Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
P U T U S A N
Nomor 1941 K/Pdt/2016
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G
memeriksa perkara perdata pada tingkat kasasi telah memutus sebagai berikut dalam perkara:
SUKARTONO,bertempat tinggal di Jalan Palem Barat Nomor 88, RT 002/RW 004, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dalam hal ini memberi kuasa kepada Nurhadi, S.H., dan kawan, Para Advokat, berkantor di Jalan Cempaka Putih Barat XXV Nomor 39 Jakarta Pusat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 24 November 2014;
Pemohon Kasasi dahulu Pembantah/Pembanding; L a w a n:
1. TOTOK IRIANTO,dahulu bertempat tinggal di Jalan Ketapang Blok CC-36 Nomor 22 RT 003/RW 018, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Sekarang tidak diketahui lagi alamatnya baik di dalam maupun di luar wilayah hukum Negara Republik Indonesia;
2. PT TIRTA SAMUDRA CARAKA,diwakili oleh Leo Budi Pangarso, sebagai Direktur, berkedudukan di Gedung S. Wijoyo Center Lantai 5 Jalan Jend Sudirman Kav 71 Jakarta Selatan, sekarang berkedudukan Menara 165 Office Tower 17 Floor Suite B,C & D, Jalan TB. Simatupang Kav. 1 Cilandak Timur, Jakarta Selatan, dalam hal ini memberi kuasa kepada Francisca Romana, S.H., dan kawan-kawan, Para Advokad, berkantor di Kav. DKI Blok 151 A Nomor 35 Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 29 April 2013;
Para Termohon Kasasi dahulu Para Terbantah I dan II/Para Terbanding;
D a n:
1. Ny Hj NIDA KHAIRANY, S.H., Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Wilayah Kota Bekasi, selaku Protokol Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Safarudin, S.H., (yang meninggal dunia), beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 9, Kota Bekasi;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
2. NEGARA REPUBLIK INDONESIA cq BADAN PERTANAHAN NASIONAL cq KANTOR PERTANAHAN PROPINSI JAWA BARATcqKEPALA KANTOR PERTANAHAN KOTA BEKASI,
berkedudukan di Jalan Chairil Anwar Nomor 25 Kota Bekasi;
3. NEGARA REPUBLIK INDONESIA cq PEMERINTAH RI cq
KEMENTERIAN KEUANGAN RI cq DIREKTORAT
JENDERAL KEKAYAAN NEGARA cq KANTOR WILAYAH
VIII DJKN BANDUNG cq KANTOR PELAYANAN
KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG KOTA BEKASI,
berkedudukan di Jalan Sersan Aswan Nomor 8 D Bekasi Timur, Kota Bekasi;
Para Turut Termohon Kasasi dahulu Para Turut Terbantah/Para Turut Terbanding;
Mahkamah Agung tersebut;
Membaca surat-surat yang bersangkutan;
Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Pemohon Kasasi dahulu sebagai Pembantah/Pembanding telah menggugat sekarang Para Termohon Kasasi dahulu sebagai Para Terbantah I dan II/Para Terbanding dan Para Turut Termohon Kasasi dahulu Para Turut Terbantah/Para Turut Terbanding di muka persidangan Pengadilan Negeri Bekasi pada pokoknya atas dalil-dalil:
Tentang Kepemilikan Pembantah Atas Tanah:
1. Bahwa Pembantah adalah satunya-satunya pemilik yang sah dan yang berhak atas tanah seluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi) di atasnya berdiri bangunan rumah tingkat, yang terletak dan dikenal di Jalan Palem Barat Nomor 88 RT 002/Rw 04, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya, sesuai Surat Ukur Nomor 672/Pekayon Jaya/2002, dengan batas-batas sebagai berikut:
- sebelah Utara dengan tanah Hibarningsih; - sebelah Selatan dengan tanah Dagul; - sebelah Timur dengan Jalan Palem Barat;
- sebelah Barat dengan tanah Sukartono (dahulu tanah Dagul);
2. Bahwa tanah milik Pembantah tersebut pada angka 1 di atas, adalah membeli dari Terbantah I dihadapan Safaruddin, S.H., selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) wilayah Kota Bekasi sesuai Akta Jual Beli Nomor 238/2003 tanggal 10 Juli 2003. Karena Safaruddin, S.H., selaku
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
PPAT telah meninggal dunia, maka Turut Terbantah I adalah selaku Protokol Notaris/PPAT (alm) Safaruddin, S.H.;
3. Bahwa sesuai prosedur sebelum dilakukan proses jual beli dan/atau sebelum ditandatangani Akta Jual Beli dimaksud, terhadap Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya telah dilakukan 2 (dua) kali pemeriksaan pada Kantor Pertanahan Kota Bekasi yaitu pada tanggal 21 Februari 2003 dan pada tanggal 3 Juli 2003;
Hasil pemeriksaan terhadap Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya, informasi yang diperoleh dari Kantor Pertanahan Kota Bekasi, bahwa tanah dimaksud tidak ada pembebanan, tidak sedang dalam keadaan sengketa maupun tidak dalam keadaan telah diletakkan sita jaminan. Oleh karenanya Pembantah selaku pembeli yang beriktikad baik yang harus dilindungi oleh undang-undang;
4. Bahwa setelah jual beli atas tanah dimaksud sesuai Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya, Pembantah mengajukan proses peralihan hak atas tanah dimaksud yang semula milik Terbantah I (Totok Irianto), maka pada tanggal 6 Agustus 2003 Turut Terbantah II (Kantor Pertanahan Kota Bekasi) melakukan peralihan hak atas Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya, dari Terbantah I beralih menjadi hak milik Pembantah (Sukartono);
5. Bahwa berdasarkan hal tersebut pada angka 2 sampai dengan angka 4 di atas, maka baik proses jual beli maupun proses peralihan hak terhadap Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya pada Kantor Pertanahan Kota Bekasi, sehingga dengan demikian sejak tanggal 6 Agustus 2003 telah terbukti secara hukum tanah dimaksud tidak bermasalah berdasarkan informasi dari Turut Terbantah II, karena proses peralihan hak Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya dari Terbantah I kepada Pembantah telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
Tentang Perkara Perdata antara Terbantah I dengan Terbantah II;
6. Bahwa pada tanggal 8 Oktober 2008 Juru Sita Pengadilan Negeri Bekasi menyampaikan Surat Teguran/Annmaning Nomor 78/EKS/2008/PN Bks. kepada Terbantah I yang disampaikan di alamat Pembantah, sehubungan dengan Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 34/Pdt.G/2002/PN Bks. tanggal 17 September 2002 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 48/PDT/2003/PT BDG. tanggal 22 April 2003 juncto Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 3283 K/Pdt/2003 tanggal 7 Juni 2006, dalam perkara perdata antara Terbantah I dengan Terbantah II;
