Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 1 dari 10 hal. Put. Nomor 1295 K/Pid/2015P U T U S A N Nomor 1295 K/Pid /2015
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G
memeriksa perkara pidana pada tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:
Nama lengkap : ACHMAD MUSAWI alias ACHMAD bin MUSAWI;
Tempat lahir : Pontianak;
Umur/tanggal lahir : 33 Tahun/15 April 1980; Jenis kelamin : Laki-laki;
Kebangsaan : Indonesia;
Tempat tinggal : Jalan Darma Putra, Gang Darma Putra 19 B Pontianak Utara;
Agama : Islam;
Pekerjaan : Swasta;
Terdakwa berada di dalam Tahanan Rumah:
1. Penuntut Umum sejak tanggal 29 April 2014 sampai dengan tanggal 18 Mei 2014;
2. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 13 Mei 2014 sampai dengan tanggal 11 Juni 2014;
3. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 12 Juni 2014 sampai dengan tanggal 10 Agustus 2014;
Terdakwa diajukan di muka persidangan Pengadilan Negeri Pontianak, karena didakwa:
DAKWAAN: KESATU :
Bahwa Terdakwa ACHMAD MUSAWI alias ACHMAD bin H. MUSAWI bersama-sama dengan Saksi KADIR bin MASUDI (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) dan Saudara SULIS (belum tertangkap), pada hari Jumat tanggal 28 Desember 2012 sekira pukul 08.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu sekitar bulan Desember 2012 di Jalan Khatulistiwa Km. 3 RT 01 RW 01 Kecamatan Pontianak Utara atau setidak-tidaknya di tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pontianak, dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 2 dari 10 hal. Put. Nomor 1295 K/Pid/2015terhadap orang atau barang, perbuatan mana dilakukan dengan cara sebagai berikut:
- Bahwa bermula pada suatu waktu sekitar bulan November dan Desember tahun 2012, Terdakwa mempunyai rencana akan membuat akses jalan keluar masuk antara tanah Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 2136 atas nama EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG dengan Jalan Kathulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara;
- Bahwa oleh karena antara tanah SHM Nomor 2136 dengan Jalan Kathulistiwa Kecamatan Pontianak Utara tersebut dibatasi oleh pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG sepanjang 54 meter, maka Terdakwa juga mempunyai rencana akan merobohkan pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG tersebut;
- Bahwa selanjutnya pada hari Jumat tanggal 28 Desember 2012 sekitar pukul 08.00 WIB, tanpa seizin/tanpa sepengetahuan Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG sebagai pemilik pagar batako yang sah, Saksi KADIR bin MASUDI (atas permintaan Terdakwa) secara terang-terangan dengan menggunakan sebuah martil besi merobohkan pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG tersebut sepanjang sekitar 3 meter, kemudian pagar batako tersebut secara terang-terangan dirobohkan menjadi sepanjang sekitar 7 meter oleh Excavator Merk Kobelco K200 warna Hijau (Daftar Pencarian Barang) yang dioperatori oleh Saudara SULIS dan disewa Terdakwa dari Saksi H. SANIMAN;
- Bahwa adapun Saksi KADIR bin MASUDI bersedia merobohkan pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG tersebut karena dibayar Terdakwa dengan upah sebesar Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah), sementara Saudara SULIS bersedia menjadi operator Excavator yang merobohkan pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG tersebut karena dibayar Terdakwa dengan upah sebesar Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah);
- Bahwa akibat perbuatan Terdakwa, Saksi KADIR bin MASUDI, dan Saudara SULIS tersebut diatas, pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG sepanjang 7 meter rata dengan tanah dan saat ini digunakan sebagai jalan akses keluar masuk tanah SHM Nomor 2136 dengan Jalan Kathulistiwa Kecamatan Pontianak Utara.”
