• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BOKS 3

HASIL QUICK SURVEY

TERHADAP SATUAN KERJA PENGELOLA DAN PELAKSANA APBD DI PROVINSI BENGKULU

Bank Indonesia Bengkulu pada triwulan III tahun 2009 telah melakukan quick

survey terhadap satuan kerja pengelola dan pelaksana Anggaran Pendapatan dan Belanja

Daerah (APBD) baik di lingkungan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota

Bengkulu. Pelaksanaan survei ini dilatarbelakangi oleh relatif rendahnya realisasi belanja

daerah yang terjadi di berbagai daerah. Realisasi belanja daerah, di sisi lain, sangat

dibutuhkan untuk mendorong kinerja ekonomi daerah. Selain itu, survei ini juga dilakukan

untuk memperoleh informasi mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi

rendahnya realisasi belanja pemda.

Dari hasil survei diperoleh informasi bahwa sebagian besar responden menyatakan

telah merealisasikan belanja APBD secara maksimal. Mereka menyatakan bahwa kendala

yang dihadapi oleh satuan kerja dalam melakukan realisasi belanja adalah aspek legal

dikarenakan banyaknya jumlah peraturan atau ketentuan terkait yang diterbitkan, aspek

administrasi karena proses penyusunan anggaran yang panjang, serta aspek kondisi

makroekonomi yang bergejolak karena laju inflasi yang melonjak atau sulit diprediksi.

Untuk satuan kerja pengelola APBD, pos anggaran dan realisasi anggaran terbesar

adalah untuk belanja administrasi umum (belanja tidak langsung). Sedangkan untuk

satuan kerja pelaksana APBD, belanja modal sebagai pos anggaran dan realisasi anggaran

terbesar.

Tabel 1. Rata-rata realisasi APBD oleh responden

Rata-Rata Realisasi

No. Keterangan

Trw. I Trw. II Trw. III Trw. IV

1. Belanja Administrasi Umum 15% 32% 54% 96%

2. Belanja Operasi dan Pemeliharaan 13% 28% 47% 96%

3. Belanja Modal 5% 22% 47% 91%

4. Total Belanja 10% 27% 49% 94%

(2)

Dalam rangka meredam dampak krisis global, Pemerintah Pusat mengeluarkan langkah penyesuaian darurat di bidang fiskal atau yang dikenal dengan “Program Stimulus Fiskal APBN 2009”. Program ini memiliki target yang lebih khusus yakni menciptakan kesempatan kerja dan penanggulangan dampak PHK dan difokuskan pada stimulus belanja negara untuk pembangunan infrastruktur padat karya di seluruh Indonesia termasuk Provinsi Bengkulu. Dari hasil survei diketahui bahwa 50% dari responden mengetahui adanya stimulus fiskal tersebut. Menurut responden tersebut, program ini cukup efektif dalam mengatasi dampak krisis berupa penciptaan lapangan kerja dan mengurangi PHK. Selain itu, tidak terdapat kendala operasional dalam mengimplementasikan program tersebut.

Kemudian responden pengelola APBD juga menyatakan bahwa saat ini terdapat penerimaan daerah yang belum dialokasikan. Seluruh dana tersebut umumnya disimpan di rekening bank daerah dalam bentuk giro. Adanya kelebihan dana tersebut disebabkan oleh pola transfer dana dari pusat yang tidak sinkron dengan pola belanja yang dibutuhkan daerah.

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut dikarenakan perbedaan kriteria estimasi yang digunakan pada setiap metode, akan tetapi kebanyakan kadar MgO yang ada pada blok model hampir 90%

Dan untuk serabut kelapa juga mempengaruhi kohesi tanah pasir walaupun pengaruh serabut kelapa tidak begitu besar terhadap kuat geser yaitu pada kadar serabut

Kota di Indonesia merupakan sumber pengembangan manusia atau merupakan sumber konflik sosial yang mampu mengubah kehidupan dalam pola hubungan antara lapisan masyarakat

Begitu juga dengan sifat-sifat yang telah disepakati atau kesesuaian produk untuk aplikasi tertentu tidak dapat disimpulkan dari data yang ada dalam Lembaran Data Keselamatan

Penilaian mutu organoleptik dengan uji kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan aroma kue kering berbahan dasar tepung terigu dan tepung beras dengan substitusi tepung sorgum pada

Hal ini menunjukkan bahwa faktor karakteristik aktivitas belajar signifikan untuk membedakan hasil belajar Al-Qur’an Hadits siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Simalungun, di

Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 10 Tahun 2011 sebagai peraturan pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah 04 Tahun 2010 Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah

Faktor dominan yang diakibatkan dari beban kerja yang tinggi pada operator 1 adalah faktor kekuatan fisik, dimana dari hasil perhitungan dapat dilihat bahwa salah