• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

A. Jenis Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh audit tenure, reputasi KAP, dan kertas kerja permanent terhadap kualitas audit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengujian secara kuantitatif berupaya menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan mengenai hubungan antar variable, penelitian ini menggunaakan dua sumber data yaitu data laporan keuangan perusahaan LQ 45 dan data kuesioner, data laporan keuangan perusahaan LQ 45 digunakan untuk menguji pengaruh audit Tenure dan Reputasi KAP terhadap kualitas audit dan data kuesioner digunakan untuk menguji pengaruh kertas kerja permanen file terhadap kualitas audit.

Terdapat dua jenis variabel dalam penelitian ini: variabel independen, variabel dependen. Variabel dependen adalah variabel yang dijelaskan atau yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas audit.

Variabel independen adalah variabel yang menjelaskan variabel lain. Variabel

independen dalam penelitian ini adalah audit tenure, reputasi KAP, dan kertas kerja

permanen. Pengujian mengenai pengaruh tenure dan reputasi KAP pada kualitas

audit dilakukan dengan menggunakan analisis regresi. Hasil pengujian kemudian

dijadikan dasar dalam membuat kesimpulan. Kesimpulan juga disusun sesuai dengan

masalah penelitian dan hipotesis yang diajukan, sedangkan pengujian mengenai

(2)

pengaruh kertas kerja permanen file terhadap kualitas audit dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dilakukan di KAP (Kantor Akuntan Publik) di Jakarta, kesimpulan dibuat dengan dasar hasil kuesioner yang di lakukan kepada KAP (Kantor Akuntan Publik) diJakarta.

B. Definisi Operasional dan Identifikasi Variabel

Berdasarkan pokok permasalahan yang telah dirumuskan diatas, maka variabel- variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2011). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas audit.

2. Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen atau terikat (Sugiyono, 2011). Variabel independen dalam penelitian ini adalah tenure KAP, reputasi KAP, dan kertas kerja permanen.

C. Pengukuran variabel

Pengukuran variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Tenure KAP

Tenure KAP adalah masa jangka waktu perikatan yang terjalin antara KAP

dengan auditee yang sama. Tenure KAP diukur dengan menghitung tahun dimana

KAP yang sama telah melakukan perikatan dengan auditee dalam batas regulasi

yang telah ditentukan oleh pemerintah.

(3)

2. Reputasi KAP

Reputasi KAP dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan kelompok auditor big four dan non big four. Auditor big four identik dengan KAP besar, Efraim (2010) mengatakan bahwa KAP besar identik dengan KAP bereputasi tinggi.

Reputasi KAP diukur dengan menggunakan variabel dummy, yaitu diberikan kode 1 jika KAP berafiliasi dengan KAP Big Four, dan diberikan kode 0 jika KAP tidak berafiliasi dengan KAP Big Four.

3. Kertas Kerja Permanen

Kertas kerja permanen adalah kertas kerja yang berisi kertas kerja yang mempunyai kegunaan untuk beberapa tahun misalnya : Akte pendirian, Buku pedoman akuntansi, kontrak-kontrak dan notulen rapat (Agoes, 2011). Kertas kerja permanen file diukur dengan melihat kelengkapan dan banyaknya (Volume) kertas kerja permanen file atas laporan audit, kemudian menilai kelengkapan kertas kerja permanen file berdasarkan ketentuan dan kriteria sesuai SPAP (Standar Professional Akuntan Publik).

4. Kualitas audit

Myers et al (2003) berpendapat bahwa ukuran akuntansi akrual adalah descriptor

yang masuk akal untuk kualitas audit. Pendapat tersebut diperoleh dengan

menghubungkan antara kualitas laba dengan kualitas audit. Diperoleh hasil bahwa

tingkat akrual yang tinggi berhubungan positif dengan auditor litigation, isu

mengenai opini audit qualified, kegagalan audit dan pergantian

(4)

auditor, sedangkan tingkat akrual yang rendah berhubungan dengan konservatisme auditor yang tinggi, yang dapat diusulkan sebagai tingginya kualitas audit (Myers et.al, 2003). Kualitas audit dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan akrual lancar (current accual) sesuai dengan yang digunakan oleh Myers et.al (2003), Efraim (2010) dan Nuratama (2011) yang dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

AKRUALLANCAR = (ΔAL-ΔKAS)-( ΔLL-ΔLJP) ……… (1) Keterangan:

ΔAL = Perubahan asset lancar

ΔKAS = Perubahan kas dan ekuivalen kas ΔLL = Perubahan liabilitas lancar

ΔLJP = Perubahan dalam utang wesel jangka pendek dan utang jangka panjang yang akan jatuh tempo

D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Metode Penentuan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KAP (Kantor Akuntan Publik) di

Jakarta untuk menguji pengaruh kertas permanen file terhadap kualitas audit dan

laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

pada periode tahun 2009-2014 untuk menguji pengaruh tenure audit dan reputasi

KAP terhadap kualitas audit. Peneliti menggunakan perusahaan-perusahaan yang

terdaftar dalam LQ 45 dan KAP di Jakarta karena alasan sebagai berikut :

(5)

a) Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 adalah merupakan gabungan dari jenis perusahaan-perusahaan dalam berbagai bidang dan berbagai aktivitas operasi.

b) Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 adalah perusahaan yang paling liquid dalam pergerakan jual beli saham dan sering digunakan untuk investasi oleh investor sehingga kualitas laporan audit yang baik sangat dibutuhkan untuk mengungkapkan kondisi keuangan perusahaan-perusahaan LQ 45.

c) Mayoritas KAP (Kantor Akuntan Publik) Di Indonesia mulai KAP kecil, sedang dan besar berada di Jakarta. Khususnya KAP (Kantor Akuntan Publik) yang mengaudit perusahaan yang akan diteliti (LQ 45).

E. Tehnik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini terdapat dua tehnik yaitu :

1. Tehnik observasi (observation) Dalam metode ini pengumpulan data dilakukan dengan observasi/pengamatan dimana peneliti tidak terlibat langsung dengan aktivitas objek yang diteliti (Sugiyono, 2011).

2. Tehnik survei, kuesioner Pengertian metode angket menurut Arikunto

(2006:151) Angket adalah pernyataan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau

hal-hal yang ia ketahui. Sedangkan menurut Sugiyono (2011) Angket atau

kuesioner merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

(6)

memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.

F. Metode Analisis

Penelitian ini merupakan studi empiris (empirical studies) yaitu studi tentang fakta atau data yang nyata yang dikumpulkan dan di uji secara sistematis. Teknik analisis yang digunakan adalah sebagai berikut.

1. Pengujian asumsi klasik

Sebelum dilakukan teknik analisis regresi, pengujian pendahuluan berupa uji asumsi klasik terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam model ini harus dilaksanakan agar pengujian tidak terjadi bias. Uji asumsi klasik tersebut meliputi pengujian-pengujian berikut :

a) Uji multikolinearitas, yaitu suatu pengujian untuk mengetahui apakah variabel-variabel yang dioperasikan mempunyai lebih dari satu hubungan linear (pengaruh). Pengujian ini ditentukan oleh nilai tolerance atau variance inflation factor (VIF). Jika nilai tolerance lebih dari 10% atau VIF kurang dari 10, maka dikatakan tidak ada multikolinieritas.

b) Uji heteroskedastisitas, yaitu suatu pengujian untuk mengetahui apakah

variabel-variabel yang dioperasikan sudah mempunyai varian yang sama

(homogen) atau sebaliknya (heterogen). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya

heteroskedastisitas digunakan metode Glejtser. Metode ini dilakukan dengan

meregresikan nilai absolut e

i

terhadap variabel bebas. Jika tidak ada satupun

(7)

variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (nilai absolut e

i

), maka tidak ada heteroskedastisitas.

c) Uji normalitas, yaitu suatu pengujian untuk mengetahui apakah variabel bebas dan variabel terikatnya memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dapat dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov dengan melihat nilai asymp.sig (2-tailed) diatas α = 0.05 atau α > 0,05.

d) Uji autokorelasi, yaitu pengujian untuk mengetahui apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Pengujian autokorelasi menggunakan pengujian Breusch-Godfrey / BG test.

2. Analisis regresi linier berganda. Uji hipotesis dalam penelitian ini yaitu pengaruh tenure dan reputasi KAP terhadap kualitas audit, Persamaan regresi dapat dirumuskan sebagai berikut; Y =  +

1

X

1

+

2

X

2

+

3

X

3

+  ……...……(2)

Keterangan:

Y : Akrual lancar (current accrual) α : Konstanta

X

1

: Tenure yang diukur dengan jumlah tahun KAP tetap mengaudit klien yang sama.

X

2

: Reputasi KAP diukur dengan apakah terafiliasi atau tidak terafiliasi dengan KAP

Big Four ; merupakan variabel dummy, digit 1 untuk KAP berafiliasi dengan

KAP big four dan 0 untuk sebaliknya.

(8)

X

3

:Kertas kerja permanen file diukur dengan kelengkapan dan banyaknya sesuai dengan ketentuan SPAP (Standar Profesional Akuntan Publik).

G. Uji signifikansi simultan (Uji statistik F)

Pengujian signifikansi secara simultan menggunakan uji F, dalam penelitian ini uji F digunakan untuk melihat kelayakan model penelitian. Menurut Ghozali (2009) uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/terikat. Untuk mengetahui hasil uji F adalah dengan melihat hasil regresi yang dilakukan dengan program SPSS

yaitu dengan membandingkan tingkat signifikansi masing-masing variabel bebas dengan  = 0,05. Apabila tingkat signifikansi F <  = 0,05 maka H

0

ditolak, sebaliknya jika tingkat signifikan F  = 0,05 maka H

0

diterima.

H. Uji signifikansi parsial (Uji t)

Pengujian hipotesis adalah menggunakan uji statistik t. Menurut Ghozali (2009) Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel penjelas/independen secara individu dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Untuk mengetahui hasil uji t adalah dengan melihat hasil regresi yang dilakukan

dengan program SPSS yaitu dengan membandingkan tingkat signifikansi masing-

masing variabel bebas dengan  = 0,05. Apabila tingkat signifikansi t <  = 0,05

maka H

0

ditolak, sebaliknya jika tingkat signifikan t  = 0,05 maka H

0

diterima.

Referensi

Dokumen terkait

Aplikasi ini juga merupakan salah strategi pemasaran yang bagus untuk bisnis food truck karena disamping tidak memerlukan banyak biaya promosi dengan cara meminta

judul “ Respon Pertumbuhan Tanaman Kentang ( Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola Secara Kultur Tunas Dengan Kombinasi Nutrisi AB Mix Dan Pupuk Organik Cair ”. Atas

obstetrik, pecahnya ketuban secara dini pada kehamilan dini merupakan penyebab tersering pelahiran preterm.. Cairan amnion normalnya jernih dan menumpuk didalam rongga amnion

Tantangan yang ada pada mata lomba ini adalah peserta akan diberikan suatu scene film berjudul “For The Sun” yang berkaitan dengan tema besar, lalu peserta akan membuat

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMA NEGERI 3 RANTAU UTARA TENTANG PERILAKU SEKSUAL TAHUN 2017” beserta isinya

2) Klik Edit untuk mengubah data, setelah selesai klik Save untuk menyimpan atau Cancel untuk membatalkan. 3) Klik Delete untuk menghapus data, pilih Yes untuk

Terkadang sering menjadi masalah yaitu banyak program tiap tahun hanya sekedar copy paste (salin dan tempel) dari program tahun sebelumnya. Tak jarang juga

dari akad tabarru‟ kepada akad tIjarah .109 Namun, tidak dapat dipungkiri dalam kenyataan akad tabarru‟ sering digunakan untuk menjembatani atau memperlancar akad