• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinamika kaum Islam di Filipina

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Dinamika kaum Islam di Filipina"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Minoritas di Tanah Sendiri

Studi Kasus Mengenai Minoritas Kaum Islam di Filipina

Disusun oleh :

Azis Muslim Fauzi (14/366232/SA/17546)

ANTROPOLOGI BUDAYA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAH MADA

(2)

I. Pendahuluan

Dalam paper ini saya ingin memaparkan minoritas kaum Muslim di negara Filipina beserta dinamika – dinamika yang dialami.

Sebagaimana Indonesia, Filipina memiliki kofkasi hukum Islam yang mengatur masyarakat yang beragama Islam. Kodifkasi tersebut merupakan hasil dari unifkasi hukum Islam dari aturan-aturan yang sebelumnya bersifat sementara. Bentuk dari kodifkasi hukum Islam Filipina adalah UU Perseorangan Muslim Filipina yang merupakan Dekrit Presiden No. 1083. UU tersebut memuat serangkaian hukum perdata yang berlaku bagi umat muslim Filipina.

Republik Filipina merupakan sebuah negara yang terletak di barat samudra pasifik tepatnya di kawasan Asia Tenggara yang wilayahnya berupa gugusan pulau – pulau yang mempunyai kurang lebih 7.100 pulau. luas wilayah kurang lebih 115.600 meter persegi. Tiga pulau utamanya adalah Luzon, Visayas, dan Mindanao. Sebagian besar pulau-pulau Filipina kecil dan tak berpenghuni. Sebagian besar orang-orang hidup di sebelas pulau terbesar, dua di antaranya adalah pulau Luzon dan Mindanao. Pulau terbesar merupakan Luzon yang luas wilayahnya dua pertiga dari luas wilayah keseluruhan negara Filipina. Ibu kota dari Filipina adalah Manila.

Penduduk Filipina kebanyakan adalah orang Melayu-Polinesia dan berhubungan erat dengan orang-orang dari Malaysia dan Indonesia. Etnis China membentuk kelompok minoritas kecil. Filipina memiliki salah satu tingkat pertumbuhan penduduk tertinggi di Asia. Sekitar setengah penduduknya hidup di Luzon, pulau terbesar. Sekitar 70 persen tinggal di daerah pedesaan, meskipun dalam beberapa tahun terakhir banyak orang telah pindah ke kota-kota, terutama ke daerah metropolitan besar Metro-Manila, ibukota Filipina, di Luzon.

(3)

Filipina adalah satu-satunya negara di Asia dengan jumlah penduduk mayoritas Kristen. Lebih dari 80 persen warga Filipina beragama Katolik Roma. Sekitar 9 persen adalah pemeluk Protestan. Terdapat juga minoritas Muslim kecil yaitu orang - orang Filipina yang tinggal di pulau-pulau paling selatan telah memeluk Islam beberapa abad sebelum kedatangan orang-orang Spanyol. Mereka disebut sebagai Muslim Filipina, atau kadang-kadang disebut Moro oleh orang Kristen, mempunyai penduduk sekitar 5 persen dari populasi keseluruhan penduduk Filipina. Sebagian besar Muslim Filipina tinggal di Mindanao selatan dan Kepulauan Sulu.

Menurut catatan sejarah, sebelum Spanyol datang menjajah di tahun 1565, para sultan Islam dari Brunei Darrussalam dan Johor sudah terlebih dahulu menempati wilayah tersebut. Namun ketika bangsa Spanyol berhasil menaklukan Manila dan beberapa daerah di kepulauan Filipina, harapan itu menjadi mimpi belaka. Yang paling kentara antara lain; Pertama, penduduk Filipina yang dulu mayoritas umat Islam, kini menjadi kaum minoritas alias warga kelas dua. Sekitar 5-7 juta atau sekitar 8,5 persen dari 66 juta jiwa penduduk Filipina adalah Muslim. Selebihnya merupakan umat Kristen Katholik Filipina. Kedua, dahulu kala segala tuntutan sosial, ekonomi dan politik muslim Filipina merupakan perkara yang selalu diperhatikan pemerintah, sementara sekarang ini umat Islam Filipina mendapat banyak rintangan.

Banyak dinamika – dinamika yang terjadi kalangan kaum Muslim Filipina. Diantaranya adalah pembunuhan besar – besaran di Corregidor oleh pasukan pemerintah. Penyebabnya adalah para pasukan sukarelawan Muslim Filipina yang telah dilatih dalam taktik gerilya oleh pasukan pemerintah resmi menolak untuk dikirim ke Sabah guna melakukan infiltrasi militer. Peristiwa tersebut dikenal sebagai peristiwa Jabidah.

Pasca peristiwa Jabidah yang sangat melanggar hak asasi manusia tersebut terjadilah demonstrasi besar – besaran oleh kaum Muslim ke Istana Malacanang pada tahun 1971. Banyak hak – hak orang – orang Muslim di diskriminasi oleh pemerintah Filipina.

(4)

II. Deskripsi

1. Sejarah Masuknya Islam di Filipina

Letak negara Filipina sebagai negara kepulauan menjadikan negara ini sebagai tempat strategis bagi jalur perdagangan dunia. Berbagai negara melakukan perdaganan maupun ekspansi ke luar negaranya demi mendapatkan apa yan diinginkan. Dari abad ke – 9 sampai dengan abad ke – 16 perdagangan seluruhnya hampir di pegang oleh orang – orang Islam. Pada abad ke – 13 pedagang – pedangang Islam menjadikan kepulauan Filipina sebagai tempat persinggahan ketika akan berlayar ke negara China. Pada abad selanjutnya para pendakwah – pendakwah Islam (mahdumin) dari kepulauan Indonesia yang berdekatan dengan wilayah Filipina mulai melakukan penyebaran agama Islam yang beraliran sufi dengan melakukan hal – hal kecil contohnya membangun masjid – masjid sederhana.

Pada akhir dasawarsa abad ke – 14 ketika sisa – sisa kerajaan Sriwijaya yang runtuh karena kalah dengan kerajaan Majapahit, banyak pangeran beserta pasukannya yang melarikan diri ke daerah melayu sampai pada daerah Sulu kepulaunan Filipina. Mereka yang mencoba ingin mendirikan sebuah kerajaan kembali di tanah pelarian mendapat perlawanan dari kaum Islam pribumi. Versi lain menyebutkan bahwa mereka mendapatkan sambutan baik dari kaum Islam pribumi. Salah seorang pangeran dari Sriwijaya menikahi perempuan dari kaum Islam pribumi dan menjadi raja dari sebuah kerajaan yaitu kerajaan Malaka. Ketika Malaka sedang berada dalam puncak kejayaannya, Portugis datang melakukan ekspansi yang menyebabkan pusat perekonomian Malaka jatuh ke tangan Portugis. Jatuhnya kerajaan mendorong Brunei untuk dapat meningkatkan pusat perdagangan tanpa ada persaingan dari Malaka di wilayah maritim melayu.

(5)

2. Masuknya Imperialis dari Barat

Pada tahun 1521 penjelajah Portugis yaitu Ferdinand Magellan bersama para awaknya telah tiba di kepulauan Filipina dibawah perintah oleh Raja Castille. Magellan berhasil membuktikan bahwa bumi itu benar – benar bulat. Ketika setelah mendarat di kepulauan Filipina, Magellan mendapat sambutan yang tidak baik dan penolakan oleh penduduk Muslim lokal. Penyebsbnys adalah Magellan ikut campur dalam masalah internal peperangan kaum dekat cebu. Magellan pun tewas oleh penduduk lokal.

Spanyol yang mendengar mengenai kegagalan ekpansi Portugis di kepulauan Filipina merasa tertantang ingin melanjutkan perjuangan ekspansi Portugis ke Filipina. Pada tahun 1565 Spanyol telah tiba di kepulauan Filipina. Mereka mendirikan koloni dan penduduk Kristen yang dibawa dari Spanyol ke wilayah – wilayah Filipina guna untuk menghalangi persebaran Islam dari Kalimantan ke arah pulau Luzon dan Visayan. Sebelumnya persebaran Islam hanya sampai ke kepulauan Sulu dan Mindanao barat.

Melalui upaya – upaya dan siasat Spanyol dalam melakukan Kristenisasi, Orang – orang Spanyol melakukan pendekatan secara persuasif kepada penduduk Muslim lokal dengan memberi imingan – imingan hadiah agar mau dengan apa yang diinginkan oleh Spanyol. Namun usaha Spanyol tidak begitu saja dengan mudah dilaksanakan. Terdapat perlawanan dari tiga kesultanan masing – masing daerah yaitu dari Kesultanan Sulu, Maguindanao dan Buayan.

Motivasi dibalik peperangan ini adalah karena perbedaan agama. Para kolonila Spanyol melakukan doktrin – doktrin terhadapat penduduk Islam pribumi dan membuat sandiwara untuk menjelekkan orang Islam di mata luar. Para penduduk yang telah terprovokasi dan berhasil diKristen kan oleh Spanyol menjadi sekutu Spanyol dan mendiskriminasi kaum Islam pribumi yang masih loyal terhadap ke Islamannya. Peperangan ini disebut perang Moro.

(6)

Akibat dari peperangan Moro adalah berubahnya pandangan – pandangan orang luar terhadap kaum Muslim Filipina akibat pengaruh doktrin yang dilakukan orang Spanyol, timbulnya ketidak adilan dalam pemerintahan, namun peristiwa tersebut malah tambah menguatkan ideologi kaum Islam dan lembaga – lembaganya. Banyak bantuan datang dari kesultanan – kesultanan Islam yang berada di dekat Filipina. Islam membantu mempersatukan kaum – kaumnya dengan memberikan pengertian nasionalisme yang dapat digunakan untuk memerangi orang – orang Spanyol dan sekutu pribuminya.

Pada tahun 1898 Amerika datang ke Filipina dengan tujuan ingin melakukan perebutan penguasaan Filipina atas Spanyol. Lalu pemerintah Filipina dibawah kepemimpinan Emillio Aguildo mencoba membantu orang – orang Islam dalam mempertahankan Republik Filipina dari ancaman penguasaan Amerika. Namun pemerintah Filipina tidak mendapatkan kepercayaan daari orang – orang Islam karena bagaimanapun juga pemerintahan Filipina yang baru merupakan warisan dari rezim pemerintahan Spanyol yang di masa lalu telah mereka perangi.

Tujuan mula Amerika sebelumnya adalah ingin menenangkan situasi konflik yang terjadi di Filipina. Namun ketika dilapangan semuanya berbeda dari tujuan awalnya. Amerika mengirimkan pasukannya untuk melawan orang – orang Islam. Para dari Datu dari berbagai kesultanan sempat melakukan perlawanan oleh Amerika, namun ketidak imbangan senjata yang menyebabkan pasukan Islam kalah dari Amerika, karena Amerika mempunyai banyak senjata – senjata baru yang digunakan untuk perang dunia pertama. Sistem kolonial yang dijalankan Amerika tidak seketat apa yang dijalankan oleh Spanyol dulu. Amerika masih membolehkan orang – orang Islam dalam menjalankan ritual agamanya dan tidak melakukan pemaksaan walaupun beberapa orang Amerika masih beranggapan stereotip kepada kaum Islam.

(7)

3. Dinamika – dinamika yang dialami golongan Muslim Filipina

Negara Filipina resmi diproklamasikan sebagai negara republik yang merdeka pada tanggal 4 juli 1946. Banyak tokoh – tokoh Islam diberikan tempat di kursi – kursi jabatan pemerintahan Filipina. Para kaum Islam terpaksan mengikuti alur sistem pemerintahan Filipina yang baru. Namun karena terdapat unsur pemaksaan beberapa tokoh Islam kehilangan rasa identitas nasional yang disebabkan berbagai hal. Antara lain golongan Islam sulit dalam menerima konstitusi nasional yang berasal dari nilai – nilai barat dan katolik, sistem sekolah dan pendidikan Islam yang tidak sesuai dengan kaidah – kaidah Islam karena mayoritas sekolahan yang dibangun merupakan peninggalan dari misionaris Katolik yang sangat bertolak belakang dengan pandangan Islam, dan masih terdapat kebencian orang – orang Islam terhadap kaum misionaris Katolik yang menjajah dan mengubah golongan Islam dari mayoritas menjadi minoritas.

Pada pemerintahan Presiden Ramon Magsaysay (1953-1957) banyak penduduk yang diberikan hak atas tanah – tanah dengan mengajukan surat – surat permohonan kepada pemerintahan, namun karena golongan masih banyak yang buta huruf maka hak – hak atas tanah tersebut banyak diterima oleh golongan – golongan Kristen yang sudah melek huruf karena banyak yang bisa membuat surat permohonan.

(8)

menyerang orang – orang Islam kepolisian lamban dalam menindak dan mencoba mencegah agar insiden tidak terjadi. Namun sebaliknya jika kelompok – kelompok Islam ingin mengadakan serangan – serangan balasan mereka selalu dihadang oleh pasukan pemerintahan Republik Filipina dan kepolisian akan segera bertindak jika yang memulai peperangan dari kelompok Islam. Pemimpin – pemimpin Islam menyimpulkan bahwa terjadi persekongkolan antara pemerintah, politisi Kristen dan perwira – perwira tinggi kepolisian maupun angkatan tentara.

Tekanan pemerintahan Marcos menyebabkan munculnya berbagai gerakan perjuangan bangsa Moro, seperti Muslim Independent Movement (MIM) pada tahun 1971. Karena perbedaan visi dan orientasi perjuangan, MNL (Moro National Liberation) yang tadinya diharapkan menjadi induk gerakan pembebasan bangsa Moro-akhirnya pecah. Dari sini muncul dua kelompok, yakni kelompok nasionalis-sekuler pimpinan Nur Misuari yang mendirikan Moro National Liberation Front (MNLF) dan kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) yang dipimpin oleh Hashim Salamat. Dalam perjalanannya MNLF pun akhirnya terpecah lagi dengan munculnya kelompok MNLF Reformis di bawah pimpinan Dimas Pundato (1981) dan kelompok Abu Sayyaf di bawah pimpinan Abdulrazaq Janjalani (1993).

(9)

Presiden FidelV Ramos (sejak 1992) belum terwujud sepenuhnya. Aksi pemberontakanMNLF pun masih berlanjut, demikian juga upaya diplomatik dari negara muslim yang mendesak pemerintah Filipina memenuhi tuntutan MNLF. Dari perjuangan yang telah dicapai MNLF, ada sejumlahtuntutan yang sudah dipenuhi pada masa pemerintahan Presden Ferdinant Marcos (1965-1986) dan Presiden Corazon Aquino (1986-1992) antara lain diakuinya budaya Islam dan dan Bangsa Moro, dibentuknya peradilan berdasarkan syariat, dan diberikannya otonomi wilayah, kendatipun masih secaraterbatas. Sejumlah pemimpin tertinggi MNLF memperoleh kedudukan politik dalam pemerintahan dan peluang ekonomi yang lebih besar. Pada masa pemerintahan Fidel V Ramos beberapa tuntutan juga disepakati setelah melalui serangkaian perundingan.

Upaya-upaya menujuperdamaian mulai kembali dilakukan secara intensif ketika Presiden Filipina berada di bawah kendali Presiden Cory Aquino. Kebijakan ini kemudian diteruskan oleh Presiden Fidel Ramos. Cory Aquino mengambil langkah sepihak pada 1989, yakni mengadakan referendum untuk membentuk Wilayah Otonomi Muslim Minadanao (ARMM) yang ditolak MNLF) Pada April 1993 perundingan antara MNLF dan pemerintah Filipina dilangsungkan di Jakarta dengan pemerintah Indonesia sebagai moderator. Perundingan yang disaksikan oleh pejabat OKI (Organisasi Konperensi Islam) itu menyepakati penyelesaian masalah kedua pihak melalui perundingan dan akan mengimplementasikan Perundingan Tripoli yang pernah mereka lakukan pada 1976. Setelah bertahun-tahun terjadi konflik, Presiden Fidel Ramos dan Misuari menyetujui kesepakatan damai pada 1996. Pada tahun yang sama, Misuari juga terpilih menjadi Gubernur daerah otonom. Namun konflik antara MNLF dan pemerintah Filipina tetap saja berkepanjangan hingga abad ke-21. Selama tiga dekade terakhir abad ke 20, konflik antara kelompok gerilyawan Moro dan pemerintah telah memakan korban tewas sekitar 100.000 orang. Dari pihak bangsa Moro-pun Misuari telah

(10)

III. Analisis Pembahasan Masalah

Dari deskripsi mengenai dinamika – dinamika kaum Islam terhadap rezim pemerintahan yang terpengaruhi politisi Kristen, berikut ini merupakan faktor – faktor yang mempengaruhi kebangkitan golongan Muslim atas ketidak adilan.

Pertama, banyaknya warga muslim yang terpengaruh kesadaran kebangkitan dunia Islam, terutama setelah mereka melihat fenomena itu ketika mereka menunaikan ibadah haji di Mekkah. Setelah mereka kembali ke masyarakat dengan prestise dan kesadaran keagamaan yang meningkat Masjid-masjid baru didirikan dengan bantuan dari organisasi-organisasi Muslim dari luar negeri.

Kedua, semakin menjamurnya berbagai kelompok dan organisasi Islam yang mendapatkan dukungan, baik dari komunitas Islam lokal maupun luar negeri. ‘

Ketiga, berdirinya madrasah, sekolah dan perguruan tinggi, baik secara khusus maupun tidak, yang memberikan pendidikan keagamaan dan menawarkan program-program studi keislaman. Madrasah baru didirikan, dengan bantuan dari organisasi-organisasi Muslim dari luar negeri. Pemerintah Mesir menawarkan beasiswa bagi orang-orang Moro untuk belajar ke Universitas Al-Azhar di Kairo. Beberapa ulama pindah ke beberapa universitas di Kairo yang lain, serta Akademi Militer Mesir. Para guru muslim juga datang dari luar negeri untuk mengajar di wilayah Moro dalam beberapa tahun. Rasa bangga dan prestasi muncul di kalangan anak muda Moro.

Keempat, pengaruh peristiwa pemberontakan Moro, yang melahirkan dan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan kelompok Islam di Filipina. Sebagai tambahan, berbagai kebijakan pemerintah Filipina yang mendiskriminasikan kaummuslim semakin menguatkan kesadaran akan pentingnya kebangkita kembali Islam.

(11)

1990-an, perlawanan beberapa kelompok dari bangsa Moro kembali muncul, seperti yang dilakukan kelompok gerilyawan Abu Sayyaf, menyusul ketidakpuasan mereka terhadap perjuangan bangsa Moro selama ini dan berbagai keputusan dan kebijakan pemerintah pusat Filipina terhadap kelompok muslim.

IV. Penutup

Pemboratakan yang dilakukan oleh kaum Islam semata – mata karena mereka ingin mempertahankan prinsip ajaran agama mereka dari pihak – pihak yang mencoba mengganggu kenyamanan mereka. Latar belakang masalah dan konflik berawal karena hanya perbedaan agama yang menjadikan kedua kubu saling konflik. Berkaca dari peristiwa – peristiwa konflik agama lainnya, umumnya disebabkan karena kesalah pahaman kepentingan yang sangkut pautkan dengan masalah agama. Jika sudah menyangkut identitas sebuah agama maka setiap golongan merasa terpancing dan ingin mempertahankan dan menegakkan agamanya.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Gowing, Peter G. 1979. “Muslim Filipinos – Heritage and Horizon”, Quezon City : New Day Publisers.

Majul, Cesar A. 1989. “Dinamika Islam Filipina”, terj. Eddy Zainurry,

Jakarta: LP3ES.

Corpuz, Onofre D. 1972. “Filipina”, Kuala Lumpur : Perchetakan Art

Kuala Lumpur.

ARTIKEL

Ibrahim, Malik. “Seputar Gerakan Islam di Filipina Suatu Upaya Melihat Faktor Internal dan

Eksternal”

Referensi

Dokumen terkait

Pada form Watermarking dokumen terdapat langkah-langkah urutan untuk melakukan proses watermark, pertama pilih dokumen penelitian yang berkestensi atau dengan

Berbagai upaya dilakukan perusahaan perbankan untuk tetap bertahan hidup ( survive ) di masa setelah krisis yang berkepanjangan ini dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat

Abstrak – Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur dalam tradisi lisan seni pertunjukan randai Minangkabau, kegiatan preservasi pengetahuan yang telah

Pada subbab ini menjelaskan tentang aplikasi clustering untuk pengelompokan mahasiswa STMIK ASIA berdasarkan usia dan data akademik menggunakan metode K-Means, atau

 Terima kasih banyak untuk dosen pembimbingku ibu Hj, Anggraeni, S.E.,M.Si yang sangat sabar dalam membimbing saya sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi ini

In general, we can conclude that bank efficiency is determined positively by capital, size, risk-taking, corruption, economic freedom and economic growth and

Dengan media pengumpulan data wawancara penulis dapat menggunakan hasil jawaban dari responden sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kriteria apa saja yang akan digunakan

Studi asuhan keperawatan merupakan suatu kegiatan pemecahan masalah dimana peserta didik melakukan pengkajian secara mendalam dan menyeluruh mengenai masalah klinik