LAPORAN
“GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)”
PT. BPR LEGIAN
JL. GAJAH MADA NO. 125 -127 – DENPASAR TELP (0361) 411128
TAHUN 2018
1
PT BPR LEGIAN
LAPORAN PENETAPAN TATA KELOLA
KATA PENGANTAR
Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) PT Bank Perkreditan Rakyat Legian tahun 2017 disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.03/Pe2015, tanggal 1 April 2015 tentang penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 5 /SEOJK.03/2016, tanggal 10 Maret 2016 Tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat.
BPR Legian menyadari bahwa penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance ( GCG ) merupakan suatu keharusan demi menjaga kelangsungan usaha perusahaan dalam jangka panjang dan memaksimalkan nilai perusahaan. Penerapan Tata Kelola ditujukan antara lain untuk :
1. Mendukung visi BPR, untuk menjadi BPR Terbesar, Sehat dengan layanan dan Kinerja terbaik
2. Misi BPR Legian adalah :
a. Memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada nasabah.
b. Menyediakan produk dan jasa perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
c. Mendukung program pemerintah untuk pengembangan dan pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) melalui penghimpunan dana masyarakat serta menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman.
d. Meningkatkan value/nilai saham Perusahaan
e. Menjadi mitra yang aktif, kreatif, inovatif dan saling menguntungkan dengan para pelaku UMKM khususnya dan masyarakat pada umumnya.
f. Sebagai perusahaan yang memberikan rasa nyaman dan kesejahteraan pada pengurus dan seluruh karyawan.
2
g. Tetap menjaga kepedulian lingkungan dan masyarakat melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR).
h. Menjaga keselarasan dengan lembaga-lembaga keuangan yang lain dan bersama sama membangun perekonomian masyarakat pada
3. Memberi manfaat nilai tambah bagi para pemegang saham
4. Mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan usaha yang sehat, kompetitif untuk jangka panjang
5. Meningkatkan kepercayaan masyarakat dan nasabah-nasabah kepada BPR
A. Tranparansi Pelaksanaan Good Corporate Governance :
1. Transparansi Pelaksanaan Tata Kelola BPR meliputi 11 faktor yaitu : a. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
Jumlah, komposisi, kriteria dan independensi Anggota Dewan Direksi
Pada saat penyusunan laporan ini, BPR memiliki modal inti kurang dari Rp.50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah ), untuk itu telah memiliki 2 ( dua ) orang anggota Direksi. Jumlah, komposisi , independensi, kompetisi dan integritas dari seluruh aggota Direksi PT. BPR Legian telah memenuhi persyaratan dan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, antara lain :
i. Anggota Direksi bertempat tinggal di kota/ kabupaten yang sama atau kota/
kabupaten yang berbeda, tetapi pada propinsi yang sama dengan lokasi Kantor Pusat BPR.
ii. Seluruh anggota Direksi telah memilik pengalaman lebih dari 5 ( lima ) tahun di bidang operasional sebagai Pejabat Eksekutif BP
iii. Seluruh anggota Direksi tidak memliki rangkap jabatan sebagai Komisaris, Direksi atau Pejabat Eksekutif pada BPR, perusahaan atau lembaga lain.
iv. Seluruh anggota Direksi tidak memliki saham melebihi 25 % dari modal disetor pada perusahaan lain
v. Seluruh anggota Direksi tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan sesame anggota Direksi dan/atau dengan anggota dewan Komisaris
3
vi. Seluruh anggota Direksi tidak memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi
vii. Telah lulus fit and proper test dan telah memperoleh Surat Persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan
Susunan Direksi Tahun 2017
No Nama Jabatan
1 Indra Wijaya, SE Direktur Utama
2 Ni Putu Dewi Wirastini, SE Direktur yang membawahi fungsi Kepatuhan
Tugas dan Tanggung Direksi
Direksi BPR Legian merupakan bagian dari pengelola Bank yang diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham yang bertanggung jawab penuh dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
i. Direksi bertanggung jawab penuh atas kepengurusan Perseroan untuk kepentingan dan tujuan Perseroan
ii. Setiap anggota Direksi wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugasnya dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
iii. Mengusahakan dan menjamin terlaksananya usaha dan kegiatan Perseroan sesuai dengan tujuan Perseroan dan lapangan usahanya
iv. Menyiapkan susunan organisasi Perseroan lengkap dengan perincian tugasnya.
