Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 1 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
P U T U S A N
Nomor 15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Agama Jambi yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat banding dalam persidangan majelis telah menjatuhkan putusan dalam perkara Derden Verzet antara :
KALIMAN bin SARIMAN, Tempat/tanggal lahir Kalimantan Selatan, 08 Mei 1955, agama Islam, pekerjaan Pensiunan, alamat Jl.
Kenanga III No. 25, Rt. 003, Kel. Simpang Empat Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Dalam hal ini memberi kuasa kepada SARBAINI, SH. MH. ALIMIN LUBIS, SH, NURROMALIA, SH, CLARA UTAMI WISUDA PUTRI, SH.
MH. Masing-masing Advokat/Penasehat Hukum dari Kantor Advokat/Penasehat Hukum Sarbaini & Associates yang beralamat di Jalan T. Sulaiman/Lrg. Setia Budi, Rt. 26 No. 23 Kel. Tambak Sari, Kec. Jambi Selatan, Kota Jambi.
Bertindak baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 29 Agustus 2018, dahulu sebagai PELAWAN, sekarang PEMBANDING;
melawan
1. M.SAFEI Bin Djainudin, umur 60 tahun, agama Islam, pekerjaan Swasta, bertempat tinggal di Jl. Bawean Lorong Kamboja Rt. 27 Kelurahan Jelutung Kecamatan Jelutung, Kota Jambi;
2. M.YUNUS BIN ISMAIL ALI, umur 62 tahun, agama Islam, pekerjaan Swasta, tempat tinggal di Rt.04 Nomor 71 Jalan Kemang II, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi;
3. AZHAR BIN M.NAWAWI, umur 40 tahun, agama Islam, pekerjaan PNS, bertempat tinggal di Rt. 007 Jalan Lingkar Selatan ,Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 2 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
4. M.TAHER bin BUJANG YAHYA, umur 63 tahun, agama Islam, pekerjaan PNS,bertempat tinggal di Rt.02 Nomor 60 Jalan Yunus Sanis, kelurahan Kebun Handil Kecamatan Jelutung, Kota Jambi;
5. M.TALIB bin BUDJANG YAHYA, umur 63 tahun, pekerjaan dagang, bertempat tinggal di Rt.027 Jalan Bawean Lorong Kamboja, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung Kota Jambi;
6. NURAINI, bin BUDJANG YAHYA, umur 69 tahun, agama Islam, pekerjaan Ibu rumah tangga, tempat tinggal di Rt.02 Nomor 15 Jalan Fatalaside, Kelurahan Kebun Handil Kecamatan Jelutung Kota Jambi;
7. FATIMAH binti ISMAIL ALI, umur 68 tahun, agama Islam, pekerjaan Ibu rumah tangga, bertempat tinggal di Rt.028 Jalan Alor, Kelurahan Jelutung , Kecamatan Jelutung , Kota Jambi;
8. CEK RONI binti ISMAIL ALI, umur 64 tahun, agama Islam, pekerjaan Ibu rumah tangga, bertempat tinggal di Rt.037 Jalan D.I Panjaitan, Kelurahan Jelutung Kecamatan Jelutung Jambi Kota Jambi;
9. JUMILAH binti ISMAIL ALI, umur 59 tahun, agama Islam, pekerjaan Ibu rumah tangga, bertempat tinggal di Rt.007 Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi;
10. ZURAIDA binti ISMAIL ALI, umur 36 tahun, agama Islam, pekerjaan Swasta, bertempat tinggal di Rt. 004 Rw.02 Lorong Kemang II, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi;
11. ABDURAHMAN IBRAHIM Bin DJAINUDIN, umur 70 tahun, agama Islam, pekerjaan sopir, bertempat tinggal di Jl. Bawean Lorong Kamboja RT. 27, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung Kota Jambi;
12. ROHANI binti NURDIN TEDUNG alias ROHANI binti DJAINUDIN, umur 54 tahun, agama Islam, pekerjaan Ibu rumah tangga, bertempat tinggal di Rt.10 Jalan Flamboyan Kelurahan Legok, Kecamatan Telanai pura, Kota Jambi;
13. HASAN bin NURDIN TEDUNG, alias HASAN bin DJAINUDIN, umur 56 tahun, agama Islam, pedidikan SLTA, pekerjaan Swasta, bertempat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 3 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
tinggal di Rt.02 Jalan Yunus Sanis, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung Kota Jambi;
14. ROHANA binti NURDIN TEDUNG,alias ROHANA binti DJAINUDIN, umur 48 tahun ,agama Islam, pekerjaan Ibu rumah tangga, bertempat tinggal di Rt.04 Rw. 02 Lorong Andalas, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung Kota Jambi;
15. NANGCIK bin NURDIN TEDUNG, alias NANGCIK bin DJAINUDIN, umur 47 tahun ,agama Islam, pekerjaan sopir, bertempat tinggal di Rt.02 Jalan Yunus Sanis, Kelurahan Kebun Handil Kecamatan Jelutung Kota Jambi;
16. M. ROMI bin M.NAWAWI, umur 38 tahun, agama Islam, pekeraan buruh, bertempat tinggal di Rt.007 Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi;
17. M. SAMAN bin M.NAWAWI, umur 36 tahun, agama Islam, pekerjaan buruh, bertempat tinggal di Rt.007 Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi;
Dalam hal ini para Terlawan 1 s/d 17 memberi kuasa kepada JUMANTO, S.H., HERY, S.H dan M.AMIN HUTAPEA, S.H, Advokat/Legal Consultant pada kantor Jumanto Suratno & Rekan yang berkantor di Gedung PT NGK Lantai 3 Jl. Pangeran Diponegoro No.20 Sulanjana Kota Jambi berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor:29/ADV.JS-R/SK.Pdt/IX/2018 tertangal 28 September 2018;
18. NURNINGSIH binti BUDJANG YAHYA alias NURSIMAH binti BUDJANG YAHYA, umur 71 tahun, agama Islam, pekerjaan Ibu rumah tangga, bertempat tinggal di Jalan DI Panjaitan Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi;
selanjutnya disebut PARA TERLAWAN I
TJIK HA BINTI ABU BAKAR, Tempat dan Tanggal Lahir Jambi, 01 Juni 1945, Agama Islam, Pekerjaan Mengurus Rumah Tangga, Alamat Jl.Elang I, Rt. 011, Kel. Talang Jauh, Kec. Jelutung, Kota Jambi, selanjutnya disebut TERLAWAN II;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 4 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
Pengadilan Tinggi Agama Jambi tersebut;
Telah membaca berkas perkara dan semua surat yang berkaitan dengan perkara yang dimohonkan banding
;
DUDUK PERKARA
Mengutip segala uraian tentang hal ini sebagaimana termuat dalam putusan Pengadilan Agama Jambi Nomor : 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb yang diucapkan tanggal 24 April 2019 Masehi bertepatan dengan tanggal 18 Sya’ban 1440 Hijriah yang amarnya berbunyi sebagai berikut :
MENGADILI DALAM EKSEPSI
1. Menolak eksepsi Para Terlawan I;
2. Menyatakan Pengadilan Agama Jambi berwenang memeriksa dan mengadili perkara a quo;
DALAM POKOK PERKARA
1. Menyatakan perlawanan Pelawan tidak tepat dan tidak beralasan;
2. Menyatakan Pelawan sebagai Pelawan yang tidak benar;
3. Menolak perlawanan Pelawan seluruhnya;
4. Menghukum Pelawan untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp.3.371.000,- (tiga juta tiga ratus tujuh puluh satu ribu rupiah);
Bahwa terhadap Putusan Pengadilan Agama Jambi dalam perkara a quo, Pelawan/Pembanding telah menyatakan banding sebagaimana tertuang dalam Akta Permohonan Banding yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Agama Jambi Nomor : 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb tanggal 7 Mei 2019. Selanjutnya pernyataan banding Pembanding tersebut juga telah diberitahukan kepada pihak lawannya pada tanggal 13 Mei 2019 sesuai dengan Relaas Pemberitahuan Memori Banding Nomor : 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb tanggal 13 Mei 2019;
Bahwa Pelawan/Pembanding telah mengajukan memori banding pada tanggal 17 Mei 2019 yang diterima oleh Panitera Pengadilan Agama Jambi tanggal 17 Mei 2019, yang intinya tidak menerima putusan Pengadilan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 5 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
Agama Jambi a quo. Kemudian memori banding tersebut telah diberitahukan kepada Terlawan/Terbanding sesuai dengan relaas pemberitahuan Nomor 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb tanggal 20 Mei 2019;
Bahwa terhadap Memori Banding tersebut di atas, para Terlawan/Terbanding yang diwakili oleh kuasa hukumnya telah pula mengajukan Kontra Memori Banding yang diterima oleh Panitera Pengadilan Agama Jambi sesuai dengan Surat Tanda Terima Kontra Memori Banding Nomor 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb tanggal 28 Mei 2019 yang isinya membantah memori banding Pelawan/Pembanding. Selanjutnya kontra memori banding tersebut telah pula diberitahukan kepada Pelawan/Pembanding dengan surat pemberitahuan kontra memori banding Nomor 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb tanggal 28 Mei 2019 Masehi;
Bahwa Pengadilan Agama Jambi telah memberitahukan kepada kedua belah pihak untuk melakukan inzage sesuai dengan relaas pemberitahuan inzage Nomor 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb tanggal 27 Mei 2019 Masehi;
Bahwa Pembanding/Pelawan telah melakukan haknya untuk memeriksa berkas sesuai dengan Berita Acara Inzage yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Agama Jambi Nomor 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb tanggal 28 Mei 2019 Masehi, demikian juga dengan Terlawan/Terbanding telah melakukan haknya untuk memeriksa berkas (inzage); sesuai dengan Berita Acara Inzage yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Agama Jambi Nomor 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb tanggal 29 Mei 2019 Masehi;
Bahwa permohonan banding Pembanding yang menyatu dengan berkas perkara telah terdaftar di Kepaniteraan Banding Pengadilan Tinggi Agama Jambi Nomor 15/Pdt.G/2019/PTA.Jb tanggal 19 Juni 2019, untuk selanjutnya kepada Hakim Majelis yang ditunjuk sebagai judex facti di tingkat banding telah memeriksa dan mempertimbangkan ulang perkara ini sebagaimana diuraikan di bawah ini:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 6 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa putusan perkara a quo di tingkat pertama, diucapkan tanggal 24 April 2019 M bertepatan dengan tanggal 18 Sya’ban 1440 H yang dihadiri oleh kedua belah pihak berperkara, dan akta banding diajukan oleh Pembanding pada tanggal 7 Mei 2019 tepatnya pada hari ke- 13 dari masa banding, oleh karenanya permohonan banding Pembanding telah diajukan dalam tenggat waktu dan menurut tata cara yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, oleh karena itu permohonan banding Pelawan/Pembanding secara formal dapat diterima untuk diperiksa dan dipertimbangkan lebih lanjut ;
