• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL KALIBRASI DAN UJI COBA SISTEM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V HASIL KALIBRASI DAN UJI COBA SISTEM"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

HASIL KALIBRASI DAN UJI COBA SISTEM

5.1.Hasil Kalibrasi Sensor

Kalibrasi sensor dilakukan untuk mengetahui hubungan antara nilai analog dan digitalnya.

Percobaan dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Gambar 5.1 rangkaian sederhana kalibrasi sensor

VRef adalah sebagai referensi tegangan mikrokontroller ATMega 8535, perubahan tegangan analognya dilakukan dengan melakukan perubahan tahanan geser

1(potensiometer) yang dihubungkan ke mikrokontroller. Untuk kalibrasi sensor tersebut, tegangan Vref yang di uji coba nilainya adalah 2.5 volt.

Hasil kalibrasi sensor dengan nilai tegangan VRef 2.5 volt tabelnya adalah sebagai berikut

1potensiometer (hambatan geser)

Vin

GND Vref

B1

B8

Sign

ENB A/D Converter

AC

+

- 221 V

Sensor

V. Input

V.ref = 2.5 volt (1)

(1)

(2)

Tabel 5.1 hasil kalibrasi sensor dengan Vref 2.5 volt V yang

diukur (input)/volt

digital

(hex) desimal

V.hasil perhitungan

(volt)

Error (kesalahan)

Persentase (%)

V dari PLN (volt)

0.2 33 51 0.172 0.028 2.8 52.6677 0.4 53 83 0.332 0.068 6.8 85.7141 0.6 7F 127 0.552 0.048 4.8 131.1529

0.8 A7 167 0.752 0.048 4.8 172.4609 1 D6 214 0.987 0.013 1.3 220.9978

1.2 F0 240 1.117 0.083 8.3 247.848 1.4 FF 255 1.192 0.208 20.8 263.3385

Grafik nilai hexadecimal (nilai decimal) terhadap V.input adalah sebagai berikut

Gambar 5.2 Grafik Kalibrasi Sensor (V.ref 2.5 volt)

Dari grafik di atas, didapat persamaan liniernya adalah y = 0.005x – 0.083, dengan persamaan ini nilai y dapat dicari dengan memasukkan nilai x yang berupa nilai desimal (dari nilai hexa) dan kemudian akan didapat nilai y yang merupakan nilai tegangan yang terukur sehingga error dari hasil kalibrasi sensor tersebut dapat dicari dengan mengurangi nilai tegangan yang terukur dengan nilai desimal. Tegangan dari PLN dapat dicari dengan mengalikan nilai desimal dengan faktor pengali. Faktor pengali yang diperoleh adalah 1.0327. Grafik V.input terhadap tegangan dari PLN adalah sebagai berikut.

(3)

Gambar 5.3 Grafik kalibrasi sensor (V dari PLN terhadap V input) Hasil kalibrasi sensor ini menunjukkan pengukuran tegangan dari PLN yang baik berada hingga batas maksimum 221 volt (seperti pada table 5.1 di atas) dengan error maksimum 8.3 %.

(4)

5.2 Hasil Uji Coba Sistem Keseluruhan

Uji coba disini dilakukan dengan menggunakan pengambilan data dari hardware dan pengujian sistem web aplikasi .

Data uji coba ini memiliki perioda waktu per 1 menit, asumsi tersebut diambil karena dalam waktu tersebut terlihat mulai adanya perubahan tegangan PLN, seperti terlihat pada Tabel. Dalam melakukan uji coba besaran yang diukur adalah, arus, tegangan, daya dan besar konsumsi pemakaian enegi listrik dari PLN.

Berikut gambar percobaan :

Gambar 5.4 Wattmeter digital

Gambar 5.5 Mengambil Data

(5)

Pengukuran dilakukan pada waktu pagi hari (07.30-08.30) dengan menggunakan beban berupa lampu bohlam 15 watt dan lampu bohlam 660 watt

hasilnya adalah sebagai berikut dapat dilihat pada lampiran di tabel 5.2 Untuk grafik Daya terhadap waktu adalah :

Gambar 5.7 Kurva Daya Pagi Hari Gambar 5.6 lampu bohlam

(6)

untuk grafik Tegangan terhadap waktu adalah :

Gambar 5.8 Kurva Tegangan Pagi Hari Untuk Grafik Arus terhadap waktu adalah :

Gambar 5.9 Kurva Arus Pagi Hari

(7)

Kurva Energi (watt menit) :

Gambar 5.10 Kurva Energi Pagi Hari

Untuk tampilan di web online reporting :

Gambar 5.11 Tampilan di web online reporting Dari hasil pengukuran dapat dijelaskan sebagai berikut :

(8)

1. Tegangan berfluktuasi antara 206 Volt s/d 221 Volt, hal ini disebabkan tegangan dari PLN masih bagus, karena belum adanya kegiatan dari kantor maupun pabrik, sedangkan konsumen rumah tangga sudah banyak mematikan peralatan listrik.