7. Bahwa Pembantah pada tanggal 27 Juli 2010 telah memberikan penjelasan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
bahwa tanah a quo telah dibeli oleh Pembantah sesuai dengan prosedur peraturan perundang-undangan dan sejak tanah a quo dibeli oleh Pembantah telah beralih hak semula milik Terbantah I menjadi milik Pembantah;
8. Bahwa berdasarkan hal tersebut pada angka 6 di atas, Pembantah baru mengetahui tanah a quo telah diletakkan sita jaminan dalam perkara antara Terbantah I dengan Terbantah II tersebut, dan Pembantah sebelum membeli tanaha quosama sekali tidak mengetahui adanya sita jaminan terhadap, tanaha quo berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 05/CB/2002/ 34/Pdt.G/2002/PN Bks. tanggal 26 Februari 2002 juncto Berita Acara Sita Jaminan Nomor 05/CB/2002/34/Pdt.G/2002/PN Bks. tanggal 12 Maret 2002; 9. Bahwa menurut hukum mengenai sengketa perkara perdata antara Terbantah I
dengan Terbantah II tersebut pada angka 6 di atas, adalah merupakan persoalan tersendiri dan tidak boleh membawa akibat kerugian Pembantah selaku pihak ketiga, maka Penetapan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 05/CB/2002/34/Pdt.G/2002/PN Bks. tanggal 26 Februari 2002 yang telah dilaksanakan dengan Berita Acara Sita Jaminan Nomor 05/CB/2002/34/ Pdt.G/2002/PN Bks. tanggal 12 Maret 2002 harus dicabut dan diangkat;
Tentang Pelaksanaan Eksekusi Lelang;
10. Bahwa atas permohonan Terbantah II, berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 78/Eks/2008/PN. Bks tanggal 20 Januari 2011 Panitera Pengadilan Negeri Bekasi menyampaikan surat Nomor W11.U5/1799/HT.01.10/V/2012 tanggal 24 Mei 2012 perihal Pemberitahuan Eksekusi Lelang Penjualan dimuka Umum kepada Terbantah I (selaku Termohon Eksekusi Lelang), akan tetapi yang menjadi objek eksekusi lelang adalah tanah milik Pembantah berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya, padahal Pembantah telah memberitahu/menjelaskan kepada Ketua Pengadilan Negeri Bekasi Pembantah telah membeli tanah a quo sesuai prosedur peraturan perundangan-undangan dan sejak tanah a quodibeli oleh Pembantah telah beralih hak menjadi milik Pembantah; 11. Bahwa Turut Terbantah III dengan suratnya Nomor S-428/WKN.8/
KNL.02/2012 tanggal 30 Mei 2012 perihal Pemberitahuan Lelang yang ditujukan kepada Penghuni (Pembantah) tanah dan bangunan Jalan Ketapang Blok CC-36 Nomor 22 RT 003/018 Pekayon Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi;
12. Bahwa terhadap surat Turut Terbantah III tersebut pada angka 11 di atas, Turut Terbantah III telah sangat-sangat melakukan kekeliruan terhadap objek yang akan dilelang, karena berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
Jaya Pembantah adalah sebagai pemilik yang sah atas tanaha quoseluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi) diatasnya berdiri bangunan rumah tingkat, yang terletak dan dikenal di Jalan Palem Barat Nomor 88 RT 002/RW 04, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, oleh karenanya Pembantah semata-mata bukan hanya sebagai penghuni tanah/bangunana quodan / atau tanah/bangunana quobukan milik Terbantah I (Termohon Eksekusi Lelang);
13. Bahwa berdasarkan hal tersebut pada angka 10 sampai dengan angka 12 di atas, maka eksekusi lelang berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 78/EKS/2008/PN Bks., tanggal 20 Januari 2011 tidak mempunyai kekuatan hukum terhadap tanah milik Pembantah seluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi) diatasnya berdiri rumah tingkat sesuai Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya yang terletak dan dikenal di Jalan Palem Barat Nomor 88 RT 002/RW 04, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi;
14. Bahwa dalam bantahan ini, Pembantah menarik pula:
Turut Terbantah I (Ny. Nida Khairany, S.H. Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Wilayah Kota Bekasi, selaku Protokol Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Safaruddin, S.H., (yang telah meninggal dunia), selaku pihak dengan maksud agar nantinya dihukum untuk tunduk pada putusan dalam perkara ini karena bantahan menyangkut Akta Jual Beli Nomor 238/2003 tanggal 10 Juli 2003, karena dalam pembuatan akta tersebut Turut Terbantah I selaku Protokol Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Safaruddin, S.H., (yang telah meninggal dunia);
Turut Terbantah II (Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi) selaku pihak dengan maksud agar nantinya dihukum untuk tunduk pada putusan dalam perkara ini, karena bantahan menyangkut Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/ Pekayon Jaya yang dibuat, ditandatangani dan diterbitkan oleh Turut Terbantah II (Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi);
Turut Terbantah III (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Kota Bekasi) selaku pihak dengan maksud agar nantinya dihukum untuk tunduk pada putusan dalam perkara ini, karena bantahan menyangkut surat Terbantah III tanggal 30 Mei 2012 Nomor S-428/WKN.8/KNL. 02/2012, karena akan melakukan lelang terhadap tanaha quo;
15. Bahwa bantahan ini diajukan berdasarkan atas bukti-bukti otentik yang memenuhi Pasal 180 ayat (1) HIR, maka adalah cukup beralasan apabila Pembantah memohon kepada Pengadilan Negeri Bekasi, agar bekenan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
menjatuhkan Putusan yang menyatakan bahwa putusan perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun ada Verzet, banding, kasasi maupun permohonan peninjauan kembali;
Dalam Provisi;
16. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, telah terbukti Pembantah adalah pemilik yang sah atas tanah a quo berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya, yang akan dilaksanakan eksekusi lelang;