Menimbang, bahwa Pengadilan Tinggi Agama Jambi sebagai pengadilan ulang judex facti, agar bisa memberikan putusan yang benar dan adil, maka dipandang perlu memeriksa ulang tentang apa yang telah diperiksa, dipertimbangkan dan diputus oleh Pengadilan Agama Jambi terhadap perkara a quo, oleh karena itu untuk selanjutnya Pengadilan Tinggi Agama Jambi akan memberikan pertimbangan dan putusan pada tingkat banding sebagaimana diuraikan di bawah ini;
DALAM EKSEPSI
1. Kewenangan Mengadili :
Menimbang, bahwa dalam eksepsinya, Terlawan/Terbanding mendalilkan bahwa perkara a quo bukanlah wewenang Pengadilan Agama Jambi untuk memeriksa dan mengadilinya karena sesuai dengan dalil Pelawan/Pembanding bahwa harta dengan sertifikat nomor 46 yang menjadi objek sengketa dalam perkara a quo sebagiannya adalah hak milik Pelawan/Pembanding yang perolehannya dengan jalan jual beli. Oleh karena itu sengketa jual beli dengan konstruksi gugatan ingkar janji bukanlah kewenangan Pengadilan Agama tapi kewenangan Pengadilan Negeri;
Menimbang, bahwa terhadap eksepsi tersebut di atas, Pengadilan Agama Jambi telah memberikan Putusan Sela Nomor 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb tanggal 20 Februari 2018 yang amarnya menolak eksepsi para Terlawan/Terbanding ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 7 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
Menimbang bahwa terhadap putusan sela Pengadilan Agama Jambi tersebut Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama Jambi setelah mempertimbangkan fakta-fakta di persidangan, dapat menyetujuinya karena perkara a quo Nomor 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb adalah perkara warisan, terakhir diputus oleh Mahkamah Agung RI dengan Putusan PK Nomor 100/PK/AG/2017 tanggal 21 Nopember 2017 dalam perkara pembatalan hibah dan ugatan waris antara Terlawan Penyita dengan Terlawan Tersita.
Selanjutnya Putusan PK tersebut hendak dilaksanakan eksekusinya karena Terlawan Tersita/Terbanding tidak mau melaksanakan putusan secara sukarela. Kemudian Pelawan/Pembanding merasa dirugikan atas pelaksanaan eksekusi tersebut karena menurut Pelawan/Pembanding tanah yang mau diesekusi sebagianya adalah hak milik Pelawan/Pembanding atas dasar jual beli antara Pelawan/Pembanding dengan Tjik Ha Terlawan Tersita/Terbanding pada tahun 1995.
Menimbang bahwa karena Pelawan/Pembanding merasa dirugikan tentang hak-haknya tersebut, maka Pemohon/Pembanding mengajukan permohonan derden verzet ke Pengadilan Agama Jambi. Jadi dalam perkara a quo Pelawan/Pembanding bukan mempermasalahkan jual belinya, tetapi melawan perkara pokok (perkara warisan), terakhir putusan PK Nomor 100/PK/AG/2017 tanggal 21 Nopember 2017, dimana perkara tersebut hendak dieksekusi oleh Pengadilan Agama Jambi dan Pelawan/Pembanding merasa dirugikan atas eksekusi tersebut. Berdasarkan pertimbangan tersebut eksepsi Termohon Penyita/Terbanding tentang eksepsi absolut harus dinyatakan ditolak, karena berdasarkan pasal 49 ayat (1) Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1989 sebagai mana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan Undang- Undang Nomor 50 Tahun 2009, perkara kewarisan adalah kewewenangan Pengadilan Agama dalam hal ini Pengadilan Agama Jambi;
2. Gugatan Penggugat adalah kabur (obscuurlibel)
Bahwa menurut Terlawan Penyita/Terbanding, Pelawan keliru dalam mendudukkan para pihak dalam perkara a quo. Pelawan mendudukkan pihak lawan adalah sebagai Para Terlawan Penyita dan Terlawan Tersita.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 8 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
Pada hal Para Terlawan Penyita sebenarnya adalah Permohon Eksekusi dan Terlawan Tersita adalah sebagai Termohon Eksekusi. Setelah dianmaning Termohon eksekusi tidak mau melaksanakan putusan secara sukarela maka Ketua Pengadilan Agama Jambi melaksanakan putusan scara paksa. Kalau Pelawan mendudukkan Permohon Eksekusi dan Termohon Eksekusi sebagai para Terlawan Penyita dan Terlawan Tersita maka perlawanan yang diajukan oleh Pelawan/Pembanding adalah kabur karena tidak tepat memposisikan para Terlawan dalam perkara a quo, oleh karena itu perlawanan Pelawan/Pembanding kabur dan harus dinyatakan ditolak ;
Bahwa Pengadilan Agama Jambi menolak alasan tersebut dan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama Jambi dapat menyetujuinya karena alasan eksepsi Terlawan Penyita/Terbanding tentang kesalahan penyebutan pihak-pihak dalam perkara a quo hanyalah istilah saja, sebab subjek hukum yang dimaksud oleh Pelawan/Pembanding adalah Pemohon eksekusi dan Termohon eksekusi. Jadi penyebutan istilah pihak-pihak menurut versi Pelawan/Pembanding tidaklah mengakibatkan gugatan menjadi kabur (obscuurlibel), oleh karena itu eksepsi dari para Terlawan Penyita/Terbanding tidak beralasan dan harus dinyatakan ditolak;
3. Penggugat tidak berhak untuk menggugat.
Bahwa menurut Terlawan Penyita/Terbanding yang menjadi dasar bagi Pelawan/Pembanding mengajukan gugatan a quo adalah adanya jual beli di bawah tangan pada tahun 1995 antara Pelawan/Pembanding selaku pembali dan Terlawan Tersita selaku penjual terhadap sebagian tanah dari Sertifikat Hak Milik Nomor 46 seluas kurang lebih 2.297 meter bujur sangkar.
Bahwa terhadap objek jual beli sebagaimana dimaksud di atas pada saat dilakukan jual beli telah mempunyai Sertifikat Hak Milik Nomor 46.
Bilamana telah terjadi jual beli maka seharusnya dilakukan pemecahan sertifikat, sesuai dengan luas tanah yang diperjual belikan. Namun sampai saat ini Sertifikat Hak Milik Nomor 46 belum dipecah dan masih atas nama
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 9 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
Tjik Ha. Oleh karena itu sebidang tanah Sertifikat Hak Milik Nomor 46 secara hukum masih hak milik Tjik Ha bukan hak milik Pelawan/
Pembanding, oleh karena itu Pelawan/Pembanding tidak mempunyai hak untuk mengajukan perkara perlawanan (derden verzet) karena tidak ada dasar hukumnya (legal standing);
Menimbang, bahwa apa yang didalilkan oleh Terlawan Penyita/Terbanding sebagaimana tersebut di atas tidak tepat, karena perkara yang dilawan oleh Pelawan/Pembanding adalah pelaksanaan eksekusi terhadap Putusan Peninjauan Kembali Perkara Nomor 100 PK/AG/2017 tanggal 21 November 2017) yang merupakan putusan terakhir tentang hal apa yang telah diputus oleh Pengadilan tingkat pertama, banding dan kasasi dalam perkara pembatalan hibah dan gugatan waris. Kemudian Pelawan/Pembanding baik secara langsung atau tidak pernah dilibatkan sama sekali dalam perkara a quo, pada hal menurut Pelawan/Pembanding ia merasa dirugikan atas eksekusi yang mau dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Jambi karena tanah yang mau dieksekusi (tanah sertifikat Nomor 46 seluas kurang lebih 2.297 M2) sebagiannya adalah milik Pelawan/Pembanding, oleh karenanya Pelawan/Pembanding adalah merupakan pihak ketiga dalam perkara a quo yang berkedudukan sebagai Pelawan, sementara Terlawan I, dan Terlawan II, adalah pihak yang dilawan yang merupakan pihak-pihak dalam perkara sebelumnya;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut, alasan eksepsi Para Terlawan Penyita/Terbanding tidak tepat dan eksipnya harus dinyatakan ditolak;
Menimbang, bahwa berdasarkan apa yang telah dipertimbangan diatas, putusan Pengadilan Agama Jambi dalam eksepsi sudah tepat dan benar, oleh karenanya putusan tersebut harus dikuatkan ;
DALAM POKOK PERKARA.
Menimbang, bahwa yang menjadi alasan bagi Pelawan/Pembanding mengajukan perkara derden verzet ke Penggadilan Agama Jambi pada pokoknya adalah sebagai berikut :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 10 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
1. Bahwa Pelawan tidak pernah mengetahui adanya sengketa keperdataan dalam Perkara Perdata Nomor:
1047/Pdt.G/2014/PA.Jmb tanggal 30 Juni 2015 Jo Putusan Pengadilan Tinggi Agama Jambi No.24/Pdt.G/2015/PTA.Jb tanggal 28 Oktober 2015 Jo. Putusan Mahkamah Agung RI Nomor:
276K/Ag/2016 Tanggal 16 Juni 2016 jo Putusan Peninjauan Kembali No.100 PK/AG/2017 tanggal 21 November 2017 antara Para Terlawan Penyita dengan Terlawan Tersita, yang sekarang dimohonkan untuk dieksekusi oleh Para Terlawan Penyita;
2. Bahwa Pelawan juga tidak pernah digugat atau diikutsertakan sebagai Para Pihak oleh Terlawan Penyita dalam Perkara Perdata sebagaimana tersebut di atas;
3. Bahwa pada tanggal 7 Nopember Tahun 1995 Terlawan Tersita/Tereksekusi (TJIK HA) datang menemui Pelawan untuk menjual sebahagian tanahnya dalam SHM No. 46 atas nama TJIK HA karena untuk membiayai orang tuanya (TJIK YA ) yang sedang sakit.