v. Menjalankan kewajiban lainnya sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan atau berdasarkan petunjuk Rapat Dewan atau RUPS
vi. Melaksanakan prinsip-prinsip GCG dalam setiap kegiatan usaha Perseroan pada seluruh tingkatan atau jenjang Perseroan
vii. Menindak lanjuti temuan audit rekomendasi dari Satuan Kerja Audit Internal Perseroan, Auditor Eksternal, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan/atau pengawasan otoritas lainnya
4
viii. Membuat Rencana Bisnis guna merencanakan langkah-langkah yang perlu diambil demi kelancaran aktifitas perusahaan dalam mewujudkan tujuan perusahaan memanfaatkan segala potensi yang tersedia secara efektif dan efisien
ix. Menyediakan data dan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris
x. Mengadakan dan menyimpan Daftar Pemegang Saham, Risalah RUPS, Risalah Rapat Direksi dan Direksi dengan Dewan Komisaris, Laporan Tahunan serta menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya sesuai petunjuk Rapat Dewan Komisaris atau RUPS
xi. Apabila dipandang perlu, Direksi dapat membentuk Komite-Komite Penunjang Direksi/Eksekutif untuk membantu Direksi dalam menjalankan tugas dan kewajibannya
Pendidikan dan Pengembangan Kualitas SDM Direksi :
1. Evaluasi Kinerja BPR/S 2018 Provinsi Bali dan Outlook Ekonomi 2019 yang diikuti oleh Direktur Kepatuhan
2. Penyusunan RBB BPR/S 2019 yang diikuti oleh Direktur Kepatuhan
3. Pelatihan Implementasi Gugatan Sederhana Bagi Debitur Wanprestasi BPR Provinsi Bali yang diikuti oleh Direktur Kepatuhan
4. Tugas dan Tanggung Jawab Direktur Kepatuhan dan Tata Kelola BPR yang diikuti oleh Direktur Kepatuhan
b. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
Jumlah, komposisi, kiteria dan independensi Anggota Dewan Komisaris
Sampai dengan akhir tahun 2018, jumlah dan komposisi anggota Dewan Komisaris belum memenuhi ketentuan GCG. Dewan Komsaris berjumlah 1 ( satu ) orang dan sudah lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan ( Fit and Proper Test ).
Susunan Komisaris Tahun 2018
5
No Nama Jabatan
1 Drs H Suhendry Hafni, MBM Komisaris
Sesama anggota dewan Komisaris dan Direksi tidak memiliki hubungan keuangan, kepengaruhan, kepemilikan saham dan atau hubungan keluarga yang mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. Anggota Dewan Komisaris tidak merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, Direksi atau Pejabat Ekesutif pada bank umum, bank perkreditan rakyat atau lembaga keuangan lainnya. Anggota Dewan Komisaris bertempat tinggal di kota/ kabupaten yang sama dengan lokasi Kantor Pusat BPR.
Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris.
i. Dewan Komisaris wajib melaksanakan tugas, tanggung jawab dan wewenangnya secara independen sehingga keputusan yang diambil obyektif dan bebas dari tekanan maupun kepentingan pihak manapun.
ii. Dewan Komisaris wajib mengarahkan , memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Perseroan serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi serta memberikan nasehat kepada Direksi
iii. Dewan Komisaris melakukan review atas suatu transaksi dalam rangka pelaksanaan pengawasan.
iv. Dewan Komisaris wajib memastikan terselenggaranya pelaksanaan Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Perseroan pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.
v. Dewan Komisaris wajib memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan Satuan Kerja Audit dan rekomendasi dari Divisi Audit Internal, Auditor Eksternal, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan / atau hasil pengawasan otoritas lain.
vi. Dewan Komisaris dalam melaksanakan kewajiban, tugas, tanggung jawab dan wewenangnya wajib memperhatikan Anggaran dasar Perseroan, Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris Perseroan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku
vii. Dewan Komisaris dilarang ikut serta dalam pengambilan keputusan mengenai kegiatan operasional BPR kecuali terkait dengan penyediaan dana kepada pihak
6
terkait sebagaimana ketentuan yang mengatur mengenai batas maksimum pemberian kredit.
viii. Dewan Komisaris wajib mereview visi dan misi Perseroan pada setiap awal memangku jabatan setelah pengangkatannya
c. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas dan fungsi komite
Sesuai dengan POJK NO 4/POJK.03/2015, BPR Legian belum memiliki komite-komite dikarenakan modal inti kurang dari 50 M
d. Penanganan benturan kepentingan
Dalam hal terjadi benturan kepentingan, anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan Pejabat Eksekutif dilarang mengambil tindakan yang dapat merugikan BPR atau mengurangi kentungan BPR dan wajib mengungkapkan benturan kepentingan dimaksud dalam setiap keputusan. Dalam rangka memenuhi ketentuan sebagaimana diatur pada pasal 69 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No 4/ POJK.03/2015 tentang Penanganan Benturan Kepentingan, maka managemen PT. BPR Legian akan menyusun kebijakan intern yang mengatur mengenai prosedur pemberian persetujuan dan pengungkapan benturan kepentingan.
e. Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Intern dan Audit Ekstern Fungsi Kepatuhan
BPR Legian telah menunjuk Direktur yang membawahi fungsi kepatuhan dan sudah disahkan dalam RUPS no 6 tanggal 15 Desember 2017
BPR Legian telah menunjuk Pejabat Eksekutif Kepatuhan yang diangkat dengan Surat Keputusan Direksi No 114/SK-DIR/BPRL/XII/ 2017 tanggal 29 Desember 2017
Pejabat Eksekutif Kepatuhan sudah memiliki pedoman kerja yang mengatur tugas dan wewenang Pejabat Eksekutif Kepatuhan
7 Fungsi Audit Intern
BPR Legian belum mengangkat Pejabat Eksekutif Audit Internal . Tugas dan wewenang serta fungsi Audit Internal sementara dibawah pengawasan Direktur Utama.
Fungsi Audit Eksternal
BPR Legian telah menunjuk Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik ( KAP ) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk melaksanakan Audit Laporan Keuangan secara Independen yaitu KAP Drs Amachi Arifin Mardani & Muliadi
Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk tidak melebihi masing- masing 3 ( tiga ) tahun.
Penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik telah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS )
f. Penerapan managemen resiko, termasuk sistem pengendalian intern
Selama tahun 2018, pengawasan Dewan Komisaris belum berjalan secara maksimal dimana pada tahun 2018 masih terdapat pelanggaran antara lain :
a. Pelanggaran BMPK
b. Adanya transaksi penggunaan dana untuk pribadi Sdr Titian Wilaras ( PSP ), keluarga dan perusahaan terkait yang bersangkutan yaitu mentransfer dana ke rekening pribadi PSP/ rekening yang ditunjuk oleh PSP
g. Batas Maksimum pemberian kredit
BPR Legian telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur yang tertulis dan jelas untuk penyediaan dana besar berikut monitoring dan penyelesaian masalahnya.Penerapan penyediaan dana oleh BPR kepada pihak terkait dan atau penyediaan dana besar telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit dan . Pada tahun 2018 sesuai dengan temuan audit OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ) terdapat pelanggaran BMPK dengan total pelanggaran adalah sebesar Rp. 6.835.981.
8 h. Rencana bisnis BPR
BPR telah menyusun rencana bisnis yang mencakup rencana strategis jangka panjang dan menyampaikan rencana bisnis tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan dengan berpedoman pada ketentuan yang mengatur mengenai rencana bisnis BPR
Pengembangan usaha yang akan dijadikan strategi PT. BPR Legian difokuskan pada peningkatan profitabilitas dengan dibarengi untuk meminimalkan resiko dan infrastruktur yang kuat sehingga mendukung ekspansi bisnis dan meningkatnya efisiensi melalui inisiatif yang diarahkan pada :
1. Melanjutkan pertumbuhan penyaluran kredit dengan fokus kepada segmen UMKM.
2. Pertumbuhan DPK difokuskan pada dana pihak ketiga terutama deposito berjangka dan tabungan dengan bunga yang kompetitif.