2. Adanya penurunan tegangan menyebabkan daya lisrik diperoleh tidak optimal, yang seharusnya tegangan yang dikehendaki adalah 220 Volt.

3. Pemakain konsumsi energy tenaga listrik dihitung pada hitungan kedua, diperoleh dari perkalian antara Daya kali Waktu, energy = daya x waktu = 1843.758x1(menit)/60 = 30.7293 Watt.Jam, sehingga dalam waktu 1 jam maka konsumsi energinya adala sebesar 30.7293 WattJam = 0,0307293 kWh

4. Grafik arus terlihat linier karena bebannya merupakan impedansi murni karena menggunakan lampu pijar jadi tidak terdapat L dan C. Adanya perubahan ketika nilai tahanan lampunya diturunkan sehingga I menjadi semakin besar.

Untuk Pengukuran dilakukan pada waktu siang hari (11.45-12.45) dengan menggunakan beban berupa laptop dan charger handphone

hasilnya adalah sebagai berikut dapat dilihat pada Tabel 5.3 di lampiran Gambar 5.12 laptop dan charging handphone

(9)

Untuk grafik Daya terhadap waktu adalah :

Gambar 5.13 Kurva Daya Siang Hari

Untuk grafik Arus terhadap waktu adalah :

Gambar 5.14 Kurva Arus Siang Hari

(10)

Untuk Grafik Tegangan terhadap waktu adalah :

Gambar 5.15 Kurva Tegangan Siang Hari

Untuk kurva energy :

Gambar 5.16 Kurva Energi Siang Hari

(11)

Tampilan di web online reporting :

Gambar 5.17 Tampilan di web online reporting Dari hasil pengukuran dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Tegangan berfluktuasi antara 201 Volt s/d 215 Volt, hal ini disebabkan tegangan dari PLN sudah mulai menurun, karena sudah adanya kegiatan atau aktivitas di kantor ataupun pabrik, sehingga dengan banyaknya kegiatan maka otomatis tegangan dari PLN akan sedikit turun dibandingkan dari yang pagi hari.

2. Adanya penurunan tegangan menyebabkan daya lisrik diperoleh tidak optimal, yang seharusnya tegangan yang dikehendaki adalah 220 Volt.

3. Pemakain konsumsi energy tenaga listrik dihitung pada hitungan kedua, diperoleh dari perkalian antara Daya kali Waktu, energy = daya x waktu = 2786.645 x 1/60 = 46.44 Watt.Jam, sehingga dalam waktu 1 jam maka konsumsi energinya adala sebesar 46.44 WattJam = 0,04644 kWh

(12)

4. Grafik arus terlihat tidak liniair karena bebannya bukan impedansi murni (kecuali kalau bebannya hanya lampu pijar), karena ada beban charger yang terdiri dari unsur L dan C.

Untuk Pengukuran dilakukan pada waktu malam hari (20.59-21.59) dengan menggunakan beban berupa televisi dan Lampu TL.

Gambar 5.18 lampu TL dan televisi hasilnya dapat dilihat pada tabel 5.4 di lampiran

Untuk grafik Daya terhadap waktu adalah :

Gambar 5.19 grafik daya terhadap waktu

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

20:52:4821:00:0021:07:1221:14:2421:21:3621:28:4821:36:0021:43:1221:50:2421:57:3622:04:48

Daya (watt)

(13)

Untuk grafik Tegangan terhadap waktu adalah :

Untuk Kurva Arus terhadap waktu :

Gambar 5.21 grafik arus terhadap waktu

0 50 100 150 200 250

20:52:4821:00:0021:07:1221:14:2421:21:3621:28:4821:36:0021:43:1221:50:2421:57:3622:04:48

Tegangan (Volt)

Gambar 5.20 grafik tegangan terhadap

(14)

Untuk kurva energy :

Gambar 5.22 Kurva Energi Malam Hari

Tampilan di web online reporting

Gambar 5.23 Tampilan di Web online reporting Dari hasil pengukuran dapat dijelaskan sebagai berikut :

(15)

1. Tegangan berfluktuasi antara 212 Volt s/d 219 Volt, hal ini disebabkan tegangan dari PLN sudah mulai menurun, karena sudah banyak konsumsi energy listrik pada malam hari khususnya untuk perumahan, namun pada jam 9 malam ini banyak rumah tangga yang sudah menghentikan aktivitasnya dengan tidur, sehingga sangat jarang rumah tangga yang masih menyalakan televisi atau melakukan aktivitas lainnya.

