Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
P U T U S A N Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Salatiga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:
1. Nama lengkap : HENDRI YADI bin DARMAWANSA;
2. Tempat lahir : Talang Padang;
3. Umur/tanggal lahir : 29 tahun/ 6 Juni 1991;
4. Jenis kelamin : Laki-laki;
5. Kebangsaan : Indonesia;
6. Tempat tinggal : Dusun Manggul Rt.000 Rw.000 Desa Manggul Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu. Alamat kost : Jalan Hasanuddin Gang Manggis Dalam Rt.05 Rw.06 Ngawen Kelurahan Mangunsari Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga;
7. Agama : Islam;
8. Pekerjaan : Petani / Pekebun;
Terdakwa sedang menjalani pidana dalam perkara lain;
Terdakwa dipersidangan tidak didampingi oleh Penasihat Hukum;
Pengadilan Negeri tersebut;
Telah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Salatiga Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt tanggal 29 Maret 2021 tentang Penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt tanggal 29 Maret 2021 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Telah mendengar keterangan saksi-saksi dan Terdakwa, serta memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan;
Telah mendengar pembacaan tuntutan pidana dari Penuntut Umum tanggal 27 April 2021 yang pada pokoknya menuntut supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan:
1. Menyatakan Terdakwa HENDRI YADI Bin DARMAWANSA telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Pencurian dengan Pemberatan”
yang diatur dan diancam pidana menurut Pasal 363 Ayat (1) ke-3, ke-4, dan ke-5 KUHP sebagaimana tersebut dalam Dakwaan Tunggal Jaksa Penuntut Umum;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa HENDRI YADI Bin DARMAWANSA dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dikurangi masa penahanan dan atau masa penangkapan sementara dengan perintah terdakwa tetap dalam tahanan;
3. Menetapkan barang bukti berupa:
- 1 Unit sepeda motor Yamaha Mio merah nopol H-2319-UB, (Dirampas Untuk Negara);
- 1 Pasang sandal warna hitam merk swallow,
- 1 Buah jaket / sweater warna merah bertuliskan KISD JAMAN NOW, - 1 Buah topi merk NY warna hitam kombinasi merah biru,
(Dirampas untuk dimusnahkan);
- 1 Buah charger Laptop warna hitam merk Asus, (Dikembalikan kepada Saksi Monika);
4. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 2.000,- (dua ribu rupiah);
Telah mendengar permohonan Terdakwa yang diajukan secara lisan yang pada pokoknya mohon keringanan hukuman dengan alasan Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, serta Terdakwa merupakan tulang punggung keluarga;
Telah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap permohonan Terdakwa yang pada pokoknya tetap pada tuntutannya dan tanggapan Terdakwa terhadap tanggapan Penuntut Umum yang pada pokoknya tetap pula pada permohonannya;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum berdasarkan Surat Dakwaan No. Reg. Perkara: PDM- 13/M.3.20.3/Eoh.2/03/2021 tanggal 15 Maret 2021, sebagai berikut:
Bahwa Terdakwa HENDRI YADI Bin DARMAWANSA pada hari Kamis tanggal 02 Agustus 2020 sekitar pukul 02.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu pada bulan Agustus 2020 atau setidak-tidaknya masih dalam tahun 2020 di Jalan Jendral Sudirman 395 Rt 02 Rw 12 Kelurahan Ledok Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga atau setidak-tidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Salatiga, mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada disitu tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak, untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambilnya, dilakukan dengan merusak,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
memotong, atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu, yang mana dilakukan Terdakwa dengan cara-cara berikut:
- Berawal pada hari Kamis tanggal 02 Agustus 2020 sekitar Pukul 01.00 WIB, Terdakwa Hendri bersama dengan Sdr. Frengky (DPO) merencanakan mau mengambil barang-barang berharga di Rumah Saksi Monika yang terletak di Jalan Jendral Sudirman 395 Rt 02 Rw 12 Kel. Ledok Kec Argomulyo Kota Salatiga.
Terdakwa Hendri masuk ke dalam rumah saksi Monika dengan memanjat dinding tembok kolam ikan rumah. Sedangkan Sdr. Frengky (DPO) menunggu di luar lokasi rumah saksi monika untuk mengawasi situasi di sekitar. Setelah Terdakwa Hendri sampai di lantai 2 melalui tangga lalu masuk ke kamar tidur saksi Monika.
Terdakwa Hendri langsung mengambil 1 (satu) buah Laptop merk Asus Type X302L, S/N : G1N0CV07A780018, warna putih beserta charger yang terletak di atas meja komputer di dalam kamar Saksi Monika. Selanjutnya Terdakwa mengambil 1 (satu) buah Handphone merk Vivo Y71 type Vivo 1724 warna hitam No IMEI I : 868905035096297, No IMEI II : 868905035096289 yang berada di atas kasur tempat tidur Saksi Monika. Ketika terdakwa mau keluar tiba-tiba Saksi Monika terbangun dan melihat Terdakwa Hendri berada di dalam kamar tidur korban. Seketika Saksi Monika berteriak “Maling-Maling…”, kemudian terdakwa melarikan diri keluar rumah dengan cara memanjat tembok kolam ikan lagi;
- Kemudian Terdakwa menghampiri Sdr. Frengky di depan pekarangan rumah kosong lalu terdakwa menyerahkan barang milik saksi Monika yang telah berhasil terdakwa ambil yaitu 1 (satu) buah Laptop merk ASUS Type X302L, S/N:G1N0CV7A780018 warna putih, 1 (satu) buah charger Laptop merk Asus warna hitam, dan 1 (satu) buah Handphone merk : Vivo Y71 Type : Vivo 1724 warna hitam No Imei I : 868905035096279, No IMEI II : 868905035096279.
Selanjutnya Sdr. Frengky menjual barang-barang milik Saksi Monika ke Pasar Loak Banpolo Kota Magelang, uang hasil penjualan barang tersebut terdakwa mendapat bagian sebesar Rp. 2.000.000,- dan Sdr. Frengky sebesar Rp.
2.000.000,-. Dan Terdakwa Hendri dan Sdr. Frengky telah menggunakan uang hasil penjualan barang-barang milik saksi Monika tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari;
- Bahwa Terdakwa HENDRI mengambil barang berupa 1 (satu) Buah Laptop merk ASUS Type X302L, S/N:G1N0CV7A780018, 1 (satu) Buah charger Laptop Asus warna hitam, dan 1 (satu) Buah Handphone merk Vivo Y71 Type : Vivo 1724 warna hitam No Imei I : 868905035096279, No IMEI II : 868905035096279 tanpa seijin dan sepengetahuan dari pemiliknya yaitu Saksi Monika;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
- Bahwa atas perbuatan Terdakwa HENDRI tersebut, Saksi MONIKA mengalami kerugian sebesar Rp 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah).
Perbuatan Terdakwa diancam pidana sebagaimana di atur dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-3, ke-4, dan ke-5 KUHPidana;
Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa menyatakan telah mengerti maksud dan isi dakwaan serta tidak mengajukan keberatan terhadap dakwaan tersebut diatas;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya, Penuntut Umum dipersidangan telah mengajukan alat bukti sebagai berikut:
KETERANGAN SAKSI
1. Monika Andita Argha Puspa binti Caecilius Widi Harsanta, berjanji, pada pokoknya menerangkan:
- bahwa pada hari Kamis tanggal 2 Agustus 2020 sekira pukul 02.00 WIB bertempat di rumah saksi di Jl. Jend. Sudirman 395 Rt.01 Rw.12 Kel. Ledok Kec. Argomulyo Kota Salatiga, Terdakwa telah mengambil 1 (satu) unit laptop merk Asus berikut chargernya dan handphone (Hp) milik saksi tanpa seijin saksi;
- bahwa awalnya saksi terbangun dari tidur di kamar saksi lalu melihat ada seorang laki-laki berdiri dihadapan saksi sambil membawa laptop, charger, dan handphone (Hp) kemudian saksi berteriak “maling-maling” sehingga pelaku lari, selanjutnya ayah saksi yaitu saksi Caecilius masuk ke kamar dan bertanya “ada apa?” dan saksi jawab “ada maling”, lalu saksi Caecilius turun ke bawah mengejar pelaku namun tidak tertangkap;
- bahwa barang yang hilang diambil tersebut awalnya tergeletak di atas kasur tempat tidur dalam kondisi di cas;
- bahwa kemudian warga ada terbangun dan ikut mengejar pelaku tetapi tidak tertangkap;
- bahwa di kebon kosong di samping rumah saksi ditemukan 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Mio warna merah, sandal jepit, dan charger laptop milik saksi;
- bahwa saksi tidak mengetahui bagaimana Terdakwa bisa masuk ke kamar saksi, namun saat kejadian pintu kamar saksi terbuka;
- bahwa setelah kejadian tidak ada pintu ataupun jendela yang rusak;
- bahwa seingat saksi, Terdakwa saat itu memakai kaos lengan panjang warna merah dan memakai topi warna kombinasi biru merah;
- bahwa akibat perbuatan Terdakwa, saksi mengalami rugi sejumlah Rp7.500.000,00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah);
Terhadap keterangan saksi, Terdakwa membenarkan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
2. Caecilius Widi Harsanta bin A. L. Ramlan Hadi Purwanto (alm.), berjanji, pada pokoknya menerangkan:
- bahwa pada hari Kamis tanggal 2 Agustus 2020 sekira pukul 02.00 WIB bertempat di rumah saksi di Jl. Jend. Sudirman 395 Rt.01 Rw.12 Kel. Ledok Kec. Argomulyo Kota Salatiga, saksi terbangun dari tidur karena anak saksi yaitu saksi Monika berteriak “maling, maling”, lalu saksi masuk ke kamar saksi Monika dan saat ditanya saksi Monika menjawab “ada maling”;
- bahwa saksi kemudian turun ke bawah mengejar pelaku dan ada pula warga ikut membantu mengejar, namun pelaku tidak tertangkap;
- bahwa di kebon kosong di samping rumah saksi ditemukan 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Mio warna merah, sandal jepit, dan charger laptop milik saksi;
- bahwa barang yang berhasil dibawa oleh pelaku berupa 1 (satu) unit laptop merk Asus berikut chargernya dan handphone (Hp) merupakan milik saksi Monika yang sebelumnya diletakkan di atas kasur tempat tidur dalam kondisi di cas;
- bahwa saksi tidak tahu bagaimana pelaku bisa masuk ke kamar saksi Monika;
- bahwa setelah kejadian tidak ada pintu ataupun jendela yang rusak;
- bahwa akibat perbuatan pelaku, saksi Monika mengalami rugi sejumlah Rp7.500.000,00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah);
Terhadap keterangan saksi, Terdakwa membenarkan;
3. Iik Kustanto bin Suparno, bersumpah, pada pokoknya menerangkan:
- bahwa saksi merupakan petugas polisi dan bertetangga dengan korban;
- bahwa pada hari Rabu tanggal 1 Agustus 2020 sekria malam hari saat saksi tidur lalu terbangun karena ada suara gaduh dari rumah saksi Caecilius selanjutnya saksi menuju rumah saksi Caecilius dan diketahui bila ada maling, kemudian saksi mengejar pelaku bersama saksi Caecilius, namun tidak tertangkap;
- bahwa saat mengejar tersebut, di samping rumah di lahan kosong dalam jarak sekira 5 (lima) meter dari lokasi kejadian ditemukan 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Mio warna merah, sandal jepit, dan charger laptop milik saksi;
- bahwa saksi kemudian menghubungi Polsek Argomulyo;
- bahwa disekitar lokasi kejadian tidak ada kerusakan;
- bahwa menurut saksi Caecilius, barang yang hilang adalah laptop berikut chargernya dan handphone (Hp) milik saksi Monika;
- bahwa kemudian pada hari Minggu tanggal 5 Agustus 2020, saat saksi bersama warga melakukan kerja bakti, di lahan kosong tersebut sekira jarak 15 (lima belas) meter dari lokasi kejadian ditemukan pula 1 (satu) helai sweater warna merah dan topi warna kombinasi biru merah;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
- bahwa barang-barang yang ditemukan di lahan kosong tersebut kemudian diamankan;
Terhadap keterangan saksi, Terdakwa membenarkan;
KETERANGAN TERDAKWA
- bahwa pada hari Kamis tanggal 2 Agustus 2020 sekira pukul 02.00 WIB bertempat di sebuah rumah di Jl. Jend. Sudirman 395 Rt.01 Rw.12 kel. Ledok Kec.
Argomulyo Kota Salatiga, saksi telah mengambil 1 (satu) unit laptop merk Asus warna putih yang sedang di cas beserta chargernya dan 1 (satu) unit handphone (Hp) tanpa seijin pemiliknya;
- bahwa awalnya sekira pukul 01.00 WIB, Terdakwa bersama teman yaitu sdr.
Frengky keluar dari kost berkeliling kota Salatiga dengan mengendarai 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah milik Terdakwa dengan tujuan mencari sasaran untuk mengambil barang milik orang lain tanpa ijin;
- bahwa sekira pukul 02.00 WIB Terdakwa bersama sdr. Frengky sampai di Jl. Jend.
Sudirman Kel. Ledok Kec. Argomulyo Kota Salatiga di depan rumah kosong lalu Terdakwa menurunkan sdr. Frengky untuk mengawasi situasi, selanjutnya Terdakwa menuju rumah sasaran yang berjarak sekitar 10 (sepuluh) meter, sedangkan sepeda motor diparkir sebelah Barat rumah sasaran;
- bahwa Terdakwa kemudian masuk melalui lorong dinding tembok dan memanjat dinding tembok kolam ikan rumah selanjutnya masuk rumah korban lalu naik tangga menuju lantai 2 dan saat dikamar dilantai 2 melihat korban sedang tidur sedangkan ditempat tidur ada 1 (satu) unit laptop merk Asus warna putih yang sedang di cas serta 1 (satu) unit handphone (Hp) merk Vivo;
- bahwa Terdakwa kemudian mengambil barang-barang tersebut dan saat hendak keluar kamar, tiba-tiba korban terbangun melihat Terdakwa lalu korban teriak
“maling, maling” selanjutnya Terdakwa sambil membawa barang yang diambil tersebut lari dengan memanjat tembok kolam ikan;
- bahwa karena panik, ketika lari sandal yang Terdakwa pakai tertinggal di sekitar lokasi dan 1 (satu) unit sepeda motor juga Terdakwa tinggal;
- bahwa barang yang berhasil Terdakwa bawa kemudian diserahkan ke sdr.
