• Tidak ada hasil yang ditemukan

Industri makanan dan minuman docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Industri makanan dan minuman docx"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Industri makanan dan minuman (mamin) nasional memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri mamin nasional. Pada triwulan I tahun 2015, pertumbuhan industri mamin nasional mencapai 8,16% atau lebih tinggi dari pertumbuhan industri non migas sebesar 5,21%. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 4,71%.

Sektor industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 29,95% terhadap PDB industri pengolahan non migas, sedangkan industri non migas berkontribusi sebesar 86,4%terhadap industri pengolahan atau sebesar 18,27% terhadap PDB Nasional Di samping itu, kontrbusi besar industri mamin nasional terlihat dari sumbangan nilai ekspor yang terus naik mencapai USD456,6 juta pada Januari

2015,dibandingkan nilai ekspor pada januari 2014 sebesar USD 411,5 juta.

Selanjutnya, perkembangan realisasi investasi sektor industri mamintriwulan I tahun 201 Ssebesar Rp. 6.167 miliar untuk PMDN dan PMA sebesar USD 533,8 juta.

Industri makanan dan minuman menduduki posisi strategis dalam penyediaan produk siap saji yang aman, bergizi dan bermutu. Agar memenuhi ke tiga aspek utama tersebut, langkah yang dilakukan antara lain mendorong penerapan SNI, Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Food Hygiene, Food Safety, Food Sanitation, dan penerapan Standar Pangan Internasional (CODEX Alimentarius) yang menjamin bahwa pe-rusahaan telah menerapkan cara pengolahan dan sistem manajemen keamanan pangan yang baik mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, serta distribusi dan perdagangannya.

Dalam persaingan global, Indonesia saat ini harus berpartisipasi aktif di dalam forum Codex Allimentarius Commission (CAC) yang bertujuan untuk membahas standar mutu dan keamanan pangan dunia yang terkait dengan kepentingan industri.

Disisi lain, Pertumbuhan ekspor dan investasi makanan dan minuman (mamin) pada kuartal I-2015 diperkirakan melambat dibanding tahun sebelumnya. Ekspor mamin diprediksi hanya tumbuh 4 -5 persen menjadi US$ 1,31 miliar (setara Rp 17,24 triliun) pada kuartal 1-2015, dibanding periode sama tahun lalu sebesar 9 persen. perlambatan ekonomi yang terjadi di pasar global, terutama Eropa, membuat permintaan produk mamin asal Indonesia juga mengalami penurunan. Sementara suku bunga di dalam negeri yang tinggi, membuat pelaku usaha sulit

mengembangkan bisnisnya.

Referensi

Dokumen terkait

Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat

1.1 Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman Terhadap PDB. Industri Makanan dan

Peneliti memilih perusahaan yang berbasis pada sektor industri barang konsumsi dengan studi kasus pada sub sektor makanan dan minuman dikarenakan pada sub sektor

Sektor industri dalam pengembangan model Indonesia 2050 Pathway Calculator meliputi sektor industri non-migas yang terdiri dari 9 sub-sektor yaitu (i) industri

Berdasarkan analisis model regresi data panel, diperoleh hasil bahwa ekspor produk industri makanan dan minuman memiliki pengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja

Pengaruh CR, DTAR, ITR, dan GPM Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Sektor Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI pada Tahun 2017 – 2020 Nancy Grace1*

Adapun jumlah UMK sektor makanan dan minuman Jawa Barat Tahun 2019 dapat dilihat pada Tabel 1.1 Tabel 1.1 Jumlah Usaha dan Tenaga Kerja UMKM Makanan dan Minuman di Jawa Barat Tahun

Analisis nilai perusahaan pada sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek