• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori 1 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori 1 Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

P U T U S A N

Nomor : 245 / Pid.Sus / 2012 / PN.Kdi.

DEMI KEADILAN

BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dengan acara biasa dalam peradilan tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa :

Nama Lengkap : MARDIONO bin SAMIRAN.

Tempat Lahir : Kediri.

Umur / tgl. Lahir : 36 Tahun / 25 Agustus 1976. Jenis Kelamin : Laki-laki

Kebangsaan : Indonesia / Jawa.

Tempat Tinggal : Dusun Bangkok, Desa Klampisan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

A g a m a : Islam. Pekerjaan : Swasta.

Pendidikan : STM.

Terdakwa ditahan september 2012 sampai

dengan sekarang ;

Pengadilan Negeri tersebut ;

Telah membaca berita acara pemeriksaan persidangan dan surat-surat lain dalam berkas perkara terdakwa ;

Telah mendengar keterangan saksi – saksi dan keterangan Terdakwa dipersidangan ;

Telah mendengar pembacaan tuntutan pidana dari Jaksa Penuntut Umum yang dibacakan pada persidangan hari : Senin, tanggal : 21 Januari 2013 yang pada pokoknya supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan :

1. Menyatakan terdakwa MARDIONO bin SAMIRAN, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ Dengan sengaja menerima, membeli atau menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan atau memiliki hasil hutan yang diketahui atau patut diduga berasal dari kawasan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

hutan yang dimbil atau dipungut secara tidak sah”, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 50 ayat (3) huruf f Jo Pasal 78 ayat (5) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2009 tentang Kehutanan dalam Surat Dakwaan kami ;

2. Menjatuhkan….. 2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama: 9

(sembilan) bulan, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan sementara dan dengan perintah Terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp.1.000.000,-(satu juta rupiah), subsidair 1 (satu) bulan kurungan ;

3. Menetapkan barang bukti :

• Kayu sengon sebanyak 1942 m2 berbagai ukuran diantaranya :

• Usuk ukuran 6 cm x 4 cm x 2 m sebanyak 39 (tiga puluh sembilan) batang ;

• Usuk ukuran 6 cm x 4 cm x 3 m sebanyak 49 (empat puluh sembilan) batang;

• Papan ukuran 2 cm x 20 cm x 2 m sebanyak 173 (seratus tujuh puluh tiga) lembar;

• 1 (satu) unit mobil Pick Up/ Colt T Mitsubishi tahun 1973 warna biru kuning Nopol. AG 9430 DC;

Dirampas untuk Negara ;

4. Membebankan kepada terdakwa agar membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) ;

Menimbang, bahwa atas Tuntutan Pidana Penuntut Umum tersebut, Terdakwa tidak mengajukan Pembelaan (Pledooi), namun hanya mengajukan permohonan yang disampaikan secara lisan di persidangan, yang pada pokoknya Terdakwa menyatakan bahwa ia memohon agar kepadanya dijatuhi hukuman yang seringan-ringannya dengan alasan terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya ;

Menimbang, bahwa Terdakwa tersebut diatas oleh Penuntut Umum didakwa dengan dakwaan sebagai berikut :

Bahwa terdakwa MARDIONO bin SAMIRAN , pada hari Kamis, tanggal 13 September 2012 sekitar jam 15.00 wib atau pada waktu tertentu sekitar bulan September tahun 2012 bertempat di rumah saksi GEGER bin (alm) MATAHIR di

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Dusun / Desa Krenceng, Kabupaten Kediri atau ditempat-tempat lain yang masih dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri telah menerima, membeli atau menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan atau memiliki hasil hutan yang diketahui atau patut diduga berasal dari kawasan yang diambil atau dipungut secara tidak sah, Perbuatan mana dilakukan oleh terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut :

- Bahwa…. - Bahwa pada awalnya saksi GEGER bin (alm) MATAHER (tersangka dalam

berkas perkara tersendiri) telah mengambil kayu sengon di wilayah petak 22 a yang masuk dalam RPH (Resort Polisi Hutan) Jatirejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, BKPH Pare Kabupaten Kediri sebanyak 2 (dua) pohon sengon dengan cara menebang kemudian saksi memotong menjadi ukuran panjang masing-masing 2 (dua) meter kemudian mengangkat kayu sengon tersebut di rumah saksi ;

- Batang dengan ukuran masing-masing panjang 2 (dua) meter sebanyak 20 (dua puluh) batang dan ukuran panjang 3 (tiga) meter sebanyak 4 (empat) batang kemudian terdakwa mendatangi rumah saksi GEGER bin (alm) MATAHER selanjutnya terdakwa membeli kayu sengon tersebut seharga Rp.560.000,- (lima ratus enam puluh ribu rupiah) ;

- Bahwa setelah mendapatkan kayu sengon sebanyak 24 (dua puluh empat) batang tersebut, kemudian terdakwa menggergajikan kayu sengon menjadi beberapa macam ukuran :

