• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH Sejarah seni rupa mesopotamia (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH Sejarah seni rupa mesopotamia (1)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

Sejarah seni rupa mesopotamia

Oleh

Kelompok 5

Hasnaeni

Adi fadillah

Suriadin

Reno

Pendidikan seni rupa

Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan

Universitas muhammadiyah makassar

2016

(2)

Bismillahirahmanirahim.. Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT pemilik alam semesta yang telah memberikan kekuatan dan kesehatan kepada penulis sehingga makalah ini telah selesai dapat dituangkan dalam bentuk karya tulis, serta seiring salawat dan salam kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kebodohan ke alam yang berilmu pengetahuaan.Berkat karena limpahan rahmat NYA sehingga dapat menyeleasikan makalah ini dengan judul “SEJARAH SENI RUPA MESOPOTAMIA” yang merupakan salah satu tugas yang di berikan.

Sesungguhnya makalah ini tidak akan terwujud sebagai mana mestinya jika tidak ada bantuandan dorongan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk itu perkenankanlah penulis dengan hati yang tulus untuk menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan yang telah membantu selesainya makalah ini.

Dalam mengolah, menyajikan makalah ini penulis telah brusaha

semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis, namun penulis menyadari sepenuhnya akan kekurangan-kekurangan yang ada, oleh karena itu sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini di kemudian hari.

Makassar, 23 Maret 2016

(3)

KATA PENGANTAR ………..

C. SENI RUPA TERTUA DI MESOPOTAMIA ... 4

D. BANGSA YANG BERKUASA DI MESOPOTAMIA ... 6

E. SOSIAL BUDAYA,POLITIK,DAN

KEPERCAYAN ...10

F. PENINGGALAN KARYA SENI

RUPA ...12

G. PENGARUH SENI RUPA MESOPOTAMIA DI INDONESIA... 18

BAB 3 PENUTUP

A. KESIMPULAN

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang

Untuk waktu yang lama dianggap bahwa kebudayaan mesir da mesopotamia berlansung dalam kurung waktu yang sama. Akan tetapi penemuan- penemuan arkeologis merubah anggapan di atas. Telah menjadi jelas bahwa kebudayaan mesopotamia dan sekitarnya telah berlansung lebih duluan. Kampung- kampung pertanian seperti Jarmo di Irak dan Catal Huyuk di Anatolia selatan ( Turki ) telah ada pada sekitar 7.000 SM dan kota yang dibentengi di Jerincho, bahkan lebih tua. Di Mesir, kampung tertua adalah yang terdapat di distrik Faiyum dekat Delta, di bangun tidak lebih awal dari tahun 4.500 SM. Penemuan tulisan di Mesopotamia mendahului Mesir selama ratusan tahun dan bahkan mungkin kebudayaan Mesir adalah sebagai akibat pengaruh mesopotamia.

Secara tradisional, sejarah seni rupa zaman kuno menetapkan Mesir sebagai permulaan untuk kemudian disusul oleh Mesopotamia. Studi arkeologis di Mesir memanglah lebih duluan yaitu dimulai pada akhir abad ke-18 dan kronologi perkembangan sejarahnya telah tersusun dengan lebih baik demikian pula gambaran umum mengenai kebudayaannya lebih komplit

Dengan adanya penemuan – penemuan arkeologis baru yang menunjukkan bahwa kebudayaan mesopotamia lebih tua,seyogyanya urutan yang secara tradisional telah diikuti itu, kini dibalik dengan menetapkan Mesopotamia sebagai permulaan dalam pembicaraan seni rupa kuno.

B. RUMUSAN MASALAH

(5)

2. Kondisi sosial-budaya seperti apa yang ada pada Perdaban Mesopotamia? 3. Bagaimana sistem pemerintahan pada Perdaban Mesopotamia?

4. Apa saja kepercayaan yang ada pada Peradaban Mesopotamia? 5. karya-karya peninggalan apa saja yang ada di Mesopotamia? 6. Bagaimana pengaruh seni rupa mesopotamia di Indonesia ?

BAB II PEMBAHASAN

A. SEJARAH SINGKAT PERADABAN MESOPOTAMIA

Mesopotamia berasal dari bahasa Yunani dari kata “Mesos (Tengah)” dan Patmos (Sungai), yang artinya “daerah diantara sungai-sungai”. Sungai yang dimaksud adalah sungai Trigis dan sungai Eufrat.

Kawasaan di lembah sungai Eufrat dan Tigris di bagi secara alami menjadi dua kawasaan yaitu Mesopotamia atas dan Mesopotamia bawah (Babilonia). Pada zaman dahulu Mesopotamia atas memiliki dua pusat peradaban utama, satu berada diwilayah Eufrat atas dan pusat yang lama terletak dimuara Zab (sungai Tigris atas). Mesopotamia bawah yang merupakan situs bangsa Sumeria dan Akkadia, secara alami juga terbagi menjadi bagian utara dan selatan. Bagian utara terpusat disekitar Babillon, sedang bagian selatan terpusat di kota-kota Sumeria seperti Lama, Esidu, dan Ur. Bangsa ini hidup pada 4000 SM dan dapat bertahan dengan melakukan irigasi.

Dilihat dari kondisi Geografi disebelah Utara Mesopotamia dibatasi oleh bukit-bukit, gunung-gunung batu, dan area pertanian. Sedangkan disebelah Selatan Mesopotamia dihiasi dengan rawa yang luas dan tanah tandus

Tahun 3500 SM – 600 SM di wilayah Irak khusunya lembah sungai Trigis berdiri beberapa kerajaan besar yang membangun peradaban dunia paling awal, seperti Sumeria, Akkad, Assyiria dan Babilonia.

Tahun 539 SM wilayah ini (Mesopotamia) dikuasai kerajaan Persia setelah mengalahkan Babilonia Baru.

(6)

Tahun 115 SM wilayah itu menjadi bagian dari kekaisaran Roma selama 500 tahun. Kemudian sebagian daerahnya dikuasai Persia daerah lain tetap dikuasai roma hingga datangnya Islam.

Daerah Mesopotamia ini, sekarang lebih dikenal dengan Republik Irak. Dikawasaan Mesopotamia ini, terdapat berbagai macam bangsa (suku).

B. LETAK GEOGRAFIS DAN BATAS BATAS WILAYAH MESOPOTAMIA

Peta Mesopotamia kuno dan sekitarnya Wilayah Mesopotamia

(7)

kuno, seperti apa Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M). Peradabannya dikenal paling tua sejak 7000 BC.

Menurut keyakinan Kristen dan Yahudi seperti dalam Perjanjian Lama, ada usaha menghubungkan keluarga Abraham (yang lalu disebut "Bapa Orang Beriman" dan diakui oleh tiga agama monoteistik dunia, Islam, Kristen, dan Yahudi ) dengan Mesopotamia. Dalam kitab Kejadian 11,31 dikatakan, pada suatu masa keluarga Abraham berpindah dari Ur- Kasdim ke Haran sebelum akhirnya berpindah ke Kanaan (Daerah Israel dan Palestina sekarang).

Lokasi Ur-Kasdim biasanya dirujuk pada Tell el-Muqayyar, situs bekas reruntuhan Kota Ur kuno dari periode Sumeria. Tapi, banyak ahli masih meragukan usulan ini. Sedangkan Haran terletak di bagian utara Mesopotamia, di tepi Sungai Eufrat.

C. SENI RUPA TERTUA

 JERICHO

Pada sekitar 7000 SM. Pertanian telah berkembang dengan baik paling tidak pada tiga daerah di Timur-dekat yaitu di Yordania, Iran dan Anatolia.

Jericho di lembah sungai yordania telah merupakan tempat pemukiman pada sekitar 9000 SM. Pada sekitar 9000 SM Jericho telah merupakan kota dengan bentuk yang spektakuler. Kota dipenuhi oleh rumah – rumah yang terbuat dari bata di atas fondasi batu yang melingkar atau oval serta dikelilingi oleh dinding setebal lima kaki. Pada dinding ini di bangun menara batu dengan tinggi dan diameter 30 kaki.

Pada sekitar 7.000 SM, tempat pemukiman ini ditinggalkan oleh penghuninya yang asli akan tetapi penghuni baru datang menempati. Penghuni baru ini membangun rumah persegi dari bata di atas fondasi batu yang secara berhati- hati dipelester . lantai dan dinding dicat. Beberapa tempat yang diteliti tampak sebagai tempat pemujaan. Salah satu dari bangunan tersebut mempunyai dasar bangunan megaron yang dikenal di Yunani kelak . dewi kesuburan dan binatang yang dihubungkan dengan kesuburan dipuja oleh penduduk.

(8)

Bahkan lebih mengesahkan dari penemuan di atas adalah apa yang terdapat di Anatolia. Penggalian – penggalian di Hacilar dan Catal Huyuk menunjukkan bahwa

tidak hanya daerah dataran

tinggi Anatolia sebagai lokasi

kebudayaan neolithicum

antara 7.000 – 5.000 SM, akan

tetapi mungkin merupakan

kebudayaan termaju pada

masa tersebut.

a. Rekontruksi susunan rumah – rumah, Catal huyuk, 6000-5000 SM

(9)

Bersama dengan Jericho Catal buyuk di sebuk sebagai salahsatu dari eksperimen pertama dari manusia dalam pembangunan kehidupan kota. Keteraturan kotanya meyakinkan kita bahwa ia dibangun menurut suatu rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kekhasan dari kota ini adalah ia tak dilengkapi oleh jalan-jalan. Rumah-rumah di hubungkan satu sama lainnya melalu pintu penghubung pada atapnya (lihat gambar a). Kendati tak peraktis menurut pandangan kita, tapi ia punya keuntungan tersendiri yaitu bangunan-bangunan mempunyai struktur yang kuat karna saling di bubungkan satu sama lain. Pertahanan menjadi muda oleh karena kota dikelilingi oleh rangkaian dinding bangaunan yang berfunsi sebagai pagar. Bila musuh berusaha memasuki kota tapi memasuki sebuah kamar.

Rumah pemujaan di kota ini di bedakan dengan rumah biasa dari hiasan ruang dalamnya yang kaya yang terdiri dari lukisan dinding, relief,patung kepala binatang dan patung dewa pujaan ( lihat gambar 2). Patung kepala sapi adalah yang paling banyak menghiasi bangunan dan mungkin dimaksudkan sebagai pelindung dari mahluk –mahluk jahat. Patung – patung yang ditemukan di catal huyuk menunjukkan bahwa dewa mereka berbentuk tubuh manusia. Bila sang dewa di tampilkan dalam hubungannya dengan binatang, maka dewa wanita ( dewi ) dengan macan sedang dewa laki – laki dengan sapi. Patung – patung dewi ini terbuat dari batu atau tanah liat dan dalam ukuran yang agak kecil umumnya antara 2-8 inci, adapula yang berukuran 11 inci tapi tidak banyak.

D. BANGSA – BANGSA YANG PERNAH BERKUASA DI MESOPOTAMIA

1. Bangsa Sumeria

Bangsa Sumeria merupakan bangsa pribumi Mesopotamia mereka telah ada sejak 5000 SM, peradaban Sumeria berhasil kepada titik puncak pada tahun 2000 SM sekaligus abad kehancurannya, pada fase berikutnya Bangsa Sumeria bercampur baur dengan peradaban yang datang kemudian ke Mesopotamia semisal Akkadia, Babylonia (amori) dan Asyyiria.

(10)

merupakan satu suku kata. Huruf-huruf itu dituliskan pada papan tanah liat yang digoresi/ditulisi menggunakan karang yang keras dan berujung tajam. Mereka pun ahli dalam masalah ukiran kayu.

Bangsa Sumeria mendirikan kota-kota, antara lain adalah kota Ur dan Sumer. Dimana pusat pemerintahan pada saat itu berada di kota Ur (kota tertua pada masa bangsa Sumeria). Raja yang memerintah adalah Ur Nanseh (2500SM) setelah itu Raja Gudea (2400SM). Selama kurang lebih 500 tahun bangsa sumeria mengalami beberapa tragedi perebutan kekuasaan, akhirnya bangsa itu lemah dalam hal persatuan. Dalam kelemahan itu, bangsa Akkadia dipimpin oleh Raja Sargon melakukan penyerangan dan berhasil menaklukan sumeria pada tahun kurang lebih 2000 SM.

2. Bangsa Akkadia

Setelah berhasil merebut kekuasaan dari Sumeria, bangsa Akkadia menjadi penguasa di Mesopotamia. Bangsa Akkadia adalah bangsa semit yang berimigrasi dari Jazirah Arab ke wilayah Irak Tengah (Akkad) pada millennium ke-3 SM, masa keemasan Dinasti Sumeria berakhir dengan penyatuan wilayah kerajaan-kerajaan tersebut dalam satu kesatuan dibawah kekuasaan Raja Kish yang dikenal dengan masa Lugalzagezi. Seperempat abad setelah itu Munculah King Sargon (Shargoni-Shar-Ali), raja pertama dari Imperium Akkadia. Ia mendirikan sebuah kota yang bernama Akkadah sekaligus menjadikannya Ibu Kota dari Mesopotamia.

(11)

bergerak masuk ke wilayah Mesopotamia melalui arah barat daya kemudian menyeberangi sungai Eufrat dan melakukan penyerangan.

3. Bangsa Babilonia

Ketika bangsa Amorit ( salah satu dari Rumpun suku bangsa Haimiah) menaklukkan bangsa Akkadia. Sejarawan mengatakan bahwa kerajaan babilonia didirikan oleh bangsa Amorit. Kata babilonia berasal dari kata “Babilu” yang artinya ( Gerbang Menuju Tuhan).

Sekitar tahun 1800 SM, kerajaan Babilonia diperintahkan oleh seseorang yang bernama Hammurabi. Serangan yang datang dari bangsa Hittite telah memperlemah keadaan (1600 SM). Serangan itu terjadi pada masa pemerintahan Samsu Iluna (putera Hammurabi) pada 1595 SM, raja Mursilis memimpin penyerangan terhadap kerajaan Babillonia lama dan menguasainya serta membuat keadaan dalam abad gelap selama 150 tahun.

4. Bangsa Assyria

Babilonia ditaklukkan oleh bangsa Assyria. Bangsa Assyira adalah bangsa semit yang hijrah dari semenanjung Arab pada millennium ke-3 SM dan menetap disebuah tempat yang dikenal dengan (benteng Sharqat atau Asyur) diwilayah timur Laut Mesopotamia. Pada Masa Akkadia, Assyiria merupakan sektor politik dan kebudayaan Akkadia, barulah pada millennium ke-2 SM bangsa Assyria tampil sebagai kekuatan politik terbukti ketika mereka barhasil menundukkan bangsa Mitanni, Hitties, Alcahien. Mereka membangun kota yaitu kota Asshur dan kota Niniveh yang dijadikan ibu kota dari kekuasaan bangsa Asyria. Kekuasaan ini disebut dengan corak militer. Hal ini dikarenakan Bangsa ini telah menaklukkan daerah-daerah disekitar.

(12)

sebagai bangsa yang pandai membuat kendaran, tank, dan berbagai alat pendobrak, selain itu gaya arsitektur Assyiria memiliki ciri khas tersendiri dan sangat Indah.

Lambat laun kerajaan Assyria lemah dan kelemahannya itu diketahui oleh bangsa Chaldea yang berkembang didaerah Mesopotamia selatan. Bangsa ini menyerang kerajaan Assyria. Pada tahun 612 SM, ibu kota Niniveh berhasil dikuasai sehingga mengakibatkan runtuhnya kerajaan Assyria.

5. Bangsa Babilonia baru

Setelah Babilonia berhasil merebut kekuasaanya kembali dari Asyria dibawah pimpinan Raja Nebukhadnezer (Bukkhtanasar). Kini babilonia menjadi pusat pemerintahan dan kebudayaan lagi. Kerajaan ini disebut dengan Babilonia Baru karena Raja Nebukhadnezer membangun kembali babilonia sehingga menjadi pusat pemerintahan kembali dan di sebut dengan Babilonia Baru.

Namun kekuasaan politik babilonia ke dua ini tidak bertahan lama, sepeninggalan Raja Nebukhadnezer wilayah ini ditaklukkan oleh Sirus Agung dari Persia.

Tabel Peradaban :

Keterangan Sumeria Akkadia Babilonia Asyiria Babilonia Baru

Masa Awal Pemerintahan

3000 SM 2800 SM 2000 SM 1200 SM 612 SM

(13)

Keruntuhan Baru

E. SOSIAL-BUDAYA, POLITIK, DAN KEPERCAYAAN PERADABAN MESOPOTAMIA

1. Kepercayaan (Agama)

Bangsa Sumeria adalah bangsa yang merintis peradaban Mesopotamia. Maka, kepercayaan yang dianut bangsa ini pun menjadi sebuah dasar dari kepercayaan-kepercayaan bangsa yang menguasai Mesopotamia lainnya. Bangsa ini menganut kepercayaan politeisme atau mempercayai adanya banyak dewa.

Pertama kali bangsa Sumeria masuk ke wilayah Mesopotamia, mereka sudah memiliki system kepercayaan. Yang mana bangsa Sumeria sudah menyebah para Dewa (Politheisme). Hingga bangsa Babilonia semasa kejayaannya mengadopsi kepercayaan tersebut. System dari peradaban Mesopotamia yang dianut yaitu, ketika suatu Imperial menguasai wilayah Mesopotamia maka seluruh Imperial atau bangsa yang lain harus mengikuti apa yangn di perintah oleh Raja dari Imperial tertinggi, baik itu mengenai system kepemerintahan maupun system keyakinan.

Bangsa Babilonia sejak masa purbanya sampai pada masa perkembangannya menganut faham keTuhanan yang Politeistik. Sekalipun faham ini cukup lama di anut bangsa Babilonia, tetapi bangsa itu tidak mmpu merubah faham dan kepercayaannya. Dewa pertama atau dewa tertinggi adalah dewa Marduk. Selain itu ada dewa-dewa alam yang mereka sembah yakni:

1. Enlil (Dewa Bumi) 4. Sin (Dewa Bulan) 2. Ea (Dewa Air) 5. Samas (Dewa matahari) 3. Anu (Dewa Langit) 6. Ereskigal (Dewa Kematian)

Di jelaskan pula, bahwa masyarakat Mesopotamia harus selalu memenuhi kewajibannya kepada Dewa, yaitu:

(14)

3. Harus mengelolah tanah dan memasak untuk para Dewa dari jagung dan buah-buahan yang dittanam di tanah kuil dan kebun.

4. Harus merayakan Festival untuk menyengakan para dewa

Salah satu kepercayaan agama Sumeria adalah bahwa kehidupan dibumi adalah kehidupan hakiki, tidak ada kebahagiaan dan kesenangan setelah dibumi. Sementara kehidupan kedua mirip dengan kematian sekalipun bukan kematian yang sebenarnya, kehidupan tersebut adalah tempat kembali setiap manusia, tidak ada perbedaan antara yang baik dengan yang jahat siapapun tidak dapat mengelak hal itu, kecuali Dewa.

Kepercayaan bangsa Sumeria ini terus berkembang dan dianut oleh masyarakat yang tinggal di daerah Mesopotamia. Tetapi ketika bangsa Persia menguasai daerah Mesopotamia, berkembanglah ajaran agama Persia. Kitab Suci Awesta ini merupakan firman-dewa dengan perantara nabi diturunkan kepada bangsa Persia.

2. Pemerintahan (Politik)

Sejak peradaban Mesopotamia berkembang, banyak terjadi persaingan atau perebutan kekuasaan, yang mana tejadi konflik internal antar bangsa (rumpun). Mulai dari pemimpin kekuasaan bangsa Sumeria, terus dikalahkan oleh bangsa Akkadia, dan setelah Akkadia berkuasa, terkalahkan oleh bangsa Babilonia. Namun ketika Babilonia kehilanggan pemimpin yang kuat, maka terkalahkan oleh bangsa Asyri, tak lama akhirnya Babilonia mampu untuk menguasai Mesopotamia kembali dengan sedikit perubahan nama menjadi Babilonia Baru. Masa kejayaan bangsa Babilonia yaitu pada masa kepemimpinan Raja Hamurabbi. Selain sebagai raja, Hamurabbi juga seorang pemimpin agama masyarakat Babilonia. Ia senantiasa memerintahkan kaumnya untuk menaati aturan yang telah ditetapkan demi berjalannya roda kehidupan danpemerintahan.

(15)

Dalam hukum itu tertulis tentang peraturan-peraturan yang menyangkut bidang pertanian, perdagangan, agama, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Hukum itu terdiri dari 300 pokok UU. Pada setiap bagian tercantum jenis-jenis pelanggaran dan hukumannya. Hukum tersebut dijalankan dengan tegas dan keras sehingga tercipta suatu keadaan yang aman.

Hukum Hammurabi menggambarkan tentang struktur ideal masyarakat Babilonia Lama. Diatas adalah raja, yang merupakan penguasa segala sesuatu dikerajaannya. Kemudian dibawahnya terdapat tiga kelas sosial, awilum (bangsawan), mushkenum (rakyat biasa), dan wardum (budak). Kesemuanya memiliki tingkatan hukum yang berbeda menurut tingkat masyarakat yang ada.

3. Masyarakat (Sosial-Budaya)

Daerah daerah di sekitar daerah Mesoptamia didiami oleh bangsa –bangsa yang termasuk rumpun bangsa semit. Kehidupannya bersifat seminomadik. Mereka Hidup dari beternak dan berdagang, namun setelah mendapat tanah–tanah yang subur, mereka mulai hidup dari hasil pertanian (sudah mengenal sistem irigasi). Para pedagang dapat melakukan aktivitas perdagangannya melalui sungai Eufrat dan Tigris.

Kira kira tahun 3000 SM, daerah Mesopotamia didiami oleh bangsa Sumeria. Orang–orang Mesopotamia Lebih banyak bertempat tinggal pada kota kota besar dan juga pada ibu kotanya yang bernama Uruk (Ur). Bangsa Sumeria telah mengenal ilmu hitung, lingkaran 360 derajat, dan bangunan dari tanah liat yang dikeringkan dengan panas matahari.

Daerah ini (Mesopotamia) juga merupakan lalu lintas perdagangan yang strategis antara Laut Tengah dan Sungai Shindu. Dengan demikian aktivitas perdagangan di Mesopotamia sangat ramai. Begitu pula sistem pertanian dijalankan dengan baik dan sudah terdapat irigasi yang teratur, hasil utamanya yaitu gandum dan kapas.

F. PENINGGALAN KARYA SENIRUPA MESOPOTAMIA

Ciri Utama Karya Senirupa Mesopotamia Perbedaannya dengan Karya Senirupa Mesir adalah :

(16)

2. Tidak banyak bangunan yang berghubungan dengan dewa 3. Tidak banyak ditemukan patung-patung, lukisan, relief ttg dewa

4. Karya seninya bersifat keduniawian dengan istana sebagai pusatnya sehingga disebut seni pelayanan (melayani penguasa)

5. Karya seni rupanya tdk memperlihatkan satu kesatuan yang utuh. Setiap bangsa menghasilkan karya yang berbeda-meda

6. peninggalan tidak sebanyak ditemukan dengan seni rupa mesir karena: 7. keadaan alam yang ganas

8. bahannya tidak tahan lama (al terakota) 9. adanya sifat vandalisme

Keunikan Senirupa Mesopotamia • Terdapat taman gantung

• Adanya relief bersambung (2 km ) pada istana bagian bawahnya • Adanya mahluk penjaga ambang, pada istana

• Materai pictograf

• Adanya gaya Realisme dramatis pada seni lukis, diusahakan untuk menangkap ujud benda tersebut setepat meungklin dengan ketapatan anatominya tetapi menekankan betul pada sifat perasaan

• Adanya sifat Antithesis: pembuatan makhluk yang berhadapan, ditengahnyaa ada benda lain, bersifat simetris

Jenis Karya Senirupa Mesopatamia

Seni Bangunan

Perbedaan dengan karya senirupa mesir :

(17)

Mesopotamia memakai sistim Terracota (susun timbun)

The Tower of BabelThe Tower of Babel(1563), by Flemish artist Pieter Bruegel the Elder, adalah lukisan minyak di atas kayu. Artis memilih untuk mengatur menara di Belgia daripada di dataran Mesopotamia, yang merupakan lokasi dari menara menurut Alkitab. Pembangunan lengkungan-lengkungan dalam-versi Bruegel tentang menara ini diambil dari studi artis dari Colosseum di Roma.

Istana

* Dikelilingi tembok raksasa (alasan geografis dan keamanan)

* Dikelilingi parityang luas

* Dibuat diatas dataran yang ditinggikan * Mempunyai menara penjaga (benteng) * Mewah dengan hiasan-hiasan (tiang tempel dengan alas tiang berbentuk singa yang berjalan)

(18)

Zigurat :

Zigurat adalah bangunan bertingkat yang mengesankan sebuah menara, dengan tang melilit keatas. Dibagian permukaan dihiasi. Fungsi dari zigurat ini yaitu: sebagai kuil Dewa Marduk, dan sebagai observatorium.

(19)

Stele

Tugu batu yang dipahat, bentuknya seperti obelisk (Mesir), menhir (Prasejarah) Fungsi: sebagai tugu peringatan

Stelle NaramsinTugu dengan relief peperangan yang dimenangkan oleh Naramsin. Penggambaran raja dengan ukuran lebih besar berdasarkan perinsif yang sama dengan relief Mesir.

Seni Patung

* Diawali dengan sifat kaku/primitif/naif ekspresif * Perkembangan selanjutnya menjadi realistis

* Proporsi tubuh yang kaku

* Otot-otot tubuh yang dilebihkan * Dekoratif (amakhluk penjaga ambang)

* Kepala mendekati bola (bulat)

(20)

Patung raja Tello, Gudea (kaku, kepala bulat) Patung raja Nebukad Nezar (naif ekspresif) Penjaga ambang (dekoratif)

(21)

Relief terdapat dalam istana, stelle, materai, dan benda kerajinan. Contoh: Istana Sargon di Karsabad, Stelle Naramsin,dan Stelle Hamurabi (kerajaan lama).

Relief singa pada jalan manuju kuil, tinggi 3 kaki 5 inci, babylonia, 575 SM.

G. PENGARUH SENI RUPA MESOPOTAMIA DI INDONESIA

peradaban bangsa Indonesia yang terpengaruh oleh peradaban Mesopotamia antara lain, a. Kepercayaan pada singa jadi-jadian dan serigala jadi-jadian berasal dari kepercayaan bangsa Assyria.

b. Islam yang datang ke Indonesia diperkirakan dipengaruhi oleh budaya Persia. Teori ini disampaikan oleh Oemar Amin Husein dan Husen Joyodiningrat yang menyodorkan bukti: 1) di Persia terdapat suku yang bernama Leran, dan di Gresik terdapat suatu kampung yang bernama Leran, maka diperkirakan suku Leran pernah datang dan menyebarkan Islam di Indonesia; 2) di Persia terdapat suku Jawi, suku Jawi datang ke Indonesia dan mengajarkan huruf Pegon yang banyak terdapat di Jawa; 3) adanya istilah jabar dan jeer dari bahasa Iran; 4) adanya upacara Tabut di Minangkabau untuk memperingati wafatnya Hasan dan Husein. Istilah Tabut digunakan di Iran untuk menyebut bulan Muharam. Di Indonesia pun berkembang paham Islam Syiah yang merupakan pengaruh dari Persia atau Iran dan Irak sekarang.

(22)

BAB III Mesopotamia. Masa ini sudah mempunyai tatanan kepemerintahan yang terkoordinir, masyarakat yang hidup dengan cara bertani, dan sudah mengenal tulisan. Tulisan dari bangsa Sumeria disebut dengan “Tulisan Paku”.

2. Akkadia, bangsa yang telah mengalahkan kekuasaan bangsa Sumeria dan mengadopsi budaya bangsa Sumeria, sehingga muncullah kebudayaan baru yakni“Sumer Akkad” yang berbahasa Semit.

3. Babilonia, masa puncak kejayaan Babilonia yaitu pada masa Raja Hammurabi. Hammurabi yang pertama kali mencetuskan sebuah Undang-Undang yang mengatur tatanan hidup masyarakat pada waktu itu atau “Codex Hammurabi”.

4. Asyiria, pada millennium ke-2 SM bangsa Assyria tampil sebagai kekuatan politik terbukti ketika mereka barhasil menundukkan bangsa Mitanni, Hitties, Alcahien. Tukulti-Ninurta I, termasuk salah satu raja Assyiria yang paling terkemuka terutama ketika memerangi Babylon. Namun ketika bangsa Asyiria lengah, Babilonia mudah untuk merebut dan menguasai wilayah Mesopotamia kembali. Namun bukan lagi disebut dengan Imperial Babilonia melainkan“Babilonia Baru”.

Wilayah Mesopotamia berkembang dengan maju. Hingga mampu untuk menciptakan suatu tatanan masyarakat yang terkondisirkan. Kepercayaan yang dianut yaitu politeisme, mempercayai Dewa-Dewa, namun di balik itu ada dewa yang tertinggi yaitu “Dewa Marduk” atau Dewa Matahari.

Gambar

Tabel Peradaban :

Referensi

Dokumen terkait

Adapun sebab dan tujuan bangsa Eropa ke dunia Timur adalah sebagai berikut : - Mencari kekayaan termasuk berdagang (Gold) - Menyalurkan jiwa penjelajah - Menyebarkan agama (Gospel)

Pada abad enam belas, sebagian besar wilayah Afrika Utara (kecuali Maroko), sebagaimana beberapa pemerintahan bangsa Arab di Timur Tengah, jatuh ke tangan

Pada abad enam belas, sebagian besar wilayah Afrika Utara (kecuali Maroko), sebagaimana beberapa pemerintahan bangsa Arab di Timur Tengah, jatuh ke tangan

Bangsa Yunani pertama kali melakukan kegiatan filologi pada abad ke-3 SM di kota Iskandariyah dan berhasil membaca naskah-naskah Yunani lama yang ditulis pada daun papirus dengan