Laporan Proyek Kimia Analitik Kualitatif
FENOMENA YANG TERJADI JIKA MINUMAN COCA-COLA DICAMPUR DENGAN MENTOS SERTA PENGUJIAN PH
Diajukan untuk memenuhi tugas proyek mata kuliah kimia analitik kualitatif Dosen Pembimbing: Eka Putra Ramdhani, S.T., M.Si.
Disusun oleh KELOMPOK 2
Ari Andesta Mirwandi (150384204002)
Fujiana (150384204004)
Rismawaty Ruth (150384204018) Siti Rohayati (150384204020) Zesa Maulana Kasogi (150384204041)
JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT. yang telah melimpahkan karunia, rahmat, hidayah serta inayah-Nya pada kami semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Fenomena Yang Terjadi Jika Minuman Coca-Cola Dicampur Dengan Mentos Serta Pengujian PH” untuk memenuhi tugas mata kuliah Kimia Analitik Kualitatif.
Dalam penyusunan makalah tentunya ini tidak lepas dari bantuan pihak yang mendorong atau memotivasi kami dalam pembuatan makalah ini supaya lebih baik dan lebih efesien. Maka dari itu kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Eka Putra Ramdhani, S.T., M.Si. selaku dosen mata kuliah Kimia Analitik Kualitatif.
Kami mengucapkan mohon maaf apabila banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, bagi pihak yang membaca makalah ini bisa memberikan kritik serta sarannya untuk dijadikan bahan evaluasi dan intropeksi bagi kami, guna menjadikan kami untuk menjadi lebih baik kedepannya. Semoga penyusunan makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua.
Tanjungpinang, Januari 2017
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Minuman berkarbonasi atau sering disebut minuman bersoda banyak beredar di masyarakat. Akan tetapi sebagian besar masyarakat hanya mengetahui sedikit atau bahkan sama sekali tidak mengetahui bahaya dari minuman bersoda tersebut. Serta masyarakat banyak yang kesulitan untuk mengurangi konsumsi minuman bersoda ini.
Didalam suatu masyarakat minuman bersoda sudah menjadi minuman sehari-hari, terutama dikalangan remaja dan anak-anak sekarang sudah mengomsumsi minuman yang bersoda.Sebab mereka lebih senang dengan rasa dari minuman bersoda tersebut karena sensasi rasanya yang unik.Akan tetapi dalam mengomsumsi minuman tersebut masyarakat tidak mempertimbangkan bahaya atau dampak yang akan ditimbulkan, sebab mereka masih belum tahu bahan yang digunakan untuk membuat minuman bersoda dan masih belum paham tentang kegunaan minuman bersoda.
Di sini kami melakukan percobaan pengujian terhadap perment mint dan air berkarbonasi, adapun hukum yang mendasari percobaan ini adalah "Hukum Henry". Hukum Henry adalah salah satu hukum gas yang dirumuskan oleh William Henry pada tahun 1803. Hukum ini menyatakan: "Pada suhu konstan, jumlah gas yang diberikan yang larut dalam suatu jenis dan volume cairan berbanding lurus dengan tekanan parsial gas yang dalam kesetimbangan dengan cairan itu." Hukum Henry juga menyebutkan bahwa jika tekanan dikurangi secara cepat, maka udara yang terlarut didalam zat cair akan dibebaskan secara cepat pula, dan membentuk gelembung udara seperti air mendidih (boiling water).
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang kami buat diantaranya:
1. Apa saja kandungan yang terdapat dalam minuman coca-cola? 2. Apa saja kandungan yang terdapat dalam permen mentos?
4. Apakah terdapat perbedaan reaksi pada coca-cola yang telah terpapar angin dengan yang tidak terpapar angin?
5. Apakah ada perubahan PH minuman coca-cola sebelum dan setelah dicampur dengan mentos?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang kami harapkan dari pengujian ini diantaranya: 1. Untuk mengetahui apa saja kandungan yang terdapat dalam pepsi. 2. Untuk mengetahui apa saja kandungan yang terdapat dalam mentos.
3. Untuk mengetahui fenomena yang terjadi jika minuman coca-cola dicampur dengan mentos.
4. Untuk mengetahui perbedaan reaksi pada coca-cola yang terpapapar angin dengan yang tidak terpapar.
5. Untuk mengetahui perubahan PH minuman coca-cola sebelum dan setelah dicampur dengan mentos.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Minuman berkarbonasi adalah minuman tidak memiliki kandungan alkohol yang mengalami proses karbonasi. Di seluruh belahan bumi, minuman berkarbonasi memiliki beberapa nama populer yang berbeda-beda, sebagai contoh, di Amerika Serikat, dikenal dengan nama soda, soda pop, pop atau tonik, di Inggris dikenal dengan fizzy drinks, di Kanada dikenal dengan Soda atau Pop saja. Sedangkan di daerah Ireland, mereka menyebutnya Minerals.
Pada tahun 1770an, seorang ilmuwan berhasil menciptakan suatu proses untuk menghasilkan air mineral berkarbonasi. Adalah seorang berkebangsaan Inggris bernama Joseph Priestley yang berhasil memproses air hasil destilasi dan mencampurnya dengan CO2. Ilmuwan Inggris yang lain adalah John Mervin Nooth, yang berhasil memperbaiki hasil penemuan Priestley dan menjualnya secara komersial alat untuk memproduksi air soda yang pertama untuk digunakan di bidang farmasi.
Karbonasi terjadi ketika gas CO2 terlarut secara sempurna dalam air. Proses ini akan menghasilkan sensasi karbonasi "Fizz" pada air berkarbonasi dan sparkling mineral water. Hal tersebut diikuti gengan raeksi keluarnya buih (foaming) pada minuman soda yang tidak lain adalah proses pelepasan kandungan CO2 terlarut di dalam air.
Minuman Berkarbonasi Yang dimaksud dengan minuman berkarbonasi adalah minuman yang mengandung gas CO2 murni. Minuman ini diproses dengan cara penyerapan CO2 oleh air atau larutan didalam sebuah tangki dengan temperatur rendah yang bertujuan untuk memberikan rasa segar,mengembangkan aroma dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme didalam minuman tersebut, selain itu CO2 merupakan gas yang bersifat mulia,aman karena tidak mudah bereaksi dengan zat yang lainnya untuk membentuk zatzat yang berbahaya,sehingga merupakan zat pengawet yang aman untuk dikonsumsi.
BAB III
3.1 Alat dan Bahan
Alat
Adapun alat yang digunakan dalam percobaan yaitu - Beaker glass
Bahan yang digunakan dalam percobaan yaitu - Minuman coca-cola
- Permen mentos - Aquades
3.2 Prosedur Kerja
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam percobaan minuman coca-cola dengan permen mentos yaitu:
Prosedur minuman coca-cola yang terpapar udara - Sediakan gelas kimia 200 ml sebanyak 2 buah
- Masukkan 100 ml minuman coca cola masing-masing kedalam gelas kimia - Masukkan mentos 10 buah ke dalam gelas kimia 1
- Terjadi reaksi, tunggu hingga reaksi berhenti, aduk kembali maka akan terjadi reaksi lagi sesaat
- Ukur PH dengan menggunakan PH indikator universal
- Cocokkan warnanya, didapat warna nya di dapat PH larutan yang sudah tercampur mentos sebesar PH=3
- Masukkan lagi PH indikator universal kedalam gelas kimia yang tidak dicampur apapun
- Maka didapat PH=3 (ialah sama)
- Dengan menggunakan kertas lakmus juga, lakmus biru berubah menjadi merah dengan warna yang sama pada larutan ke-2.
Prosedur minuman coca-cola yang tidak terpapar udara - Sediakan mentos sebanyak 10 biji
- Siapkan botol coca-cola yang belum terpapar udara
- Buka botol dengan cepat dan langsung masukkan mentos 10 biji tersebut - Maka akan terjadi reaksi fenomena air coca-cola yang menyembur tinggi
hingga tertumpah keluar
- Di dapat hasilnya sama yaitu PH= 3
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Kandungan Minuman Bersoda
Adapun komposisi bahan kimia yang terdapat dalam permen mentos adalah: air
CO2
Gula/Pemanis Kafein
Zat pengawet Zat pewarna Flavor buatan
1. air : komponen utama softdrink
2. CO2 : sama dengan gas buang pernafasan kita, berguna untuk memperbaiki flavor minuman. dan Menghasilkan rasa asam.
4. Kafein : kadar yang cukup tinggi ,membantu seseorang tetap terjaga,jantung dapat berdegup kencang, sehingga tidak di rekomendasikan bagi penderita hipertensi, berpotensi serangan jantung coroner atau stroke.
5. Zat pengawet : umumnya softdrink di awetkan dengan sodium benzoate, suatu bahan pengawet sintetis. Aman untuk bahan pangan namun ada batas maksimal yang harus di perhatikan.
6. Zat pewarna : ditemukan pada beberapa jenis softdrink, ada zat peawarna alamiah seperti caramel.tetapi banyak di gunakan pewarna sintetis seperti : karmosim dan tartazin.
7. Flavor buatan : seperti rasa jeruk, strawberry, rasa nanas dan sebagainya.
Secara umum kita ketahui bahwa kandungan yang sangat membahayakan kesehatan yang terdapat dalam minuman soda adalah bahan pewarna, bahan pengawet serta bahan pemanis buatan.
4.2 Kandungan Yang Terdapat dalam permen mentos
Adapun komposisi bahan kimia yang terdapat dalam permen mentos adalah:
Kalium atau potassium benzoat (C7H5NO2) yg merupakan sebuah pengawet sintetis atau buatan yang aman digunakan.
Aspartam (C14H18N2O5) yang merupakan pemanis buatan yang juga aman digunakan sampai sekarang.
Karbondioksida (CO2) yang ditambahkan ke dalam botol pepsi saat pepsi masih diproses di dalam pabrik.
Gelatin adalah protein yang diperoleh dari hidrolisis kolagen yang secara alami terdapat pada tulang atau kulit binatang.
Acacia Gum / Getah Akasia adalah getah yang diperoleh dari pohon akasia. Mentos sengaja tidak menampilkan komposisi Gelatin karena beberapa orang berpendapat bahwa Gelatin haram. Busa-busa itu terdiri atas bahan-bahan kimia yang sudah terkombinasi antara kelima zat-zat kimia tersebut.Namun yang paling banyak terdapat di dalam busa-busa tersebut adalah karbon dioksida.
4.3 Fenomena minuman coca-cola dicampur dengan mentos
Mentos yang tidak punya rasa mint tertutupi sebuah lapisan halus sehingga menutupi lubang-lubang kecil yang ada di permukaan mentos. Maka dari itu, sukar untuk terjadinya pelepasan gas karbondioksida (CO2).
Pengukuran pH cola sebelum dan sesudah eksperimen menunjukkan bahwa keasamannya tidak berkurang. Pembuktian ini membantah anggapan bahwa reaksi asamlah yang mendorong munculnya air mancur tersebut. cola mengandung karbondioksida yang dimampatkan, dikurung oleh molekul-molekul air yang saling tarik-menarik. Dalam kondisi normal, karbondioksida akan sulit lepas ke udara, karena untuk memecah tegangan permukaan ini dibutuhkan energi.
Pada saat dimasukkan ke dalam botol cola, permen Mentos meleleh dan memecahkan tegangan permukaan ini.Selain itu, permukaan Mentos terdiri dari banyak lubang-lubang kecil.Ini adalah tempat yang cocok untuk berkumpulnya molekul-molekul karbondioksida. Saat Mentos dimasukkan ke dalam botol pepsiakan terjadi banyak gelembung-gelembung karbondioksida. Ini terjadi sangat cepat, dan peningkatan tekanan yang tiba-tiba ini yang mendorong cairan ke luar botol.
Kekuatan semburan justru bergantung pada faktor-faktor lain yang memengaruhi kecepatan perkembangan gelembung karbon dioksida. Permukaan Mentos yang kasar dan berlubang-lubang mendorong pertumbuhan gelembung karena secara efisien mengganggu daya tarik kutub antara molekul air."Molekul air senang berdekatan dengan molekul air lain. Jadi pada dasarnya apapun yang Anda masukkan ke soda yang mengganggu jaringan molekul air bisa berperan sebagai tempat bertumbuhnya gelembung.
"Jika Anda punya permen kasar dengan rasio area permukaan yang tinggi dibanding volume, semakin banyak tempat untuk berkembangnya gelembung
Untuk pembenaran, sebenarnya saat memasukkan mentos ke dalam cola, maka erupsi akan lebih besar tetapi lebih teratur dan saat kita mengocok pepsi, erupsi akan lebih kecil dan tidak teratur. Faktor lainnya adalah permukaan Mentos yang mengandung gum arabic, surfaktan yang semakin mengurangi tegangan permukaan dalam cairan. Bahan yang mengandung mint lainya (permen happydent dan pepsodent), berpermukaan kasar tanpa surfaktan tidak menciptakan semburan yang kuatkecil.
Mentos juga padat dan dapat tenggelam dengan cepat, sehingga dengan cepat menciptakan gelembung yang mendorong bertumbuhnya gelembung lain saat naik. Mentos yang dihancurkan tenggelam lebih lambat, sehingga menciptakan air mancur.
4.4 Reaksi pada coca-cola yang telah terpapar angin dengan yang tidak terpapar angin
Terjadinya reaksi semburan dari minuman bersoda setelah dimasukkan mentos, bahwa zat kimia yang bertanggung jawab dalam fenomena ini adalah gum arabic dan gelatin dalam Mentos, serta kafein, potassium benzoate, dan aspartam dalam Coca-Cola. Semua reaksi dilakukan di botol dan mengukur jumlah massa yang berkurang akibat semburan tersebut dan pengaruh kekasaran permukaan permen.
Semburan yang terjadi pada minuman cola yang tidak terpapar angin langsung di masukan mentos itu mngasilkan semburan yang kuat, sedangkan minuman cola yang dibuka lama dan telah terpapar angin maka menghasilkan semburan yang kurang kuat.
Kekuatan semburan justru bergantung pada faktor-faktor lain yang memengaruhi kecepatan perkembangan gelembung karbon dioksida. Permukaan Mentos yang kasar dan berlubang-lubang mendorong pertumbuhan gelembung karena secara efisien mengganggu daya tarik kutub antara molekul air.
Tegangan permukaan yang rendah juga membantu gelembung berkembang dengan cepat. Percobaan membuktikan bahwa tegangan permukaan di air yang mengandung pemanis aspartam lebih rendah daripada air berpemanis gula. Karena itulah, menyebabkan semburan yang lebih dramatis dibanding Coca-Cola klasik.
Faktor lainnya adalah permukaan Mentos yang mengandung gum arabic, surfaktan yang semakin mengurangi tegangan permukaan dalam cairan. Permen mint berpermukaan kasar tanpa surfaktan tidak menciptakan semburan sehebat itu.
Mentos juga padat dan dapat tenggelam dengan cepat, sehingga dengan cepat menciptakan gelembung yang mendorong bertumbuhnya gelembung lain saat naik. Mentos yang dihancurkan tenggelam lebih lambat, sehingga menciptakan air mancur kecil yang hanya tersembur sejauh 30 cm.
4.5 PH minuman coca-cola sebelum dan setelah dicampur dengan mentos
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dengan percobaan dan uraian yang telah kami lakukan, maka dapat menarik kesimpulan diantaranya:
1. Kandungan bahan kimia yang terdapat dalam permen mentos yaitu: air, CO2, Gula/Pemanis, Kafein, Zat pengawet, Zat pewarna, dan Flavor buatan.
2. Kandungan dalam permen, Kalium atau potassium benzoat (C7H5NO2), Aspartam (C14H18N2O5), Karbondioksida (CO2), Gelatin, Acacia Gum Getah Akasia adalah getah yang diperoleh dari pohon akasia.
3. Sebotol pepsi ukuran 200 ml yang baru dibuka dimasuki 10 butir permen Mentos. Tiba-tiba, botol tersebut menyemburkan soda dengan kencang ke atas, seperti air mancur.
4. Semburan yang terjadi pada minuman cola yang tidak terpapar angin langsung di masukan mentos itu mngasilkan semburan yang kuat, sedangkan minuman cola yang dibuka lama dan telah terpapar angin maka menghasilkan semburan yang kurang kuat.
5. Pengukuran pH Coca-Cola sebelum dan sesudah eksperimen menunjukkan bahwa keasamannya tidak berkurang. Pembuktian ini membantah anggapan bahwa reaksi asamlah yang mendorong munculnya air mancur tersebut. Jadi PH pada minuman bersoda tidak berpengaruh sebelum atau setelah dimasukkan mentos.
5.2 Saran
2. Dalam percobaan diperlukan suatu ketelitian dalam menganalisa yang baik
3. Sebaiknya lebih paham lagi dalam mengkonsumsi minuman yang banyak mengandung efek bagi kesehatan.
Daftar Pustaka
http:// fungsi.web.id/2015/07/pengertian_kalsium_karbonat.html.