• Usuk ukuran 6 cm x 4 cm x 2 m sebanyak 39 (tiga puluh sembilan) batang ;

• Usuk ukuran 6 cm x 4 cm x 3 m sebanyak 49 (empat puluh sembilan) batang;

- Papan ukuran 2 cm x 20 cm x 2 m sebanyak 173 (seratus tujuh puluh tiga) lembar;

- Bahwa terdakwa MARDIONO bin SAMIRAN mengetahui jika kayu sengon milik saksi GEGER bin MATAHER berasal dari wilayah Perhutani dan terdakwa tetap membeli kayu tersebut meskipun tanpa surat-surat sah atau dokumen yang seharusnya melekat pada kayu tersebut ;

Perbuatan Terdakwa MARDIONO bin SAMIRAN tersebut diatas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 50 ayat (3) huruf f Jo Pasal

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

78 ayat (5) Undang-Undang Republik Indonesia No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan ;

Menimbang, bahwa saksi-saksi yang diajukan di persidangan masing-masing memberikan keterangan dibawah sumpah yaitu 1. Saksi GEGER bin alm. MATAHER, 2. Saksi ZAENAL ARIFIN bin TUKIRIN dan 3. Saksi MARKUAT ;

Yang pada pokoknya termuat lengkap dalam berita acara persidangan ;

Menimbang, bahwa Terdakwa dipersidangan memberikan keterangan yang pada pokoknya termuat pula dalam Berita Acara Persidangan ;

Menimbang,…. Menimbang, bahwa atas barang bukti tersebut yang diajukan dipersidangan dibenarkan oleh saksi – saksi dan Terdakwa ;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim setelah memperhatikan secara seksama atas keterangan saksi-saksi, dan keterangan Terdakwa serta barang bukti yang diajukan dipersidangan ternyata antara satu dengan yang lainnya terdapat persesuaian ;

Menimbang, bahwa untuk menyatakan apakah Terdakwa telah melakukan suatu tindak pidana, maka perbuatan Terdakwa haruslah memenuhi seluruh unsur-unsur dari pasal-pasal yang di dakwakan oleh Penuntut Umum ;

Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan terhadap terdakwa tersebut disusun secara tunggal, maka Majelis Hakim akan membuktikan dakwaan tersebut yaitu melanggar Pasal 50 ayat (3) huruf f Jo Pasal 78 ayat (5) Undang-Undang Republik Indonesia No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :

1. Unsur “ Setiap orang “ ;

2. Unsur “ Menerima, membeli atau menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan, atau memiliki hasil hutan yang diketahui atau patut diduga berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah “;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan berdasarkan atas keterangan saksi-saksi, dan keterangan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Terdakwa serta barang bukti yang diajukan dipersidangan ternyata bahwa Terdakwa pada hari Kamis tanggal 13 September 2012 sekitar jam 15.00 wib di rumah saksi GEGER bin MATAHER di Dusun/ Desa Krenceng, Kabupaten Kediri telah membeli kayu sengon dari saksi GEGER bin MATAHER sebanyak 24 (dua puluh empat) batang dengan ukuran masing-masing panjang 2 (dua) meter sebanyak 20 (dua puluh) batang dan ukuran panjang 3 (tiga) meter sebanyak 4 (empat) batang seharga Rp.560.000,- (lima raus enam puluh ribu rupiah) walaupun terdakwa telah mengetahui jika kayu sengon yang telah dibeli dari saksi GEGER bin MATAHER berasal dari kawasan hutan yang tidak memiliki ijin dan surat atau dokumen yang sah yang seharusnya melekat pada kayu tersebut, namun tetap dibelinya ;

Dan oleh karenanya Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur-unsur dalam Pasal 50 ayat (3) huruf f Jo Pasal 78 ayat (5) Undang-Undang Republik Indonesia No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan tersebut telah terpenuhi ;

Menimbang,…… Menimbang, bahwa berdasarkan hal-hal yang telah dipertimbangkan tersebut diatas, Maka Majelis Hakim berpendapat bahwa Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “ Dengan sengaja menerima, membeli atau menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan atau memiliki hasil hutan atau patut diduga berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah “ sebagaimana diatur dalam Pasal 50 ayat (3) huruf f Jo Pasal 78 ayat (5) Undang-Undang Republik Indonesia No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan ;

Menimbang, bahwa dari hasil pemeriksaan dipersidangan ternyata Terdakwa mampu bertanggung jawab dan tidak diketemukan adanya alasan-alasan yang dapat menghapus kesalahannya sehingga kepadanya dapat dipidana;

Menimbang, bahwa atas barang bukti berupa : Kayu sengon sebanyak 1942 m2 berbagai ukuran diantaranya :