2. Adanya penurunan tegangan menyebabkan daya lisrik diperoleh tidak optimal, yang seharusnya tegangan yang dikehendaki adalah 220 Volt.

3. Pemakain konsumsi energy tenaga listrik dihitung pada hitungan kedua, diperoleh dari perkalian antara Daya kali Waktu, daya x waktu = 4667.191 x 1/60 = 77.786 Watt.Jam, sehingga dalam waktu 1 jam maka konsumsi energinya adala sebesar 46.44 WattJam = 0,077786 kWh.

4. Grafik arus terlihat tidak linier karena bebannya bukan impedansi murni (kecuali kalau bebannya hanya lampu pijar), karena ada beban televisi yang terdiri dari unsur L dan C.

Untuk pengambilan data dilakukan di bandung pada waktu malam hari menjelang pergantian hari (23.30-00.30) dengan menggunakan beban berupa lampu bohlam dan dispenser.

Gambar 5.24 dispenser dan lampu bohlam

(16)

Hasil pengambilan data dapat dilihat pada tabel 5.5 di lampiran Untuk grafik daya terhadap waktu adalah

Gambar 5.25 grafik daya terhadap waktu Untuk grafik arus terhadap waktu adalah

Gambar 5.26 grafik arus terhadap waktu

(17)

Untuk grafik tegangan terhadap waktu adalah

Gambar 5.27 grafik tegangan terhadap waktu Untuk kurva energi dapat dilihat sebagai berikut

Gambar 5.28 kurva energy malam hari Tampilan di web online reporting adalah sebagai berikut

(18)

Gambar 5.29 tampilan di web online reporting Dari hasil pengukuran dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Tegangan berfluktuasi antara 187 Volt s/d 201 Volt, hal ini disebabkan tegangan dari PLN sudah mulai menurun, karena sudah banyak konsumsi energy listrik berkurang pada malam hari khususnya untuk perumahan, namun pada jam 23.30 malam ini banyak rumah tangga yang sudah menghentikan aktivitasnya dengan tidur, sehingga sangat jarang rumah tangga yang masih menyalakan televisi atau melakukan aktivitas lainnya. Selain itu, nilai tegangan ini jika dibandingkan dengan hasil percobaan di Jakarta, sangat berbeda, kualitas tegangan rumah di Bandung lebih kecil dibandingkan di Jakarta, hal ini terjadi karena di region 2 yaitu daerah jawa barat hanya memiliki sekitar 13 % pembangkit dibandingkan dengan Jakarta yang merupakan region 1 yang memiliki sekitar 42% pembangkit 1(sumber data PLN), sehingga sangat sedikit, oleh karena itu perbedaan kualitas tegangan antara Bandung dan Jakarta sangat jauh.

2. Adanya penurunan tegangan menyebabkan daya lisrik diperoleh tidak optimal, yang seharusnya tegangan yang dikehendaki adalah 220 Volt.

(19)

3. Pemakain konsumsi energy tenaga listrik dihitung pada hitungan kedua, diperoleh dari perkalian antara Daya kali Waktu, daya x waktu = 1542.363 x 1/60 = 0.4344 Watt.Jam, sehingga dalam waktu 1 jam maka konsumsi energinya adala sebesar 0.4344 WattJam = 0.000434 kWh.

4. Grafik arus terlihat lebih domina linier karena bebannya hanya berupa lampu bohlam dan dispenser. Perubahan drastis pada daya terjadi pada saat dispenser tersebut sedang memanaskan air secara otomatis.

Referensi

Dokumen terkait

Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum Wr.Wb Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan ridhoNya akhirnya Skripsi ini dapat terselesaikan

Dengan demikian upaya untuk meningkatkan hasil belajar dan prestasi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi Menyusun Kerangka Karangan Berdasarkan Gambar

Sistem Pakar Berbasis Web Untuk Analisa Kerusakan Sepeda Motor Honda Supra sebagai Media Penunjang Pembelajaran pada Teknik Sepeda Motor SMKN 1 Geger ini

Pada pengamatan komponen hasil, bobot buah total per tanaman menunjukkan perlakuan P5 Pupuk Majemuk 1000 kg/ha + Pupuk Daun 3 g/l menghasilkan rata-rata bobot total buah lebih

Inflasi yang terjadi di Kota Kendari tercatat disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok sandang 1,33 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,79

Penggunaan tepung cacing tanah sebagai aditif sampai level 1,5% pada pakan ayam broiler dapat memperbaiki performa ayam, mampu mem- perbaiki kesehatan ternak dilihat dari profil

Puji dan syukur bagi Allah SWT atas ridho dan karunia-Nya serta salawat dan salam yang tercurah untuk junjunan Nabi Muhammad SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir