• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab 12 buku dsr2 ilmu politik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "bab 12 buku dsr2 ilmu politik"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

TLh{;x

eN

WwlyT-tr &ffib:r*,&"$

HUBUNGAN

INTE

RNAS

IONAL

A. MAKNA DAN CAKUPAN HUBUNGAN TNTERNASIONAL

Rodee

&

Anderson (2006: 583), menyatakan bahwa disiplin

akademis mengenai Hubungan lnternasional, sebagai bagian dari ilmu politik mencakup bidang-bidang yang lebih khusus mengenai hukum internasional, politik internasional, dan organisasi internasional.

Politik internasional menekankan kekuasaan dan strategi dalam

arena internasional. Organisasi internasional lebih banyak memberi

tekanan pada pertimbangan hukum

dan

etika,

dan

lembaganya

menghasilkan cara-cara kerjasama

yang

rapi

untuk

mengadakan

perubahan internasional. Hukum internasional seperti hukum yang lainnya, bersandar pada dasar moral dan praktis. la menghendaki adanya

masyarakat yang bertanggungjawab dan teratur yang sangat mengabdi

pada nilai-nilai persamaan minimal yang dipunyai bersama. Hukum internasional dan politik internasional saling terjalin erat karena politik internasional dianggap bekerja dalam rangka hukum internasional.

Agar hukum internasional

bisa

mengikuti langkah-langkah politik

internasional, ia harus tetap fleksibel dalam bentuk dan isinya.

Sedangkan hubungan

hukum

internasional

dan

organisasi

internasional diibaratkan sebagai dua sisi sebuah mata uang logam.

hukum

internasional menetapkan

hak,

kewajiban, kekuasaan

dan

fungsi-fungsi negara

dan

organisasi internasional. Hukum

internasional dan organisasi internasional dalam perkembangannya

(2)

Dalam hal

ini

Sulistyani A. Gani (1984: 1-46) menggarnbarkan

keterkaitan

antara

hubungan internasional

dengan

politik internasional, organisasl internasional

dan

hukum

internasional sebagai berikut.

Di

dalam negara-negara mengadakan hubungan internasional terjad ilah powe r re I ati o nsh i p dan ini meru paka n sasa ra n

dari politik internasional. Hubungan kekuasaan itu diselenggarakan dengan cara membentuk crganisasi internasional. Bentuk kerjasama

inilah yang dijadikan sasaran dari satu ilmu yaitu Organisasi dan

,Ad ministrasi I nternasional. Dalann melaku kan hu bungan i nternasional

berlaku norma-norma atau kaidah-kaidah hukum baik yang tertulis

maupun yang tidak tertulis. Semuanya itu dicakup dan dlpelajari oleh

suatu lapangan ilmu yang disebut Hukum lnternasional'

Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa istilah hubungan

internasional

lebih

luas daripada

polifik

internasional, organisasi

internasional maupun hukum internasional.

Untuk memahami hubungan internasional, Mochtar Mas'oed

(1994: 29-32), menyatakan

dapat

dengan

cara

mernahami 12

pertanyaan fundamental yang diajukan Karl W. Deutsch, dalam Ihe

Analysis

of

lnternotional Relations (1978). Keduabelas pertanyaan

terkait hal-hal berikut:

1)

Bangsa dan Dunia. Pertanyaannya antara lain: Selama bangsa

itu ada, bagairnana hubungannya dengan bangsa-bangsa lain?

Bagaimana negara bangsa berhubungan dengan organisasi-organisasi internasional dan dengan sistem politik internasional?

2\

Proses Transnasional

dan

lnterdependensi lnternasional'

Pertanyaannya antara lain: Apakah Negara-negara dan bangsa-bangsa di dunia sekarang lebih "bendaulat" dan tidak tergantung sama lain, atau apakah tindakan dan nasib mereka menjadi semakin saling tergantung?

(3)

?t kikfr.-* it.liLr;i i\-Ml ) 7 Al',{ rtl.

menentukan terjadinya perang

dan

perdamaian

di

antara

bangsa-bangsa lain? Kapan, bagaimana, dan mengapa perang

pecah, berlangsung, dan berhenti? Bagaimana proses perang

itu berlangsung di nnasa lalu, sekarang, dan kemungkinannya di masa datang?

Kekuatan dan Kelemahan. Pertanyaannya antara lain: Bagaimana

sifat kekuatan atau kelemahan suatu pernerintah, atau suatu

bangsa dalam politik internasional? Apa sumber-surnber dan syarat-syarat bagi tumbuhnya kekuatan itu?

Politik

internasional

dan

masyarakat

internasional' Pertanyaannya antara lain: Apa yang bersifat

politik

dalam

hubungan internasional,

dan

apa yang tidak?

Bagaimana

hubungan

antara

politik

internasional dengan kehidupan

masyarakat bangsa-bangsa?

Kependudukan

versus

pangan,

sumber

daya

alam

dan lingkungan. Pertanyaannya

antara

lain:

Apakah

jumlah penduduk dunia

tumbuh

Iebih cepat daripada penyediaan

bahan makanan, energi dan sumber daya alam lainnya, dan

lebih cepat daripada "daya dukung" lingkungan, dalam arfi udara dan air yang bersih dan lingkungan alam tanpa polusi? Apakah kelalaian dalam bidang ini bisa menimbulkan ancaman

terhadap "keamanan nasional" bangsa-bangsa di dunia, suatu ancaman yang sama gawatnya atau lebih menakutkan daripada

yang

mungkin

yang

ditimbulkan

oleh

adanya perubahan kekuatan politik atau militer di negara-negara tetangganya?

Kemakmuran

dan

kemiskinan. Pertanyaannya

antara

lain: Berapa besar ketimpangan distribusi kekayaan dan penghasilan

di antara bangsa-bangsa di dunia? Berapa besar ketimpangan

dalam hal-hal yang berkaitan dengan

itu,

misalnya harapan hidup dan pendidikan? Apakah berbagai kepentingan semakin

207

Al

s)

6)

Referensi

Dokumen terkait

raling menonjol adalah pemilikan kekuasaan yang sangat besar 8€berapa pandangan tentang negara sebagai konsep politik antaaa 3in dikemukakan oleh Plato, Aristoteles,

Dalam konteks umat, seluruh bangsa yang menganut agama Islam di berbagai negara adalah bersaudara. Sedangkan dalam konteks global, setiap manusia di seluruh dunia memiliki hak

Globalisasi sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain,

Globalisasi sebagai suatu proses sosial atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain,

Nasionalisme kini tidak diperlukan lagi, sebab tantangan yang dihadapi oleh generasi sekarang lain sama sekali lain dari zaman penjajahan. lndonesia adalah negara "baru"

Berdasarkan fenomena yang terjadi di kawasan Asia Tenggara, serta adanya faktor-faktor yang mempengaruhi setiap tindakan terhadap negara lain dalam kebijakan luar

Zaman prasejarah adalah zaman dimana belum dikenalnya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak

Negara melakukan spesialisasi dalam menghasilkan barang yang efi sien dibandingkan dengan negara lain dan melakukan perdagangan internasional dengan negara lain yang mempunyai kemampuan