• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

5

LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem

Pendekatan sistem berkaitan dengan pemahaman serangkaian urutan operasi, jaringan kerja yang melibatkan elemen/komponen untuk menjamin penanganan yang seragam dari urutan operasi/transaksi bisnis yang terjadi. Maka dari itu diperlukan pemahaman mengenai pengertian, karakteristik dan klasifikasi sistem.

2.1.1 Pengertian Sistem

Sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen berupa data, jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, sumber daya manusia, teknologi baik hardware maupun software yang saling berinteraksi sebagai salah satu kesatuan untuk mencapai tujuan/sasaran tertentu yang sama. (Maniah & Hamidin, 2017)

Sistem bisa diartikan sebagai sekumpulan sub sistem, komponen ataupun element yang saling bekerja sama dengan tujuan yang sama untuk menghasilkan output yang sudah ditentukan sebelumnya. (Mulyani, 2016b)

Menurut (Tyoso, 2016) mengemukakan bahwa, “Sistem merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen yang membentuk satu kesatuan.”

Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, Sistem adalah kumpulan dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik phisik atau non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

(2)

A. Karakteristik Sistem

Menurut (Hutahaean, 2015) dalam bukunya, mengemukakan bahwa supaya sistem dikatakan baik yaitu memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa sub sistem atau bagian-bagian dari sistem.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Lingkungan luar sistem adalah lingkungan di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan harus dikendalikan, walaupun tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Penghubung sistem (interface) merupakan suatu media penghubung antara satu sub sistem dengan sub sistem lainnya. Melalui penghubung ini, ada kemungkinan sumber-sumber daya mengalir dari sub sistem ke sub sistem lain. Keluaran (ouput) dari sub sistem akan menjadi masukan (input) untuk sub sistem lain melalui penghubung.

(3)

5. Masukan Sistem (Input)

Masukan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenance input) dan masukkan sinyal (signal input). Perawatan (maintenance input) adalah energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi. Sedangkan masukan sinyal (signal input) adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Contohnya dalam sistem komputer program adalah maintenance input, sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

6. Keluaran Sistem (Output)

Keluaran sistem merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contohnya komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

7. Pengolah Sistem (Process)

Suatu sistem yang menjadi bagian pengolah akan merubah masukkan menjadi keluaran. Contoh dalam sistem produksi akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.

8. Sasaran Sistem (Objectives)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan oleh sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem.

(4)

Sumber: (Hutahaean, 2015)

Gambar II.1 Karakteristik Sistem B. Klasifikasi Sistem

Pengertian menurut (Hutahaean, 2015) dalam bukunya, klasifikasi sistem adalah suatu bentuk integrasi suatu komponen dengan komponen lainnya, karena setiap sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang ada di dalam sistem tersebut. Sistem diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang :

1. Sistem Abstrak (Abstract System)

Sistem abstrak merupakan sistem berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem ketuhanan (theology), yaitu sistem pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhannya.

2. Sistem Fisik (Physical System)

Sistem fisik merupakan sistem yang ada atau tampak secara fisik. Seperti misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dan lain sebagainya.

3. Sistem Alamiah (Natural System)

Sistem alamiah merupakan sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi.

(5)

4. Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang dan dibuat oleh manusia. Sistem buatan yang melibatkan manusia dengan sebuah mesin disebut dengan Human-Machine System atau Man-Machine System.

5. Sistem Tertentu (Deterministic System)

Sistem tertentu merupakan sistem yang kegiatannya dapat diprediksi berdasarkan program-program yang dijalankannya. Contohnya sistem komputer karena tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankannya.

6. Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)

Sistem tak tentu merupakan sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi sebelumnya karena mengandung unsur probabilitas. Misalnya, gempa. 7. Sistem Tertutup (Closed System)

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak behubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luar.

8. Sistem Terbuka (Open System)

Sistem terbuka merupakan sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau sub sistem yang lainnya.

