• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH TINGKAT PENDAPATAN DAN BEBAN TE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH TINGKAT PENDAPATAN DAN BEBAN TE"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH TINGKAT PENDAPATAN DAN BEBAN TERHADAP

BESARNYA LABA DI PERUSAHAAN LQ45

Disusun untuk memenuhi tugas pengganti mata kuliah ekonometrika

Oleh :

Wahyu Indah Ruritasari (7211413139)

ROMBEL AKUNTANSI C 2013 C3.318(JUMAT 15.00)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

(2)

.

DATA SAMPEL NAMA PERUSAHAAN PADA PERIODE FEBRUARI

s/d JULI 2008, DAN DATA VARIABEL PADA PERIODE TAHUN 2003

s/d 2007

Diambil 40 perusahaan karena terdapat 2 perusahaan yang tidak memiliki ringkasan kinerja keuangan dan 3 perusahaan yang hanya memiliki ringkasan kinerja keuangan Cuma 2 tahun. Sedangkan, dalam penelitihan ini perusahaan yang menjadi sampel memiliki data ringkasan kinerja keuangan minimal 5 tahun.

No Nama Perusahaan Pendapatan Dalam jutaan Rupiah

(x1) Beban (x2) Laba (Y)

1 astra agro lestari tbk

Rp

2 adhi karya (persero) tbk

(3)

indonesia tbk 27.667.718 24.545.646 3.122.072

22 energi mega persada tbk

(4)

40 unilever indonesia tbk Rp 48.261.790 Rp 37.551.074 Rp 10.710.716

 HIPOTESIS

Ho : Ho diterima jika, koefisien regresi tidak signifikan Ha : Ha diterima jika, koefisien regresi signifikan

 ANALISIS OUTPUT

1. UJI PERSAMAAN REGRESI

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .818a .669 .651 8615227.921

a. Predictors: (Constant), beban, pendapatan

b. Dependent Variable: laba

Interprestasi :

Angka R sebesar 0,818(a) menunjukkan bahwa korelasi/hubungan antara laba dengan kedua variable bebas yaitu beban dan pendapatannya adalah kuat karena besarnya >0,5.

Angka R square atau koefisien dterminasi adalah 0,669 (berasal dari 0,818 x 0,818). Ini artinya bahwa 0,669 atau 66,9% variasi dari laba dapat dijelaskan dengan variasi dari kedua variable independen, yaitu pendapatan dan laba. Sedangkan, sisanya (100-66,9=33,1) ayau 33% dijelaskan oleh sebab – sebab yang lain.

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 5.554E15 2 2.777E15 37.417 .000a

Residual 2.746E15 37 7.422E13

Total 8.301E15 39

a. Predictors: (Constant), beban, pendapatan

(5)

Interprestasi :

Bagian output ini menggambarkan tingkat signifikansi dari uji ANOVA atau F test, didapat F hitung 37,417 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat

signifikansi ini lebih kecil dari pada 0,01 maka model regresi ini bias dipakai untuk memprediksi besarnya laba suatu perusahaan. Dengan kata lain, tingkat pendapatan suatu perusahaan dan tingkat bebannya secara bersama-sama berpengaruh terhadap besarnya laba suatu perusahaan.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. B Std. Error Beta

1 (Constant) 429600.100 1756306.771 .245 .808

pendapatan .283 .042 1.009 6.682 .000

Beban -.077 .044 -.267 -1.767 .086

a. Dependent Variable: laba Interprestasi :

Pada output bagian ini menggambarkan seberapa besar koefisien regresinya.

 Persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut : laba = 429.600,100 + 0,283 pendapatan – 0,077 beban

 Konstanta sebesar 429.600,100 menyatakan bahwa jika suatu perusahaan tidak memiliki pendapatan dan beban maka labanya 429.600,100.

 Koefisien regresi 0,283 menunjukkan bahwa setiap pendapatan perusahaan bertambah +1 poin, maka labanya akan bertambah 0,283 poin.

 Koefisien regresi -0,077 menunjukkan bahwa setiap beban dalam perusahaan +1 poin, maka labanya akan berkurang sebesar -0,077 poin.

 Sedangkan uji t digunakan untuk menguji signifikansi konstanta dan setiap variable independen.

2. UJI HIPOTESIS

Pengambilan keputusan (berdasarkan probabilitas, lihat kolom sig) adalah sebagai berikut :

Jika sig. > 0,01 maka Ho diterima

(6)

Terlihat bahwa pada kolom sig. untuk ketiga variable tersebut, yaitu konstanta = 0.808, pendapatan= 0.000, beban= 0,086 secara keseluruhan 2 diantaranya mempunyai angka signifikansi > 0,01, dengan demikian Ho diterima atau dengan kata lain kedua variable tersebut tidak cukup signifikan mempengaruhi laba perusahaan.

3. UJI ASUMSI KLASIK

a. Uji Normalitas Dengan Kolmogorov-Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 40

Normal Parametersa,,b Mean .0000000

Std. Deviation 8.39141752E6

Most Extreme Differences Absolute .253

Positive .253

Negative -.224

Kolmogorov-Smirnov Z 1.600

Asymp. Sig. (2-tailed) .012

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Interprestasi :

berdasarkan output diatas, diketahui bahwa nilai signifikansi 0,012 lebih besar dari 0,01. sehingga, dapat disimpulkan bahwa data yang kita uji ini berdistribusi normal.

(7)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. B Std. Error Beta

1 (Constant) -393118.453 786299.854 -.500 .620

pendapatan .078 .019 .569 4.088 .000

Beban .046 .020 .326 2.345 .024

a. Dependent Variable: RES2

Interprestasi :

Berdasarkan output diatas, diketahui bahwa nilai signifikansi pendapatan (x1) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,01 dan nilai signifikansi beban (x2) lebih besar dari 0,01. Jadi secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah heteroskedastisitas, meskipun pada variable pendapatan diketahui terjadi heteroskedastisitas.

c. Uji Multikolinearitas

Coefficient Correlationsa

Model Beban pendapatan

1 Correlations Beban 1.000 -.779

Pendapatan -.779 1.000

Covariances Beban .002 -.001

Pendapatan -.001 .002

a. Dependent Variable: laba

Interprestasi :

Berdasarkan output tersebut, diketahui bahwa antara variable pendapatan dengan variable beban terjadi korelasi sebesar -0,779 ( 78% masih dibawah 90%) maka dapat dikatakan tidak terjadi multikolinearitas yang serius.

(8)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 429600.100 1756306.771 .245 .808

pendapatan .283 .042 1.009 6.682 .000 .392 2.548

beban -.077 .044 -.267 -1.767 .086 .392 2.548

a. Dependent Variable: laba

Interprestasi :

Tidak terjadi multikolinearitas antar variable independent dalam model regresi karena, nilai tolerance > (lebih besar dari) 0,1 dan nilai VIF < (lebih kecil dari) 10.

d. Uji Autokorelasi Dengan Uji Durbin-Watson

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .818a .669 .651 8615227.921 2.361

a. Predictors: (Constant), beban, pendapatan

b. Dependent Variable: laba

Interprestasi :

Deteksi Autokorelasi Positif:

(9)

Artinya : Maksud di atas, Dw : 2,361 > Du: 1,39847, maka tidakterdapat autokorelasi positif dan berarti pengujian ini meyakinkan serta dapat disimpulkan.

Deteksi Autokorelasi Negatif:

Jika (4 - 2,361) < 1,19753 maka terdapat autokorelasi negative=> SALAH Jika (4 - 2,361) > 1,39847 maka tidak terdapat autokorelasi negative=> BENAR

Jika 1,19753 < (4 - 2,361) < 1,39847 maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan=> SALAH

Artinya : Maksud di atas, 4 - Dw : 2,361=1,639 > Du: 1,39847, maka tidakterdapat autokorelasi negatif dan berarti pengujian ini meyakinkan serta dapat disimpulkan.

 KESIMPULAN

Referensi

Dokumen terkait

Unit analisis dari penelitian ini adalah penerapan pengakuan pendapatan dan beban sebagai upaya untuk menilai kewajaran laporan keuangan Metode pengakuan pendapatan dan beban

Di pusat pendapatan, suatu output (yaitu pendapatan) diukur secara moneter, akan tetapi tidak ada upaya formal yang dilakukan untuk mengaitkan input (yaitu beban

SAK dan FASB memang mempertimbangkan pendapatan dalam mengklasifikasi apakah biayatermasuk ke dalam beban ataukah rugi.Apabila biaya tersebut tidak menghasilkan

Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa ketiga variable jumlah obyek pariwisatan jumlah wisatawan dan pendapatan perkapita berpengaruh signifikan terhadap

2. Pendapatan diakui pada saat di hasilkan Menurut pencatatan pendapatan atau beban secara basis akrual yaitu merupakan metode pencatatan pendapatan atau beban di mana

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih” pada perusahaan jasa subsektor telekomunikasi

Hasil uji koefisien korelasi nilai korelasi antara komitmen, motivasi dan beban kerja terhadap produktivitas kerja sebesar 0,825 Sedangkan hasil dari Uji koefisien determinasi koefisien

Karena adanya masalah, maka dalam pengakuan pendapatan dan beban harus sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku, supaya laba yang dibuat perusahaan atau