3. Menyelaraskan pengembangan teknologi khususnya sistem IT yang berbasis SAKETAP untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan peningkatan pelayanan
4. Memperkuat kemampuan SDM dengan penekanan pada peningkatan profesionalisme, produktifitas dan integritas SDM
5. Penyempurnaan pengawasan resiko kredit dan berkonsentrasi pada penagihan dan perbaikan struktur.
6. Penjualan AYDA yang telah jatuh tempo sehingga tidak menggerus modal inti bank 7. Penggunaan media sosial untuk pemasaran produk bank.
8. Ratio-ratio yang dikehendaki dalam ukuran BPR yang sehat dan kuat seperti ratio Cash Ratio, CAR, LDR, NPL, ROA dan BOPO
i. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan
BPR telah mentransparansikan kondisi keuangan dan non keuangan kepada stakeholder termasuk Laporan Keuangan Publikasi triwulanan dan telah melaporkannya kepada Otoritas Jasa Keuangan atau stakeholder sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Mentranparansikan tata cara pengaduan nasabah dan penyelesaian sangketa kepada nasabah sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang Pengaduan Nasabah
9
Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan telah dipublikasikan dalam 1 ( satu ) suratkabar berbahasa Indonesia yang memiliki peredaran luas di tempat kedudukan kantor pusat BPR
2. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Seluruh anggota Direksi tidak mempunyai saham yang melebihi 5 % ( lima perseratus ), baik pada BPR Legian maupun pada perusahaan lain yang berkedudukan di dalam dan luar negeri
Sedangkan anggota Dewan Komisaris, terdapat 1 ( satu ) orang anggota Dewan Komisaris ( Komisaris Utama ) mempunyai kepemilikan saham lebih dari 5 % pada BPR Legian. Per posisi 31 Desember 2017 kepemilikan saham lebih dari 5 % dari anggota Dewan Komisaris adalah sebagai berikut :
Nama Jabatan Komposisi saham
Titian Wilaras Komisaris Utama 99.62 %
Indra Wijaya,SE Direktur Utama 0 %
Ni Putu Dewi Wirastini Direktur 0 %
3. Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dan Direksi a. Hubungan Keuangan
Seluruh anggota Direksi tidak memiliki hubungan keuangan dalam hal menerima penghasilan, bantuan keuangan, atau pinjaman dari Pemegang Saham Pengendali BPR b. Hubungan Keluarga
Komisaris Utama memiliki hubungan keluarga dengan Pemegang Saham yaitu anak dari Komisaris Utama sedangkan Direksi BPR Legian tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua antara sesama anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Pemegang Saham.
10
4. Paket kebijakan Remunerasi dan Fasilitas lain bagi Dewan Komisaris dan Direksi Sesuai dengan ketentuan pada pasal 75 ayat (2) huruf (d) dan huruf (e) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 4/ POJK.03/2015 tentang Paket Kebijakan Remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris, serta tentang Ratio Gaji Tertinggi dan Gaji Terendah, maka dalam Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) Tahunan PT. BPR Legian, telah diputuskan besaran gaji dan kenaikan gaji yang tertuang dalam Berita Acara RUPS.
5. Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah
Berdasarkan data pada posisi 31 Desember 2018, Ratio gaji tertinggi dan terendah pada PT.
BPR Legian adalah sebagai berikut :
No Keterangan Ratio ( % )
a. Ratio Gaji Pegawai yang tertinggi dan terendah 4.98 : 1 b. Ratio Gaji Direksi tertinggi dan terendah 1 : 1 c. Ratio Gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah 1.50 : 1 d. Ratio Gaji Direksi yang tertinggi dan pegawai yang
tertinggi
1.50 : 1
6. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris
Rapat dewan komisaris telah diselenggarakan setiap 1 ( satu ) bulan sekali sebagaimana ketentuan dalam POJK No 4/ POJK.03/2015 , pasal 35 tentang Tata Kelola BPR. Rapat Dewan Komisaris membahas tentang Rencana Bisnis, isu-isu strategis ,Evaluasi / Penerapan kebijakan strategis BPR dan Evaluasi dan realisasi bisnis BPR. Disamping rapat- rapat rutin diantara dewan komisaris, manajemen juga menyelenggarakan rapat-rapat operasional diantara dewan komisaris dengan dewan direksi dan seluruh kepala cabang dan karyawan setingkat manajer untuk mendengarkan penjelasan tingkat pencapaian dan kendala-kendala yang dihadapi oleh BPR.
