• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg P U T U S A N

Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Negeri Kupang yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut, dalam perkara Para Terdakwa :

Terdakwa I :

1. Nama Lengkap : SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL 2. Tempat Lahir : Boneana

3. Umur/Tgl. Lahir : 50 Tahun / 19 Desember 1969 4. Jenis Kelamin : Laki-laki

5. Kebangsaan : Indonesia

6. Tempat Tinggal : Boneana, RT.002/RW.002, Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang 7. A g a m a : Kristen Protestan

8. Pekerjaan : Petani

Terdakwa II :

1. Nama Lengkap : YOPPI NALLE Alias YOPI 2. Tempat Lahir : Kupang

3. Umur/Tgl. Lahir : 42 Tahun / 13 April 1978 4. Jenis Kelamin : Laki-laki

5. Kebangsaan : Indonesia

6. Tempat Tinggal : Perumahan NBR, RT 20 RW 08, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang 7. A g a m a : Kristen Protestan

8. Pekerjaan : Swasta

Terdakwa I Semuel Jefri Laibois alias Semuel ditahan dalam Rumah Tahanan Negara Kupang berdasarkan Surat Perintah / Penetapan Penahanan oleh:

1. Penuntut Umum, sejak tanggal 07 Januari 2021 sampai dengan tanggal 26 Januari 2021;

2. Majelis Hakim Hakim Pengadilan Negeri Kupang, sejak tanggal 20 Janurai 2021 sampai dengan tanggal 18 Pebruari 2021;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg 3. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang, Diperpanjang oleh Ketua

Pengadilan Negeri Kupang sejak tanggal 19 Pebruari 2021 sampai dengan tanggal 19 April 2021;

4. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang, Perpanjangan pertama oleh Ketu a Pengadilan Tinggi Kupang sejak tanggal 20 April 2021 sampai dengan tanggal 19 Mei 2021;

Terdakwa II YOPPI NALLE Alias YOPI merupakan terpidana dalam perkara lain sehingga tidak dilakukan penahanan;

Para Terdakwa dalam persidangan perkara ini didampingi oleh Penasihat Hukum E. Nita Juwita, S.H., M.H, Herry F. F. Battileo, S.H., M.H, Elvianus Go,o, S.H dan Denete S.L. Sibu, S.H, semuanya merupakan Advokat dan Penasihat Hukum pada Lembaga Bantuan Hukum Surya Nusa Tenggara Timur (LBH-SNTT) Provinsi Nusa Tenggara Timur berkedudukan di Jalan Perintis Kemerdekaan I Nomor 007, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang berdasarkankan Penetapan Penunjukan Penasihat Hukum tanggal 11 Pebruari 2021;

PENGADILAN NEGERI TERSEBUT ;

Setelah membaca surat-surat dalam berkas perkara ini ;

Setelah mendengar keterangan saksi-saksi dan keterangan Para Terdakwa dipersidangan ;

Setelah mendengar Tuntutan Pidana Jaksa Penuntut Umum yang pada pokoknya berpendapat dan meminta supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara Para Terdakwa tersebut memutuskan :

1. Menyatakan mereka Terdakwa I. SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL dan Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan “Tindak Pidana Perdagangan Orang", sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 6 UU No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP dalam dakwaan alternatif Ketiga;

2. Menjatuhkan pidana terhadap mereka Terdakwa I. SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL dengan pidana penjara selama 04 (empat) Tahun dikurangi seluruhnya dengan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa I. dan kepada Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI dengan pidana penjara selama 07 (tujuh) Tahun, dan pidana denda terhadap mereka Terdakwa I.

SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL dan Terdakwa II. YOPPI NALLE

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg Alias YOPI masing-masing sebesar Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsidiar 03 (tiga) bulan penjara.

3. Menyatakan barang bukti berupa :

- 1 (satu) buah paspor asli dengan Nomor A9184267 atas nama MERI LAIBOIS yang diterbitkan di Pematang Siantar.

- 1 (satu) buah paspor asli dengan Nomor C2148914 atas nama MERI LAIBOIS yang diterbitkan oleh KBRI Singapura.

- 1 (satu) lembar fotocopy SKHU atas nama MARIANA TAHUN yang diterbitkan oleh SD GMIT BONE.

- 1 (satu) rangkap print out rekening koran Bank BNI TAPLUS PMI atas nama MERI LAIBOIS dengan Nomor rekening : 0913832024, periode 01 Maret 2020 s/d 15 Juni 2020.

- 1 (satu) rangkap boarding pass tiket pesawat trip Singapura – Surabaya atas nama MERI LAIBOIS.

- 1 (satu) rangkap boarding pass tiket pesawat trip Surabaya – Kupang atas nama MERI LAIBOIS.

- 1 (satu) lembar fotocopy VISA atas nama MERI LAIBOIS dengan Nomor 4628450035493767.

- 1 (satu) lembar fotocopy Ijazah SD GMIT BONE atas nama MARIANA TAHUN.

- 1 (satu) lembar fotocopy Kartu PMI atas nama MERI LAIBOIS dengan Nomor O 09110194.

- 1 (satu) lembar SKHU asli atas nama MARIANA TAHUN yang diterbitkan oleh SD GMIT BONE.

- 1 (satu) lembar fotocopy ijazah atas nama MARIANA TAHUN yang diterbitkan oleh SD GMIT BONE dan telah dilegalisir di SD GMIT BONE.

Dipergunakan dalam perkara lain An. Terdakwa YOPPI NALLE, Dkk.

4. Menetapkan agar mereka Terdakwa dibebani biaya perkara masing-masing sebesar Rp 2.000,- (dua ribu rupiah).

Menimbang, bahwa atas Tuntutan Pidana dari Jaksa Penuntut Umum tersebut, Para Terdakwa melalui Tim Penasihat Hukum telah mengajukan pembelaan secara lisan yang pada pokoknya memohon agar majelis hakim memberikan keringanan hukuman karena mereka Terdakwa adalah tulang punggung keluarga dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta Para Terdakwa bersikap sopan sepanjang persidangan ;

Menimbang, bahwa terhadap permintaan Para Terdakwa dan Tim Penasihat Hukum tersebut, Jaksa Penuntut Umum menyatakan tetap pada

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg tuntutannya, Para Terdakwa dan Tim Penasihat Hukumnya juga menyatakan tetap pada nota pembelaannya ;

Menimbang, bahwa Para Terdakwa dihadapkan ke persidangan dengan Surat Dakwaan yang berbentuk alternatif, yang telah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum di depan persidangan, sebagai berikut :

KESATU :

