Appendix Gambaran Perilaku Anak Panti Asuhan Terhadap Pencegahan Scabies Di Yayasan Panti Asuhan Putera Al Jam’iyatl Washliyah Kecamatan Binjai Selatan Tahun 2015
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
dapat dilihat bahwa penghuni yang menderita penyakit kronis dan memiliki kebersihan diri yang kurang baik adalah sebanyak 24 orang (38,71%) dan dari uji chi squareyang
Pada gula darah 2 jam PP dengan makan nasi dan pengambilan darah kapiler dari ujung jari tangan sangat sulit pada penelitian ini untuk menentukan pada lansia terjadi toleransi
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat berapa angka kejadian skabies pada Panti Asuhan Yayasan Amal Sosial Al-Washliyah pada tahun 2015 serta faktor-faktor
Dukungan moril dari seorang dosen sangat diharapkan, selain itu dosen juga bisa memberikan kita tips terkait apa yang perlu dilakukan untuk melegalkan dan memajukan LDK..
22.. memberikan pendidikan formal di sekolah masing-masing, selain pendidikan formal dari pihak panti juga mendatangkan pengajar dari luar lembaga untuk menunjang kemampuan
Cuci tangan adalah kegiatan yang sangat penting untuk menjaga kebersihan diri agar terhindar dari kuman ataupun berbagai penyakit, karena tangan adalah salah satu yang
Kerja Praktek adalah kegiatan yang umum dilakukan oleh mahasiswa di beberapa program studi di perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, serta memperkaya pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Selain itu, kerja praktek juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di kelas ke dalam dunia kerja yang sebenarnya. Mahasiswa dapat mengalami dan mempelajari secara langsung tentang tantangan, tuntutan, serta dinamika dari lingkungan kerja yang sesungguhnya. Hal ini dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus dari perguruan
CV Lampung Aspalindo merupakan suatu badan usaha yang berjalan pada bidang industri manufaktur. Badan usaha ini memproduksi produk drum besi khususnya untuk produk aspal dalam drum dari produk setengah jadi hingga produk yang dapat dijual. Permasalahan perusahaan saat ini ialah belum mengkhususkan perhatiannya kepada kondisi lingkungan kerja, dan tidak ada divisi/subdivisi yang dikhususkan untuk masalah tersebut. Masalah tempat kerja yang didapati antara lain tidak terdapatnya marker line di daerah pengerjaan produksi seperti area bahan baku, mesin, dan lain-lain. Hal lain yang ditemukan ialah beberapa barang personal pekerja dan peralatan kerja belum memiliki lokasi yang ditentukan. Pekerja di area produksi masih belum memperhatikan kondisi kebersihan dan tidak ada rotasi jadwal tugas pembersihan. Hasil dari penelitian ini adalah penilaian checklist audit di area produksi yang mendapat nilai sebesar 26% dan masuk kategori buruk, maka peluang penerapan 5S di area produksi CV Lampung Aspalindo sangat perlu untuk memperbaiki lingkungan kerja. Berdasarkan nilai evaluasi sebelum perbaikan didapatkan nilai sebesar 35% dan setelah dilakukan implementasi 5S didapatkan nilai sebesar 77%. Terdapat 11 implementasi yang berhasil dilakukan dan terdapat 6 usulan yang diharapkan dapat diimplementasikan di CV Lampung