11
7. Jumlah Penyimpangan Internal ( Internal Fraud )
Penyimpangan / kecurangan Internal BPR yang dilakukan oleh para pegawai BPR, baik yang berkaitan dengan simpanan dana masyarakat atau penyalahgunaan kredit di BPR Legian selama tahun 2017 tidak ada
8. Permasalahan Hukum
Permasalahan hukum secara perdata atau pidana yang dihadapi oleh BPR Legian selama tahun 2018 adalah tidak ada, baik yang berkaitan dengan penyalahgunaan kredit atau simpanan dana masyarakat
9. Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan
Pada tahun 2018 adanya penggunaan dana untuk pribadi Sdr Titian Wilaras ( PSP ), keluarga dan perusahaan terkait yang bersangkutan yaitu mentransfer dana ke rekening pribadi PSP/ rekening yang ditunjuk oleh PSP
10. Pemberian Dana untuk kepentingan Sosial dan Kegiatan Politik Selama tahun 2017, BPR tidak mengeluarkan dana untuk kegiatan politik.
B. Laporan Penilaian Sendiri ( Self Assessment ) sesuai penilaian tingkat kesehatan bank dalam 1 tahun ( 2018 )
Berdasarkan hasil Self Assesement pelaksanaan GCG PT BPR Legian periode Desember 2018 disampaikan hal-hal sebagai berikut :
a. Nilai komposisi GCG sebesar 2.66 dengan prediksi baik b. Peringkat masing-masing perfaktor adalah :
No Aspek yang dinilai Nilai Analisis
1 Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris
0.41 Komposisi belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena hanya satu orang anggota Dewan Komisaris yang sudah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan dan satu orang ujian certifikasi
2 Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab 0.28 Seluruh persyaratan tentang tugas dan
12
Direksi tanggung jawab Direksi sudah dipenuhi
dan dilaksanakan dengan baik 3 Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas
Komite
0 BPR belum membentuk komite-komite karena belum diwajibkan sehubungan dengan modal inti masih < Rp 50 M 4 Penanganan Benturan Kepentingan 0.42 Selama tahun 2018, adanya
penggunaan dana untuk pribadi PSP 5 Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank 0.23 Direksi dan Satuan Kerja Kepatuhan
belu melakukan tugasnya secara baik dan efektif
6 Penerapan Fungsi Intern 0.34 BPR sudah memiliki audit intern untuk melaksanakan fungsi audit intern tetapi belum diangkat menjadi Pejabat Eksekutif.
7 Penerapan Fungsi Audit Eksternal 0.03 BPR telah melakukan penunjukan KAP sesuai dengan ketentuan yang berlaku melalui RUPS dan KAP yang ditunjuk terdaftar di OJK
8 Penerapan Fungsi Manajemen Resiko dan Pengendalian Intern
0 Belum diterapkan
9 Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Debitur Besar
0.29 Adanya pelanggaran BMPK yang belu terselesaikan
10 Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Bank
0.18 BPR menyampaikan informasi keuangan dan non keuangan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Laporan Pelaksanaan GCG telah disusun dengan format sesuai dengan ketentuan
11 Rencana strategis Bank 0.23 Rencana bisnis telah disusun dengan mencakup target jangka panjang dan jangka pendek serta konsisten dengan visi dan misi BPR dan telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan dengan berpedoman pada ketentuan yang mengatur mengenai rencana bisnis BPR
TOTAL NILAI KOMPOSIT 2.66 Peringkat komposit = cukup Baik
13 PENUTUP
Demikian laporan Tata Kelola Perusahaan ini kami susun dengan mengacu kepada Surat Edaran OJK No 5/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola bagi BPR. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola ( GCG ) pada PT. BPR Legian ini masih banyak kelemahan dan akan dilakukan perbaikan secara serius dan berkesinambungan sehingga kelemahan tersebut dapat diatasi dengan baik