Bahwa mereka Terdakwa I. SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL dan Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI bersama-sama dengan WELHELMINCE HOLBALA Alias MINCE (Almarhumah), baik sebagai yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, pada hari dan tanggal yang sudah tidak diingat lagi, pada bulan September tahun 2014 sekitar pukul 09.00 Wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu masih dalam bulan September tahun 2014 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu dalam tahun 2014 bertempat di rumah saksi YUSTRIANI KASE LAIBOIS Alias MAMA YUS yang berada di wilayah Kelurahan Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupan g atau setidak-tidaknya pada suatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Oelamasi namun karena tempat kediaman sebagian besar saksi maupun Terdakwa bertempat tinggal di Kota Kupang maka berdasarkan Pasal 84 ayat (2) KUHAP, perkara ini dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kupang untuk memeriksa dan mengadili, telah melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut di wilayah negara Republik Indonesia, yang dilakukan oleh mereka Terdakwa dengan cara antara lain sebagai berikut :

Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas, berawal sebelumnya saat saksi korban MARIANA TAHUN Alias MERI LAIBOIS Alias Alias MERI pergi dari kos saksi korban yang beralamat di Desa Nitneo, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang (Bolok) hendak kembali ke kampung saksi korban di Bone, Desa Taloetan, Kec.

Nekamese, Kab. Kupang dengan berjalan kaki hingga setelah tiba di pinggir jalan cabang Boneana, Kel. Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang pada hari dan tanggal yang sudah tidak diingat lagi, pada bulan September tahun 2014 sekitar pukul 09.00 Wita, saksi korban bertemu dan dihampiri Terdakwa I. SAMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SAMUEL yang mengendarai sepeda motor lalu bertanya

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg kepada saksi korban “ade mau pi mana?” dan dijawab “saya mau pulang.”

Kemudian Terdakwa I. bertanya lagi “mau pulang pi mana?” dan saksi korban menjawab “pi kampung Bone”. Setelah itu Terdakwa mengajak saksi korban ke rumah saudaranya yaitu saksi YUSTRIANI KASE LAIBOIS Alias MAMA YUS di wilayah Kelurahan Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang, tidak jauh dari tempat saksi korban dan Terdakwa I. berada. Setelah tiba Terdakwa mengatakan kepada saksi korban “kamu tunggu disini dulu, saya pi cari penumpang du lu, sore baru saya antar kamu pulang” lalu Terdakwa pergi mencari penumpang (mengojek) sedangkan saksi korban tinggal di rumah saksi MAMA YUS.

Bahwa keesokan harinya, Terdakwa menghubungi Sdri. MINCE HOLBALA Alias MINCE (Almh) dan mengatakan bahwa “ini ada satu orang anak mau kerja, lu mau urus ko sonde?” kemudian Sdri. MINCE menjawab “iya nanti saya liat dulu”, dan keesokan harinya lagi Sdri. MINCE datang bertemu dengan saksi korban, dimana saat itu Terdakwa I. mengatakan bahwa saksi korban adalah keponakannya dan kemudian Sdri. MINCE bertanya-tanya tentang keadaan saksi korban. Ketika Sdri. MINCE mengetahui bahwa saksi korban tidak mempunyai dokumen/surat identitas diri sehingga Sdri. MINCE menyarankan agar membuat dokumen/surat identitas diri saksi korban menggunakan Kartu Keluarga / KK Terdakwa I. dan Terdakwa I. pun menyetujuinya sehingga Terdakwa I.

memberikan KK nya kepada Sdri. MINCE untuk dibuatkan dokumen/surat identitas diri saksi korban agar memenuhi syarat saksi korban dapat bekerja ke luar negeri dan Sdri. MINCE mengajak saksi korban tinggal di rumahnya dan disaat itu Terdakwa I. juga menyuruh saksi korban untuk ikut dan tinggal bersama Sdri.

MINCE. Setelah sekitar 1 (satu) minggu saksi korban tinggal di rumah MAMA YUS, Terdakwa I. kemudian mengantar saksi korban ke rumah Sdri. MINCE yang beralamat di Batu Plat, Kel. Manulai II, Kec. Alak, Kota kupang lalu tinggal di rumah Sdri. MINCE sekitar 2 minggu dan selanjutnya Sdri. MINCE menghubungi Terdakwa II. YOPPI NALLE dan berkata “ada 1 anak disini, lu mau urus atau beta yang urus?” lalu dijawab oleh Terdakwa II. “biar beta yang urus.” dan selanjutnya Terdakwa II. datang menjemput saksi korban di rumah Sdri. MINCE dan membawa saksi korban tinggal di rumah Terdakwa II. yang beralamat di Kel.

Sikumana, Kec. Maulafa, Kota Kupang dan tinggal selama kurang lebih 2 bulan dan setelah dokumen/surat identitas diri saksi korban selesai dibuat, selanjutnya Terdakwa II. Mengantar saksi korban dengan menggunakan mobil rental ke Bandara Eltari Kupang dan memberangkatkan saksi korban ke Bandara Kualanamu, Medan-Sumatra Utara untuk selanjutnya ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia/TKI.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg Bahwa selama saksi korban tinggal di rumah Sdri. MINCE, Sdri. MINCE mengatakan bahwa saksi korban akan diberangkatkan ke Medan untu k jalan-jalan karena disana ada temannya yang akan menemani saksi korban berjalan-jalan dan selama saksi korban tinggal di rumah Sdri. MINCE maupun di rumah Terdakwa II., saksi korban di tugaskan untuk memasak, mencuci, dan membersihkan rumah dan ketika berada di rumah Terdakwa II. saksi korban mengalami kekerasan seperti dipukul, dimaki, serta diancam oleh Terdakwa II.

serta Terdakwa II. melarang saksi korban untuk pulang ke kampung saksi korban di Bone sambil Terdakwa II. dan Sdri. MINCE selesai memproses identitas saksi korban selesai barulah Terdakwa II. dapat mengirim saksi korban ke Medan.

Bahwa saat saksi korban berada di rumah Terdakwa II., Terdakwa II.

mengambil gambar / memfoto saksi korban dengan menggunakan handphone (HP) Terdakwa lalu bersama Sdri. MINCE mengurus KTP dan KK saksi korban dengan memasukkan saksi korban sebagai anggota keluarga dalam KK Terdakwa I. yang sebelumnya telah diserahkan dan mencantumkan nama, umur dan tanggal lahir yang tidak sesuai dengan sebenarnya, dimana yang tercantum dalam KTP maupun KK yang dibuat oleh Terdakwa II. dan Sdri. MINCE tersebut tertera nama MERI LAIBOIS, lahir di Kupang tanggal 14 April 1992, umur 22 tahun sedangkan identitas saksi korban yang sebenarnya adalah nama MARIANA TAHUN, lahir di Oteba tanggal 15 Mei 2001, umur 13 tahun.

Bahwa setelah KTP dan KK selesai dibuat Terdakwa II. dan Sdri. MINCE, selanjutnya Terdakwa II. menyiapkan tiket pesawat Lion Air dengan tujuan Bandara Eltari Kupang ke Bandara Kualanamu-Medan lalu Terdakwa II.

mengantar saksi korban ke Bandara Eltari Kupang dan memberangkatkan saksi korban serta menyampaikan bahwa nanti di Medan ada temannya yang menjemput. Selanjutnya Terdakwa II. dan Sdri. MINCE menghubungi temannya yang berada di Medan untuk menjemput saksi korban sehingga pada saat saksi korban tiba di Bandara Kualanamu -Medan, saksi korban kemudian dijemput oleh seorang lelaki yang mengaku sebagai supir lalu saksi korban dibawa ke PT.

MELDAN JAYA dan ditampung selama sekitar 5 (lima) bulan bersama beberapa orang lainnya yang berada ditempat tersebut sambil dokumen Paspor saksi korban dibuat, yang mana identitas diri saksi korban diimput mengikuti Identitas pada KTP dan KK yang dibuat oleh Terdakwa II. dan Sdri. MINCE tersebut sehingga identitas yang tercantum dalam Paspor bukanlah identitas saksi korban yang sebenarnya.

Kemudian setelah selesai, saksi korban diberikan Paspor dengan Nomor A 9184267 dan selanjutnya saksi korban bersama teman-temannya yang juga ditampung di PT MELDAN JAYA diberangkatkan ke Malaysia menggunakan kapal

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg laut dan setelah sampai di Malaysia, saksi korban dibawa ke Agensi untuk dilakukan cek up lalu mereka ditampung selama sekitar 1 minggu dan kemudian majikan menjemput saksi korban untuk bekerja di rumahnya sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji sebesar 800 RM per bulan dan kontrak kerja selama 2 tahun yang mana uang gaji saksi korban setiap bulan ditransfer oleh majikan ke rekening Terdakwa II. sehingga saat masa kontrak selesai saksi korban hanya membawa pulang uang pegangan sebesar Rp.6.000.000,- (enam juta rupiah) sedangkan uang gaji saksi korban yang dikirim ke Terdakwa II. sama sekali tidak bisa saksi korban ambil karena sudah dipergunakan oleh Terdakwa II. untuk keperluan pribadinya.

Bahwa setelah saksi korban selesai bekerja di Malaysia selama 2 (dua) tahun hingga sekitar tahun 2017 saksi korban pulang kembali ke Kupang, saksi korban dijemput oleh Terdakwa II. di Bandara Eltari Kupang lalu dibawa ke rumahnya Terdakwa II. yang beralamat di belakang Toko Himalaya, Kuanino, Kota Kupang dan saksi korban diancam oleh Terdakwa II. akan dibunuh olehnya apabila saksi korban pulang ke kampung saksi korban dan saksi korban tinggal bersama dengan Terdakwa II. selama 2 bulan lalu ditahun yang sama yaitu tahun 2017 Terdakwa II. mengurus dokumen saksi korban dan memberangkatkan saksi korban untuk bekerja sebagai TKI lagi di Singapura selama 2 (dua) tahun hin gga sekitar bulan Maret 2020 saksi korban pulang kembali ke Kupang dan dijemput lagi oleh Terdakwa II. di Bandara Eltari Kupang lalu dibawa ke rumahnya Terdakwa II. lagi dan saksi korban diancam oleh Terdakwa II. untuk tidak boleh pulang ke kampung saksi korban dan Terdakwa II. hendak memberangkatkan lagi saksi korban sebagai TKI ke luar negeri namun saksi korban yang tidak tahan dengan perbuatan Terdakwa II. tersebut berupaya untuk dapat menghubungi keluarga saksi korban dan setelah dihubungi, keluarga saksi korban datang menjemput saksi korban di rumah Terdakwa II. lalu melaporkan perbuatan mereka Terdakwa ke Polda NTT untuk diproses secara hukum.

Bahwa Terdakwa I. dan Terdakwa II. bersama-sama dengan Sdri. MINCE telah mempunyai niat dan tujuan untuk mencari / merekrut dan memberangkatkan saksi korban ke luar negeri sebagai TKI, dengan mengurus dukumen identitas diri saksi korban yang tidak sesuai dengan data identitas diri saksi korban yang sebenarnya serta pengurusannya tidak sesuai prosedur dan perbuatan mereka Terdakwa tersebut dengan tujuan mendapat keuntungan pribadi dengan menerima uang sebagai imbalannya.

Perbuatan mereka Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) UU No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHP.

ATAU KEDUA :

Bahwa mereka Terdakwa I. SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL dan Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI bersama-sama dengan WELHELMINCE HOLBALA Alias MINCE (Almarhumah), baik sebagai yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, pada hari dan tanggal yang sudah tidak diingat lagi, pada bulan September tahun 2014 sekitar pukul 09.00 Wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu masih dalam bulan September tahun 2014 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu dalam tahun 2014 bertempat di rumah saksi YUSTRIANI KASE LAIBOIS Alias MAMA YUS yang berada di wilayah Kelurahan Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupan g atau setidak-tidaknya pada suatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Oelamasi namun karena tempat kediaman sebagian besar saksi maupun Terdakwa bertempat tinggal di Kota Kupang maka berdasarkan Pasal 84 ayat (2) KUHAP, perkara ini dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kupang untuk memeriksa dan mengadili, telah membawa warga negara Indonesia ke luar wilayah negara Republik Indonesia dengan maksud untuk dieksploitasi di luar wilayah negara Republik Indonesia, yang dilakukan oleh mereka Terdakwa dengan cara antara lain sebagai mana terurai dalam dakwaan kesatu di atas.

Bahwa berdasarkan dokumen Ijazah SD GMIT BONE dan SKHU atas nama MARIANA TAHUN yang diterbitkan oleh SD GMIT BONE, saksi korban lah ir di Oteba tanggal 15 Mei 2001, umur 13 tahun serta alamat tinggal saksi korban di Dusun Oteba, RT. 019 / RW. 010, Kec. Nekamese, Kab. Kupang yang mana tempat lahir dan tempat tinggal saksi korban tersebut berada di wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dan merupakan warga negara Indonesia.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg Perbuatan mereka Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 4 UU No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHP.

ATAU KETIGA :

Bahwa mereka Terdakwa I. SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL dan Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI bersama-sama dengan WELHELMINCE HOLBALA Alias MINCE (Almarhumah), baik sebagai yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, pada hari dan tanggal yang sudah tidak diingat lagi, pada bulan September tahun 2014 sekitar pukul 09.00 Wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu masih dalam bulan September tahun 2014 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu dalam tahun 2014 bertempat di rumah saksi YUSTRIANI KASE LAIBOIS Alias MAMA YUS yang berada di wilayah Kelurahan Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupan g atau setidak-tidaknya pada suatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Oelamasi namun karena tempat kediaman sebagian besar saksi maupun Terdakwa bertempat tinggal di Kota Kupang maka berdasarkan Pasal 84 ayat (2) KUHAP, perkara ini dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kupang untuk memeriksa dan mengadili, telah melakukan pengiriman anak ke dalam atau keluar negeri dengan cara apa pun yang mengakibatkan anak tersebut tereksploitas, yang dilakukan oleh mereka Terdakwa dengan cara antara lain sebagai mana terurai dalam dakwaan kesatu di atas.

Bahwa berdasarkan dokumen Ijazah SD GMIT BONE dan SKHU atas nama MARIANA TAHUN yang diterbitkan oleh SD GMIT BONE, saksi korban lah i r di Oteba tanggal 15 Mei 2001, umur 13 tahun serta alamat tinggal saksi korban di Dusun Oteba, RT. 019 / RW. 010, Kec. Nekamese, Kab. Kupang yang mana tempat lahir dan tempat tinggal saksi korban tersebut berada di wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dan merupakan warga negara Indonesia dan umur saksi korban dalam kategori anak di bawah umur.

Perbuatan mereka Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 6 UU No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHP.

Menimbang, bahwa atas Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut, Para Terdakwa menyatakan telah mengerti isi dan maksudnya namun tidak akan mengajukan keberatan/eksepsi ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg Menimbang, bahwa oleh karena Para Terdakwa tidak mengajukan keberatan atau eksepsi maka Majelis Hakim menyatakan pemeriksaan terhadap Para Terdakwa dilanjutkan.

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya, Penuntut Umum telah mengajukan saksi-saksi yang keterangannya telah didengar dibawah sumpah/janji menurut agamanya yang pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut:

1. Saksi korban MARIANA TAHUN Alias MERI Alias MERI LAIBOIS, menerangkan:

- Bahwa saksi mengerti diperiksa dipersidangan sehubungan dengan masalah Tindak Pidana Perdagangan Orang yang dialami oleh saksi yan g dipekerjakan sebagai TKI di luar negeri secara nonprosedural oleh mereka Terdakwa.

- Bahwa sebelumnya saksi tidak kenal dengan mereka Terdakwa I.

SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL maupun Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI dan tidak ada hubungan keluarga dengan mereka.

- Bahwa kejadiannya pada hari dan tanggal yang sudah tidak diingat lagi, pada bulan September tahun 2014 sekitar pukul 09.00 Wita bertempat di rumah saksi YUSTRIANI KASE LAIBOIS Alias MAMA YUS yang berada di wilayah Kelurahan Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang.

- Bahwa saat itu saksi bertemu dengan Terdakwa I. SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL di pinggir jalan di Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang, kemudian menyerahkan saksi kepada MINCE HOLBALA (Almh) dan selanjutnya saksi dibawa ke Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI yang selanjutnya memberangkatkan saksi untuk bekerja di luar negeri yaitu ke Malaisya.

- Bahwa kejadiannya berawal pada tahun 2014 saksi lari dari rumah di Bone, Kec. Nakemese, Kab. Kupang bersama dengan pacarnya atas nama EDI NOKAS dan menetap di sebuah Kos yang beralamat di Desa Nitneo, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang (Bolok) selama 5 (lima) bulan namun pada bulan September 2014, karena sudah 1 (satu) minggu lamanya pacar saksi tidak pulang ke kos maka saksi keluar dari kos untuk mencari cara agar bisa pulang ke kampung saksi sambil berjalan kaki.

Dimana saat itu setelah tiba tiba di pinggir jalan cabang Boneana, Kel.

Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang saksi bertemu dengan Terdakwa I. SEMUEL yang mengendarai sepeda motor lalu membawa saksi ke rumah saudarinya YUSTRIANI KASE LAIBOIS Alias MAMA YUS

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg di wilayah Kelurahan Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang, tidak jau h dari tempat saksi dan Terdakwa I. bertemu lalu tinggal disana selama 1 (satu) minggu lamanya.

- Bahwa saksi sudah tidak ingat lagi hari dan tanggalnya, namun seingat saksi pada bulan September tahun 2014 sekitar pukul 09.00 Wita, dimana Terdakwa I. SEMUEL yang mengendarai sepeda motor menghampiri saksi lalu bertanya “ade mau pi mana?” dan dijawab saksi “saya mau pulang.”

Kemudian Terdakwa I. bertanya lagi “mau pulang pi mana?” dan saksi menjawab “pi kampung Bone”. Setelah itu Terdakwa mengajak saksi ke rumah saudaranya yaitu saksi MAMA YUS. Setelah tiba Terdakwa I.

mengatakan kepada saksi “kamu tunggu disini dulu, saya pi cari penumpang dulu, sore baru saya antar kamu pulang” lalu Terdakwa pergi mencari penumpang (mengojek) sedangkan saksi tinggal di rumah saksi MAMA YUS.

- Bahwa selanjutnya Terdakwa I. SEMUEL menghubungi saudari MINCE HOLBALA namun saksi tidak mengetahui apa tujuan Terdakwa I.

menghubungi saudari MINCE HOLBALA. Tidak lama kemudian saudari MINCE HOLBALA datang ke rumah MAMA YUS, saat itu Terdakwa I.

SEMUEL mengatakan bahwa saksi adalah anaknya sehingga saudari MINCE HOLBALA mengajak saksi agar ikut dengannya karena saudari MINCE adalah keponakan dari Terdakwa I. SEMUEL dan Terdakwa I.

menyuruh saksi agar ikut bersama saudari MINCE ke rumahnya. Dan setelah itu Terdakwa I. mengantar saksi ke rumah saudari MINCE dan saksi tinggal disana selama sekitar 2 minggu.

- Bahwa saat itu saudari MINCE menanyakan identitas saksi dan karena saksi tidak mempunyai kartu identitas sehingga saudari MINCE meminta kartu keluarga Terdakwa I. untuk saksi dimasukan sebagai anggota keluarga Terdakwa I. untuk proses identitas saksi.

- Bahwa setelah tiba dirumah saudari MINCE, saudari MINCE mengatakan bahwa saksi akan diberangkatkan ke Medan untuk jalan -jalan karena disana ada temannya yang akan menemani saksi berjalan -jalan. Kemudian saudari MINCE menghubungi Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI sambil berkata “ada 1 anak disini, lu mau urus atau beta yang urus?”

kemudian Terdakwa II. menjawab “biar beta yang urus.” Dan selanjutnya Terdakwa II. datang menjemput saksi di rumah saudari MINCE, dimana saat itu Terdakwa II. mengatakan kepada saudari MINCE bahwa saksi adalah anak yang sedang Terdakwa II. cari. Setelah itu Terdakwa II.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg membawa saksi ke rumahnya yang beralamat di Sikumana dan saksi tinggal sekitar 5 (lima) bulan.

- Bahwa saat saksi berada di rumah Terdakwa II, Terdakwa II mengambil gambar saksi dengan cara memfoto menggunakan handhone nya untuk proses membuat KTP saksi dan mencetak KTP tanpa saksi harus pergi ke Kantor Dispenduk sehingga Identitas pada KTP tersebut adalah salah dan bukan Identitas saksi yang benar, dimana tercantum nama saksi adalah MERI LAIBOIS, tanggal lahir 14 April 1992 padahal yang sebenarnya adalah nama saksi MARIANA TAHUN, tanggal lahir 15 Mei 2001. Dan Terdakwa II. mengatakan bahwa saksi akan diberangkatkan ke Medan untuk jalan-jalan.

- Bahwa setelah itu Terdakwa II. membelikan tiket untuk saksi berangkat ke Medan lalu Terdakwa II. mengantar saksi ke Bandara Eltari Kupang dengan menggunakan mobil rental dan saksi berangkat ke Medan menggunakan pesawat LION AIR. Setelah tiba di Bandara Kuala Namu, Medan, saksi dijemput oleh seorang lelaki yang mengaku sebagai supir lalu saksi dibawa ke PT. MELDAN JAYA. Adapun saksi ditampung di PT.

MELDAN JAYA selama sekitar 5 (lima) bulan sambil pembuatan dokumen untuk pembuatan Paspor yang mana identitas yang terdapat dalam dokumen tersebut mengikuti Identitas pada KTP yang dibuat oleh Terdakwa II. sehingga identitas tersebut bukanlah identitas saksi yang sebenarnya.

- Bahwa setelah saksi memperoleh Paspor dengan nomor A 9184267 maka saksi dan rekan-rekan saksi yang juga ditampung di PT tersebut diberangkatkan ke Malaysia menggunakan kapal laut. Setelah sampai di Malaysia, saksi dan rekan-rekan dibawa ke Agensi untuk melakukan cek up dan ditampung selama 1 (satu) minggu lalu majikan menjemput saksi untuk bekerja di rumahnya sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji sebesar 800 RM per bulan dan kontrak kerja selama 2 tahun yang mana uang gaji saksi setiap bulan ditransfer oleh majikan ke rekening Terdakwa II. sehingga saat masa kontrak selesai saksi hanya membawa pulang uang pegangan sebesar Rp.6.000.000,- (Enam Juta Rupiah) sedangkan uang gaji saksi yang dikirim ke Terdakwa II. sama sekali tidak bisa saksi ambil karena sudah dibelanjakan oleh Terdakwa II. untuk keperluan pribadinya.

- Bahwa setelah selesai masa kontrak maka pada tahun 2017, saksi pulang kembali ke Kupang, dimana setelah saksi tiba di Kupang, dijemput oleh Terdakwa II. di Bandara Eltari Kupang lalu dibawa ke rumahnya yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg beralamat di belakang toko Himalaya, Kuanino, Kota Kupang dan saksi diancam oleh Terdakwa II. bahwa saksi akan dibunuh jika saksi pulang ke kampung saksi dan setelah tinggal bersama selama 2 bulan, saksi diurus oleh Terdakwa II. dan Saudara EDUARDUS KOKE Als. EDO untuk diberangkatkan lagi ke Singapura dan bekerja di sana sebagai pembantu rumah tangga.

- Bahwa Terdakwa I. SEMUEL bukanlah petugas lapangan dari PPTKI namun untuk Saudari MINCE HOLBALA dan Terdakwa II. YOPI, mereka mengatakan bahwa mereka adalah petugas lapangan dari sebuah PPTKI akan tetapi tidak menyebut nama PT yang dimaksud.

- Bahwa saat Terdakwa I. SEMUEL, Terdakwa II. YOPI dan Saudari MINCE merekrut saksi, mereka tidak meminta ijin dari orangtua saksi maupun Pemerintah Desa secara lisan maupun tertulis karena saat itu saksi sedang lari dari rumah sehingga orangtua, keluarga, dan Pemerintah Desa tidak mengetahuinya.

- Bahwa benar, adapun dokumen yang saksi bawa pada saat diberangkatkan ke luar NTT adalah KTP yang dibuat oleh Terdakwa II.

dengan tidak mencantumkan identitas saksi yang sebenarnya bahkan f oto yang terdapat dalam KTP tersebut diambil menggunakan HP Terdakwa II.

serta setahu saya KTP tersebut tidak dicetak oleh Kantor Dispenduk karena saksi tidak pernah dibawa pergi ke Kantor Dispenduk.

- Bahwa selama ditampung di rumah saudari Terdakwa I. dan Saudari MINCE tidak ada tindakan kekerasan yang saksi alami, namun saat ditampung dirumah Terdakwa II. YOPI, saksi mengalami kekerasan seperti dipukul, dimaki, serta diancam olehnya yang melarang saksi untuk pu lang ke kampung saksi di Bone.

- Bahwa selama saksi ditampung di rumah saudari Terdakwa I, Saudari MINCE dan Terdakwa II. yang dilakukan oleh saksi adalah memasak, mencuci, dan membersihkan rumah.

- Bahwa saat saksi diberangkatkan ke Malaysia pada tahun 2014 tersebut, saksi masih anak-anak karena baru berumur 13 tahun sedangkan identitas saksi yang terdapat dalam KTP maupu n paspor adalah palsu yang mana nama dan tanggal lahir dalam dokumen tersebut berbeda dengan dengan yang sebenarnya yakni : MERI LAIBOIS, lahir di Kupang tanggal 14 April 1992 sedangkan identitas saksi yang sebenarnya adalah nama MARIANA TAHUN, lahir di Oteba tanggal 15 Mei 2001, umur 13 tahun.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg - Bahwa pada saat pengurusan paspor, saksi hanya memberikan KTP yan g

dibuat oleh Terdakwa II. YOPI sebelum saksi diberangkatkan ke Medan.

