan komponen dasar Islam yang ketiga yang berisi ajaran tentang perilaku atau sopan santun. Akhlaq maupun syari‟ah pada dasarnya membahas perilaku manusia, tetapi yang berbeda di antaranya adalah obyek materia.

Syari‟ah melihat perbuatan manusia darin segi hukum yaitu: wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. Sedangkan aklaq melihat perbuatan manusia dari segi nilai / etika, yaitu perbuatan baik ataupun buruk. Akhlaq merupakan sistematika Islam, sebagai sistem, akhlaq memiliki spektrum

(7)

7 yang luas, mulai sikap terhadap dirinya, orang lain, dan makhluk lain serta terhadap Allah SWT.3

B. Inti Akidah Islam

Akidah berasal dari kata ‘aqada-ya’qidu-‘aqdan yang berarti simpul, ikatan, dan perjanjian yang kokoh dan kuat. Setelah terbentuk ‘aqidatan (akidah) berarti kepercayaan atau keyakinan. Kaitan antara aqdan dengan ‘aqidatan adalah bahwa keyakinan itu tersimpul dan tertambat dengan kokoh dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian. 4

Aqidah adalah inti daripada pendidikan Islam yang merupakan tujuan diutusnya para Rosul di muka bumi ini. Pendidikan aqidah ini dibawa oleh setiap para Nabi dan Rosul, dengan seiringnya penyebaran agama Islam di muka bumi ini, maka pendidikan aqidah tidak pernah terabaikan, karena Islam yang di sebarkan oleh para Nabi adalah Islam yang masih murni atau masih utuh, yaitu keutuhan dalam Islam kemudian iman dan ihsan. Aqidah yang benar adalah yang tercermin dari kemurnian seluruh amal perbuatan manusia danibadahnya semata-mata hanya untuk Allah Swt semata.5

Pengertian Aqidah baik secara etimologi dan terminology merupakan kepercayaan atau keyakinan yang harus diakui kebenarannya tanpa keraguna sedikitpun. Berikut merupakan contoh kerangka Aqidah terdapat enam pokok sebagai berikut :

1) Iman Kepada Allah SWT

Rukun iman yang pertama dana yang paling mendasar iman kepada Allah, maksudnya wajib percaya keesaan dzat sifat dan perbuatan-Nya. Hal ini

3Integrasi ketiga komponen tersebut dalam ajaran Islam ibarat sebuah pohon. Akarnya adalah aqidah, sementar batang, dahan, dan daunnya adalah syari‟ah, sedangkan buahnya adalah aqidah.

4 http://digilib.uinsby.ac.id/5014/6/Bab%202.pdf hlm 2 (diakses 07 Oktober 2021)

5 http://eprints.umpo.ac.id/4178/2/BAB%20I.pdf hlm 1 (diakses 07 Oktober 2021)

(8)

8 mengandung pengertian hanya Allah sajalah yang berhak disembah sebagaimana firman-Nya terdapat pada surah An ‘Aam ayat 102

Artinya : ( Yang memiliki sifat-sifat ) yang demikian itu ialah Allah, Tuhan kamu tidak ada Tuhan selain dia. Pencipta segala sesuatu maka sembahlah dia dan dia pemelihara segala sesuatu (surat Al An’aam ayat 102) 2) Iman Kepada Malaikat Allah

Iman kepada malaikat merupakan rukun pokok aqidah, maksudnya iman kepada malaikat ialah kita percaya bahwa malaikat itu makhluk Allah diciptakan dari nur atau cahaya. Karena pada hakekatnya malaikat termasuk makhluk ghaub, sehingga kita tidak dapat melihatnya. seperti pada firman Allah SWT disurah At Tahrim ayat 6

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat- malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang telah diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang telah diperintahkan (surat At Tahrim ayat 6)

3) Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT

Umat Islam diwajibkan beriman kepada kitab-kitab Allah SWT. kitab-kitab yang wajib kita ketahui itu ada empat yaitu Kitab taurot kepada nabi Musa, Zabur kepada nabi Dawud, Injil kepada nabi Isa, Al qur’an kepada nabi Muhammad.

(9)

9 4) Iman Kepada Rasul-Rasul Allah SWT

Iman kepada Rasul Allah SWT umat yang dipilih untuk menjalankan risalah dan menunjukkan jalan yang benar untuk umat manusia agar selamat dunia akhirat. Sebenarnya, rasul-rasul dan nabi merupakan umat manusia biasa yang dapat minum, makan, dan beraktifitas layaknya manusia

5) Iman Kepada Hari Akhir, Iman kepada hari akhir maksudnya kita wajib percaya akan danya hari akhir membawa kita tentang adanya kehidupan kembali setelah mati, juga adanya pembalasan terhadap segala amal perbuatan kita.

6) Iman Kepada Taqdir ( Qodo dan Qodar ) Allah Iman kepada taqdir Allah itu sudah termasuk iman kepada Allah. Yang dimaksud iman kepada taqdir Allah adalah kita wajib mempercayai bahwa segala makhlukmakhluk yang diciptakan itu menurut ketentuan dari Allah. Jadi iman terhadap taqdir Allah bahwa segala yang terjadi pada diri, Allahlah yang menentukan dengan kata lain segala apa yang telah ditentukan Allah itu pasti terjadi, sesuai dengan apa yang sudah ditentukan-Nya.6

Aqidah, selain dianggap sebagai kepercayaan atau keyakinan yang harus diakui, Aqidah juga mempunyai unsur-unsur yang harus ditanamkan oleh umat Islam, sebagai berikut :

1. Aqidah atau keimanan harus diyakini didalam hati. Karena keimanan merupakan dasar dari segala aktifitas seseorang dan yang mendorong seseorang untuk menjalankan segala aktifitasnya.

2. Diikrarkan dengan lisan. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dalam bentuk syahadat dan dibuktikan dengan amal perbuatan dalam bentuk pelaksanaan syari’at, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna.

3. Diamalkan dengan anggota badan. Karena iman seseorang tidak cukup hanya dengan keyakinan dalam hati dan diucapkan dengan lisan semata, namun

6 http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/188/3/4105028_Bab2.pdf halaman 9-11 (diakses 07 Oktober 2021)

(10)

10 perlu diwujudkan dan dibuktikan dalam bentuk perbuatan dengan semua anggota badan7

C. Tauhid Sebagai Pandangan-Hidup dan Asas Peradaban

Secara umum tauhid diartikan sebagai satu keyakinan dan kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah lâ ilâha illallâh. Secara etimologi tawh}îd berasal dari bahasa Arab wahdah atau wâhid dalam bahasa Arab merupakan bentuk masdar dari wahhada-yuwahhidu, yang artinya menjadikan sesuatu hanya satu saja8

Di dalam buku al-Muqaddimah, Ibnu Khaldun yang menjadi tambahan kebutuhan pokok berupa pembangunan. Peningkatan yang berbeda-beda menurut perbedaan kelapangan hidup. Sedangkan menurut tokoh filsafat barat. Friedrich Nietzsche dan pendukungnya yang mengatakan “peradaban adalah ketetapan atas keseimbangan dan akhlak, meninggalkan tali kendali (ikatan) karena tabi’at manusia merdeka untuk melakukan apa yang diinginkan.9

Tauhid juga menjadi prinsip mendasar dari seluruh aspek hidup manusia sebagaimana yang dikemukakan bahwa pernyataan tentang kebenaran universal tentang pencipta dan pelindung alam semesta. Tauhid sebagai pelengkap bagi manusia dengan pandangan baru tentang kosmos, kemanusiaan, pengetahuan, dan moral serta askatologi memberikan dimensi dan arti baru dalam kehidupan manusia tujuannya objektif dan mengatur manusia sampai kepada hal spesifik untuk mencapai perdamaian global, keadilan, persamaan, dan kebebasan.

Seperti contoh, Buya Hamka yang secara pribadi lebih banyak mengedepankan rasio dalam berpikir, terutama menjelaskan teks teks agama. Tauhid selain sebagai pandangan hidup, bagi Buya Hamka juga merupakan landasan dalam hidup bermasyarakat. 10 selain tauhid dapat dijadikan padangan hidup, bahwa tauhid juga

7 http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/188/3/4105028_Bab2.pdf halaman 14-15 (diakses 07 Oktober 2021)

8 https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/tsaqafah/article/download/3289/8165 halaman 270 (diakses 08 Oktober 2021)

9 https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/tsaqafah/article/download/3289/8165 halaman 272 (diakses 08 Oktober 2021)

10 http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/14673/1/07510010_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf halaman 4 (diakses 08 Oktober 2021)

(11)

11 sebagai esensi perdaban Islam mendasari isi peradaban Islam itu sendiri, dalam kaitan ini tauhid memiliki fungsi sebagai prinsip utama dalam epistemologi, di antaranya :

a. Tauhid Sebagai Prinsip Pertama Metafisika

Bersaksi dengan kebebasan dan keyakinan secara sadar

memahami isinya, berarti menyadari bahwa segala di sekitar kita, baik benda atau kejadian, semua yang terjadi di bidang alam, sosial atau psikis adalah tindakan Tuhan, pelaksanaan dari satu atau lebih tujuan-Nya. Ketika tercipta realisasi seperti itu menjadi hakikat kedua manusia yang tak dapat dipisahkan darinya selama terjaga. Sehingga manusia mengikuti inisiatif Tuhan dalam alam yang berarti melaksanakan ilmu alam.

b. Tauhid Sebagai Prinsip Pertama Etika

Tauhid menegaskan bahwa Tuhan Maha Esa menciptakan manusia dalam bentuk terbaik untuk menyembah dan mengabdi kepada-Nya. Maka dalam Islam, etika tidak dapat dipisahkan dari agama karena dibangun penuh di atasnya, karena Islam tidak mengenal pasangan kata yang bertentangan seperti

“religius sekular” karena Islam berprinsip pada keEsaan Tuhan, kesatuan kebenaran dan kesatupaduan kehidupan

c. Tauhid Sebagai Prinsip Pertama Aksiologi

Tauhid menegaskan bahwa Tuhan telah menciptakan umat manusia agar manusia dapat membuktikan diri bernilai secara moral melalui perbuatannya.

Maka moralitas merupakan jaminan penegasan dunia yang menjamin dalam melahirkan perdaban seimbang, permanen dalam memperbaiki diri. Sehingga jelas sudah bahwa peradaban sejati tak lain adalah penegasan yang nilai- nilainya tidak bertentangan dengan kehidupan dan dunia, dengan waktu dan sejarah dengan akal. Moralitas ini hanya diberikan oleh Tauhid di antara sekian banyak ideologi yang dikenal manusia.11

d. Tauhid Sebagai Prinsip Pertama Estetika

Dalam hal ini, Tauhid berarti menyingkirkan Tuhan dari segenap bidang alam, karena segala yang diciptakan adalah makhluk, nontransenden, tunduk kepada hukum ruang dan waktu. Tauhid menegaskan bahwa tak ada yang

11 https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/8064/17.pdf?sequence=1&isAllowed=y halaman 156-158 (diakses 08 Oktober 2021)

(12)

12 menyeruapai-Nya. jelas secara definisi Dia tak tergambarkan, arena Tuhan bukanlah lembaga estetis apapun yang mungkin. Yang dimaksud dengan pemahaman estetis adalah pengalaman indrawi akan intisari apriori dan metanatural yang bertindak sebagai prinsip normatif objek yang dilihat.

Maksud Tauhid disini bukan menentang kreativitas seni dan kenikmatan keindahan, sebaliknya Tauhid memberkati keindahan dan mengangkatnya, namun Tauhid melihat bahwa keindahan mutlak hanya dalam Tuhan dan dalam kehendak atau firman-Nya.

D. Fungsi Manusia dalam Paradigma Tauhid a. Pengertian Tauhid

Tauhid adalah landasan bagi penumbuhkembangan karakter insan muslim dalam segala sendi kehidupan, tidak terkecuali ketika dengan manajemen sumber daya yang subjek dan objeknya juga manusia, tauhid harus menjadi landasan nya.

Dalam hal ini yang dimaksud adalah tauhid islamiyah. Tauhid islamiyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban tahuid dan ketaatan kepadanya.

b. Macam-macam paradigma tauhid 1) Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah yaitu mentauhidkan ALLAH dalam perbuatannya, seperti mencipta, menguasa, memberikan rezeki, mengurusi mahluk dan semuanya itu hanyalah Allah semata yang mampu.

2) Tauhid Uluhiyah

Mentauhidkan Allah dalam perbuatan-perbuatan yang dilakukan hambanya, yaitu mengikhlasan ibadah kepada Allah yang mencakup berbagai ibadah.

3) Tauhid Asma wa sifat

mengimani dan menetapkan apa yang sudah ditetapkan oleh Allah dalam Al-Quran dan oleh nabi Muhammad dalam hadist mengenai nama dan sifat Allah tanpa mengubah makna, mengingkari, mendeskripsikan bentuk, dan memisalkannya.

(13)

13 c. Tauhid sebagai pembentuk kepribadian

Rasullulah sudah mengajarkan dan membina sahabatnya atas bimbingan langsung dari Allah Swt. Melalui ayat-ayat Al-Quran dalam bahasa kerasulannya.

Hal tersebut merupakan proses menciptakan pribadi-pribadi yang baik dalam operasional ekonomi syariah. Adapun beberapa ayat al-Quran tentang gerenasi yang baik.

ِرَكْنُمْلا ِنَع َن ْوَهْنَت َو ِف ْو ُرْعَمْلاِب َن ْو ُرُمْأَت ِساَّنلِل ْتَج ِرْخُا ٍةَّمُا َرْيَخ ْمُتْنُك َن ْوُنِم ْؤ ُمْلا ُمُهْنِم ۗ ْمُهَّل ا ًرْيَخ َناَكَل ِبٰتِكْلا ُلْهَا َنَمٰا ْوَل َو ۗ ِ هللّٰاِب َن ْوُنِم ْؤُت َو

َن ْوُقِسٰفْلا ُمُه ُرَثْكَا َو

kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf , dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.

Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka yang beriman, dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.”

(QS.AL-IMRAN:110)

ْمُه ْوُعَبَّتا َنْيِذَّلا َو ِراَصْنَ ْلْا َو َنْي ِر ِج ٰهُمْلا َنِم َن ْوُل َّوَ ْلْا َن ْوُقِبهسلا َو اَهَتْحَت ْي ِرْجَت ٍتهنَج ْمُهَل َّدَعَا َو ُهْنَع ا ْوُض َر َو ْمُهْنَع ُ هاللّٰ َي ِض َّر ٍٍۙناَسْحِاِب

ُمْيِظَعْلا ُز ْوَفْلا َكِلٰذۗ اًدَبَا ٓاَهْيِف َنْيِدِل ٰخ ُر ٰهْنَ ْلْا

orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”

(QS.At-Taubah:100).

Pernanan tauhid bagi kehidupan para praktisi ekonomi syariah itu tauhid kemerdekaan manusia dari perbudakan, artinya memerdekekakan hati dari sikap tunduk, menyerah, dan menghinakan diri. Tauhid akan membentuk pribadi

(14)

14 seorang manusia yang kokoh dan kuat, menjadikan hidup nya istimewah. Arah hidup nya jelas hanya beriman kepada tuhan selain Allah swt.12

12 http://digilib.uinsby.ac.id/31437/1/A%E2%80%99isyatul%20As%27adiyah_F02416079.pdf halaman 15-20 (diakses 08-oktober-2021)

(15)

15 KESIMPULAN

Pada hakikatnya islam adalah aturan dan undang-undang Allah yang terdapat dalam kitab Allah dan sunnah Rasul-nya yang meliputi perintah untuk menjalan kan segala perintahnya dan menjauhi larangannya serta petunjuk-petunjuk supaya menjadi pedoman hidup dalam kehidupan manusia demi kebahagiaan di dunia dan akhirat. Begitu pula dengan Aqidah, Aqidah adalah inti daripada pendidikan islam yang merupakan tujuan di utusnya para rasul dimuka bumi ini, karna islam yang disebarkan oleh nabi dan rasul adalah islam yang masih murni dan utuh karena aqidah harus diyakini didalam hati, Diikrarkan dengan lisan dan Diamalkan dengan anggota badan. Karena iman seseorang tidak cukup hanya dengan keyakinan dalam hati dan diucapkan dengan lisan semata, namun perlu diwujudkan dan dibuktikan dalam bentuk perbuatan dengan semua anggota badan. Beserta tauhid yang dapat diartikan sebagai satu keyakinan dan saksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Tauhid juga menjadi prinsip mendasar dari seluruh aspek hidup manusia. Hal tersebut merupakan proses menciptakan pribadi-pribadi yang memiliki sifat kokoh, kuat, dan menjadikan hidupnya istimewa.

SARAN

Setelah membahas tentang tauhid sebagai inti ajaran islam dan pandangan hidup muslim ini. Maka kami berharap Pendidikan islam lebih diutamakan dan dipelajari lebih dalam terutama dalam tauhid sebagai pandangan hidup menjadikan tauhid sebagai landasan bagi penumbuhkembangan karakter insan seorang muslim dalam segala sendi kehidupan karena dengan mempelajari tauhid juga dapat menjadikan setiap umat muslim sebagai pribadi yang ikhlas dalam menerima setiap ketentuan Allah.

MASUKAN

Penulis tentunya menyadari jika makalah diatas masih terdapat banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis aakn memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman pada banyak sumber serta kritik yang membangun dari para pembaca.

(16)

16 DAFTAR PUSTAKA

Abdussalam, Aam. 2011. “Paradigma Tauhid: Kajian Paradigma Alternatif Dalam Pengembangan Ilmu dan Pembelajaran”. Jurnal Pendidikan Agama Islam – Ta’lim.

Vol. 9. No. 2. Hlm. 118.

Mearindo. 2021. “Sistematika, Sumber dan Pokok Ajaran Islam”

http://www.mearindo.com/2021/06/sistematika-sumber-dasar-dan-pokok-ajaran- islam.html (Diakses tanggal 01 Oktober, pukul 19.37 WIB).

Meliza. 2021. “Makna Kata Aqidah Menurut Quraish Shihab”

https://www.republika.co.id/berita/qsnab1366/makna-kata-aqidah-menurut-quraish- shihab (Diakses tanggal 08 Oktober, pukul 22.57 WIB).

Munji, Ahmad. 2014. “Tauhid dan Etika Lingkungan: Telaah atas Pemikiran Ibn ‘Arabi”.

Jurnal Theologia. Vol. 25. No. 2. Hlm. 517.

Santosa, D. 2019. Modul Pengembangan Agama Islam. Jakarta: Kementrian dan Tata Ruang / Badan Pertahanan Nasional Sekolah Tinggi Pertahanan Nasional.

Referensi

Dokumen terkait

Klik pada tabel untuk memilih tautan yang ingin Anda letakkan pada banner.. • Halaman Detail Produk: Arahkan pelanggan ke halaman detail produk • Halaman Kata

Melalui empat hal yang telah penulis tentukan dalam seni dampeng ini, maka akan dapat menjelaskan kepada kita tentang struktur melodi dan makna teks dampeng

Setelah kita buat bagian table ini, sekarang kita akan isi bagian tablenya, dengan cara mengubah tampilan viewnya menjadi Data Sheet View dengan cara klik menu View , pilih

(1) Pemantau Pemilu melakukan pemantauan pada suatu daerah tertentu sesuai dengan rencana pemantauan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf f dan huruf g yang

Penyusunan skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat agar memperoleh gelar Sarjana Komputer pada Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas

Pada penelitian yang dilakukan oleh AHMAD FAHRUL ROJI pada tahun 2012 tentang Sistem Penunjang Keputusan untuk Seleksi Penerima Beasiswa dengan menggunakan Metode AHP Dan

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel – variabel tekstur yang penting dalam roti tawar dan membandingkan tiga merk roti tawar (Wonder, Swiss dan

Title Sub Title Author Publisher Publication year Jtitle Abstract Notes Genre URL.. Powered by