2.1.2 Pengertian Informasi

Informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya, serta untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan. (Hutahaean, 2015)

(6)

Menurut (Mulyani, 2016b) dalam bukunya, “Informasi merupakan data yang sudah diolah yang ditujukan untuk seseorang, organisasi ataupun siapa saja yang membutuhkan”.

Berdasarkan pengertian informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan sekumpulan data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna, menggambarkan suatu kejadian yang nyata dan dijadikan sebagai alat bantu untuk pengambilan keputusan bagi penggunanya.

Informasi yang berkualitas memiliki kriteria-kriteria tertentu. Menurut (Mulyani, 2016b) mengemukakan bahwa kriteria informasi yang terdiri dari :

1. Relevan

Informasi harus bisa dikatakan relevan apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini, dan memprediksi masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi di masa lalu.

2. Andal

Informasi harus bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur, serta dapat diverifikasi.

3. Lengkap

Informasi disajikan selengkap mungkin, yaitu mencakup semua informasi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.

4. Tepat waktu

Pengambilan keputusan dapat berpengaruh dan berguna apabila informasi disajikan tepat waktu.

(7)

5. Dapat dipahami

Informasi disajikan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna.

6. Dapat diverifikasi

Informasi yang disajikan dapat diuji kebenarannya, apabila pengujian tersebut dilakukan lebih dari sekali oleh pihak yang berbeda, hasilnya tetap menunjukkan kesimpulan yang tidak berbeda jauh.

7. Dapat diakses

Informasi yang tersedia pada saat dibutuhkan dan dengan format yang dapat digunakan.

Sumber: (Mulyani, 2016b)

Gambar II.2 Ilustrasi antara Hubungan Data dan Informasi

A. Siklus Hidup Informasi

Menurut (Maniah & Hamidin, 2017) mengemukakan bahwa, “Siklus hidup informasi (information life cycle) merupakan pengelolaan melalui proses menjadi penggunaan untuk mengetahui kapan harus diformulasikan, dirasionalisasi dan pada akhirnya informasi tersebut dibuang atau tidak digunakan lagi”.

Dalam manajemen siklus hidup informasi, pertimbangan untuk informasi meliputi :

1. Bagaimana informasi diciptakan : Systemic (berhubungan dengan suatu sistem), environmental (berhubungan dengan lingkungan).

(8)

2. Bagaimana informasi disampaikan : One-to-many presentation, white paper, website FAQ, website internasional, website directed (link yang dikirim dengan email dan sebagainya) ke website tertentu, disampaikan berbasis aplikasi melalui expert system, one-to-one presentation seperti dari mulut ke mulut, komunikasi ad-hoc.

3. Bagaimana informasi setelah dikelola : Kompleksitas informasi, kompleksitas proses penciptaan, kompleksitas manajemen sistem, dampak finansial dari penciptaan informasi.

4. Jenis informasi yang diciptakan : Tacit (diciptakan dan disimpan secara informal seperti memori manusia, local harddrive computer, expert system (memindahkan informasi tacit ke dalam struktur formal).

5. Nilai sumber : Usia informasi, kedekatan informasi dengan pelanggan, sumber informasi, dan interaksi sebelumnya dengan sumber tertentu.

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi

Pengertian sistem informasi menurut (Hutahaean, 2015) adalah, “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan-kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan”.

Menurut (Djahir & Pratitia, 2015) mengemukakan bahwa, “Sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi”.

(9)

Dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan kombinasi antara beberapa komponen (manusia, teknologi informasi, proses kerja dan lain-lain) yang saling berhubungan atau berinteraksi untuk melakukan pengolahan data menjadi informasi dalam suatu organisasi.

A. Komponen dan Jenis Sistem Informasi

Menurut (Hutahaean, 2015) menegaskan bahwa, “Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building block), yang terdiri dari blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali.”

Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi dengan membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

1. Blok Masukan (Input Block)

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input yang dimaksud adalah metode serta media untuk menangkap data yang akan dimasukan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model (Model Block)

Blok ini merupakan kombinasi dari prosedur, logika serta model matematik yang nantinya akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran (Output Block)

Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas serta menghasilkan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

(10)

4. Blok Teknologi (Technology Block)

Blok teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi. Teknologi ini digunakan sebagai penerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran atau output, serta membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 (tiga) bagian utama, yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware).

5. Blok Basis Data (Database Block)

Basis data merupakan sekumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lainnya, yang tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

6. Blok Kendali (Control Block)

Ada banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, yaitu bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.1.4 Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Menurut (Mulyani, 2016b) mengemukakan bahwa, “Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang sudah terkomputerisasi yang bekerja karena adanya interaksi manusia dan komputer. Sistem informasi manajemen mencakup tugas-tugas yang sangat luas termasuk analisis keputusan dan sebagai alat untuk membuat keputusan”.

(11)

Menurut (Muslihudin & Oktafianto, 2016) mengemukakan bahwa, “Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah informasi pada level manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu”.

2.1.5 Pengertian Web

Pengertian website menurut (Hastanti et al., 2015), Website merupakan kumpulan halaman-halaman yang berisi informasi yang disimpan di internet yang bisa diakses atau dilihat melalui jaringan internet pada perangkat-perangkat yang bisa mengakses internet itu sendiri seperti komputer.

Berdasarkan teori di atas, website merupakan kepanjangan dari World Wide Web (WWW), informasi ini disimpan pada web server untuk diakses dari jaringan browser seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome. Sedangkan web adalah fasilitas hypertext yaitu sebuah sistem informasi yang disajikan dalam bentuk 9 teks, gambar, suara yang berisi tulisan-tulisan yang lazimnya dilengkapi dengan gambar maupun foto.

A. Web Server

Web server merupakan sebuah software yang memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien yang dikenal dan untuk mengirimkannya kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web dan pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML (Hypertext Markup Language). (Budiman et al., 2019)

(12)

B. Web Browser

Web browser merupakan sebuah perangkat lunak atau software yang berfungsi untuk menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen yang disediakan oleh server web. (Hastanti et al., 2015)

2.1.6 Pengertian Elearning

Tavangarian, dkk. mengemukakan e-learning merupakan sistem pembelajaran elektronik yang mencakup berbagai jenis media yang dapat memberikan dan menampilkan teks, audio, gambar, animasi, dan video streaming, dan termasuk aplikasi teknologi dan proses seperti audio atau video tape, TV satelit, CD-ROM, dan pembelajaran berbasis komputer, baik menggunakan intranet, extranet atau berbasis website. (Handani et al., 2016)

2.2 Teori Pendukung

Peralatan pendukung merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, diagram-diagram yang menunjukkan secara tepat arti dan fungsinya. Serta menjelaskan tentang teori-teori dari alat bantu dalam menggambarkan bentuk logika dari suatu sistem yang dianalisa atau dirancang.

2.2.1 Bahasa Pemrograman

Untuk membuat sebuah aplikasi website, maka dibutuhkan suatu bahasa pemrograman dengan menggunakan bahasa markup, stylesheet dan juga bahasa script. Yang penggunaannya akan dijelaskan sebagai berikut:

(13)

A. PHP (Hypertext Preprocessor)

Hypertext Preprocessor atau lebih akrab dengan sapaan PHP merupakan bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk pengembangan web. PHP disebut bahasa pemrograman server-side karena diproses pada komputer server.

Hal ini berbeda dengan bahasa pemrograman client-side seperti Javascript yang diproses di dalam web browser. (Jannah & Sarwandi, 2019)

PHP adalah bahasa pemrograman script sederhana yang digunakan untuk pemrosesan HTML Form di dalam halaman website. (Hastanti et al., 2015)

B. HTML (Hypertext Markup Language)

Pengertian Hypertext Markup Language menurut (Djaelangkara et al., 2015) merupakan sebuah bahasa markah yang dipakai untuk pembuatan sebuah halaman web dan menampilkan bermacam jenis informasi dalam sebuah penjelajah web internet dan pemformatan hypertext yang sederhana, ditulis dalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tempilan wujud yang terintegrasi.

