• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

PEMERINTAH PUSAT

(2)

MANFAAT LAPORAN KEUANGAN

KEBUTUHAN TERHADAP LAPORAN

KEUANGAN;

LAPORAN KEUANGAN UNTUK

AKUNTABILITAS PUBLIK;

LAPORAN KEUANGAN UNTUK

(3)

KEBUTUHAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Informasi keuangan merupakan suatu kebutuhan

bagi para pengguna (stakeholders);

Laporan keuangan disajikan kepada stakeholder

untuk membantu mereka dalam mengambil

keputusan sosial, politik, dan ekonomi sehingga keputusan yang diambil lebih berkualitas dan tepat sasaran;

Laporan keuangan merupakan cermin untuk

melihat kondisi keuangan republik tercinta ini;

Neraca merupakan cermin utama untuk melihat apa

yang ada di republik, terutama menyangkut hal-hal yang salah urus atau hal-hal yang tidak diurus

(4)

LAPORAN KEUANGAN UNTUK TRANSPARANSI

Era keterbukaan, teknologi informasi & komunikasi

sedemikian maju, masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan berbagai informasi dengan biaya

relatif murah.

Setiap rupiah uang publik harus

dipertanggung-jawabkan kepada masyarakat yang telah memberikan uangnya untuk membiayai

pembangunan dan operasional pemerintahan;

Dalam hal pengelolaan uang publik, masyarakat

semakin cerdas menuntut adanya transparansi.

Transparansi pengelolaan keuangan pemerintah

(5)

LAPORAN KEUANGAN UNTUK AKUNTABILITAS

Laporan keuangan merupakan gambaran adanya

akuntabilitas dari para pemangku kekuasaan.

Akuntabilitas adalah “amanah” berarti pemangku

kekuasaan adalah mereka yang terpercaya dan bertanggung jawab dalam mengelola sumberdaya publik yang diberikan kepadanya;

Tidak adanya laporan keuangan menunjukkan

lemahnya akuntabilitas;

Lemahnya akuntabilitas megindikasikan lemahnya

(6)

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi, sosial, maupun politik dengan menyediakan informasi mengenai:

kecukupan penerimaan selama periode berjalan untuk

membiayai seluruh pengeluaran,

kesesuaian cara memperoleh sumber daya ekonomi

dan alokasinya dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundangan,

jumlah sumberdaya ekonomi yang digunakan dalam

(7)

Tujuan Laporan Keuangan

 bagaimana entitas pelaporan mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi

kebutuhan kasnya,

 posisi keuangan dan kondisi entitas pelaporan berkaitan dengan sumber-sumber

penerimaannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman.

 perubahan posisi keuangan entitas pelaporan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai akibat kegiatan yang dilakukan

(8)

Manfaat Laporan Keuangan

Memberikan informasi untuk:

menentukan dan memprediksi kondisi kesehatan

keuangan pemerintah terkait dengan likuiditas dan solvabilitasnya;

menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi

pemerintah dan perubahan-perubahan yang telah dan akan terjadi;

memonitor kinerja, kesesuaian dengan peraturan

perundang-undangan, kontrak yang telah

disepakati, dan ketentuan lain yang disyaratkan;

(9)

Manfaat Laporan Keuangan

 mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional:

menentukan biaya program, fungsi, dan aktivitas

sehingga memudahkan analisis dan melakukan

perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan, membandingkan dengan kinerja periode-periode

sebelumnya, dan dengan kinerja unit yang lain;

mengevaluasi tingkat ekonomi, efisiensi, dan

efektivitas operasi, program, aktivitas, dan fungsi tertentu di dalam pemerintahan;

mengevaluasi hasil (outcome) suatu program,

aktivitas, dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target;

mengevalauasi tingkat pemerataan dan keadilan

(10)

PENGERTIAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Analisis laporan keuangan merupakan analisis yang dilakukan terhadap berbagai macam

informasi yang disajikan dalam laporan keuangan

Dalam melakukan analisis, setiap pengguna laporan harus mengidentifikasi informasi yang

(11)

PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN

Masyarakat;

Para wakil rakyat;

Lembaga pengawas, dan lembaga

pemeriksa;

 Pemberi atau yang berperan dalam proses

donasi, investasi, dan pinjaman

(12)

TUJUAN ANALISIS

Meyakini bahwa pemerintah telah melaksanakan anggaran sesuai dengan peraturan perundang-udangan

Mengukur dan mengevalusasi kinerja pemerintah

Mengukur potensi pendapatan atau sumber ekonomi

Mengetahui kondisi keuangan

(13)

TINGKAT KEDALAMAN

ANALISIS

Semakin besar permasalahan yang

dihadapi dan semakin panjang waktu

yang menjadi kepentingan pengguna

akan diperlukan analisis yang

semakin mendalam dengan

(14)

TINGKAT KEDALAMAN

ANALISIS

Contoh:

Seorang calon investor yang akan menanamkan uang untuk jangka waktu yang panjang akan membutuhkan banyak informasi dengan ruang lingkup yang luas, dan melakukan analisis secara mendalam dengan

menggunakan berbagai teknik analisis. Mereka akan membutuhkan informasi mengenai:

potensi ekonomi di masa yang akan datang

mengukur tingkat keuntungan yang dikehendakimengukur berapa lama investasinya akan

(15)

TINGKAT KEDALAMAN

ANALISA

Contoh:

Sebaliknya mungkin ada pejabat pemerintah yang hanya ingin mengetahui naik-turunya pendapatan pajak atau bukan pajak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Karena kebutuhannya sangat sederhana maka ia hanya akan membandingkan antara pajak dan bukan pajak

(16)

PRASYARAT ANALISIS

Prasysarat analisis yang harus dipahami oleh pengguna, antara lain:

1. Laporan keuangan disusun berdasarkan SAP dan

kebijakan akuntansi yang ditetapkan oleh pemerintah

2. Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan

mungkin dipengaruhi oleh suatu kondisi atau masalah tertentu yang spesifik

3. Pengaruh transaksi, peristiwa dan kejadian yang

ekstrim atau luar biasa juga harus dieliminasi supaya tidak meyesatkan.

4. Pemilihan angka-angka yang menjadi tolok ukur harus

dilaksanakan secara hati-hati, terlebih lagi jika yang digunakan sebagai pembanding adalah laporan

(17)

METODE ANALISIS

Analisis horisontal: dilaksanakan dengan

membandingkan angka-angka dalam suatu laporan keuangan kementerian

negara/lembaga dengan kementerian

negara/lembaga lainnya, antara pemerintah dengan pemerintah lainnya.

Analisis vertikal: dilakukan dengan

(18)

TOLOK UKUR ATAU

PEMBANDING

1. Evaluasi hasil analisa laporan keuangan akan

dibandingkan dengan kriteria atau tolok ukur yang ditetapkan.

2. Tolok ukur yang dapat digunakan dalam

melakukan analisa ini antara lain:

1) informasi internal dari kementerian negara/lembaga

yang bersangkutan, berupa:

a. rencana kerja dan anggaran atau dokumen lainnya b. laporan keuangan periode sebelumnya

2) informasi eksternal, informasi yang disajikan dalam

(19)

TEKNIK ANALISIS

Teknik analisa laporan keuangan meliputi:

Analisis perubahan laporan keuangan

Analisis persentase per komponen

Analisis trend

Analisis rasio

Analisis sumber dan penggunaan

dana

(20)

ANALISIS PERUBAHAN LAPORAN KEUANGAN

Pengertian

T

eknik analisa yang dilakukan dengan memperbandingkan pos-pos yang sama dari dua laporan keuangan suatu K/L

dengan dua periode yang berlainan

Tujuan

(21)