Frengky sembari menyuruh sdr. Frengky melarikan diri, sedangkan Terdakwa bersembunyi di pekarangan rumah kosong dan melepaskan sweater warna merah berikut topi yang Terdakwa pakai lalu dibuang untuk menghilangkan jejak;
- bahwa Terdakwa kemudian melarikan diri dengan jalan kaki menuju rumah kost;
- bahwa Terdakwa melakukan perbuatannya tanpa memakai alat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
- bahwa esok harinya sekira pukul 07.00 WIB, Terdakwa bertemu sdr. Frengky yang menyarankan agar barang yang diambil tersebut dijual ke Pasar Bonpolo Magelang dan apabila laku uangnya dibagi dua, lalu Terdakwa setuju;
- bahwa yang berangkat dan menjual barang berupa laptop dan Hp milik korban adalah sdr. Frengky;
- bahwa sekira pukul 15.00 WIB, sdr. Frengky mendatangi Terdakwa di kost dan memberitahu bila laptop berikut Hp tersebut laku terjual seharga Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah), kemudian uangnya dibagi dua masing-masing mendapat Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah);
- bahwa saat itu sdr. Frengky mengatakan butuh uang sehingga Terdakwa meminjamkan uang bagian Terdakwa sejumlah Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) ke sdr. Frengky, sedangkan sisanya Terdakwa bawa dan telah habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari;
- bahwa Terdakwa mengetahui bila yang menjadi korban adalah saksi Monika setelah di kantor polisi;
- bahwa Terdakwa menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya;
- bahwa saat ini Terdakwa sedang menjalani hukuman karena kasus pencurian;
Menimbang bahwa dipersidangan Terdakwa tidak mengajukan saksi yang menguntungkan baginya (a de charge);
Menimbang, bahwa Penuntut Umum dipersidangan telah mengajukan barang bukti berupa: 1 (satu) charger laptop warna hitam merk Asus, 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Mio warna merah NoPol H-2319-UB (plat NoPol terpasang palsu) NoKa: MH328D30CAJ233763 NoSin: 28D-2233556, 1 (satu) pasang sandal warna hitam merk Swallow, 1 (satu) helai jaket / sweater warna merah bertuliskan “Kids Jaman Now”, 1 (satu) buah topi merk NY warna kombinasi biru merah, dan 1 (satu) keping VCD berisi rekaman CCTV, yang telah disita secara sah menurut hukum dan diakui keberadaannya oleh saksi-saksi dan Terdakwa, sehingga dapat dijadikan sebagai barang bukti yang sah dipersidangan serta digunakan dalam proses pembuktian;
Menimbang bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam berita acara persidangan perkara ini dianggap termuat dalam dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari putusan ini;
Menimbang, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dimuka persidangan yang diperoleh dari keterangan saksi, keterangan Terdakwa serta barang bukti setelah satu sama lain dihubungkan, maka Majelis Hakim telah menemukan fakta- fakta hukum sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
- bahwa pada hari Kamis tanggal 2 Agustus 2020 sekira pukul 02.00 WIB bertempat di rumah saksi Caecilius di Jl. Jend. Sudirman 395 Rt.01 Rw.12 Kel. Ledok Kec.
Argomulyo Kota Salatiga, Terdakwa telah mengambil 1 (satu) unit laptop merk Asus warna putih berikut chargernya yang sedang di cas dan 1 (satu) unit handphone (Hp) merk Vivo milik saksi Monika tanpa ijin;
- bahwa Terdakwa melakukan perbuatannya dengan cara awalnya sekira pukul 01.00 WIB, Terdakwa bersama teman yaitu sdr. Frengky keluar dari kost berkeliling kota Salatiga dengan mengendarai 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah dengan tujuan mencari sasaran untuk mengambil barang milik orang lain tanpa ijin;
- bahwa sekira pukul 02.00 WIB Terdakwa bersama sdr. Frengky sampai di Jl. Jend.
Sudirman Kel. Ledok Kec. Argomulyo Kota Salatiga di depan rumah kosong lalu Terdakwa menurunkan sdr. Frengky untuk mengawasi situasi, selanjutnya Terdakwa menuju rumah sasaran yaitu rumah saksi Caecilius yang berjarak sekitar 10 (sepuluh) meter, sedangkan sepeda motor diparkir sebelah Barat rumah saksi Caecilius;
- bahwa Terdakwa kemudian masuk melalui lorong dinding tembok dan memanjat dinding tembok kolam ikan rumah selanjutnya masuk rumah saksi Caecilius lalu naik tangga menuju lantai 2 dan saat dikamar dilantai 2 melihat saksi Monika sedang tidur sedangkan ditempat tidur ada 1 (satu) unit laptop merk Asus warna putih yang sedang di cas serta 1 (satu) unit handphone (Hp) merk Vivo;
- bahwa Terdakwa kemudian mengambil barang-barang tersebut dan saat hendak keluar kamar, tiba-tiba saksi Monika terbangun melihat Terdakwa lalu saksi Monika teriak “maling, maling” selanjutnya Terdakwa sambil membawa barang yang diambil tersebut lari dengan memanjat tembok kolam ikan;
- bahwa karena panik, ketika lari sandal yang Terdakwa pakai tertinggal di sekitar lokasi dan 1 (satu) unit sepeda motor juga Terdakwa tinggal;
- bahwa barang yang berhasil Terdakwa bawa kemudian diserahkan ke sdr.
