• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Sosial Ekonomi dan Politik Volume 1 Nomor 4 Desember 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Sosial Ekonomi dan Politik Volume 1 Nomor 4 Desember 2020"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Volume 1 Nomor 4 Desember 2020

Available online http://www.jsep.org/index.php/jsep/index

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR

Wiwin Priana, Hery Pudjo, Sishadiyati Sishadiyati, Nuruni Ika K W Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia

Diterima: 28 November 2020; Disetujui: 20 Desember 2020 ; Dipublish: 25 Desember 2020 *Coresponding Email : [email protected]

Abstrak

Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan link and match dengan Industri, dunia kerja, penelitian dan kebutuhan desa, kecamatan, kabupaten/ kota, provinsi, negara dan dunia. Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipya kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kebijakan Merdeka Belajar pada Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, karena berdasarkan sebuah fenomena yang terjadi dalam proses pembelajaran.. Subjek penelitian yaitu tiga orang dosen dan sepuluh orang mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dengan teknik triangulasi data.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang kemerdekaan belajar di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dapat dismpulkan antara lain: Berdasarkan analisis hasil wawancara tentang kemerdekaan berpikir di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, bahwa penerapannya sudah dilakukan dengan cukup baik, karena melatih mahasiswa untuk dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya secara baik.Sesuai dengan hasil penelitian bahwa penerepan kemerdekaan berinovasi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur berjalan dengan efektif dikarenakan mahasiswa mampu berrinovasi dengan baik melalui berbagai cara yang digunakan seperti menemukan ide-ide baru dalam proses pembelajaran, menciptkan karya inovasi seperti melakukan presentasi tugas dengan vidio yang di upload ke youtube. Sehingga kemerdekaan berinovasi perlu dipertahankan dalam proses belajar. Bahwa implementasi belajar secara mandiri dan kreatif berjalan secara baik dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir mahasiswa secara baik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian proses belajar secara mandiri dan kreatif perlu dipertahankan untuk pembelajaran yang bermutu.

(2)

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia agar mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan, dimana pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan para siswanya untuk suatu profesi atau jabatan, tetapi untuk menyelesaikan masalahmasalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Idealnya pendidikan tidak hanya mendorong siswa untuk mengembangkan bakat yang disesuaikan dengan ilmu yang di peroleh di sekolah, akan tetapi pendidikan juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, professional, bertanggung jawab, produktif, dan sehat jasmani-rohani. Menurut Undangundang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (dalam Asyhari et al., 2014), telah jelas menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia sutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa, dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang terpenting dalam usahanya mempertahankan hidup dan mengembangkan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Maju dan berkembangnya suatu Negara bergantung dari kualitas pendidikannya, sebab melalui pendidikan manusia akan terbebas dari

kemiskinan. Dengan pendidikan yang berkualitas akan dihasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pula, sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir agar melek ilmpu pengetahuan teknologi (IPTEK) serta mampu mengikuti dan memanfaatkan perkembangannya

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi Industri 4.0 memberi dampak pada perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat. M a k a Perguruan tinggi harus melakukan transformasi dalam pembelajaran agar kompetensi lulusan yang dihasilkan lebih gayut dengan kebutuhan zaman.

Perguruan tinggi harus melakukan terobosan agar lebih Link and match dengan dunia industri dan dunia kerja. Dalam mewujudkan tujuan tersebut Universitas merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan dengan kemajuan zaman. Saat ini kreativitas dan inovasi menjadi kata kunci yang mampu memastikan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Para mahasiswa di Perguruan Tinggi, harus disiapkan menjadi pembelajar sejati yang terampil, lentur dan ulet (agile learner).

Kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi acuan utama bagi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dalam rangka melakukan transformasi pembelajaran. Berkaitan dengan hal di atas Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur telah menyiapkan diri sebagai “Kampus Merdeka” yang memberi kesempatan kepada mahasiswa mengimplementasikan konsep merdeka belajar.

Konsep Merdeka Belajar di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur merupakan

(3)

merupakan salah satu praktik pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) yang hakiki. Pembelajaran dengan konsep merdeka belajar ini diyakini memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya. Melalui program merdeka belajar yang dirancang dan diimplementasikan dengan baik, maka hard dan soft skills mahasiswa akan terbagun dengan kuat

Implementasi dari kebijakan merdeka belajar di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur adalah pemberian hak belajar tiga semester di luar program studi. Mahasiswa diberikan kebebasan mengambil SKS di luar program studi, tiga semester yang di maksud berupa 1 semester kesempatan mengambil mata kuliah di luar program studi dan 2 semester melaksanakan aktivitas pembelajaran di luar Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.

Berbagai bentuk kegiatan belajar di luar perguruan tinggi yang ditawarkan kepada mahasiswa, di antaranya melakukan magang/praktik kerja di Industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, mengikuti pertukaran mahasiswa, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan, membuat studi/ proyek independen, dan mengikuti program kemanusisaan. Semua kegiatan tersebut harus dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen. Kampus merdeka diharapkan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang

akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja, atau menciptakan lapangan kerja baru.

Implementasi Merdeka Belajar di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dipandu dengan pedoman khusus sehingga tidak menyimpang dari visi dan misi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, serta tetap relevan dengan Pola Ilmiah Pokok Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Hasil akhir implementasi program ini mampu menghasilkan sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman yang diilhami dengan kearifan budaya masyarakat kalimanatan Timur, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat nasionalisme dan kebangsaan yang tinggi, , serta dapat memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan passion dan cita-cita setiap mahasiswa

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, karena berdasarkan sebuah fenomena yang terjadi dalam proses pembelajaran.. Subjek penelitian yaitu 3 orang dosen dan 2 orang mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dengan teknik triangulasi data.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan Program Merdeka Belajar

Pelaksanaan pembelajaran dalam program merdeka Belajar pada Kampus Merdeka, adalah “hak belajar tiga semester di luar program studi”, yaitu 1 (satu) semester atau setara dengan 20 (dua puluh) sks menempuh pembelajaran di luar program studi pada Perguruan Tinggi yang sama; dan paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 (empat

(4)

puluh) sks menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di Perguruan Tinggi di luar Universitas Mulawarman, pembelajaran pada program studi yang berbeda dengan prodi sebelumnya; dan/ atau pembelajaran di luar Perguruan Tinggi Persyaratan mahasiswa melaksanakan program Merdeka Belajar :

a. Mahasiswa berasal dari salah satu Program Studi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur yang telah terakreditasi minimal baik.

b. Mahasiswa yang masih Aktif dan terdaftar pada PDDikti

c. c. Program-program yang diikuti telah melaksanakan program Merdeka Belajar

d. Mata Kuliah atau program yang ikikuti telah disepakati bersama antara perguruan tinggi dengan mitra Program Merdeka Belajar

1. Pihak Universitas

Berdasarkan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi: Maka Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur wajib memfasilitasi hak bagi mahasiswa (dapat diambil atau tidak) untuk:

a. Memberi kesempatan mahasiswa mengambil SKS di luar Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur paling lama 2 semester atau setara dengan 40 SKS.

b. Memberi kesempatan mahasiswa mengambil SKS di program studi yang berbeda di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur sebanyak 1 semester atau setara dengan 20 SKS. c. Menyusun kebijakan/ pedoman

akademik untuk memfasilitas pembelajaran di luar prodi

d. Mengalokasikan kuota untuk mahasiswa inbound maupun mahasiswa yang melakukan outbound (timbal-balik/ resiprokal).

e. Membuat dokumen kerja sama (MoU/SPK) dengan mitra

f. Melakukan pemantauan/ pengawasan penyelenggaraan pertukaran mahasiswa

g. Menilai dan mengevaluasi hasil pertukaran mahasiswa untuk kemudian dilakukan rekognisi terhadap SKS mahasiswa.

h. Melaporkan hasil kegiatan belajar ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.

2. Pihak Fakultas

a. Fakultas wajib menyiapkan fasilitasi daftar mata kuliah tingkat fakultas yang bisa diambil mahasiswa lintas prodi.

b. Fakultas wajib menyiapkan dokumen kerja sama (MoU/SPK) dengan mitra yang relevan.

c. Memberi sertifikat kepada mahasiswa yang selesai melakukan program merdeka belajar

3. Pihak Program Studi

a. Menyusun atau menyesuaikan kurikulum dengan model implementasi kampus merdeka.

b. Memfasilitasi mahasiswa yang akan mengambil pembelajaran lintas prodi dalam Perguruan Tinggi.

c. Menawarkan mata kuliah yang bisa diambil oleh mahasiswa di luar prodi dan luar Perguruan Tinggi beserta persyaratannya.

d. Melakukan ekuivalensi mata kuliah dengan kegiatan pembelajaran luar prodi dan luar Perguruan Tinggi.

e. Jika ada mata kuliah/SKS yang belum terpenuhi dari kegiatan pembelajaran luar prodi dan luar Perguruan Tinggi, disiapkan alternatif mata kuliah daring. 4. Pihak Mahasiswa

a. Merencanakan bersama Dosen Pembimbing Akademik mengenai program mata kuliah/program yang akan diambil di luar prodi.

b. Mendaftarkan diri dalam program kegiatan luar prodi yang dipilih.

(5)

c. Melengkapi persyaratan kegiatan luar prodi, termasuk mengikuti seleksi bila ada.

d. Mengikuti program kegiatan luar prodi sesuai dengan ketentuan pedoman akademik yang ada.

a. 5. Pihak Mitra

a. Membuat dokumen kerja sama (MoU/SPK) bersama perguruan tinggi/fakultas/ program studi.

b. Melaksanakan program kegiatan luar prodi sesuai dengan ketentuan yang ada dalam dokumen kerja sama (MoU/SPK).

Kegiatan pembelajaran di Satuan Pendidikan

Kegiatan pembelajaran dalam bentuk asistensi mengajar dilakukan oleh mahasiswa di satuan pendidikan seperti sekolah dasar, menengah, maupun atas. Sekolah tempat praktek mengajar dapat berada di lokasi kota maupun di daerah terpencil. Tujuan program asistensi mengajar di satuan pendidikan antara lain:

a) Memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang pendidikan untuk turut serta mengajarkan dan memperdalam ilmunya dengan cara menjadi guru di satuan pendidikan.

b) Membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan, serta relevansi pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi dan perkembangan zaman.

Mekanisme pelaksanaan asistensi mengajar di satuan pendidikan bagi mahasiswa Universitas UPN Veteran Jatim adalah sebagai berikut :

1. Universitas

a) Menyusun dokumen kerja sama (MoU/SPK) dengan mitra satuan pendidikan, izin dari dinas Pendidikan, dan menyusun program bersama satuan Pendidikan setempat.

b) Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti program

mengajar di satuan pendidikan formal maupun non-formal.

c) Menugaskan dosen pembimbing untuk melakukan pendampingan, pelatihan, monitoring, serta evaluasi terhadap kegiatan mengajar di satuan pendidikan yang dilakukan oleh mahasiswa.

d) Melakukan penyetaraan/rekognisi jam kegiatan mengajar di satuan pendidikan untuk diakui sebagai SKS. e) Melaporkan hasil kegiatan belajar ke

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.

2. Sekolah/Satuan Pendidikan

a) Data satuan pendidikan dapat diperoleh dari Kemendikbud maupun dari Dinas Pendidikan setempat. Kebutuhan jumlah tenaga asisten pegajar dan mata pelajarannya didasarkan pada kebutuhan masing-masing pemerintah daerah melalui dinas pendidikan provinsi/kota.

b) Menjamin kegiatan mengajar di satuan pendidikan yang diikuti mahasiswa sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak kerja sama

c) Menunjuk guru pamong/pendamping mahasiswa yan melakukan kegiatan mengajar di satuan pendidikan.

d) Bersama-sama dosen pembimbing melakukan monitoring dan evaluasi atas kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa

e) Memberikan nilai untuk direkognisi menjadi SKS mahasiswa.

3. Mahasiswa

a) Dengan persetujuan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) mahasiswa mendaftarkan dan mengikuti seleksi asisten mengajar di satuan pendidikan.

b) Melaksanakan kegiatan asistensi mengajar di satuan Pendidikan di bawah bimbingan dosen pembimbing.

(6)

c) Mengisi logbook sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.

d) Menyusun laporan kegiatan dan menyampaikan laporan dalam bentuk presentasi.

Menciptakan Kemerdekaan berpikir

Berdasarkan analisis hasil wawancara tentang kemerdekaan berpikir di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, bahwa penerapannya sudah dilakukan dengan cukup baik, karena melatih mahasiswa untuk dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya secara baik. Hal ini didukung dengan penelitian Ibda (2015) Tingkatan perkembangan intelektual manusia mempengaruhi kedewasaan, pengalaman fisik, pengalaman logika, transmisi sosial dan pengaturan sendiri. Kegiatan tersebut dilakukan dengan sistem pemetaan pikiran sebagaimana hasil penelitain Arimbi (2018) bahwa melalui kegiatan mind mapping dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak karena berdasarkan hasil mencapai 85,4 % berarti bahwa kegiatan mind mapping dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak. Penelitian tersebut sejalan dengan hasil penelitian Lyz, N., Prima, A., Opryshko, A. (2020) bahwa penerapan program pendidikan pengembangan harus memilih metode yang tepat untuk mempermudah mahasiswa untuk mengembangkan diri.

Hasil anlisis dan penelitian terdahulu di atas di dukung dengan teori Piaget yang sering disebut genetic epistimologi (epistimologi genetik) karena teori ini berusaha melacak perkembangan kemampuan intelektual, bahwa genetic mengacu pada pertumbuhan developmental bukan warisan biologis (keturunan). (B.R. Hergenhahn & Matthew H. Olson, 2010). Hal ini sejalan dengan teori Vygostsky mengatakan bahwa memang perkembangan kognitif sangat terkait dengan proses dasar-dasar biologis manusia yang banyak kemiripannya dengan binatang, tetapi masih ada

psikologis tinggi seperti pada setiap anak lahir dengan membawa rentangan kemampuan, persepsi, dan perhatian dalam konteks sosial dan pendidikan akan tertransformasikan, (Papalia, Olds, Feldman, 2009)

Menciptakan Kemerdekaan Berinovasi

Inovasi sistem pendidikan di Indonesia dilakukan dengan pendekatan yuridis dan pendekatan pengembangan kurikulum. Perubahan PP No 19 Tahun 2005 menjadi PP No 32 Tahun 2013. Berinovasi memerlukan manajemen sebagai bagian untuk melakukan proses merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengevaluasitujuan dan pencapaian tujuan secara efisien, efektif termasukdi sini adalah melakukannya dengan cara etis dan melihat inovasi dalam perspektif sistem bahwa setiap bagian dan elemen inovasi baik yangada di dalam maupun di luar organisasi saling bergantung (Syafaruddin, 2012).

Innovation merupakan sebuah hasil pemikiran yang berupa ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invention maupun discovery (Kusnandi, 2017). Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian Kadi & Awwalyah (2017) bahwa inovasi pendidikan di dunia sangat penting untuk dilakukan oleh setiap orang yang memiliki perhatian terhadap perkembangan pendidikan sebagai bentuk peningkat pendidikan menuju pendidikan yang lebih baik di Indonesia.

Berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu tentang kemerdekaan berinovasi dapat disimpulkan sesuai dengan hasil penelitian bahwa penerepan kemerdekaan berinovasi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur berjalan dengan efektif dikarenakan mahasiswa mampu berrinovasi dengan baik melalui berbagai cara yang digunakan seperti menemukan ide-ide baru dalam

(7)

proses pembelajaran, menciptkan karya inovasi seperti melakukan presentasi tugas dengan vidio yang di upload ke youtube. Sehingga kemerdekaan berinovasi perlu dipertahankan dalam proses belajar.

Belajar Mandiri dan Kreatif

Menurut Mujiman (2007) “Belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh motivasi mengenai suatu kompetensi yang dimiliki”. Sehingga dapat menciptakan kemampuan berpikir yang kreatif dan mandiri, sebagaimana Sutarno (2005) menjelaskan “Mandiri mengandung pengertian sanggup berdiri sendiri dan melaksanakan semua kegiatan dengan baik”. Semua kegiatan akan berjalan dengan baik apabila di dukung dengan tingkat kreativitas yang baik pila. Menurut Drevdahl (dalam Elizabeth B. Hurlock, 2004): “Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk dapat menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya”. Hal ini didukung dengan hasil penelitian Isnawati dan Samian (2015) bahwa Kreativitas belajar mahasiswa berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar mahasiswa. Lebih lanjut hasil penelitian Kopzhassarova dkk (2016) menyimpilkan bahwa bekerja secara mandiri memberikan banyak kontribusi terhadap perkembangan kemampuan berpikir kritik dan keterampilan berpikir mahasiswa.

Berdasarkan penjelasan teori dan hasil penelitian terdahulu sesuai dengan hasil penelitian di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur bahwa implementasi belajar secara mandiri dan kreatif berjalan secara baik dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir mahasiswa secara baik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian proses belajar secara mandiri dan kreatif perlu dipertahankan untuk pembelajaran yang bermutu.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang kemerdekaan belajar di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dapat dismpulkan antara lain:

Berdasarkan analisis hasil wawancara tentang kemerdekaan berpikir di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, bahwa penerapannya sudah dilakukan dengan cukup baik, karena melatih mahasiswa untuk dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya secara baik.

Sesuai dengan hasil penelitian bahwa penerepan kemerdekaan berinovasi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur berjalan dengan efektif dikarenakan mahasiswa mampu berrinovasi dengan baik melalui berbagai cara yang digunakan seperti menemukan ide-ide baru dalam proses pembelajaran, menciptkan karya inovasi seperti melakukan presentasi tugas dengan vidio yang di upload ke youtube. Sehingga kemerdekaan berinovasi perlu dipertahankan dalam proses belajar.

Bahwa implementasi belajar secara mandiri dan kreatif berjalan secara baik dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir mahasiswa secara baik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian proses belajar secara mandiri dan kreatif perlu dipertahankan untuk pembelajaran yang bermutu.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, A. & Supriyono, W. (2013).

Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Arimbi, Y. D. (2018) Meningkatkan

Perkembangan Kognitif melalui Kegiatan Mind Mapping. Jurnal Ilmiah Potensia, Vol. 3 (2), hal. 70

Darmawan, D. & Permasih. (2016). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Djadjuri, D (2010) Mengajar. Bandung: Remadja Karya.

(8)

Husaini Usman. Manajemen Teori,Praktik dan Riset Pendidikan. Jakarta:BumiAksara. 2013.

Kadi, Titi & Awwaliyah, Robiatul (2017). Inovasi Pendidikan: Upaya

Penyelesaian Probematika dindonesia. Jurnal Islam Indonesia. Volume 01 No. 02, Desember 2017

Kaifa. 2013 Syaiful Sagala. Manajemen Strategi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta. 2007. Syaiful Sagala. Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat (strategi memenangkan persaingan mutu). Jakarta:

Lyz, N., Prima, A., Opryshko, A. (2020). The role of students’ life course conception in their self- development. International Journal of Cognitive Research in Science, Engineering and Education (IJCRSEE), 8(1), hal. 37

Madani. 2013 Munif Chatib. Gurunya Manusia, Menjadikan Semua Anak Istimewa dan Semua Anak Juara. Bandung :

Made Pirdata. Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta: Bina Aksara. 1998. Moh. Yamin. Ideologi & Kebijakan Pendidikan, Menuju Pendidikan Berideologis dan Berkarakter.Malang : Media, Kompas. "Terobosan Merdeka Belajar

Nadiem Makarim, Ubah Sistem Zonasi hingga Hapus UN". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-04-14.

Mujiman, H. (2007). Manajemen Pelatihan Berbasis Belajar Mandiri. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Nimas multima. 2004. Widya Ningsih. "Merdeka Belajar melalui Empat Pokok Kebijakan Baru di Bidang Pendidikan ". Diakses tanggal 2020-04-14.

Sutarno. (2005). Tanggung jawab Perpustakaan Dalam Mengembangkan Masyarakat Informasi. Jakarta: Panta Rei

Syafaruddin, D. (2012). Inovasi Pendidikan (Suatu Analisis Terhadap Kebijakan Baru Pendidikan). Medan: Perdana Publishing.

Referensi

Dokumen terkait

adalah mahasiswa kumi yang sedang menyusun skripsi dengan judul "Kecemasan Dalam Menghadapi Masa Menopause Ditinjau Dari Konsep Did Pada War.ita Dewasa

Hasil yang didapatkan dari praktikum ini adalah untuk pengukuran kandungan oksigen yang digunakan dengan metode Winkler, hasilnya oksigen terlarut lebih banyak terdapat

– Pengumpulan data SUSENAS Panel diusahakan dari rumah tangga yang sama, namun jika rumah tangga yang disurvei pada tahun sebelumnya tidak dapat ditemui, rumah tangga ini

Sebagian besar wilayah Maluku berdarah, kekuatan TNI dan POLRI tidak mampu meredam, bahkan makin terlibat secara nyata, aksi ambil untung oleh pengusaha, pemerintah

2) Meskipun secara kualitas sangat baik, akan tetapi biar bagaimanapun kuantitas juga cukup dibutuhkan, yang mana Ketua YHMCHI mengakui bahwa beliau kekurangan dalam hal jumlah

Jika karyawan memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi namun tidak diimbangi oleh kecerdasan emosional dan spiritual yang baik, karyawan tersebut tidak mampu

Tempat duduk/shelter Ketersediaan tempat duduk/shelter 3.455 Respon terhadap tempat duduk/shelter 3.334 Dimensi jalur Kecukupan lebar jalur Respon terhadap kecukupan lebar

Firman dalam Yes 60:1-5 di atas sekaligus menjadi pengingat bagi kita akan PESAN PROFETIK untuk tahun 2012 dan kedepannya seperti yang saya sampaikan dalam www.olehkasihnya.com