by Aman 1
BAB IV
PEMILIHAN KRITERIA DESAIN
• Tujuan
• Kombinasi Beban berfaktor
• Wilayah Gempa (WG)
• Hubungan Wilayah Gempa dan R esiko Gempa
• Ketentuan Umum Syarat Pendetai lan
• Jenis Tanah Setempat
• Katagory Gedung
• Konfigurasi Struktur Gedung
• Sistem Struktur
• Perencanaan Sistem Gedung
• Beban Gempa
• Syarat Kekakuan Komponen Struk tur
• Pengaruh (P-Δ)
• Waktu Getar Alami Fundamental ( T
1)
• Ditrbusi dari V
• Eksentritas Rencana ed
• Pembatasan Penyimpangan Latera l
• Pengaruh Arah Pembebanan Gem pa
• Kompatibilitas Deformasi
by Aman 2
1. Tujuan
Persyaratan umum analisa dan desain bangunan kena beban
gempa sesuai SNI 2847 pasal 23
Ketentuan penting desain gempa sesuai SNI 1726 Mengetahui desain prosedure
Batasan desain mempertimbangkan pengaruh :
Wilayah gempa ( WG ) Jenis tanah setempat
Katagori fungsi gedung ( occupancy) Konfigurasi
by Aman 3
Tabel 4-1 Kombinasi -Pembebanan
Rumus Beban Kombinasi
(4)
4.2 Kombinasi Beban Berfaktor
by Aman 4
4.3 Wilayah Gempa
BACK
by Aman 5
by Aman 6
Kode Resiko Gempa
ACI Low Moderate High
UBC Zone 0 & 1 Zone 2A & 2B Zone 3 & 4 PGA=0.075 g PGA=0.15-0.20g PGA=0.30-0.40g
SNI 2847 Rendah Menengah Tinggi
SNI 1726 WG 1 & 2 WG 3 & 4 WG 5 & 6 PGA=0.03-0.10g PGA=0.15-0.20g PGA=0.25-0.30g Tabel 4.2 Ketentuan Resiko Gempa ACI/UBC dan SNI 2847
by Aman 7
Tabel 4.3 Perencanaan dan Syarat Pendetailan
Resiko
Gempa Wilayah Gempa
Berlaku SNI 2847 pasal 3 s/d 20
Rendah 1 & 2 SRPM, Rangka plat kolom dan dinding
struktur --- ---Meneng
ah 3 & 4 Dinding Geser SRPM dan Rangka plat kolom ---Tinggi 5 & 6 --- --- SRPM
Dinding struktur
SRPM = Struktur rangka Pemikul Momen
by Aman 8
by Aman 9
Katagori Gedung Faktor Keutamaan
I1 I2 I Gedung umum seperti untuk penghunian,
perniagaan dan perkantoran 1.0 1.0 1.0 Monumen dan bangunan monumental 1.0 1.6 1.6 Gedung penting pasca gempa seperti rumah sakit,
instalasi air bersi, pembangkit tenaga listrik, pusat penyelamatan dalasm keadaan darurat, fasilitas radio dan telivisi
1.4 1.0 1.4
Gedung untuk menyimpan bahan berbahaya seperti
gas, produk minyak bumi, asam, bahan beracun 1.6 1.0 1.6 Cerobong, tangki diatas menara 1.5 1.0 1.5 Catatan :
Untuk semua struktur bangunan gedung yang izin penggunaanya diterbitkan sebelum berlakunya standar ini maka Faktor Keutamaan, I, dapat dikalikan 80%
SPBL = Sistem Pemikul Beban Lateral
4.7 Katagori Gedung
by Aman 10
by Aman 17
by Aman 18
Sistem Dinding Penumpu :
Sistem Dinding Rangka
Siatem Rangka Pemikul Momen
Sistem Ganda ( Dual System)
by Aman 20
SISTEM DINDING PENUMPU
Dinding penumpu memikul hampir seluruh beban lateral, beban gravitasi dinding ini sebagai dinding struktural (DS).
Di wilayah gempa (WG) 5, 6 dinding struktural ini didesain khusus (DSK) sesuai SNI 2847 pasal 23.6 dan berlaku pasal 3 s/d 20.
Di WG (3,4), tidak dituntut detail spesial
SISTEM RANGKA GEDUNG
Beban lateral dipikul oleh dinding struktutral. Di WG( 5,6 )harus didesain sesuai pasal 23.6 sbagai dinding struktural beton khusus (DSBK). Selain memenuhi pasal 3 s/d 20
Di WG rendah tak perlu desain khusus
by Aman 21
SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN (SRPM)
Ada 3 jenis SRPM (tabel 3) yaitu ;
SRPMB (sistem rangka pemikul momen biasa), WG (1, 2), sesuai pasal 23.8 SRPMM (sistem rangka pemikul momen menengah) untuk WG (3, 4)
SRPMK (sistem rangka pemikul momen khusus) penggunaan SRPMK di wilayah gempa WG (5,6 )dan sesuai detail pasal 23.2 s/d 23.7
SISTEM GANDA ( DUAL SISTEM)
Ada 3 ciri dasar :
1. SRPM memikul beban gravitasi
2. Beban lateral dipikul oleh DS dan SRPM (min 25 %) beban geser V 3. DS dan SRPM dapat memikul V secara proposional berdasarkan
by Aman 22
WG
Syarat Sistem struktur
SDP
SRG
SRPM
SG
1 & 2
DSBB
SRPMB+
DSBB
SRPMB
SRPMB
3 & 4
DSBB
SRPMB+
DSBB
SRPMM
SRPMM+
DSBB
5 & 6
DSBK
SRPMB+
DSBK
SRPMK
by Aman 27
4.10 Perencanaan Struktur Gedung
Prosedur Statik Ps 7
Prosedure Dinamik nps 6.1
Struktur yang tak memenuhi psl 4.1.2 ditetapkan sebagai struktur
yang tak beraturan yang dianlisa dengan prosedure dinamis Ps 7
terdiri dari :
• Anlisis respon dinamis.
• Analisis Raam Spektrum Respons
• Analisisi Responns Dinamik Riwayat Waktu
by Aman 28
C
1Nilai faktor response gempa yang didapat dari
spektrum respon Gempa Rencana untuk waktu getar
alami fundamental , tergantung wilayah gempa
seperti pada gambar 2 SNI 1726.
I = Faktor keutamaan seperti pada tabel 1.
Dan W
t: beban gravitasi (D+L).
Sedangkan R diambil dari tabel 3.
4.11 Beban Gempa
by Aman 30
Pengaruh retak dierhitungkan untuk kinerja layan (Δs). Untuk itu momen inersia yang digunakan lebih kecil (Ig) kali faktor efektivitas
KOMPONEN I RETAK
Balok 0.30 Ig
Kolom 0.70 Ig
Dinding tidak retak 0.70 Ig
Dinding retak 0.35 Ig
Pada plat dasar dan lantai
dasar 0.25 Ig
Luas 1.0 Ag
4.12 Faktor Kekakuan Komponen Struktur
( Syarat Pemodelan)
by Aman 31
Untuk gedung lebih tinggi 40 m, P-Delta diperhitungkan
( SNI_1726) psl 5.7
•
Rasio momen sekunder terhadap momen primer
> 0.10 pengaruh P-Δ diperhitungkan (UBC
1630.1.3)
•
P-Δ tak diperhitungkan bila Δs (layan) ≤ 0.02 hi /R,
untuk WG 3, 4 yang identik WG(5,6)
•
Bila R besar Kontrol P-Δ perlu diperhitungkan
primer sekunder
M
M
= momen sekunder / momen primer4.13 Pengaruh (P-Δ)
by Aman 32
Pakai rumus empiris T = Ct (hn)3/4
Tak boleh > ξn, dimana ξ sesuai tabel 8 Tak boleh > 20 % Rumus Rayligh
4.14 Waktu Getar alami
BACK
by Aman 33
Bila rasio tinggi gedung dengan ukuran sisi denah searah beban gempa ≥ 3, maka 0.1 V dibebankan pada pusat masa paling atas dan sisanya 0.9 V dibagikan sepanjang tinggi gedung.
by Aman 34
4.16 EKSENTRSITAS RENCANA ed (SNI 1726
PASAL 5.4.3, DAN 5.4.4
Antara pusat massa dan pusat rotasi lantai tingkat
(e) harus ditinjau suatu eksentrisitas rencana e
d.
Apabila ukuran horizontal terbesar denah struktur
gedung pada lantai tingkat itu, diukur tegak lurus
pada arah pembebanan gempa, dinyatakan
dengan b, maka eksentrisitas rencana e
dharus
by Aman 35
4.16 EKSENTRSITAS RENCANA ed (SNI 1726
PASAL 5.4.3, DAN 5.4.4
Bila 0<e<0.3b maka
e
d= 1.5 e + 0.05 b atau
e
d= e – 0.05 b
e>0.3 b maka
e
d= 1.33e+ 0.1 b atau
by Aman 36
4.16 EKSENTRSITAS RENCANA ed (SNI 1726
PASAL 5.4.3, DAN 5.4.4
Dalam perencanaan struktur gedung
terhadap pengaruh Gempa Rencana,
eksentrisitas rencana e
dantara pusat
massa dan pusat rotasi lantai tingkat
menurut Ps 5.4.3. harus ditinjau baik dalam
analisis static, maupun dalam analisis
Pembatasan Penyimpangan lateral (SNI
1726 Ps. 8 )
Menurut SNI 1726 Pasal 8, simpangan antara
tingkat akibat pengarah Gempa Nominal
dibedakan dua macam yaitu
Kinerja Batas Layan
Kinerja Batas Ultimit
by Aman 38
Kinerja batas layan (KBL) ≤
R hi03 . 0
atau ≤ 30 mm
Pembatasan
ini
bertujuan
mencegah
terjadinya
pelelehan baja dan peretakan beton yang berlebihan
disamping menjaga kenyamanan penghuni
by Aman 39
Kinerja Ultimate (KBU) ≤ 0.75 R (KBL)
Dan ≤0.02 h
iPembatasan Penyimpangan lateral (SNI
1726 Ps. 8 )
4.18 PENGARUH ARAH PEMBEBANAN
GEMPA
SNI 1726 Pasal 5.8.2 menetapkan bahwa
pengaruh pembebanan searah sumbu utama
harus dianggap terjadi bersamaan dengan 30
% pengaruh pembebanan dalam arah tegak
lurus pada arah utama pembebanan tadi.
4.18 PENGARUH ARAH PEMBEBANAN
GEMPA
UBC Section 1633.1 memberi kemudahan 2
cara menggabung 2 pengaruh pembebanan
diatas yang diatur oleh SNI sebagai berikut :
Disain komponen dengan 100 % beban
disain gempa pada satu arah ditambah 30 %
beban disain gempa dari arah tegak lurus
4.18 PENGARUH ARAH PEMBEBANAN
GEMPA
UBC Section 1633.1 memberi kemudahan 2
cara menggabung 2 pengaruh pembebanan
diatas yang diatur oleh SNI sebagai berikut :
Gabung pengaruh beban gempa dari 2 arah
orthoganal tersebut dari hasil akar dua dari
jumlah kwadrad masing masing beban.
4.18 PENGARUH ARAH PEMBEBANAN
GEMPA
UBC membebaskan ketentuan ini bila
beban aksial kolom akibat beban gempa
yang bekerja pada masing-masing arah
ternyata lebih kecil dari 20 % kapasitas
beban aksial kolom.
4.18 PENGARUH ARAH PEMBEBANAN
GEMPA
UBC Section 1633.1 memberi kemudahan 2
cara menggabung 2 pengaruh pembebanan
diatas yang diatur oleh SNI sebagai berikut :
Gabung pengaruh beban gempa dari 2 arah
orthoganal tersebut dari hasil akar dua dari
jumlah kwadrad masing masing beban.
by Aman 45
Kelompok kolom yang menahan
beban lateral < 10 %
dianggap tidak
merupakan bagian dari SPBL.
Tapi harus dapat menahan terhadap
simpangan inelastis
sebesar
(R/1.6)*Δ
s(simpangan gempa nominal)
,dari SPBL agar tetap stabil
memikul beban gravitasi
Simpangan tadi lebih besar
simpangan antar tingkat ( 0.0025 h
i)
atau lebih besar Δ
Mby Aman 46
Pasal 23.9 berlaku untuk WG 3 sampai 6. Tujuan mampu memikul
beban gravitasi
dan beban Δ antar tingkat (
story drift
)
Syarat deformasi kompatibilitas ( Deformation Com patibilty
Requirement)
Pendetailan balok dan kolom tergantung pada besar M(Δ) dan
V(Δ) yang timbul oleh simpangan Δm =( R*Δs)/1.6 dibanding
dengan Mu dan Vu
4.20 KOMPONEN RANGKA YANG TIDAK MEMIKUL BEBAN LATERAL (SNI 2847 ( pasal 23.9)
by Aman 47
Bentuk pendetailan pada balok dan kolom:
Syarat tulangan ( As, ρ
g)
Syarat confinement (A
sh, s)
Syarat no brittle failure ( V
e)
by Aman 48
MOMEN PROBABILITAS (SNI 2847 pasal
23.3.4.1 dan 23.4.5.1)
Mpr untuk menetapkan Ve balok dan kolom
Tujuan kuat geser > kuat lentur mencegah kegagalan getas Mpr dihitung dengan Fs = 1.25 fy pada tulangan terpasang
diujung balok dan Ф=1 Mpr kolom Mbal-kolom