• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.1 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

P U T U S A N

Nomor 0466/Pdt.G/2017/PA.Prob.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Agama Probolinggo yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama dalam sidang majelis telah menjatuhkan putusan dalam perkara cerai talak antara :

PEMOHON, umur 31 tahun, agama Islam, pekerjaan karyawan swasta, tempat

kediaman di Kota Probolinggo (d/h) beralamat di Kota Probolinggo. Dalam hal ini telah memberikan kuasa kepada

FANDY AKHMAD, S.H., Advokat pada Kantor Advokat Fandy

Akhmad, S.H. & Rekan yang beralamat di Jl. KH. Ahmad Dahlan No.82 Kelurahan Kebonsari Wetan Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 19 September 2017, selanjutnya disebut sebagai “Pemohon”;

melawan

TERMOHON, umur 30 tahun, agama Islam, pekerjaan ibu rumah tangga,

tempat kediaman di Kota Probolinggo (d/h) di Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Dalam hal ini telah memberikan kuasa kepada MULYONO, SH., MH., CMP.,

CPL., Advokat, beralamat di Jalan Slamet Riyadi Gang

Serang I RT.08 RW.13 No.53 Kelurahan Kanigaran Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 24 Oktober 2017, selanjutnya disebut sebagai ”Termohon”;

Pengadilan Agama tersebut;

Telah membaca surat-surat dalam perkara ini;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.2 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

Telah mendengar keterangan Pemohon dan Termohon serta saksi-saksi dan memeriksa alat-alat bukti lain di persidangan;

TENTANG DUDUK PERKARA

Bahwa Pemohon dengan surat permohonanya tanggal 02 Oktober 2017 yang telah terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Probolinggo dengan Register Nomor 0466/Pdt.G/2017/PA.Prob. dengan dalil-dalil sebagai berikut :

1. Bahwa Pemohon dan Termohon telah melangsungkan pernikahan pada tanggal 17 Agustus 2007 yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo dengan Kutipan Akta Nikah Nomor : 598/39/VIII/2007 tanggal 20 Agustus 2007;

2. Bahwa setelah menikah Pemohon dan Termohon hidup sebagai suami istri dan bertempat tinggal di rumah orang tua Termohon di Kota Probolinggo selama 3 tahun, setelah itu tinggal mengontrak dekat rumah orang tua Termohon (selisih 1 rumah) sampai sekitar Juni 2015, kemudian Pemohon dan Termohon beli rumah sebagai tempat tinggal bersama di Kota Probolinggo;

3. Bahwa selama perkawinan antara Pemohon dan Termohon telah dikaruniai 3 orang anak yaitu :

a. ANAK I, jenis kelamin perempuan, tanggal lahir 19 Desember 2007; b. ANAK II, jenis kelamin perempuan, tanggal lahir 17 April 2013; c. ANAK III, jenis kelamin perempuan, tanggal lahir 12 April 2016;

4. Bahwa semula rumah tangga antara Pemohon dan Termohon dalam keadaan damai dan bahagia, namun sekitar tanggal 28 Desember 2016 rumah tangga antara Pemohon dan Termohon mulai tidak harmonis, karena terjadi pertengkaran;

5. Bahwa perselisihan dan pertengkaran tersebut disebabkan karena :

a. adanya perselingkuhan antara Termohon dengan sdr. M Abdullah H yang terjadi di dalam kamar kedua dalam rumah Pemohon;

b. Termohon tidak jujur kepada Pemohon;

6. Bahwa setelah kejadian tersebut diatas Termohon sempat meninggalkan Pemohon dan anak-anaknya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.3 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

7. Bahwa meskipun sikap dan perilaku Termohon begitu, Pemohon masih berusaha sabar demi keutuhan rumah tangga dan tepat pada hari imlek tanggal 28 Januari 2017 Pemohon dan Termohon melakukan perkawinan secara agama karena pada saat itu Pemohon sudah menalak cerai Termohon;

8. Bahwa setelah nikah lagi secara agama Pemohon mencabut laporan di Kepolisian dan pada saat itu barang bukti HP milik istri dikembalikan kepada Pemohon;

9. Bahwa setelah HP milik Termohon diserahkan, Pemohon pun langsung penasaran dan buka sosmed Termohon melalui aplikasi karena foto- foto dan chatingan tersebut sudah terlanjur dihapus semua sebelumnya. Dan setelah dibuka Pemohon kaget dan berusaha mengklarifikasi foto-foto tersebut;

10. Bahwa sebelumnya Termohon tidak terbuka dan jujur , sampai akhirnya Termohon mengakui telah berselingkuh dan berbuat asusila dengan 2 orang. Meskipun demikian Pemohon masih sabar;

Bahwa sekitar bulan juni istri dan anak-anak tinggal di kos-kosan Pemohon di Malang dan setiap akhir pekan pulang ke rumah pemohon dan termohon di Kota Probolinggo;

11. Bahwa selama perselisihan dan pertengkaran tersebut terus berlanjut dan mencapai puncaknya sekitar awal bulan Agustus 2017 yang disebabkan Termohon tidak ada perubahan dan Termohon bersama anak dari Pemohon dan Termohon pergi tidak ijin kepada suami. Yang akibatnya Pemohon dan Termohon tidak melakukan hubungan suami dan istri sekitar awal bulan agustus sampai sekarang;

12. Bahwa dengan perselisihan dan pertengkaran tersebut Pemohon pulang ke rumah orang tua Pemohon di Jalan Ikan Hiu RT/RW 03/01 Kelurahan Mayangan Kec. Mayangan Kota Probolinggo dan Termohon tinggal di jalan Merapi Gg. At. Taqwa, RT/RW 011/01 Kel. Triwung Lor Kec. Kademangan Kota Probolinggo;

13. Bahwa meskipun telah terjadi pisah rumah antara Pemohon dan Termohon, namun Pemohon masih tetap memberikan nafkah terhadap anak-anak Pemohon dan Termohon;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.4 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

14. Bahwa, dengan kejadian tersebut diatas, sulit bagi Pemohon untuk memaafkan perbuatan Termohon sehingga Pemohon meneguhkan niatnya untuk berpisah dengan Termohon dan mengajukan Permohonan Cerai Talak ini kepada Pengadilan Agama Probolinggo;

15. Bahwa Pemohon sudah tidak ingin meneruskan ikatan Pernikahan dengan Termohon dan ingin mengakhiri dengan perceraian karena rumah tangga Pemohon sudah tidak sesuai dengan tujuan perkawinan sebagaimana ketentuan dalam Undang-Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan;

Bahwa berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas, maka Pemohon memohon kepada Yth. Ketua Pengadilan Agama Probolinggo cq Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini agar berkenan memanggil Pemohon dan Termohon serta memeriksa dan mengadili perkara ini dalam suatu persidangan yang ditentukan, dan akhirnya memberikan putusan yang amarnya sebagai berikut :

1. Mengabulkan permohonan Pemohon;

2. Memberikan ijin kepada Pemohon untuk menjatuhkan ikrar talak satu roj’i terhadap Termohon dihadapan sidang Pengadilan Agama Probolinggo; 3 Membebankan biaya perkara menurut hukum;

Atau, Jika Majelis Hakim berpendapat lain, dalam Peradilan yang baik mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);

Bahwa pada hari dan tanggal sidang yang telah ditetapkan Pemohon dan Termohon telah datang menghadap di persidangan;

Bahwa dalam setiap persidangan majelis hakim telah berusaha mendamaikan Pemohon dan Termohon agar rukun kembali dalam rumah tangganya, namun usaha tersebut tidak berhasil;

Bahwa Pemohon dan Termohon telah menempuh mediasi dengan mediator H. MASBUCHIN, SH., akan tetapi proses mediasi dinyatakan tidak berhasil mencapai kesepakatan sebagaimana laporan mediator tanggal 31 Oktober 2017;

Bahwa selanjutnya majelis hakim membacakan surat permohonan Pemohon Nomor 0466/Pdt.G/2017/PA.Prob. tanggal 02 Oktober 2017 yang isinya tetap dipertahankan oleh Pemohon;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.5 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

Bahwa atas dalil-dalil permohonan Pemohon tersebut, Termohon telah mengajukan jawaban secara tertulis tanggal 12 Desember 2017 yaitu sebagai berikut :

Dalam Konpensi;

1. Bahwa, Termohon menolak gugatan Pemohon untuk seluruhnya kecuali yang diakui secara tegas oleh Pemohon dan Termohon;

2. Bahwa, benar antara Pemohon dan Termohon terikat perkawinan yang sah pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 2007 di hadapan Pegawai Pencatat Nikah (selanjutnya disebut PPN) Kantor Urusan Agama (selanjutnya disebut KUA) Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, sebagaimana tercatat dalam duplikat Kutipan Akta Nikah Nomor : 598/39/VIII/2007 yang dikeluarkan Kantor Urusan Agama Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo tertanggal 20 Agustus 2007;

3. Bahwa, benar sesudah akad nikah antara Pemohon dan Termohon telah berhubungan layaknya suami istri (ba’da dukhul) serta hidup rukun membina rumah tangga di tempat kediaman bersama di rumah Orang tua Termohon Jalan Ikan Hiu II No. 19A RT/RW : 003/001, Kelurahan Mayangan Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Jawa Timur selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan dan kemudian pindah tempat kediaman bersama dan hidup rukun membina rumah tangga di tempat kediaman bersama di rumah kontrakan pada pertengahan tahun 2010 hingga Juni 2016 di Jalan Ikan Hiu II No. 19B RT/RW : 003/001, Kelurahan Mayangan Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Jawa Timur dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan pindah tempat kediaman bersama lagi serta kemudian hidup rukun membina rumah tangga di tempat kediaman bersama di rumah bersama yang baru dibeli pada pertengahan tahun 2015 hingga saat ini di Jalan Merapi Gg. At-Taqwa RT/RW : 011/001, Kelurahan Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Jawa Timur dan telah dikaruniai 3 (tiga) orang anak yang bernama :

3.1. ANAK I, jenis kelamin perempuan, lahir tanggal 19 Desember 2007;

3.2. ANAK II jenis kelamin Perempuan, Lahir tanggal 17 Apil 2013;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.6 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

3.3. ANAK III jenis kelamin Perempuan, Lahir tanggal 12 April 2016 ; 4. Bahwa, tidak benar apa yang dikatakan Pemohon dalam surat

Permohonannya pada posita nomor 4 (empat) sampai dengan posita nomor 10 (sepuluh) merupakan perbuatan hukum terpisah. Pada prinsipnya posita nomor 4 (empat) sampai dengan posita nomor 10 (sepuluh) bukan merupakan perbuatan hukum terpisah melainkan peristiwa hukum dan ada hubungan hukum yang tidak dapat dipisahkan;

5. Bahwa, peristiwa hukum yang dilakukan Termohon pada posita nomor 4 (empat) sampai dengan posita nomor 10 (sepuluh) permohonan Pemohon, justru diawali perbuatan hukum yang dilakukan Pemohon, yaitu Pemohon menghadirkan pihak ketiga (melakukan perselingkuhan) ditengah-tengah rumah tangga antara Termohon dan Pemohon yang saat itu dalam keadaan damai, bahagia, harmonis dan tentram;

6. Bahwa, pihak ketiga yang dihadirkan Pemohon saat itu, notabenehnya sangat dikenal dan merupakan teman dekat antara Termohon dan Pemohon. Sehingga perbuatan hokum Pemohon berdampak pada terganggunya psikologis Termohon, selain shok dan terpukul Termohon saat itu, perbuatan hokum Pemohon menjadi beban amat berat Termohon selama hidupnya, hingga berdampak pada peristiwa hukum yang tidak diinginkan Termohon;

7. Bahwa, ditengah-tengah perbuatan hokum Pemohon dengan Sdri. SILVIA warga Jalan Brantas atau persisnya domisili di belakang kantor Pegadean Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Jawa Timur yang terjadi sejak pertengahan tahun 2016 hingga awal tahun 2017 itu, terjadilah peristiwa hokum sebagaimana dikatakan Pemohon dalam surat permohonannya pada posita nomor : 4, 5, 7, 8, 9 dan 10 yang dilakukan Termohon. Oleh karena perbuatan hokum Pemohon atau tindakan subyek hokum yang mempunyai akibat hokum, dan akibat hokum itu memang dikehendaki oleh Pemohon, dan perbuatan hukum yang dilakukan Pemohon, merupakan perbuatan melawan hokum bukan pebuatan menurut hokum, namun oleh Pemohon seolah-olah peristiwa hokum yang dilakukan Termohon merupakan perbuatan hokum;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.7 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

8. Bahwa, pada prinsipnya apa yang dikatakan Pemohon dalam surat Permohonannya pada posita nomor 4 (empat) sampai dengan posita nomor 10 (sepuluh) tidak benar. Yang benar adalah peritiwa hukum atau kejadian hukum atau rechtsfeit yang dilakukan Termohon pada hari Rabu tanggal 28 Desember 2016 sekira pukul 18.30 WIB di Jalan Merapi Gg. At-Taqwa RT/RW. 011/001, Kelurahan Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Jawa Timur adalah hal yang wajar dan bisa rukun kembali serta menambah keharmonisan rumah tangga antara Pemohon dan Termohon dan tidak menyebabkan percekcokan, pertengkaran dan ketidak harmonisan. Terbukti setelah peristiwa hokum tersebut, antara Termohn dan Pemohon bersepakat mengadakan selamatan pernikahan atau bangun nikah atau meperbarui nikah pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017 sekira pukul 16.11 WIB di kediaman ibu kandung Termohon Jalan Ikan Hiu II No. 19A RT/RW. 003/001, Kelurahan Mayangan Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Jawa Timur, (bukti terlampir T.1 dan T.2);

9. Bahwa, dalil sebagaimana tersebut pada nomor : 8 (delapan) diatas, yaitu : 9.1. “Antara Termohn dan Pemohon bersepakat mengadakan selamatan

pernikahan atau bangun nikah atau meperbarui nikah pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017 sekira pukul 16.11 WIB “ disepakti sebagai

peristiwa hokum;

9.2. Apa yang dikatakan Pemohon dalam surat Permohonannya pada posita nomor : 4 (empat) sampai dengan posita nomor : 10 (sepuluh), disepakati juga sebagai peristiwa hokum;

karena sesuai dengan arti peristiwa hokum adalah semua kejadian atau

fakta yang terjadi didalam kehidupan masyarakat yang mempunyai akibat hukum, dan peristiwa hokum dan sebagaimana tersebut pada nomor :

9.1 dan 9.2 diatas adalah karena keadaan (omstandingheid) bukan karena kejadian (gebeurtenis);

10. Bahwa, peristiwa hokum sebagaimana pada nomor 9, bukannya oleh Pemohon sebagai obyek dan subyek untk melakukan hubungan hokum yang lebih baik dengan Termohon, justru Pemohon menambah parah bahkan rumah tangga antara Termohon dan Pemohon yang saat itu dalam keadaan damai, bahagia, harmonis dan tentram dibawa kepada hubungan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.8 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

hokum yang berdampak pada ketidak harmonisan dan pertengkaran yang berujung pada Pemohon pengajukan Permohonan Cerai Talak tanggal 04 Oktober 2017;

11. Bahwa, setelah Pemohon lepas dari hubungan hokum dengan Sdri. SILVIA pada pertengahan tahun 2017. Pemohon mengulangi perbuatan hukumnya dengan Sdri. Yunika Candra, bahkan perbuatan hokum antara Pemohon dengan Sdri. Yunika Candra warga Jalan Simpang Sulfat Utara Pandan Wangi Kecamatan Blimbing Kota Malang, Jawa Timur sampai dengan menikah secara siri (agama) sekira pertengahan tahun 2017 sampai dengan Permohonan Cerai Talak Pemohon kepada Termohon, oleh karena perbuatan hokum Pemohon merupakan perbuatan melawan hokum bukan pebuatan menurut hokum. Maka tidak benar Termohon melakukan perbuatan hokum sebagaimana dikatakan Pemohon dalam surat Permohonannya pada posita nomor : 12 (dua belas), (bukti terlampir T.3); 12. Bahwa, tidak benar apa yang dikatakan Pemohon dalam surat

Permohonannya pada posita nomor : 11 (sebelas) sampai dengan posita nomor : 13 (tig belas) merupakan perbuatan hukum terpisah. Pada prinsipnya posita nomor 11 (sebelas) sampai dengan posita nomor 13 (tiga belas) bukan merupakan perbuatan hokum terpisah melainkan peristiwa hukum dan ada hubungan hukum yang tidak dapat dipisahkan;

13. Bahwa, yang benar pada Termohon kos bersama Pemohon sebagaimana dikatakan Pemohon dalam surat Permohonannya pada posita nomor 11 (sebelas), dilakukan Termohon tidak ingin mengulangi peristiwa hokum sebagai akibat perbuatan hokum yang dilakukan Pemohon, yaitu :

13.1. “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” (At-Tahrim);

13.2. “Setiap kalian adalah penanggung jawab dan akan ditanya tentang tanggung jawabnya. Seorang penguasa adalah penanggung jawab dan kelak akan ditanya tentang tanggung jawabnya, dan seorang lelaki adalah penanggung jawab terhadap keluarganya dan kelak akan ditanyai tentang tugasnya (HR.Ahmad, Al-Bukhari, dan Muslim dari Ibnu Umar);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.9 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

13.3. Perbuatan suami yang meninggalkan istri dan anak tanpa kabar berita dan nafkah lahir batin merupakan suatu pelanggaran atas kewajiban suami terhaap istri dan melanggar kewajiban suami sebagai orang tua terhadap anak berdaarkan :

