PEM ANFAATAN TONGKOL JAGUNG
(ZEA M AYS)
SEBAGAI ALTERNATIF PEM BANGKIT TENAGA LISTRIK
DI GORONTALO
OLEH :
ANDI ASLIAH QADRIANI, SP NIP. 19850212 201101 2 010
POPT AHLI PERTAM A
KEM ENTERIAN PERTANIAN BADAB KARANTINA PERTANIAN BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II
PRA KATA
Puji dan syukur penulis hat urkan kepada Allah SWT yang at as kuasaNYA sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan karya t ulis ini yang berjudul “ Sejut a M anfaat dan Pot ensi Jagung Di Goront alo” . Karya ini merupakan w acana yang dapat memberikan gambaran dan informasi t ent ang komodot i unggulan di Provinsi Goront alo yakni jagung yang kaya akan manfaat dan pot ensi.
Karya ini dit ulis berdasarkan kajian dan st udi lit erat ur mengenai Jagung (Zea mays) yang merupakan salah sat u tanaman pangan penghasil karbohidrat yang t erpent ing di dunia selain padi an gandum. Produksi jagung t erbesar di Indonesia t erdapat disalah sat u Propinsi yait u Goront alo yang t erlet ak di Pulau Sulaw esi bagian Ut ara. Sejak dulu Goront alo sudah dikenal sebagai “ branding” pengekspor jagung di Indonesia dan pada bulan November – Desember 2014 pemerint ah Goront alo kembali merencanakan akan mengekspor jagung sebanyak 15.600 t on. Tak hanya di ekspor PT. Perusahaan List rik Negara (PLN) Goront alo juga jeli melihat pot ensi t ongkol jagung yang dapat dimanfaat kan sebagai pembangkit t enaga list rik. M engingat jagung akan kaya manfaat maka peran pemerint ah khususnya badan karant ina pert anian sangat diperlukan unt uk mencegah serangan hama dan penyakit pada t anaman jagung demi t erjaganya kualit as jagung t ersebut .
Terselesaikannya karya t ulis ini t idak t erlepas dari dukungan dan arahan dari beberapa pihak. Oleh karena it u t idak lupa penulis ucapkan t erima kasih kepada kedua orang t ua dan keluarga at as dukungan dan doanya. Juga kepada Bapak Kepala Balai Pert anian Kelas II Goront alo besert a jajaran dan t eman-t eman semua at as arahan dan bimbingannya, sehingga karya t ulis ini dapat t erselesaikan.
Penulis menyadari bahw a karya t ulis ini memiliki banyak kekurangan, maka dari it u krit ik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan. Demikian diucapkan banyak t erima kasih dan semoga dapat memberi inspirasi dan manfaat bagi yang membut uhkan.
DAFTAR ISI
2. SEJARAH PERKEM BANGAN EKSPOR JAGUNG DI GORONTA ... 14
BAB IV KESIM PULAN DAN SARAN ... 22
DAFTAR GAM BAR
Hal.
Gam bar 1 : M orf ologi Jagung ………...……... 4
Gam bar 2 : Pet a Propinsi Goront alo ………... 11
Gam bar 3 : Grafik Luas Wilayah Propinsi Goront alo ... 11
PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG
(
Zea mays)
SEBAGAI ALTERNATIF PEMBANGKIT
TENAGA LISTRIK
DI GORONTALO
ANDI ASLIAH QADRIANI, SP NIP. 19850212.201101.2.010
POPT AHLI PERTAMA
POPT Ahli Pertama, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian. Email :
ABSTRAK
Jagung (Zea mays sp. ) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Produksi jagung terbesar di Indonesia terdapat di salah satu Propinsi yaitu Gorontalo. Provinsi Gorontalo terletak di Pulau Sulawesi bagian utara atau di bagian barat dari Provinsi Sulawesi Utara. Sejak dulu Gorontalo sudah dikenal sebagai “branding” pengekspor jagung di Indonesia dan kini pada bulan November - Desember tahun 2014, pemerintah Gorontalo kembali merencanakan akan mengekspor jagung sebanyak 15.600 ton. Tak hanya di ekspor, jagung Gorontalo juga berpotensi sebagai sumber listrik. PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Gorontalo memanfaatkan tongkol/tongkang jagung sebagai sumber listrik. Mengingat sejuta manfaat dan potensi jagung di Gorontalo, peran pemerintah khususnya Kementerian Pertanian, Badan karantina Pertanian sangat diperlukan guna mencegah masuk, keluar dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) di Indonesia khususnya di Gorontalo yang dapat merusak dan menurunkan kualitas dan kuantitas pertanaman jagung
BAB I
PENDAHULUAN
Jagung (Zea mays sp. ) adalah salah satu tanaman pangan
penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan
padi. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung
adalah pangan pokok, sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika
dan beberapa daerah di Indonesia. Di masa kini, jagung juga sudah
menjadi komponen penting pakan ternak. Penggunaan lainnya adalah
sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena.