Oleh karena itu berdasarkan alasan tersebut Pelawan bersedia untuk membelinya dan dibuatkanlah surat jual beli sementara diatas segel tahun 1995. Namun karena kesibukan Pelawan bertugas di Kabupaten Sarko sekarang dikenal Kabupaten Merangin sehingga tidak sempat mengurus balik nama dan/atau pemecahan SHM No. 46 atas nama TJIK HA ke BPN Kota Jambi;
4. Bahwa berdasarkan Surat Jual Beli tanggal 07 Nopember 1995 antara Pelawan selaku Pembeli dengan Terlawan Tersita selaku Penjual, jelas Pelawan sebagai Pemilik yang sah atas sebahagian tanah SHM Nomor 46 an. TJIK HA seluas 2.297 M2 (±23 Tumbuk) dengan ukuran panjang 50 Meter dan 49 Meter, lebar 39 Meter dan 47 Meter dengan batas-batas:
Sebelah Barat berbatas dengan tanah JALAN;
SebelahTimur berbatas dengan TJIK HA;
Sebelah Selatan berbatas dengan MERY;
Sebelah Utara berbatas dengan TJIK HA;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 11 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
5. Bahwa tanah yang dimohonkan eksekusi oleh Para Terlawan Penyita tersebut bukan milik Terlawan Tersita (TJIK HA) seluruhnya, melainkan sebahagianya adalah milik Pelawan sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli antara Pelawan selaku Pembeli dengan Terlawan Tersita selaku Penjual tertanggal 7 Nopember 1995;
6. Bahwa anak Terlawan Tersita yang bernama WANCIK datang menemui Pelawan dengan menyampaikan bahwa Tanah Objek Sengketa Perkara mau dieksekusi oleh Para Terlawan Penyita;
7. Bahwa sesuai dengan ketentuan Hukum, penyitaan tidak dapat dilakukan terhadap harta milik Pihak Ketiga sebagaimana Ketentuan Pasal 206 ayat (6) Rbg, dan berdasarkan Buku II Mahkamah Agung, pada halaman 145, disebutkan bahwa: “Perlawanan Pihak Ketiga terhadap sita jaminan maupun sita eksekusi dapat diajukan berdasarkan Pasal 195 ayat (6) HIR jo. Pasal 206 ayat (6) RBg.”;
8. Bahwa Pelawan mengajukan Perlawanan didasarkan kepada Pasal 378 Rv: “Apabila hak-hak Pihak Ketiga dirugikan oleh suatu putusan, maka ia dapat mengajukan perlawanan terhadap putusan tersebut;
9. Bahwa oleh karena gugatan Perlawanan Pihak Ketiga (Derden Verzet) ini diajukan dengan alas hak milik yang didukung dengan bukti yang kuat, maka Pelawan selain mohon dinyatakan sebagai Pelawan yang baik dan benar (allgoedopposant), Pelawan juga mohon agar Putusan dalam perkara ini, dapat dijatuhkan dengan amar dapat dilaksanakan terlebih dahulu (uitvoerbaarbijvoorraad) walaupun Terlawan melakukan Upaya Hukum banding dan kasasi;
10. Bahwa menurut hukum mengenai sengketa perdata Nomor:
1047/Pdt.G/2014/PA.Jmb tanggal 30 Juni 2015 Jo Putusan Pengadilan Tinggi Agama Jambi No.24/Pdt.G/2015/PTA.Jb tanggal 28 Oktober 2015 Jo. Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 276K/Ag/2016 Tanggal 16 Juni 2016 jo. Putusan Peninjauan Kembali No.100 PK/AG/2017 tanggal 21 November 2017, antara Para Terlawan Penyita/Pemohon Eksekusi semula Penggugat dengan Terlawan Tersita/Termohon Eksekusi semula Tergugat diatas
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 12 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
merupakan persoalan mereka sendiri dan tidak boleh membawa akibat kerugian bagi pelawan selaku pihak ketiga;
11. Bahwa Pelawan sebagai Pemilik yang sah atas tanah serta bangunan diatasnya yang seluas 2.297 M2 (±23 Tumbuk) terletak di Rt. 11, Kel.
Talang Jauh, Kec. Jelutung, Kota Jambi sangat dirugikan sekali untuk diletakkan sita jaminan maupun sita eksekusi, karena sebagian tanah yang mau dieksekusi adalah hak milik Pelawan/Pembanding. Maka berdasarkan segala apa yang terurai diatas, sudilah kiranya Pengadilan Agama Jambi berkenan memanggil kami para pihak, dan memutuskan dengan amar Putusan sebagai berikut:
Primair
1. Menyatakan Perlawanan Pelawan sebagai Pihak Ketiga adalah tepat dan beralasan.
2. Menyatakan Pelawan adalah Pelawan yang jujur;.
3. Mengabulkan perlawanan Pelawan seluruhnya;
4. Membatalkan Putusan Peninjauan Kembali No.100 PK/AG/2017 tanggal 21 November 2017;
5. Menyatakan jual beli antara Pelawan dengan Terlawan Tersita (TJIK HA) adalah sah dan mempunyai kekuatan hukum;
6. Menyatakan Pelawan adalah pemilik yang sah dari tanah beserta bangunan diatasnya seluas 2.297 M2 (±23 Tumbuk), yang terletak di Rt. 11, Kel. Talang Jauh, Kec. Jelutung, Kota Jambi:
Sebelah Barat berbatas dengan tanah JALAN;
Sebelah Timur berbatas dengan TJIK HA;
Sebelah Selatan berbatas dengan MERY;
Sebelah Utara berbatas dengan TJIK HA;
7. Memerintahkan kepada Juru Sita Pengadilan Agama Jambi untuk tidak melaksanakan anmaning maupun eksekusi atas Objek Perkara;
8. Memerintahkan Terlawan Tersita (TJIK HA) untuk memecah SHM No.
46 seluas 2.297 M2 menjadi nama Pelawan (KALIMAN);
9. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun ada banding dan kasasi;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 13 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
10. Menghukum Para Terlawan untuk membayar biaya yang timbul dalam Perkara ini;
Subsidair
Apabila Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, berpendapat lain maka mohon putusan yang seadil-adilnya;
Menimbang, bahwa atas permohonan Derden Verzet tersebut, Para Terlawan/Terbanding yang diwakili oleh kuasa hukumnya memberi jawaban yang pada pokoknya sebagai berikut :
1. Bahwa pada hakikatnya para Terlawan Penyita/Terbanding membantah seluruh dalil-dalil yang disampaikan oleh Pelawan/Pembanding;
2. Tidak rasional Pelawan/Pembanding tidak mengetahui perkara Nomor : 1047/Pdt.G/2014/PA.Jmb tanggal 30 Juni 2015 yang diajukan para Terlawan Penyita/Terbanding ke Pengadilan Agama Jambi, karena perakra tersebut sudah berjalan sejak tahun 2014. Kemudian dalam proses persidangannya sudah pernah diletakkan sita jaminan dan pemeriksaan setempat. Bilamana Pelawan/Pembanding merasa mempunyai hak terhadap objek tanah yang diperkarakan tersebut tentu Pelawan/Pembanding akan menggugatnya ke Pengadilan Agama Jambi.
Akan tetapi Pelawan/Pembanding tidak pernah muncul dalam perkara a quo;
3. Bahwa pernyataan Pelawan/Pembanding yang mengatakan bahwa Pelawan/Pembanding tidak diikut sertakan dalam perkara yang menjadi objek sengketata (perkara Nomor : 1047/Pdt.G/2014/PA.Jmb).
Pernyataan tersebut adalah benar adanya karena Pelawan/Pembanding bukan pemilik dari harta yang menjadi objek senketa. Tanah yang menjadi objek sengketa adalah tanah milik Tjik Ha dengan dasar Sertifikat Hak Milik Nomor 46, jadi tidak ada hubungannya dengan Pelawan/Pembanding;
4. Bahwa pernyataan Pelawan/Pembanding yang mengatakan bahwa pada tahun 1995 Pelawan/Pembanding telah membeli sebagian tanah yang bersetifikat hak milik Nomor 46 kepada Tjik Ha. Kemudian atas jual beli tersebut telah dibuatkan surat jual beli sementara. Pernyataan tersebut
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 14 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
adalah tidak benar dan patut dipertanyakan. Mengapa Pelawan/Pembanding selama 23 tahun setelah membeli, membiarkan status tanah tersebut begitu saja, tidak mengurus pemecahan sertifikat.
Kemudian lagi kenapa pula Pelawan/Pembanding tidak melakukan upaya hukum selama proses perkara Nomor : 1047/Pdt.G/2014/PA.Jmb dimana saat proses perkara tersebut telah jelas dilakukan sita jaminan dan pemeriksaan setempat. Jadi seluruh penyataan Pelawan/Pembanding tidak berdasar, oleh karenanya seluruh pernyataan Pelawan/Pembanding tersebut harus dinyatakan ditolak;
Menimbang, bahwa terhadap jawaban Terlawan Penyita/Terbanding tersebut Pelawan/Pembanding telah menyampaikan repliknya yang pada pokok membantah semua jawaban Terlawan Penyita/Terbanding. Demikian juga dengan Terlawan Penyita/Terbanding juga membatah semua isi replik Pelawan/Pembanding;
Menimbang, bahwa untuk menguatkan alasannya Pelawan/
Pembanding telah menyampaikan bukti-bukti surat yaitu bukti P.1 (akta jual beli di bawah tangan), bukti P.2 (kwitansi jual beli), bukti P.3 (Putusan Pengadilan Agama Jambi Nomor 1047/Pdt.G/2014/PA.Jmb), bukti P.4 (Putusan Pengadilan Tinggi Agama Jambi No.24/Pdt.G/2015/PTA.Jb) dan P.5 (Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 276K/Ag/2016), P.6 (Putusan Peninjauan Kembali No.100 PK/AG/2017), dimana seluruh foto copy alat bukti tersebut telah dinezegelen dan telah dicocokan dengan aslinya oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Jambi; dan Pelawan/Pembanding telah mencukupkan dengan alat bukti sebagaimana tersebut tanpa menambah dengan alat bukti yang lain;
Menimbang, bahwa dari ke 6 (enam) alat bukti yang diajukan oleh Pelawan/Pembanding, yang bisa diarahkan untuk bisa mempertahankan alasan-alasan Pelawan/Pembanding dalam perkara a quo adalah bukti P.1 dan P.2, karena pada alat bukti tersebutlah bisa dilihat apakah Pelawan/Pembanding mempunyai hak atau tidak terhadap objek perkara (sebagian dari tanah sertifikat No. 46), sedangkan alat bukti yang lain yaitu P.3 s/d P.6 adalah merupakan rentetan peristiwa hukum sehubungan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 15 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
gugatan pembatalan hibah dan gugatan waris yang diajukan oleh Terlawan Penyita/Terbanding mulai dari Putusan Pengadilan Agama Jambi sampai kepada Putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung RI;
Menimbang, bahwa para Terlawan Penyita/Terbading membantah terhadap alat bukti tertulis P.1 dan P.2 yaitu Surat Jual Beli di bawah tangan dan Kwitansi pembayaran atas pembelian sebidang tanah sertifikat No. 46 yang disampaikan oleh Pelawan/Pembanding. Bantahannya tersebut telah sesuai dengan ketentuan pasal 1876 KUH Perdata yang menyebutkan
“Barang siapa dengan suatu tulisan di bawah tangan oleh orang yang mengajukan tutntutan terhadapnya wajib mengakui atau memungkiri tanda tangannya secara tegas, tetapi bagi para ahli warisnya atau orang yang mendapat hak darinya cukuplah mereka menerangkan bahwa mereka tidak mengakui tulisan atau tanda tangan orang yang mereka wakili”. (289 R.Bg) Bantahan Terlawan Penyita/Pembanding tersebut adalah sebagai berikut :
1. Bahwa Terlawan Penyita/Terbanding menyangkal kebenaran alat bukti P.1 dan P.2, karena peristiwa terjadinya jual beli objek perkara (tanah sertifikat No. 46) terjadi 24 tahun yang lalu, dimana surat jual belinya tanpa diketahui oleh Rt. setempat ataupun Lurah/Kepala Desa.
2. Pelawan pensiun sudah 6 tahun yang lalu dan terhadap objek perkara (tanah sertifikat No. 46) telah pernah diletakkan sita pada tahun 2014, kenapa Pelawan/Pembanding tidak protes dan tidak muncul di persidangan Pengadilan Agama Jambi pada waktu itu ;
Menimbang, bahwa terhadap alat bukti yang lain P.3 s/d P.6 Terlawan Penyita tidak membantahnya karena alat bukti tersebut adalah suatu peristiwa hukum yang terjadi sejak awal proses perkara di Pengadilan Agama Jambi, seperti putusan Pengadilan Agama Jambi sampai pada putusan Mahkamah Agung RI tentang Peninjauan Kembali. Bahkan sebagian alat bukti Pelawan/Pembanding tersebut juga dijadikan alat bukti oleh Terlawan Penyita/Terbanding dalam perkara a quo seperti bukti P.6 ;
Menimbang, bahwa karena alat bukti akta di bawah tangan P.1 dn P.2 dibantah oleh Terlawan Penyita/Terbanding, maka untuk memenuhi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 16 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
ketentuan pasal pasal 1877 KUH Perdata dan pasal 290 R.Bg, guna untuk menguji kebenaran alat bukti P.1 dn P.2, Majelis Hakim Pengadilan Agama Jambi telah memberi kesempatan kepada Pelawan/Pembanding untuk menambah alat buktinya dengan alat bukti yang lain guna untuk menguatkan alat bukti yang telah disampaikannya, seperti menghadirkan saksi-saksi yang ikut bertanda tangan dalam alat bukti tersebut tetapi Pelawan/Pembanding telah mencukupkan dengan alat bukti yang telah disampaikannya seperti terbaca dalam Berita Acara Sidang tanggal 20 Maret 2019;
Menimbang bahwa bedasarkan pertimbangan tersebut diatas jelaslah bahwa Pelawan/Pembanding dinilai tidak bisa membuktikan gugatannya karena alat bukti yang disampaikan oleh Pelawan/Pembanding berupa akta di bawah tangan, dibantah oleh Terlawan Penyita/Terbanding, sedangkan Pelawan/Pembanding tidak bisa mendatangkan alat bukti yang lain untuk menguatkan alat bukti tersebut, sesuai Yurisprudensi Mahkamah Agung No.
775 K/Sip/1971, tanggal 6 Oktober 1971 yang kaidah hukumnya menyatakan
: “Surat jual beli tanah “di bawah tangan” yang diajukan dalam persidangan, kemudian disangkal oleh pihak lawan, dan tidak dikuatkan dengan alat bukti lainnya, maka surat jual beli tanah tersebut dinilai sebagai alat bukti yang lemah dan belum sempurna”.
Menimbang bahwa, para Terlawan Penyita/Terbanding untuk menguatkan bantahannya juga telah menyampaikan alat-alat bukti yaitu Bukti Surat T.I.1 tentang Putusan Peninjauan Kembali Nomor 100 PK/AG/2017, bukti T.I.2 tentang permohonan eksekusi yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Agama Jambi Nomor 25/ADV.JS- R/Phm.Eks/V/2018 tanggal 30 Mei 2018, bukti T.I.3 tentang kwitansi surat kuasa untuk membayar (SKUM) tertanggal 05 Juni 2018, bukti T.I.4 tentang permohonan eksekusi Nomor 29/ ADV.JS-R/Phm.Eks/VIII/2018 tanggal 15 Agustus 2018, bukti T.I.5 tentang kwitansi surat kuasa untuk membayar (SKUM) tertanggal 15 Agustus 2018, bukti T.I.6 tentang perkembangan permohonan eksekusi Nomor 30/ADV.JS-R/Phm.Eks/VIII/2018 tanggal 24 September 2018;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 17 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
Menimbang, bahwa seluruh alat bukti tersebut adalah merupakan foto copy yang telah dinezegelen dan telah dicocokkan dengan aslinya oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Jambi, dan keseluruhan alat bukti tersebut menggambarkan tentang proses hukum yang telah dilakukan oleh Terlawan Penyita/Terbanding mulai dari perkara awal sampai kepada tingkat Peninjauan Kembali oleh Mahkamah Agung RI kemudian dilanjutkan sampai kepada permohonan eksekusi;
Menimbang, bahwa disamping alat bukti tetulis seperti tersebut di atas Terlawan Penyita/Terbanding juga menghadirkan 2 (dua) orang saksi yaitu Ahmad Hanafiah bin Ruslan dan Edy Zon Lubis bin Syahbuddin. Kedua orang saksi tersebut secara terpisah dibawah sumpahnya menerangkan yang intinya bahwa setahu saksi sebagian tanah dengan sertifikat hak milik nomor 46 atas nama Tjik Ha tidak pernah dijual;
Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagaimana telah diuraikan di atas Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama Jambi berpendapat bahwa apa yang dipertimbangkan dan diputus oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Jambi yang menolak perlawanan Pelawan/Pembandig sudah tepat dan benar oleh karena itu Putusan Pengadilan Agama Jambi Nomor : 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb tanggal 18 April 2019 Masehi bertepatan dengan tanggal 12 Sya’ban 1440 Hijriah sudah tepat dan patut untuk dikuatkan sepenuhnya ;
Menimbang bahwa memori banding yang disampaikan oleh Pelawan/Pembanding yang isinya yang insinya tidak menerima dan keberatan terhadap putusan Pengadilan Agama Jambi a quo. Kemudian Pengadilan Tinggi Agama Jambi sebagai pengadilan judex facti telah memeriksa ulang perkara a quo dengan memeriksa fakta-fakta di persidangan oleh karena itu apa yang menjadi keberatan bagi Pelawan/Pembanding terhadap putusan Pengadilan Agama Jambi sudah dipertimbangkan kembali oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama Jambi, oleh karena itu keberatan Pelawan/Pembanding sebagaimana tertuang dalam memori bandingnya tidak perlu dipertimbangkan lagi;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 18 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
Menimbang bahwa kontra memori banding yang disampaikan oleh para Terlawan Penyita/Terbanding sebagaimana tertuang dalam kontra memori bandingnya, yang isinya membantah isi dari memori banding Pelawan/Pembanding. Oleh karena segala apa yang telah disampaikan oleh Terlawan Penyita/terbanding tersebut semua telah tercakup dalam pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama Jambi, maka Kontra Memori Banding Terlawan Penyita/Terbanding tersebut tidak perlu ditanggapi lagi;
Menimbang, bahwa oleh karena Pelawan/Pembanding adalah pihak yang dikalahkan dan perkara ini termasuk perkara perdata murni, berdasarkan ketentuan pasal 192 RBg biaya perkara dibebankan kepada Pelawan/Pembanding yang jumlahnya sebagaimana tertera dalam amar Putusan ini ;
Mengingat segala ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan hukum syara’ yang berkaitan dengan perkara ini;
MENGADILI
Menyatakan permohonan banding Pelawan/Pembanding dapat ditrima ;
DALAM EKSEPSI
Menolak eksepsi para Terlawan/Terbanding
Menyatakan Pengadilan Agama Jambi berwenang memeriksa dan mengadili perkara a quo;
DALAM POKOK PERKARA
Menguatkan putusan Pengadilan Agama Jambi Nomor : 740/Pdt.G/2018/PA.Jmb yang diucapkan tanggal 24 April 2019 Masehi bertepatan dengan tanggal 18 Sya’ban 1440 Hijriah;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 19 dari 19 Hal Putusan.No.15/Pdt.G/2019/PTA.Jb
Membebankan biaya perkara pada tingkat banding kepada Pelawan/Pembanding sejumlah Rp150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah);
Demikian putusan ini dijatuhkan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama Jambi pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2019 Masehi bertepatan dengan tanggal 7 Zulkaidah 1440 Hijriah, oleh kami Drs. H. Paskinar Said, yang ditunjuk oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi sebagai Hakim Ketua Majelis, Drs. H. S. Syekhan Al Jufri, M.E.Sy, dan Drs. H. Masykurin Hamid, S.H., M.S.I., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Rabu Tanggal 17 Juli 2019 Masehi bertepatan dengan tanggal 14 Zulkaidah 1440 Hijriah oleh Hakim Ketua dengan dihadiri oleh Hakim-Hakim Anggota tersebut di atas dan Henry Hanafi, S.H., M.H. sebagai Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh para pihak berperkara;
Hakim Anggota Ketua Majelis
Drs. H. S. Syekhan Al Jufri, M.E.Sy Drs. H. Paskinar Said.
Hakim Anggota
Drs. H. Masykurin Hamid, S.H., M.S.I.
Panitera Pengganti,
Henry Hanafi, S.H.,M.H.
Perincian Biaya :
1. Proses Administrasi Rp. 139.000,- 2. Materai Rp. 6.000,- 3. Redaksi Rp 10.000,-
Jumlah Rp 155.000,-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19