ANALISIS PERUBAHAN

409.203.019 347.031.113 62.171.906 17,92 395.971.535 331.791.943 64.179.592 19,34 13.231.483 15.239.170 (2.007.687) -13,17 226.950.066 146.888.310 80.061.756 54,51 167.473.800 110.467.256 57.006.544 51,60 22.973.056 12.835.193 10.137.863 78,98 36.503.209 23.585.859 12.917.350 54,77 1.834.050 1.304.782 529.268 40,56 637.987.136 495.224.207 142.762.929 28,83 2. Bagian Pem. atas Laba BUMN

3. PNBP. Lainnya III. Penerimaan Hibah

Jumlah Pendapatan Negara & Hibah (A.I+A.II+A.IIII) 1. Pajak Dalam Negeri

2. Pajak Perdagangan Internasional II. Penerimaan Negara Bukan Pajak

1. Penerimaan Sumber Daya Alam Uraian

Kenaikan (Penurunan)

(22)

ANALISIS PERUBAHAN

Rp %

440.032.084 361.155.202 78.876.882 21,84 73.252.287 54.254.195 18.998.092 35,02 47.181.912 29.171.687 18.010.225 61,74 54.951.875 32.888.839 22.063.036 67,08 79.082.563 65.199.594 13.882.969 21,29 107.431.785 120.765.318 (13.333.533) -11,04 40.708.566 24.903.485 15.805.081 63,47 37.423.093 33.972.081 3.451.012 10,16 226.179.954 150.463.868 75.716.086 50,32 222.130.617 143.221.256 78.909.361 55,10 a. Dana Bagi Hasil 64.900.298 49.692.261 15.208.037 30,60 b. Dana Alokasi Umum 145.664.184 88.765.427 56.898.757 64,10 c. Dana Alokasi Khusus 11.566.134 4.763.567 6.802.567 142,80 4.049.336 7.242.612 (3.193.276) -44,09 a. Dana Otonomi Khusus 3.488.284 1.775.312 1.712.972 96,49 b. Dana Penyesuaian 561.052 5.467.300 (4.906.248) -89,74 916.774 (1.986.652) 2.903.426 -146,15 667.128.813 509.632.418 157.496.395 30,90

Uraian Realisasi 2006 Realisasi 2005Kenaikan (Penurunan) Realisasi 2006 vs 2005

B. Belanja Negara

I. Belanja Pemerintah Pusat 1. Belanja Pegawai

2. Belanja Barang 3. Belanja Modal

4. Pembayaran Bunga Utang 5. Subsidi

6. Bantuan Sosial

III. Suspen

Jumlah Belanja Negara (B.I + B.II + B.III) 7. Belanja Lain-lain

II. Transfer untuk Daerah 1. Dana Perimbangan

(23)

ANALISIS PERUBAHAN

Rp % 55.982.075 19.144.695 36.837.380 192,42 11.555.466 8.901.481 2.653.985 29,82 7.357.400 (13.700.000) 21.057.400 -153,70 5.055.702 6.563.537 (1.507.835) -22,97 35.985.507 22.574.677 13.410.830 59,41

(3.972.000) (5.195.000) 1.223.000 -23,54

(26.566.486) (10.271.960) (16.294.526) 158,63 26.114.584 26.840.442 (725.858) -2,70 a. Penarikan Pinjaman Program 13.579.552 12.264.809 1.314.743 10,72 b. Penarikan Pinjaman Proyek 12.535.032 14.575.632 (2.040.600) -14,00

(52.681.070) (37.112.409) (15.568.661) 41,95 Jumlah Pembiayaan (D.I + D.II) 29.415.590 8.872.728 20.542.862 231,53

Uraian

Kenaikan (Penurunan) Realisasi 2006 vs 2005 Realisasi 2005

Realisasi 2006

I. Pembiayaan Dalam Negeri 1. Rekening Pemerintah 2. Dana Moratorium

1. Penarikan Pinjaman LN (Bruto)

2. Pemb.Cicilan Pokok Utang LN. 3. Privatisasi & Penj.Aset Prog. Restr 4. Surat Utang Negara (Neto)

(24)

Kesimpulan dari hasil analisa

Pendapatan Negara mengalami kenaikan secara

rata-rata 28,83 %, kecuali Pajak Perdagangan Internasional turun sebesar 13,17 %,

Belanja Pemerintah Pusat secara keseluruhan

meningkat secra rata-rata 21,84%, kecuali Belanja Subsidi turun 11,04 %.

Transfer untuk Daerah meningkat tajam secara

siknifikan yaitu 50,32 %, kecuali Dana Penyesuaian turun 89,74 %.

Pembiayaan Dalam Negeri meningkat tajam, yaitu

(25)
(26)

ANALISIS PERSENTASE PERKOMPONEN

Pengertian

S

uatu teknik analisa yang dilakukan dengan membandingkan antara suatu pos terhadap totalnya dalam laporan keuangan yang sama.

Tujuan

(27)

Ilustrasi

Belanja pegawai selama satu tahun anggaran Rp3 milyar, yang terdiri:

Gaji Rp1 milyar,

Honorarium Rp1,5 milyar Lainnya Rp0,5 milyar.

Angka ini memperlihatkan bahwa besarnya gaji hanya 1/3, sedangkan honorarium

(28)

ANALISIS PERSENTASE PERKOMPONEN

No Analisa prosentase per komponen menurut tahun 2006 2005

Naik (Turun) A Pendapatan

1 Pajak Dalam Negeri dengan total Pendapatan 62,06% 67,00% -4,94% 2 Penerimaan SDA dengan total Pendapatan 26,25% 24,57% 1,68% 3 Laba BUMN dengan total Pendapatan 3,60% 2,59% 1,01% B Belanja

(29)
(30)

ANALISIS TREND

Pengertian

Teknik analisa yang dilakukan dengan

membandingkan pos-pos yang sama dari

beberapa periode yang berurutan (time serries

data).

Tujuan

(31)
(32)

ANALISIS TREND

Berikut ini ilustrasi trend dalam bentuk grafk atas pendapatan tersebut.

0

(33)
(34)

ANALISIS RASIO

 Pengertian

Teknik analisis yang dilakukan dengan membandingkan pos yang satu dengan pos yang lain dalam laporan

keuangan yang sama. Rasio-rasio yang diperoleh

selanjutnya akan dibandingkan dengan rasio yang sama di K/L yang bersangkutan untuk periode yang berlainan atau akan dibandingkan dengan rasio pos yang sama dari K/L lainnya.

 Tujuan

(35)

ASET

31 Des 2006 31 Des 2005 Aset Lancar Investasi Jangka

Panjang 663,55 triliun 650,49 triliun Aset Tetap 343,92 triliun 314,17 triliun

Dana Cadangan 0 1,73 triliun

(36)

KEWAJIBAN

31 Des 2006 31 Des 2005

Kewajiban Jangka

Pendek 108,14 triliun 138,03 triliun Kewajiban Jangka

Panjang 1.221,92 triliun 1.204,02 triliun

(37)

ANALISIS RASIO

Current Ratio= Current Asset Current Liabilities

Quick Ratio = Cash

Current Liabilities

(38)

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

Pengertian

Teknik analisa untuk mengetahui dari mana pemerintah memperoleh dana dan bagaimana pemerintah tersebut menggunakan dana yang diperolehnya selama tahun berjalan.

Tujuan

Analisa ini dimaksudkan antara lain untuk mengetahui:

sumber dana selama satu tahun anggaran

penggunaan dana selama satu tahun anggaran

kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan

operasionalnya

sumber dana yang digunakan untuk memperoleh asetdari mana defisit anggaran ditutup

(39)

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

Arus kas diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:

arus kas dari aktifitas operasi

arus kas dari aktifitas investasi aset non

keuangan

(40)

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

Arus kas dari aktifitas operasi mencerminkan kemampuan pemerintah untuk mendanai

kebutuhan operasionalnya.

Arus kas neto dari aktifitas operasi positif

mencerminkan penerimaan kas operasional mencukupi kebutuhan operasionalnya.

Arus kas dari aktifitas operasi negatif

mencerminkan pemerintah tidak mampu

mandiri, berarti tidak mampu menggali potensi pendapatan sehingga biaya operasi tidak

(41)

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

Arus kas dari aktivitas investasi aset non keuangan mencerminkan penerimaan dan

pengeluaran kas yang berasal dari penjualan aset tetap dan perolehan aset tetap.

Arus kas dari aktifitas investasi positif berarti

pemerintah sedang mengurangi/tidak menambah aset tetap yang dimilikinya.

Arus kas dari aktifitas investasi negatif berarti

(42)

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

 Arus kas dari aktifitas pembiayaan

mencerminkan dari mana pemerintah

memperoleh dana untuk menutup defisit dan ke mana pemerintah mengalokasikan adanya surplus dana.

 Jumlah ini arus kas dari aktifitas

(43)

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

Arus kas dari aktivitas nonanggaran

mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak

(44)

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

I. Arus Kas Masuk Tahun 2006 Tahun 2005 Total Penerimaan Perpajakan 409.203.019 346.859.857 II Arus Kas Keluar

(45)

Analisis Ketaatan Terhadap

Peraturan

Pengertian

Teknik analisa yang dilakukan dengan cara menguji apakah peraturan-peraturan yang ada telah ditaati.

Tujuan

(46)

PRINSIP

1. Pendapatan dan belanja diatur dalam

undang-undang APBN

2. Prinsip prealabel, yaitu anggaran harus

disahkan sebelum ada penggunaan

3. Prinsip universalitas, yaitu semua jenis

pengeluaran harus dicantumkan dalam anggaran

4. Prinsip spesialitas, yaitu anggaran yang telah

(47)

PRINSIP

5. Prinsip periodisitas, yaitu laporan disusun

secara berkala sesuai dengan peraturan

6. Azas bruto, yaitu tidak diperbolehkan adanya

offsetting antara pendapatan dan belanja

7. Anggaran belanja merupakan plafon

8. Pelaksanaan anggaran sesuai dengan

(48)

ANALISIS THD UU APBN

Anggaran 2006 Realisasi 2006

Rp %

478.249.290 440.032.084 (38.217.206) (7,99)

78.904.457 73.252.287 (5.652.170) (7,16)

55.506.999 47.181.912 (8.325.087) (15,00)

66.723.899 54.951.875 (11.772.024) (17,64)

82.494.656 79.082.563 (3.412.093) (4,14)

107.627.567 107.431.785 (195.782) (0,18)

44.590.994 40.708.566 (3.882.428) (8,71)

42.400.714 37.423.093 (4.977.621) (11,74)

220.849.845 226.179.954 5.330.109 2,41 216.797.725 222.130.617 5.332.892 2,46 a. Dana Bagi Hasil 59.563.725 64.900.298 5.336.573 8,96 b. Dana Alokasi Umum 145.664.200 145.664.184 (16) (0,00)

c. Dana Alokasi Khusus 11.569.800 11.566.134 (3.666) (0,03)

4.052.120 4.049.336 (2.784) (0,07)

a. Dana Otonomi Khusus 3.488.284 3.488.284 0 0,00 b. Dana Penyesuaian 563.836 561.052 (2.784) (0,49)

916.774 7. Belanja Lain-lain

II. Transfer untuk Daerah 1. Dana Perimbangan

2. Dana Otsus & Penyesuaian 4. Pembayaran Bunga Utang 5. Subsidi

6. Bantuan Sosial

III. Suspen

I. Belanja Pemerintah Pusat 1. Belanja Pegawai 2. Belanja Barang 3. Belanja Modal

Kenaikan (Penurunan) Realisasi 2006 vs Uraian

ANALISA HORIZONTAL ANTARA ANGGARAN DENGAN REALISASI TAHUN ANGGARAN 2006

(49)
(50)
(51)
(52)

PERTANYAAN

 TINGKAT PENCAPAIAN TARGET?

 TINGKAT PERTUMBUHAN?

 EFISIENSI? PROFIT CENTER

 EFISIENSI? COST CENTER

(53)
(54)

SOLUSI

 SATKER A

(55)
(56)
(57)

UNSUR-UNSUR YANG PERLU

DITELAAH

1. Dokumen sumber:

DIPA, DIPAL, Rev. DIPA/DIPAL, POK, SSBP, SSPB, dan SPM&SP2D.

2. Format Laporan:

LRA Satuan Kerja/W/E1/DepartemenLRA: Realisasi Belanja

LRA: Realisasi Pendapatan

LRA: Realisasi Pengembalian BelanjaLRA: Realisasi Pengembalian

(58)

UNSUR-UNSUR YANG PERLU

DITELAAH

 Kementerian negara/lembaga

 Eselon 1

 Wilayah provinsi

 Satuan Kerja

(59)

UNSUR-UNSUR YANG PERLU

DITELAAH

 Fungsi,

 Sub Fungsi,

 Program,

 Kegiatan,

 Output,

 Sumber Dana dan Cara Penarikan.

 Jenis Belanja (2 digit, 4 digit, dan 6 digit)

(60)
(61)

Kas di Bendahara Pengeluaran

Minus (kurang):

SPM/SP2D UP/TUP ada yang belum rekam.

Terlalu besar:

SPM GU Nihil masih ada yang belum direkam.SSBP berupa pengembalian UP belum direkam.

Kas di Bendaharawan Pengeluaran = Uang

(62)

MAK(MAP) yang Mempengaruhi Akun “Kas di

Uraian MAK (MAP) Debet Kredit

825111 Pengeluaran Uang Persediaan Dana Rupiah 825112 Pengeluaran Uang Persediaan Dana

Pinjaman/Hibah Luar Negeri

-825113 Pengeluaran Uang Persediaan Pengguna PNBP (Swadana)

-(815111) (Penerimaan Pengembalian Uang Persediaan Dana Rupiah)

-

(815112) (Penerimaan Pengembalian Uang Persediaan Dana Pinjaman/Hibah Luar Negeri)

-

(815113) (Penerimaan Pengembalian Uang Persediaan

Pengguna PNBP (Swadana))

-

(63)

Kas di Bendahara Penerima

 Cermati apakah pada tanggal neraca masih terdapat kas di bendahara penerima (kas yang diterima dari PNBP) yang belum disetor ke kas negara.

 Jika ada, sajikan nilai kas tersebut di neraca sebesar nilai yang ada pada bendahara

penerima.

(64)

Kas Lainnya dan Setara Kas

 Berupa:

1. Bunga jasa giro yang belum disetor ke kas negara 2. Pungutan pajak yang belum disetor ke kas negara

3. Penerimaan hibah langsung berupa kas (dalam/luar negeri) 4. Belanja yang tidak jadi direalisir atau pengembalian belanja 5. Belanja (gaji/honor) yang belum dibayarkan kepada yang

berhak

 Saldo Akun ‘Kas Lainnya dan Setara Kas’ butir 1-4 =

Pendapatan yang Ditangguhkan

 Saldo akun ‘Kas Lainnya dan Setara Kas’ butir 5 =

(65)

Persediaan

 Sering terjadi tidak ada nilai persediaan

pada Neraca baik pada laporan semester maupun akhir tahun.

 Mintalah laporan persediaan ke bagian

barang, terutama pada akhir semester, karena pada semester satuan kerja

seharusnya mempunyai persediaan.

(66)

Bagian Lancar TGR/TPA

 TGR/TPA biasanya mencakup masa

pelunasan lebih dari satu tahun anggaran.