Berbagai produk turunan hasil jagung menjadi bahan baku berbagai
produk industri. Beberapa di antaranya adalah bioenergi, industri
kimia, kosmetika, dan farmasi.
Klasifikasi tanaman jagung :
Berdasarkan temuan genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui
bahwa tanaman jagung berasal dari Amerika Tengah (Meksiko bagian
sekitar 10.000 tahun yang lalu, dan teknologi itu dibawa ke Amerika
Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah
pegunungan di selatan Peru pada 4.000 tahun yang lalu.
MORFOLOGI TANAMAN JAGUNG
1. Akar
Akar jagung tergolong akar serabut dapat tumbuh pada kisaran 2 m.
Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif .
2. Batang jagung
Batang jagung berbentuk tegak dan mudah terlihat, sebagaimana
sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Batang
beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku.
3. Daun
Daun jagung berbentuknya memanjang. Tulang daun sejajar dengan
ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang
berambut. Stomata pada daun jagung berbentuk halter. Setiap
stomata dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas.
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah, dalam
satu tanaman ,Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga yang
disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae,
Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan
bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma
khas. sedangkan Bunga betina tersusun dalam tongkol.
5. Tongkol.
Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun,
meskipun memiliki sejumlah bunga betina, Pada umumnya satu
tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif, Buah
Jagung yang siap panen Beberapa varietas unggul dapat
menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai
varietas prolifik. Dan bunga jantan jagung memerlukan waktu 2-5 hari
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Gorontalo adalah sebuah provinsi di Indonesia. Sebelumnya,
semenanjung Gorontalo (Hulontalo) merupakan wilayah Kabupaten
Gorontalo dan Kota Madya Gorontalo di Sulawesi Utara. Seiring
dengan munculnya pemekaran wilayah berkenaan dengan otonomi
daerah di Era Reformasi, provinsi ini kemudian dibentuk berdasarkan
Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2000, tertanggal 22 Desember
2000 dan menjadi Provinsi ke-32 di Indonesia. Ibukota Provinsi
Gorontalo adalah Kota Gorontalo (sering disebut juga Kota Hulontalo)
yang terkenal dengan julukan "Kota Serambi Madinah".
Provinsi Gorontalo terletak di Pulau Sulawesi bagian utara atau
di bagian barat dari Provinsi Sulawesi Utara. Luas wilayah provinsi ini
12.435,00 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 1.097.990 jiwa,
dengan tingkat kepadatan penduduk 88 jiwa/km². Ditengarai,
penyebaran Diaspora Orang Gorontalo telah mencapai 5 kali lipat dari
total penduduknya sekarang yang tersebar di seluruh dunia.
Provinsi Gorontalo berdiri secara resmi sejak tanggal 22
Desember tahun 2000, melalui penetapan sidang paripurna DPR RI.
Gorontalo diperingati pada tanggal 16 Februari tahun 2001, ditandai
dengan dilantiknya Tursandi Alwi sebagai penjabat Gubernur pertama.
Meskipun terbilang muda perihal pemekaran daerah, sebenarnya
Provinsi Gorontalo lebih dahulu dikenal sejak zaman kolonial Belanda
dengan kota-kota tua yang dimilikinya selain Kota Gorontalo
(Hulontalo), antara lain:
Suwawa (asal kata Tuwawa)
Limboto (asal kata Limutu)
Tilamuta
Kwandang
Paguat (asal kata Pohuwato)
Marisa
Popayato
Atinggola
Pada tahun 2013, Provinsi Gorontalo secara keseluruhan memiliki
77 kecamatan serta 735 Desa/Kelurahan. Data ini akan terus
mengalami perubahan seiring dengan adanya rencana pemekaran
daerah otonom baru (DOB) di Provinsi Gorontalo yang diprediksi akan
Provinsi Gorontalo menjadi salah satu daerah hasil pemekaran
yang terbilang sukses. Seperti halnya daerah lain, Provinsi Gorontalo
pun memiliki berbagai julukan, diantaranya :
"Provinsi Agropolitan"
"Bumi Maleo"
"Provinsi Minapolitan"
"Bumi Para Sastrawan"
"Bumi 1001 Sultan"
"The Hidden Paradise"
1. KOTA GORONTALO
Kota Gorontalo memiliki lahan persawahan yang cukup luas,
yakni sebesar 916 Ha dengan produktivitas padi sebesar 6,1 Ton/Ha.
Luas areal persawahan ini kian berkurang, karena alih fungsi lahan
pertanian. Adapun produksi pertanian lainnya meliputi jagung, ubi
kayu, sayuran dan buah-buahan.
2. KABUPATEN BOALEMO
Lahan pertanian di Kabupaten Boalemo masih di dominasi oleh
lahan bukan sawah, sedangkan lahan untuk sawah hanya ada di 4
kecamatan yaitu Mananggu, Botumoito, Paguyaman dan Wonosari.
Kabupaten ini. Komoditi unggulan Sektor Perkebunan yaitu, tebu,
kelapa, kakao, kopi, cengkeh dan jambu mete.
Hutan di wilayah ini menurut jenisnya yaitu terdapat jenis hutan
suaka alam dan pelestarian alam, Hutan Lindung, Hutan Produksi
terbatas, hutan produksi dan hutan produksi yang dapat dikonservasi.
Jenih hasil hutannya berupa hasil kayu olahan seperti Kayu Meranti,
Kayu Indah dan kayu campuran. Sedangkan Hasil hutan non kayu
adalah Rotan Lambang, Rotan Tohiti dan rotan lainnya.
3. KABUPATEN BONE BOLANGO
Potensi Sektor Pertanian di wilayah ini terdiri dari beberapa
komoditas pertanian yaitu: Komoditas Pertanian tanaman
pangan terdiri dari padi, jagung, kacang tanah, kacang hijau, kacang
kedelei, ubi jalar dan ubi kayu; Komoditas tanaman hortikultura terdiri
dari bawang merah, bawang daun, petsai/sawi, cabe rawit, tomat, terong, ketimun, kangkung, bayam dan kacang panjang; Komoditas
tanaman perkebunan antara-lain Kelapa, Kakao, Kemiri, Jambu,
Kapuk, Pala, Cengkih, Kopi, Aren, Vanili, Kayu Manis; dan Komoditas
Tanaman Buah-buahan yaitu Alpokat, Belimbing, duku, langsat,
Durian, Jambu Biji, Jambu air, Jeruk Siam/Keprok, Jeruk Besar,
mangga, Nangka, nenas, Pepaya, Pisang, Rambutan, Sirsak, dan
Potensi kehutanan di daerah ini berupa produksi hasil hutan
Kayu Bulat, Kayu Gergajian, Rotan. Luas kawasan Hutan Kabupaten
Bone Bolango 140.098,40 Ha berdasrkan Menteri Kehutanan Nomor
325/Menhut/II/2010 yang meliputi Hutan Lindung, Hutan produksi
terbatas, Hutan Produksi tetap dan Hutan Taman Nasional
4. KABUPATEN GORONTALO
Potensi di Sektor Pertanian di daerah Kabupaten ini adalah
tanaman Padi yang menjadi komoditi andalan, yang tersebar di 2
bagian yaitu bagian Selatan, meliputi Kecamatan Telaga, Telaga Biru,
Limboto, Limboto Barat dan Tibawa; sedangkan di bagian Utara
meliputi Kecamatan Batudaa dan Bongomeme. Penguatan ekonomi
kerakyatan pada kelompok potensial di wilayah ini lebih
mengedepankan Sektor Pertanian sebagai prime
mover pembangunan daerah melalui program “revitalisasi pertanian“
dengan potensi Sektor Pertanian sangat memungkinkan mengingat
lahan produktif cukup luas yaitu tanah persawahan/basah 13.087 ha,
lahan kering 48.479 ha. Selain itu luas lahan yang dimanfaatkan untuk
tanaman holtikultura/tanaman pertanian lainnya seluas 9.846 ha.
Areal perkebunan di wilayah Kabupaten Gorontalo mencapai 49.417
ha yang kesemuanya berpotensi untuk pengembangan kelapa sawit di
6 Kecamatan, meliputi: Bongomeme (8.982 ha), Tibawa (5.141 ha),
ha). Untuk perkebunan tebu, potensinya lebih difokuskan pada 3 (tiga)
kecamatan yakni: Mootilango, Boliyohuto dan Tolangohula.
Potensi kehutanan di daerah ini memiliki kawasan hutan seluas
112.934 ha terdiri dari hutan lindung seluas 22.748 ha, hutan produksi
tetap seluas 15.521 ha, hutan produksi terbatas seluas 46.585 ha,
hutan konversi seluas 26.009 ha dan hutan konversi seluas 2.071 ha.
4. KABUPATEN GORONTALO UTARA
Potensi Pertanian berupa padi, jagung dan Perkebunan berupa
Cokelat, Cengkih, Kelapa dan Kopi. Sektor Pertanian ini memberikan
kontribusi paling tinggi terhadap PDRB daerah. Luas lahan Pertanian:
padi seluas 5.866 Ha, jagung seluas 4.841 Ha; Perkebunan: kelapa
seluas 10.765,95 Ha, kopi seluas 89,25 Ha, kakao seluas 1.000,15 Ha
dan cengkeh dengan luasan 1.250,59 ha.
5. KABUPATEN POHUWATO
Kabupaten ini mengandalkan Jagung dan Padi Sawah
sebagai brand daerah, bahkan dinamakan sebagai Lumbung Jagung
terbesar di Provinsi Gorontalo. Pengembangan pertanian Padi Sawah
menjadi unggulan kedua setelah jagung dengan luas areal lahan yang
terhampar mencapai kira-kira 40.000 ha, bahkan tercatat masih ada
seluas 19.000 ha lahan yang belum terkelola. Petani di daerah ini juga
berbagai jenis tanaman seperti Kelapa, Kakao, Jambu Mete, Kemiri,
Kopi, Jeruk dan Durian. Luas lahan perkebunan Kelapa sekitar 15.000
ha lebih dengan produksi Kopra mencapai 20.000 ton/tahun.
Gambar 2 : Peta Provinsi Gorontalo
BAB III
PEMBAHASAN
1. POTENSI PERTANIAN GORONTALO
Tanaman bahan makanan terdiri dari padi dan palawija.
Tanaman padi dan palawija yang dibudidayakan di Provinsi Gorontalo
meliputi padi sawah, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang kedelai,
kacang hijau, dan kacang tanah. Luas panen padi (sawah dan ladang)
tahun 2011 adalah 52.811 hektar dengan luas panen terbesar berada
di Kabupaten Gorontalo seluas 23.238 hektar.
Luas panen jagung di Provinsi Gorontalo adalah seluas
135.754 hektar. Untuk luas panen jagung terbesar berada di
Kabupaten Pohuwato dengan 47 persen dari total luas panen jagung
provinsi.
Komoditas tanaman sayur-sayuran yang ada di Provinsi
Gorontalo adalah bawang merah, daun bawang, bayam, buncis,
kangkung, ketimun, cabai, sawi, terong, kacang panjang, kubis, labu
siam, dan tomat. Diantara tanaman-tanaman tersebut, cabai
merupakan komoditas utama sayur-sayuran. Luas panen cabai adalah
2.056 hektar dengan produksi sebanyak 9.640 ton.
rambutan. Di antara buah-buahan tersebut, mangga menjadi
komoditas utama dengan produksi setahun terbanyak yaitu 4.420 ton.
2. SEJARAH PERKEMBANGAN EKSPOR JAGUNG DI
GORONTALO
Jagung mengandung lemak lebih tinggi, lemak yang
terkandung didalamnya terdapat asam lemak esensial yang
bermanfaat untuk pencegahan penyakit arteriosclerosis. Selain
menjadi salah satu makanan pokok, jagung juga berpotensi sebagai
bahan baku industri, misalnya diolah menjadi tepung maizena, kue,
minyak nabati, margarine, sirup dan pati jagung. Jagung juga
merupakan bahan utama industry makanan ternak terutama unggas.
Beberapa penduduk di Indonesia, misalnya Gorontalo juga
menggunakan jagung sebagai pakan ternak, tidak hanya itu bahkan
jagung bisa ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.
Cara budiKdaya jagung di Gorontalo, pengolahan tanah
dilakukan tiga kali. Pembajakan pertama dengan bajak piringan (disk
plow) yang ditarik traktor roda empat dan dilanjutkan dengan
pembajakan ke dua Arah pembajakan ke dua menyilang arah
pembajakan pertama. Pemanenan dilakukan pada saat jagung telah
mencapai masak fisiologis yaitu berkisar 100 hari setelah tanam
tergantung dari jenis varietas yang digunakan. Setelah dipanen,
jagung-jagung tersebut dipipil.
oleh pedagang pengumpul. Pedagang pengumpul umumnya adalah
petani atau ketua kelompok tani yang berperan serta dalam
pembinaan anggota kelompok. Pedagang pengumpul berperan juga
sebagai penyalur benih pupuk herbisida yang menjadi paket usaha
tani jagung (rekomendasi) Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo.
Berdasarkan hal tersebut maka Provinsi Gorontalo berhasil
mengembangkan produksi jagung dengan melihat dan memanfaatkan
potensi Gorontalo yang memiliki lahan pertanian cukup luas sekitar 12
ribu km2 yang sebagian besar merupakan lahan kering. Menurut data
dari Pemprov, Gorontalo memiliki luas lahan kering 126 ribu hektar
lebih dan lahan persawahan hanya seluas kurang lebih 2.8 ribu
hektar. Yang menjadi pertimbangan dasar pengembangan jagung di
Gorontalo yaitu tersedianya lahan yang cocok untuk menanam jagung,
iklim Gorontalo juga mendukung, air tanah dilahan yang dangkal
berkisar 3-8 meter, memiliki lebih dari satu pelabuhan yakni
Pelabuhan Laut Gorontalo dan Pelabuhan Laut Anggrek yang
memungkinkan perdagangan jagung ke luar Gorontalo.
Gorontalo, yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia
sangat identik dengan jagung. Bahkan berbicara Gorontalo maka tak
lepas dari jagung. Ini dikarenakan jagung telah menjadi brand image
menyebar luas itu mendapat perhatian khusus oleh Mantan Wakil
menteri Pertanian Rusman Heriwayan pada tahun 2012.
Gorontalo termasuk dalam tujuh besar daerah penghasil
jagung. Peringkat pertama dipegang Jawa Timur, kemudia Jawa
Tengah, Lampung, Sulawesi Barat, Sumatra Utara dan Jawa Barat.
Tetapi hanya Provinsi Gorontalo mampu memperkenalkan diri sebagai
sebagai provinsi jagung, hal ini turut dibarengi dengan kemampuan
memasarkan jagung hingga ke luar negeri.
Pengembangan jagung dari hulu ke hilir telah diperthitungkan
oleh Pemprov Gorontalo dengan menjamin ketersediaan benih unggul
dan juga pupuk dengan harga terjangkau. Tak hanya itu, Pemprov
juga menganggarkan sarana dan prasarana dan juga menjamin
dukungan pasar atas produksi jagung yang dihasilkan petani.
Sejak Februari tahun 2003 Gorontalo sudah menjual jagung ke
luar daerah dan luar negeri. Untuk pasar domestik sebagian besar ke
pulau Jawa, sedangkan untuk pasar global sudah ada beberapa
Negara tujuan yang menjadi tujuan rutin pengiriman jagung Gorontalo,
diantaranya yaitu Malaysia, Korea, jepang dan Vietnam.
Sementara Agustus tahun 2008 total jagung yang dijual ke luar
Gorontalo baik domestic maupun luar negeri mencapai 760 ribu ton
perdagangan antar pulau sebanyak 91.853 ton, sedangkan untuk
keperluan ekspor sebanyak 30.300. sehingga realisasi pemasaran
jagung telah mencapai 122.153 ton untuk perdagangan antarpulau
maupun keperluan ekspor, dimana Negara tujuan yaitu Vietnam dan
Filipina. Seluruh pemasaran jagung dari Gorontalo tersebut memiliki
transaksi sebesar Rp. 3,8 Miliar.
Kini di tahun 2014, Pemerintah Propinsi Gorontalo kembali
menganggarkan pengadaan benih jagung untuk digaikan kepada
petani di Propinsi Gorontalo. Tak tanggung-tanggung, Pemprov
melalui Dins Pertanian Tanaman Pangan dan hortikuktura (Dsitan –
TPH) Propinsi Gorontalo menganggarkan Rp. 8,4 miliar khusus
pengadaan benih jagung hibrida dan jagung komposit.
Benih jagung ini telah dipetakan untuk dibagi ke kabupaten/kota
sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Data Distan - TPH
menyebutkan, anggaran Rp. 8,4 Miliar akan mencakup 14 ribu hektare
lahan pertanian jagung di Gorontalo.
Menurut Kepala Dinas Pertanian – TPH Propinsi Goronalo,
pengadaan benih jagung ini meningkat dari tahun ke t ahun, hal ini
tentunya tidak lepas dari perhatian Gubernur Gorontalo beserta
wakilnya dalam menggenjot produksi jagung di Gorontalo. Gubernur
Gorontalo berkomitmen untuk menningkatkan produksi pertanian di
tahun pemberian benih jagung ke petani terus meningkat dan hasilnya
produksi juga terus meningkat.
Pemberian bantuan benih jagung ini, pemerintah memilihnya
untuk alokasi benih jagung hibrida dan beinh jagung komposit. Jagung
hibrida mencapai 150.090 kg atau untuk kebutuhan 10 ribu hektare
lahan. Dengan anggaran Rp.7,2 Miliar. Sedangkan alokasi untuk
benih jagung komposit mencapaii Rp.1,2 Miliar untuk pengadaan 100
ribu kg benih jagung atau untuk 4.000 hektare lahan jagung.
Dengan pemberian benih jagung kepada para petani, jumlah
produksi jagung terus meningkat. Dalam beberapa bulan terkahir,
propinsi Gorontalo berhasil mengapalkan jagung ke philipina. Hal ini
merupakan bukti bahwa jagung di Gorontalo juga berkualitas ekspor
dan diminati oleh negara pengguna jagung dan jagung yang di ekspor
adalah benar-benar jagung produksi asli petani Gorontalo. Pada bulan
November - Desember tahun 2014, pemerintah Gorontalo kembali
merencanakan akan mengekspor jagung sebanyak 15.600 ton.
Tak hanya di ekspor, jagung Gorontalo juga berpotensi sebagai
sumber listrik. PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Gorontalo
memanfaatkan tongkol/tongkang jagung sebagai sumber listrik.
PT. PLN Gorontalo memanfaatkan pengggunaan tongkol
dalam kapasitas besar, Gorontalo memiliki peluang yang baik dalam
mengembangkan energi tersebut untuk pembangkit listrik. Menurut
General Manager PT. PLN Suluttenggo (Sulawesi Utara, Tenggara
dan Gorontalo) jika Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB)
dioperasikan, maka PT. PLN Gorontalo tersebut bisa melihat potensi
lokal yang banyak tersedia di Gorontalo untuk menjadi salah satu
sumber energi listrik.
Propinsi Gorontalo telah dikenal sebagai salah satu daerah
penghasil jagung terbesar di Indonesia. Dengan memanfaatkan
peluang tersebut maka PT. PLN dapat menggunakan energi alternatif
Bahan Bakar Minyak (BBM). Gorontalo mampu menghasilkan tongkol
jagung sebanyak 104.000 ton pertahun. Sekam yang dihasilkan bisa
mencapai 67.000 ton per tahunnya.
Akan tetapi menurut Menteri BUMN PLTB Pulubala Gorontalo
merupakan awal hadirnya pembangkit-pembangkit biomassa di
Indonesia. PLTB Pulubala tersebut masih sangat kecil jika
dibandingkan dengan tingkat kebutuhan listrik masyarakat.
Saat ini pertumbuhan ekonomi Gorontalo sekitar 7,76% dengan
tingkat pertumbuhan konsumsi listrik sebanyak 11,36% per tahun.
Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik di Gorontalo jika menggunakan
Tongkol jagung, biaya pokok produksi dapat ditekan menjadi Rp.
1.058/kWh.
Tetapi tak ada salahnya jika PLTB kecil dioperasikan, karena
kedepan nantinya pemerintah akan membangun lebih banyak lagi
pembangkit listrik biomassa yang kapasitasnya bervariasi, bahan juga
tidak menutup kemungkinan hanya menggunakan tongkol jagung saja,
tetapi mungkin juga bisa dari bahan alam lainnya seperti cangkang
sawit, pelepah kayu dan sebagainya.
Mengingat Propinsi Gorontalo merupakan penghasil jagung
terbesar di Indonesia, yang memiliki sejuta manfaat dan potensi yakni
dapat di ekspor keberbagai negara tetangga dan juga dapat
dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik biomassa, maka peran
penting pemerintah dan masyarakat khususnya petani untuk tetap
menjaga kualitas dan kuantitas produksi jagung di Gorontalo.
Hal mendasar yang perlu mendapatkan perhatian untuk tetap
menjaga kualitas jagung Gorontalo yakni peningkatan produktivitas
serta penanganan pasca panen. Umumnya di Indonesia dan
negara-negara penghasil jagung lainnya memiliki permasalahan dalam
pengolahan pasca panen, karena jagung mudah terkontaminasi oleh
hama penyakit khususnya cendawan yakni Aspergillus flavus dan
Keberhasilan pengambangan dan perdagangan jagung kini
tidak hanya ditentukan oleh tingginya produktivitas saja, tetapi juga
melibatkan kualitas dari produk itu sendiri. Agar komoditas tersebut
mampu bersaing dan memiliki keunggulan kompetitif, maka tehnik
pasca panennya pun harus lebih diperhatikan dan ditangani lebih baik.
Persyaratan mutu jagung untuk perdagangan menurut SNI
dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu persyaratan kualitatif dan
kuantitatif. Dimana persyaratan tersebut meliputi ; Memiliki kadar air
yang baik; butiran tidak pecah atau rusak; Terbebas dari bau busuk
maupun zat kimia lainnya; produk harus bebas dari bahan dan
sisa-sisa pupuk maupun pestisida dan yang terpenting adalah Produk
harus terbebas dari Hama dan Penyakit
Mengingat banyaknya hama dan penyakit pada tanaman
jagung, baik yang menyerang sebelum panen maupun pasca panen,
dan juga Gorontalo sebagai salah satu pengekspor jagung terbesar di
Indonesia, maka peran pemerintah khususnya Kementerian Pertanian,
Badan Karantina Pertanian sangat diperlukan guna mencegah masuk,
keluar dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Jagung tak hanya sebagai bahan pangan penghasil karbohidrat
yang hanya dapat diolah untuk bahan makanan seperti kue,
tepung maizena dan lainnya.
2. Produksi jagung terbesar di Indonesia salah satunya terdapat di
Provinsi Gorontalo yang sudah sejak lama dikenal sebagai
“branding” pengekspor jagung terbesar di Indonesia.
3. Tongkol jagung memiliki potensi sebagai bahan energi alternatif
pembangkit tenaga listrik di Gorontalo.
4. Peran dan kebijakan masyarakat, petani, pihak swasta, maupun
pemerintah/instansi terkait, khususnya Karantina Pertanian sangat
diperlukan dalam menjaga produk pangan khususnya jagung dari
serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas dan
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, Oktober 2013. KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN JAGUNGhttp://hewantumbuhan.com/2013/10/02/klasifikasi- dan- morfologi-tanaman-jagung-yang-alami/ (diakses tanggal 15 Desember 2014)
Anonim, 2014. PENTINGNYA MENJAGA KOMODITI JAGUNG
http://www.gorontaloprov.go.id/pertanian/165-pertahankan-branding-jagung (diakses tanggal 22 Desember 2014)
Anonim, 2014. PLN Gorontalo Manfaatkan Tongkol Jagung Sebagai Sumber Listrik. http://kabarbumn.com (diakses tanggal 12 Desember 2014)
Anonim, 2014. POTENSI PERTANIAN GORONTALO
(http://www.gorontaloprov.go.id/potensi/pertanian) (diakses tangal 23 Desember 2014)
Dewi, S. Si, 2008. PENGEMBANGAN JAGUNG DI GORONTALO.
http://www.eksporj/agung/gorontalo.com (diakses tanggal 29 Desember 2014)
Gorontalo Pos, 2014 GORONTALO Sukses EKSPOR 4000 Ton JAGUNG ke VIETNAM ”30 JUNI 2012
http://nrmnews.com/2012/07/30/gorontalo-sukses-ekspor-4000-ton-jagung-ke-vietnam/ “…(diaskses tanggal 29 Desember 2014)
Wikipedia Ensiklopedia, 2014. JAGUNG.