Frengky sembari menyuruh sdr. Frengky melarikan diri, sedangkan Terdakwa bersembunyi di pekarangan rumah kosong dan melepaskan sweater warna merah berikut topi yang Terdakwa pakai lalu dibuang untuk menghilangkan jejak kemudian melarikan diri dan berjalan kaki menuju rumah kost;
- bahwa Terdakwa melakukan perbuatannya tanpa memakai alat;
- bahwa esok harinya sekira pukul 07.00 WIB, Terdakwa bertemu sdr. Frengky yang menyarankan agar barang yang diambil tersebut dijual ke Pasar Bonpolo Magelang dan apabila laku uangnya dibagi dua, lalu Terdakwa setuju;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
- bahwa yang berangkat dan menjual barang berupa laptop dan Hp milik korban adalah sdr. Frengky;
- bahwa sekira pukul 15.00 WIB, sdr. Frengky mendatangi Terdakwa di kost dan memberitahu bila laptop berikut Hp tersebut laku terjual seharga Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah), kemudian uangnya dibagi dua masing-masing mendapat Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah);
- bahwa saat itu sdr. Frengky mengatakan butuh uang sehingga Terdakwa meminjamkan uang bagian Terdakwa sejumlah Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) ke sdr. Frengky, sedangkan sisanya Terdakwa bawa dan telah habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari;
- bahwa akibat perbuatan Terdakwa, saksi Monika mengalami rugi sejumlah Rp7.500.000,00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah);
Menimbang, bahwa untuk dapat menyatakan Terdakwa bersalah atau tidak melakukan perbuatan pidana sebagaimana yang didakwakan dalam surat dakwaan, maka terlebih dahulu akan dipertimbangkan apakah perbuatan-perbuatan Terdakwa sebagaimana yang terungkap didalam fakta-fakta hukum perkara ini dapat diterapkan ke dalam unsur-unsur dakwaan Penuntut Umum, sehingga Terdakwa dapat dipersalahkan atau tidak atas perbuatannya tersebut;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan dengan dakwaan Tunggal Pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-4, dan ke-5 KUHP, maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan dakwaaan tersebut yang terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut:
1. Barangsiapa;
2. Mengambil sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak;
3. Pada waktu malam dalam sebuah rumah atau di pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada disitu tanpa diketahui atau tanpa dikehendaki oleh yang berhak;
4. Dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersekutu;
5. Yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan atau untuk dapat mengambil barang yang hendak dicuri itu, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu;
Ad. 1. Unsur barangsiapa;
Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan unsur barangsiapa adalah subjek hukum yang dalam hal ini adalah orang perorangan, yang dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
Menimbang, bahwa dalam perkara ini telah diajukan terdakwa HENDRI YADI bin DARMAWANSA yang identitasnya telah disesuaikan dengan surat dakwaan sebagaimana tercantum pula pada bagian awal putusan ini dan saksi- saksi menerangkan bahwa Terdakwa inilah orang yang dimaksud dalam surat dakwaan dan Terdakwa membenarkan pula bahwa dirinya adalah orang yang dimaksud dalam surat dakwaan, dengan demikian tidak terjadi kesalahan mengenai orang (error in persona) dalam perkara ini;
Menimbang, bahwa Terdakwa selama persidangan mampu mengikuti persidangan dengan baik, mampu menjawab serta menanggapi setiap pertanyaan yang diajukan oleh Majelis Hakim dengan baik, maka Majelis Hakim berpendapat unsur ini telah terpenuhi;
Ad. 2. Unsur mengambil sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak;
Menimbang, bahwa mengambil adalah perbuatan si pelaku untuk membawa sesuatu barang dibawah kekuasaannya yang nyata dan mutlak, barang mana sebagian atau seluruhnya haruslah kepunyaan orang lain. Pengambilan dapat dikatakan selesai bila barang tersebut telah berpindah tempat;
Menimbang, bahwa pengertian “dengan maksud” adalah telah dengan sengaja yang dalam hal ini hendak memiliki sesuatu benda seolah-olah si pelaku adalah pemilik dari benda tersebut;
Menimbang, bahwa pengertian “dengan melawan hak” adalah bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku atau melanggar hak orang lain serta bertentangan dengan hukum pada umumnya;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum dipersidangan diketahui bahwa pada hari Kamis tanggal 2 Agustus 2020 sekira pukul 02.00 WIB bertempat di kamar saksi Monika di rumah saksi Caecilius di Jl. Jend. Sudirman 395 Rt.01 Rw.12 Kel. Ledok Kec. Argomulyo Kota Salatiga, Terdakwa telah mengambil 1 (satu) unit laptop merk Asus warna putih berikut chargernya yang sedang di cas dan 1 (satu) unit handphone (Hp) merk Vivo milik saksi Monika tanpa ijin;
Menimbang, bahwa Terdakwa melakukan perbuatannya dengan cara awalnya sekira pukul 01.00 WIB, Terdakwa bersama teman yaitu sdr. Frengky keluar dari kost berkeliling kota Salatiga dengan mengendarai 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah dengan tujuan mencari sasaran untuk mengambil barang milik orang lain tanpa ijin dan sekira pukul 02.00 WIB sampai di Jl. Jend. Sudirman Kel. Ledok Kec. Argomulyo Kota Salatiga di depan rumah kosong lalu Terdakwa menurunkan sdr. Frengky untuk mengawasi situasi,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
selanjutnya Terdakwa menuju rumah sasaran yaitu rumah saksi Caecilius yang berjarak sekitar 10 (sepuluh) meter, sedangkan sepeda motor diparkir sebelah Barat rumah saksi Caecilius;
Menimbang, bahwa Terdakwa kemudian masuk melalui lorong dinding tembok dan memanjat dinding tembok kolam ikan rumah selanjutnya masuk rumah saksi Caecilius lalu naik tangga menuju lantai 2 dan saat dikamar dilantai 2 melihat saksi Monika sedang tidur sedangkan ditempat tidur ada 1 (satu) unit laptop merk Asus warna putih yang sedang di cas serta 1 (satu) unit handphone (Hp) merk Vivo;
Menimbang, bahwa Terdakwa kemudian mengambil barang-barang tersebut dan saat hendak keluar kamar, tiba-tiba saksi Monika terbangun melihat Terdakwa lalu saksi Monika teriak “maling, maling” selanjutnya Terdakwa sambil membawa barang yang diambil tersebut lari dengan memanjat tembok kolam ikan;
Menimbang, bahwa barang yang berhasil Terdakwa bawa kemudian diserahkan ke sdr. Frengky sembari menyuruh sdr. Frengky melarikan diri, sedangkan Terdakwa bersembunyi di pekarangan rumah kosong selanjutnya melarikan diri dan berjalan kaki menuju rumah kost;
Menimbang, bahwa saksi Caecilius bersama warga ada mengejar Terdakwa namun tidak berhasil menangkap Terdakwa;
Menimbang, bahwa laptop berikut Hp yang diambil oleh Terdakwa tersebut kemudian dijual oleh sdr. Frengky dan laku seharga Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah), lalu uangnya dibagi berdua antara Terdakwa dengan sdr. Frengky;
Menimbang, bahwa berdasarkan uraian fakta-fakta hukum diatas, Majelis Hakim berpendapat bahwa baik Terdakwa maupun teman Terdakwa yaitu sdr.
Frengky sedari awal telah mengetahui bila barang berupa 1 (satu) unit laptop merk Asus warna putih berikut chargernya dan 1 (satu) unit handphone (Hp) merk Vivo yang di ambil Terdakwa dari kamar saksi Monika baik sebagian maupun seluruhnya bukanlah milik Terdakwa, namun Terdakwa tetap mengambilnya dan selanjutnya menyerahkannya pada sdr. Frengky, sehingga saksi Caecilius yang merupakan ayah dari saksi Monika mengejar Terdakwa tetapi karena tidak berhasil menangkap Terdakwa kemudian perbuatan tersebut dilaporkan ke Polisi dan Terdakwa berhasil ditangkap, dengan demikian unsur ini telah terpenuhi;
Ad.3. Unsur pada waktu malam dalam sebuah rumah atau di pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada disitu tanpa diketahui atau tanpa dikehendaki oleh yang berhak;
Menimbang, bahwa keadaan itu dikatakan malam hari menurut Pasal 98 KUHP adalah waktu diantara matahari terbenam dan matahari terbit;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
Menimbang, bahwa unsur ini bersifat alternatif oleh karena mensyaratkan perbuatan mengambil tersebut dilakukan dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya;
Menimbang, bahwa dalam unsur ini perbuatan mengambil tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan atau pun dikehendaki oleh yang berhak atas barang tersebut;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum dipersidangan diketahui bahwa pada hari Kamis tanggal 2 Agustus 2020 sekira pukul 02.00 WIB bertempat di rumah saksi Caecilius di Jl. Jend. Sudirman 395 Rt.01 Rw.12 Kel. Ledok Kec.
Argomulyo Kota Salatiga, Terdakwa telah mengambil 1 (satu) unit laptop merk Asus warna putih berikut chargernya yang sedang di cas dan 1 (satu) unit handphone (Hp) merk Vivo yang berada di kamar saksi Monika tanpa seijin saksi Monika yang saat itu sedang tidur sehingga saat saksi Monika melihat Terdakwa kemudian saksi Monika meneriaki “maling, maling” selanjutnya saksi Caecilius bersama warga mengejar Terdakwa, sehingga Majelis Hakim berpendapat perbuatan Terdakwa tersebut telah termasuk dalam sub unsur pada waktu malam dalam pekarangan tertutup yang ada rumahnya yang dilakukan oleh orang yang ada disitu tanpa dikehendaki oleh yang berhak, sehingga unsur ini secara keseluruhan telah terpenuhi;
Ad.4. Unsur dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersekutu;
Menimbang, bahwa pada unsur ini perbuatan tersebut harus dilakukan sedikitnya oleh 2 (dua) orang dan diantara mereka terdapat saling pengertian untuk menjalankan niatnya;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum dipersidangan diketahui bahwa Terdakwa melakukan perbuatannya dengan cara pada hari Kamis tanggal 2 Agustus 2020 sekira pukul 01.00 WIB Terdakwa bersama teman yaitu sdr.
Frengky keluar dari kost berkeliling kota Salatiga dengan mengendarai 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah dengan tujuan mencari sasaran untuk mengambil barang milik orang lain tanpa ijin, lalu sekira pukul 02.00 WIB Terdakwa bersama sdr. Frengky sampai di Jl. Jend. Sudirman Kel. Ledok Kec. Argomulyo Kota Salatiga di depan rumah kosong kemudian Terdakwa menurunkan sdr.
Frengky untuk mengawasi situasi, selanjutnya Terdakwa menuju rumah sasaran yaitu rumah saksi Caecilius yang berjarak sekitar 10 (sepuluh) meter, sedangkan sepeda motor diparkir sebelah Barat rumah saksi Caecilius;
Menimbang, bahwa Terdakwa kemudian masuk ke rumah saksi Caecilius dan saat didalam kamar saksi Monika melihat ditempat tidur ada 1 (satu) unit laptop merk Asus warna putih yang sedang di cas serta 1 (satu) unit handphone
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
(Hp) merk Vivo lalu setelah mengambil barang-barang tersebut dan saat hendak keluar kamar kemudian saksi Monika terbangun melihat Terdakwa dan berteriak sehingga Terdakwa lari sambil membawa barang yang diambil tersebut dengan memanjat tembok kolam ikan;
Menimbang, bahwa barang yang berhasil Terdakwa bawa kemudian diserahkan ke sdr. Frengky sembari menyuruh sdr. Frengky melarikan diri, sedangkan Terdakwa bersembunyi di pekarangan rumah kosong kemudian melarikan diri dan berjalan kaki menuju rumah kost;
Menimbang, bahwa berdasarkan uraian fakta-fakta tersebut diatas, Majelis Hakim berpendapat antara Terdakwa dengan sdr. Frengky telah terdapat saling pengertian yang diikuti dengan pembagian tugas yang jelas, sehingga unsur ini menurut Majelis Hakim telah terpenuhi;
Ad.5. Unsur yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan atau untuk dapat mengambil barang yang hendak dicuri itu, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu;
Menimbang, bahwa unsur ini bersifat alternatif, sehingga apabila salah satu sub-unsur telah terpenuhi, maka sub-unsur yang lainnya tidak perlu dibuktikan lagi dan unsur ini secara keseluruhan dinyatakan telah terpenuhi;
Menimbang, bahwa dari fakta-fakta hukum dipersidangan diketahui bahwa Terdakwa mengambil barang miilk saksi Monika yang berada di dalam kamar saksi Monika dengan cara Terdakwa masuk melalui lorong dinding tembok dan memanjat dinding tembok kolam ikan rumah selanjutnya masuk rumah saksi Caecilius lalu naik tangga menuju lantai 2 dan saat dikamar dilantai 2 melihat saksi Monika sedang tidur sedangkan ditempat tidur ada 1 (satu) unit laptop merk Asus warna putih yang sedang di cas serta 1 (satu) unit handphone (Hp) merk Vivo lalu Terdakwa mengambil barang-barang tersebut namun dilihat oleh saksi Monika sehingga Terdakwa sambil membawa barang yang diambil tersebut lari dengan memanjat tembok kolam ikan setelah itu keluar, dengan demikian sub unsur yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan atau untuk dapat mengambil barang yang hendak dicuri itu dilakukan dengan memanjat telah terpenuhi dan secara keseluruhan unsur ini telah terpenuhi;
Menimbang, bahwa oleh karena perbuatan Terdakwa telah memenuhi semua unsur sebagaimana disyaratkan dalam dakwaan Tunggal Pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-4, dan ke-5 KUHP, maka Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan Tunggal tersebut;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
Menimbang, bahwa oleh karena selama persidangan Majelis Hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar maupun alasan pemaaf, maka Terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya;
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa mampu bertanggungjawab serta sesuai dengan Pasal 193 ayat (1) KUHAP, maka Terdakwa harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana;
Menimbang, bahwa terhadap permohonan Terdakwa yang disampaikan secara lisan pada pokoknya Terdakwa mohon keringanan hukuman berikut alasan- alasannya tersebut, maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan hal tersebut sebagai keadaaan-keadaan yang meringankan pada diri Terdakwa;
Menimbang, bahwa tujuan pemidanaan semata-mata bukan pembalasan melainkan bertujuan untuk mendidik dan membina agar Terdakwa menyadari atau menginsyafi kesalahannya sehingga diharapkan dapat menjadi anggota masyarakat yang baik dikemudian hari;
Menimbang, bahwa sebelum dijatuhkan pidana akan dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan yang meringankan sebagai berikut:
Keadaan yang memberatkan:
- Perbuatan Terdakwa meresahkan masyarakat;
- Perbuatan Terdakwa merugikan saksi korban Monika Andita Argha Puspa;
- Terdakwa telah menikmati hasil perbuatannya;
- Terdakwa juga sedang menjalani hukuman karena melakukan tindak pidana sejenis;
Keadaan yang meringankan:
- Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi;
- Terdakwa berperan dalam ekonomi keluarganya;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas, maka Majelis Hakim tidak sependapat dengan Penuntut Umum terkait lamanya pemidanaan terhadap Terdakwa dan memandang cukup tepat dan adil bila kepada Terdakwa dijatuhkan pidana seperti yang akan disebutkan dalam amar putusan dibawah ini;
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa sedang menjalani pidana, maka perihal masa penahanan Terdakwa tidak akan dipertimbangkan;
Menimbang, bahwa terhadap barang bukti berupa: 1 (satu) charger laptop warna hitam merk Asus, oleh karena berdasarkan pemeriksaan dipersidangan merupakan milik saksi Monika Andita Argha Puspa binti Caecilius Widi Harsanta, maka sudah sepatutnya dikembalikan kepada saksi Monika Andita Argha Puspa binti
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
Caecilius Widi Harsanta. Terhadap 1 (satu) keping VCD berisi rekaman CCTV, oleh karena berisi rekaman diri Terdakwa saat berada di lokasi kejadian, maka sudah sepatutnya terlampir dalam berkas perkara. Terhadap 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Mio warna merah NoPol H-2319-UB (plat NoPol terpasang palsu) NoKa: MH328D30CAJ233763 NoSin: 28D-2233556, oleh karena merupakan kendaraan yang digunakan Terdakwa namun selama persidangan tidak pernah diajukan kelengkapan surat-surat terkait kepemilikannya, maka sudah sepatutnya dirampas untuk Negara. Terhadap 1 (satu) pasang sandal warna hitam merk Swallow, 1 (satu) helai jaket / sweater warna merah bertuliskan “Kids Jaman Now”, dan 1 (satu) buah topi merk NY warna kombinasi biru merah, oleh karena berdasarkan pemeriksaan dipersidangan diketahui merupakan milik Terdakwa dan masih dapat dipergunakan, maka dikembalikan kepada Terdakwa;
Menimbang, bahwa Terdakwa dinyatakan bersalah, maka sesuai Pasal 222 ayat (1) KUHAP Terdakwa dibebani membayar biaya perkara;
Memperhatikan, Pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-4, dan ke-5 KUHP, Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;
MENGADILI:
1. Menyatakan Terdakwa HENDRI YADI bin DARMAWANSA tersebut diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
“Pencurian dalam keadaan memberatkan”;
2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun;
3. Menetapkan barang bukti berupa:
- 1 (satu) charger laptop warna hitam merk Asus,
Dikembalikan kepada saksi Monika Andita Argha Puspa binti Caecilius Widi Harsanta;
- 1 (satu) keping VCD berisi rekaman CCTV, Terlampir dalam berkas perkara;
- 1 (satu) pasang sandal warna hitam merk Swallow,
- 1 (satu) helai jaket / sweater warna merah bertuliskan “Kids Jaman Now”, - 1 (satu) buah topi merk NY warna kombinasi biru merah,
Dikembalikan kepada Terdakwa;
- 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Mio warna merah NoPol H-2319-UB (plat NoPol terpasang palsu) NoKa: MH328D30CAJ233763 NoSin: 28D- 2233556,
Dirampas untuk Negara;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 16 Putusan Nomor 34/Pid.B/2021/PN Slt
4. Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp2.000,00 (dua ribu rupiah);
Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Salatiga pada hari Jumat tanggal 30 April 2021 oleh Kami, Bambang Trikoro, S.H., M.Hum., sebagai Hakim Ketua, Ari Listyawati, S.H., M.H., dan Yustisia Permatasari, S.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum secara telekonferensi pada hari Selasa tanggal 4 Mei 2021 oleh Hakim Ketua dengan didampingi para Hakim Anggota tersebut, dibantu oleh E. M. Dwi Anggorowati, Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Salatiga, dihadiri oleh Nana Rosita Sari, S.H., Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Salatiga dan dihadapan Terdakwa.
Hakim – Hakim Anggota Hakim Ketua Majelis
Ari Listyawati, S.H., M.H. Bambang Trikoro, S.H., M.Hum.
Yustisia Permatasari, S.H. Panitera Pengganti
E. M. Dwi Anggorowati
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16