13.3.1.1. Undang-Undang Perkawinan; 13.3.1.2. Kompilasi hokum islam, dan;

13.3.1.3. Pasal 9 Undang-Undang Nomor : 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga;

Sehingga mengikuti dimanapun Pemohon berada, namun sangat miris. Karena perbuatan hukum Pemohon dengan Sdri. Yunika Candra semakin menjadi, puncaknya pada hari Kamis tanggal 3 Agustus 2017, Termohon yang saat itu berada di kediaman orang tua kandungnya di Jalan Ikan Hiu II No. 19A RT/RW : 003/001, Kelurahan Mayangan Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Jawa Timur. Pemohon yang saat bersamaan berada di Malang, melali telepon selulernya menghubungi Termohon dan mengatakan bahwa Pemohon akan ke Batur, Malang Selatan ke tempat orang pintar dengan tujuan agar cepat dapat uang untuk mengembalikan uang yang dipinjam Pemohon dari orang tua kandung Termohon sebesar Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah);

14. Bahwa, oleh karena Termohon mengetahui kebohongan Pemohon (sebagaimana tersebut pada nomor 14 (empat belas diatas), dan guna memastikan keterangan Pemohon. Maka Termohon saat itu (hari Kamis tanggal 3 Agustus 2017) pergi ke kosan sebagaimana dikatakan Pemohon dalam surat Permohonannya pada posita nomor 11 (sebelas), mengambil semua barang milik Termohon bersma dua anaknya untuk kemudian dibawa pulang ke rumah bersama Termohon dan Pemohon di Jalan Merapi Gg. At-Taqwa RT/RW. 011/001, Kelurahan Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Jawa Timur, dan baru keesokan harinya Termohon bersama ketiga anaknya hanya pamit atau ijin kepada orang tua kandung Termohon untuk pergi ke Bali di tempat kediaman teman Termohon yang juga dikenal oleh Pemohon dengan maksud dan tujuan Termohon bersama ketia anaknya berkeinginan sama dengan Pemohon

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.10 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

yang pergi bersenang-senang atau rilek dengan Sdri. Yunika Candra di Baru, Malang Selatan, (bukti terlampir, T.4 dan T5);

15. Bahwa, Pemohon kepada Termohon mengakui perbuatan hukum bersama dengan Sdri. Yunika Candra pada hari Kamsi tanggal 3 Agustus 2017 beberapa hari setelah perbuatan hukum dimaksud;

16. Bahwa, benar Termohon yang lelah dengan perbuatan hokum Pemohon, pada akhirnya tidak mempermasalahkan dan bahkan mengijinkan Pemohon bilamana ingin menikahi Sdri. Yunika Candra alias Termohon bersedia dimadu;

17. Bahwa, benar Pemohon bekerja sebagai Manager pada Bank Sampoerna di Jalan Ciliwung Kota Malang dengan gaji sebesar Rp. 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) setiap bulannya dan Termohon menerima UANG BELANJA dari Pemohon setiap bulannya sebesar Rp. 6.000.000,00 (enam juta rupiah) sampai dengan Rp. 7.000.000,00 (tujuh juta rupiah);

18. Bahwa, benar Pemohon terakhir memberi uang belanja bukan uang nafkah kepada Termohon sebesar Rp. 9.000.000,00 (sembilan juta rupiah) pada bulan Angustus 2017, (bukti terlampir. T.6);

19. Bahwa, benar pada sidang mediasi kedua hari Selasa tanggal 31 Oktober 2017 di ruang tunggu Pengadilan Agama Probolinggo Pemohon dengan Termohon telah sepakat dan memberikan rumah bersama di Jalan Merapi Gg. At-Taqwa RT/RW : 011/001, Kelurahan Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Jawa Timur dengan sertipikat Hak Milik Nomor : 1914 atas nama Termohon kepada Pemohon berikut isinya, (bukti terlampir T.7);

20. Bahwa, benar Termohon tidak akan menuntut harta bersama lainnya yang dikuasai Pemohon, diantaranya:

20.1. Tanah dan bangunan dengan sertipikat Hak Milik Nomor : 2393 atas nama Pemohon, (bukti terlampir T.8);

20.2. Mobil Datsun, (bukti terlampir T.9), dan; 20.3. Dua sepeda motor lainnya ;

21. Bahwa, benar Termohon hanya mengingatkan atas sejumlah hutang Pemohon kepada teman Pemohon maupun teman Termohn untuk segera dibayar lunas oleh Pemohon, (bukti terlampir T.10) ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.11 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

Dalam Rekonpensi;

1. Bahwa, hal-hal yang telah diajukan dalam Jawaban Konpensi tersebut, secara Mutatis Mutandis merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Gugatan Rekonpensi ini;

2. Bahwa, Termohon selanjutnya disebut sebagai Penggugat Rekonpensi dan Pemohon adalah Tergugat Rekonpensi;

3. Bahwa, maatas perbuatan Pemohon Konvensi/Termohon Rekonvensi yang tidak melaksanakan pembayaran dan pelunasan hingga pada bulan ke 4 (empat) di bulan Desember 2017 sesuai dengan perjanjian, maka telah jelas Pemohon Konpensi/Termohon Rekonpensi telah melakukan wanprestasi dan dapat diminta pembatalan atau penghapusan perjanjian

dan mengembalikan dibawah tangan dengan Termohon yang

menggunakan jaminan orang tua kandung Termohn melalui Bank Rakyat Indonesia;

4. Bahwa, dengan permohonan Pemohon Konpensi/Termohon Rekonvensi

dan berdampak pada perbuatan wanprestasi oleh Pemohon

Konpensi/Termohon Rekonpensi dan ibu kandung Termohon

Konpensi/Pemohon Reknpensi mengalami kerugian materiil dan immaterial. Nama baik ibu kandung Termohon Konpensi/Pemohon Reknpensi menjadi tercemar/catatan hitam hubungan dengan relasi usahanya menjadi terganggu, dan disamping itu ibu kanduung Termohon Konpensi/Pemohon Reknpensi telah mengalami kerugian waktu, tenaga, biaya dan pikiran;

5. Bahwa, Penggugat Rekonpensi masih sangat mencintai Tergugat Rekonpensi oleh karena itu adalah wajar apabila Penggugat Rekonpensi meminta mut’ah dari Tergugat Rekonpensi sebesar Rp. 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah);

6. Bahwa, Penggugat Rekonpensi meminta uang nafkah terhutang (madiyah) yang harus dibayar tergugat rekonpensi tiap bulannya sebesar Rp. 9.000.000,00 (sembilan juta rupiah) sehingga madiyah tersebut sebesar Rp. 5 X Rp. 9.000.000,00 = Rp 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.12 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

7. Bahwa, Penggugat Rekonpensi meminta uang iddah sebesar Rp. 9.000.000.00 X 3 bulan = Rp.27.000.000,00 (dua puluh tujuh juta rupiah); 8. Bahwa, Penggugat Rekopensi meminta nafkah anak sampai menikah

sebesar Rp. 3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) per bulan per anak ditambah 10 % tiap Tahunnya;

9. Bahwa, oleh karena kawatir setelah perkara ini diputus namun Pemohon Konvensi/Termohon Rekonvensi tetap tidak bersedia atau lalai melaksanakan putusan tersebut oleh karenanya patut dan layak menurut hokum apabila Pemohon Konvensi/Termohon Rekonvensi dihukum untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada Termohon Konvensi/Pemohon Rekonvensi sebesar Rp. 100.000.00 (seratus ribu rupiah) untuk setiap hari secara tunai dan sekaligus terhitung sejak putusan pengadilan ini

berkekuatan hokum tetap sampai Pemohon Konvensi/Termohon

Rekonvensi melaksanakan putusan Pengadilan ini dengan baik, seketika dan sempurna;

10. Bahwa, oleh karena Tergugat Rekonpensi selaku seorang suami dan ayah sekaligus selaku kepala rumah tangga yang telah memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya, dengan sengaja telah melalaikan kewajibanya serta menterlantarkan Penggugat Rekonpensi selaku istrinya serta ketiga anak kandungnya terhitung sejak bulan September 2017 hingga saat ini tepatnya adalah bulan Desember 2017, maka dengan demikian Pemohn Konpensi/ Tergugat Rekonpensi memupnyai suatu kewajiban yang harus dipenuhi yaitu : harus membayar nafkah terhutang kepada Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi selaku istrinya dan biaya Hadlonah terhutang kepada anak kandungnya dengan rincian sebagai berikut :

10.1. Nafkah terhadap istri yang terhutang sebesar Rp. 9.000.000,00 (Sembilan juta rupiah) per bulan X 5 (lima) bulan = Rp. 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah);

10.2. Nafhkah terhadap anak (biaya hadlonah) terhutang yaitu : anggaran untuk membeli susu, pakaian dan kesehatan adalah Rp. 3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) per bulan X 5 (lima) bulan = Rp. 17.000.000,00 (tujuh belas juta rupiah);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.13 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

11. Bahwa, mengingat perkawinan antara Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dan Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi telah dilahirkan 3 (tiga) orang anak masing-masing bernama :

11.1. ANAK I jenis kelamin Perempuan, Lahir tanggal 19 Desember 2007;

11.2. ANAK II jenis kelamin Perempuan, Lahir tanggal 17 Apil 2013; 11.3. ANAK III jenis kelamin Perempuan, Lahir tanggal 12 April 2016; Yang terhitung masih dibawah umur serta msihmemerlukan perhatian khusus dari seorang ibu, maka Kepada Majelis Hakim Pemeriksa perkara aquo agar berkenan untuk memberikan hak mengasuh kepada Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi selaku ibu kandung dari ketiga anak tersebut Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam;

12. Bahwa, mengingat Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi adalah Manager Marketing pada KCP Bank Sampoerna di Malang yang mempunyai gaji tetap, maka mohon Kepada Majelis Hakim Pemeriksa perkara aquo untuk menetapkan Biaya hadlonah yang dibebankan kepada Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi tiap bulannya sebesar Rp. 3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) per bulannya ditambah 15% (lima belas persen) pertahunnya atau setidak-tidaknya 1/3 (satu per tiga) bagian dari gaji Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi terhitung sejak perkara ini diputus oleh Pengadilan Agama Probolinggo dan telah mempunyai kekuatan hokum tetap hingga anak tersebut dewasa atau mandiri;

13. Bahwa, oleh karena Tergugat Rekonpensi selaku seorang suami dan ayah sekaligus selaku kepala rumah tangga yang telah memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya dengan jabatan Manager Marketing pada KCP Bank Sampoerna di Malang yang mempunyai gaji tetap, maka mohon Kepada Majelis Hakim Pemeriksa perkara aquo untuk menetapkan rumah bersama antara Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dan Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi di Jalan Merapi Gg. At-Taqwa RT/RW. 011/001, Kelurahan Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Jawa Timur berikut isinya menjadi Hak Milik Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi yang kemudian di tempati bersama ketiga

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.14 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

anaknya, dan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi tidak akan menuntut bagian dari harta bersama lainnya, diantaranya :

13.1. Tanah dan bangunan dengan sertipikat Hak Milik Nomor : 2393 atas nama Pemohon, (bukti terlampir T.8);

13.2. Mobil Datsun, (bukti terlampir T.9), dan; 13.3. Dua sepeda motor lainnya;

14. Bahwa, setelah perceraian antara Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dan Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi terjadi, Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi harus pula memenuhi kewajibannya untuk memberikan nafkah Iddah kepada Penggugat Rekonepnsi/Termohon Konpensi sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 39 PP No. 9 Tahun 1979 j.o Pasal 149 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam, adapun total jumlah nafkah Idda adalah Rp. 27.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) dan harus diberikan secara tunai pada saat ikrar talak diucapkan oleh Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi dihadapan Majelsi Hakim Pemeriksa perkara aquo;

15. Bahwa, sebagaimana dimaksud pada Pasal 149 hurus (a) Kompilasi Hukum Islam, bilamana perkawinan putus karena talak, maka bekas suami wajib memberikan Mut’ah kepada Termohon Konpensi/Penggugat Rekonpensi selaku bekas istrinya, adapaun mengena Mut’ah yang wajib diberikan oleh Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi kepada Termohon Konpensi/Penggugat Rekonpensi adalah Rp. 45.000.000,00 (empat pulu lima juta rupiah) dan harus diberikan secara tunai pada saat ikrar talak diucapkan oleh Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi dihadapan Majelis Hakim Pmeriksa perkara aquo;

Bahwa, berdasarkan dalil-dalil dan pertimbangan tersebut diatas, Termohon Konpensi/Penggugat Rekonpensi mohon kepada yang mulia Mejlis Hakim Pengadilan Agama Probolinggo berkenan memeriksa dan memutuskan perkara aquo sebagai berikut :

PRIMAIR :

Dalam Konpensi :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.15 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

1. Menolak permohonan cerai Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonpensi untuk seluruhnya;

2. Menghukum Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonpensi untuk membayar seluruhnya biaya yang timbul dalam perkara aquo ;

Dalam Rekonpensi :

1. Menerima dan mengabulkan gugatan Rekonpensi Termohon

Konpensi/Penggugat Rekonpensi untuk seluruhnya;

2. Menyatakan secara hukum bahwa perkawinan antara Termohon Konpensi/Penggugat Rekonpensi dan Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi putus karena perceraian;

3. Menetapkan hukum bahwa Termohon Konpensi/Penggugat Rekonpensi selaku ibu kandung yang berhak dalam hal pengasuhan terhadap ketiga anak yang lahir dari perkawinan antara Termohon Konpensi/Penggugat Rekonpensi dan Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi, yaitu :

3.1. ANAK I jenis kelamin Perempuan, Lahir tanggal 19 Desember 2007; 3.2. ANAK II jenis kelamin Perempuan, Lahir tanggal 17 Apil 2013; 3.3. ANAK III jenis kelamin Perempuan, Lahir tanggal 12 April 2016; 4. Menetapkan secara hokum bahwa biaya Hadlonah (nfkah anak) serta biaya

pendidikan terhadap ANAK I jenis kelamin Perempuan, Lahir tanggal 19 Desember 2007 dibebankan kepada Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi sebesar Rp. 3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) per bulan per anak atau setidak-tidaknya 1/3 (satu per tiga) bagian per bulan dari gaji Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi terhitung sejak perkara aquo diputus oleh Pengadilan Agama Probolinggo dan mempunyai kekuatan hokum tetap hingga anak tersebut dewasa atau mandiri;

5. Memerintahkan kepada bagian pembayaran gaji KCP Bank Sampoerna di Malang untuk memotong langsung gaji Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi sebesar Rp. 3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) per bulan atau setidak-tidaknya 1/3 (satu per tiga) bagian per bulan dari gaji Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi terhitung sejak perkara aquo diputus oleh Pengadilan Agama Probolinggo dan mempunyai kekuatan hokum tetap hingga anak tersebut dewasa atau mandiri dan potongan gaji

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.16 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

tersebut diserahkan tiap bulannya kepada Termohn Konpensi/Penggugat Rekonpensi selaku ibu kandung dari anak tersebut yang mempunyai hak sebagai pengasuhnya;

6. Perbuatan Pemohon Konvensi/Termoho n Rekonvensi adalah wanprestasi; 7. Menghukum Pemohon Konvensi/Termohon Rekonvensi untuk membayar

uang paksa (Dwangsom) sebesar Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah) sehari setiap Permohn Konvensi/Termohon Rekonvensi lalai menjalankan Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hokum tetap hingga Pemohon Konvensi/Termohon Rekonvensi melekasanakan putusan pengadilan ini denganbaik, seketika dan sempurna, obyek sengketa. Teritung sejak putusan perkara aquo memperoleh kekuatan hokum tetap sampai dilaksnakannya;

8. Menetapkan mut’ah yang harus di bayar sebesar Rp. 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah);

9. Menetapkan nafkah terutang yang harus dibayar tergugat rekonpensi sebesar Rp. 5 X Rp. 9.000.000,00 = Rp. 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah);

10. Menetapkan nafkah iddah sebesar Rp. 9.000.000.00 X 3 bulan = Rp.27.000.000,00 (dua puluh tujuh juta rupiah);

1. Menyatakan biaya pendidikan dan penghidupan yang harus diberikan oleh Tergugat Rekonpensi kepada anaknya sebesar Rp. 3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) per bulan per anak ditambah 10 % tiap Tahunnya; 2. Menghukum Tergugat;

3. Menyatakan meminta uang :

a. Sisa piutang sebesar Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah), dan;

b. Rumah bersama di Jalan Merapi Gg. At-Taqwa RT/RW : 011/001, Kelurahan Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Jawa Timur berikut isinya ;

4. Menghukum Pemohon Konvensi/Termohon Rekonvensi untuk menanggung biaya yang timbul didalam perkara ini ;

SUBSIDAIR;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.17 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

Atau apabila Pengadilan Agama Probolilnggo berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya;

Bahwa atas jawaban Termohon tersebut Pemohon telah menyampaikan replik secara tertulis tanggal 02 Januari 2018 dan atas replik Pemohon tersebut Termohon telah menyampaikan duplik secara tertulis tanggal 16 Januari 2018 yang untuk selengkapnya isi replik dan duplik tersebut sebagaimana dalam Berita Acara Sidang dalam perkara tersebut;

Bahwa selanjutnya majelis hakim memberikan kesempatan kepada Pemohon dan Termohon untuk mengajukan alat-alat buktinya, kesempatan pertama diberikan kepada Pemohon dan ia telah mengajukan alat bukti sebagai berikut :

A. Bukti Surat;

1. Foto kopi Kutipan Akta Nikah dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo Nomor 598/39/VIII/2007, tanggal 20 Agustus 2007, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.1;

2. Foto kopi Tanda Bukti Lapor ke Polsek Kademangan Nomor TBL/68/XII/2016/SEK KDM, tanggal 28 Desember 2016, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.2;

3. Foto kopi foto seorang perempuan (Termohon) dengan seorang laki -laki, (M.Abdullah H), bukti tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.3;

4. Foto kopi foto seorang perempuan (Termohon) dengan seorang laki-laki (Herman) dan seorang anak, bukti tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.4;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.18 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

5. Foto kopi Surat Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu Nomor 103/PKWTT/KSP-SMS/Jakarta/V/2017, tanggal 08 Mei 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.5;

6. Foto kopi struk belanja di Buchi Kids Ruko Panglima Sudirman Kav.5-7 Malang bulan September 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.6;

7. Foto kopi struk belanja di Buchi Kids Ruko Sawojajar Mas (WoW) Kav.19-20 Malang bulan Oktober 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.7;

8. Foto kopi struk belanja di Graha Mulia Toserra Probolinggo bulan November 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.8;

9. Foto kopi struk belanja di Boom Sawojajar Jl.Danau Toba E9 No.21-22 dan Sinar Terang Jl.Dr.Soetomo No.125 Probolinggo bulan Desember 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.9;

10. Foto kopi struk belanja di Indomaret dan Buchi Kids Ruko Sawojajar Mas (WoW) Kav.19-20 Malang bulan Januari 2018, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.10;

11. Foto kopi Slip Pembayaran Motor di Indomaret dan Slip Transfer di BCA bulan September 2017 (bayar kredit rumah), surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.19 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.11;

12. Foto kopi Slip Transfer di ATM BCA (bayar kredit mobil dan rumah) bulan Oktober 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.12;

13. Foto kopi Slip Pembayaran Motor bulan November 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.13;

14. Foto kopi Slip Pembayaran Motor di Alfamart dan ATM BCA (kredit rumah) bulan Desember tahun 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.14;

15. Foto kopi Slip Pembayaran Motor dan Slip Pembayaran di Indomaret serta Setoran di BRI (kredit rumah) bulan Januari 2018, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.15;

16. Foto kopi Agreement Card an. Andy Gunawan Wobowo (kredit motor Honda Vario Iso) di MPM Finance, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.16;

17. Foto kopi Daftar Pembayaran an. Andy Gunawan Wobowo (kredit motor Honda Beat), surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.17;

18. Foto kopi Surat Perjanjian Kredit antara ANDY GUNAWAN WIBOWO dengan Koperasi SINAR KASIH MANDIRI Nomor 710/27/Tu26/17,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.20 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

tanggal 06 Maret 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.18;

19. Foto kopi Surat Perjanjian Kredit antara ANDY GUNAWAN WIBOWO dengan Koperasi SINAR KASIH MANDIRI Nomor 815/28/I/17, tanggal 18 Mei 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.19;

20. Foto kopi Surat Perjanjian Kredit antara ANDY GUNAWAN WIBOWO dengan Koperasi SINAR KASIH MANDIRI Nomor 839/29/Tu27/17, tanggal 31 Mei 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.20;

21. Foto kopi Surat Perjanjian Kredit antara ANDY GUNAWAN WIBOWO dengan Koperasi SINAR KASIH MANDIRI Nomor 916/30/Tu29/17, tanggal 27 Juli 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.21;

22. Foto kopi Surat Perjanjian Kredit antara ANDY GUNAWAN WIBOWO dengan Koperasi SINAR KASIH MANDIRI Nomor 971/31/I/17, tanggal 31 Agustus 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.22;

23. Foto kopi Surat Perjanjian Kredit antara ANDY GUNAWAN WIBOWO dengan Koperasi SINAR KASIH MANDIRI Nomor 013/32/Tu30/17, tanggal 27 September 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda P.23;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.21 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

B. Bukti Saksi;

1. SAKSI I PEMOHON, umur 59 tahun, agama Kristen, pekerjaan sopir, bertempat tinggal di Kota Probolinggo, saksi menerangkan dibawah sumpah yang pada pokoknya sebagai berikut :

- Bahwa saksi kenal dengan Pemohon dan Termohon karena saksi adalah ayah Pemohon;

- Bahwa Pemohon dan Termohon sebagai suami istri yang menikah sekitar tahun 2007 dan telah dikaruniai 3 orang anak bernama ANAK I umur 10 tahun, ANAK II umur 5 tahun dan ANAK III umur 2 tahun, sekarang anak pertama dan kedua diasuh oleh Termohon dan anak yang ketiga diasuh oleh Pemohon;

- Bahwa semula rumah tangga Pemohon dan Termohon dalam keadaan rukun dan harmonis, namun akhir-akhir ini rumah tangganya sudah tidak rukun dan harmonis, karena sering terjadi perselisihan dan pertengkaran;

- Bahwa saksi tidak pernah melihat terjadinya perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan Termohon, tetapi hanya cerita dari Pemohon;

- Bahwa sepengetahuan saksi penyebab terjadinya perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan Termohon adalah karena pada tanggal 28 Desember 2016 Termohon memasukkan laki-laki lain bernama SUHADAK di rumahnya setelah itu sekitar awal tahun 2017 Pemohon dan Termohon memperbaharui perkawinannya;

- Bahwa saksi tidak tahu hubungan Termohon dengan laki-laki lain bernama ABDULLAH, tetapi saya tahu hubungan Pemohon dengan YUNIKA CANDRA hanya sebagai teman;

- Bahwa sekarang Pemohon dan Termohon telah pisah rumah selama kurang lebih 2 bulan, dan Termohon mengganti kunci rumahnya dengan alasan agar Pemohon tidak bisa masuk rumah lagi;

- Bahwa selama pisah tersebut Pemohon dan Termohon tidak pernah kumpul dalam satu rumah dan tidak ada komunikasi;

- Bahwa saksi tidak tahu apakah selama pisah rumah tersebut Pemohon masih memberikan nafkah kepada Termohon atau tidak, yang jelas

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.22 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

Pemohon masih memberikan nafkah kepada anaknya berupa barang, seperti susu, pampers, kue-kue dan lain-lain;

- Bahwa sepengetahuan saksi ketika Pemohon dan Termohon masih rukun, gaji Pemohon semua diberikan kepada Termohon, tentang jumlahnya saya tidak tahu;

- Bahwa saksi tidak mengetahui kesepakatan antara Pemohon dan Termohon mengenai harta bersama;

- Bahwa saksi sudah berusaha menasihati Pemohon dan Termohon agar rukun kembali dalam rumah tangganya, namun tidak berhasil; - Bahwa Pemohon bekerja di Bank Sampoena mulai pagi sampai sore,

terkadang sampai malam dan gajinya saksi tidak tahu, sedangkan Termohon tidak bekerja;

- Bahwa saksi tidak tahu kondisi sekarang anak yang pertama dan kedua, karena beberapa hari ini telah diambil dan tinggal bersama Termohon, kalau anak yang ketiga kondisinya baik dan sehat dan tinggal bersama Pemohon sejak sekitar 3 minggu yang lalu;

2. SAKSI II PEMOHON, umur 36 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan Bank Sampoerna, bertempat tinggal di Kabupaten Malang;, saksi menerangkan dibawah sumpah yang pada pokoknya sebagai berikut : - Bahwa saksi kenal Pemohon dan Termohon, karena saksi adalah

teman Pemohon;

- Bahwa Pemohon dan Termohon adalah sebagai suami isteri dan telah mempunyai 3 orang anak dan saksi tidak mengetahui tempat tinggal ketiga anak tersebut;

- Bahwa awalnya rumah tangga Pemohon dan Termohon dalam keadaan rukun dan harmonis, namun saat ini rumah tangganya sudah tidak rukun dan harmonis, karena keduanya telah terjadi pisah rumah sekitar 3 bulan dan sampai sekarang tidak kumpul dalam satu rumah; - Bahwa saksi tidak mengetahui masalah nafkah Termohon selama

Pemohon dan Termohon terjadi pisah rumah, namun katanya Pemohon masih memberikan nafkah kepada anak-anaknya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(23)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.23 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

- Bahwa saksi tidak pernah mengetahui antara Pemohon dan Termohon terjadi perselisihan dan pertengkaran;

- Bahwa secara pasti saksi tidak tahu sebab terjadinya pisah rumah antara Pemohon dan Termohon, namun katanya disebabkan karena Termohon mempunyai pria idama lain (PIL);

- Bahwa saksi tidak mengetahui hubungan Termohon dengan laki-laki bernama Suhadak atau dengan Abdullah;

- Bahwa saksi tidak mengetahui hubungan antara Pemohon dengan wanita bernama Selvia atau Yunika Candra;

- Bahwa pihak keluarga sudah berusaha menasihati Pemohon dan Termohon agar rukun kembali dalam rumah tangganya, namun usaha tersebut tidak berhasil;

- Bahwa saksi mengetahui Pemohon bekerja di Sampoena, pergi pagi pulang sore hari dan 2 minggu setiap akhir bulan Pemohon sering lembur sampai malam dan tentang gajinya saya tidak mengetahui; - Bahwa saksi tidak mengetahui adanya kesepakatan antara Pemohon

dengan Termohon mengenai harta bersama/gono gini;

- Bahwa sepengetahuan saksi Pemohon adalah orang yang baik, jujur, sayang dan perhatian kepada anak-anaknya;

Bahwa, Pemohon telah mencukupkan bukti-buktinya selanjutnya majelis hakim memberikan kesempatan kepada Termohon untuk mengajukan alat-alat buktinya dan Termohon telah mengajukan alat bukti sebagai berikut :

A. Bukti Surat;

1 Foto kopi Kutipan Akta Nikah yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo Nomor 598/39/VIII/2007, tanggal 17 Agustus 2007, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda T.1; 2 Foto kopi Surat Tanda Bukti Lapor di POLSEK Kademangan Nomor

TBL/58/XII/2016/SEK KDM, tanggal 28 Desember 2016, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan copy

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(24)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.24 dari 54.Put.No.0466/Pdt.G/2017/PA.Prob .

dari aslinya yang dileges serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda T.2;

3 Foto kopi foto seorang perempuan (Termohon) dengan seorang laki (Pemohon), surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda T.3;

4 Foto kopi Short Message Service (SMS) dari Angga d tanggal 13 Agustus 2017, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda T.4;

5 Foto kopi foto seorang laki-laki (Pemohon) dengan seorang perempuan (Yunika Candra), surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda T.5;

6 Foto kopi Struk Tranfer di Buku Tabungan BCA an. Angga Damayanti, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda T.6;

7 Foto kopi Sertifikat Hak Milik No.1914 atas nama ANDY GUNAWAN WIBOWO (tanah diatasnya terdapat bagunan rumah yang terletak di Kelurahan Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo), surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan tidak ada aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda T.7;

8 Foto kopi penerimaan pinjaman dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda T.8;

9. a. Foto kopi Sertifikat Hak Milik Nomor 2393 atas nama Andy Gunawan Wibowo yang terletak di Kelurahan Sukabumi Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, surat tersebut kemudian dicocokkan dengan aslinya dan ternyata sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup, lalu Hakim Ketua memberi tanda pada surat tersebut dengan tanda T.9a;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa yang menjadi inti pokok perselisihan antara Penggugat dan Tergugat sebagaimana didalilkan oleh Penggugat adalah apakah Tergugat telah memiliki dan

Menimbang, bahwa berdasarkan dalil Penggugat dalam hal Tergugat telah pergi meninggalkan Penggugat dan tidak lagi memberi nafkah Penggugat serta tidak lagi memperdulikan

Bahwa penggantian kerugian oleh Penggugat I terhadap Tergugat tidak dapat dijadikan dasar Tergugat untuk memberhentikan Penggugat I dengan alasan melakukan kesalahan

Menimbang, bahwa keterangan saksi 1 dan 2 Penggugat mengenai keadaan rumah tangga Penggugat dan Tergugat yang sering terjadi pertengkaran bahkan akibat

Menimbang, bahwa Penggugat dalam gugatannya mendalilkan Penggugat telah memberikan pinjaman hutang kepada Para Tergugat sebagaimana Surat Perjanjian Kredit Nomor :

menolak eksepsi tersebut Tergugat sangat keberatan, bahwa majelis hakim sangat keliru dan tidak memahami terhadap yang dimaksud dengan gugatan tidak memenuhi syarat

16.Bahwa untuk mencegah kerugian Penggugat lebih lanjut maka kami mohon kepada Majelis Hakim yang terhormat dalam perkara a quo agar memerintahkan Tergugat I untuk

Menimbang, bahwa berdasarkan dalil-dalil Gugatan, Jawaban, Replik dan Duplik, Majelis Hakim berpendapat bahwa, permasalahan hukum yang harus dipertimbangkan dalam sengketa tersebut