Untuk menghindari kerugian dari Pembantah, sudah sepatutnya dan seharusnya pelaksanaan penetapan eksekusi lelang berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 78/EKS/2008/PN Bks. tanggal 20 Januari 2011 atas putusan perkara antara Terbantah I dengan Terbantah II dalam perkara Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 34/Pdt.G/2002/ PN Bks. tanggal 17 September 2002 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 48/PDT/2003/PT BDG. tanggal 22 April 2003 Juncto Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 3283 K/Pdt/2003 tanggal 7 Juni 2008 atas sebidang tanah milik Pembantah berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya, dapat ditangguhkan sampai ada putusan perkara bantahan ini yang mempunyai kekuatan hukum tetap;
Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Pembantah mohon kepada Pengadilan Negeri Bekasi agar memberikan putusan sebagai berikut:
Dalam Provisi;
- Menyatakan eksekusi lelang berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 78/EKS/2008/PN Bks. tanggal 20 Januari 2011 atas Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 34/Pdt.G/2002/PN Bks. tanggal 17 September 2002 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 48/PDT/2003/PT BDG. tanggal 22 April 2003 juncto Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 3283 K/Pdt/2003 tanggal 7 Juni 2006, atas sebidang tanah milik Pembantah berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya, ditangguhkan sampai ada putusan perkara bantahan ini yang mempunyai kekuatan hukum tetap;
Dalam Pokok Perkara;
1. Mengabulkan bantahan Pembantah untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Pembantah adalah Pembantah selaku pembeli yang benar dan beriktikad baik yang harus dilindungi undang-undang;
3. Menyatakan tanah seluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi) diatasnya berdiri bangunan rumah tingkat, yang terletak dan dikenal di Jalan Palem Barat Nomor 88 RT 002/RW 04, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
Bekasi Selatan Kota Bekasi, berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomoe 5606/Pekayon Jaya, sesuai Surat Ukur Nomor 672/Pekayon Jaya/ 2002, adalah sah milik Pembantah;
4. Menyatakan mengangkat/mencabut Penetapan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 05/CB/2002/34/Pdt.G/2002/PN Bks. tanggal 26 Februari 2002 yang telah dilaksanakan dengan Berita Acara Sita Jaminan Nomor 05/CB/2002/ 34/Pdt.G/2002/PN Bks., tanggal 12 Maret 2002;
5. Menyatakan Penetapan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 78/EKS/2008/PN Bks. tanggal 20 Januari 2011 tidak mempunyai kekuatan hukum terhadap atas tanah milik Pembantah seluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi) diatasnya berdiri bangunan rumah tingkat sesuai Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya, yang terletak dan dikenal di Jalan Palem Barat Nomor 88 RT 002/RW 04, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi;
6. Menghukum Turut Terbantah I. Turut Terbantah II dan Turut Terbantah III untuk tunduk pada putusan ini;
7. Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan lebih dahulu meskipun ada upaya verzet, banding, kasasi maupun permohonan peninjauan kembali (uitvoerbaar bij voorraad);
8. Menghukum para Terbantah membayar biaya-biaya yang timbul dalam perkara ini;
Atau:
Apabila Ketua Pengadilan Negeri Bekasi/Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain, maka Pembantah mohon putusan yang seadil-adilnya dalam proses hukum yang objektif (ex aequo et bono);
Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Terbantah II dan Turut Terbantah III mengajukan eksepsi dan Terbantah II juga mengajukan gugatan balik (rekonvensi) yang pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut:
Eksepsi Terbantah II:
Bahwa Terbantah II menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil yang dikemukakan oleh Pembantah di dalam surat bantahannya tanggal 14 Februari 2013, kecuali yang diakui secara tegas kebenarannya oleh Terbantah II;
Bantahan telah pernah diajukan di Pengadilan Negeri Bekasi (exceptio ne bis in idem atau res judicata);
a. Bahwa Pembantah atas objek perkara telah mengajukan gugatan dan bantahan sebagai berikut:
1) Pembantah telah mengajukan gugatan bantahan kepada Terbantah I dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
Terbantah II di Pengadilan Negeri Bekasi dan oleh Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili telah diputus dengan menyatakan bantahan tidak dapat diterima dan Putusan Perkara Nomor 194/Pdt.Bth/2010/PN Bks., tersebut telah berkekuatan hukum tetap karena Pembantah tidak mengajukan upaya hukum banding;
Adapun amar putusan sebagai berikut: Dalam Provisi:
- Menolak Provisi Pembantah; Dalam Eksepsi:
- Menerima eksepsi Terbantah; Dalam Pokok Perkara:
- Menyatakan bantahan Pembantah tidak dapat diterima(niet ontvankelijk verklaard);
- Menghukum Pembantah untuk membayar biaya perkara hingga saat ini ditaksir sebesar Rp241.000,00 (dua ratus empat puluh satu ribu rupiah); 2) Bahwa untuk perkara a quo, Pembantah kembali mengajukan gugatan
terhadap Terbantah II di Pengadilan Negeri Bekasi dengan register perkara Nomor 185/Pdt.G/2012/PN Bks. dan oleh Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili telah diputus dengan menyatakan gugatan tidak dapat diterima dan putusan perkara Nomor 185/Pdt.G/2012/PN Bks. tersebut telah berkekuatan hukum tetap karena Pembantah tidak mengajukan upaya hukum banding;
Adapun amar putusan sebagai berikut: Dalam Provisi:
- Menolak Provisi Penggugat untuk seluruhnya; Dalam Eksepsi:
- Menerima eksepsi ke-2 Tergugat; Dalam Pokok Perkara:
- Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard);
- Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp291.000,00 (dua ratus sembilan puluh satu ribu rupiah);
Dalam Rekonvensi:
- Menyatakan gugatan Penggugat Rekonvensi/Tergugat dalam Konvensi tidak dapat diterima;
- Menghukum Penggugat dalam Rekonvensi/Tergugat dalam Konvensi untuk membayar biaya perkara sebesar nihil;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
a. Berdasarkan uraian di atas maka terbukti bahwa Pembantah sebelumnya telah mengajukan 2 kali gugatan atas objek perkara yang sama dengan perkara yang diajukan oleh Pembantah dalam perkaraa quo;