- Bahwa awalnya saksi tidak mengetahui bahwa saksi akan dipekerjakan di luar negeri karena saksi tidak diberitahu oleh saudari MINCE maupun Terdakwa II. Namun saat akan diberangkatkan ke Medan barulah saksi diberitahu oleh mereka bahwa akan dipekerjakan di luar negeri dengan gaji yang besar sehingga saat pulang nanti saksi bisa membangun rumah menggunakan uang yang saksi peroleh dari bekerja di luar negeri sehingga saksi bersedia.

- Bahwa dokumen yang ditunjukkan kepada saksi berupa 1 (satu) buah buku Paspor atas nama MERI LAIBOIS, TTL Kupang 14 April 1992, No.

Paspor A 9184267 yang dikeluarkan di Pematang Siantar pada tanggal 15 Oktober 2014 dan kadaluarsa tanggal 15 Oktober 2019. saksi membenarkan paspor tersebut yang saksi gunakan untuk berangkat ke Malaysia pada tahun 2014 dan pulang ke Indonesia tahun 2017 kemu dian pada tahun yang sama saksi diberangkatkan lagi ke Singapura dan bekerja selama 2 (dua) tahun hingga 2020 pulang kembali ke Kupang, dimana identitas dalam paspor tersebut adalah palsu karena telah diubah oleh Terdakwa II. mengikuti saran dari saudari MINCE agar identitas saksi menggunakan kartu keluarga Terdakwa I. karena saat itu saksi tidak mempunyai dokumen identitas apapun.

- Bahwa dokumen berupa 1 (satu) buah buku paspor atas nama MERI LAIBOIS, TTL Kupang 14 April 1992, No. Paspor C2148914 yang dikeluarkan di KBRI Singapura pada tanggal 08 April 2019 dan kadalu arsa tanggal 08 April 2024, saksi menerangkan bahwa saksi mengenal dokumen tersebut karena paspor tersebut yang saksi gunakan untuk pulang ke Indonesia pada tanggal 22 Maret 2020 karena paspor sebelumnya yang saksi gunakan untuk pergi ke Singapura sudah kadaluarsa sehingga paspor tersebut diterbitkan di KBRI Singapura.

Terhadap keterangan saksi tersebut, ada yan g tidak dibenarkan oleh mereka Terdakwa, yaitu :

- Terdakwa I SEMUEL :Bahwa saksi korban tinggal sehari saja di rumah saudarinya, Terdakwa tidak menghubungi Saudari MINCE tapi dia datang sendiri karena ada acara nikahan di tetangga serta Terdakwa hanya diminta untuk memberikan KK sedangkan untuk pembuatan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg identitas saksi korban, Terdakwa I tidak mengetahuinya sama sekali.

- Terdakwa II. YOPI : Bahwa Terdakwa tidak menjemput saksi korban di rmh Sdri. MINCE, tpi Sdri MINCE yang mengantarnya di Kebun, Terdakwa II tidak mengurus identitas saksi korban, tidak mengabil foto saksi korban, tidak mengurus dan mengantar saksi korban ke Malaysia dan gaji saksi korban tidak dikirim ke Terdakwa II.

2. Saksi THERESIA TAHUN Alias SIA, menerangkan:

- Bahwa saksi mengerti diperiksa dipersidangan sehubungan dengan masalah Tindak Pidana Perdagangan Orang yang dialami oleh saksi korban MARIANA TAHUN yang dipekerjakan sebagai TKI di luar negeri secara nonprosedural oleh mereka Terdakwa I. SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL maupun Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI.

- Bahwa sebelumnya saksi tidak kenal dengan mereka Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga dengan mereka sedangkan dengan saksi korban , saksi mengenalnya karena merupakan anak kandung saksi.

- Bahwa kejadiannya pada hari dan tanggal yang sudah tidak diingat lagi saksi korban, namun diketahuinya pada bulan September tahun 2014 sekitar pukul 09.00 Wita bertempat di rumah saksi YUSTRIANI KASE LAIBOIS Alias MAMA YUS yang berada di wilayah Kelurahan Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang.

- Bahwa awalnya saksi tidak mengetahui saksi korban bekerja di Malaysia pada tahun 2014 namun yang saksi tahu , saat itu saksi dan keluarga besar TAHUN mencari saksi korban karena yang bersangkutan melarikan diri dari rumah saudara BASTIAN TAHUN hingga sampai tahun 2020 barulah ditemukan.

- Bahwa saksi juga tidak mengetahui alasan apa yang menyebabkan sehingga saksi korban melarikan diri dari rumah Saudara BASTIAN saat itu.

- Bahwa awalnya tanggal 11 Juni 2020 saksi korban menghubungi saudari TENI MARFINCE NENOSABAN menggunakan aplikasi facebook dengan cara inbox yang mana saat itu saksi korban mengatakan bahwa “mari ambil saya, karena yang tampung saya ancam mau bunuh saya dan saat ini saya tinggal di Perumahan MBR yang berada di RT.020, Kel. Manulai II, Kota Kupang”.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg - Bahwa selanjutnya sekitar pukul 15.00 wita saudara BOAS NENOSABAN,

TENI MARFINCE NENOSABAN, dan saudara ARIFANDI TAHUN menjemput saksi korban di alamat yang diberikan oleh saksi korban lalu membawanya ke Desa Taloetan, Kec. Nekamese, Kab. Kupang dan disanalah saksi bertemu dengan saksi korban.

- Bahwa berdasarkan cerita dari saksi korban bahwa saksi korban pernah dikirim ke Malaysia dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama 2 (dua) tahun dan saksi korban direkrut oleh Terdakwa I. SEMUEL lalu diserahkan ke MINCE HOLBALA dan dikirim ke Medan oleh Terdakwa II.

YOPI NALE untuk dipekerjakan di Malaysia dan selama bekerja gaji yang bersangkutan diambil oleh Terdakwa II. YOPI NALE kemudian dikirim lagi bekerja di Singapura selama 2 (dua) tahun.

- Bahwa saksi korban menceritakan awalnya pada bulan September 2014, saksi korban berjalan kaki hendak pulang ke kampung Bone, bertemu dengan Terdakwa I. SEMUEL di pinggir jalan di Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang, kemudian membawa ke rumah saudarinya YUSTRIANI KASE LAIBOIS Alias MAMA YUS di wilayah Kelurahan Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang untuk tinggal lalu menyerahkan saksi korban kepada MINCE HOLBALA (Almh) dan selanjutnya saksi korban dibawa ke Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI dan memberangkatkan saksi korban untuk bekerja di luar negeri yaitu ke Malaysia.

- Bahwa pada saat saksi korban MERI TAHUN diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri tanpa ijin / sepengetahuan saksi sebagai orangtua maupun Saudara BASTIAN TAHUN dan tanpa seijin dari Pemerintah Desa tempat tinggal saksi korban.

- Bahwa saksi tidak mengetahui dokumen apa saja yang dimiliki oleh saksi korban MARIANA TAHUN Als. MERI Als.. MERI LAIBOIS saat akan diberangkatkan ke Malaysia maupun ke Singapura untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Berdasarkan keterangan dari saksi korban kepada saksi bahwa nama saksi korban dirubah menjadi nama MERI LAIBOIS dan data tersebut digunakan pada KTP dan Paspor.

- Bahwa pada sekitar bulan Juni tahun 2020 saksi korban dijemput di tempat tampungan Terdakwa II. yaitu di rumahnya yang beralamat di Perumahan MBR yang berada di Kel. Manulai II.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg - Bahwa nama lengkap saksi korban sesuai ijazah sekolah dasar adalah

MARIANA TAHUN tempat tanggal lahir Oteba, 15 Mei 2001 dan umurnya pada saat diberangkatkan pada tahun 2014 adalah 13 tahun.

- Bahwa orang tua kandung dari saksi korban adalah saksi sendiri dan saksi korban adalah anak saksi diluar nikah.

- Bahwa berdasarkan cerita korban, pada september tahun 2014 saksi korban bertemu dengan Terdakwa I. SEMUEL di jalan kemudian diantar ke rumah saudari YUSTRIANI KASE. Selanjutnya dibawa lagi oleh saudari MINCE HOLBALA ke rumahnya, kemudian saudari MINCE HOLBALA menyerahkan saksi korban ke Terdakwa II. YOPI NALE dan oleh Terdakwa YOPI NALE, saksi korban diberangkatkan ke Malaysia dan dokumen yang digunakan korban untuk bisa berangkat ke Malaysia menggunakan Kartu Keluarga milik Terdakwa I. SEMUEL sehingga nama korban berubah menjadi MERI LAIBOIS, lahir di Kupang pada tanggal 14 April 1992. Sedangkan identitas korban yang sebenarnya adalah MARIANA TAHUN tempat tanggal lahir Oteba, 15 Mei 2001.

- Bahwa selama saksi korban bekerja di Malaysia dan Singapura, saksi tidak pernah dikirimkan uang gaji oleh saksi korban. Semua gaji saksi korban katanya diambil oleh Terdakwa II. YOPI NALE.

Terhadap keterangan saksi tersebut mereka Terdakwa pada pokoknya membenarkannya.

3. Saksi BASTIAN TAHUN Alias BASTIAN, menerangkan:

- Bahwa saksi mengerti diperiksa dipersidangan sehubungan dengan masalah Tindak Pidana Perdagangan Orang yang dialami oleh saksi korban MARIANA TAHUN yang dipekerjakan sebagai TKI di luar negeri secara nonprosedural oleh mereka Terdakwa I. SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL maupun Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI.

- Bahwa sebelumnya saksi tidak kenal dengan mereka Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga dengan mereka sedangkan dengan saksi korban , saksi mengenalnya karena merupakan keponaan saksi, anak dari Mama THERESIA TAHUN Alias SIA dan saksi korban tinggal di rumah saksi.

- Bahwa kejadiannya pada hari dan tanggal yang sudah tidak diingat lagi saksi korban, namun diketahuinya pada bulan September tahun 2014 sekitar pukul 09.00 Wita bertempat di rumah saksi YUSTRIANI KASE LAIBOIS Alias MAMA YUS yang berada di wilayah Kelurahan Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg - Bahwa awalnya saksi tidak mengetahui saksi korban bekerja di Malaysia

pada tahun 2014 namun yang saksi tahu, saat itu saksi dan keluarga besar TAHUN mencari saksi korban karena yang bersangkutan melarikan diri dari rumah saksi hingga sampai tahun 2020 barulah ditemukan.

- Bahwa saksi juga tidak mengetahui alasan apa yang menyebabkan sehingga saksi korban melarikan diri dari rumah saksi saat itu.

- Bahwa awalnya saksi korban ditemukan pada tanggal 11 Juni 2020, dimana saksi korban menghubungi saudari TENI MARFINCE NENOSABAN menggunakan aplikasi facebook dengan cara inbox yang mana saat itu saksi korban mengatakan bahwa “mari ambil saya, karena yang tampung saya ancam mau bunuh saya dan saat ini saya tin ggal di Perumahan MBR yang berada di RT.020, Kel. Manulai II, Kota Kupang”.

- Bahwa selanjutnya sekitar pukul 15.00 wita saudara BOAS NENOSABAN, TENI MARFINCE NENOSABAN, dan saudara ARIFANDI TAHUN menjemput saksi korban di alamat yang diberikan oleh saksi korban lalu membawanya ke Desa Taloetan, Kec. Nekamese, Kab. Kupang dan disanalah saksi bertemu dengan saksi korban.

- Bahwa berdasarkan cerita dari saksi korban bahwa saksi korban pernah dikirim ke Malaysia dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama 2 (dua) tahun dan saksi korban direkrut oleh Terdakwa I. SEMUEL SEMUEL lalu diserahkan ke MINCE HOLBALA dan dikirim ke Medan oleh Terdakwa II. YOPI NALE untuk dipekerjakan di Malaysia dan selama bekerja gaji yang bersangkutan diambil oleh Terdakwa II. YOPI NALE kemudian dikirim lagi bekerja di Singapura selama 2 (dua) tahun.

- Bahwa saksi korban menceritakan awalnya pada bulan September 2014, saksi korban berjalan kaki hendak pulang ke kampung Bone, bertemu dengan Terdakwa I. SEMUEL di pinggir jalan di Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang, kemudian membawa ke rumah saudarinya YUSTRIANI KASE LAIBOIS Alias MAMA YUS di wilayah Kelurahan Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang untuk tinggal lalu menyerahkan saksi korban kepada MINCE HOLBALA (Almh) dan selanjutnya saksi korban dibawa ke Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI dan memberangkatkan saksi korban untuk bekerja di luar negeri yaitu ke Malaysia.

- Bahwa pada saat saksi korban MERI TAHUN diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri tanpa ijin / sepengetahuan saksi, orang tua maupun

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg keluarga besar saksi korban dan tanpa seijin dari Pemerintah Desa tempat tinggal saksi korban.

- Bahwa saksi tidak mengetahui dokumen apa saja yang dimiliki oleh saksi korban MARIANA TAHUN Als. MERI Als. MERI LAIBOIS saat akan diberangkatkan ke Malaysia maupun ke Singapura untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Berdasarkan keterangan dari saksi korban kepada saksi bahwa nama saksi korban dirubah namanya men jadi MERI LAIBOIS dan data tersebut digunakan pada KTP dan Paspor.