• Usuk ukuran 6 cm x 4 cm x 2 m sebanyak 39 (tiga puluh sembilan) batang, Usuk ukuran 6 cm x 4 cm x 3 m sebanyak 49 (empat puluh sembilan) batang, Papan ukuran 2 cm x 20 cm x 2 m sebanyak 173 (seratus tujuh puluh tiga) lembar dan 1 (satu) unit mobil Pick Up/

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Colt T Mitsubishi tahun 1973 warna biru kuning Nopol. AG 9430 DC dirampas untuk Negara ;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim sebelum menjatuhkan pidana yang setimpal dengan kesalahan Terdakwa maka perlu dipertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan bagi Terdakwa ;

Hal – hal yang memberatkan :

• Perbuatan Terdakwa telah menimbulkan kerugian bagi pihak Perhutani ;

Hal – hal yang meringankan :

- Terdakwa mengakui terus terang perbuatannya - Terdakwa menyesali perbuatannya ;

- Terdakwa berlaku sopan dipersidangan ;

Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan dijatuhi pidana, maka kepada terdakwa haruslah dibebani untuk membayar biaya perkara yang besarnya akan disebutkan dalam amar putusan ini;

Mengingat ketentuan Pasal 50 ayat (3) huruf f Jo Pasal 78 ayat (5) Undang-Undang Republik Indonesia No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan;

MENGADILI :……

M E N G A D I L I :

1. Menyatakan Terdakwa : MARDIONO bin SAMIRAN, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “Dengan sengaja menerima, membeli atau menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan atau memiliki hasil hutan atau patut diduga berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah “ ;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama : 6 (enam) bulan dan denda Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah), subsidair 1 (satu) bulan kurungan ;

3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijauhkan ;

4. Menetapkan agar Terdakwa tetap ditahan dalam rumah tahanan ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

5. Menetapkan barang bukti berupa :

• Kayu sengon sebanyak 1942 m2 berbagai ukuran diantaranya :

• Usuk ukuran 6 cm x 4 cm x 2 m sebanyak 39 (tiga puluh sembilan) batang ;

• Usuk ukuran 6 cm x 4 cm x 3 m sebanyak 49 (empat puluh sembilan) batang;

• Papan ukuran 2 cm x 20 cm x 2 m sebanyak 173 (seratus tujuh puluh tiga) lembar;

• 1 (satu) unit mobil Pick Up/ Colt T Mitsubishi tahun 1973 warna biru kuning Nopol. AG 9430 DC;

Dirampas untuk Negara ;

6. Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) ;

Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri pada hari : S E L A S A, tanggal: 29 JANUARI 2013, oleh kami: H. PUJI HARIAN, SH.M.Hum. selaku Hakim Ketua, BAMBANG TRENGGONO, SH.MH. dan AA. GEDE AGUNG PARNATA.,SH.Cn., masing – masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut

diucapkan….. diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada hari itu juga, oleh Hakim Ketua tersebut dengan didampingi Hakim-Hakim Anggota tersebut, dengan dibantu: R. IKA AGUS PRASETYAWAN, SH. sebgai Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri tersebut dengan dihadiri : MOCH. ISKANDAR, SH., Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Ngasem dan Terdakwa.-

Hakim Anggota, Hakim Ketua,

1. BAMBANG TRENGGONO, SH.MH. H. PUJI HARIAN, SH.M.Hum.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

2. AA. GEDE AGUNG PARNAYA., SH.Cn. Panitera Pengganti,

R. IKA AGUS PRASETYAWAN, SH.

Untuk salinan yang sama bunyinya dengan aslinya Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri

Wakil Panitera,

H A R I A D I, SH . NIP. 19600717 198203 1005 .

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa dalam hal upaya perdamaian, Majelis Hakim Tingkat Pertama telah berusaha untuk mendamaikan kedua belah pihak berperkara, baik oleh majelis hakim sendiri,

- Bahwa Hakim tidak mempertimbangkan berdasarkan keterangan Terdakwa setelah Terdakwa menerima HP tersebut dari Wahiri (abang Terdakwa/DPO) Terdakwa yang

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi tersebut diatas yang saling bersesuaian dan telah mendukung dalil Para Pemohon, maka terbukti bahwa saat

Menimbang, bahwa sebagaimana telah dipertimbangkan sebelumnya, maka terhadap unsur “ada kerugian” yang diderita oleh Penggugat, Majelis Hakim sependapat dengan dalil dalam

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas Majelis Hakim berpendapat bahwa perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan Termohon telah memuncak

Bahwa dengan demikian berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan bahwa Majelis Hakim pengadilan Negeri Pontianak maupun Majelis Hakim Pengadilan Tinggi

Menimbang, bahwa Majelis Hakim memberikan pertimbangan pada unsur kedua dan ketiga ini berdasarkan fakta hukum dari keterangan para saksi danalat bukti lainnya

Namun di lain pihak Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya (Judex Facti) dalam pertimbangannya pada halaman 70 paragraf 2 berpendapat sebagai berikut: “menimbang, bahwa