• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Larutan Kulit Buah Tanaman Jengkol (Phitecellobium lobatum (Jack) Prain) terhadap Tingkat Konsumsi Makan Tikus Sawah (Rattus argentiventer (Rob & Kloss)) di Laboratorium

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Larutan Kulit Buah Tanaman Jengkol (Phitecellobium lobatum (Jack) Prain) terhadap Tingkat Konsumsi Makan Tikus Sawah (Rattus argentiventer (Rob & Kloss)) di Laboratorium"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan hama padi utama di Indonesia, kerusakan yang ditimbulkan cukup luas dan hampir terjadi setiap musim (Rusdy dan Fatmal, 2008). Tikus menyerang semua stadium tanaman

padi, baik vegetatif maupun generatif, sehingga menyebabkan kerugian ekonomis yang berarti (Nugroho, et al, 2009).

Tikus merupakan salah satu binatang hama yang sulit

dikendalikandibandingkan dengan hama lainnya. Daya adaptasi hama ini terhadaplingkungannya sangat baik, yaitu dapat memanfaatkan sumber makanan

dariberbagai jenis (omnivora). Hewan inipun berperilaku cerdik. Segala aktivitasdilakukan malam hari dengan dukungan indera terlatih sehingga mobilitasnya tinggi dan dalam habitat yang memadai cepat berkembang biak

dengan dayareproduksi tinggi dan berumur panjang dibandingkan hama lainnya (Natawigena, 1993).

Di Indonesia, kehilangan hasil akibat serangan tikus sawah diperkirakan dapat mencapai 200.000 – 300.000 ton per tahun (Dasmendi, 2009). Pada umumnya para petani masih sangat menggantungkan pada penggunaan pestisida kimia

sintetik,(Astuti, et al, 2013).Usaha untuk mengendalikan tikus ini sudah banyak dilakukan oleh para petani, namun diakui,bahwa cara-cara pengendalian tersebut

belum dilakukan secara terpadu,sehingga harapan untuk menekan populasi tikus pada tingkat yang tidak merugikan ternyata sulit dicapai (Dinpertan, 2014).

(2)

2

Dalam upaya menjaga kelestarian alam dan keamanan serta mengurangi penggunaan pestisida sintetik telah dikembangkan alternatif lain yang berasal dari tumbuhan yang mengandung senyawa bioaktif.Penggunaan alternatif ini berasal

dari tanaman yang dapat diperoleh dari biji, buah, daun, kulit kayu maupun bagian akar secara ekstraksi perlu dikembangkan di masa mendatang.Keuntungan

menggunakan pengendalian ini adalah adalah penggunaannya tidak berbahaya karena toksisitasnya terhadap mamalia relative rendah. Relatif mudah dan murah untuk digunakan oleh petani, berspektrum cukup luas dan tidak meninggalkan

residu( Fitri, 2013).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang berpotensi dalam

pengendalian dengan menggunakan bahan nabati yaitu tanaman jengkol. Jengkol banyak mengandung zat, antara lain adalah sebagai berikut: protein, kalsium, fosfor, asam jengkolat, vitamin A dan B1, karbohidrat, minyak atsiri, saponin,

alkaloid, terpenoid, steroid, tanin, dan glikosida (Wiasih , et al, 2013).

Berbagai teknik pengendalian telah dilakukan oleh masyarakat petani seperti kultur teknis, sanitasi, maupun secara fisik dan biologis (Dedi , et al, 2013). Namun teknik-teknik pengendalian tersebut tidak selalu memberikan pengaruh yang besar terhadap menurunnya populasi dari hama tersebut (Natawigena, et al, 2004). Begitu pula halnya dengan pengendalian kimiawi yang menggunakan bahan-bahan kimia baik berupa umpan beracun, bahan fumigan, penolak dan penarik maupun pemandul (Pakki, et al, 2009)

Pengendalian kimiawi nampaknya dapat memberikan hasil yang lebih baik dibanding teknik lain, namun bahan-bahan kimia yang digunakan membahayakan

bagi makhluk hidup lain yang bukan sasaran seperti manusia atau hewan piaraan.

(3)

3

Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mencari alternatif pengendalian yang relatif aman (Tito, et al, 2011 dan Invakdalam, 2014).

Tujuan Penelitian

Untuk menguji pengaruh larutankulit buah jengkol (Phitecellobium lobatum ) terhadap tingkat konsumsi makan hama tikus sawah.

Hipotesis Penelitian

Kandungan kulit buah jengkol dapat mengganggu sistem saraf terutama penciuman tikus sawah yang dapat mengganggu indra penciuman yang menyebabkan aktifitas dan komsumsi makan tikus menurun.

Kegunaan Penelitian

Sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelara sarjana Di Depertemen Agroekoteknologi Sub Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Sumatera

Utara, Medan

Sebagai sumber informasi bagi pihak yang membutuhkan.

Referensi

Dokumen terkait

Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa Pascal merupakan bahasa pemrograman yang fleksibel, dalam arti dapat digunakan pada banyak bidang sehingga kita bisa mengambil manfaat

Dengan mempertimbangkan berbagai keberhasilan dalam pelaksanaan pembangunan di tahun-tahun sebelumnya, maka peranan tahunan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten

Rencana Kerja (Renja) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pesisir Selatan untuk tahun 2014 disusun dengan. maksud menyediakan dokumen perencanaan jangka pendek sebagai perangkat

Program ini berjalan pada sistem operasi Windows 9.x, dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi versi 5, yang mudah digunakan karena merupakan pengembangan dari Turbo

Header Row digunakan unt uk menghilangkan Header/ Judul Kolom pada t abel Anda. bisa menggunakan ini unt uk menghilangkan header silakan hilangkan

N0 Nama Peneliti Judul Penelitian PRODI FAKULTAS SKIM Usulan Dana Keterangan..

Signifikasi Bahasa Inggris dalam Proses Belajar-Mengajar Gamelan Gong Kebyar bagi Mahasiswa Asing dalam Upaya ISI Denpasar Go Internasional. Seni Karawitan FSP HIBAH

Disarankan jika salinitas air formasi cenderung tinggi maka jangan pilih polimer dengan konsentrasi lebih tinggi karena hal ini dapat menyebabkan pore clogging sehingga