PENGARUH TIDUR SIANG TERHADAP
PEMULIHAN KEMAMPUAN PERSEPSI
2
PENDAHULUAN
Peningkatan beban kerja mengurangi waktu tidur
Kebutuhan tidur yang tidak tercukupi (sleep deprivation) dapat menimbulkan penurunan persepsi
Penurunan persepsi menyebabkan penurunan
produktifitas dan peningkatan angka kecelakaan.
Perlu adanya alternatif pengganti obat-obatan
3
PERMASALAHAN
Apa dampak pada tidur siang pada
penurunan persepsi?
4
FISIOLOGI TIDUR NORMAL
Definisi : keadaan bawah sadar dimana seseorang
dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau rangsang lainnnya.
Tidur mempunyai dua tahap : REM (Rapid Eye
Movement ) dan NREM (Non Rapid Eye Movement)
NREM terdiri atas 4 fase: NREM 1 s/d NREM 4.
Secara spesifik fase NREM 3 dan 4 disebut fase
SWS (Slow Wave Sleep)
7
PEMANTAUAN TIDUR
MENGGUNAKAN EEG
Gelombang EEG merupakan gambaran kegiatan
listrik otak yang dicatat menggunakan elektroda pada permukaan kulit kepala.
Terdapat 4 macam Gelombang EEG yang
termonitor pada manusia : α, β, σ, δ
Dalam keadaan terjaga gelombang yang muncul
adalah α dan β
10
KARAKTERISTIK REM DAN NREM
FASE REM
- terjadi gerakan mata cepat - disebut juga fase mimpi
- berlangsung sekitar 10-30 menit - lebih sukar dibangunkan
- denyut jantung dan napas ireguler - tonus otot menurun tajam
- terjadi peningkatan metabolisme otak sebesar 20% (gelombang otak mirip saat terjaga) sehingga
11
FUNGSI REM
Memperkuat hubungan sinaps
Mengoptimalkan fungsi penyimpanan memori
melalui transfer memori dari sirkuit hipokampus
yang overload ke area korteks
Mengembalikan otak ke fungsi semula setelah
fase SWS
Perputaran mata memungkinkan aqueus humor
12
FASE NON REM
Berisi fase SWS (Slow Wave Sleep) pada tahap 3-4
Tidur sangat tenang (deep sleep), lebih sulit
dibangunkan.
Terjadi penurunan tonus vaskuler perifer
Tek.darah, frek.napas dan laju metabolisme
berkurang 10-30%
Biasanya tidak terjadi mimpi, kalaupun terjadi, tidak
MEKANISME PERSYARAFAN
(Baer, 2001)
Siklus tidur-terjaga merupakan sistem modulasi difus
dengan Formatio retikularis sebagai station relay.
Dalam keadaan terjaga, neuron modulator distimulasi
oleh Noradrenalin dan Serotonin, dan beberapa neuron menggunakan ACh untuk mempertahankan fase REM
Sistem modulasi difus mengontrol irama talamus yang
bekerja mengontrol gelombang EEG.
Aktifitas jalur asenden mempengaruhi sistem modulasi
difus, mis pada proses inhibisi aktif neuron motorik saat bermimpi.
17
GANGGUAN TIDUR DAN
KEMUNDURAN PROSES PERSEPSI
Dapat berupa berkurangnya durasi tidur
Dapat bersifat
occasional
atau menetap
Kurang tidur dapat menimbulkan
sleep debt
Kurang tidur yang berkepanjangan
menimbulkan gangguan persepsi, tidak
mampu konsentrasi, tidak mampu
mengambil keputusan, tidak mampu
18
KARAKTERISTIK TIDUR SIANG
Kedalaman tidur tergantung siklus yang
dicapai
Banyak mengandung fase NREM, yang
19
EFEK PEMULIHAN TIDUR SIANG (1)
Efek pemulihan mengacu pada peningkatan
kemampuan persepsi setelah tidur siang
dengan waktu tertentu.
Dipengaruhi oleh plastisitas korteks visual
20
EFEK PEMULIHAN TIDUR SIANG (2)
Takahashi dan Arito (2000)
- penelitian terhadap 12 subyek yang tidur malam hanya 4 jam:
- brief nap (15 menit) secara objektif memberikan efek peningkatan kesiagaan (alertness),
memori dan logical reasoning.
21
EFEK PEMULIHAN TIDUR SIANG (3)
Mednick (2002):
- Post training sleep diperlukan untuk proses konsolidasi memori.
- Waktu tidur siang yang paling efektif untuk pemulihan persepsi adalah 60 menit, dengan SWS dan REM.
- Kemampuan persepsi mengalami pemulihan setelah 2 X 24 jam.
PEMULIHAN PERSEPSI SETELAH TIDUR
SIANG
Pemulihan persepsi pada kelompok ‘tidak tidur siang’, kelompok ’60 menit’ dan ’90 menit’, (melihat pengaruh REM dan SWS). Kiri: kelompok ‘tidak tidur siang’
menunjukkan kemunduran. Tengah:kemampuan persepsi setelah tidur siang,
23
PENGARUH TIDUR SIANG
TERHADAP PERSEPSI
Berdasarkan penelitian terhadap subyek yang tidur
siang dan klp. kontrol yang tidak tidur siang:
- klp yang tidak tidur siang (tanpa REM dan SWS)
dalam waktu 10 jam mengalami kemunduran
kemampuan diskriminasi tekstur.
- klp yang tidur siang yang mengalami SWS tanpa REM, tidak menunjukkan perbaikan kemampuan diskriminasi tekstur.
PERBANDINGAN PENGARUH TIDUR SIANG
DAN TIDAK TIDUR SIANG
Pemulihan pada kelompok ‘’tidur siang’ dan ‘tidak tidur siang’. Kiri: bar 1:
pemulihan setelah 24 jam training pada kelompok ‘tidak tidur siang’ pada tes kedua, bar 2: tes kedua pada klp kontrol 24 jam, bar 3: tes kedua pada klp
25
HASIL UJI PERBANDINGAN
Berdasarkan uji perbandingan klp tidur siang dan tidak
tidur siang: bahwa pada klp yang tidur siang terjadi pemulihan seperti tidur satu malam (dibandingkan dengan hasil hari 1).
Tidur siang yang diikuti dengan tidur malam akan
memberikan hasil seperti tidur 2 malam (perbaikan lebih dari 50% dibanding klp kontrol yg tidak tidur siang).
Tidur siang yang mengalami SWS dan REM
mengiindikasikan bahwa SWS berfungsi menstabilkan persepsi, sedangkan REM berfungsi memfasilitasi
26
KESIMPULAN
Brief nap selama 15 menit memberikan efek pemulihan yang
singkat, dalam meningkatkan kesiagaan, memori dan logical reasoning
Jaringan otak akan terstimulasi oleh aktifitas tidur siang dan
secara dini akan mengalami pemulihan kemampuan persepsi (Kemampuan Diskriminasi Tekstur)
Irama sirkadian mempengaruhi perubahan kemampuan
persepsi sbg dampak perubahan saraf.
DurasiTidur siang yang paling besar dampak restoratifnya
27
TIPS UNTUK BRIEF NAP
Teknik Count sheep
Dispersi pikiran (think about nothing)
Jangan hentikan tidur dg alarm biarkan free running Hindari obat tidur karena menggangu short term
memory dan reaction time
Minum susu : Triptofan meningkatkan sintesis
serotonin
Tidak harus siang hari, asal jaraknya dengan tidur
29
29
PADA KONDISI KHUSUS
PADA KONDISI KHUSUS
PADA KONDISI KHUSUS
30
30
KESEIMBANGAN PANAS
31
31
REFLEKS TERMOREGULASI
32
32
KESEIMBANGAN ENERGI
33
33
RESPON HOMEOSTASIS THD PERUBAHAN
RESPON HOMEOSTASIS THD PERUBAHAN
SUHU LINGKUNGAN
34
34
INPUT DAN OUTPUT PANAS
35
35
JALUR TERMOREGULASI UTAMA
36
36
MEKANISME TRANSFER PANAS
37
37
MEKANISME DEMAM
MEKANISME DEMAM
Demam merupakan adanya
Demam merupakan adanya
peningkatan panas sebagai
peningkatan panas sebagai
gejala adanya infeksi atau
gejala adanya infeksi atau
inflamasi.
inflamasi.
Adanya zat pirogen
Adanya zat pirogen
mengaktifkan reseptor suhu
mengaktifkan reseptor suhu
seperti pada kondisi penurunan
seperti pada kondisi penurunan
suhu lingkungan. Suhu
suhu lingkungan. Suhu
meningkat jauh dari suhu
meningkat jauh dari suhu
normal. (mekanisme reset)
normal. (mekanisme reset)
Mekanisme demam terjadi
Mekanisme demam terjadi
pada mahluk poikilotermik
pada mahluk poikilotermik
maupun homeotermik.
38
38
HIPERTERMIA PADA EXERCISE BERAT
39
39
HIPERTERMIA YANG DIINDUKSI
HIPERTERMIA YANG DIINDUKSI
OLEH EXERCISE
OLEH EXERCISE
Konsekuensi kerja otot yang sangat berat
Konsekuensi kerja otot yang sangat berat
akan menghasilkan panas yang sangat
akan menghasilkan panas yang sangat
besar pada fase awal exercise
besar pada fase awal exercise
Peningkatan suhu inti selama fase awal
Peningkatan suhu inti selama fase awal
exercise terjadi akibat panas yang
exercise terjadi akibat panas yang
dihasilkan jauh melebihi panas yang
dihasilkan jauh melebihi panas yang
dikeluarkan, selanjutnya akan memicu
dikeluarkan, selanjutnya akan memicu
timbulnya mekanisme pembuangan panas
timbulnya mekanisme pembuangan panas
(vasodilasi dan berkeringat)
(vasodilasi dan berkeringat)
Mekanisme pembuangan panas dilakukan
Mekanisme pembuangan panas dilakukan
untuk mengeliminasi kesenjangan antara
untuk mengeliminasi kesenjangan antara
heat production
40
40
HIPERTERMIA PATOLOGIS
HIPERTERMIA PATOLOGIS
Hipertermia dapat dipicu oleh produksi panas Hipertermia dapat dipicu oleh produksi panas yang berlebihan akibat tingginya kadaryang berlebihan akibat tingginya kadar hormon hormon tiroksin atau epinefrin
tiroksin atau epinefrin (disfungsi kelenjar tiroid (disfungsi kelenjar tiroid dan adrenal), melalui peningkatan laju
dan adrenal), melalui peningkatan laju metabolisme dan produksi panas.
metabolisme dan produksi panas.
Hipertermia juga dapat disebabkan oleh Hipertermia juga dapat disebabkan olehmalfungsi pusat kontrol suhu di hipotalamus. malfungsi pusat kontrol suhu di hipotalamus.
Lesi serebri dapat merusak kemampuan Lesi serebri dapat merusak kemampuan
regulasi termostat hipotalamus. regulasi termostat hipotalamus.
Kerusakan pusat kontrol suhu dapat Kerusakan pusat kontrol suhu dapatmenimbulkan kondisi letal karena mekanisme menimbulkan kondisi letal karena mekanisme
pembuangan panas tidak bekerja sama sekali pembuangan panas tidak bekerja sama sekali
suhu tubuh sangat tinggi suhu tubuh sangat tinggi kematian sel
41
41
HEAT EXHAUSTION
HEAT EXHAUSTION
Adalah keadaan collaps (pingsan) yang
Adalah keadaan collaps (pingsan) yang
disebabkan oleh penurunan tekanan
disebabkan oleh penurunan tekanan
darah akibat mekanisme pembuangan
darah akibat mekanisme pembuangan
panas bekerja berlebihan.
panas bekerja berlebihan.
Pengeluaran keringat yang sangat
Pengeluaran keringat yang sangat
banyak dehidrasi penurunan
Merupakan mekanisme protektif untuk
Merupakan mekanisme protektif untuk
mencegah terjadinya
42
42
HEAT STROKE
HEAT STROKE
Merupakan kondisi yang berbahaya Merupakan kondisi yang berbahayadimana sistem termoregulasi hipotalamus dimana sistem termoregulasi hipotalamus
mengalami kerusakan sehingga tidak mampu lagi mengalami kerusakan sehingga tidak mampu lagi
berrespon terhadap perubahan suhu. berrespon terhadap perubahan suhu.
Terjadi akibat pemajanan panas yang terlalu lama Terjadi akibat pemajanan panas yang terlalu lama
dengan kelembaban udara yang sangat tinggi. dengan kelembaban udara yang sangat tinggi.
Terjadi bila tubuh kehilangan panas terlalu cepat Terjadi bila tubuh kehilangan panas terlalu cepat
shock sirkulasi shock sirkulasi
43
43
HIPOTERMIA
HIPOTERMIA
Hipotermia
Hipotermia
adalah turunnya temperatur
adalah turunnya temperatur
tubuh karena proses pendinginan tubuh
tubuh karena proses pendinginan tubuh
yang melebihi kemampuan mekanisme
yang melebihi kemampuan mekanisme
regulasi konservasi panas tubuh serta
regulasi konservasi panas tubuh serta
kemampuan untuk menormalkan suhu
kemampuan untuk menormalkan suhu
tubuh.
tubuh.
Penurunan suhu inti mengakibatkan
Penurunan suhu inti mengakibatkan
proses enzimatik tubuh turun secara
proses enzimatik tubuh turun secara
drastis akhirnya dapat terjadi hilang
drastis akhirnya dapat terjadi hilang
kesadaran.
44
44
Mekanisme Hipotermia
Mekanisme Hipotermia
Pemajanan suhu lingkungan
Yang sangat rendah memicu pe suhu inti
Stimulasi termoreseptor sentral di hipotalamus, Medula spinalis dan organ abdominal
Pusat integrasi termoregulasi di hipotalamus area posterior
Depresi pusat pernapasan dan kardiovaskuler
RR dan cardiac output
Aktifitas kardiovaskuler
45
45
FROSTBITE
FROSTBITE
Frostbite
Frostbite
adalah pendinginan tubuh
adalah pendinginan tubuh
atau bagian tubuh tertentu secara
atau bagian tubuh tertentu secara
berlebihan, sampai pada tahap
berlebihan, sampai pada tahap
dimana jaringan di bagian tersebut
dimana jaringan di bagian tersebut
mengalami kerusakan.
mengalami kerusakan.
Jika jaringan yang terpapar
Jika jaringan yang terpapar
mengalami pembekuan, kerusakan
mengalami pembekuan, kerusakan
sel terjadi karena terbentuknya kristal
sel terjadi karena terbentuknya kristal
es, sehingga jumlah air dalam bentuk
es, sehingga jumlah air dalam bentuk
liquid
46
47