• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Keadaan Iklim terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Pengaruh Keadaan Iklim terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Medan"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Masih adanya kasus demam berdarah dengue (DBD) di kota Surakarta. menunjukan bahwa demam berdarah dengue (DBD) masih

Untuk mengetahui hubungan unsur iklim dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada daerah kasus tertinggi dan terendah di Kota Padang tahun

Penelitian ini bersifat retrospektif dan merupakan studi deskriptif , untuk mengetahui hubungan antara faktor iklim (suhu, curah hujan, hari hujan dan kelembaban

udara dengan kasus DBD di kota Sukabumi di tahun 2010-2015, tetapi tidak ada hubungan yang signifi ­ kan antara faktor iklim (curah hujan, dan kelembaban) dengan tingkat kejadian

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes dan ditandai dengan demam mendadak 2 – 7 hari

Hasil kajian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan curah hujan, kecepatan angin, kelembaban, dan suhu udara dengan kejadian penyakit DBD.. Diperlukan kerjasama

Hal tersebut berarti secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Rata-Rata Curah Hujan di Kecamatan

Telah terjadi kecenderungan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue DBD dan Kejadian Luar Biasa KLB DBD di berbagai provinsi di Indonesia sehingga dilakukan upaya pencegahan melalui