• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PENUNJANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan " METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PENUNJANG"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

I.

PEKERJAAN PERSIAPAN

A. METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PERSIAPAN PRASARANA DAN PENUNJANG

Dengan mempelajari Dokumen Rehabilitasi Gedung Museum berupa Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), Gambar – gambar rencana dan Berita Acara Aanwijing serta kondisi lokasi pekerjaan, maka dapat disusun suatu rencana kerja dan metode pelaksanaan Pekerjaan Penunjang / Sementara agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan terencana, sistematis, sesuai dengan yang disyaratkan serta tercapai target mutu, waktu dan biaya, dengan ini kami mengusulkan metode pelaksanaan sebagai berikut :

1. PAPAN NAMA PROYEK

Sebagai identitas lokasi proyek, maka kontraktor harus memasang papan nama proyek dengan ukuran 80 x 150 cm dengan cat dasar putih, tulisan hitam dan huruf balok yang berfungsi sebagai bahan informasi bagi masyarakat dan dipasang pada tempat yang strategis, pemasangan papan nama setinggi ± 2.5 m diatas tanah, dipasang kuat dan dipancang kedalam tanah sedalam 0.5 m kemudian diberi penyangga untuk menjaga kekuatan agar papan nama tidak roboh/jatuh

(2)

2. PEKERJAAN MOBILISASI DAN DEMOBILISASI ALAT BERAT

(3)

3. PASANG BOUWPLANK

Pemasangan bowplank dilaksanakan setelah lokasi pekerjaan rata, papan bouwplank harus dipasang dengan patok-patok kayu usuk yang kuat sampai tidak dapat berubah-ubah/tidak dapat bergerak, papan bowplank dipasang dengan jarak yang telah ditentukan sesuai gambar rencana kemudian ditarik benang untuk mencari kesikuan bangunan

(4)

4. PEKERJAAN KANTOR DIREKSI DAN GUDANG BAHAN

Kantor Direksi dan Gudang Bahan Kontraktor dibangun di lokasi pekerjaan sebagai kantor sementara pada saat pelaksanaan pekerjaan, sebelum dibangun kantor direksi, lokasi yang sudah dipilih harus dibersihkan terlebih dahulu dan selanjutnya menyiapkan bahan yang diperlukan terkait pembangunan kantor direksi dan gudang bahan, dinding kantor direksi dan gudang bahan terbuat dari rangka kayu lapis triplek + cat, lantai menggunakan adukan spesi/beton tumbuk dan atap dari asbes gelombang, kantor direksi dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti Alat Kantor, kotak P3K, Alat Pemadam Kebakaran dan Alat Pelindung Diri lainnya.

FLOW CHART PEKERJAAN KANTOR DIREKSI DAN GUDANG BAHAN PROYEK

5. PEK. PAGAR PENGAMAN SEMENTARA TINGGI 2 M' ( BAHAN RANGKA KAYU DAN TRIPLEK + GAMBAR PRINT OUT DOOR / BANNER )

(5)

FLOW CHART PEKERJAAN PAGAR PENGAMAN SEMENTARA PROYEK

6. PEKERJAAN PENEBANGAN POHON PADA AREA PEKERJAAN YANG TERKENA BANGUNAN + TERMASUK PEMBUANGAN TUNGGUL.

(6)

FLOW CHART PEKERJAAN PENEBANGAN POHON PADA AREA PEKERJAAN YANG TERKENA BANGUNAN + TERMASUK PEMBUANGAN TUNGGUL AREA PROYEK

7. PEKERJAAN PEMBERSIHAN LOKASI SEBELUM, SELAMA, DAN SETELAH SELESAI PEKERJAAN

a. Pembersihan sebelum memulai pekerjaan

Setelah lapangan bersih dari segala macam tanaman, pepohonan, tempat parkir, gundukan sampah dan kotoran lain, maka akan dilakukan pekerjaan stripping, stripping dilakukan dengan kedalaman minimal 15 - 20 cm atau ditentukan lain sesuai yang dipersyaratkan, material hasil striping kemudian dibuang ke luar lokasi pekerjaan

b. Pembersihan Selama proses pengerjaan berlangsung

(7)

c. Pembersihan setelah bangunan selesai di kerjakan.

Setelah Fisik bangunan selesai di kerjakan maka seluruh area lokasi pekerjaan akan di bersihkan secara menyeluruh, baik luar maupun dalam bangunan, membuang sampah material dari lokasi pekerjaan hingga bangunan tersebut terlihat bersih dan rapih.

(8)

8. KEGIATAN PENYEDIAAN SUMBER DAYA

Langkah awal dalam mengerjakan suatu proyek adalah penyediaan sumber daya, dimana yang termasuk sumber daya adalah sebagai berikut :

A. Sumber Daya Manusia

Tenaga yang digunakan untuk menangani proyek ini terdiri atas :

 Pimpinan dan Staff Manajemen Proyek

 Staff Operasional Lapangan, terdiri dari : 1) Site Manager / Team Leader

2) Civil Engineer

 Pekerja (Mandor, Kepala Tukang, Tukang dan Kenek)

9. PENYEDIAAN AIR KERJA

Untuk memperlancar pekerjaan selama proyek, pihak kontraktor akan menyediakan air bersih untuk keperluan kerja dan pekerja dengan menyiapkan jet pump, yang mana terlebih dahulu dilakukan pengeboran sumur, selain itu kami juga mengajukan alternative lain untuk penyediaan air bersih untuk keperluan proyek, dimana air bersih menggunakan air dari sumber eksisting dimana biaya penggunaannya menjadi beban kontraktor, alternative ini akan digunakan apabila disetujui oleh Pihak Pemberi Kerja/Owner.

10. PENYEDIAAN LISTRIK KERJA

(9)

PEKERJAAN STRUKTUR DAN RANGKA ATAP GEDUNG

II.

PEKERJAAN BONGKARAN DAN GALIAN

B. PEKERJAAN BONGKARAN BANGUNAN BARAK - C EXISTING

III.

PEKERJAAN STRUKTUR

C. PEKERJAAN STRUKTUR DAN RANGKA ATAP GEDUNG 1. PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI 1

Pek. Galian tanah pondasi beton setempat max. 2 m'

Pekerjaan galian tanah disini meliputi tanah untuk jalan akses, sebelum dilaksanakan penggalian, terlebih dahulu dilakukan survey untuk menetapkan layout dan titik as bangunan, pekerjaan galian dilaksanakan sampai diperoleh panjang galian, kedalaman, kemiringan dan lengkungan yag sesuai dengan yang tertera di dalam Gambar Perencanaan, material hasil galian akan ditangani sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan / Pengawas Lapangan.

(10)

Indikasi kendala dan solusi pada saat pelaksanaan penggalian :

a) Jika pada saat penggalian terdapat akarakar pohon, batangbatang pohon terpendam, betonbeton tak terpakai atau pondasipondasi bata, septicktank bekas, pipa drainase yang tak terpakai, batubatu besar, maka hal tersebut diatas akan di keluarkan atas biaya Kontraktor. Tanah yang berlubang akibat hambatan yang dijumpai harus diperbaiki kembali dengan pasir beton : semen dengan perbandingan 10 : 1

b) Instalasi umum yang tertanam dan masih berfungsi seperti pipa drainase, pipa air minum, pipa gas, kabel listrik yang dijumpai pada waktu penggalian diusahakan tidak terganggu atau menjadi rusak.

Bilamana hal ini dijumpai maka Konsultan Manajemen Konstruksi dan pihakpihak yang berwenang harus segera diberitahu dan mendapatkan instruksi selanjutnya untuk mengeluarkan instalasi tersebut sebelum penggalian yang berdekatan diteruskan.

Bilamana terjadi kerusakankerusakan pada instalasi tersebut diatas, maka Konsultan Manajemen Konstruksi dan pihakpihak yang berwenang harus segera diberitahu dan semua kerusakankerusakan harus diperbaiki atas biaya Kontraktor.

FLOW CHART KENDALA & SOLUSI

Pek. Urugan kembali tanah bekas galian pondasi

(11)

• Setelah pengeoran pondasi selesai, selanjutnya adalah melakukan pekerjaan urugan tanah kembali.

• Tahap pertama adalah membersihkan area yang akan dilakukan urugan dari segala kotoran dan material yang dapat mengurangi kualitas timbunan.

• Melaksanakan urugan pada lokasi sesuai gambar kerja dengan menggunakan tanah hasil galian setempat yang memenuhi syarat untuk bahan timbunan sesuai rencana kerja dan syarat (RKS).

• Material urugan disebar secara merata sehingga mencapai ketinggian untuk pemadatan.

• Melakukan pemadatan menggunakan alat pemadat yang sesuai dengan rencana kerja dan syarat (RKS).

(12)

Pek. Urugan tanah Peninggian lantai

Adapun uraian tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

• Setelah urugan kembali bekas galian pondasi selesai, selanjutnya adalah melakukan pekerjaan urugan tanah kembali peninggi lantai.

• Tahap pertama adalah membersihkan area yang akan dilakukan urugan dari segala kotoran dan material yang dapat mengurangi kualitas timbunan / urugan. • Melaksanakan urugan pada lokasi sesuai gambar kerja dengan menggunakan tanah urug yang memenuhi syarat untuk bahan timbunan sesuai rencana kerja dan syarat (RKS).

• Material urugan disebar secara merata sehingga mencapai ketinggian untuk pemadatan.

• Melakukan pemadatan menggunakan alat pemadat yang sesuai dengan rencana kerja dan syarat (RKS).

(13)

Pek. Urugan pasir urug tb. 5 cm dibawah pondasi plat beton setempat

Pekerjaan dilaksanakan seperti bagan alir berikut :

Adapun uraian tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut : Membersihkan area yang akan dilakukan urugan.

Menyebar/menghampar pasir dengan ketebalan sesuai gambar rencana. Setelah urugan pasir terlaksana, pekerjaan dapat dilanjutkan dengan pekerjaan lantai kerja.

Pek. Beton lantai kerja tb = 5 cm dibawah pondasi Plat beton setempat ( Ad. 1 Pc :

3 Ps : 5 Kr)

• Setelah urugan pasir terlaksana, pekerjaan dapat dilanjutkan dengan pekerjaan lantai kerjaan beton lantai kerja dengan tebal 5 cm

(14)

• Selanjutnya pengecoran lantai kerja di laksanakan dengan campuran yang memenuhi syarat untuk bahan lantai kerja sesuai rencana kerja dan syarat (RKS).

 Pekejaan Pondasi

Adapun Jenis Pondasi yang akan di kerjakan adalah : 1. Pondasi Tipe P1 ( 8 bh)

2. Pondasi Tipe P2 ( 5 bh) 3. Pondasi Tipe P3 ( 5 bh) 4. Pondasi Tipe P4 ( 18 bh) 5. Pondasi Tipe P5 ( 2 bh)

(15)

 Setelah pengecoran lantai kerja selesai dan dan sudah cukup umur selanjutnya dengan melakukan pekerjaan Pondasi dengan ukuran dan gambar recana.

 Selanjutnya adalah pemasangan bekisting dan pekerjaan pembesian dengan ketentuan sesuai rencana kerja dan sayarat (RKS)

 Setelah pembesian dan bekisting, selanjutnya adalah melaksanakan pengecoran Kolom Beton menggunakan mutu beton K-300

 Pengecoran dilaksanakan menggunakan ready mix dibantu dengan concrete pump truck.

 Campuran beton dituangkan ke dalam bekisting menggunakan pipa tremie untuk mencegah terjadinya segregasi (pemisahan butiran) pada campuran beton.

 Segera setelah beton dituangkan kedalam bekisting, beton tersebut akan dipadatkan menggunakan alat concrete vibrator dan palu karet.

 Setelah umur beton kolom telah mencapai yang disyaratkan, maka bekisting Pondasi akan dibongkar dan akan dilakukan perawatan dengan menutup pondasi beton menggunakan kain/karung basah.

(16)

 Pek. Pondasi batu kali / Belah Menerus + Setempat Pekerjaan dilaksanakan seperti bagan alir berikut :

FLOW CHART PEK. PONDASI BATU KALI / BELAH MENERUS + SETEMPAT

Adapun uraian tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

(17)

• Selenjutnya adalah melakukan galian untuk Pondasi batu kali

• Setelah galian terlaksana, selanjutnya adalah melaksanakan pemasangan bowplank sebagai acuan untuk pemasangan batu kali.

• Pemasangan lapis batu pertama, diawali dengan menghamparkan adukan setebal 3 5 cm, kemudian menyusun batu diatas hamparan dengan jarak 2 -3 cm (tidak bersinggungan) pukul atau ketok-ketok batu tersebut agar terikat kuat dengan adukan.

• Isi rongga diantara batu-batu dengan adukan sampai penuh/mampat dengan menggunakan sendok adukan.

• Apabila terjadi hujan, pasangan diitutup plastik atau terpal agar pasangan yang masih baru tersebut tidak rusak karena air hujan.

 Pek. Pasangan Dinding Penahan tanah/ DPT batu kali

Adapun uraian tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

• Tahap pertama adalah memasang bowplank untuk pekerjaan galian tanah untuk dinding penahan tanah.

• Selenjutnya adalah melakukan galian untuk dinding penahan tanah.

• Setelah galian terlaksana, selanjutnya adalah melaksanakan pemasangan bowplank sebagai acuan untuk pemasangan batu kali.

(18)

-3 cm (tidak bersinggungan) pukul atau ketok-ketok batu tersebut agar terikat kuat dengan adukan.

• Isi rongga diantara batu-batu dengan adukan sampai penuh/mampat dengan menggunakan sendok adukan.

• Pada saat pemasangan batu kali, maka akan dilaksanakan juga pemasangan pipa suling-suling sesuai dengan gambar rencana.

• Apabila terjadi hujan, pasangan diitutup plastik atau terpal agar pasangan yang masih baru tersebut tidak rusak karena air hujan.

Setelah batu kali terpasang selanjutnya adalah melaksanakan finishing dinding penahan tanah sesuai denga gambar kerja

(19)

 Pek. Pasangan Bata Rolag Ad. 1 Pc : 5 Ps

Adapun uraian tahap pelaksanaan pekerjaan Pasangan Bata Rolag adalah sebagai berikut :

• Sebelum melakukan pemasangan bata Rollag, terlebih dahulu dipasang profilan kayu dan benang sebagai acuan kerataan Pasangan Bata Rollag • Menyusun bata penyanggah untuk membantu dalam penyusunan Rollag • Mulai menyusun Rollag sedikit memiring kekiri dan kekanan dansemakin tegak

lurus ditengah-tengah (pertemuan dari kanan dan kiri).Kemirinngan batu sekitar 60

• dan campuran/spesi yang diberikan pada bagian tengah sedikit lebih banyak untuk mengisi kekosongan

• Cek kedataran dengan menggunakan waterpass. FLOW CHART PEK. PASANGAN BATA ROLAG

(20)

 Beton Sloof

Pekerjaan dilaksanakan seperti bagan alir berikut : FLOW CHART PEKERJAAN BETON SLOOF

Adapun uraian tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

• Setelah kolom pedestal dan galian untuk tie beam / sloof beton terlaksana, tahap selanjutnya adalah melakukan pembesian untuk tie beam / sloof beton dengan ukuran sesuai gambar recana.

(21)

• Sebelum pengecoran sloof maka akan dilaksanakan pemeriksaan akhir pekerjaan dan pembersihan lokasi pengecoran.

• Pengecoran dilaksanakan menggunakan ready mix namum apabila tidak memungkinkan, pengecoran dilaksanakan dengan site mix.

• Campuran beton dituangkan ke dalam bekisting menggunakan talang.

• Segera setelah beton dituangkan kedalam bekisting, beton tersebut akan dipadatkan menggunakan alat concrete vibrator, pemadatan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis.

 Beton Kolom

Pekerjaan dilaksanakan seperti bagan alir berikut :

(22)

Sepatu Kolom ( beton / besi siku )Sepatu Kolom

( beton / besi siku )

Concrete BucketConcrete Bucket

Pengatur vertikalPengatur vertikal

Pedoman vertikalPedoman vertikal

Unting Unting

Adapun uraian tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

• Setelah sloof terlaksana, tahap selanjutnya adalah melakukan pembesian untuk kolom beton dengan ukuran sesuai dengan gambar recana.

• Selanjutnya adalah pemasangan bekisting dengan ketentuan sesuai rencana kerja dan syarat (RKS).

• Setelah pembesian dan bekisting terpasang serta telah disetujui oleh Pengawas, selanjutnya adalah melaksanakan pengecoran Kolom Beton menggunakan mutu beton K-300.

• Pengecoran dilaksanakan menggunakan ready mix namum apabila tidak memungkinkan, pengecoran dilaksanakan dengan site mix

• Campuran beton dituangkan ke dalam bekisting menggunakan pipa tremie untuk mencegah terjadinya segregasi (pemisahan butiran) pada campuran beton.

• Segera setelah beton dituangkan kedalam bekisting, beton tersebut akan dipadatkan menggunakan alat concrete vibrator dan palu karet, pemadatan dilakukan sesuai spesifikasi teknis.

Contoh Gambar Pembesian Kolom

(23)

• Setelah umur beton kolom telah mencapai yang disyaratkan, maka bekisting kolom akan dibongkar dan akan dilakukan perawatan dengan menutup kolom beton menggunakan kain/karung basah.

 Pekerjaan Tangga

Pek. Galian tanah pondasi Tangga

Pekerjaan galian dilaksanakan sampai diperoleh panjang, kedalaman, kemiringan dan lengkungan yang sesuai dengan yang tertera di dalam Gambar Perencanaan, material hasil galian akan ditangani sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan / Pengawas Lapangan.

FLOW CHART PEKERJAAN GALIAN TANAH PONDASI BETON TANGGA

Pasir Urug

(24)

Adapun uraian tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

Membersihkan area yang akan dilakukan urugan.

Menyebar/menghampar pasir dengan ketebalan sesuai gambar rencana.

Setelah urugan pasir terlaksana, pekerjaan dapat dilanjutkan dengan pekerjaan lantai kerja.

Lantai Kerja Ad. 1 Pc : 3 Ps : 5 Kr

(25)

Adapun uraian tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut : Bersihkan lokasi dari segala macam kotoran.

Lalu buat adukan untuk pekerjaan lantai kerja.

kemudian tuangkan adukan tersebut dan ratakan sampai ketebalan 5 cm

Ratakan adukan dengan ruskam atau jidar.

Setelah pengecoran selesai, rapihkan peralatan yang telah digunakan.

Pondasi Tangga

Adapun uraian tahap pelaksanaan pekerjaan Pondasi Tangga adalah sebagai berikut :

 Setelah pengecoran lantai kerja selesai dan dan sudah cukup umur selanjutnya dengan melakukan pekerjaan Pondasi dengan ukuran dan gambar recana.

(26)

 Sebelum pemasangan bekisting, pekerjaan pengukuran dan pekerjaan marking terlebih dahulu dilakukan sebagai dasar Plat Tangga, pekerjaan marking sebagai tanda untuk kemiringan tangga yang akan dipasang bekisting, dan juga marking untuk injakan dan tanjakan dan Plat trap tangga

Contoh gambar pekerjaan Tangga

 Setelah pembesian dan bekisting, selanjutnya adalah melaksanakan pengecoran Kolom Beton menggunakan mutu beton K-300

 Pengecoran dilaksanakan menggunakan ready mix dibantu dengan concrete pump truck.

 Campuran beton dituangkan ke dalam bekisting menggunakan pipa tremie untuk mencegah terjadinya segregasi (pemisahan butiran) pada campuran beton.

 Segera setelah beton dituangkan kedalam bekisting, beton tersebut akan dipadatkan menggunakan alat concrete vibrator dan palu karet.

(27)
(28)

Di cor betonBalok di cor beton

 Ring Balok Beton Uk. 15/20 (Diatas Dinding lama + KM )

Balok pada elevasi tersebut diatas dilaksanakan sesuai bagan alir berikut : Adapun uraian tahap pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

• Setelah kolom-kolom tercor, tahap selanjutnya adalah memasang bekisting untuk balok pada elevasi +6.95 & elevasi top.

• Selanjutnya adalah memasang pembesian untuk balok sesuai dengan gambar kerja.

• Setelah pembesian dan bekisting terpasang serta telah disetujui oleh Pengawas Lapangan, selanjutnya adalah melaksanakan pengecoran Balok. • Sebelum dilakukan pengecoran balok maka akan dilaksanakan pemeriksaan

akhir pekerjaan dan pembersihan lokasi pengecoran.

(29)

• Setelah umur beton balok telah memenuhi syarat, kemudian bekisting akan dibongkar.

 Beton Lantai Tebal 7 cm

Adapun tahapan pekerjaan lantai adalah sebagai berikut :

 Urugan pasir urug tb. 5 cm dibawah lantai

FLOW CHART PEK. URUGAN PASIR DAN LANTAI KERJA

 Adapun uraian tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut : Membersihkan area yang akan dilakukan urugan.

Menyebar/menghampar pasir dengan ketebalan sesuai gambar rencana.

(30)

 Lantai Kerja Ad. 1 Pc : 3 Ps : 5 Kr, tebal 5 cm

Adapun uraian tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

 Bersihkan lokasi dari segala macam kotoran.

 Lalu buat adukan untuk pekerjaan lantai kerja.

 kemudian tuangkan adukan tersebut dan ratakan sampai ketebalan 5 cm

 Ratakan adukan dengan ruskam atau jidar.

 Setelah pengecoran selesai, rapihkan peralatan yang telah digunakan.

 Beton K -175

 Setelah pengecoran lantai kerja selesai dan dan sudah cukup umur selanjutnya dengan melakukan pekerjaan Pondasi dengan ukuran dan gambar recana.

 Selanjutnya adalah pemasangan bekisting dan pekerjaan pembesian dengan ketentuan sesuai rencana kerja dan sayarat (RKS)

 Setelah pembesian dan bekisting, selanjutnya adalah melaksanakan pengecoran Kolom Beton menggunakan mutu beton K-175

 Pengecoran dilaksanakan menggunakan ready mix dibantu dengan concrete pump truck.

 Campuran beton dituangkan ke dalam bekisting menggunakan pipa tremie untuk mencegah terjadinya segregasi (pemisahan butiran) pada campuran beton.

 Segera setelah beton dituangkan kedalam bekisting, beton tersebut akan dipadatkan menggunakan alat concrete vibrator dan palu karet.

(31)

FLOW CHART PEK. LANTAI KERJA

6. PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI. 2

 Balok Beton Uk. 25/40

 Balok Beton Uk. 30/40

 Balok Beton Uk. 20/30

 Balok Beton Uk. 30/70

(32)

 Balok Beton Uk. 25/40 + 10/60

 Ring Balok Beton Uk. 20/30 ( Entrance )

 Beton Plat Lantai Tebal 12 cm

 Beton Topi Tebal 10 cm

Balok Beton bertulang dilaksanakan seperti bagan alir berikut:

Uraian tahap pelaksanaan pekerjaan beton bertulang adalah sebagai berikut:

(33)

BALOK / PLAT DAK DENGAN PERANCAH SCAFOLDING

• Tahap awal adalah memasang perancah scaffolding untuk balok dan plat lantai.

• Setelah pembesian dan bekisting terpasang serta telah disetujui oleh Pengawas Lapangan, selanjutnya adalah melaksanakan pengecoran Balok dan Plat lantai.

• Sebelum dilakukan pengecoran plat lantai dan balok maka akan dilaksanakan pemeriksaan akhir pekerjaan dan pembersihan lokasi pengecoran.

(34)

Contoh Gambar Curing Beton

• Untuk mengontrol elevasi dari plat lantai akan dibuat acuan/panduan dari besi beton yang diberi tanda dengan selotyp atau cat merah, besi ini kemudian ditancapkan pada saat pengecoran untuk mengetahui ketebalan plat lantai, panduan tersebut ditancapkan setiap 2 m dengan dibantu oleh surveyor penentu elevasinya.

• Selanjutnya adalah melakukan perawatan beton dengan memasang adukan pada sekeliling beton plat yang akan digenangi air dengan tinggi adukan ± 5 cm.

• Setelah umur beton balok dan plat lantai telah memenuhi syarat, kemudian bekisting akan dibongkar.

 Beton Kolom K.3 Uk. 35/35 ( 26 bh )

 Beton Kolom K.4 Uk. 30/30 ( 30 bh )

• Setelah selesai pekerjaan Balok dan Plat Lantai, tahap selanjutnya adalah melakukan pembesian untuk kolom beton lantai 2 dengan ukuran sesuai gambar recana.

• Selanjutnya adalah pemasangan bekisting kolom lantai 2 dengan ketentuan sesuai rencana kerja dan syarat (RKS).

(35)

• Setelah pembesian dan bekisting terpasang serta telah disetujui oleh Pengawas, selanjutnya adalah melaksanakan pengecoran Kolom Beton menggunakan mutu beton K-300

• Pengecoran dilaksanakan menggunakan ready mix namum apabila tidak memungkinkan, pengecoran dilaksanakan dengan site mix

• Campuran beton dituangkan ke dalam bekisting menggunakan pipa tremie untuk mencegah terjadinya segregasi (pemisahan butiran) pada campuran beton.

• Segera setelah beton dituangkan kedalam bekisting, beton tersebut akan dipadatkan menggunakan alat concrete vibrator dan palu karet, pemadatan dilakukan sesuai spesifikasi teknis.

(36)

Gambar

Gambar Perencanaan, material hasil galian akan ditangani sesuai dengan petunjuk
gambar recana.
Gambar Perencanaan, material hasil galian akan ditangani sesuai dengan
gambar kerja.

Referensi

Dokumen terkait

Struktur atas mencakup perencanaan atap (kuda-kuda) dan beton bertulang ( plat lantai, tangga, balok dan kolom), sedangkan struktur bawah mencakup struktur pondasi. Dalam

PEMBESIAN PLAT BETON LANTAI. AR - 04 POLA

ban gun an bagian balok dan kolom m en ggun akan beton cast in situ, sedan gkan pada plat m en ggun akan beton precast..

BETON (K-175) PEMBESIAN POLOS PEMBESIAN POLOS BEKISTING KOLOM..

Pada Proyek Akhir ini akan membahas proses pelaksanaan pekerjaan struktur kolom, balok, dan pelat lantai yang dimulai dari pekerjaan pembesian, pekerjaan

Metode pelaksanaan pekerjaan struktur kolom pada lantai 21 K7 AS-1/B yaitu: penentuan as kolom, pabrikasi pembesian kolom, pemasangan pembesian kolom, pemasangan

Setelah pekerjaan pembesian selesai kami laksanakan selanjutnya Proses pembuatan mal dan pemasangan mal kerja dengan memperhatikan kekuatan mal sehingga tidak mengalami pembenggakan

Lantai Papan Lantai Cor Beton Lantai Cor Beton Lantai Cor Beton Lantai Cor Beton Lantai Cor Beton Lantai Cor Beton Lantai Cor Beton Rangka Balok Kayu Rangka Balok Kayu Rangka Balok