Analisis unsur iklim terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota Kendari tahun
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spatialtemporal penyakit DBD dan mengetahui hubungan antara suhu udara, kelembaban udara, curah hujan dan
Analisis uji regresi linear sederhana digunakan untuk menguji korelasi faktor iklim antara lain curah hujan, suhu udara, kelembaban udara, dan lama penyinaran matahari terhadap
Model prediksi kejadian DBD di Kota Yogyakarta menggunakan variasi 3 prediktor iklim yaitu curah hujan, hari hujan dan suhu pada time lag 1 dengan nilai korelasi diatas 57% -
Populasi dam sampel dalam penelitian ini adalah semua kejadian DBD pada bulan Januari 2013 sampai dengan Desember 2017 di Kota Pekanbaru yang tercatat di Dinas
Hasil analisis prediksi kejadian DBD di Kota Ternate pada bulan Juli yang dipengaruhi oleh suhu dengan nilai r=0,92;p=0,001˂p0,05 dan kelembaban dengan nilai r=0,97;p=0,001˂p0,05
Analisis uji regresi linear sederhana digunakan untuk menguji korelasi faktor iklim antara lain curah hujan, suhu udara, kelembaban udara, dan lama penyinaran matahari terhadap
Penelitian ini bersifat retrospektif dan merupakan studi deskriptif , untuk mengetahui hubungan antara faktor iklim (suhu, curah hujan, hari hujan dan kelembaban
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor iklim suhu, curah hujan, hari hujan, lama penyinaran matahari, kelembaban, dan kecepatan