Kefarmasian – Pengetahuan Umum
Apa sih arti dari lambang farmasi ? Kok ada ularnya? Apa hubungannya dengan farmasi?
Seperti yang kita ketahui ular adalah hewan yang memiliki racun (bisa) yang dapat mematikan, namun tahukah kamu? racun tersebut bisa di ubah menjadi obat yang bermanfaat untuk menyembuhkan. Farmasi adalah tenaga kesehatan yang berperan dalam hal obat – obatan, obat memiliki fungsi yang sebenarnya untuk menyembuhkan tetapi obat jika juga dapat menjadi racun yang dapat membunuh jika disalah gunakan. Inilah persamaan antara racun pada ular dan obat, sehingga digunakan gambar ular sebagai lambang farmasi. Ini adalah penjelasan sederhana tentang lambang farmasi, arti yang lebih dalam ada di teks dibahwah ini.
Lambang farmasi ( “Bowl of Hygeia” ) tersebut merupakan patung yang menggambarkan dewi Yunani-Hygieia-sedang memegang mangkuk dengan ular jinak yang mengitarinya dan seolah minum dari mangkuk tersebut. Hygeia adalah dewi kesehatan, kebersihan dan sanitasi yang merupakan seorang anak dari Asclepius (Dewa pengobatan dan penyembuhan dalam mitologi yunani). Beberapa orang berpendapat bahwa mangkuk Hygeia dan ular merupakan simbol keseimbangan alam di muka bumi. Ular
menggambarkan pasien yang bebas memilih untuk mengobati dirinya sendiri atau tidak. Menurut kepercayaan Yunani kuno, ular yang melilit pada mangkuk menggambarkan kebijaksanaan dan kesembuhan. Hal ini dikarenakan ketika orang mati akan berada pada alam baka yang entah baik atau buruk dan ular dipercaya bisa berkomunikasi dengan orang mati tersebut. Bahkan ular juga dipercaya bisa membawa jiwa orang yang telah meninggal untuk membantu kehidupan.
1. SEDIAAN FARMASI
Adalah obat, bahan obat, obat tradisional
dan
kosmetika
.
1. Aerosol adalah bentuk sediaan yang diberi tekanan, mengandung satu atau lebih bahan aktif (terapeutik) yang bila diaktifkan pada saat sistem katup yang sesuai akan memancarkan butiran-butiran cairan dan atau bahan-bahan padat dalam media gas. Sediaan ini digunakan untuk pemakaian topikal pada kulit dan juga untuk pemakaian lokal pada hidung (aerosol nasal), mulut (aerosol lingual) atau paru-paru (aerosol inhalasi).
2. Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Digunakan untuk oral.
3. Tablet yaitu sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.
4. Krim adalah sediaan setengah padat mengandung sat atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai.
5. Emulsi adalah sistem dua fase yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain dalam bentuk tetesan kecil.
6. Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia hewni menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedimikian rupa sehingga memenuhi syarat baku yang ditetapkan.
7. Gel (jeli) adalah sistem semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul orgnik yang besar, terpentrasi oleh suatu cairan.
8. Imunoserum adalah sediaan yang mengandung immunoglobulin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian.
9. Implant atau pelet adalah sediaan dengan massa padat steril berukuran kecil, berisi obat dengan kemurnian tinggi (dengan atau tanpa eksipien), dibuat dengan cara pengempaan atau pencetakan. Implan atau pelet dimaksudkan untuk ditanam di dalam tubuh (biasanya secara subkutan) dengan tujuan untuk memperoleh pelepasan obat secara berkesinambungan dalam jangka waktu lama.
10. Infusa adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90 C selama 15 menit.
11. Inhalasi adalah sediaan obat atau larutan atau suspensi terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran nafas hidung atau mulut untuk memperoleh efek lokal atau sistemik.
12. Injeksi arti secara luas adalah sediaan obat steril bebas pirogen yang dimaksudkan untuk diberikan secara parenteral.
Istilah parenteral menunjukkan pemberian lewat suntikan. Parenteral berasal dari bahasa Yunani yakni: para dan enteron berarti diluar usus halus dan merupakan rute pemberian lain dari rute oral.
13. Irigasi adalah larutan steril yang digunakan untuk mencuci atau membersihkan luka terbuka atau rongga-rongga tubuh, secara topikal.
14. Lozenges atau tablet hisap adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, umumnya dengan bahan dasar beraroma dan manis, yang dapat membuat tablet melarut atau hancur perlahan dalam mulut.
15. Sediaan obat mata
a. Salep mata adalah salep steril yang digunakan pada mata. b. Larutan obat mata adalah larutan steril, bebas partikel asing
yang merupakan sediaan dibuat dan dikemas sedimikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata.
16. Pasta adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topikal.
17. Plester adalah bahan yang digunakan untuk pemakaian luar terbuat dari bahan yang dapat melekat pada kulit dan menempel pada pembalut.
18. Serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, berupa serbuk yang dibagi-bagi (pulveres) atau serbuk yang tak terbagi (pulvis).
19. Solutio atau larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut.
Jenis larutan:
a. Larutan oral adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk pemberian oral.
Yang termasuk dalam larutan oral yaitu:
- Sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi.
- Elixir adalah larutan oral yang mengandung etanol sebagai pelarut.
c. Larutan otik sediaan cair yang dimaksudkan untuk penggunaan dalam telinga.
d. Larutan optalmik adalah sediaan cair yang digunakan pada mata.
e. Spirit adalah larutan mengandung etanol atau hidro alkohol dari zat yang mudah menguap, umumnya merupakan larutan tunggal atau campuran bahan.
f. Tingtur adalah larutan mengandung etanol atau hidroalkohol di buat dari tumbuhan atau senyawa kimia.
20. Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rectal, vagina atau uretra, umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh.
BENTUK-BENTUK
SEDIAAN OBAT YANG UMUM DIPRODUKSI
1. Produk Non Steril a. Preparat oral atau internal
I. solida : - serbuk oral: sirup kering
- tablet atau kaplet : tablet biasa, salut, lepas lambat. - Kapsul : kapul keras dan lunak
II. Liqiud: sirup; suspensi; emulsi b. Preparat topikal atau eksternal
I. solida : supositoria dan ovula
II. liquid - linimenta, lotion - oil base (minyak telon, kayu putih, minyak tawon)
III. Semi solid : krim atau salep 2. Produk Steril
a. Topikal atau eksternal
I. Preparat obat mata: tetes mata, salep mata
II. Preparat obat luka/luka bakar: sediaan kasa steril, krim/salep steril.
b. Preparat intramuskular, intravena, intradermal I. injeksi steril dalam vial atau ampul II. larutan infus.
NOMOR REGRISTASI OBAT JADI Terdiri dari 15 digit ( 3 huruf dan 12 angka)
A B C 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Contoh : DBL 0 1 1 0 8 0 3 7 1 6 A 1
Digit 1 (A) :Kode huruf menunjukkan nama dagang (D) atau Generik (G)
Digit 2 (B) : Kode huruf golongan obat
K : Obat keras
T : Bebas terbatas
B : Obat Bebas
N : Golongan Narkotik
P : Golongan psikotropik
Digit 3 (C) : Kode huruf menunjukkan asal obat
I : Impor
L : Lokal
Digit 4 – 5 (1,2) : Tahun daftar, 01 :2001
: Menunjukkan nomor urut pabrik; missal 108 : PT Berlico Mulia Farma : Menunjukkan nomor urut obat jadi yang disetujui, missal : 037 ; obat jadi yang ke 37 yang disetujui dari pabrik tersebut
: Macam bentuk sediaan yang ada, missal 16= sediaan tablet salut non antibiotic
: Kekuatan sediaan obat; A=pertama
: Kemasan; 1= kemasan utama, 2 = beda kemasan yang pertama
NOMOR REGITRASI OBAT TRADISIONAL Terdiri dari 12 digit (tiga huruf dan sembilan angka)
A B C 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Contoh: BTR 001700032 Arti kode huruf:
TR = Obat Tradisional Lokal TI = Obat Tradisional Import TL = Obat Tradisional Lisensi
Kode angka:
Ke- 1,2 = tahun didaftarkan; 00 = tahun 2000 = status produsen; 1= pabrik farmasi, 2= pabrik jamu, 3 = perusahaan jamu. = menunjukkan sediaan 1 = rajangan, 2 = serbuk, 3 = kapul, 4 = pil, granul, boli, pastiles, tablet atau kaplet, 5 = dodol, majun, 6 = cairan, 7 = salep atau krim, 8 = plester atau koyok, 9 = bentuk lain: dupa, ratus, mangir. = menunjukkan nomor urut jenis produk yang terdaftar.
= menunjukkan jenis atau macam yang keberapa; 1= 15 ml, 2=30 ml dsb.
TUGAS R&D SECARA UMUM Tahap Preformulasi
Diteliti sifat fisik dan kimia bahan baku serta dilakukan penelitian terhadap produk sejenis.
Tahap Formulasi Skala Lab. (Skala trial)
Disusun formulasi berbagai komposisi maupun jenis bahan baku. Pilot batch
Dilakukan optimasi produk scale-up dengan fasilitas GMP, mengamati karakteristik proses. Dikembangkan 10 skala lab.
Tahap Skala Produksi
Dilakukan di tempat produksi berdasarkan skala lab. Terjadi optimalisasi produk dengan cara sampling tiap-tiap tahap.
Validasi proses Master Formula
Berupa CPB (catatan pengolahan batch) dan CKB (catatan pengemasan batch) yang diperoleh setelah hasil trial produksi.
MANAJEMEN INDUSTRI FARMASI Persyaratan lokasi industri Farmasi:
2. Jauh dari sumber cemaran
3. Mempunyai sumber air baku yang memenuhi syarat 4. Intrasruktur menunjang
5. Lahan luas
Jenis – jenis industri farmasi:
1. Industri riset (inovasi) farmasi
Menghasilkan obat dan atau bahan baku obat hasil penelitian sendiri.
2. Industri sintesis dan atau fermentasi industri
Menghasilkan bahan aktif obat atau bahan baku lainnya, baik yang mempunyai hak paten atau sudah daluwarsa.
3. Industri manufactur Farmasi
Menghasilkan obat jadi dari bahan baku yang dihasilkan oleh industri farmasi riset dan atau industri sintesis atau fermentasi.
4. Industri jasa farmasi
Memberikan jasa, berupa jasa penelitian, sintesis dan atau formulasi
Ciri – ciri industri farmasi :
· Diataur secara ketat seperti registrasi obat, CPOB, distribusi dan perdagangan produk.
· Mempunyai aspek social dan ekonomi · Merupakan salah satu industri beresiko tinggi · Berbasis riset yang selalu memerlukan inovasi
PEMERIKSAAN
YANG DILAKUKAN UNTUK TIAP JENIS SEDIAAN Jenis sediaan Pemeriksaan Fisik
Fisik Kadar Mikrobiologi
Liquid Pemerian
Viskositas
Kadar zat aktif Bakteri patogen
Tablet Pemerian Waktu Hancur Friability Kekerasan
Disolusi
-Kapsul a. pemerian
Disolusi
-Cream Pemerian BJ Viskositas Homogenitas pH
Kadar zat aktif Uji potensi
Total koloni Bakteri patogen Jamur
Suppositoria Pemerian
Jarak lebur Kadar zataktif Uji potensi
Total koloni Bakteri patogen Jamur Injeksi Pemerian
Osmolaritas pH
Kadar zat
aktif Uji endotoksin Tetes mata Pemerian
Osmolaritas pH
Kadar zat
2.
OBAT
Obat adalah benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau mengubah proses kimia dalam tubuh. Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia termasuk obat tradisional.
Pendistribusian legal
Di Amerika Serikat, seorang medis profesional dapat memperoleh obat dari perusahaan farmasi atau apotek (yang membeli obat dari perusahaan farmasi). Apotek dapat juga menyediakan obat secara langsung kepada pasien bila obat tersebut dapat dengan aman digunakan sendiri, atau diberi kuasa dengan resep yang ditulis oleh dokter.
Kebanyakan obat mahal harganya untuk dibeli pasien ketika pertama kali dipasarkan, namun asuransi kesehatan dapat dipakai untuk meringankan biaya. Ketika paten untuk suatu obat berakhir, obat generik dibuat dan diedarkan oleh perusahaan lain. Obat yang tidak membutuhkan resep dari dokter dikenal dengan nama obat OTC (bahasa Inggris: Over the Counter, yang berarti di kasir) dapat dijual di toko biasa.
Di Indonesia, obat mahal lebih banyak karena besarnya biaya pemasaran yang ditanggung oleh perusahaan farmasi, terutama untuk obat resep. OTC (Over The Counter)
Obat OTC merupakan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter biasa disebut juga dengan obat bebas yang terdiri atas obat bebas dan obat bebas terbatas.
Obat bebas
Ini merupakan tanda obat yang dinilai "aman" . Obat bebas yaitu obat yang bisa dibeli bebas di apotek, bahkan di warung, tanpa resep dokter, ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam. Obat bebas ini digunakan untuk mengobati gejala penyakit yang ringan misalnya vitamin dan antasida. Obat bebas terbatas
Obat bebas terbatas (dulu disebut daftar W) yakni obat-obatan yang dalam jumlah tertentu masih bisa dibeli di apotek, tanpa resep dokter, memakai tanda lingkaran biru bergaris tepi hitam. Contohnya, obat anti mabuk (Antimo), anti flu (Noza). Pada kemasan obat seperti ini biasanya tertera peringatan yang bertanda kotak kecil berdasar warna gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam, dengan tulisan sebagai berikut :
P.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya. P.No. 2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari
badan.
P.No. 3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan. P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar. P.No. 5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan. Memang, dalam keadaaan dan batas-batas tertentu; sakit yang ringan masih dibenarkan untuk melakukan pengobatan sendiri, yang tentunya juga obat yang dipergunakan adalah golongan obat bebas dan bebas terbatas yang dengan mudah diperoleh masyarakat. Namun apabila kondisi penyakit semakin serius sebaiknya memeriksakan ke dokter. Dianjurkan untuk tidak sekali-kalipun melakukan uji coba obat sendiri terhadap obat - obat yang seharusnya diperoleh dengan mempergunakan resep dokter.
Apabila menggunakan obat-obatan yang dengan mudah diperoleh tanpa menggunakan resep dokter atau yang dikenal dengan Golongan Obat Bebas dan Golongan Obat Bebas Terbatas, selain meyakini bahwa obat tersebut telah memiliki izin beredar dengan pencantuman nomor registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Departemen Kesehatan, terdapat hal- hal yang perlu diperhatikan, di antaranya: Kondisi obat apakah masih baik atau sudak rusak, Perhatikan tanggal kedaluwarsa (masa berlaku) obat, membaca dan mengikuti keterangan atau informasi yang tercantum pada kemasan obat atau pada brosur / selebaran yang menyertai obat yang berisi tentang Indikasi (merupakan petunjuk kegunaan obat dalam pengobatan), kontra-indikasi (yaitu petunjuk penggunaan obat yang tidak diperbolehkan), efek samping (yaitu efek yang timbul, yang bukan efek yang diinginkan), dosis obat (takaran pemakaian obat), cara penyimpanan obat, dan informasi tentang interaksi obat dengan obat lain yang digunakan dan dengan makanan yang dimakan.
Obat dapat diklasifikasikan dalam banyak cara, atas dasar mekanisme aksi, efek dan status (legal atau tidak legal).
Analgesik yaitu obat antinyeri (pembunuh rasa sakit). o Asetaminofen (juga dikenal dengan parasetamol
o Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS atau NSAID)
Aspirin atau ASA (acetylsalicylic acid), yang juga antipiretik Ibuprofen
o Opioid, narkotik pembunuh rasa sakit yang kuat dan membuat ketagihan yang juga digunakan sebagai obat rekreasi karena efek euforianya.
Opiat
Morfin
Kodein
Sintetik dan setengah-sintetik opioid Heroin
obat rekreasi biasanya digunakan untuk mengubah emosi atau fungsi tubuh untuk rekreasi
o Alkohol
o Nikotin
o Kafeina
o Hallucinogens (termasuk LSD, Magic mushrooms
dan Dissociative drug) o Cannabis
Entheogenic untuk membuat rasa mistik atau shamanistic
o Magic mushrooms
Obat peningkatan performa (untuk olahraga atau [[perang). o Amphetamine
o Ephedrine
o Cocaine
o Anabolicsteroids
Atypical antipsychotictranquilizers o Sedative
Valium
Obat diare digunakan untuk mengatasi penyakit diare
3.
Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti
pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan
desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup. Tidak seperti perawatan infeksi sebelumnya, yang menggunakan racun seperti strychnine, antibiotika dijuluki "peluru ajaib": obat yang membidik penyakit tanpa melukai tuannya. Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.
Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep..
Sejarah
Penemuan antibiotika terjadi secara 'tidak sengaja' ketika Alexander Fleming, pada tahun 1928, lupa membersihkan sediaanbakteri pada cawan petri dan meninggalkannya di rak cuci sepanjang akhir pekan. Pada hari
Senin, ketika cawan petri tersebut akan dibersihkan, ia melihat sebagian
kapang telah tumbuh di media dan bagian di sekitar kapang 'bersih' dari
bakteri yang sebelumnya memenuhi media. Karena tertarik dengan kenyataan ini, ia melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kapang tersebut, yang ternyata adalah Penicillium chrysogenum syn. P. notatum (kapang berwarna biru muda ini mudah ditemukan pada roti yang dibiarkan lembap beberapa hari). Ia lalu mendapat hasil positif dalam pengujian pengaruh
ekstrak kapang itu terhadap bakteri koleksinya. Dari ekstrak itu ia diakui menemukan antibiotik alami pertama: penicillin G.
Penemuan efek antibakteri dari Penicillium sebelumnya sudah diketahui oleh peneliti-peneliti dari Institut Pasteur di Perancis pada akhir abad ke-19 namun hasilnya tidak diakui oleh lembaganya sendiri dan tidak dipublikasi.' Macam-macam
Antibiotika dapat digolongkan berdasarkan sasaran kerja senyawa tersebut dan susunan kimiawinya. Ada enam kelompok antibiotika[1] dilihat dari target atau sasaran kerjanya:
Inhibitor sintesis dinding sel bakteri, mencakup golongan penisilin, polipeptida, dan sefalosporin, misalnya ampisilin,penisilin G;
Inhibitor transkripsi dan replikasi, mencakup golongankuinolon, misalnya rifampisin, aktinomisin D, asam nalidiksat;
Inhibitor sintesis protein, mencakup banyak jenis antibiotik, terutama dari golongan makrolida, aminoglikosida, dantetrasiklin, misalnya gentamisin, kloramfenikol, kanamisin,
streptomisin, tetrasiklin, oksitetrasiklin, eritromisin,
azitromisin;
Inhibitor fungsi membran sel, misalnya ionomisin, valinomisin;
Inhibitor fungsi sel lainnya, seperti golongan sulfa atausulfonamida, misalnya oligomisin, tunikamisin; dan
Antimetabolit,
misalnya azaserin.
Penggunaan Antibiotik
Karena biasanya antibiotika bekerja sangat spesifik pada suatu proses, mutasi yang mungkin terjadi pada bakteri memungkinkan munculnya strain bakteri yang 'kebal' terhadap antibiotika. Itulah sebabnya, pemberian antibiotika biasanya diberikan dalam dosis yang menyebabkan bakteri segera mati dan dalam jangka waktu yang agak panjang agar mutasi tidak terjadi. Penggunaan antibiotika yang 'tanggung' hanya membuka peluang munculnya tipe bakteri yang 'kebal'. Oleh karena itu satu dosis lengkap atau satu cure antibiotika harus dihabiskan semuanya, walaupun kadang-kadang baru setengah cure saja tampaknya sudah sembuh. Bakteri tertentu pada orang tertentu kadang-kadang sulit disembuhkan, karena bakteri tersebut kadang-kadang sudah mengalami resistensi terhadap beberapa antibiotika tertentu, oleh karenanya perlu dilakukan Kultur di Laboratorium Klinik terhadap specimen (air seni, darah, faeces, dahak, ingus atau secret lainnya) untuk mengetahui jenis bakterinya dan juga antibiotika apa yang masih mempan terhadap bakteri tersebut. Pada infeksi saluran kemih kadang-kadang dijumpai lebih dari satu bakteri sekaligus.
Pemakaian antibiotika di bidang pertanian sebagai antibakteri umumnya terbatas karena dianggap mahal, namun dalam bioteknologi
pemakaiannya cukup luas untuk menyeleksi sel-sel yang mengandung gen baru. Praktik penggunaan antibiotika ini dikritik tajam oleh para aktivis lingkungan karena kekhawatiran akan munculnya hama yang tahan antibiotika.
1. Table of Antibiotics dari SERVA Electrophoresis
Tambahan
Antibiotik sebaiknya tidak digunakan sebagai pengobatan atas inisiatif pribadi karena bisa berdampak buruk pada kesehatan di masa depan. Terdapat banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan jenis pengobatan untuk infeksi yang Anda alami. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik yang aman selalu memerlukan petunjuk dari dokter yang telah terlatih secara medis untuk bertahun-tahun
Apakah Antibiotik Pengobatan yang Tepat? Kelompok-kelompok obat utama Saluran
pencernaan (A) Antasid • Antiemetik • proton • Laksatif (pencahar) • AntidiareAntagonis H2 • Penghambat pompa Darah dan organ
pembentuk darah (B)
Antikoagulan • Antiperdarahan • Antitrombosit • Trombolitik
Sistem kardiovaskular
(C)
Antiaritmik • Antihipertensi • Diuretik • Vasodilator • Antiangina • Penyekat beta • Inhibitor ACE • Antihiperlipidemia
Kulit (D) Emolien - Antipruritik (antigatal) Sistem reproduksi
(G) Kontrasepsi hormonal • Agen kesuburan • Modulator reseptor estrogen selektif • Hormon seks Sistem endokrin
(H) Antidiabetes • Kortikosteroid • Hormon seks • Hormon tiroid Infeksi dan
infestasi (J, P) Antibiotik • Antivirus • Vaksin • Antijamur • Antiprotozoa • Antelmintik (obat cacing) Penyakit ganas
dan sistem kekebalan tubuh
(L)
Agen antikanker • Imunostimulator • Imunosupresan Otot, tulang, dan
sendi (M) Steroid anabolik • Antiradang • Antireumatik • Kortikosteroid • Pelemas otot Otak and sistem
saraf (N)
Anestesia • Analgesik • Antikonvulsan (antikejang) • Penstabil suasana hati • Anksiolitik • Antipsikotik • Antidepresi • Perangsang sistem saraf • Sedatif Sistem pernafasan
Sebelum member resep antibiotik kepada seorang pasien, perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa infeksi itu disebabkan oleh bakteri atau parasit yang memang bisa dimusnahkan oleh antibiotik. Jika infeksi disebabkan oleh virus, maka mengonsumsi antibiotik bukan hanya langkah yang salah dan tidak efektif tapi bisa merugikan tubuh kita.
Salah satu alasan mengapa antibiotik termasuk dalam golongan obat resep dan bukan obat bebas adalah karena hanya melalui hasil pemeriksaan dokter yang bisa membedakan infeksi akibat bakteri dari infeksi lain yang tidak bisa ditangani oleh antibiotik.
Berikut ini adalah contoh infeksi akibat bakteri yang cocok ditangani dengan antibiotik:
Radang paru, atau pneumonia bakterialis Infeksi saluran kemih
Sebagian besar luka dan infeksi kulit seperti infeksi staphylococcus
Infeksi menular seksual, sepeti gonore dan chlamydia Meningitis , yakni radang selaput otak
Berikut ini adalah contoh infeksi akibat virus yang tidak mampu ditangani oleh antibiotik:
Flu
Bronkitis
Sebagian besar jenis batuk
Sebagian besar sakit/radang tenggorokan Sebagian besar infeksi telinga Flu perut atau viral gastroenteritis. Pemilihan Jenis Antibiotik
Pilihan antibiotik tergantung pada infeksi apa yang dialami seseorang dan bakteri atau parasit apa yang dianggap dokter sebagai penyebab infeksi. Sebab tiap antibiotik hanya efektif untuk melawan bakteri atau parasit tertentu. Misalnya, ketika Anda terkena radang paru-paru atau pneumonia, dokter atau ahli medis dapat memberitahu jenis bakteri yang biasanya menjadi penyebab kondisi tersebut.
Selain menentukan antibiotik mana yang cocok, dokter juga yang tahu pasti mengenai dosis dan frekuensi yang cocok, sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Oleh karena pemberian antibiotik perlu pertimbangan beberapa faktor, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan antibiotik berdasarkan inisiatif sendiri. Tanpa pengetahuan medis yang lengkap, risiko keliru dalam menggunakan antibiotik sangat tinggi.
Mengonsumsi antibiotik yang salah baik dari segi jenis, dosis dan frekuensi, dapat mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Resisten berarti bakteri tersebut beradaptasi dan berubah menjadi kebal terhadap antibiotik yang dulu mampu memusnahkannya. Hal ini sering terjadi akibat penyalahgunaan antibiotik.
Tubuh yang terinfeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik lebih sulit pulih dan diobati. Infeksi itu pun lebih mudah berkembang dan menyebabkan berbagai komplikasi.
Interaksi dengan Obat Lain
Setiap obat termasuk antibiotik berpotensi mengganggu kinerja obat lain. Salah satu alasan mengapa penggunaan antibiotik sebaiknya berdasarkan petunjuk dokter adalah supaya kita tetap aman saat mengonsumsi antibiotik dengan obat lain.
Antibiotik jenis tertentu dapat mengganggu kinerja pil kontrasepsi atau pil KB. Jika Anda mengalami diare atau muntah ketika mengonsumsi antibiotik, maka kemungkinan obat lain seperti pil KB tidak terserap dengan baik. Gunakan alat kontrasepsi tambahan. Selalu tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi obat lain atau obat herba bersamaan dengan antibiotik.
Efek Samping
Tiap antibiotik memiliki efek samping masing-masing, mulai dari yang ringan hingga yang sangat serius. Dengan anjuran dan petunjuk dari dokter, kita bisa menggunakan antibiotik dengan aman dan dengan risiko efek samping yang minimal. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang umumnya terjadi setelah konsumsi antibiotik:
Infeksi jamur di sekitar mulut, saluran pencernaan atau vagina. Diare .
Muntah. Mual.
Selain itu, ada pula efek samping antibiotik yang lebih jarang terjadi: Fotosensitif atau permukaan kulit menjadi sensitif terhadap
sinar matahari. Gangguan pendengaran . Pembentukan batu ginjal.
Kelainan darah , termasuk gangguan pembekuan darah. Waspada Reaksi Alergi
Dengan petunjuk dari dokter, kita juga bisa terhindar dari jenis antibiotik yang mungkin tidak bisa ditoleransi oleh tubuh kita. Umumnya, ketika seseorang mempunyai alergi terhadap satu golongan antibiotik, dia bisa saja alergi terhadap semua jenis antibiotik yang termasuk dalam golongan tersebut. Hanya profesional medis yang tahu jelas jenis antibiotik mana yang termasuk dalam golongan mana.
Bimbingan dokter dalam menentukan jenis antibiotik akan berperan sangat penting bagi mereka yang mempunyai alergi. Reaksi alergi terhadap antibiotik bisa berupa ruam, pembengkakan pada wajah dan lidah, hingga kesulitan bernapas yang umum disebut reaksi anafilaksis.
Kondisi anafilaksis tidak boleh disepelekan karena dapat berakibat fatal. Untuk itu, penting untuk memberitahu kepada dokter, perawat, atau apoteker jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap antibiotik tertentu.
4.
Kosmetik
Kosmetik merupakan salah satu bagian dari sediaan farmasi.
Kosmetika dikenal sejak berabad-abad yang lalu. Pada abad ke-19,
pemakaian kosmetika mulai mendapat perhatian, yaitu selain
untuk kecantikan juga untuk kesehatan (Tranggono, 2007).
Bahan yang dipakai dalam usaha untuk mempercantik diri ini,
dahulu diramu dari bahan-bahan alami yang terdapat di sekitarnya.
Sekarang kosmetika dibuat manusia tidak hanya dari bahan alami
tetapi juga bahan buatan untuk maksud meningkatkan kecantikan
(Wasitaatmadja, 1997). Menurut Wall dan Jellinek, 1970, kosmetik
dikenal manusia sejak berabad-abad yang lalu. Pada abad ke-19,
pemakaian kosmetik mulai mendapat perhatian,yaitu selain untuk
kecantikan juga untuk kesehatan. Perkembangan ilmu kosmetik
sertaindustrinya baru dimulai secara besar-besaran pada abad ke-20
(Tranggono, 2007)
Sejak semula kosmetik merupakan salah satu segi ilmu pengobatan
atau ilmu kesehatan, sehingga para pakar kosmetik dahulu adalah
juga pakar kesehatan; seperti paratabib, dukun, bahkan penasehat
keluarga istana. Dalam perkembangannya kemudian,
terjadi pemisahan antara kosmetik dan obat, baik dalam hal jenis,
efek, efek samping, dan lainnya (Wasitaatmadja, 1997).
Defenisi kosmetik dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.220/
MenKes/Per/X/1976 tanggal 6 september 1976 yang menyatakan
bahwa kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk
digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan,atau disemprotkan
pada, dimasukkan ke dalam, dipergunakan pada badan atau bagian
badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara,
menambah daya tarik atau mengubah rupa, dan tidak termasuk
golongan obat (Wasitaatmadja, 1997).
Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk
digunakan pada bagianluar badan seperti epidermis, rambut, kuku,
bibir, gigi, dan rongga mulut antara lain untuk membersihkan,
menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya
tetapdalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak
dimaksudkan untuk mengobati ataumenyembuhkan suatu penyakit
(Tranggono, 2007).
Sementara kosmetika hipoalergik adalah kosmetika yang di
dalamnya tidak mengandung zat – zat yang dapat menyebabkan
reaksi iritasi dan sensitasi. Kosmetika jenis ini merupakan
kosmetika yang lebih aman untuk kesehatan kulit. Banyak bahan
bahan yang sering menimbulkan reaksi iritasi dan sensitasi telah
dikeluarkan dari daftar kosmetika hipoalergik seperti arsenic
compounds, aluminium sulfat, aluminium
klorida, balsam of peru, fenol, fern, formaldehide, gum arabic,
lanolin, mercury compounds, paraphenylennediamin, bismuth
compounds, oil of bergamot, oil of lavender, salicylic acid,
resoisinol, heksaklorofen dan lain – lain.
Kosmetika tradisional adalah kosmetika yang terdiri dari bahan –
bahan yang
berasal dari alam dan diolah secara tradisional. Di samping itu,
terdapat kosmetika semi tradisional, yaitu kosmetika tradisional
yang pengolahannya dilakukan secara modern dengan
mencampurkan zat – zat kimia sintetik ke dalamnya.
Perundang – Undangan Tentang Kosmetik
1.
peraturan 1Permenkes 239 th 1985 tentang zat warna
tertentu berbahaya
2.
Public Warning Kosmetik Juni 2009
3.
Lamp I Bahan Terlarang kosmetika 2008
4.
peraturan 2 Permenkes RI No 236 Th 1977 tentang izin
produksi kosmetikdan ALKES
5.
Peraturan 2a SK BPOM Tentang Kosmetika SK BPOM
Tentang Kosmetik2003
6.
peraturan 3 sk_menkes_965-tentang Cara Produksi
Kosmetik yang Baik (CPKB)
7.
Peraturan 4 SK BPOM No Tahun Tentang CPKB
8.
peraturan 4 SK-Badan POM tentang
kriteria-pendaftaran-kosmetik
9.
peraturan 5
sk_menkes_98-pengesahan-kodeks-kosmetik
10. Peraturan 6 PP No 72_1998 tentang Pengamanan
Sediaan Farmasi
11. Public Warning Kosmetik BPOM 2007 Publik Warning
BPOM Kosmetik agt-2007
12. Public Warning Kosmetik BPOM 2006 Publik Warning
BPOM kosmetik-06
13. Public Warning Kosmetik BPOM 2005
14. Public Warning Kosmetic BPOM 2004cosmetic-2004
15. Peraturan 7 Persyaratan Cemaran Mikroba dalam
kosmetik
16. Peraturan 8 SK-Juknis-pengawasan-AHA -kosmetik
17. PP-13-1995-izin-usaha-industri
18. Agreement on the
Asean-harmonised-cosmetic-regulation
19. PW BPOM Tentang Iklan obat Sinshe
20. Kepmenkes RI No 20120520 Th 2004-tentang-Sehat
Pakai Air (SPA)
21. Perda Kota Surabaya No 01-2004-ttg-izin-gangguan
(HO)
22. Makalah KIE Dinkes Malang 28 Okt
2008materi-kia-malang-okt-2008
23. Permenkes RI No 1176 tentang notifikasi kosmetik :
PERMENKES-1176 tentang notifikasi kosmetika
24. Peraturan Badan POM tentang Bahan Kosmetika thn
2008
25. Lamp I Bahan Terlarang Kosmetika 2008
26. Lampiran II bahan kosmetika 2008
27. Lamp_III Bahan Pewarna kosmetika 2008
28. Lamp_IV Bahan pengawet 2008
29. Lamp_V Bahan Tabir surya kosmetika 2008
5.
BAHAN TAMBAHAN
BAHAN TAMBAHAN FARMASI
A. Definisi
Bahan tambahan adalah bahan-bahan yang diperlukan seperti bahan
dasar, penyalut,
pewarna, penyedap, pengawet, pemantap dan pembawa yang dapat
ditambahkan ke dalam
sediaan resmi untuk meningkatkan stabilitas, manfaat atau
penampilan dan untuk
mempermudah pembuatan.
Zat-zat tambahan harus memenuhi syarat-syarat sbb.
1. Bahan tersebut tidak membahayakan dalam jumlah yang
digunakan.
diharapkan.
3. Tidak mengurangi ketersediaan hayati, efek terapi atau keamanan
sediaan resmi.
4. Tidak mengganggu dalam pengujian dan penetapan kadar.
B. Klasifikasi
1. Zat pengasam
Digunakan dalam preparat cairan, untuk memberikan medium asam
guna kestabilan
produk. Contoh : asam asetat, asam hidroklorida, asam nitrat.
2. Zat pembasah
Digunakan dalam preparat cairan, untuk memberikan medium alkali
guna kestabilan
produk. Contoh : larutan ammonia, ammonium karbonat, KOH,
natrium borat,
Suatu zat yang mampu memegang molekul lain pada permukaan
pada permukaan
dengan cara fisika atau kimia (kemisorpsi). Contoh : selulosa
serbuk, karbon akti
4. Antioksidan Suatu zat yang menghambat oksidasi dan digunakan
untuk mencegah peruraian preparat dengan proses oksidasi.
Contoh : askorbil palmitatbutilated hidroksianisol, BHT, asam
hipofosfor, monotiogliserol, propel galat, natrium bisulfit.
5. Zat pemberi warna Digunakan untuk mewarnai preparat farmasi.
Contoh : eritrosin (FD&C Red no.3), caramel ferioksida merah.
6. Zat pengemulsi Untuk meningkatkan dan yang terbagi menjaga
dispersi partikel-partikel halus dari suatu cairan dalam suatu
pembawa yang saling tidak bercampur. Contoh : gom, sorbitan
monooleat, polioksietilen 50 stearat.
7. Zat pemberi rasa Untuk memberikan rasa yang sedap dan wangi
ke suatu preparat farmasi. Contoh : minyak anisi, minyak kayu
manis, coklat, mentol, minyak orange, minyak permen, vanili.
8. Zat pengeras Untuk meningkatkan kekentalan atau kekerasan
dari suatu preparat farmasi, biasanya salep. Contoh : setil alcohol,
paraffin, cera alba, cera flava.
9. Surfaktan Zat yang mengadsorbsi pada permukaan atau
antarmuka untuk mengurangi tegangan permukaan atau tegangan
antarmuka. Dapat digunakan sebagai zat pembasah, detergen atau
zat pengemulsi. Contoh : benzalkonium klorida, nonoksinol 10,
oktoksinol 9, polisorbat 80, natrium laurel sulfat, sorbitan
monopalmitat.
10. Zat pensuspensi Untuk meningkatkan viskositas dan
mengurangi laju sedimentasi dari partikel-partikel terdispersi.
Contoh : agar, bentonit, natrium CMC, tragakan, metal selulosa.
11. Zat pemanis Untuk memaniskan suatu preparat. Contoh :
dekstrosa, sakarin natrium, sukrosa.
12. Zat penyalut
Untuk melapisi tablet yang telah berbentuk untuk tujuan melindungi
terhadap
peruraian obat dengan oksigen atmosfer atau kelembapan untuk
memberikan pola
pelepasan yang dikehendaki untuk zat obat setelah pemberian,
untuk membungkus
rasa dan bau dari zat obat, atau untuk tujuan estetik. Contoh :
selulosa asetat, ftalat,
sukrosa.
13. Zat pengkilap
Untuk mengkilapkan tablet salut sehingga menarik. Contoh : cera
carnauba, cera alba.
14. Propelan aerosol
Suatu zat yang mengembangkan tekanan dalam suatu wadah erosol
dan melemparkan
produk tersebut keluar biala katupnya dibuka. Contoh :
diklorofluorometan,
diklorotetrafluoroetan, trikloromonoflurometan.
15. Zat pendapar
Untuk menahan perubahan pH pada pendenceran dan penambahan
asam atau alkali.
Contoh : kalium metafosfat, kalium dihirogen fosfat, natrium asetat.
16. Zat pengelat
Suatu zat yang membentuk kompleks stabil dengan logam. Zat
pembentuk kelat
digunakan dalam sediaan farmasi cairan, sebagai penstabil untuk
pembentuk
kompleks dengan logam berat yang dapat menyebabkan
ketidakstabilan produk.
Contoh : dinatrium edetat, asam edetat.
17. Zat pelembap
Untuk mencegah keringnya preparat terutama salep dan krim
karena kemampuan zat
tersebut untuk menahan lembap. Contoh : gliserin, propilenglikol,
sorbitol.
18. Zat pelembut
Suatu cairan yang digunakan sebagai suatu zat yang ikut
mengurangi ukuran partikel
dari suatu serbuk obat dengan menggiling bersama, biasanya dalam
mortar. Contoh :
minyak mineral.
19. Dasar salep
Pembawa setengah padat dimana kedalam pembawa tersebut zat
obat dicampur dalam
menyiapkan salep obat. Contoh : lanolin, salep hidrofilik, salep
polietilenglikol,
petrolatum, salep putih, salep kuning.
20. Pelarut
Suatu zat untuk melarutkan suatu obat dalam preparat larutan.
Contoh : alcohol,
isopropyl alcohol, minyak mineral, asam oleat, minyak kacang.
21. Dasar supositoria
Digunakan sebagai suatu pembawa, dimana zat obat dimasukan
kedalamnya dalam
penyiapan supositoria. Contoh : oleum cacao, polietilenglikol
campuran.
22. Zat pengisotoni
Digunakan untuk membuat larutan mempunyai sifat osmotis yang
sama dengan cairan
fisiologis. Contoh : dekstrosa, natrium klorida.
C.Efek samping
Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan
sesuai dosis, apalagi
bahan aditif buatan atau sintetis. Penyakit yang biasa timbul dalam
jangka waktu lama setelah
menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker, kerusakan ginjal,
dan lain-lain. Maka dari itu
pemerintah mengatur penggunaan bahan aditif makanan secara
ketat dan juga melarang
penggunaan bahan aditif makanan tertentu jika dapat menimbulkan
masalah kesehatan yang
berbahaya. Pemerintah juga melakukan berbagai penelitian guna
menemukan bahan aditif
makanan yang aman dan murah.
Artikel ini tentang Penggolongan Obat Tradisional dan Perbedaan Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka.
Obat tradisional dibagi 3: Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka. Dulu pada awalnya Penggolongan hanya berdasarkan klasifikasi obat kimia, namun setelah berkembangnya obat bahan alam, muncul istilah obat tradisional, awal mulanya dibagi menjadi 2, yaitu obat tradisional (jamu) dan fitofarmaka, seiring perkembangan teknologi pembuatan obat bisa dalam berbagai bentuk, berasal dari ekstrak dengan pengujian dan standar tertentu, maka dibagilah obat tradisional menjadi 3, yaitu :
1. Jamu
Jamu adalah obat tradisional yang berdasarkan dari pengalaman empiris secara turun temurun, yang telah
dibuktikan keamanan dan khasiatnya dari generasi ke generasi. bentuk obat umumnya disediakan dalam berbagai bentuk serbuk, minuman, pil, cairan dari berbagai tanaman.
Jamu umumnya terdiri dari 5-10 macam tumbuhan bahkan lebih, bentuk jamu tidak perlu pembuktian ilmiah maupun klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris saja.
Contoh : jamu buyung upik, jamu nyonya menier
2. Obat Herbal Terstandar (OHT)
Obat Herbal Terstandar adalah obat tradisional yang telah teruji berkhasiat secara pra-klinis (terhadap hewan percobaan), lolos uji toksisitas akut maupun kronis, terdiri dari bahan yang terstandar (Seperti ekstrak yang memenuhi parameter mutu), serta dibuat dengan cara higienis. Contoh : Tolak angin
3. Fitofarmaka
Fitofarmaka adalah obat tradisional yang telah teruji khasiatnya melalui uji pra-klinis (pada hewan percobaan) dan uji klinis (pada manusia), serta terbukti aman melalui uji toksisitas, bahan baku terstandar, serta diproduksi secara higienis, bermutu, sesuai dengan standar yang ditetapkan. Contoh : Cursil
Perbedaan Jamu OHT dan Fitofarmaka :
Jamu --> Obat tradisional terbukti berkhasiat dan aman berdasarkan bukti empiris turun temurun.
OHT --> Obat Tradisional terbukti berkhasiat melalui uji pra-klinis dan teruji aman melalui uji toksisitas, bahan terstandar dan diproduksi secara higienis.
Fitofarmaka --> Obat tradisional terbuksi berkhasiat melalui uji pra-klinis dan uji klinis, teruji aman melalui uji toksisitas, bahan terstandar, dan diproduksi secara higienis dan bermutu.
Beberapa obat tradisional
1. Tanaman Obat Daun Dewa
Daun dewa mengandung senyawa saponin, flavonoid dan minyak atsiri. Daun dewa berkhasiat untuk mengobati muntah darah dan payudara bengkak.
Daun dewa bisa juga digunakan untuk melancarkan sirkulasi darah, mengobati luka memar, menurunkan tekanan darah tinggi, menghentikan pendarahan, pereda rasa nyeri (analgesik), penurun panas, kencing manis atau diabetes mellitus dan sebagai obat pembersih racun dalam tubuh. Pengobatan dengan daun dewa bisa dengan daun segar yang disajikan secara langsung atau dalam bentuk ekstraknya.
Untuk menurunkan tekanan darah tinggi, ambil tujuh lembar daun dewa yang cukup lebar dan siap panen, kemudian direbus dengan tiga gelas air sampai tersisa kira-kira dua gelas.
Air rebusan yang tersisa bisa diminumkan dua kali dalam sehari sesudah makan. Atau bisa juga daun dewa dijadikan sebagai lalapan makan. Untuk obat luka memar, gunakan daun dan umbi daun dewa seberat 20 gram dan daun daun jarak yang masih segar 10 lembar. Lalu, haluskan ketiganya sampai halus, setelah itu tapalkan pada daerah yang memar.
2. Tanaman Obat Seledri
podgardening.co.nz
Seledri merupakan sayuran hijau yang rendah kalori. Daun seledri mengandung sekitar 16 kalori per 100 gram. Daun seledri selain biasa digunakan sebagai penambah aroma masakan, juga bisa digunakan sebagai tanaman obat keluarga.
Seledri mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin B1 dan zat besi lainnya seperti kalium, mineral dan zat besi.
Beberapa manfaat daun seledri diantaranya dapat mengobati tekanan darah tinggi, mencegah pembentukan batu di kantung empedu, menenangkan sistem saraf, mengembalikan nafsu makan yang hilang, menghindarkan dari kanker perut dll.
Seledri juga bermanfaat untuk menjaga kecantikan wajah, daun seledri yang dikonsumsi bisa mencegah timbulnya kerutan pada wajah.
Bisa juga digunakan sebagai masker, caranya beberapa daun seledri di iris kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam mangkuk yang berisi air mendidih. Biarkan selama 15 menit. Setelah harum, buang daun seledrinya dan air daunnya disimpan di lemari es. Gunakan air daun seledri tadi pada malam hari sebagai masker.
3. Tanaman Obat Belimbing Wuluh
wikimedia.org
Belimbing sayur atau belimbing wuluh tidak sama dengan buah belimbing, belimbing sayur biasanya digunakan oleh para ibu untuk memasak. Setiap bagian dari belimbing wuluh memiliki khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit dan bermanfaat juga untuk kecantikan. Beberapa manfaat belimbing wuluh diantaranya untuk mengatasi sariawan, mencegah hipertensi, mengatasi jerawat, mengatasi panu,
Untuk mengobati jerawat kamu bisa menggunakan 3 buah belimbing wuluh yang segar, cuci bersih lalu diberi parut dan beri sedikit garam. Tempelkan hasil parutannya pada area wajah yang berjerawat. Lakukan dua kali sehari. Bagi kamu yang sedang menderita penyakit diabetes, kamu juga bisa mencoba pengobatan dengan belimbing wuluh. Siapkan 6 buah belimbing wuluh yang sudah dilumatkan, lalu rebus dengan segelas air sampai airnya tersisa setengah. Setelah itu disaring, minum 2 kali sehari.
4. Tanaman Obat Daun Kelor
pittaayurveda.com
Organisasi Kesehatan Dunia WHO menganjurkan setiap bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan untuk mengkonsumsi daun kelor.
Bahkan WHO mengklaim pohon kelor sebagai pohon ajaib karena tanaman ini bisa menjadi obat yang murah tapi manjur dalam mencegah dan mengobati banyak penyakit, khususnya di negara-negara miskin. Daun kelor bermanfaat untuk mengobati panas dalam dan demam, meningkatkan ketahanan alamiah tubuh, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan serum kolestrol alamiah, meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal, memudahkan pencernaan, memelihara sistem imunitas tubuh, mendukung kadar gula dalam tubuh dll.
Daun kelor juga berkhasiat dalam menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh. Daun kelor bisa mengatasi beragam keluhan yang timbul karena kekurangan mineral dan vitamin seperti kekurangan protein (rambut pecah-pecah), kekurangan vitamin C (pendarahan pada gusi gigi), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin A (gangguan pada penglihatan), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah), kekurangan vitamin B1 (penyakit beri-beri), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan zat besi (anemia) dan kekurangan kalsium (osteoporosis).
5. Tanaman Obat Bayam Duriwikimedia.org
Bayam duri merupakan salah satu spesies dari genus Amaranthus. Bayam duri berbeda dengan bayam secara umum karena teksturnya yang sedikit kasar dan pastinya berduri.
Bayam duri banyak tumbuh liar di pekarangan rumah dan kebun-kebun. Banyak orang yang menyepelekan tanaman ini, padahal bayam duri memiliki banyak manfaat dan khasiat manfaat untuk kesehatan tubuh. dr. Setiawan Dalimartha dalam majalah Trubus Agriwidya (1999) menjelaskan bahwa bayam duri bisa digunakan untuk pengobatan bisul yang keras, melancarkan pengeluaran ASI, pengobatan gusi yang bengkak berdarah, kutil, ekzema, luka bakar dan bekas gigitan ular berbisa. Untuk pengobatan gusi yang luka dan berdarah, siapkan tanaman bayam duri secukupnya, lalu dibakar dengan alas genteng untuk dijadikan bubuk. Setelah jadi bubuk, oleskan pada bagian yang sakit.
Untuk pengobatan bisul, siapkan bayam duri segar secukupnya, cuci sampai bersih lalu digiling halus. Setelah itu campurkan madu secukupnya, tempelkan pada bagian kulit yang bisul lalu dibalut. Diganti dua kali sehari. Untuk melancarkan produksi ASI, siapkan 1 batang bayam duri, cuci sampai bersih lalu digiling halus. Pakai sebagai tapal disekitar payudara.
6. Tanaman Obat Kangkung
wikimedia.org
Kangkung merupakan jenis sayuran yang dapat ditemukan dimana-mana. Setiap orang pasti tahu sayuran kangkung. Selain harganya yang murah, ternyata kangkung juga memiliki banyak manfaat dan khasiat untuk kesehatan tubuh kita.
Sayuran kangkung mengandung banyak zat penting seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B kompleks, fosfor dan zat besi lainnya.
Kandungan vitamin C dalam sayuran kangkung bisa mencegah sariawan dan gusi yang berdarah. Kalau kamu sedang sakit gigi, cobalah untuk mengunyah daun kangkung. Daun kangkung juga mengandung antiseptik alami yang bisa membunuh kuman-kuman yang ada pada gigi.
Kangkung terkenal sebagai sayuran pemicu kantuk, konon katanya zat besi yang ada di kangkung membuat mata menjadi berat sehingga bawaannya ingin tidur. Jadi bagi kamu yang sedang insomnia, disarankan untuk mencoba sayuran kangkung ini.
Sayuran kangkung juga mengandung Omega 3 yang bagus untuk menjaga kualitas otak. Bagi ibu hamil bisa mengkonsumsi sayuran kangkung supaya kualitas otak janin terjaga.
Selain itu sayur kangkung bermanfaat juga untuk mengatasi diabetes selama masa kehamilan dan memperlancar ASI.
7. Tanaman Obat Daun Saga Rambat
africamuseum.be
Tanaman Saga banyak tumbuh liar di pekarangan rumah, kebun atau di pinggiran jalan. Ada dua jenis tanaman saga, yaitu saga rambat dan pohon saga, tapi kebanyakan orang menyebut keduanya dengan nama Saga saja. Saga termasuk tanaman gulma, dan biasanya menganggu tanaman lain yang memang sengaja ditanam. Karena dianggap mengganggu, tanaman Saga sering dibabat habis bahkan dibakar sekalian.
Meskipun begitu, daun saga rambat biasa dimanfaatkan sebagai obat batuk dan obat anti sariawan. Daun saga mengandung beberapa bahan aktif seperti glycyrrhizin, abrus lactone, asam abrusgenat dan turunan metilnya. Untuk mengobati sariawan dengan daun saga rambat, kamu bisa memetik daun saga secukupnya lalu di jemur di tempat yang agak panas beberapa menit sampai layu daunnya.
Setelah layu, cuci bersih daunnya kemudian dikunyah-kunyah sampai halus dan gunakan untuk berkumur juga.
8. Tanaman Obat Tradisional Daun Pacar Cina
biolib.cz
Pacar Cina merupakan tanaman asli Asia Tenggara, tersebar di Sumatera, Jawa dan beberapa negara tetangga. Tanaman ini biasa ditanam di pekarangan rumah, ada juga yang tumbuh liar di kebun-kebun yang mendapat sinar matahari yang cukup.
Daun pacar cina bisa digunakan untuk menyembuhkan perut yang kembung, batuk, bisul, susah menelan dan mempercepat proses persalinan karena pacar cina mengandung alkaloid, minyak atsiri serta garam mineral. Bunga kering dari tanaman pacar cina juga bisa digunakan sebagai penambah aroma teh hijau.
9. Tanaman Obat Landep
Tanaman Landep berasal dari daerah Asia Tropis dan daerah Afrika Selatan. Landep biasa tumbuh di tempat yang beriklim kering, di Indonesia tanaman Landep bisa ditemui di daerah dataran rendah sampai dengan ketinggian 400 meter di atas permukaan laut.
Tanaman Landep tergolong jenis tanaman perdu, tingginya bisa mencapai 1,5 – 2 meter, tak heran kalau tanaman ini ditanam untuk digunakan sebagai pagar.
Batangnya berkayu, berbuku-buku dan terdapat duri pada setiap ketiak daunnya. Tanaman landep mengandung beberapa senyawa kimia seperti flavonoid, saponi, polifenol dan tannin.
Bagian dari tanaman Landep yang biasa digunakan untuk pengobatan yaitu daun dan akarnya. Daun tanaman Landep bermanfaat untuk pengobatan sakit perut, beser mani, nyeri pada gusi gigi, kudis, kencing kurang lancar, demam sakit pinggang dan rematik. Sedangkan akarnya bermanfaat untuk mengatasi cacingan.
Untuk pengobatan sakit pinggang, rematik dan sakit kepala, siapkan segenggam daun landep yang segar, dicuci bersih lalu digiling sampai halus. Tambahkan air kapur sirih sembari diaduk rata sampai menjadi seperti bubur kental. Setelah itu balurkan ke bagian yang sakit. Kalau sakit kepala, bisa dibalurkan di bagian keningnya.
10. Tanaman Obat Daun Miana
medplants.blogspot.com
Tanaman Miana tumbuh sumbur di daerah dataran tinggi dengan ketingian sekitar 1500 meter di atas permukaan laut. Tanaman Miana hidup liar dan juga bisa ditemui di dataran rendah di sekitar sungai, pematang sawah, ladang dan kebun-kebun.
Sebagian masyarakat memelihara tanaman miana ini sebagai tanaman hias karena warna daunnya cukup indah.
Bentuk daunnya seperti bulat telur dengan ujung daunnya yang runcing dan pangkalnya membulat. Permukaan daunnya berambut, warnanya hijau keunguan dan ditepian daunnya bergerigi.
Daun Miana berkhasiat untuk mengobati penyakit wasir. Cara
pengolahannya cukup mudah, siapkan 20 lembar daun miana dan satu ruas kunyit.
Bersihkan keduanya sampai bersih lalu direbus menggunakan 5 gelas air. Setelah mendidih kemudian didinginkan. Dalam sehari cukup minum satu gelas ramuan ini.
11. Tanaman Obat Pepaya
filipinochow.com
Pohon pepaya sering kita ditemui dimana-mana, di pekarangan rumah atau di kebun-kebun. Orang sunda biasa menyebutnya “gedang”, kalau orang jawa biasa menyebutnya “kates”.
Daging pepaya yang masih muda biasa digunakan sebagai sayuran, atau bisa juga dirujak. Dagingnya yang sudah matang sangat enak untuk dimakan. Daun pepaya yang muda bisa juga digunakan sebagai lalapan makan dengan sambal.
Buah pepaya banyak dikonsumsi karena mengandung banyak vitamin, salah satunya vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata.
Manfaat buah pepaya banyak sekali, pepaya sering digunakan sebagai pengobatan herbal seperti untuk menurunkan demam, disentri, obat malaria, keputihan dan memperlancar pencernaan bagi yang sulit buang air besar. Dokter Wahyu Triasmara menuturkan bahwa biji buah pepaya bermanfaat untuk meningkatkan kadar HDL dalam darah dan menurunkan kadar
kolestrol dalam darah. Biji pepaya bisa dikonsumsi sebagai jus dengan cara diblender terlebih dahulu.
12. Tanaman Herbal Jintan Hitam
wikimedia.org
Jintan hitam atau lebih dikenal dengan habbatussauda merupakan tanaman obat tradisional yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Jintan hitam sudah digunakan sebagai tanaman obat tradisional sejak 2000-3000 tahun sebelum Masehi. Sudah banyak para ahli dalam bidang pengobatan yang meneliti manfaat dari jintan hitam ini.
Beberapa manfaat utama dari jintan hitam yaitu untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan fungsi otak, menyembuhkan berbagai jenis penyakit pernapasan, mengatasi gangguan tidur dan stress dan sebagai obat anialergi & antihistamin.
Sekarang ini kita bisa menemui beragam produk olahan dari jintan hitam, mulai dari madu, serbuk, pil dll.
Jika kamu tertarik untuk merasakan manfaat dari jintan hitam, kamu bisa membeli produk seperti Habbatussauda.
13. Tanaman Obat Daun Pegagan
wikimedia.org
Tanaman ini lebih dikenal dengan nama daun kaki kuda dan Antanan. Pegagan tumbuh liar di perkebunan, pematang sawah, ladang dan tepian jalan. Masyarakat Jawa Barat biasa memanfaatkan tanaman ini untuk lalapan.
Pegagan mengandung beberapa senyawa seperti isothankuniside, thankuniside, asiaticoside, madasiatic acid, brahminoside, brahmic acid, brahmoside, madecassoside, vellarine, hydrocotylin, carotenoids, centelloside, meso-inositol, serta garam-garam mineral seperti kalsium, magnesium, natrium, kalium dan besi.
Manfaat daun pegagan bisa digunakan untuk obat kulit (koloid), memperbaiki peredaran darah dan gangguan saraf. Berdasarkan penelitian di RSU Dr. Soetomo, daun pegagan bisa dipakai untuk menurunkan tekanan darah, dan penurunannya tidak terlalu drastis, sehingga cocok untuk penderita yang berusia sudah lanjut.
14. Tanaman Obat Blustru
flickr.com
Tanaman blustru biasanyan ditanam di perkebunan, ladang atau dirambatkan pada pagar halaman. Blustru juga tumbuh liar di tepian sungai dan semak-semak belukar. Seluruh bagian dari tanaman blustru bisa digunakan untuk pengobatan herbal.
Untuk mengatasi haid yang tidak tidak teratur kamu bisa menggunakan buah blustru. Siapkan buah blustru sebesar 4 jari, cuci sampai bersih lalu diparut. Tambahkan setengah gelas air masak dan sesendok garam halus. Setelah tercampur rata, remas dan saring. Air yang terkumpul bisa diminum sekaligus. Lakukan proses ini tiga kali dalam sehari.
15. Tanaman Obat Kemuning
wikimedia.org
Kemuning mengandung beberapa senyawa dari golongan kumarin yang berhasil diisolasi seperti pranferin, murrangatin, murralonginal, isopropylidene dan murrmeranzin.
Daun kemuning bisa digunakan untuk mengobati diare, sakit gigi, datang haid tidak teratur, radang buah zakar, infeksi saluran kencing, pelangsing tubuh, disentri dll.
Untuk mengobati infeksi saluran kencing, siapkan daun kemuning segar sekira 35 gram dicuci bersih lalu tambahkan 3 gelas air. Rebus sampai tersisa air setengahnya. Setelah dingin, daunnya disaring dan bisa diminum 3 kali dalam sehari.
16. Tanaman Obat Murbei
wikimedia.org
Tanaman ini asalnya dari daratan China dan bisa tumbuh dengan baik di dataran dengan ketinggian di atas 100 m dpl. Biasanya murbei
dibudidayakan di daerah lereng-lereng pegunungan, tapi banyak juga yang tumbuh liar.
Daun, kulit akar, buah dan ranting murbei memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Manfaat murbei diantaranya untuk meperbanyak keluarnya ASI, mengobati kencing nanah, bisul, luka akibat digigit ular, rematik, tekanan darah tinggi, hepatitis kronis, dan kurang darah.
17. Tanaman Obat Wortel
wikimedia.org
Wortel merupakan jenis tanaman sayur yang bisa ditanam sepanjang tahun. Wortel bisa tumbuh dengan maksimal di daerah dataran tinggi yang lembab dan memiliki suhu dingin.
Tanaman wortel memiliki kandungan vitamin A yang tinggi. Wortel bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit mata minus, cacing kremi, eksim dan kejang jantung.
Selain itu, wortel juga terkenal sebagai salah satu makanan kelinci yang khas banget.
18. Tanaman Obat Wijaya Kusuma wikimedia.org
Wijaya kusuma termasuk kelompok tanaman kaktus divisi anthophita. Tanaman kaktus bisa tumbuh dengan baik di daerah beriklim sedang dan iklim tropis, begitu juga dengan tanaman wijaya kusuma.
Tanaman wijayakusuma bisa digunakan untuk mengobati luka. Caranya dengan menumbuk halus satu helai daun wijayakusuma kemudian dioleskan pada bagian yang luka dan dibalut perban.
19. Tanaman Obat Waru Lengis
http://treeflower.la.coocan.jp/
Waru merupakan tanaman tropis berbatang sedang yang biasa tumbuh liar di ladang dan hutan. Terkadang tanaman waru juga ditanam di pekarangan rumah sebagai pohon pelindung.
Daun tanaman waru yang masih muda bisa dimakan sebagai sayuran, kulit kayunya yang berserat bisa digunakan untuk membuat tali.
Daun waru berkhasiat untuk mengobati penyakit peluruh kencing dan peluruh dahak. Sedangkan akarnya berkhasiat untuk menurunkan panas dan sebagai peluruh haid.
20. Tanaman Obat Nona Makan Sirih
http://yizitong.org/
Tanaman ini berasal dari daerah Afrika tropis dan biasa ditanam di pot atau di tanah sebagai tanaman hias di halaman rumah atau di taman-taman. Tanaman nona makan siri memiliki ranting muda yang berbentuk segiempat dan daunnya berbentuk bulat telur memanjang.
Daun tanaman ini bisa digunakan untuk mengobati penyakit radang selaput gendang telinga pada anak-anak dengan cara diminumkan.
21. Tanaman Obat Ngokilo
http://m4.i.pbase.com/
Di daerah Jawa, tanaman ngokilo banyak ditemui di pedesaan dan tumbuh sebagai tanaman semak. Daunnya berbentuk bulat telur, tepiannya bergerigi dan berbulu halus.
Belum ada penelitian ilmiah yang membahas kandungan kimia tanaman ini. Tapi tanaman ngokilo sudah biasa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit seperti diabetes mellitus, wasir, tumor, maag, kolestrol, dan sakit kuning.
22. Tanaman Obat Nanas Kerang
floreznursery.blogspot.com
Tanaman nanas kerang berasal dari Meksiko dan Hindia Barat dan termasuk kelompok suku gawar-gawaran. Nanas kerang bisa tumbuh dengan subur di tanah yang lembab, bisa juga ditanam sebagai tanaman hias.
Bunganya berwarna putih berbentuk seperti bunga kerang. Daunnya lebar dan panjang, berwarna hijau di permukaan bagian atas dan berwarna merah tengguli di permukaan bagian bawah.
Tanaman ini bisa digunakan untuk mengobati penyakit berak darah, mimisan, bronchitis, disentri, TBC kelenjar dan batuk.
23. Tanaman Obat Nampu Hijau
wikimedia.org
Tanaman nampu tumbuh liar di pinggiran sungai, tepian danau, gunung atau sengaja ditanam sebagai tanaman hias maupun tanaman obat.
Rimpangnya berasa agak pahit, hangat, pedas dan tidak beracun. Nampu berkhasiat untuk menghilangkan angin, lembab, memperkuat tendon dan tulang.
24. Tanaman Obat Urang Aring
wikimedia.org
Urang aring termasuk kelompok tanaman liar yang bertangkai banyak. Tanaman ini bisa tumbuh di dataran rendah sampai dengan dataran tinggi 1500 di atas permukaan laut.
Tinggi tanaman urang aring bisa mencapai 80 cm, kadang posisi tumbuhnya tegak ke atas, kadang berbaring. Daunnya berwarna hijau dengan bulat telur memanjang dan ujungnya meruncing.
Tanaman urang aring yang segar atau kering bisa dimanfaatkan untuk mengobati keputihan, muntah darah, ubanan, mimisan, kurang gizi, kencing darah, perdarahan rahim, berak darah, diare dan hepatitis.
25. Tanaman Obat Turi
http://www.gbpuat-cbsh.ac.in/
Tanaman turi banyak kita temukan di pekarangan rumah sebagai tanaman hias atau di pinggir jalan sebagai pohon pelindung. Tanaman ini bisa tumbuh di daerah dengan ketinggian di bawah 1200 meter di atas permukaan laut. Daun, polong muda dan bunga dari tanaman turi bisa dimakan sebagai sayur. Bunganya yang berwarna putih bisa juga di kukus dan dimakan sebagai pecel. Daun dan rantingnya yang masih muda mengandung banyak protein dan bisa digunakan sebagai makanan ternak.
Tanaman turi yang memiliki bunga merah biasa dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Bagian dari tanaman turi yang bisa dimanfaatkan sebagai obat yaitu akar, bunga, daun dan kulit batang.
Bunganya berkhasiat sebagai pelembut kulit, penyejuk dan pencahar. Daunnya berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit, peluruh kencing dan mencairkan gumpalan darah. Kulit batangnya berkhasiat untuk mengurangi rasa sakit, perangsang muntah, tonik dan penurun panas.
26. Tanaman Obat Tomat wikimedia.org
Tanaman tomat berasal dari daerah Amerika tropis, ditanam sebagai tanaman buah di perkebunan atau pekarangan rumah. Tomat bisa tumbuh optimal di tanah yang gembur dan subur, tomat tidak tahan terhadap sinar matahari terik.
Buah tomat bisa dimakan langsung, dibuat sambal goreng, dibuat acar tomat, saus tomat atau dibuat jus. Tomat yang masih kecil biasa digunakan sebagai sayuran, tomat yang berukuran sebesar kelerang biasa digunakan sebagai campuran untuk membuat sambal.
Bagian dari tomat yang bisa digunakan sebagai obat yaitu buahnya, sedangkan daunnya digunakan sebagai obat luar. Khasiat tomat diantaranya untuk menambah nafsu makan, melancarkan aliran empedu ke usus, merangsang keluarnya enzim lambung dan menghilangkan haus. 27. Tanaman Obat Teratai
http://fullhdpictures.com/
Teratai merupakan tanaman air asli dari daratan Asia. Teratai banyak dibudidayakan di perairan dan kolam, ada juga yang tumbuh liar di rawa-rawa.
Daun teratai menyembul ke permukaan air sedangkan rimpangnya terikat dengan lumpur di dasar kolam. Diameter daun teratai mencapai 30-50 cm, diameter bunganya 15-25 cm dan panjang tangkai bunganya mencapai 75-200 cm.
Daun teratai yang lebar bisa digunakan sebagai bahan pembungkus. Khasiat teratai diantaranya untuk mengobati diare, insomnia, keputihan, demam, kanker nasopharynx, sakit jantung, muntah darah, ejakulasi, beri-beri, anemia, sakit kepala, mimisan, berak dan kencing darah dan batuk darah. 28. Tanaman Obat Tradisional Temulawak
jamuheritage.com
Temulawak bisa ditemukan di hutan daerah tropis atau perkebunan warga. Temulawak bisa tumbuh baik mulai dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut.
Batang tanaman temulawak bisa mencapai 2 meter, daunnya lebar dan panjang. Rimpang temulawak sudah terkenal dan biasa digunakan sebagai ramuan obat.
Rimpang temulawak mengandung kurkumin yang bermanfaat sebagai acnevulgaris, anti inflamasi dan anti anti hepototoksik.
Khasiat temulawak yaitu untuk mengobati sakit limpa, sakit kepala, sakit ginjal, asma, sakit pinggang, masuk angin, sariawan, penambah nafsu makan, sembelit dan cacar air.
29. Tanaman Herbal Tempuyung
nawasherbal.wordpress.com
Tanaman tempuyung berasal dari daratan Eurasia, tepatnya pada daerah yang sering hujan dengan ketinggian 50-1.650 meter di atas permukaan laut. Ada dua jenis tempuyung, tempuyung yang berdaun kecil disebut lempung, sedangkan yang berdaun besar dan tingginya mencapai 2 meter disebut rayana. Meskipun rasanya pahit, daun dan batang muda dari tempuyung bisa dimakan sebagai lalap.
Tempuyung berkhasiat untuk mengatasi batu saluran kencing, batu empedu, bisul, luka bakar, radang usus buntu, rematik, radang payudara, memar, disentri, darah tinggi, wasir, dan beser mani.
30. Tanaman Herbal Tembelekan
wikimedia.org
Tembelekan merupakan tanaman perambat yang bisa tumbuh sampai dengan ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut.
Tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman pagar karena bisa tumbuh setinggi dua meter. Daun, bunga, dan akar dari tembelekan bisa dimanfaatkan sebagai obat. Akarnya berkhasiat untuk mengatasi penyakit TBC kelenjar, keputihan dan influenza.
31. Tanaman Herbal Teh
http://mothernaturesgoodies.co.uk/
Tanaman teh berasal dari kawasan Cina Selatan dan India bagian Utara. Tanaman teh bisa tumbuh optimal di ketinggian 200-2.300 meter di atas permukaan laut.
Umumnya teh ditanam di perkebunan dan di panen secara manual. Pucuk dan daun muda teh biasa digunakan untuk membuat minuman teh. Bagian yang bisa digunakan untuk pengobatan dari tanaman teh yaitu daunnya. Khasiat dari daun teh diantaranya untuk mengatasi infeksi saluran cerna, sakit kepala, mengurangi terbentuknya karang gigi, diare, kencing manis, penyubur rambut dan darah tinggi.
Cara pemakaiannya dengan menyeduh daun teh kering sebanyak 4-7 gram. Untuk pemakain luar, daun teh yang masih segar dicuci bersih lalu ditumbuk halus, kemudian dioleskan pada bagian yang luka dan diperban.
32. Tanaman Obat Tebu
http://esmontreal.ca/
Tebu termasuk kelompok tanaman dari keluarga rumput-rumputan (Graminae) dan bisa tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim sedang sampai panas.
Batang dari tanaman tebu merupakan penghasil gula putih. Tebu bisa tumbuh sampai ketinggian 2-4 meter dan panjang daunnya mencapai 1-2 meter dengan lebar 4-8 cm. Batangnya ber ruas-ruas dan setiap ruas dibatasi oleh buku-buku.
Batang tebu mengandung air gula dengan kadar mencapai 20%. Batang tebu berkhasiat untuk meredakan jantung berdebar, batuk dan sakit jantung. 33. Tanaman Obat Tanduk Rusa
https://c2.staticflickr.com
Tanduk rusa termasuk jenis tanaman paku-pakuan dan banyak ditemui menempel kuat pada benda atau batang pepohonan, tapi tidak merugikan inangnya.
Tanduk rusa menempel pada inangnya dengan penumpu berupa akar, helaian daunnya berwarna hijau. Tanduk rusa lebih banyak tumbuh di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.
Tanduk rusa berkembang biak dengan spora atau dengan memindahkan akar rimpangnya. Daun tanduk rusa bermanfaat untuk mengobati abses, demam, bisul, radang rahim luar dan hamil tidak teratur.
34. Tanaman Obat Tapak Kuda
http://www.asergeev.com/
Tapak kuda merupakan tanaman perambat yang tumbuh di tanah yang berbatu-batu dan mengandung pasir. Warna batangnya hijau kecoklatan, daunnya agak bulat berwarna hijau dan bunganya berwarna ungu berbentuk seperti corong atau terompet.
Daun tapak kuda mengandung myristic acid, behenic acid dan melissic acid. Daunnya yang kering mengandung antistine. Tapak kuda bisa digunakan untuk mengobati reumatik, pembengkakan gusi, sakit otot, sakit gigi dan wasir.
35. Tanaman Obat Srikaya
http://eveonalimb.com/
Srikaya berasal dari kawasan Amerika tropis dan bisa tumbuh di daerah dataran rendah sampai dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.
Srikaya akan mulai berbuah setelah ditanam selama 1-2 tahun. Biasanya tanaman ini akan berbunga pada bulan januari – Desember. Banyaknya buah yang dihasilkan tergantung pada pengairan, pemberian pupuk dan pemangkasan.
Tanaman srikaya secara umum mengandung anonain dan retikulin. Daun, akar, dan kulitnya mengandung WN. Akar srikaya berkhasiat sebagai antidepresi dan antiradang.
Daunnya berkhasiat sebagai peluruh cacing usus, mempercepat pemasakan bisul dan antiradang. Bijinya berkhasiat untuk membunuh serangga dan memacu enzim pencernaan. Kulit kayunya bekhasiat sebagai tonikum dan astringen.
36. Tanaman Obat Sosor Bebek
staticflickr.com
Tanaman sosor bebek berasal dari Madagaskar dan tumbuh di daerah tropis. Sosor bebek bisa ditemui tumbuh liar di pinggir jalan, tepi jurang atau ditanam di pekarangan rumah.
Tanaman ini bisa tumbuh dengan tinggi mencapai 1 meter dan panjang daunnya 5-20 cm dengan lebar 2,5-15 cm. Sosor bebek bisa digunakan untuk mengobati sakit panas, melancarkan air seni, batuk dan sakit kepala. 37. Tanaman Obat Sisik Naga
staticflickr.com
Sisik naga merupakan tumbuhan epifit, banyak ditemukan di daerah Asia tropik mulai dari daerah yang agak lembab sampai dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.
Daun sisik naga ada yang mandul dan ada yang fertil. Daun yang fertil berbentuk oval memanjang dengan panjang 1-5 cm dan lebar 1-2 cm. Sisik naga berkembang biak dengan spora dan pemisahan akar.
Sisik naga mengandung gula, minyak asiri, tannin, sterol, flavonoid dan fenol. Daun sisik naga bisa digunakan untuk menghilangkan nyeri, obat batuk, pembersih darah, memperkuat paru-paru dan penghenti pendarahan. 38. Tanaman Herbal Daun Sirih
wikimedia.org