WAWASAN KEINDONESIAAN DALAM TAFSIR AL QUR’AN AL KARIM KARYA MAHMUD YUNUS
Teks penuh
Dokumen terkait
Ahmad Sanusi (bagian pertama terbit pada dekade 1950an, dan bagian keduanya terbit 1990.) Oleh karena itu, dapat ditegaskan di sini bahwa isi (content) tafsir
Struktur kisah Ibrahim dan Musa dalam Tafsir Qurān Karim karya Mahmud Yunus pada umumnya hanya berisi komentar singkat yang menjadi semacam catatan kaki, yang terdiri dari
Fenomena ini memberikan sebuah inspirasi kepada para ulama-ulama tafsir untuk melahirkan karya-karya tafsir yang menentukan satu tema tertentu dengan cara mengumpulkan
Menurut Husain al-Dhahabi, yang dimaksud dengan tafsir ‘ilmi adalah: corak penafsiran yang menggunakan nomenklantur-nomenklantur ilmiah dalam menafsirkan al- Quran,
Karena tradisi intelektual Islam telah menjadikan wacana filsafat dan tafsir dalam dua posisi epistemologis yang distingtif, maka salah satu hal yang menarik
Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab ditulis dalam bahasa Indonesia yang berisi 30 juz ayat-ayat al-Quran yang terbagi menjadi 15 jilid berukuran besar. Pada setiap jilidnya
Maka Allah menyamakan mereka dengan keldai yang membawa buku.24 Melihat kepada terjemahan Mahmud Yunus terhadap ayat ini, kita boleh melihat bahawa terjemahan Mahmud Yunus pada ayat
Jadi, persamaan penjelasan kedua kitab tafsir ini menjelaskan bahwa sama-sama menjelaskan bahwa Allah mengutus Luth untuk melarang kaum sodom melakukan perbuatan homoseksual dan azab