C. CSS (Cascading Style Sheet)

Cascading Style Sheet merupakan sebuah perintah aturan untuk mengendalikan komponen-komponen dalam pembuatan sebuah website, sehingga menjadi lebih terstruktur dan seragam. Pada umumnya CSS dipakai untuk memformatkan tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML. (Djaelangkara et al., 2015)

2.2.2 Basis Data

Basis data merupakan komponen sistem informasi yang berfungsi sebagai media penyimpanan data dan tempat pengolahan data menjadi informasi yang sangat penting dalam upaya menciptakan suatu aplikasi atau program yang terintegrasi.

(14)

Menurut (Lubis, 2016) pengertian basis data ialah, “Gabungan file data yang dibentuk dengan hubungan atau relasi yang logis dan dapat diungkapkan dengan catatan serta bersifat independen.”

Sedangkan menurut (Yanto, 2016), “Basis data merupakan himpunan kelompok data yang saling berhubungan yang di organisasi sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.”

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa basis data meruoakan tempat penyimpanan data-data yang dapat diolah menjadi informasi atau bentuk yang lebih berguna.

A. Structured Query Language

Pada basis data ini, terdapat bahasa pemrograman yang mengolah basis data tersebut. Bahasa yang sering digunakan adalah Structured Query Language (SQL).

Pengertian SQL menurut (Djaelangkara et al., 2015) adalah sebuah konsep pengoperasian basis data, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.

Dapat disimpulkan bahwa SQL digunakan untuk komunikasi dengan database. SQL digunakan untuk melakukan tugas-tugas seperti melakukan update terhadap database, yang merujuk pada konsep Relational Database Management System (RDBMS).

2.2.3 Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Sebuah model proses rekayasa perangkat lunak dipilih berdasarkan sifat proyek dan aplikasi, metode dan alat-alat yang akan digunakan, dan kontrol dan kiriman yang diperlukan.(Utami & Asnawati, 2015)

(15)

1. Model Prototipe

Sering pelanggan (custumer) membayangkan kumpulan kebutuhan yang diinginkan tapi tidak terspesifikasikan secara detail dari segi masukan (input), proses, maupun keluaran (output). Model prototype dapat digunakan untuk menyambungkan ketidak pahaman pelanggan mengenai hal teknis dan memperjelas spesifikasi kebutuhan yang diinginkan pelanggan kepada pengembang perangkat lunak.

Model prototipe cocok digunakan untuk menjabarkan kebutuhan pelanggan secara lebih detail karena pelanggan sering kali kesulitan menyampaikan kebutuhannya secara detail tanpa melihat gambaran yang jelas. Model prototipe kurang cocok untuk aplikasi dengan skala besar karena membutuhkan prototipe untuk aplikasi sekala besar akan sangat memakan waktu dan tenaga.

2.2.4 Unified Modeling Language

Unified Modeling Language selanjutnya disebut UML adalah sebuah teknik pengembangan sistem yang menggunakan bahasa grafis sebagai alat untuk pendokumentasian dan melakukan spesifikasi pada sistem. (Mulyani, 2016a)

A. Use Case Diagram

hubungan antara sistem dengan aktor. Diagram ini hanya menggambarkan secara global. (Mulyani, 2016a)

Karena use case diagram hanya menggambarkan sistem secara global, maka elemen-elemen yang digunakan pun sangat sedikit. Berikut ini elemen-elemen yang digunakan pada use case diagram:

(16)

Sumber: (Mulyani, 2016a)

Gambar II.3 Elemen pada Use Case Diagram

System, merupakan batasan-batasan proses yang sudah di deskripsikan dalam sebuah sistem.

Actor, elemen yang menjadi pemicu sistem. Actor bisa berupa orang, mesin ataupun sistem lain yang berinteraksi dengan use case.

Use Case, potongan proses yang merupakan bagian dari sistem. Association, menggambarkan interaksi antara use case dan actor.

Depedency, menggambarkan relasi (relationship) antara dua use case. Ada 2 (dua) tipe dari depedency yaitu, include dan extends. Include merupakan tipe dari depedency yang menghubungkan dua use case dimana satu use case membutuhkan use case yang satunya. Sedangkan extends adalah tipe dari depedency yang menghubungkan dua use case dimana satu use case terkadang akan memanggil use case yang satunya tergantung pada kondisi.

Generalization, menggambarkan pewarisan antara dua actor atau use case dimana salah satu actor atau use case mewarisi properties ke actor atau use case yang satunya.

(17)

B. Activity Diagram

Activity diagram, yaitu diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur kerja (aktivitas) pada use case (proses), logika, proses bisnis dan hubungan antar aktor dengan alur-alur kerja use case. (Mulyani, 2016a)

Berikut ini elemen-elemen dari activity diagram:

Activities, yaitu elemen yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas.

Transitions, yaitu elemen yang digunakan untuk menggambarkan transisi dari elemen yang satu ke elemen lainnya.

Decisions, yaitu elemen yang digunakan untuk percabangan logika. Elemen ini sering dijumpai pada flowchart, terutama flowchart yang digunakan untuk menggambarkan sebuah algoritma.

Merge Point, yaitu elemen yang digunakan untuk mengikatkan percabangan proses. Elemen ini merupakan perlawanan dari decisions, dimana jika decisions digunakan sebagai percabangan, sedangkan merge point digunakan sebagai penggabungan percabangan.

C. Class Diagram

Class diagram menggambarkan keadaan sistem fungsi-fungsi dan kebutuhan yang akan berkaitan dengan menu utama dan koneksi database. (Destiningrum & Adrian, 2017)

Class diagram merupakan diagram yang menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. (Setiawan, 2018)

D. Sequence Diagram

Sequence diagram merupakan diagram yang menggambarkan interaksi antara sejumlah objek dalam urutan waktu. Kegunaannya untuk menunjukkan rangkaian

(18)

pesan yang dikirim antara objek juga interaksi antar objek yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem. (Isa & Hartawan, 2017)

2.2.5 ERD (Entity Relationship Diagram)

ERD (Entity Relationship Diagram) merupakan model teknik pendekatan yang menyatakan atau menggambarkan hubungan suatu model. Di dalam hubungan ini tersebut dinyatakan utama dari ERD adalah menunjukkan objek data (entity) dan hubungan (relationship) yang ada pada entity berikutnya. (Fridayanthie & Mahdiati, 2016)

ERD adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual dari model konseptual suatu basis data relasional. ERD juga merupakan gambaran yang merelasikan antara objek yang satu dengan objek yang lain dari objek di dunia nyata yang sering dikenal dengan hubungan antar entitas. (Yanto, 2016)

Menurut (Yanto, 2016) ERD terdiri dari 3 komponen utama, yaitu entitas (entity), atribut (attribute), dan relasi (relationship).

1. Entitas (Entity)

Entitas adalah suatu objek di dunia nyata yang dapat dibedakan dengan objek lainnya. Objek tersebut dapat berupa orang, benda ataupun hal lainnya.

Gambar II.4 Simbol Entitas Entitas terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:

a. Entitas Kuat (Strong Entity)

Entitas kuat adalah entitas yang dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada entitas lainnya. Entitas kuat memiliki atribut key dan entitas kuat digambarkan sebagai kotak persegi panjang bergaris tunggal.

(19)

b. Entitas Lemah (Weak Entity)

Entitas lemah adalah entitas yang tidak dapat berdiri sendiri. Entitas lemah merupakan hasil dari pembentukan entitas kuat, entitas lemah tidak memiliki atribut key dan entitas lemah digambarkan sebagai kotak persegi panjang bergaris ganda. Jika entitas kuat yang membentuk entitas lemah dihapus, maka secara otomatis entitas lemah akan terhapus.

Gambar II.5 Jenis Entitas 2. Atribut

Atribut merupakan semua informasi yang berkaitan dengan entitas. Atribut sering dikenal dengan property dari suatu entitas atau objek. Atribut digambarkan dalam bentuk lingkaran elips. Macam-macam atribut :

a. Atribut sederhana (Simple Attribute)

Atribut sederhana adalah atribut yang nilainya tidak dapat dibagi lagi menjadi banyak atribut yang lebih kecil.

(20)

b. Atribut Komposit (Composite Attribute)

Atribut komposit adalah atribut gabungan yang nilainya dapat dipecah menjadi bagian yang lebih kecil. Atau sering disebut atribut yang terdiri dari beberapa atribut kecil di dalamnya.

Gambar II.7 Simbol Atribut Komposit

c. Atribut Bernilai Tunggal (Single Values Attribute)

Atribut bernilai tunggal adalah jenis atribut yang nilainya hanya satu dari suatu entitas.

Gambar II.8 Simbol Atribut Bernilai Tunggal d. Atribut Bernilai Banyak (Multivalues Attribute)

Atribut bernilai banyak adalah jenis atribut yang nilainya lebih dari satu dalam suatu entitas tertentu.

Gambar II.9 Simbol Atribut Bernilai Banyak e. Atribut Turunan (Derived Attribute)

Atribut turunan adalah jenis atribut yang nilainya diperoleh dari atribut yang lain.

(21)

Gambar II.10 Simbol Atribut Turunan f. Atribut Identitas (Key Attribute)

Atribut identitas adalah satu atribut yang dijadikan sebagai kunci pada suatu tabel. Sifat atribut identitas ini unik, tidak ada yang menyamai. Atribut identitas terdiri dari beberapa jenis yaitu:

1) Super key

Super key adalah suatu atribut atau kumpulan atribut secara unik mengidentifikasi sebuah baris di dalam relasi atau himpunan dari satu atau lebih entitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi secara unik sebuah entitas dalam set entitas.

2) Candidate Key

Candidate key adalah atribut yang menjadi determinan yang dapat dijadikan identitas baru pada sebuah relasi. Biasanya super key minimum.

3) Primary Key

Primary key adalah kandidat key yang dipilih untuk mengidentifikasi baris data secara unik dalam relasi.

4) Alternative Key

Alternative key adalah candidate key yang tidak terpilih sebagai primary key atau atribut untuk menggantikan kunci utama.

5) Foreign Key

Foreign key adalah atribut dengan domain yang sama yang menjadi kunci utama sebuah relasi, tetapi pada relasi lain atribut tersebut merupakan atribut biasa.

(22)

6) Composite Key

Composite key adalah kunci yang terdiri dari dua atribut atau lebih. Atribut tersebut berdiri sendiri tidak menjadi identitas baris, tetapi bilai dirangkaikan menjadi satu kesatuan akan dapat mengidentifikasi secara unik.

Gambar II.11 Simbol Atribut Identitas 3. Tipe Relasi

Ada 2 macam penggambaran relasi yaitu relasi kuat dan relasi lemah. Relasi kuat adalah untuk menghubungkan antar entitas kuat sedangkan relasi lemah untuk menghubungkan antar entitas kuat dengan entitas lemah.

Gambar II.12 Tipe Relasi 4. Derajat Kardinalitas

Derajat kardinalitas merupakan penjabaran dari hubungan antar entitas. Derajat kardinalitas dibagi atas 3 bagian, yaitu:

a. One to One

Derajat kardinalitas one to one atau satu ke satu terjadi jika satu entitas X hanya berelasi dengan satu entitas Y, ataupun sebaliknya. Sebagai contoh satu kelas hanya memiliki satu pembimbing akademik.

(23)

Gambar II.13 Kardinalitas One to One b. One to Many

Derajat kardinalitas one to many atau satu ke banyak terjadi jika satu entitas X berelasi dengan banyak entitas Y, ataupun sebaliknya. Sebagai contoh satu dosen mengajar banyak kelas.

Gambar II.14 Kardinalitas One to Many c. Many to Many

Derajat kardinalitas many to many atau banyak ke banyak terjadi jika banyak entitas X berelasi dengan banyak entitas Y, ataupun sebaliknya. Sebagai contoh banyak mahasiswa mengambil banyak mata kuliah.

(24)

Gambar II.15 Kardinalitas Many to Many

2.2.6 LRS (Logical Record Structure)

LRS (Logical Record Structure) merupakan representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas. (Fridayanthie & Mahdiati, 2016)

Berikut adalah cara membentuk skema database atau logical record structure berdasarkan entity relationship diagram:

a. Jika relasinya satu ke satu (one to one), maka foreign key diletakan pada salah satu dari dua entitas yang ada atau menyatukan kedua entitas tersebut.

b. Jika relasinya satu ke banyak (one to many), maka foreign key diletakan pada pada identitas many.

c. Jika relasinya banyak ke banyak (many to many), maka dibuat “file conector” yang berisi dua foreign key yang berasal dari kedua entitas.

2.2.7 Software Pendukung

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis menggunakan beberapa software pendukung. Software pendukung yang digunakan adalah sebagai berikut:

(25)

A. Sublime Text

Pengertian Sublime text menurut (Setiawan, 2018) merupakan teks editor yang berbasis python, sebuah teks editor yang elegan, kaya fitur, cross flatform, mudah digunakan dan simpel yang cukup terkenal di kalangan developmer (pengembang), penulis dan desainer.

Sublime text merupakan software proprietary yang saat ini paling banyak digunakan oleh para web development. Meskipun software intinya adalah proprietary, tapi banyak plugin-plugin sublime text yang open source.

B. XAMPP

Menurut (Haqi & Setiawan, 2019) XAMPP merupakan perangkat lunak bebas (free software) yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program.

Adapun fungsi XAMPP sendiri yaitu sebagai server yang berdiri sendiri atau yang biasa disebut localhost, dan terdiri dari beberapa program, antara lain: Apache HTTP Server, MYSQL Database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl.

C. PhpMyAdmin

PhpMyAdmin merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat database, pengguna (user), memodifikasi tabel, maupun mengirim database secara cepat dan mudah tanpa harus menggunakan perintah (command) SQL. (Hikmah et al., 2015)

D. MySQL

Pengertian MySQL menurut (Djaelangkara et al., 2015) adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basis data relational RDBMS yang didistribusikan secara gratis di bawah lisensi GPL (General Public License).

(26)

Dapat disimpulkan bahwa MySQL adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk membuat query dalam pembuatan database, tabel maupun manipulasi data dengan RDBMS (Relational Database Management System) yaitu aplikasi sistem yang menjalankan fungsi pengolahan data.

Gambar

Gambar II.1 Karakteristik Sistem  B.  Klasifikasi Sistem
Gambar II.2 Ilustrasi antara Hubungan Data dan Informasi
Gambar II.3 Elemen pada Use Case Diagram
Gambar II.4 Simbol Entitas  Entitas terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:
+7

Referensi

Dokumen terkait

Superkey: Superkey merupakan satu atau lebih atribut yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik, ada lebih dari satu kumpulan atribut

Atribut Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat mem-bedakan semua baris data (Row/Record) dalam tabel secara unik. Dikatakan unik jika pada

Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data (row) dalam tabel secara unik, artinya jika suatu atribut dijadikan sebagai key, maka

Himpunan Entitas dan Himpunan Relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari „dunia nyata‟ yang kita

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan baris lain pada suatu

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan baris lain pada suatu entitas.

Untuk kardinalitas relasii 1-1, maka relasi tidak diimplementasi menjadi tabel tetapi atribut pada relasi akan yang mewakili salah satu dari kedua himpunan

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan baris lain pada