b. Bahwa suatu putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap daya kekuatannya mengikat sekedar mengenai substansi putusan tersebut dan gugatan yang diajukan dengan dasar hukum yang sama dan diajukan terhadap pihak yang sama dalam hubungan yang sama pula dengan putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap, maka gugatan tersebut terdapat unsur ne bis in idemataures judicata dan oleh karenanya gugatan tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard). (Pasal 1917 KUHPerdata);
Mengenai hal ne bis in idem telah ditegaskan dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 588 K/Sip/1979 juncto Nomor 619 K/Pdt/1984 juncto Nomor 1743 K/Pdt/1983, yang pada intinya menyatakan karena dalil gugatan yang diajukan maupun objek dan pihak-pihak yang bersengketa sama dengan perkara perdata yang terdahulu dan perkara tersebut telah memperoleh kekuatan hukum tetap, oleh karenanya berdasarkan Pasal 1917 KUHPerdata, dalam gugatan sekarang secara formil terkandung unsur nebis in idem, sehingga gugatan tidak dapat diterima;
Demikian pula dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 1226 K/Pdt./2001 tanggal 20 Mei 2002 yang pada intinya menyatakan meskipun kedudukan subjeknya berbeda, objeknya sama dengan perkara yang telah diputus terdahulu dan sudah berkekuatan hukum tetap, sehingga gugatan dinyatakannebis in idem;
Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 350 K/Sip/1970, tanggal 19 Desember 1970, maka dalam gugatan yang baru telah melekat ne bis in idem,sehingga gugatan baru tersebut dinyatakan tidak dapat diterima; Begitu pula dengan Yurispridensi Mahkamah Agung Nomor 619 K/Pdt/1984, dikatakan apa yang digugat dan diperkarakan sama dengan yang disengketakan dengan perkara Nomor 50/1977 dan ternyata putusan atas perkara tersebut telah memperoleh kekuatan hukum tetap;
c. Bahwa berdasarkan Pasal 1917 KUHPerdata telah jelas diatur mengenai mengenai ne bis in idem yaitu (1) Apa yang digugat sudah pernah diperkarakan sebelumnya. (2) Terhadap perkara yang dahulu sudah ada putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap (3) Putusan bersifat positif. Oleh karenanya gugatan harus dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
d. Bahwa meskipun Pembantah telah mendalilkan objek perkara adalah sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Palem Barat Nomor 88, RT 002/RW 04, Pekayon Jaya Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, sesuai Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya seluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi) sesuai dengan Surat Ukur Nomor 672/Pekayon Jaya/2002 tanggal 7 Juni 2002, dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah Utara berbatasan dengan tanah Hirbaningsih; - Sebelah Timur berbatasan dengan jalan Palem Barat; - Sebelah Selatan berbatasan dengan tanah Dagul;
- Sebelah Barat berbatasan dengan tanah Sukartono (dahulu Tanah Dagul); Bukan berarti objek perkara gugatan a quo berbeda dengan gugatan yang telah diajukan sebelumnya yaitu tanah dan bangunan seluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi) yang terletak di Jalan Palem Barat CC. 36 Nomor 22, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi dengan bukti kepemilikan berupa Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya Surat Ukur Nomor 672/Pekayon Jaya/2002 tanggal 7 Juni 2002 (vide Gugatan dan Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 194/Pdt.Bth/2010/PN Bks.);
Objek perkara gugatan sebelumnya sebidang tanah dan bangunan yang beralamat di Jalan Ketapang Blok CC-36 Nomor 22, RT 03, RW 018, Pekayon Jaya Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi antara Totok Irianto (Terbantah I) dan Sukartono (Pembantah) (videgugatan dan Putusan Nomor 185/Pdt.G/2012/PN Bks.); Berdasarkan uraian dalil-dalil Terbantah II di atas maka adalah sangat beralasan hukum apabila bantahan Pembantah ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima karena terbukti nebis in idem, hal ini demi terciptanya satu kepastian hukum atas objek perkara a quo dan kepastian hak bagi Terbantah II. Dan guna menjunjung tinggi azas beracara secara cepat, sederhana dan biaya ringan maka Terbantah II memohon putusan sela terhadap eksepsi yang Terbantah II tersebut di atas;
Untuk itu Terbantah II memohon dengan hormat kepada yang mulia Hakim Majelis Pengadilan Negeri Bekasi yang memeriksa dan mengadili perkara aquo kiranya berkenan memberikan Keputusan Sela dengan amar/diktum sebagai berikut:
1. Mengabulkan eksepsi Terbantah II;
2. Menyatakan bantahan tidak dapat diterima;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
3. Menghukum Pembantah untuk membayar biaya perkara; Rekonvensi Terbantah II:
1. Bahwa hal-hal yang telah diuraikan dalam Konvensi di atas, mohon dianggap sebagai bagian yang integral dan tidak terpisahkan dengan gugatan rekonvensi ini;
2. Bahwa dasar gugatan rekonvensi ini adalah Yurispridensi Mahkamah Agung Nomor 280 K/Pdt/1991 tanggal 31 Juli 1992, juncto Pengadilan Tinggi Surabaya Nomor 149/1990 juncto Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 21/1978, tanggal 7 Desember 1978, yang pada intinya gugatan rekonvensi diboleh dalam bantahan atas sita jaminan karena didalamnya mengandung tuntutan agar penetapan itu tidak sah dan tidak mengikat;
Dan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap sebagaimana ternyata dalam Putusan Perkara Perdata Nomor 34/Pdt.G/2002/PN Bks. tanggal 17 September 2002 juncto Nomor 48/PDT/2003/PT BDG. tanggal 22 April 2003 juncto Nomor 3283 K/Pdt/2003 tanggal 7 Juni 2006, yang mana pihaknya adalah Penggugat Rekonvensi melawan Totok Irianto dengan amar sebagai berikut:
Tingkat Pengadilan Negeri Bekasi: Dalam Eksepsi:
- Menolak eksepsi Tergugat; Dalam Pokok Perkara:
- Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
- Menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum; - Menyatakan sita jaminan (conversatoir beslag) yang dilakukan oleh
Jurusita Pengadilan Negeri Bekasi pada tanggal 12 Maret 2002 Nomor 05/CB/2002/34/Pdt.G/2002/PN Bks. adalah sah dan berharga;
- Menghukum Tergugat untuk membayar kepada Penggugat sebesar US$ 47,637 (empat puluh tujuh ribu enam ratus tiga puluh tujuh dollar);
- Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul sejumlah Rp619.000,00 (enam ratus sembilan belas ribu rupiah);
Tingkat Pengadilan Tinggi Bandung;
- Menerima permohonan untuk pemeriksaan dalam tingkat banding dari Pembanding semula Tergugat tersebut;
- Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Bekasi tanggal 17 September 2002 Nomor 34/Pdt.G/2002/PN Bks. yang dimohonkan banding tersebut;
- Menghukum Pembanding semula Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan ini, yang dalam peradilan tingkat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
banding adalah sejumlah Rp125.000,00 (seratus dua puluh lima ribu rupiah);
Tingkat Mahkamah Agung R.I.;
- Menyatakan tidak dapat menerima permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi Totok Irianto tersebut;
- Menghukum Pemohon Kasasi/Tergugat untuk membayar perkara dalam tingkat kasasi ini sejumlah Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah);
4. Bahwa objek perkara a quo adalah sama dengan objek perkara gugatan antara Penggugat Rekonvensi dengan Toto Irianto tersebut di atas yaitu tanah dan bangunan yang beralamat di Jalan Ketapang Blok CC-36 Nomor 22, RT/RW.03/018, Pekayon Jaya Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, sesuai Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya seluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi) atas nama Sukartono (dahulu Totok Irianto) sesuai dengan Surat Ukur Nomor 672/Pekayon Jaya/2002 tanggal 7 Juni 2002, yang terletak di Jalan Ketapang Blok CC-36 Nomor 22, RT/RW.03/018, Pekayon Jaya Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, dengan batas-batas sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan tanah Kosong; b. Sebelah Timur berbatasan dengan jalan Palem Barat;
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan perkampungan penduduk; d. Sebelah Barat berbatasan dengan perkampungan penduduk;
5. Bahwa alasan hukum diajukannya gugatan rekonvensi dalam perkara bantahan a quo karena tindakan Tergugat Rekonvensi/Pembantah yang telah 3 (tiga) kali mengajukan gugatan/bantahan terhadap Penggugat Rekonvensi, sangatlah merugikan Penggugat Rekonvensi dan menimbulkan tidak adanya kepastian hukum atas satu putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
6. Bahwa dalil pembeli yang beriktikad baik dan wajib dapat perlindungan dari undang-undang Tergugat Rekonvensi telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Bekasi, yang nota benetelah diperiksa dan diputus dan dinyatakan gugatan dari Tergugat Rekonvensi tidak dapat diterima;
7. Bahwa berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Bekasi tersebut di atas maka objek perkara a quo telah diletakkan diletakkan sita jaminan (conversatoir beslag)yang dilakukan oleh Jurusita Pengadilan Negeri Bekasi pada tanggal 12 Maret 2002 Nomor 05/CB/2002/34/Pdt.G/2002/PN Bks.;
Berdasarkan Penetapan Sita Jaminan Nomor 05/CB/2002/34/Pdt.G/2002/PN
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
Bks. tanggal 12 Maret 2002 tersebut kemudian terbit Penetapan Sita Eksekusi Nomor 78/Eks/2008/PN Bks., tanggal 20 Juni 2011. Selanjutnya objek perkara dimohonkan lelang eksekusi oleh Pengadilan Negeri kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang di Bekasi, berdasarkan Surat Nomor W.11.U5/1462/HT.01.10/IV/2012, tanggal 20 April 2012;
Selanjutnya telah dilaksanakan lelang eksekusi pada tanggal 8 Juni 2012, namun lelang tidak dapat dilaksanakan karena tidak ada peserta lelang yang memenuhi syarat;
8. Bahwa Penggugat Rekonvensi kembali mengajukan permohonan lelang eksekusi kepada Ketua Pengadilan Negeri Bekasi namun karena adanya bantahan dari Pembantah maka sementara waktu lelang ditunda dulu pelaksanaannya, hal ini jelas tindakan Pembantah yang kembali mengajukan bantahan telah menimbulkan kerugian bagi Penggugat Rekonvensi selaku pemohon eksekusi atas objek perkaraa quo;
9. Bahwa sebagaimana diketahui bersama tujuan dilakukannya penyitaan adalah: i) tindakan menempatkan harta kekayaan Tergugat secara paksa berada ke dalam keadaan penjagaan; ii) Tindakan paksa penjagaan itu dilakukan secara resmi berdasarkan perintah pengadilan atau Hakim; iii) barang yang ditempatkan dalam penjagaan tersebut berupa barang yang disengketakan; iv) Penetapan dan penjagaan barang yang disita berlangsung selama proses pemeriksaan sampai dengan adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan sah atau tidaknya tindakan penyitaan itu; (M. Yahya Harahap, halaman 282, Hukum Acara Perdata, Penerbit Sinar Grafika, April 2005);
10. Bahwa hubungan hukum antara Tergugat Rekonvensi dengan objek perkara adalah berdasarkan adanya Akta Jual Beli Nomor 238/2003, tanggal 10 Juli 2003, antara Totok Irianto (sebagai Penjual) dan Tergugat Rekonvensi (sebagai Pembeli) yang dibuat dihadapan Notaris/PPAT Safarudin;
11. Berdasarkan uraian di atas terbukti jual beli di atas dilakukan pada Tanah dan bangunan diletakkan sita jaminan, yang mana sita jaminan diletakkan pada tanggal 12 Maret 2002 sedangkan jual beli dilakukan pada tanggal 10 Juli 2003;
12. Bahwa salah satu syarat adanya jual beli barang tidak bergerak adalah tidak adanya sengketa di atas tanah dan bangunan tersebut, berdasarkan fakta hukum dan bukti yang ada ketika jual beli dilakukan ternyata di atas tanah dan bangunan terdapat sengketa terlebih lagi diletakkan sita jaminan yang seharusnya tidak boleh ada peralihan hak atas tanah dan bangunan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
tersebut sampai dengan sita tersebut di angkat;
13. Bahwa syarat sahnya perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata adalah 1). Adanya kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya; 2). Kecakapan untuk membuat suatu perikatan; 3) Suatu pokok persoalan tertentu; 4) Suatu sebab yang tidak terlarang;
Berdasarkan uraian di atas, maka perjanjian jual beli sebagaimana tertuang dalam Akta Jual Beli Nomor 238/2003, tanggal 10 Juli 2003 antara Tergugat Rekonvensi dan Totok Irianto telah tidak memenuhi unsur keempat yaitu suatu sebab yang tidak terlarang;
Terlebih lagi Pasal 1332 KUHPerdata menyatakan “Hanya barang yang dapat diperdagangkan saja yang dapat menjadi pokok persetujuan”;
Disamping itu Pasal 1335 KUHPerdata menyatakan “Suatu persetujuan tanpa sebab, atau dibuat berdasarkan suatu sebab yang palsu atau yang terlarang, tidaklah mempunyai kekuatan”;
Pasal 1337 KUHPerdata menyatakan “Suatu sebab adalah terlarang jika sebab itu dilarang oleh Undang-undang atau bila sebab itu bertentangan dengan kesusilaan atau ketertiban umum”;
Dengan demikian Akta Jual Beli Nomor 238/2003, tanggal 10 Juli 2003 yang dibuat oleh Tergugat Rekonvensi dengan Totok Irianto atas objek sengketa adalah tidak sah karena objek jual beli pada saat itu diletakkan sita jaminan dan tidak boleh dialihkan;
Pasal 1339 KUHPerdata menyatakan “Persetujuan tidak hanya mengikat apa yang dengan tegas ditentukan di dalamnya melainkan juga segala sesuatu yang menurut sifatnya persetujuan dituntut berdasarkan keadilan, kebiasaan atau Undang-undang;
14. Bahwa berdasarkan fakta yang ada Tergugat Rekonvensi adalah pembeli yang beriktikad baik karena terbukti agar transaksi objek perkara dapat dilaksanakan mengubah alamat tanah dan bangunan yang secara factual terletak di Jalan Ketapang Blok CC-36 Nomor 22, RT.03, RW.018, Pekayon Jaya Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi hal mana sesuai Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya, sesuai Surat Ukur Nomor 672/Pekayon Jaya/2002 menjadi Jalan Palem Barat Nomor 88, RT.002/RW.004, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi;
15. Dalam gugatan-gugatan yang telah diajukan oleh Tergugat Rekonvensi juga berubah-rubah alamatnya gugatan pertama beralamat di Jalan Palem Barat Nomor 88, RT 002/RW 004, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
Selatan, Kota Bekasi. Sedangkan gugatan kedua di Jalan Ketapang Blok CC-36 Nomor 22, RT 03, RW 018, Pekayon Jaya Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi;
16. Bahwa secarafactualdan fisik tanah kebetulan mempunyai 2 sisi jalan, dan Tergugat Rekonvensi dan Totok Irianto telah memanfaatkan kondisi tersebut agar transaksi dapat dijalankan, sementara Notaris/PPAT dan Kantor Pertanahan adalah hanya melihat dari segi kelengkapan administrasi para pihak yang transaksi dan memohonkan hak atas tanah, sehingga proses dapat dijalankan, bahwa stelsel yang dianut dalam pemberian hak kepada seseorang oleh Kantor Pertanahan adalah negative menuju positif, jadi apabila dikemudian hari setelah ada penerbitan sertifikat ternyata ada bukti sebaliknya maka sertifikat tersebut dapat dibatalkan;
17. Bahwa berdasarkan uraian di atas terbukti dan dapat dinyatakan Akta Jual Beli Nomor 238/2003, tanggal 10 Juli 2003, antara Totok Irianto (sebagai Penjual) dan Tergugat Rekonvensi (sebagai Pembeli) yang dibuat dihadapan Notaris/PPAT Safarudin, S.H., adalah tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum demikian pula turutan surat-surat kepemilikan tanah berdasarkan akta jual beli tersebut dan karena tidak sah maka Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya seluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi) atas nama Sukartono sesuai dengan surat ukur Nomor 672/Pekayon Jaya/2002 tanggal 7 Juni 2002, yang terletak di Jalan Ketapang Blok CC-36 Nomor 22, RT/RW 03/018, Pekayon Jaya Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi adalah tidak sah;
18. Bahwa tindakan Penggugat Rekonvensi yang telah mengajukan permohonan eksekusi atas objek sengketa adalah sah dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku terlebih lagi atas objek sengketa telah ada 2 (dua) putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Dan demi adanya kepastian hukum dan kepastian hak Penggugat Rekonvensi maka eksekusi lelang atas objek sengketa haruslah tetap dilaksanakan;
19. Bahwa untuk melindungi haknya Tergugat Rekonvensi telah mengajukan bantahan dan gugatan atas upaya eksekusi yang dilakukan oleh Penggugat Rekonvensi sebagaimana ternyata dalam Putusan Perkara Perdata Nomor 194/Pdt.Bth/2010/PN Jkt. Bks., yang telah berkekuatan hukum tetap karena Tergugat Rekonvensi tidak mengajukan upaya hukum banding;
Adapun amar putusan sebagai berikut: Dalam Provisi:
- Menolak provisi Pembantah;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
Dalam Eksepsi:
- Menerima eksepsi Terbantah; Dalam Pokok Perkara:
- Menyatakan bantahan Pembantah tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard);
- Menghukum Pembantah untuk membayar biaya perkara hingga saat ini ditaksir sejumlah Rp241.000,00 (dua ratus empat puluh satu ribu rupiah); Dan Putusan Perkara Nomor 185/Pdt.G/2012/PN Bks., dan oleh Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili telah diputus dengan menyatakan gugatan tidak dapat diterima dan Putusan Perkara Nomor 185/Pdt.G/ 2012/PN Bks., tersebut telah berkekuatan hukum tetap karena Penggugat tidak mengajukan banding;
Adapun amar putusan sebagai berikut: Dalam Provisi:
- Menolak provisi Penggugat untuk seluruhnya; Dalam Eksepsi:
- Menerima eksepsi ke-2 Tergugat; Dalam Pokok Perkara:
- Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard);
- Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp291.000,00 (dua ratus sembilan puluh satu ribu rupiah);
Dalam Rekonvensi:
- Menyatakan gugatan Penggugat Rekonvensi/Tergugat dalam Konvensi tidak dapat diterima;
- Menghukum Penggugat dalam Rekonvensi/Tergugat dalam Konvensi untuk membayar biaya perkara sebesar nihil;
20. Bahwa upaya dan tindakan yang dilakukan Tergugat Rekonvensi termasuk di dalamnya kembali mengajukan hanyalah akal-akalan Tergugat Rekonvensi untuk menghambat eksekusi lelang atas objek sengketa, dan perbuatan Tergugat Rekonvensi tersebut jelas sangat merugikan Penggugat Rekonvensi yang sedianya dapat segera melakukan eksekusi lelang atas objek sengketa dengan nilai Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah) menjadi terhambat;
21. Bahwa Pasal 1365 KUHPerdata menyatakan “Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan kepada orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
mengganti kerugian tersebut.”
22. Bahwa oleh karena tindakan yang dilakukan oleh Tergugat Rekonvensi termasuk kategori perbuatan melawan hukum maka sudah seharusnya Tergugat Rekonvensi membayar ganti rugi kepada Penggugat Rekonvensi sejumlah Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah) ditambah biaya-biaya lain yang timbul akibat gugatan-gugatan yang diajukan oleh Tergugat Rekonvensi yang bila ditaksir menjadi sejumlah Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah);
23. Bahwa oleh karena bantahan maupun gugatan atas objek perkara dari Tergugat Rekonvensi telah dinyatakan tidak dapat diterima, maka sudah sepatutnyalah eksekusi lelang lanjutan berdasarkan Putusan Pengadilan Nomor 34/Pdt.G/2002/PN Bks. tanggal 17 September 2002 juncto Nomor 48/PDT/2003/PT BDG., tanggal 22 April 2003 juncto Nomor 3283 K/Pdt/2003 tanggal 7 Juni 2006 juncto Putusan Perkara Perdata Nomor 194/Pdt.Bth/2010/PN Bks. yang telah berkekuatan hukum tetap juncto Penetapan Sita Eksekusi Nomor 78/Eks/2008/PN Bks. tanggal 20 Juni 2011, adalah tetap sah dan mengikat serta dapat dijalankan meskipun ada upaya hukum dari pihak Tergugat Rekonvensi, karena pada prinsipnya bantahan tidak menunda eksekusi;
24. Bahwa dengan demikian lelang eksekusi berdasarkan Penetapan Sita Eksekusi Nomor 78/Eks/2008/PN BKS., tanggal 20 Juni 2011 terhadap sebidang tanah dan bangunan di Jalan Ketapang Blok CC-36 Nomor 22, RT/RW 03/018, Pekayon Jaya Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, sesuai Sertifikat Hak Milik Nomor 5606/Pekayon Jaya seluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi) atas nama Sukartono (dahulu Totok Irianto) sesuai dengan Surat Ukur Nomor 672/Pekayon Jaya/2002 tanggal 7 Juni 2002, yang terletak di Jalan Ketapang Blok CC-36 Nomor 22, RT/RW 03/018, Pekayon Jaya Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, dengan batas-batas sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan tanah Kosong; b. Sebelah Timur berbatasan dengan jalan Palem Barat;
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan perkampungan penduduk; d. Sebelah Barat berbatasan dengan perkampungan penduduk; Dapat dilanjutkan pelaksanaannya;
Bahwa berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas, maka Terbantah II Konvensi/Penggugat Rekonvensi mohon kepada Majelis Hakim Pengadilan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
Negeri Bekasi, yang memeriksa perkara ini berkenan memutus dengan amar sebagai berikut:
Dalam Konvensi: Dalam Eksepsi:
- Menerima dan mengabulkan eksepsi yang diajukan Terbantah II untuk seluruhnya;
- Menyatakan bantahan yang diajukan oleh Pembantah sebagaine bis in idem; - Menyatakan bantahan Pembantah tidak dapat diterima (niet ontvankelijk
verklaard);
Dalam Pokok Perkara:
- Menolak bantahan Pembantah untuk seluruhnya atau; - Menyatakan bantahan Pembantah tidak dapat diterima; - Membebankan semua biaya perkara kepada Pembantah; Dalam Rekonvensi:
- Mengabulkan gugatan Penggugat Rekonvensi/Terbantah II untuk seluruhnya; - Menyatakan Tergugat Rekonvensi/Pembantah telah melakukan perbuatan
melawan hukum terhadap Penggugat Rekonvensi/Terbantah II;
- Menyatakan Tergugat Rekonvensi/Pembantah bukan Pembeli yang beriktikad baik;
- Menyatakan tidak sah dan tidak berkekuatan hukum lagi Akta Jual Beli Nomor 238/2003, tanggal 10 Juli 2003, antara Totok Irianto (sebagai Penjual) dan Tergugat Rekonvensi/Pembantah (sebagai Pembeli) yang dibuat dihadapan Notaris/PPAT Safarudin, S.H., atas sebidang tanah dan bangunan seluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi), yang terletak di Jalan Ketapang Blok CC-36 Nomor 22, RT/RW 03/018, Pekayon Jaya Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi; - Menyatakan tidak sah dan berkekuatan hukum lagi Sertifikat Hak Milik Nomor
5606/Pekayon Jaya seluas 178 m² (seratus tujuh puluh delapan meter persegi) atas nama Sukartono sesuai dengan Surat Ukur Nomor 672/Pekayon Jaya/2002 tanggal 7 Juni 2002;
- Menghukum Tergugat Rekonvensi/Pembantah untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat Rekonvensi/Terbantah II sejumlah Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) secara tunai dan sekaligus;
- Menyatakan eksekusi lelang lanjutan berdasarkan Putusan Pengadilan Nomor 34/Pdt.G/2002/PN Bks. tanggal 17 September 2002 juncto Nomor 48/PDT/2003/PT BDG., tanggal 22 April 2003junctoNomor 3283 K/Pdt/2003
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
tanggal 7 Juni 2006 juncto Putusan Perkara Perdata Nomor 194/Pdt.Bth/2010/PN Bks. yang telah berkekuatan hukum tetap juncto Penetapan Sita Eksekusi Nomor 78/Eks/2008/PN Bks. tanggal 20 Juni 2011, tetap dapat dijalankan;
- Menyatakan putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun ada upaya hukum banding maupun kasasi(uitvoerbaar bij voorraad);
- Menghukum Tergugat Rekonvensi/Pembantah untuk membayar biaya perkara;
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);
Eksepsi Turut Terbantah III:
1. Bahwa Turut Terbantah III menyatakan menolak seluruh dalil dalam bantahan Pembantah kecuali yang secara tegas diakui kebenarannya; 2. EksepsiError in Persona
Bahwa penggugat telah keliru dalam hal menentukan pihak yang dijadikan Turut Terbantah III. Dalam surat bantahan Pembantah menyatakan bahwa pihak yang dijadikan Turut Terbantah III adalah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Kota Bekasi, beralamat di Jalan Sersan Aswan Nomor 8D, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Bahwa di alamat yang dinyatakan oleh pembantah tersebut tidak terdapat subjek hukum/institusi yang bernama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Kota Bekasi. Sedangkan yang ada di alamat tersebut adalah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi. Berkaitan dengan hal tersebut, mengingat akan menimbulkan kerancuan terhadap subjek hukum (Terbantah III) yang berdasarkan Pembantah dianggap bagian dan struktur pemerintah Kota Bekasi, maka guna kejelasan dan kepastian mengenai pihak mana yang nantinya akan melaksanakan putusan, maka bantahan tersebut sepantasnya ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak diterima(niet ontvankelijk verklaard);
3. EksepsiDilatoir;
Bahwa bantahan yang diajukan Pembantah masih prematur mengingat belum adanya perbuatan/tindakan hukum dari Turut Terbantah III yang dapat dijadikan dasar bagi Pembantah untuk mengajukan bantahan ini. Benar bahwa Turut Terbantah III memiliki tugas pokok dan fungsi dalam hal pelayanan lelang, namun demikian sejak pelaksanaan lelang seperti yang dimaksudkan oleh Pembantah dalam angka 12, surat bantahan sampai dengan bantahan dimaksud diajukan, Turut Terbantah III tidak/belum menerima adanya Permohonan Lelang kembali dari Pengadilan Negeri
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
Bekasi. Sehingga jelas bahwa bantahan Pembantah sepanjang dikaitkan pada Turut Terbantah III tidak tepat waktunya untuk diajukan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka bantahan tersebut sepantasnya ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak diterima(niet ontvankelijk verklaard); 4. EksepsiObscuur Libel;
Bahwa dengan tidak terdapatnya perbuatan hukum (perbuatan melawan hukum) dari Turut Terbantah III yang layak dijadikan dasar dari Pembantah untuk menjadikannya sebagai pihak dalam perkara ini membuat apa yang didalilkan Penggugat dalam positanya sepanjang dikaitkan dengan Turut Terbantah III menjadi tidak jelas/kabur, sehingga menjadi tidak jelas pula petitum yang diajukan menyangkut perintah putusan manakah nantinya dari perkara ini yang harus dipatuhi oleh Turut Terbantah III . Berkaitan dengan hal tersebut, maka bantahan Pembantah tersebut sepantasnya ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak diterima(niet ontvankelijk verklaard);
Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Bekasi telah memberikan Putusan Nomor 67/Pdt.Bth/2013/PN Bks. tanggal 24 Maret 2014 dengan amar sebagai berikut:
Dalam Konvensi: Dalam Provisi;
- Menolak tuntutan provisi Pembantah; Dalam Eksepsi:
- Menolak eksepsi Terbantah II dan Turut Terbantah III; Dalam Pokok Perkara:
- Menolak bantahan Pembantah untuk seluruhnya;
- Menyatakan Pembantah sebagai Pembantah yang tidak benar; Dalam Rekonvensi:
- Menolak gugatan Penggugat Rekonvensi/Terbantah II dalam Konvensi untuk seluruhnya;
Dalam Konvensi dan Rekonvensi:
- Menghukum Pembantah/Tergugat Rekonvensi untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sejumlah Rp3.791.000,00 (tiga juta tujuh ratus sembilan puluh satu ribu rupiah);
Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Pembantah putusan Pengadilan Negeri Bekasi tersebut telah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Bandung dengan Putusan Nomor 375/PDT/2014/PT BDG. tanggal 22 Oktober 2014;
Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 21 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
Pembantah/Pembanding pada tanggal 18 November 2014 kemudian terhadapnya oleh Pembantah/Pembanding dengan perantaraan kuasa hukumnya berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 24 November 2014 diajukan permohonan kasasi secara lisan pada tanggal 28 November 2014 sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 67/Pdt.Bth/2013/ PN Bks. juncto Nomor 375/PDT/2014/PT BDG. juncto Nomor 50/Akta.K/2014/ PN Bks. yang dibuat oleh Wakil Panitera Pengadilan Negeri Bekasi, permohonan mana diikuti dengan memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut pada tanggal 11 Desember 2014;
Bahwa setelah itu oleh Para Terbantah/Para Terbanding yang pada tanggal 5 Januari 2015 dan tanggal 8 Januari 2015 telah diberitahu tentang memori kasasi dari Pembantah/Pembanding diajukan jawaban memori kasasi oleh Terbantah II/Terbanding II yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bekasi pada tanggal 22 Januari 2015;
Menimbang, bahwa permohonan kasasia quobeserta alasan-alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut secara formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/ Pembantah dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya ialah:
Judex Facti(Pengadilan Tinggi) kurang cukup dalam pertimbangan hukumnya: 1. Bahwa Pengadilan Tinggi Bandung dalam memeriksa dan mengadili perkara
Nomor 375/PDT/2006/PT DKI. tanggal 22 Oktober 2014 dimaksud, hanya didasarkan pada pertimbangan hukumnya yang pada pokoknya menyatakan sebagai berikut:
“... maka Pengadilan Tinggi dapat menyetujui dan membenarkan putusan Hakim tingkat pertama, oleh karena dalam pertimbangan pertimbangan hukumnya telah memuat dan menguraikan dengan tepat dan benar semua keadaan serta alasan-alasan yang menjadi dasar dalam putusan dan dianggap telah tercantum dalam putusan ditingkat banding”;
(vide alinea ke-empat halaman 4 putusan Pengadilan Tinggi Bandung dimaksud);
2. Bahwa pertimbangan hukum Pengadilan Tinggi tersebut pada angka 1 di atas, adalah bersifat summir dan merupakan standar bagi Pengadilan Tinggi untuk mengambil alih seluruh pertimbangan hukum Pengadilan Negeri, dalam hal ini pertimbangan hukum Pengadilan Negeri Bekasi tanggal 24 Maret 2014
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 22 dari 29 hal. Put Nomor 1941 K/Pdt/2016
Nomor 67/Pdt.Bth/2013/PN Bks. dimaksud;
Selain hal tersebut, Pengadilan Tinggi Bandung dalam putusannya dimaksud, sama sekali tidak memberikan pertimbangan hukumnya sendiri, kecuali hanya mengambil alih pertimbangan hukum Pengadilan Negeri yang kemudian dijadikan pendapat Pengadilan Tinggi dalam memutus perkara ini pada tingkat banding;
3. Bahwa menurut hukum, berdasarkan ketentuan Pasal 25 ayat (1) Undang Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman, menentukan bahwa:
“Segala putusan Pengadilan selain harus menurut alasan dan dasar putusan tersebut, memuat pula pasal tertentu dari peraturan perundang-undangan yang bersangkutan atau sumber hukum tak tertulis yang dijadikan dasar untuk mengadili”;
Berdasarkan ketentuan hukum tersebut, maka dalam memutuskan suatu perkara, Pengadilan “wajib” mencantumkan dasar pertimbangan yang cukup dan matang, sehingga dalam putusan dimaksud harus jelas motivasinya dan cukup pertimbangannya;
Hal tersebut di atas, dimaksudkan agar dalam memutus suatu perkara, Pengadilan benar-benar memberikan motivasi dan pertimbangan yang cukup, yaitu berdasarkan wawasan, kematangan penguasaan hukum dan pola berpikir secara sistematik serta profesional, sehingga dalam putusan pengadilan dimaksud mengandung pertimbangan yang merefleksikan dimensi keutuhan pertanggungjawaban terhadap hukum, kebenaran dan keadilan, serta pertanggung jawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa;
4. Bahwa suatu putusan pengadilan yang dijatuhkan tanpa adanya motivasi yang cukup dalam pertimbangannya, secara hukum dianggap tidak melaksanakan jalannya peradilan menurut ketentuan undang undang, karena tidak memenuhi syarat-syarat dan tata cara mengadili sebagaimana ditentukan dalam Pasal 25 ayat (1) Undang Undang Nomor 4 Tahun 2004, sehingga putusan yang demikian tersebut dapat dibatalkan dalam tingkat kasasi;
5. Berdasarkan hal-hal tersebut pada angka 1 sampai dengan angka 4 di atas, maka putusan Pengadilan Tinggi Bandung dimaksud, secara hukum dapat dikualifikasikan sebagai putusan yang kurang cukup pertimbangannya (onvoldoende gemotiveerd);
Sehingga menurut hukum, putusan yang demikian tersebut harus dibatalkan oleh Mahkamah Agung RI;
Hal tersebut di atas, adalah sejalan dengan Yurisprudensi Tetap Mahkamah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]