Perbuatan mana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 3 dari 10 hal. Put. Nomor 1295 K/Pid/2015A T A U KEDUA :
Bahwa Terdakwa ACHMAD MUSAWI alias ACHMAD bin H. MUSAWI sebagai orang yang menganjurkan (uitlokker), Saksi KADIR bin MASUDI sebagai teranjur (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah), dan Saudara SULIS sebagai teranjur (belum tertangkap), pada hari Jumat tanggal 28 Desember 2012 sekira pukul 08.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu sekitar bulan Desember 2012 di Jalan Khatulistiwa Km. 3 RT 01 RW 01 Kecamatan Pontianak Utara atau setidak-tidaknya di tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pontianak, dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, perbuatan mana dilakukan dengan cara sebagai berikut :
- Bahwa bermula pada suatu waktu sekitar bulan November dan Desember tahun 2012, Terdakwa mempunyai rencana akan membuat akses jalan keluar masuk antara tanah Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 2136 atas nama EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG dengan Jalan Kathulistiwa Kecamatan Pontianak Utara;
- Bahwa oleh karena antara tanah SHM Nomor 2136 dengan Jalan Kathulistiwa Kecamatan Pontianak Utara tersebut dibatasi oleh pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG sepanjang 54 meter, maka Terdakwa juga mempunyai rencana akan merobohkan pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG tersebut;
- Bahwa selanjutnya pada hari Jumat tanggal 28 Desember 2012 sekitar pukul 08.00 WIB, tanpa seizin/tanpa sepengetahuan Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG sebagai pemilik pagar batako yang sah, Saksi KADIR bin MASUDI (atas anjuran Terdakwa) dengan menggunakan sebuah martil besi sengaja merobohkan pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG tersebut sepanjang sekitar 3 meter, kemudian pagar batako tersebut sengaja dirobohkan menjadi sepanjang sekitar 7 meter oleh Excavator Merk Kobelco K200 warna Hijau (Daftar Pencarian Barang) yang dioperatori oleh Saudara SULIS dan disewa Terdakwa dari Saksi H. SANIMAN;
- Bahwa adapun Saksi KADIR bin MASUDI bersedia merobohkan pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG tersebut karena dianjurkan oleh Terdakwa dan dibayar dengan upah sebesar Rp.50.000,-(lima puluh ribu rupiah), sementara Saudara SULIS bersedia menjadi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 4 dari 10 hal. Put. Nomor 1295 K/Pid/2015operator Excavator yang merobohkan pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG tersebut karena dianjurkan oleh Terdakwa dan dibayar dengan upah sebesar Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah); - Bahwa akibat perbuatan Terdakwa, Saksi KADIR bin MASUDI, dan Saudara
SULIS tersebut diatas, pagar batako milik Saksi EDDY SUWANTO BONG alias ALIONG sepanjang 7 meter rata dengan tanah dan tidak bisa lagi digunakan sebagai pembatas jalan antara tanah SHM Nomor 2136 dengan Jalan Kathulistiwa Kecamatan Pontianak Utara.”;
Perbuatan mana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 406 ayat (1) KUHPjuncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP (uitlokking);
Mahkamah Agung tersebut;
Membaca tuntutan pidana Jaksa/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Pontianak tanggal 14 Oktober 2014 sebagai berikut:
1. Menyatakan Terdakwa ACHMAD MUSAWI alias ACHMAD bin H. MUSAWI terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Penganjuran Penghancuran Barang sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 406 ayat (1) KUHPjuncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP (uitlokking);
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa ACHMAD MUSAWI alias ACHMAD bin H. MUSAWI dengan pidana penjara selama 4 (empat) bulan dikurangi selama Terdakwa dalam tahanan.
3. Menyatakan barang bukti berupa :
- 1 (satu) buah pecahan semen batu batako (barang tersebut bagian dari bangunan pagar batako/cor semen).
- 1 (satu) buah martil besi tangkai kayu.
Dipergunakan dalam perkara lain atas nama Terdakwa KADIR bin MASUDI. 4. Menetapkan agar Terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara
sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah);
Membaca putusan Pengadilan Negeri Pontianak Nomor 279/Pid.B/ 2014/PN.Ptk., tanggal 27 November 2014 yang amar lengkapnya sebagai berikut:
1. Menyatakan Terdakwa ACHMAD MUSAWI alias ACHMAD bin H. MUSAWI tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan perusakan barang orang lain;
2. Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 5 dari 10 hal. Put. Nomor 1295 K/Pid/20153. Menetapkan pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali apabila dikemudian hari sebelum habis masa percobaan 6 (enam) bulan ada putusan Hakim lain menyatakan Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana ;
4. Menetapkan lamanya Terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan tersebut;
5. Menetapkan barang bukti berupa ;
- 1 (satu) buah pecahan semen batu batako (barang tersebut bagian dari bangunan pagar batako/cor semen);
- 1 (satu) buah martil besi tangkai kayu; Dipergunakan dalam perkara lain;
- Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah);
Membaca putusan Pengadilan Tinggi Pontianak Nomor 26/Pid/2015/ PT.PTK., tanggal 29 April 2015 yang amar lengkapnya sebagai berikut:
- Menerima permintaan banding dari Terdakwa;
- Memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Pontianak Nomor 279/PID.B/ 2014/PN.PTK., tanggal 27 November 2014 yang dimintakan banding tersebut sepanjang mengenai lamanya yang dijatuhkan kepada Terdakwa sehingga amar selengkapnya sebagai berikut:
1. Menghukum Terdakwa Achmad Musawi alias Achmad bin Musawi tersebut dengan pidana penjara selama 2 (dua) bulan;
2. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Pontianak tersebut untuk selain dan selebihnya;
3. Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, dan di tingkat banding sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah);
Mengingat akan Akta tentang permohonan kasasi Nomor 279/Pid.B/ 2014/PN.PTK juncto Nomor 26/Pid/2015/PT.PTK yang dibuat oleh Panitera pada Pengadilan Negeri Pontianak yang menerangkan, bahwa pada tanggal 11 Juni 2015 Terdakwa mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi Pontianak tersebut;
Memperhatikan memori kasasi tanggal 25 Juni 2015 dari Penasihat hukum Terdakwa berdasarkan Surat kuasa Khusus tanggal 1 Juli 2014 bertindak untuk dan atas nama Terdakwa sebagai Pemohon Kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pontianak pada tanggal 25 Juni 2015;
Membaca surat-surat yang bersangkutan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 6 dari 10 hal. Put. Nomor 1295 K/Pid/2015Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Tinggi Pontianak tersebut telah diberitahukan kepada Terdakwa pada tanggal 1 Juni 2015 dan Terdakwa mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 11 Juni 2015 serta memori kasasinya telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pontianak pada tanggal 25 Juni 2015 dengan demikian permohonan kasasi beserta dengan alasan-alasannya telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara menurut undang-undang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa alasan-alasan permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/Terdakwa pada pokoknya sebagai berikut:
Bahwa Judex Facti dalam putusannya halaman 6 alenia ke-5 yang menyatakan “menimbang bahwa setelah Majelis Hakim Tingkat Banding mempelajari dengan seksama berkas perkara dan turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Pontianak tersebut diatas, Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat, bahwa Majelis Hakim Tingkat Pertama telah menjalankan proses persidangan, pertimbangan tentang alat-alat bukti, dan juga barang-barang bukti, secara tepat dan benar dan oleh karena itu sependapat dengan pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim Tingkat Pertama dalam putusannya yang menyatakan bahwa Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan kepadanya sehingga pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama tersebut diambil alih dan dijadikan sebagai pertimbangan Hukum Majelis Hakim tingkat banding sendiri dalam memutus perkara pidana ini.Namun demikian, demi terciptanya keadilan didalam masyarakat, maka Majelis Hakim tingkat banding akan memperbaiki sepanjang mengenai lamanya hukuman pidana bagi Terdakwa supaya ada efek jera, karena perbuatan Terdakwa melampau batas, arogansi, eigenrichting (main hakim sendiri), sehingga putusan pidana ini diharapkan akan dapat memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat, mengingat akan dampaknya dikemudian hari”;
Bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan baik berdasarkan keterangan saksi-saksi, surat, petunjuk dan keterangan Terdakwa sebagaimana didalam Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum Nomor Reg. Perkara: PDM-13/Ponti/04/2014 tanggal 5 Mei 2014, menyatakan unsur secara bersama-sama melakukan perusakan barang orang lain kemudian oleh Judex
Facti diputus bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama
melakukan perusakan barang milik orang lain, kemudian dalam putusanJudex
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 7 dari 10 hal. Put. Nomor 1295 K/Pid/2015Facti Nomor 24/PID/2015/PT.PTK, tanggal 12 Mei 2015 tetap dikuatkan
kecuali dalam hal pemidanaan;
Bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan berdasarkan keterangan saksi Edy Suwanto Bong alias Aliong, saksi M. Ali bin Tuo Amin, saksi Ibrahim bin Said, saksi (saksi yang bekerja pada saksi Edy Suwanto Bong alias Aliong), saksi Hamdan, saksi Hindun, dan saksi Asnawi alias Si Be, saksi Syarif Saleh, saksi Tamboroto, saksi H. Saniman, saksi Kadir bin Masudi tidak ada yang melihat dan mengetahui Pemohon Kasasi sebagai orang yang melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan perusakan barang orang lain dan para saksi juga tidak mengetahui, pemohon kasasi secara bersama-sama melakukan perusakan barang orang lain (Vide Keterangan para saksi) dalam putusan perkara Nomor 279/PID.B/ 2014/PN.Ptk, tanggal 27 November 2014;
Bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum dan keterangan saksi yang didengar di persidangan tidak ada yang menjelaskan atau satu orang saksipun yang didengar didepan persidangan yang menerangkan bahwa Terdakwa bersama-sama melakukan perusakan barang orang lain;
Bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan dan keterangan saksi-saksi sebagaimana tertuang di dalam putusan tidak ada satu orangpun saksi yang mengetahui, melihat, mendengar dan mengalami bahwa Terdakwa bersama-sama melakukan perusakan barang orang lain Pemohon Kasasi tidak berada dilokasi pada waktu terjadinya perusakan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan dan berdasarkan alat bukti yang sah didalam fakta persidangan tidak ada satu orangpun saksi yang mendengar, mengetahui dan melihat Terdakwa/Pemohon Kasasi secara bersama-sama melakukan perusakan barang orang lain;
Bahwa yang dimaksud dengan barang orang lain dalam dakwaan Jaksa/ Penuntut Umum adalah milik saksi Eddy Suwanto Bong alias Aliong padahal pagar yang dirusak tersebut berada diatas tanah sertifikat Hak Milik Nomor: 2136/Kel Batulayang/2000 berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak dalam Putusannya Nomor: 02/G/PTUN.PTK/2007 tanggal 27 Agustus 2007 yang salah satu diktumnya menyatakan batal surat keputusan Tergugat Kepala Kantor Pertanahan Kota Pontianak tanggal 30 Oktober 2000 berupa Sertifikat Hak Milik Nomor 2136/Kel.Batulayang terakhir atas nama Eddy Suwanto Bong, surat ukur Nomor 133/Batulayang/2000 tanggal 24 Juli 2000 Luas 7600 m2 (tujuh ribu enam ratus meter persegi) dimana hal tersebut dikuatkan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 8 dari 10 hal. Put. Nomor 1295 K/Pid/2015dalam putusannya Nomor 127/B/2008/PT.TUN.JKT tanggal 16 September 2008 yang juga dikuatkan oleh Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 268 K/TUN/2009 tanggal 14 Desember 2009 dimana atas hal tersebut diajukan peninjauan kembali dan hasilnya menolak peninjauan kembali perihal tersebut diatas sesuai dengan putusan Mahkamah Agung Nomor 136 PK/TUN/2011 tanggal 12 Januari 2012, TELAH DIBATALKAN, oleh karenanya pagar tersebut bukanlah milik saksi korban Eddy Suwanto Bong alias Aliong;
Bahwa di dalam hukum pidana beban pembuktian dari tindak pidana yang dituduhkan bukan diemban oleh Terdakwa/Pemohon Kasasi akan tetapi oleh Penuntut Umum dan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan, nyata Jaksa/Penuntut Umum tidak dapat membuktikan unsur-unsur pasal yang didakwakan kepada Terdakwa, justru adalah aneh Majelis Hakim menyatakan bahwa Terdakwa secara bersama-sama melakukan perusakan barang orang lain arti kata bersama-sama melakukan fakta persidangan yang dipimpin oleh majelis hakim oleh karena itu pertimbangan Majelis Hakim halaman 6 alenia ke 5 adalah tidak berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan, dengan melihat hal tersebut seharusnyaJudex
Facti melihat persesuaian dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan
dan hal tersebut dapat dilihat dalam Berita Acara Persidangan (vide Keterangan para saksi);
Bahwa dengan demikian berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan bahwa Majelis Hakim pengadilan Negeri Pontianak maupun Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pontianak yang mengadili dan memutus perkara aquo tersebut diatas seharusnya dari awal menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum batal demi hukum perkara a quo tersebut diatas ini didasarkan pada fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan dan didalam putusan sebagian besar saksi tidak mengetahui, melihat dan mendengar Terdakwa/Pemohon Kasasi bersama-sama melakukan perusakan barang orang lain dan yang paling ironis Majelis Hakim didalam hal memutus telah tidak didasari fakta-fakta hukum dipersidangan dan alat bukti yang tidak cukup sebagaimana yang di syaratkankan Pasal 183 KUHAP, untuk menyatakan Terdakwa bersalah dan sudah seharusnya serta selayaknya juga Judex Facti mempertimbangkan hal tersebut;
Menimbang, bahwa atas alasan-alasan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa tersebut Mahkamah Agung berpendapat:
Bahwa alasan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa tidak dapat dibenarkan oleh karena Judex Facti tidak salah menerapkan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 9 dari 10 hal. Put. Nomor 1295 K/Pid/2015hukum,Judex Facti telah mempertimbangkan perkara Terdakwa dengan tepat dan benar;
Bahwa perbuatan Terdakwa yang menyuruh Masruri merobohkan pagar milik Edy Suswanto Bong dengan alat berat ekskavator telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana didakwakan Jaksa/Penuntut Umum dalam dakwaan Alternatif Kedua, Pasal 406 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-2 KUHP;
Bahwa alasan-alasan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa hanya mengulang fakta yang telah dipertimbangkan dengan tepat dan benar dalam putusan Judex Facti dan merupakan penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan. Alasan semacam itu tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi, karena pemeriksaan pada tingkat kasasi hanya berkenaan dengan tidak diterapkannya suatu peraturan hukum atau peraturan hukum tidak diterapkan sebagaimana mestinya, atau apakah cara mengadili tidak dilaksanakan menurut ketentuan undang-undang, dan apakah pengadilan telah melampaui batas wewenangnya, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 253 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang menjadi kewenangan kasasi selakuJudex
Juris;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata, putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa tersebut harus ditolak;
Menimbang, bahwa oleh karena permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa ditolak, maka kepada Terdakwa harus dibebani untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi ini;
Memperhatikan Pasal 406 Ayat (1) KUHPjuncto Pasal 55 Ayat (1) ke-2 KUHP, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004, dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;
M E N G A D I L I :
Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa: ACHMAD MUSAWI alias ACHMAD bin MUSAWI tersebut;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 10 dari 10 hal. Put. Nomor 1295 K/Pid/2015Membebankan kepada Pemohon Kasasi/Terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp2.500,00 (dua ribu lima ratus rupiah);
Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Selasa, tanggal 26 Januari 2016 oleh Dr. H. Andi Abu Ayyub Saleh, S.H.,M.H., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Dr. Drs. H. Dudu Duswara Machmudin, S.H.,M.Hum. dan Dr.H. Margono, S.H.,M.Hum.,M.M., Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh Ketua Majelis beserta Para Hakim Anggota tersebut dan A. Bondan, S.H., M.H., Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh Pemohon Kasasi/Terdakwa dan Jaksa/ Penuntut Umum.
Hakim-Hakim Anggota: Ketua Majelis: ttd./ ttd./
Dr. Drs. H. Dudu Duswara Machmudin, S.H.,M.Hum. Dr. H. Andi Abu Ayyub Saleh, S.H.,M.H., ttd./ Dr.H. Margono, S.H.,M.Hum.,M.M., Panitera Pengganti: ttd./ A. Bondan, S.H., M.H., Untuk Salinan MAHKAMAH AGUNG R.I.
A.n. Panitera Panitera Muda Pidana
SUHARTO, SH., M.Hum. NIP. 196006131985031002
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]