- Bahwa pada sekitar bulan Juni tahun 2020 saksi korban dijemput di tempat tampungan Terdakwa II. yaitu di rumahnya yang beralamat di Perumahan MBR yang berada di Kel. Manulai II.

- Bahwa nama lengkap saksi korban sesuai ijazah sekolah dasar adalah MARIANA TAHUN tempat tanggal lahir Oteba, 15 Mei 2001 dan umurnya pada saat diberangkatkan pada tah un 2014 adalah 13 tahun.

- Bahwa berdasarkan cerita korban, pada september tahun 2014 saksi korban bertemu dengan Terdakwa I. SEMUEL di jalan kemudian diantar ke rumah saudari YUSTRIANI KASE. Selanjutnya dibawa lagi oleh saudari MINCE HOLBALA ke rumahnya, kemudian saudari MINCE HOLBALA menyerahkan saksi korban ke Terdakwa II. YOPI NALE dan oleh Terdakwa YOPI NALE, saksi korban diberangkatkan ke Malaysia dan dokumen yang digunakan korban untuk bisa berangkat ke Malaysia menggunakan Kartu Keluarga milik Terdakwa I. SEMUEL sehingga nama korban berubah menjadi MERI LAIBOIS, lahir di Kupang pada tanggal 14 April 1992. Sedangkan identitas korban yang sebenarnya adalah MARIANA TAHUN tempat tanggal lahir Oteba, 15 Mei 2001.

- Bahwa selama saksi korban bekerja di Malaysia dan Singapura, saksi tidak pernah dikirimkan uang gaji oleh saksi korban. Semua gaji saksi korban diambil oleh Terdakwa II. YOPI NALE.

Terhadap keterangan saksi tersebut mereka Terdakwa pada pokonya membenarkannya.

4. Saksi ARBERTUS TSEY Alias ABE, menerangkan:

- Bahwa saksi mengerti diperiksa dipersidangan sehubungan dengan masalah Tindak Pidana Perdagangan Orang yang dialami oleh saksi korban MARIANA TAHUN yang dipekerjakan sebagai TKI di luar negeri secara nonprosedural oleh mereka Terdakwa I. SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL maupun Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 45 Putusan Nomor 11/Pid.Sus/2021/PN Kpg - Bahwa sebelumnya saksi tidak kenal dengan mereka Terdakwa I.

SEMUEL JEFRI LAIBOIS Alias SEMUEL dan Terdakwa II. YOPPI NALLE Alias YOPI dan tidak ada hubungan keluarga dengan mereka. Namun untuk Terdakwa I. saksi mengenalnya ketika mengantar saksi korban MARIANA TAHUN datang ke rumah orang tua saksi an. WELHELMINCE HOLBALA Alias MINCE.

- Bahwa saksi adalah anak kandung dari WELHELMINCE HOLBALA Alias MINCE (almh) meninggal pada tahun 2018.

- Bahwa saksi tidak tahu bagaimana sehingga Terdakwa I. SEMUEL mengantar saksi korban MARIA TAHUN. Namun yang saksi tahu adalah Terdakwa I. mengantar dan menyerahkan saksi korban kepada saudari WELHELMINCE HOLBALA untuk dipekerjakan keluar negeri.

- Bahwa saksi tidak tahu dokumen apa saja yang dibawa oleh saksi korban pada waktu itu termasuk dokumen identitas diri saksi korban.

- Bahwa saksi korban ditampung di rumah saudari MINCE selama kurang lebih dua minggu sebelum korban dikirim ke luar negeri namun saksi tidak tahu bagaimana prosesnya dan siapa-siapa yang mengurus dan memberangkatkan saksi korban.

- Bahwa setahu saksi, saudari MINCE adalah perekrut lapangan yang merekrut dan mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri namun saksi tidak tau bekerja diperusahaan mana dan bagaimana cara kerjanya.

- Bahwa saksi tidak mengetahui saksi korban dibawa ke Terdakwa II. YOPPI NALLE dan apa yg diperbuat Terdakwa II. Terhadap saksi korban.

- Bahwa selama saksi korban berada di rumahnya saudari MINCE, yang dikerjakan oleh saksi korban adalah mengerjakan pekerjaan rumah yaitu memasak, cuci piring, cuci pakaian, dan membersihkan halaman rumah.

- Saksi menerangkan bahwa saudari WELHELMINCE HOLBALA sudah meninggal pada tahun 2018 dan dimakamkan di Batakte, Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang.

- Saksi menerangkan bahwa tugas dan peran sdri WEHELMINCE HOLBALA sebagai perekrut adalah mencari tenaga kerja kemudian, menampung tenaga kerja, mengurus dokumen persyaratan tenaga kerja dan kemudian mengirim tenaga kerja untuk bekerja di luar negeri.

Sedangkan terkait perusahan yang dipakai sdri WEHELMINCE HOLBALA saksi tidak mengetahuinya dan juga terkait pembuatan identitas tenaga kerja ke luar negeri saksi tidak mengetahuinya.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena fakta terbuka lebar telah terjadi dengan sengaja mengganti keterangan saksi di bawah sumpah, maka putusan perkara a quo tidak dapat diterima dengan

- Berdasarkan keterangan saksi dan bersesuaian pula dengan keterangan terdakwa didapat fakta yuridis bahwa Terdakwa mengambil 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha

Menimbang, bahwa setelah Hakim mencermati permohonan Para Pemohon dihubungkan dengan bukti surat-surat dan keterangan saksi-saksi, maka dapat disimpulkan permasalahan

Menimbang, bahwa dari fakta-fakta hukum dipersidangan diketahui bahwa Terdakwa mengambil barang miilk saksi Monika yang berada di dalam kamar saksi Monika dengan

Menimbang, bahwa dari keterangan Saksi Rosmariawan Simanjuntak dan saksi Barita Simatupang didukung bukti P-1 sampai dengan P-6, Pelawan mengajukan bantahan/perlawanan melalui

--- Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan dari saksi Rusula Hia (berkas terpisah) dan keterangan terdakwa sendiri, bahwa saksi Rusula Hia (berkas terpisah)

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa dan saksi-saksi, perbuatan Terdakwa menggunakan Narkotika jenis ganja dilakukan tanpa ijin dari pihak yang

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi MARIANA GIRSANG dan saksi ABUBAKAR HASIBUAN yang pada pokoknya meerangkan jika pada bulan Desember 2011 saksi SEHAT