Sistem Informasi, Organisasi, dan Strategi
Noviyanti Alawiyah
55516120033
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
UNIVERSITAS MERCU BUANA
Organisasi merupakan struktur formal yang stabil dimana mengambil sumber daya dari lingkungan dan memprosesnya untuk menciptakan output. Organisasi harus mempunyai struktur yang jelas, memiliki rutinitas dan proses bisnis, gaya kepemimpinan dan organisasi juga biasanya mempunyai lingkungan, budaya, dan politiknya sendiri.
Organisasi menganut prinsip efisiensi, memaksimalkan keluaran dengan penerimaan yang terbatas. Organisasi yang berhasil bertahan dikarenakan sangat efisien, menghasilkan produk dengan ketentuan yang baku. Ketentuan tersebut dituliskan dalam serangkaian aturan yang biasa disebut standar prosedur operasional.
Penyebab utama kegagalan organisasi adalah ketidakmampuan untuk beradapatasi dengan perkembangan lingkungan yang sangat cepat. Teknologi baru, produk baru, selera dan nilai publik yang memberi tekanan pada budaya, politik dan orang-orang dalam organisasi.
Begitu pula dengan perusahaan tempat saya bekerja, RS AN-NISA Tangerang dalam naungan PT AN-NISA UTAMA yang menggunakan SIMRS dari PT Adwa Info Mandiri dengan sistem
“ICHA”. “ICHA” merupakan sistem informasi terkorporasi dimana satu sama lain saling berkaitan dan sangat terintegrasi.
Keunggulan sistem ini adalah sangat memudahkan dan efisien, dari segi akuntansi sangat efisien dalam pekerjaan dimana sistem yang otomasis mengklasifikasikan transaksi. Namun kelemahan dari sistem ini jika tidak ada pembatasan dari setiap user maka akan membuat “rusak” laporan karena disetiap transaksinya yang begitu otomasis.
Sistem informasi dan organisasi saling berinteraksi dan mempengaruhi, dimana sistem informasi juga terhubung dengan struktur, budaya, proses bisnis. Sistem baru biasanya mengacaukan pola kerja dan hubungan kekuatan yang telah mapan, sehingga ada kejanggalan yang cukup besar dari organisasi ketika sistem diperkenalkan. Hubungan yang rumit antara sistem informasi, kinerja organisasi, dan pembuatan keputusan harus dikelola degan cermat dan baik. Dan tak lupa, model rantai nilai menyoroti kegiatan tertentu bisnis, dimana strategi kompetitif dan sistem informasi memiliki pengaruh yang kuat. Model ini memandang perusahaan sebagai serangkaian aktivitas utama dan pendukung yang menambahkan nilai pada barang dan jasa perusahaan.
Akivitas utama terkait secara langsung dengan produksi dan distribusi, sementara aktivtas pendukung memungkinkan pengiriman aktivitas utama. Rantai nilai perusahaan terhubung ke rantai nilai pemasok, distributor, dan pelanggannya. Rantai nilai terdiri atas sistem informasi yang meningkatkan kompetisi pada tingkat industri dengan mempromosikan penggunaan standard an konsorsium industri, dan dengan membuat bisnis dapat bekerja lebih efisien dengan mitra nilainya.
Sistem informasi dapat dipandang sebagai faktor produksi yang dapat menjadi substitusi bebas
(freely substituted) bagi capital dan tenaga kerja. Dan kini semakin murahnya teknologi
Sistem informasi strategis sering mengubah organisasi seperti produk, pelayanan, dan prosedur opersinya, mendorong organisasi menuju pola perilaku baru. Ketika berhasil menggunakan sistem informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif menjadi hal yang menantang dan membutuhkan koordinasi yang tepat atas teknologi, organisasi, dan manajemen. Namun pada kenyataanya tidak semua sistem informasi strategis itu menguntungkan, dan bisa jadi sangat mahal untuk dibangun.
Banyak sistem informasi strategis yang dengan mudah dapat ditiru perusahaan lain sehingga keunggulan strategis tidak selalu dapat dipertahankan. Dalam hal ini, analisis sistem strategis diperlukan dan sangat membatu perusahaan. Ada beberapa sistem informasi tertentu yang menjadi kritis dalam menentukan masa depan perusahaan pada jangka panjang. Sistem tersebut merupakan alat yang sangat handal bagi perusahaan agar dapat tetap terdepan dalam kompetisi
bisnis, sistem ini kerap disebut sebagai “Strategic Information System”. Strategic information
system merupakan sistem computer pada berbagai tingkatan organisasi yang mengubah tujuan, operasional, produk, layanan atau lingkungan hubungan untuk membantu perusahaan memperoleh keunggulan kometitif.
Ada tiga strategi yang bisa dilakukan perushaan untuk dapat bersaing secara efekti dalam kondisi pasar saat ini, yaitu :
a. Menghasilkan barang dengan harga yang murah
b. Adanya diferensasi barang dan jasa