 Jika pada akhir tahun masih terdapat saldo,

dilakukan reklasifikasi untuk menentukan

Bagian Lancar (yang jatuh tempo pada tahun depan)

 Jumlah Bagian Lancar TGR/TPA ini

dimasukkan ke kelompok aset lancar,

(67)

<Aset Tetap> Sebelum

Disesuaikan

 Periksa apakah masih ada akun “<Aset Tetap> Sebelum Disesuaikan”

 Akun ini masih muncul, mungkin disebabkan oleh:

Penerimaan ADK dari Aplikasi SIMAK-BMN belum

dilakukan,

Penerimaan ADK dari SIMAK-BMN sudah dilakukan

tetapi terdapat Aset berikut SPM/SP2D nya yang belum direkam

Penerimaan ADK dari SIMAK-BMN sudah dilakukan

tetapi ada kesalahan dalam perekaman nomor SPM/SP2D ataupun jumlah rupiah SPM

(68)

MAK yang Menimbulkan Akun “<Aset Tetap> Sebelum Disesuaikan”

Mata Anggaran

Pengeluaran Akun-akun Neraca yang ditimbulkan

Kode MAK

Uraian Kode

BB

Uraian

531111 Belanja Modal Tanah 13121

1 Tanah Sebelum Disesuaikan

532111 Belanja Modal

Peralatan dan Mesin

13141 1

Peralatan dan Mesin Sebelum Disesuaikan

533111 Belanja Modal

Gedung dan Bangunan

13161

1 Gedung dan Bangunan Sebelum Disesuaikan

534111 Belanja Modal Jalan dan Jembatan

13181 1

(69)

Aset Tetap

 Bandingkan nilai aset tetap di Neraca dengan

Laporan BMN Intrakomtabel. Nilai aset tetap non KDP di neraca seharusnya sama dengan total nilai BMN di LBMN Intrakomtabel.

 Bandingkan pertambahan nilai aset tetap di Neraca dengan Realisasi Belanja Modal pada LRA.

 Jika akuntansi BMN masih dikerjakan secara manual, periksa kebenaran mapping antara

laporan BMN dengan akun aset tetap di Neraca.  Total nilai aset tetap harus sama dengan nilai

(70)

Akun-akun Aset Tetap

Kode

Akun Uraian Akun

131111 Tanah

131211 Tanah Sebelum Disesuaikan 131311 Peralatan dan Mesin

131411 Peralatan dan Mesin Sebelum Disesuaikan 131511 Gedung dan Bangunan

131611 Gedung dan Bangunan Sebelum Disesuaikan 131711 Jalan, Irigasi, dan Jaringan

131811 Jalan, Irigasi, dan Jaringan Sebelum Disesuaikan

(71)

Aset Lainnya

 Lakukan reklasifikasi pada akhir tahun untuk

TPA/TGR yang akan jatuh tempo pada tahun berikutnya.

 Yakinkan bahwa nilai TPA/TGR yang

terdapat pada neraca akhir tahun adalah nilai setelah dikurangai bagian lancar-nya.

 Total Aset Lainnya = Diinvestasikan Dalam

(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)

Referensi

Dokumen terkait

Cross-section analysis yaitu analisis yang membandingkan rasio keuangan suatu perusahaan dengan rasio keuangan perusahaan lain atau indurstri pada satu periode waktu

6. Dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan. Dengan perkataan lain apa yang dimaksudkan dari suatu laporan keuangan merupakan tujuan analisa

Jadi Analisis laporan keuangan adalah menguraikan pos – pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang

Laporan hasil Pemeriksaan BPK atas LKPP Tahun 2013 adalah Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dimana Pemerintah Pusat harus meningkatkan kualitas laporan keuangan yang ditandai dengan

Menurut Jumingan (2014, hal. 242) “Analisis Rasio Keuangan merupakan analisis dengan membandingkan satu pos laporan dengan dengan pos laporan keuangan lainnya, baik

2.2.2 Analisis Laporan Keuangan 2.2.2.1 Pengertian Analisa Laporan Keungan Sujarweni 2017:6 menyebutkan bahwa analisa laporan keuangan adalah: “Analisa laporan keuangan adalah

Menurut Harahap 2011: 190, analisis laporan keuangan merupakan menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang besifat

Harahap 2011:190 Analisis laporan keuangan berarti menguraikan pos- pos laporan keuangan financial statement menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang