• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 9 halaman, putusan Nomor 19/PID.SUS-LH/2018/PT PTK

P U T U S A N

Nomor 19/PID.SUS-LH/2018/PT PTK

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA” Pengadilan Tinggi Pontianak, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam pengadilan tingkat banding, telah menjatuhkan putusan seperti tersebut di bawah ini dalam perkara para Terdakwa :

Terdakwa I :

Nama lengkap : M. Arnem alias Arnem Bin Muhammad Yasin; Tempat lahir : Sintang;

Umur / Tanggal lahir : 31 tahun / 15 Agustus 1985; Jenis kelamin : Laki-laki;

Kebangsaan : Indonesia;

Tempat tinggal : Jalan Dara Juanti RT. 009 RW. 003 Kelurahan Kapuas Kiri Hulu atau Kelurahan Ulak Jaya Kecamatan Sintang;

Agama : Islam;

Pekerjaan : Wiraswasta;

Terdakwa II :

Nama lengkap : Syamsul Bahri alias Sul Bin Abdul Saman; Tempat lahir : Sintang;

Umur / Tanggal lahir : 44 tahun/ 8 Agustus 1972; Jenis kelamin : Laki-laki;

Kebangsaan : Indonesia;

Tempat tinggal : Jalan Dara Juanti RT. 009 RW. 003 Kelurahan Kapuas Kiri Hulu atau Kelurahan Ulak Jaya Kecamatan Sintang;

Agama : Islam;

Pekerjaan : Wirawasta;

Para Terdakwa ditangkap pada tanggal 15 Juli 2017, dan selanjutnya ditahan di dalam Rumah Tahanan Negara masing-masing oleh :

1. Penyidik sejak tanggal 16 Juli 2017 sampai dengan tanggal 4 Agustus 2017; 2. Perpanjangan penahanan oleh Penuntut Umum sejak tanggal 5 Agustus 2017

sampai dengan tanggal 13 September 2017;

3. Penuntut Umum sejak tanggal 12 September 2017 sampai dengan tanggal 1 Oktober 2017;

4. Hakim Pengadilan Negeri Sintang sejak tanggal 28 September 2017 sampai dengan tanggal 26 Oktober 2017;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 9 halaman, putusan Nomor 19/PID.SUS-LH/2018/PT PTK

5. Perpanjangan penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Sintang sejak tanggal 27 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 25 Desember 2017;

6. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak sejak tanggal 5 Desember 2017 sampai dengan 3 Januari 2018;

7. Perpanjangan Penahanan oleh wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak, sejak tanggal 4 Januari 2018 sampai dengan tanggal 4 Maret 2018;

Para Terdakwa tidak didampingi oleh Penasihat hukum;

PENGADILAN TINGGI tersebut.

Membaca berkas perkara dan surat-surat yang bersangkutan berikut turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Sintang tanggal 30 Nopember 2017 Nomor 210/Pid.B-LH/2017/PN Stg dalam perkara Terdakwa tersebut diatas;

Menimbang bahwa para Terdakwa telah diajukan ke persidangan Pengadilan Negeri Sintang oleh Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Sintang dengan dakwaan sebagai berikut :

Dakwaan :

Bahwa Mereka terdakwa I. M. ARNEM Als ARNEM Bln MUHAMMAD YASIN bersama-sama dengan terdakwa II. SYAMSUL BAHRI Als SUL Bin ABDUL SAMAN bertindak baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri, pada hari Sabtu tanggal 15 Juli 2017 sekitar jam 14.30 WIB di lahan kosong jalan Kelam Kelurahan Tanjung Puri Sintang Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang sekitar 3 Km dari jalan raya atau setidak-tidaknya pada bulan Juli 2017 atau setidak-tidaknya di tempat yang termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Sintang yang masih berwenang mengadili perkara ini, telah melakukan atau menyuruh melakukan atau turut serta melakukan usaha penambangan tanpa IUP, I PR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat(3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat(l) atau ayat (5), perbuatan mereka terdakwa I bersama-sama terdakwa II, dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Berawal pada hari dan tanggal tersebut di atas saksi YUDICENTA ERLYAWAN WISENO bersama dengan Saksi WENDI SAPUTRA Bin melakukan pengecekan atau penindakan terhadap pelaku penambangan emas tanpa ijin di wilayah hukum Polres Sintang dan telah melakukan penangkapan terhadap Terdakwa I dan Terdakwa II, yang sedang melakukan aktivitas Penambangan emas tanpa ijin di lahan kosong jalan Kelam Kel. Tanjung Puri Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang saksi YUDICENTA melihat terdakwa I dan terdakwa II sedang melakukan penambangan emas tanpa ijin kemudian saksi YUDICENTA menanyakan kepada terdakwa I dan Terdakwa II apakah ada ijin untuk melakukan terhadap

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 9 halaman, putusan Nomor 19/PID.SUS-LH/2018/PT PTK

akitivitas penambangan tersebut dan dijawab terdakwa I dan terdakwa II tidak ada ijin dari intansi yang berwenang selanjutnya terdakwa I, Terdakwa II, beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Polres Sintang untuk diproses lebih lanjut;

Bahwa mereka terdakwa I, Terdakwa II, pada saat melakukan penambangan emas dilahan kosong jalan Kelam Kel. Tanjung Puri Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang dengan menggunakan 1 (satu) Mesin dompeng merk FUJIWADA warna abu-abu (kap mesin diganti dengan merk TIANLI), 1 (satu) batang mata nbor dengan panjang sekitar 4 (empat) meter, 1 (satu) pipa spiral warna biru dengan diameter 4 inchi dan panjang 5 (lima) meter yang digunakan untuk menghubungkan mata bor dengan mesin jet pump, 1 (satu) batang pipa paralon diameter 4 (empat) inchi dan panjang sekitar 2,5 meter yang digunakan untuk mengantar material dari mesin jet pump ke bak penampung, 1 (satu) wadah penampung yaitu drum plastik belah warna biru, 1 (satu) pipa spiral ¼ warna biru panjang sekitar 2 meter, 1 (satu) bilah parang, 1 (satu) unit pump NS.50 warna merah yang digunakan untuk menyedot air, 1 (satu) batang pipa panjang sekitar 2,5 meter 1 (satu) buah alat dulang emas dan 1 (satu) buah alat rol pump kemudian emas tersebut didulang kemudian dimasukkan ke dalam wadah untuk dicampur dengan air raksa hingga berbentuk gumpalan emas;

Bahwa Mereka terdakwa I. M. ARNEM Als ARNEM Bin MUHAMMAD YASIN bersama-sama dengan terdakwa II. SYAMSUL BAHRI Als SUL Bin ABDUL SAMAN pada saat melakukan penambangan emas tidak memiliki izin IUP (Ijin usaha pertambangan), IPR (ijin pertambangan rakyat), IUPK( ijin usaha khusus ) yang dikeluarkan dari pejabat yang berwenang;

Bahwa akibat perbuatan Mereka terdakwa I M. ARNEM Als ARNEM Bin MUHAMMAD YASIN bersama-sama dengan terdakwa II SYAMSUL BAHRI Als SUL Bin ABDUL SAMAN melakukan penambangan tanpa ijin dari pejabat yang berwenang mengakibatkan tidak ada kontribusi pemasukan kas daerah atau negara berupa iuran tetap dan iuran produksi / Royalti;

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Jo Pasal 55 ayat (1) Ke- 1 KUHP.

Menimbang, bahwa melalui surat Tuntutan Pidana (Requisitoir) yang diajukan, Penuntut Umum menuntut agar Pengadilan menjatuhkan putusan sebagai berikut : 1. Menyatakan masing-masing terdakwa I. M. ARNEM Als ARNEM Bin MUHAMMAD

YASIN bersama-sama dengan terdakwa II. SYAMSUL BAHRI Als SUL Bin ABDUL SAMAN, telah terbukti bersalah secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana “Telah Melakukan Usaha Penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK" sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal Undang - Undang Republik

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 9 halaman, putusan Nomor 19/PID.SUS-LH/2018/PT PTK

Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP;

2. Menjatuhkan pidana terhadap masing-masing terdakwa I. M. ARNEM Als ARNEM Bin MUHAMMAD YASIN bersama-sama dengan terdakwa II. SYAMSUL BAHRI Als SUL Bin ABDUL SAMAN berupa pidana penjara selama 2 ( dua ) tahun penjara dikurangi selama masing-masing terdakwa I. M. ARNEM Als ARNEM Bin MUHAMMAD YASIN, terdakwa II. SYAMSUL BAHRI Als SUL Bin ABDUL SAMAN berada dalam masa tahanan dengan perintah para terdakwa I. M. ARNEM Als ARNEM Bin MUHAMMAD YASIN, dan terdakwa II. SYAMSUL BAHRI Als SUL Bin ABDUL SAMAN tetap berada dalam tahanan dan masing-masing terdakwa I. M. ARNEM Als ARNEM Bin MUHAMMAD YASIN, terdakwa II. SYAMSUL BAHRI Als SUL Bin ABDUL SAMAN denda sebesar Rp. 10.000.000 ,- (sepuluh juta rupiah) Subsidair 6 (enam) bulan Kurungan;

3. Menyatakan barang bukti berupa :

- 1 (satu) buah mesin Dompeng merk FUJIWADA warna abu-abu (kap mesin diganti dengan merk Tianli;

- 1 (satu) batang mata bor dengan panjang sekitar 4 (empat) meter;

- 1 (satu) pipa spiral warna biru dengan diameter 4 inchi dan panjang 5 (lima) meter yang digunakan untuk menghubungkan mata bor dengan mesin jet pump;

- 1 (satu) batang pipa paralon berdiameter 4 (empat) inchi dan panjang sekitar 2,5 meter yang digunakan untuk mengantar material dari mesin jet pump ke bak penampung;

- 1 (satu) wadah penampung yaitu drum plastik belah warna biru; - 1 (satu) pipa spiral 1/4 warna biru panjang sekitar 2 meter; - 1 (satu) bilah parang;

- 1 (satu) unit pump NS.50 warna merah yang digunakan untuk menyedot air; - 1 (satu) batang pipa panjang sekitar 2,5 meter;

- 1 (satu) buah alat dulang emas; - 1 (satu) buah alat rol pump; Dirampas untuk dimusnahkan.

4. Menetapkan masing-masing Terdakwa I. M. ARNEM Als ARNEM Bin MUHAMMAD YASIN dan Terdakwa II. SYAMSUL BAHRI Als SUL Bin ABDUL SAMAN membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).

Menimbang, bahwa Pengadilan Negeri Sintang memutuskan perkara ini melalui putusannya Nomor 210/Pid.B-LH/2017/PN Stg, tanggal 30 Nopember 2017 yang amarnya sebagai berikut :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 9 halaman, putusan Nomor 19/PID.SUS-LH/2018/PT PTK

1. Menyatakan Terdakwa I. M. Arnem alias Arnem bin Muhammad Yasin dan Terdakwa II. Syamsul Bahri alias Sul bin Abdul Saman tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Secara bersama-sama melakukan usaha pertambangan tanpa izin”, sebagaimana dalam dakwaan Tunggal Penuntut Umum ;

2. Menjatuhkan pidana kepada Para Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 10 (sepuluh) bulan dan denda masing-masing sebesar Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan masing-masing selama 3 (tiga) bulan;

3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Para Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

4. Memerintahkan agar Para Terdakwa tetap ditahan; 5. Menetapkan barang bukti berupa :

- 1 (satu) unit mesin diesel (mesin penggerak pompa) merk Fujiwada warna abu-abu dengan ciri-ciri tutup mesin diganti dengan merk Tianli;

- 1 (satu) batang mata bor dengan panjang sekitar 4 (empat) meter;

- 1 (satu) buah pipa spiral warna biru ukuran diameter 4 (empat) inchi dan panjang 5 (lima) meter;

- 1 (satu) buah pipa paralon ukuran diameter 4 (empat) inchi dan panjang sekitar 2,5 (dua setengah) meter;

- 1 (satu) buah belahan drum warna biru (drum isi 220 liter dibelah dua); - 1 (satu) unit pump (pompa) merk NS 50 warna merah;

- 1 (satu) buah alat dulang emas warna hitam; - 1 (satu) bilah parang;

- 1 (satu) unit pump (pompa) merk Sekadau ukuran 4 inci;

- 1 (satu) lembar kain biduk (alat penyaring puya atau butiran mengandung emas);

Dirampas untuk dimusnahkan.

6. Membebankan kepada Para Terdakwa untuk membayar biaya perkara masing-masing sejumlah Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah);

Menimbang, bahwa terhadap putusan Pengadilan Negeri Sintang tertanggal 30 Nopember 2017 Nomor 210/Pid.B-LH/2017/PN Stg tersebut, Penuntut Umum mengajukan permintaan banding pada tanggal 5 Desember 2017, sebagaimana ternyata dari Akta Permintaan Banding yang dibuat oleh Plt Panitera Pengadilan Negeri Sintang Nomor 210/Akta.Pid/2017/PN Stg dan ditandatangani oleh Penuntut umum dan Plt Panitera Pengadilan Negeri Sintang;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 9 halaman, putusan Nomor 19/PID.SUS-LH/2018/PT PTK

Menimbang, bahwa tentang adanya permintaan banding dari Penuntut Umum telah diberitahukan kepada Para Terdakwa melalui Jurusita Pengadilan Negeri Sintang pada tanggal 6 Desember 2017, sebagaimana ternyata dari Akte Nomor 210/Akta.B/2017/PN.Stg;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan memori banding tertanggal Tanggal 10 Januari 2018, yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sintang pada Tanggal 10 Januari 2018, sebagaimana ternyata dari akta penerimaan memori banding Nomor 210/Akta.B/2017/PN.Stg yang ditandatangani oleh Plt Panitera Pengadilan Negeri Sintang dan Penuntut Umum, dan turunan memori banding tersebut telah diberitahukan serta diserahkan kepada para Terdakwa, sebagaimana ternyata dari akta pemberitahuan dan penyerahan memori banding Nomor 210/Akta.B/2017/PN.Stg tertanggal 11 Januari 2018 yang ditandatangani oleh Jurusita Pengadilan Negeri Sintang dan para Terdakwa;

Menimbang, bahwa sebelum berkas perkara dikirim ke Pengadilan Tinggi untuk diadili pada tingkat banding, berdasarkan Surat Panitera Pengadilan Negeri Sintang tertanggal 3 Januari 2018, kepada Penuntut Umum dan Terdakwa telah diberi kesempatan untuk melihat dan mempelajari berkas perkara (inzage) di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sintang selama 7 hari terhitung sejak tanggal 5 Januari 2018 sampai dengan tanggal 12 Januari 2018;

Menimbang, bahwa setelah Pengadilan Tinggi mencermati waktu penjatuhan putusan perkara Terdakwa oleh Pengadilan Negeri Sintang pada tanggal 30 Nopember 2017 dan saat Penuntut Umum mengajukan permintaan banding pada tanggal 5 Desember 2017, dan mencermati pula formalitas mengenai pemberitahuan-pemberitahuan berkenaan dengan adanya permintaan banding tersebut, maka Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa permintaan banding dari Penuntut Umum telah diajukan dalam waktu dan menurut tata cara serta memenuhi syarat yang ditentukan undang-undang, oleh karenanya dapat diterima;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum di dalam memori bandingnya menyatakan keberatan atas putusan majelis Hakim tingkat pertama pada Pengadilan Negeri Sintang dengan mengemukakan alasan-alasan yang pada pokoknya sebagai berikut :

1) Putusan yang dijatuhkan oleh hakim tidak sesuai tujuan pemidanaan sebagaimana diuraikan oleh Nigel Walker;

2) Putusan tersebut (baca PN) justru menciderai keadilan masyarakat, dimana ada putusan terdahulu yang diputus oleh majelis hakim yang sama dalam memutuskan perkara terhadap Terdakwa JOKO MAMUDA Alias JOKO dan seterusnya.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 9 halaman, putusan Nomor 19/PID.SUS-LH/2018/PT PTK

3) Putusan pidana Penjara selama 10 bulan terlalu ringan sehingga tidak memenuhi rasa keadilan;

Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian putusan dalam perkara ini, seluruh isi memori banding dari Penuntut Umum telah dianggap termaktub dalam putusan ini;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim tingkat banding, setelah memeriksa dengan seksama berkas perkara yang bersangkutan, mulai dari Berita Acara Pemeriksaan Pengadilan tingkat pertama, barang-barang bukti, surat surat yang berhubungan dengan perkara ini dan salinan resmi putusan Pengadilan Negeri Sintang Nomor 210/Pid.B-LH/2017/PN Stg tanggal 30 Nopember 2017, serta memori banding dari Penuntut Umum, Majelis Hakim tingkat banding sependapat dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama, yang dalam putusannya menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Secara bersama-sama melakukan usaha pertambangan tanpa izin”, yang didakwakan kepadanya, dan pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama tersebut diambil alih sebagai pertimbangan hukum Pengadilan Tinggi sendiri dalam memutus perkara ini di tingkat banding, terkecuali mengenai pidana yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim tingkat pertama, dimana majelis dapat menerima keberatan yang diajukan oleh Penuntut umum di dalam memori banding yang diajukannya, karena pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa terlalu ringan;

Menimbang, bahwa pidana yang dijatuhkan kepada seorang terdakwa tidak hanya di proyeksikan sebagai upaya mendidik terdakwa sendiri agar insyaf dan menyadari kesalahannya serta dapat berubah menjadi anggota masyarakat yang mentaati norma-norma yang berlaku, melainkan juga harus merupakan proyeksi dari keinginan untuk mencegah anggota masyarakat lainnya dari kemungkinan meniru perbuatan terdakwa;

Menimbang, bahwa dengan mengingat fakta-fakta yang terungkap di persidangan dan dengan mengingat pula tujuan pemidanaan termaksud di atas, majelis hakim Pengadilan Tinggi dapat menerima keberatan pembanding yang menyatakan bahwa penjatuhan pidana ringan oleh Pengadilan Negeri Sintang dalam perkara aquo terlalu ringan, dan menurut Majelis Hakim Tingkat Banding, pidana sebagaimana tercantum di amar putusan ini telah tepat dan adil untuk dikenakan kepada para Terdakwa;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, maka putusan Pengadilan Negeri Sintang tertanggal 30 Nopember 2017 Nomor 210/Pid.B-LH/2017/PN yang dimintakan banding tersebut harus dirubah sekedar mengenai pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa, sedangkan putusan selebihnya dapat dikuatkan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 9 halaman, putusan Nomor 19/PID.SUS-LH/2018/PT PTK

Menimbang, bahwa karena para Terdakwa berada dalam tahanan dan majelis hakim tingkat banding tidak melihat adanya alasan untuk merubah atau menghentikan penahanan yang sedang dijalani para Terdakwa itu, maka para Terdakwa diperintahkan untuk tetap berada dalam tahanan;

Menimbang, bahwa karena dalam proses peradilan perkara ini Terdakwa menjalani penahanan maka lamanya Terdakwa ditahan sebelum putusan ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa tetap dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana maka Terdakwa harus dibebani membayar biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan;

Mengingat Pasal 158 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan dengan perkara ini;

M E N G A D I L I :  Menerima permintan banding dari Penuntut Umum;

 Mengubah putusan Pengadilan Negeri Sintang Nomor 210/Pid.B-LH/2017/PN Stg tanggal 30 Nopember 2017 yang dimintakan banding sekedar mengenai pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa sehingga amarnya berbunyi sebagai berikut :  Menghukum Terdakwa I. Arnem alias Arnem Bin Muhammad Yasin dan

terdakwa II Syamsul Bahri alias Sul Bin Abdul Saman oleh karena itu, masing-masing dengan pidana penjara selama 1 (satu) Tahun dan 3 (tiga) bulan;

 Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sintang tersebut untuk selebihnya;  Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan;

 Menetapkan lamanya Terdakwa ditahan sebelum putusan ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

 Membebankan biaya perkara kepada terdakwa dalam kedua tingkat peradilan yang dalam tingkat banding sebesar Rp.3.000,- (tiga ribu rupiah);

Demikian diputuskan pada hari Rabu tanggal 31 Januari 2018 dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pontianak yang terdiri dari Dr. Wahidin SH., M.Hum selaku ketua majelis dan Absoro, SH serta Jhon Halasan Butarbutar, SH., Msi., MH., selaku Hakim Anggota, yang berdasarkan Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak Nomor 19/PID.SUS-LH/2018/PT PTK

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 9 halaman, putusan Nomor 19/PID.SUS-LH/2018/PT PTK

tanggal 22 Januari 2018 ditunjuk selaku Majelis Hakim untuk memeriksa dan mengadili perkara ini dalam pengadilan tingkat banding, putusan mana pada hari RABU tanggal 7 Februari 2018 diucapkan di muka sidang yang terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis, yang didampingi oleh para Hakim Anggota Majelis tersebut, dibantu oleh Sab’ al Anwar, SH., Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Pontianak, tanpa dihadiri oleh Penuntut Umum dan Terdakwa/Penasihat Hukum Terdakwa.

Hakim Anggota,

Absoro, SH

Jhon H Butarbutar, SH., Msi., MH

Ketua Majelis,

Dr.Wahidin SH., M.Hum

Panitera Pengganti,

Sab’ al Anwar, SH

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa Majelis Hakim tingkat banding setelah memeriksa dan meneliti serta mencermati dengan seksama berkas perkara dan turunan resmi Putusan Pengadilan

Menimbang, bahwa Majelis Hakim Tingkat Banding telah memeriksa, membaca, mempelajari dan meneliti dengan seksama berkas perkara yang bersangkutan yang terdiri

Menimbang, bahwa dalam hal upaya perdamaian, Majelis Hakim Tingkat Pertama telah berusaha untuk mendamaikan kedua belah pihak berperkara, baik oleh majelis hakim sendiri,

Terbantah II di Pengadilan Negeri Bekasi dan oleh Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili telah diputus dengan menyatakan bantahan tidak dapat diterima dan Putusan

02 Mei 2011, dan telah pula membaca serta memperhatikan Memori Banding dan Kontra Memori Banding yang diajukan para pihak, maka Majelis Hakim Tingkat

Menimbang bahwa terhadap putusan sela Pengadilan Agama Jambi tersebut Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama Jambi setelah mempertimbangkan fakta-fakta di

Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, oleh karenanya permohonan banding tersebut secara formal dapat diterima; --- Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim

Turut Tergugat II pada tanggal 6 Juni 2016 ; Menimbang, bahwa Para Pembanding semula Para Penggugat tidak mengajukan memori banding ; Membaca, Surat pemberitahuan memeriksa berkas