ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH PUSAT
MANFAAT LAPORAN KEUANGAN
KEBUTUHAN TERHADAP LAPORAN
KEUANGAN;
LAPORAN KEUANGAN UNTUK
AKUNTABILITAS PUBLIK;
LAPORAN KEUANGAN UNTUK
KEBUTUHAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Informasi keuangan merupakan suatu kebutuhan
bagi para pengguna (stakeholders);
Laporan keuangan disajikan kepada stakeholder
untuk membantu mereka dalam mengambil
keputusan sosial, politik, dan ekonomi sehingga keputusan yang diambil lebih berkualitas dan tepat sasaran;
Laporan keuangan merupakan cermin untuk
melihat kondisi keuangan republik tercinta ini;
Neraca merupakan cermin utama untuk melihat apa
yang ada di republik, terutama menyangkut hal-hal yang salah urus atau hal-hal yang tidak diurus
LAPORAN KEUANGAN UNTUK TRANSPARANSI
Era keterbukaan, teknologi informasi & komunikasi
sedemikian maju, masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan berbagai informasi dengan biaya
relatif murah.
Setiap rupiah uang publik harus
dipertanggung-jawabkan kepada masyarakat yang telah memberikan uangnya untuk membiayai
pembangunan dan operasional pemerintahan;
Dalam hal pengelolaan uang publik, masyarakat
semakin cerdas menuntut adanya transparansi.
Transparansi pengelolaan keuangan pemerintah
LAPORAN KEUANGAN UNTUK AKUNTABILITAS
Laporan keuangan merupakan gambaran adanya
akuntabilitas dari para pemangku kekuasaan.
Akuntabilitas adalah “amanah” berarti pemangku
kekuasaan adalah mereka yang terpercaya dan bertanggung jawab dalam mengelola sumberdaya publik yang diberikan kepadanya;
Tidak adanya laporan keuangan menunjukkan
lemahnya akuntabilitas;
Lemahnya akuntabilitas megindikasikan lemahnya
Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi, sosial, maupun politik dengan menyediakan informasi mengenai:
kecukupan penerimaan selama periode berjalan untuk
membiayai seluruh pengeluaran,
kesesuaian cara memperoleh sumber daya ekonomi
dan alokasinya dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundangan,
jumlah sumberdaya ekonomi yang digunakan dalam
Tujuan Laporan Keuangan
bagaimana entitas pelaporan mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi
kebutuhan kasnya,
posisi keuangan dan kondisi entitas pelaporan berkaitan dengan sumber-sumber
penerimaannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman.
perubahan posisi keuangan entitas pelaporan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai akibat kegiatan yang dilakukan
Manfaat Laporan Keuangan
Memberikan informasi untuk:
menentukan dan memprediksi kondisi kesehatan
keuangan pemerintah terkait dengan likuiditas dan solvabilitasnya;
menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi
pemerintah dan perubahan-perubahan yang telah dan akan terjadi;
memonitor kinerja, kesesuaian dengan peraturan
perundang-undangan, kontrak yang telah
disepakati, dan ketentuan lain yang disyaratkan;
Manfaat Laporan Keuangan
mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional:
menentukan biaya program, fungsi, dan aktivitas
sehingga memudahkan analisis dan melakukan
perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan, membandingkan dengan kinerja periode-periode
sebelumnya, dan dengan kinerja unit yang lain;
mengevaluasi tingkat ekonomi, efisiensi, dan
efektivitas operasi, program, aktivitas, dan fungsi tertentu di dalam pemerintahan;
mengevaluasi hasil (outcome) suatu program,
aktivitas, dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target;
mengevalauasi tingkat pemerataan dan keadilan
PENGERTIAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Analisis laporan keuangan merupakan analisis yang dilakukan terhadap berbagai macam
informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
Dalam melakukan analisis, setiap pengguna laporan harus mengidentifikasi informasi yang
PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN
Masyarakat;
Para wakil rakyat;
Lembaga pengawas, dan lembaga
pemeriksa;
Pemberi atau yang berperan dalam proses
donasi, investasi, dan pinjaman
TUJUAN ANALISIS
Meyakini bahwa pemerintah telah melaksanakan anggaran sesuai dengan peraturan perundang-udangan
Mengukur dan mengevalusasi kinerja pemerintah
Mengukur potensi pendapatan atau sumber ekonomi
Mengetahui kondisi keuangan
TINGKAT KEDALAMAN
ANALISIS
Semakin besar permasalahan yang
dihadapi dan semakin panjang waktu
yang menjadi kepentingan pengguna
akan diperlukan analisis yang
semakin mendalam dengan
TINGKAT KEDALAMAN
ANALISIS
Contoh:
Seorang calon investor yang akan menanamkan uang untuk jangka waktu yang panjang akan membutuhkan banyak informasi dengan ruang lingkup yang luas, dan melakukan analisis secara mendalam dengan
menggunakan berbagai teknik analisis. Mereka akan membutuhkan informasi mengenai:
potensi ekonomi di masa yang akan datang
mengukur tingkat keuntungan yang dikehendaki mengukur berapa lama investasinya akan
TINGKAT KEDALAMAN
ANALISA
Contoh:
Sebaliknya mungkin ada pejabat pemerintah yang hanya ingin mengetahui naik-turunya pendapatan pajak atau bukan pajak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Karena kebutuhannya sangat sederhana maka ia hanya akan membandingkan antara pajak dan bukan pajak
PRASYARAT ANALISIS
Prasysarat analisis yang harus dipahami oleh pengguna, antara lain:
1. Laporan keuangan disusun berdasarkan SAP dan
kebijakan akuntansi yang ditetapkan oleh pemerintah
2. Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan
mungkin dipengaruhi oleh suatu kondisi atau masalah tertentu yang spesifik
3. Pengaruh transaksi, peristiwa dan kejadian yang
ekstrim atau luar biasa juga harus dieliminasi supaya tidak meyesatkan.
4. Pemilihan angka-angka yang menjadi tolok ukur harus
dilaksanakan secara hati-hati, terlebih lagi jika yang digunakan sebagai pembanding adalah laporan
METODE ANALISIS
Analisis horisontal: dilaksanakan dengan
membandingkan angka-angka dalam suatu laporan keuangan kementerian
negara/lembaga dengan kementerian
negara/lembaga lainnya, antara pemerintah dengan pemerintah lainnya.
Analisis vertikal: dilakukan dengan
TOLOK UKUR ATAU
PEMBANDING
1. Evaluasi hasil analisa laporan keuangan akan
dibandingkan dengan kriteria atau tolok ukur yang ditetapkan.
2. Tolok ukur yang dapat digunakan dalam
melakukan analisa ini antara lain:
1) informasi internal dari kementerian negara/lembaga
yang bersangkutan, berupa:
a. rencana kerja dan anggaran atau dokumen lainnya b. laporan keuangan periode sebelumnya
2) informasi eksternal, informasi yang disajikan dalam
TEKNIK ANALISIS
Teknik analisa laporan keuangan meliputi:
Analisis perubahan laporan keuangan
Analisis persentase per komponen
Analisis trend
Analisis rasio
Analisis sumber dan penggunaan
dana
ANALISIS PERUBAHAN LAPORAN KEUANGAN
Pengertian
T
eknik analisa yang dilakukan dengan memperbandingkan pos-pos yang sama dari dua laporan keuangan suatu K/Ldengan dua periode yang berlainan
Tujuan
ANALISIS PERUBAHAN
409.203.019 347.031.113 62.171.906 17,92 395.971.535 331.791.943 64.179.592 19,34 13.231.483 15.239.170 (2.007.687) -13,17 226.950.066 146.888.310 80.061.756 54,51 167.473.800 110.467.256 57.006.544 51,60 22.973.056 12.835.193 10.137.863 78,98 36.503.209 23.585.859 12.917.350 54,77 1.834.050 1.304.782 529.268 40,56 637.987.136 495.224.207 142.762.929 28,83 2. Bagian Pem. atas Laba BUMN
3. PNBP. Lainnya III. Penerimaan Hibah
Jumlah Pendapatan Negara & Hibah (A.I+A.II+A.IIII) 1. Pajak Dalam Negeri
2. Pajak Perdagangan Internasional II. Penerimaan Negara Bukan Pajak
1. Penerimaan Sumber Daya Alam Uraian
Kenaikan (Penurunan)
ANALISIS PERUBAHAN
Rp %
440.032.084 361.155.202 78.876.882 21,84 73.252.287 54.254.195 18.998.092 35,02 47.181.912 29.171.687 18.010.225 61,74 54.951.875 32.888.839 22.063.036 67,08 79.082.563 65.199.594 13.882.969 21,29 107.431.785 120.765.318 (13.333.533) -11,04 40.708.566 24.903.485 15.805.081 63,47 37.423.093 33.972.081 3.451.012 10,16 226.179.954 150.463.868 75.716.086 50,32 222.130.617 143.221.256 78.909.361 55,10 a. Dana Bagi Hasil 64.900.298 49.692.261 15.208.037 30,60 b. Dana Alokasi Umum 145.664.184 88.765.427 56.898.757 64,10 c. Dana Alokasi Khusus 11.566.134 4.763.567 6.802.567 142,80 4.049.336 7.242.612 (3.193.276) -44,09 a. Dana Otonomi Khusus 3.488.284 1.775.312 1.712.972 96,49 b. Dana Penyesuaian 561.052 5.467.300 (4.906.248) -89,74 916.774 (1.986.652) 2.903.426 -146,15 667.128.813 509.632.418 157.496.395 30,90
Uraian Realisasi 2006 Realisasi 2005Kenaikan (Penurunan) Realisasi 2006 vs 2005
B. Belanja Negara
I. Belanja Pemerintah Pusat 1. Belanja Pegawai
2. Belanja Barang 3. Belanja Modal
4. Pembayaran Bunga Utang 5. Subsidi
6. Bantuan Sosial
III. Suspen
Jumlah Belanja Negara (B.I + B.II + B.III) 7. Belanja Lain-lain
II. Transfer untuk Daerah 1. Dana Perimbangan
ANALISIS PERUBAHAN
Rp % 55.982.075 19.144.695 36.837.380 192,42 11.555.466 8.901.481 2.653.985 29,82 7.357.400 (13.700.000) 21.057.400 -153,70 5.055.702 6.563.537 (1.507.835) -22,97 35.985.507 22.574.677 13.410.830 59,41
(3.972.000) (5.195.000) 1.223.000 -23,54
(26.566.486) (10.271.960) (16.294.526) 158,63 26.114.584 26.840.442 (725.858) -2,70 a. Penarikan Pinjaman Program 13.579.552 12.264.809 1.314.743 10,72 b. Penarikan Pinjaman Proyek 12.535.032 14.575.632 (2.040.600) -14,00
(52.681.070) (37.112.409) (15.568.661) 41,95 Jumlah Pembiayaan (D.I + D.II) 29.415.590 8.872.728 20.542.862 231,53
Uraian
Kenaikan (Penurunan) Realisasi 2006 vs 2005 Realisasi 2005
Realisasi 2006
I. Pembiayaan Dalam Negeri 1. Rekening Pemerintah 2. Dana Moratorium
1. Penarikan Pinjaman LN (Bruto)
2. Pemb.Cicilan Pokok Utang LN. 3. Privatisasi & Penj.Aset Prog. Restr 4. Surat Utang Negara (Neto)
Kesimpulan dari hasil analisa
Pendapatan Negara mengalami kenaikan secara
rata-rata 28,83 %, kecuali Pajak Perdagangan Internasional turun sebesar 13,17 %,
Belanja Pemerintah Pusat secara keseluruhan
meningkat secra rata-rata 21,84%, kecuali Belanja Subsidi turun 11,04 %.
Transfer untuk Daerah meningkat tajam secara
siknifikan yaitu 50,32 %, kecuali Dana Penyesuaian turun 89,74 %.
Pembiayaan Dalam Negeri meningkat tajam, yaitu
ANALISIS PERSENTASE PERKOMPONEN
Pengertian
S
uatu teknik analisa yang dilakukan dengan membandingkan antara suatu pos terhadap totalnya dalam laporan keuangan yang sama.
Tujuan
Ilustrasi
Belanja pegawai selama satu tahun anggaran Rp3 milyar, yang terdiri:
Gaji Rp1 milyar,
Honorarium Rp1,5 milyar Lainnya Rp0,5 milyar.
Angka ini memperlihatkan bahwa besarnya gaji hanya 1/3, sedangkan honorarium
ANALISIS PERSENTASE PERKOMPONEN
No Analisa prosentase per komponen menurut tahun 2006 2005
Naik (Turun) A Pendapatan
1 Pajak Dalam Negeri dengan total Pendapatan 62,06% 67,00% -4,94% 2 Penerimaan SDA dengan total Pendapatan 26,25% 24,57% 1,68% 3 Laba BUMN dengan total Pendapatan 3,60% 2,59% 1,01% B Belanja
ANALISIS TREND
Pengertian
Teknik analisa yang dilakukan dengan
membandingkan pos-pos yang sama dari
beberapa periode yang berurutan (time serries
data).
Tujuan
ANALISIS TREND
Berikut ini ilustrasi trend dalam bentuk grafk atas pendapatan tersebut.
0
ANALISIS RASIO
Pengertian
Teknik analisis yang dilakukan dengan membandingkan pos yang satu dengan pos yang lain dalam laporan
keuangan yang sama. Rasio-rasio yang diperoleh
selanjutnya akan dibandingkan dengan rasio yang sama di K/L yang bersangkutan untuk periode yang berlainan atau akan dibandingkan dengan rasio pos yang sama dari K/L lainnya.
Tujuan
ASET
31 Des 2006 31 Des 2005 Aset Lancar Investasi Jangka
Panjang 663,55 triliun 650,49 triliun Aset Tetap 343,92 triliun 314,17 triliun
Dana Cadangan 0 1,73 triliun
KEWAJIBAN
31 Des 2006 31 Des 2005
Kewajiban Jangka
Pendek 108,14 triliun 138,03 triliun Kewajiban Jangka
Panjang 1.221,92 triliun 1.204,02 triliun
ANALISIS RASIO
Current Ratio= Current Asset Current Liabilities
Quick Ratio = Cash
Current Liabilities
ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA
Pengertian
Teknik analisa untuk mengetahui dari mana pemerintah memperoleh dana dan bagaimana pemerintah tersebut menggunakan dana yang diperolehnya selama tahun berjalan.
Tujuan
Analisa ini dimaksudkan antara lain untuk mengetahui:
sumber dana selama satu tahun anggaran
penggunaan dana selama satu tahun anggaran
kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan
operasionalnya
sumber dana yang digunakan untuk memperoleh aset dari mana defisit anggaran ditutup
ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA
Arus kas diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:
arus kas dari aktifitas operasi
arus kas dari aktifitas investasi aset non
keuangan
ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA
Arus kas dari aktifitas operasi mencerminkan kemampuan pemerintah untuk mendanai
kebutuhan operasionalnya.
Arus kas neto dari aktifitas operasi positif
mencerminkan penerimaan kas operasional mencukupi kebutuhan operasionalnya.
Arus kas dari aktifitas operasi negatif
mencerminkan pemerintah tidak mampu
mandiri, berarti tidak mampu menggali potensi pendapatan sehingga biaya operasi tidak
ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA
Arus kas dari aktivitas investasi aset non keuangan mencerminkan penerimaan dan
pengeluaran kas yang berasal dari penjualan aset tetap dan perolehan aset tetap.
Arus kas dari aktifitas investasi positif berarti
pemerintah sedang mengurangi/tidak menambah aset tetap yang dimilikinya.
Arus kas dari aktifitas investasi negatif berarti
ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA
Arus kas dari aktifitas pembiayaan
mencerminkan dari mana pemerintah
memperoleh dana untuk menutup defisit dan ke mana pemerintah mengalokasikan adanya surplus dana.
Jumlah ini arus kas dari aktifitas
ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA
Arus kas dari aktivitas nonanggaran
mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak
ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA
I. Arus Kas Masuk Tahun 2006 Tahun 2005 Total Penerimaan Perpajakan 409.203.019 346.859.857 II Arus Kas Keluar
Analisis Ketaatan Terhadap
Peraturan
Pengertian
Teknik analisa yang dilakukan dengan cara menguji apakah peraturan-peraturan yang ada telah ditaati.
Tujuan
PRINSIP
1. Pendapatan dan belanja diatur dalam
undang-undang APBN
2. Prinsip prealabel, yaitu anggaran harus
disahkan sebelum ada penggunaan
3. Prinsip universalitas, yaitu semua jenis
pengeluaran harus dicantumkan dalam anggaran
4. Prinsip spesialitas, yaitu anggaran yang telah
PRINSIP
5. Prinsip periodisitas, yaitu laporan disusun
secara berkala sesuai dengan peraturan
6. Azas bruto, yaitu tidak diperbolehkan adanya
offsetting antara pendapatan dan belanja
7. Anggaran belanja merupakan plafon
8. Pelaksanaan anggaran sesuai dengan
ANALISIS THD UU APBN
Anggaran 2006 Realisasi 2006
Rp %
478.249.290 440.032.084 (38.217.206) (7,99)
78.904.457 73.252.287 (5.652.170) (7,16)
55.506.999 47.181.912 (8.325.087) (15,00)
66.723.899 54.951.875 (11.772.024) (17,64)
82.494.656 79.082.563 (3.412.093) (4,14)
107.627.567 107.431.785 (195.782) (0,18)
44.590.994 40.708.566 (3.882.428) (8,71)
42.400.714 37.423.093 (4.977.621) (11,74)
220.849.845 226.179.954 5.330.109 2,41 216.797.725 222.130.617 5.332.892 2,46 a. Dana Bagi Hasil 59.563.725 64.900.298 5.336.573 8,96 b. Dana Alokasi Umum 145.664.200 145.664.184 (16) (0,00)
c. Dana Alokasi Khusus 11.569.800 11.566.134 (3.666) (0,03)
4.052.120 4.049.336 (2.784) (0,07)
a. Dana Otonomi Khusus 3.488.284 3.488.284 0 0,00 b. Dana Penyesuaian 563.836 561.052 (2.784) (0,49)
916.774 7. Belanja Lain-lain
II. Transfer untuk Daerah 1. Dana Perimbangan
2. Dana Otsus & Penyesuaian 4. Pembayaran Bunga Utang 5. Subsidi
6. Bantuan Sosial
III. Suspen
I. Belanja Pemerintah Pusat 1. Belanja Pegawai 2. Belanja Barang 3. Belanja Modal
Kenaikan (Penurunan) Realisasi 2006 vs Uraian
ANALISA HORIZONTAL ANTARA ANGGARAN DENGAN REALISASI TAHUN ANGGARAN 2006
PERTANYAAN
TINGKAT PENCAPAIAN TARGET?
TINGKAT PERTUMBUHAN?
EFISIENSI? PROFIT CENTER
EFISIENSI? COST CENTER
SOLUSI
SATKER A
UNSUR-UNSUR YANG PERLU
DITELAAH
1. Dokumen sumber:
DIPA, DIPAL, Rev. DIPA/DIPAL, POK, SSBP, SSPB, dan SPM&SP2D.
2. Format Laporan:
LRA Satuan Kerja/W/E1/Departemen LRA: Realisasi Belanja
LRA: Realisasi Pendapatan
LRA: Realisasi Pengembalian Belanja LRA: Realisasi Pengembalian
UNSUR-UNSUR YANG PERLU
DITELAAH
Kementerian negara/lembaga
Eselon 1
Wilayah provinsi
Satuan Kerja
UNSUR-UNSUR YANG PERLU
DITELAAH
Fungsi,
Sub Fungsi,
Program,
Kegiatan,
Output,
Sumber Dana dan Cara Penarikan.
Jenis Belanja (2 digit, 4 digit, dan 6 digit)
Kas di Bendahara Pengeluaran
Minus (kurang):
SPM/SP2D UP/TUP ada yang belum rekam.
Terlalu besar:
SPM GU Nihil masih ada yang belum direkam. SSBP berupa pengembalian UP belum direkam.
Kas di Bendaharawan Pengeluaran = Uang
MAK(MAP) yang Mempengaruhi Akun “Kas di
Uraian MAK (MAP) Debet Kredit
825111 Pengeluaran Uang Persediaan Dana Rupiah 825112 Pengeluaran Uang Persediaan Dana
Pinjaman/Hibah Luar Negeri
-825113 Pengeluaran Uang Persediaan Pengguna PNBP (Swadana)
-(815111) (Penerimaan Pengembalian Uang Persediaan Dana Rupiah)
-
(815112) (Penerimaan Pengembalian Uang Persediaan Dana Pinjaman/Hibah Luar Negeri)
-
(815113) (Penerimaan Pengembalian Uang Persediaan
Pengguna PNBP (Swadana))
-
Kas di Bendahara Penerima
Cermati apakah pada tanggal neraca masih terdapat kas di bendahara penerima (kas yang diterima dari PNBP) yang belum disetor ke kas negara.
Jika ada, sajikan nilai kas tersebut di neraca sebesar nilai yang ada pada bendahara
penerima.
Kas Lainnya dan Setara Kas
Berupa:
1. Bunga jasa giro yang belum disetor ke kas negara 2. Pungutan pajak yang belum disetor ke kas negara
3. Penerimaan hibah langsung berupa kas (dalam/luar negeri) 4. Belanja yang tidak jadi direalisir atau pengembalian belanja 5. Belanja (gaji/honor) yang belum dibayarkan kepada yang
berhak
Saldo Akun ‘Kas Lainnya dan Setara Kas’ butir 1-4 =
Pendapatan yang Ditangguhkan
Saldo akun ‘Kas Lainnya dan Setara Kas’ butir 5 =
Persediaan
Sering terjadi tidak ada nilai persediaan
pada Neraca baik pada laporan semester maupun akhir tahun.
Mintalah laporan persediaan ke bagian
barang, terutama pada akhir semester, karena pada semester satuan kerja
seharusnya mempunyai persediaan.
Bagian Lancar TGR/TPA
TGR/TPA biasanya mencakup masa
pelunasan lebih dari satu tahun anggaran.
Jika pada akhir tahun masih terdapat saldo,
dilakukan reklasifikasi untuk menentukan
Bagian Lancar (yang jatuh tempo pada tahun depan)
Jumlah Bagian Lancar TGR/TPA ini
dimasukkan ke kelompok aset lancar,
<Aset Tetap> Sebelum
Disesuaikan
Periksa apakah masih ada akun “<Aset Tetap> Sebelum Disesuaikan”
Akun ini masih muncul, mungkin disebabkan oleh:
Penerimaan ADK dari Aplikasi SIMAK-BMN belum
dilakukan,
Penerimaan ADK dari SIMAK-BMN sudah dilakukan
tetapi terdapat Aset berikut SPM/SP2D nya yang belum direkam
Penerimaan ADK dari SIMAK-BMN sudah dilakukan
tetapi ada kesalahan dalam perekaman nomor SPM/SP2D ataupun jumlah rupiah SPM
MAK yang Menimbulkan Akun “<Aset Tetap> Sebelum Disesuaikan”
Mata Anggaran
Pengeluaran Akun-akun Neraca yang ditimbulkan
Kode MAK
Uraian Kode
BB
Uraian
531111 Belanja Modal Tanah 13121
1 Tanah Sebelum Disesuaikan
532111 Belanja Modal
Peralatan dan Mesin
13141 1
Peralatan dan Mesin Sebelum Disesuaikan
533111 Belanja Modal
Gedung dan Bangunan
13161
1 Gedung dan Bangunan Sebelum Disesuaikan
534111 Belanja Modal Jalan dan Jembatan
13181 1
Aset Tetap
Bandingkan nilai aset tetap di Neraca dengan
Laporan BMN Intrakomtabel. Nilai aset tetap non KDP di neraca seharusnya sama dengan total nilai BMN di LBMN Intrakomtabel.
Bandingkan pertambahan nilai aset tetap di Neraca dengan Realisasi Belanja Modal pada LRA.
Jika akuntansi BMN masih dikerjakan secara manual, periksa kebenaran mapping antara
laporan BMN dengan akun aset tetap di Neraca. Total nilai aset tetap harus sama dengan nilai
Akun-akun Aset Tetap
Kode
Akun Uraian Akun
131111 Tanah
131211 Tanah Sebelum Disesuaikan 131311 Peralatan dan Mesin
131411 Peralatan dan Mesin Sebelum Disesuaikan 131511 Gedung dan Bangunan
131611 Gedung dan Bangunan Sebelum Disesuaikan 131711 Jalan, Irigasi, dan Jaringan
131811 Jalan, Irigasi, dan Jaringan Sebelum Disesuaikan
Aset Lainnya
Lakukan reklasifikasi pada akhir tahun untuk
TPA/TGR yang akan jatuh tempo pada tahun berikutnya.
Yakinkan bahwa nilai TPA/TGR yang
terdapat pada neraca akhir tahun adalah nilai setelah dikurangai bagian lancar-nya.
Total Aset Lainnya = Diinvestasikan Dalam